Anda di halaman 1dari 3

Keselamatan pasien menurut Vincent (2008), pengindraan pencegahan dan perbaikan dari

hasil tindakan yang buruk yang berasal dari proses perawatan kesehatan. Berdasarkan Peraturan
Menteri Kesehatan RI Nomor 11 tahun 2017, keselamatan pasien adalah suatu sistem yang
membuat asuhan pasien lebih aman, meliputi risiko, identifikasi, dan pengelolaan risiko pasien,
pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya, serta
implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera, yang
disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan
yang seharusnya diambil. Menurut World Health Organization WHO (2009), keselamatan pasien
adalah tidak adanya bahaya yang mengancam kepada pasien selama proses pelayanan kesehatan.

Sasaran keselamatan pasien (SKP)

1. Ketepatan identifikasi pasien


Presentase pelaksanaan standar identifikasi pasien pada pemberian identitas pasien pada
pasien rawat inap:
a) Identifikasi pemakaian gelang identitas rawat inap
b) Identifikasi pemberian obat
c) Identifikasi pasien pada awal pemeriksaan
d) Identifikasi pada pengambilan sample darah dan specimen
2. Peningkatan komunikasi efektif
a) Komunikasi TBAK konfirmasi dokter dalam 24 jam
b) Komunikasi SBAR pada operan jaga
c) Kepatuhan prosedur pemberian obat dengan prinsip READBACK dari petugas rawat
inap kepada DPJP ditandatangani dalam waktu 24 jam
3. Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai
a) Pemantauan keberadaan High alert elektrolit pekat diruang perawatan
b) Prinsip enam benar obat: benar pasien, benar obat, benar dosis, benar waktu, benar cara
pemberian, benar cara dokumentasi
4. Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi
a) Sebelum dilaksanakan operasi terapkan pengisian check list keselamatan operasi untuk
memastikan:
 Tepat pasien
 Tepat prosedur
 Tepat daerah atau lokasi operasi
b) Kepatuhan pelaksanaan prosedur “site marking” pada pasien yang akan dilakukan
tindakan operasi
5. Pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
a) Kepatuhan petugas kesehatan dalam melakukan kebersihan tangan dengan metode 6
langkah dan 5 momen di Rawat Inap.
Lama cuci tangan, hand rub (20- 30 detik) dan hand wash (40- 60 detik)
b) Kepatuhan petugas kesehatan dalam memakai APD
6. Pengurangan risiko jatuh
a) Menurunkan angka insiden pasien jatuh selama perawatan rawat inap dirumah sakit
dengan cara:
 Pasien dinilai resiko jatuh menggunakan form penilaian resiko jatuh
 Tempelkan stiker kuning pada gelang identitas pasien
Daftar pustaka

Vincent C. (2008) Patient safety. Philadelphia: Elsevier

WHO (2009). Collaborating Centre for Patient Safety Solutions. Patient safety solution
preamble.

Kementrian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun
2017 Tentang Keselamatan Pasien. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2017