Anda di halaman 1dari 12

A.

Sistem Gerak

Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada
makhluk hidup. Ada dua macam rangka, yaitu eksoskeleton (rangka luar) dan
endoskeleton (rangka dalam).
a. Eksoskeleton (rangka luar) adalah rangka yang terdapat di luar tubuh.
Contoh: eksoskeleton pada Arthropoda, Gastropoda, dan Bivalvia.
b. Endoskeleton (rangka dalam) adalah rangka yang terdapat di dalam tubuh dan
dilindungi oleh kulit dan otot. Contoh: endoskeleton pada Vertebrata. Rangka dalam
pada Vertebrata tersusun dari tulang-tulang yang dihubungkan satu sama lain oleh
persendian.

Sistem rangka tersusun dari gabungan bermacam-macam tulang. Ada dua macam tulang, yaitu
tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon).
a. Tulang rawan
Tulang rawan bersifat elastis, matriks tulang berupa kolagen, serta disusun dari sel-sel
kondroblas. Ada tiga macam tulang rawan, yaitu tulang rawan hialin, elastis, dan fibrosa.
b. Tulang keras
Tulang keras bersifat keras/ kaku, matriks tulang mengandung kapur, serta dibentuk dari sel-sel
osteoblas. Berdasarkan bentuknya, tulang keras dibedakan menjadi tulang pipih, tulang
panjang, tulang pendek, dan tulang tak beraturan.

Fungsi tulang dan rangka bagi manusia adalah sebagai berikut.


a. Penyokong dan pemberi bentuk tubuh.
b. Sebagai tempat perlekatan otot.
c. Pelindung organ-organ dalam.
d. Tempat pembentukan sel-sel darah.
e. Tempat penimbunan mineral dalam tubuh.

Sendi adalah pertemuan antara dua tulang atau lebih. Sendi dibagi menjadi tiga jenis,
yaitu sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis.
a. Sinartrosis adalah sendi yang tidak menimbulkan gerak. Ada dua tipe sinartrosis,
yaitu sinfibrosis atau disebut juga sutura dan sinkondrosis.

1. Sinfibrosis atau sutura, contoh: hubungan antarsendi tulang tengkorak.


2. Sinkondrosis, contoh: hubungan antarsegmen tulang belakang, serta hubungan antara
tulang rusuk dan tulang dada.

b. Amfiartrosis adalah sendi yang hanya dapat menimbulkan sedikit gerak. Contoh:
hubungan antara tulang rusuk dan tulang belakang.

c. Diartrosis adalah sendi yang dapat menimbulkan gerak. Ada lima tipe diartrosis,
yaitu sendi peluru, sendi pelana, sendi putar, sendi engsel, dan sendi geser.

1. Sendi peluru, contoh: hubungan antara lengan atas dan tulang belikat.
2. Sendi pelana, contoh: hubungan antara tulang telapak tangan dan tulang ruas jari
tangan.
3. Sendi putar, contoh: hubungan antara tulang tengkorak dan tulang atlas.
4. Sendi engsel, contoh: hubungan tulang pada siku, lutut, dan antar-ruas jari.
5. Sendi geser atau sendi luncur, contoh: hubungan antartulang pergelangan, tulang
selangka, dan tulang belikat.

Otot merupakan alat gerak aktif, karena dapat menggerakkan tulang. Ada tiga macam
otot, yaitu otot polos, otot lurik/ otot rangka, dan otot jantung. Berdasarkan sifat
kerjanya, otot dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu otot sinergis dan otot
antagonis.

a. Otot sinergis merupakan otot-otot yang bekerja bersama-sama dengan efek searah
atau saling mendukung. Contoh: otot punggung dan leher yang saling bekerja sama saat
posisi tubuh membungkuk.
b. Otot antagonis merupakan otot-otot yang bekerja dengan efek saling berlawanan.
Jika otot yang satu berkontraksi, otot pasangannya akan berelaksasi. Contoh:

1. Otot fleksor (bengkok) dan otot ekstensor (lurus);


2. Otot abduktor (menjauhi) dan otot adduktor (mendekati);
3. Otot depresor (ke bawah) dan otot elevator (ke atas); serta
4. Otot supinator (menengadah) dan otot pronator (menelungkup).

Otot melakukan gerak dengan cara berkontraksi dan berelaksasi. Pada saat
berkontraksi, otot akan memendek, sedangkan pada saat relaksasi, otot akan kembali ke
panjang semula. Energi yang diperlukan untuk kontraksi otot adalah ATP.

a. Gangguan pada tulang, antara lain adalah artritis, nekrosa, fisura, fraktura, kifosis,
lordosis, dan kifosis.
b. Gangguan pada otot, antara lain adalah atrofi, distrofi, poliomyelitis, miastenia
grafis, dan stiff.

B. Sistem Transportasi

Ada dua macam sistem transportasi, yaitu sistem transportasi darah dan sistem
transportasi limfe

Sistem transportasi darah merupakan sistem transportasi tertutup, karena darah


selalu mengalir di dalam pembuluh darah. Dalam sistem transportasi darah, ada
beberapa komponen, yaitu jantung, pembuluh darah, dan darah. Darah terdiri atas
plasma darah dan sel darah. Sel darah ada tiga macam, yaitu eritrosit, leukosit, dan
trombosit.
Ada dua macam peredaran darah pada manusia, yaitu peredaran darah besar dan
peredaran darah kecil. Skema dari peredaran darah tersebut adalah sebagai berikut.

a. Peredaran darah besar merupakan peredaran darah dari bilik kiri aorta seluruh
tubuh vena kava superior dan vena kava inferior serambi kanan.
b. Peredaran darah kecil merupakan peredaran darah dari bilik kanan arteri
pulmonalis paru-paru serambi kiri.

Sistem transportasi limfe merupakan sistem transportasi terbuka, karena cairan


limfe tidak selalu mengalir di dalam pembuluh limfe. Sistem transportasi limfe
berfungsi untuk mengangkut lemak. Dalam sistem transportasi limfe, ada beberapa
komponen, yaitu pembuluh limfe, kelenjar limfe, dan cairan limfe.

Gangguan pada sistem transportasi antara lain adalah sklerosis, trombus, embolus,
varises, leukemia, hemofilia, dan anemia.

C. Sistem Pencernaan

Bahan makanan yang dibutuhkan oleh tubuh ada enam macam, yaitu karbohidrat,
protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Sumber bahan makanan dapat berasal dari
tumbuhan maupun hewan.

Saluran pencernaan dimulai dari mulut kerongkongan lambung usus halus usus
besar rectum anus.

Ada tiga jenis kelenjar pencernaan, yaitu sebagai berikut.


a. Kelenjar ludah, menghasilkan enzim ptialin.
b. Pankreas, menghasilkan enzim amilase, lipase, dan tripsin.
c. Hati, memiliki beberapa fungsi, antara lain menetralkan racun, menghasilkan
empedu, menyimpan gula dalam bentuk glikogen, dan tempat pembentukan vitamin A.

a. Ptialin (mulut), untuk menguraikan amilum menjadi maltosa.


b. Pepsin (lambung), untuk menguraikan protein menjadi pepton.
c. Renin (lambung), untuk menggumpalkan kaseinogen (protein susu) yang dapat larut
menjadi kasein.
d. Amilase (pankreas), untuk menguraikan disakarida menjadi monosakarida.
e. Tripsin (pankreas), untuk menguraikan pepton menjadi asam amino.
f. Lipase (pankreas), untuk menguraikan lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
SUPER “Solusi Quipper”

Ada dua macam pencernaan, yaitu pencernaan mekanik dan kimiawi.


a. Pencernaan mekanik adalah pencernaan yang menyebabkan perubahan bentuk
dan ukuran makanan yang dibantu oleh gigi.
b. Pencernaan kimiawi adalah perubahan zat makanan dari senyawa kompleks
menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan enzim.

Gangguan pada sistem pencernaan antara lain adalah ulkus, xerostomia, diare,
konstipasi, parotitis, dan pankreatitis.

D. Sistem Pernapasan

Sistem pernapasan merupakan proses pengambilan oksigen dari lingkungan dan


pengeluaran karbon dioksida ke lingkungan untuk menghasilkan energi.

a. Hidung merupakan tempat awal masuknya udara pernapasan. Hidung dilengkapi


dengan rambut hidung dan selaput lendir.
b. Faring merupakan percabangan antara kerongkongan dan tenggorokan.
c. Laring merupakan awal dari tenggorokan, tempat pita suara.
d. Trakea merupakan saluran pernapasan berupa pipa yang dikelilingi oleh cincin-
cincin tulang rawan.
e. Bronkus merupakan cabang dari trakea.
f. Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus.
g. Alveoli merupakan gelembung-gelembung seperti kantong kecil di paru-paru yang
menjadi tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
h. Pulmo/ paru-paru, terdiri atas paru-paru kanan (3 gelambir) dan paru-paru kiri (2
gelambir). Paru-paru diselubungi oleh pleura.

Ada enam macam udara pernapasan, yaitu sebagai berikut.


a. Udara tidal, volumenya kurang lebih 500 cc.
b. Udara komplementer (cadangan inspirasi), volumenya kurang lebih 1.500 cc.
c. Udara suplementer (cadangan ekspirasi), volumenya kurang lebih 1.500 cc.
d. Udara residu, volumenya kurang lebih 1.000 – 1.500 cc.
e. Kapasitas vital paru-paru, volumenya kurang lebih 3.500 cc.
f. Kapasitas total paru-paru, volumenya kurang lebih 4.500 – 5.000 cc.

Ada dua macam pernapasan atau respirasi, yaitu respirasi eksternal dan respirasi
internal.
a. Respirasi eksternal merupakan proses masuknya oksigen ke dalam saluran
pernapasan, dimulai dari hidung faring laring trakea bronkus bronkiolus alveoli.
b. Respirasi internal merupakan proses masuknya oksigen dari alveoli ke dalam
darah untuk diangkut menuju jaringan. Dari proses respirasi, dihasilkan karbon
dioksida dan uap air yang kemudian diangkut keluar dari tubuh.

Gangguan pada sistem pernapasan antara lain adalah asma, bronkitis, laringitis, TBC,
pneumonia, dan influenza.

E. Sistem Ekskresi

Ekskresi adalah proses pengeluaran sisa-sisa metabolisme yang sudah tidak


diperlukan oleh tubuh.

Ada empat macam alat ekskresi, yaitu ginjal, hati, kulit, dan paru-paru.
a. Ginjal merupakan alat ekskresi yang berfungsi sebagai penyaring darah. Hasil
penyaringan darah ini berupa urine.
b. Hati merupakan alat ekskresi untuk merombak eritrosit tua menjadi empedu.
c. Kulit merupakan alat ekskresi untuk mengeluarkan keringat.
d. Paru-paru merupakan alat ekskresi untuk mengeluarkan karbon dioksida dan uap
air.

Proses pembentukan urine melalui tiga tahap, yaitu filtrasi, reabsorbsi, dan augmentasi.
a. Filtrasi/ penyaringan merupakan proses penyaringan darah yang berlangsung di
dalam badan Malpighi (glomerulus dan kapsul Bowman). Hasil filtrasi adalah urine
primer.
b. Reabsorbsi/ penyerapan ulang merupakan proses penyerapan zat-zat yang
masih berguna bagi tubuh, seperti glukosa, protein, dan air. Hasil reabsorbsi adalah
urine sekunder.
c. Augmentasi/ pengumpulan merupakan proses pengumpulan zat-zat yang sudah
tidak diperlukan lagi, seperti urea. Hasil augmentasi adalah urine sebenarnya.

Gangguan pada sistem ekskresi antara lain adalah sebagai berikut.


a. Ginjal : diabetes insipidus, batu ginjal, nefritis, gagal ginjal, uremia, dan albuminuria.
b. Hati : hepatitis dan sirosis.
c. Kulit : penyakit-penyakit kulit seperti eksim, kadas, dan panu.
d. Paru-paru : TBC dan pneumonia.

F. Sistem Koordinasi

Sistem koordinasi terdiri atas sistem saraf, sistem hormonal, dan alat-alat indra.

Sistem saraf merupakan sistem koordinasi yang menanggapi rangsang dengan cepat.
Sistem saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Setiap neuron terdiri atas badan sel
dan serabut. Badan sel terdiri atas inti sel dan sitoplasma. Serabut neuron terdiri atas
dendrit (serabut pendek) dan neurit atau akson (serabut panjang).

Berdasarkan fungsinya, ada tiga macam neuron, yaitu neuron sensorik, neuron motorik,
dan neuron konektor.

Sistem saraf tersusun atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
a. Sistem saraf pusat, terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang (medulla spinalis).
Otak terdiri atas otak besar (cerebrum), otak tengah (mesensefalon), otak depan
(diensefalon), otak kecil (cerebellum), dan sumsum lanjutan (medulla oblongata).
b. Sistem saraf tepi, terdiri atas saraf sadar dan saraf tak sadar. Saraf sadar terdiri atas
12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf spinal. Sementara saraf tak sadar terdiri atas
saraf simpatis dan saraf parasimpatis.

a. Gerak biasa merupakan gerak yang dilakukan secara sadar. Jalur impuls pada gerak
biasa adalah sebagai berikut.

b. Gerak refleks merupakan gerak yang dilakukan tanpa sadar. Jalur impuls pada gerak
refleks adalah sebagai berikut.
Gangguan pada sistem saraf antara lain adalah tremor, alzheimer, parkinson, dan
kanker otak.

G. Sistem Hormonal

Sistem hormonal merupakan sistem koordinasi yang menanggapi rangsang dengan


lambat. Sistem hormonal terdiri atas kelenjar endokrin dan hormon. Hormon yang
dihasilkan oleh kelenjar endokrin akan diangkut melalui darah menuju ke bagian-
bagian tubuh yang membutuhkan.

a. Hipofisis/ pituitaria, disebut raja kelenjar karena menghasilkan banyak hormon.


Hipofisis terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian anterior, intermediet, dan posterior.

1. Bagian anterior, menghasilkan hormon ACTH (adrenotropin), GH (somatotropin), TSH


(treotropin), serta gonadotropin (FSH, LH, dan ICSH).
2. Bagian intermediet, menghasilkan hormon MSH.
3. Bagian posterior, menghasilkan hormon ADH, oksitosin, dan vasopresin.

b. Tiroid/ gondok, menghasilkan hormon tiroksin dan kalsitonin.


c. Paratiroid/ anak gondok, menghasilkan hormon parathormon.
d. Lambung, menghasilkan hormon gastrin.
e. Pankreas, menghasilkan hormon insulin dan glukagon.
f. Duodenum, menghasilkan hormon sekretin dan kolesistokinin.
g. Adrenal/ anak ginjal, menghasilkan hormon adrenalin dan kortison.
h. Gonad/ kelenjar kelamin, ada dua macam yaitu testis (laki-laki) dan ovarium
(perempuan).

1. Testis, menghasilkan hormon testosteron.


2. Ovarium, menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.

Gangguan pada sistem hormonal antara lain adalah diabetes insipidus, diabetes
mellitus, kekerdilan, pertumbuhan raksasa, gondok, dan morbus basedowi.

H. Alat-Alat Indra

Alat indra merupakan suatu reseptor atau penerima rangsang. Ada lima macam alat
indra, yaitu mata, kulit, telinga, hidung, dan lidah.

a. Bagian-Bagian Mata
Mata merupakan reseptor penerima rangsang cahaya atau fotoreseptor. Mata terdiri
atas bagian luar (sklera), bagian tengah (koroid), dan bagian dalam (retina). Di dalam
bola mata terdapat cairan mata, yaitu aqueous humor dan vitreous humor.
1. Sklera merupakan bagian yang tidak tembus cahaya, kecuali bagian depan yang disebut
kornea.
2. Koroid merupakan bagian yang kaya dengan pembuluh darah. Bagian depan terdapat
iris yang mengandung pigmen dan lensa mata. Bagian tengah iris disebut pupil.
3. Retina merupakan bagian mata yang mengandung sel-sel fotoreseptor. Sel-sel
fotoreseptor ada dua macam, yaitu sel batang (untuk melihat benda pada keadaan
cahaya lemah) serta sel kerucut (untuk melihat benda pada keadaan cahaya kuat dan
untuk membedakan warna).

b. Proses Melihat
Urutan proses melihat pada mata dapat dijelaskan melalui skema berikut.

c. Gangguan pada Mata


Gangguan pada mata antara lain adalah miopi, hipermetropi, presbiopi, buta warna,
katarak, xeroftalmia, dan astigmatisma.

Kulit merupakan reseptor penerima rangsang sentuhan atau tangoreseptor. Kulit


mempunyai ujung-ujung saraf, yaitu sebagai berikut.
a. Paccini : untuk penerima rangsang berupa tekanan.
b. Ruffini : untuk penerima rangsang panas.
c. Krausse : untuk penerima rangsang dingin.
d. Meisner : untuk penerima rangsang sentuhan di dekat permukaan kulit.
e. Merckel : untuk penerima rangsang sentuhan di lapisan epidermis kulit.

Gangguan pada kulit berupa penyakit-penyakit kulit seperti eksim, panu, kadas, kurab,
dan sebagainya.

Telinga merupakan reseptor penerima rangsang bunyi atau fonoreseptor.


a. Bagian-Bagian Telinga
Telinga terbagi menjadi tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga
dalam.

1. Telinga luar, terdiri atas daun telinga dan lubang telinga.


2. Telinga tengah, terdiri atas saluran telinga, gendang telinga (membran timpani), dan
saluran eustachius.
3. Telinga dalam, terdiri atas tulang-tulang pendengaran (martil, landasan, dan sanggurdi),
serta rumah siput (koklea). Di dalam koklea, terdapat sel-sel fonoreseptor yang
disebut sel korti atau organ korti. Selain itu, di dalam koklea juga terdapat cairan
endolimfe.

b. Proses Mendengar
Urutan proses mendengar oleh telinga dapat dijelaskan dengan skema berikut.
c. Gangguan pada Telinga
Gangguan pada telinga ada dua tipe, yaitu tuli konduksi dan tuli saraf. Tuli
konduksi terjadi karena adanya gangguan pada proses penghantaran impuls ke
koklea, misalnya, robeknya gendang telinga atau tersumbatnya saluran telinga. Tuli
saraf terjadi karena kerusakan pada saraf pendengara

Hidung merupakan reseptor penerima rangsang berupa zat-zat kimia atau disebut juga
dengan kemoreseptor. Zat-zat kimia yang diterima oleh hidung berwujud gas. Sel-sel
pembau pada hidung disebut sel olfaktori yang terletak di bagian atas rongga hidung.
Hidung dapat mengalami gangguan, di antaranya adalah pilek, polip pada rongga
hidung, atau gangguan pada sel-sel olfaktori.

Lidah merupakan reseptor penerima rangsang berupa zat-zat kimia atau disebut juga
kemoreseptor. Zat-zat kimia yang diterima oleh lidah berwujud cair. Di permukaan
lidah terdapat tonjolan-tonjolan kecil yang disebut papila. Ada empat tipe papila yang
terdapat pada permukaan lidah, yaitu sebagai berikut.

a. Papila filiformis, berbentuk benang halus, banyak terdapat pada bagian depan dan
seluruh permukaan lidah.
b. Papila sirkumulata, berbentuk bulat, tersusun seperti huruf V terbalik, terdapat di
pangkal lidah.
c. Papila martil, berbentuk seperti palu, banyak terdapat di bagian tepi dan depan lidah.
d. Papila fungiformis, berbentuk seperti kepala jamur, banyak terdapat pada bagian
depan dan tepi lidah.

Lidah dapat mengalami gangguan, salah satunya adalah sariawan.

I. Sistem Reproduksi

a. Alat-Alat Reproduksi
Alat-alat reproduksi pada laki-laki dibagi menjadi dua bagian, yaitu alat kelamin luar
dan alat kelamin dalam.

1. Alat kelamin luar, terdiri atas skrotum dan penis.


2. Alat kelamin dalam, terdiri atas testis dan saluran kelamin. Saluran kelamin secara
berurutan adalah epididimis – vas deferens – duktus ejakulasi – uretra.
b. Kelenjar Reproduksi
Kelenjar reproduksi ada tiga macam, yaitu sebagai berikut.

1. Vesikula seminalis
2. Kelenjar prostat
3. Kelenjar bulbouretral atau cowper

c. Proses Pembentukan Sperma (Spermatogenesis)


Pembentukan sperma berlangsung di tubulus seminiferus dalam testis dan mengalami
pematangan dalam epididimis. Urutan pembentukan sperma adalah sebagai berikut.

a. Alat-Alat Reproduksi
Alat-alat reproduksi pada perempuan dibagi menjadi dua bagian, yaitu alat kelamin luar
dan alat kelamin dalam.

1. Alat kelamin luar, terdiri atas vulva dan himen (selaput dara).
2. Alat kelamin dalam, terdiri atas ovarium, oviduk, uterus, dan vagina.

b. Kelenjar Reproduksi
Kelenjar reproduksi pada perempuan adalah ovarium sebagai penghasil hormon
estrogen dan progesteron

c. Proses Pembentukan Ovum (Oogenesis)


Proses pembentukan ovum sebagian berlangsung di dalam ovarium dan sebagian lagi di
dalam oviduk. Urutan pembentukan ovum adalah sebagai berikut.

d. Siklus Menstruasi
Tahapan dalam siklus menstruasi ada empat, yaitu menstruasi, praovulasi, ovulasi, dan
pascaovulasi.

1. Menstruasi, merupakan fase lepasnya lapisan fungsional dari endometrium, disertai


pendarahan.
2. Praovulasi, merupakan fase perkembangan folikel primer menjadi folikel de Graaf di
dalam ovarium. Praovulasi juga merupakan fase pembentukan kembali endometrium di
dalam uterus.
3. Ovulasi, merupakan fase lepasnya oosit sekunder dari folikel de Graaf ke dalam oviduk.
4. Pascaovulasi, merupakan fase perubahan folikel de Graaf menjadi korpus luteum di
dalam ovarium dan fase penebalan endometrium di dalam uterus.

Kontrasepsi merupakan usaha untuk mengatur proses kehamilan dengan cara


mencegah bertemunya sperma dan ovum. Ada dua tipe kontrasepsi, yaitu kontrasepsi
sementara dan kontrasepsi permanen.
a. Kontrasepsi sementara, merupakan pencegahan yang bersifat sementara, antara lain
pantang berkala, senggama terputus, IUD, pemakaian kondom, suntikan KB, atau pil
KB.
b. Kontrasepsi permanen, merupakan pencegahan yang bersifat permanen, antara lain
vasektomi (pada laki-laki) dan tubektomi (pada perempuan).

Gangguan pada sistem reproduksi antara lain adalah gonore (kencing nanah), sifilis
(raja singa), klamidia, AIDS, keputihan, kista ovarium, dan kanker leher rahim.

J. Sistem Imunitas

Sistem imunitas merupakan suatu sistem yang dilakukan oleh tubuh untuk
melindungi diri dari serangan benda-benda asing yang dapat menyebabkan penyakit.

Ada dua kelompok komponen, yaitu pertahanan nonspesifik dan pertahanan spesifik.
a. Pertahanan nonspesifik meliputi garis pertahanan pertama dan garis pertahanan
kedua.

1. Garis pertahanan pertama meliputi kulit, membran mukosa, serta sekresi dari kulit dan
membran mukosa.
2. Garis pertahanan kedua meliputi sel darah putih fagositik (neutrofil, monosit, eosinofil,
dan sel pembunuh alami), protein antimikroba, serta respons peradangan.

b. Pertahanan spesifik meliputi garis pertahanan ketiga. Garis pertahanan ketiga


meliputi limfosit (limfosit B dan limfosit T) serta antibodi.

Ada dua jenis respons kekebalan, yaitu respons humoral dan respons yang diperantarai
oleh sel.
a. Respons humoral, melibatkan aktivasi sel B (limfosit B) dan diikuti oleh produksi
antibodi yang beredar di dalam plasma darah dan cairan limfe.
b. Respons yang diperantarai oleh sel, melibatkan kerja limfosit T (sel T).

Mekanisme kerja sistem kekebalan tubuh adalah sebagai berikut.


Gangguan pada sistem imunitas antara lain adalah alergi, lupus, multiple sclerosis,
dan AIDS.