Anda di halaman 1dari 4

PENANGANAN SYOK ANAFILAKTIK

069.440/2.16
No. Dokumen : /434.203.300.20/2017

No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit : 2 Januari 2017

Halaman : 2 Halaman

PUSKESMAS ZAHRUDDIN, S.Kep.,Ns.,M.Kes.


JRANGOAN NIP. 19700528 199312 1 001

1. Pengertian : Adalah suatu kondisi timbulnya reaksi alergi yang berlebihan yang
timbul segera setelah terpajan oleh alergen.
2. Tujuan : Sebagai pedoman bagi petugas Unit Gawat Darurat dalam penanganan
Syok Anafilaktik
3. Kebijakan : SK Kepala Puskesmas Nomor 188.445/ 1.75/434.203.300.20/2017
Tentang Jenis - Jenis Pelayanan di Puskesmas Jrangoan
4. Referensi :  PPGD EMS 119.7
 Penatalaksanaan syok emergensi Medikal Service and Training 119.
Jakarta
5. Prosedur : Alat :
1. Alat Tulis 4. Infus set 7. Dexamethasone
2. Rekam Medis 5. NaCl 0,9% 8. Set O2
3. Spuit 6. Adrenalin, Dipenhidramin, Aminophilin
6. Langkah - : 1. Petugas menerima pelanggan dengan sigap
langkah 2. Petugas melakukan anamnesis :
 Menanyakan keluhan utama, riwayat penyakit,riwayat alergi.
Menggali riwayat terpajan alergen.
 Alergen jenis protein : serum (imunisasi), hormone (KB), enzim,
serangga, makanan.
 Alergen jenis hapten : antibiotic, obat anestesi, obat analgetik,
vitamin atau kombinasi vitamin
3. Petugas melakukan pemeriksaan fisik, ditemukan :
 KU gelisah ada penurunan kesadaran,
 Pelanggan tampak kebiruan / sianosis,
 Akral dingin, keringat berlebihan,
4. Vital sign abnormal (TD tak terukur, nadi meningkat, respirasi
meningkat)
5. Petugas melakukan penanganan syok.
 Membaringkan pelanggan, posisi kaki lebih tinggi dari kepala.
 Membebaskan jalan napas, melakukan pemasangan O2 3-4|pm.
 Memberikan injeksi adrenalin 0,3-0,5 cc im/sc atau 0,1-0,2 cc iv.
6. Tindakan dapat diulang jika observasi 5-10 menit nadi belum
mencapai 90x/menit atau TD sistolik belum mencapai 90mmHg
7. Petugas melakukan tindakan berikutnya bila tidak ada perbaikan
 Pemberian IVFD NaCl tetesan cepat
 Pemberian injeksi Aminophilin 5mg/kgBB perlahan selama 5-10
menit, dilanjutkan dengan dosis maintenance 0,5-0,9mg/kgBB/jam
dalam larutan NaCl 0,9%
 Pemberian Diphenhidramine 10-20mg im/iv
8. Pemberian 1 ampul Dexamethasone iv
9. Petugas malakukan evaluasi tindakan dan melakukan observasi tanda-
tanda vital pelanggan
10. Petugas mencatat kunjungan pelanggan pada buku register UGD,
lembar catatan medik pelanggan
11. Petugas merujuk pelanggan ke Rumah Sakit bila tidak ada perbaikan
selama 1-2 jam
7. Bagan Alir :
Petugas menerima pelanggan dengan sigap
1. Petugas melakukan anamnesis :
 Menanyakan keluhan utama, riwayat penyakit,riwayat alergi.
Menggali riwayat terpajan alergen.
 Alergen jenis protein : serum (imunisasi), hormone (KB), enzim,
serangga, makanan.
 Alergen jenis hapten : antibiotic, obat anestesi, obat analgetik,
vitamin atau kombinasi vitamin

Petugas melakukan pemeriksaan fisik, ditemukan :

 KU gelisah ada penurunan kesadaran,


 Pelanggan tampak kebiruan / sianosis,
 Akral dingin, keringat berlebihan,
 Vital sign abnormal (TD tak terukur, nadi meningkat, respirasi
meningkat)

Petugas melakukan penanganan syok.

 Membaringkan pelanggan, posisi kaki lebih tinggi dari kepala.


 Membebaskan jalan napas, melakukan pemasangan O2 3-4|pm.
 Memberikan injeksi adrenalin 0,3-0,5 cc im/sc atau 0,1-0,2 cc iv.
 Tindakan dapat diulang jika observasi 5-10 menit nadi belum
mencapai 90x/menit atau TD sistolik belum mencapai 90mmHg

Petugas melakukan tindakan berikutnya bila tidak ada perbaikan

 Pemberian IVFD NaCl tetesan cepat


 Pemberian injeksi Aminophilin 5mg/kgBB perlahan selama 5-10
menit, dilanjutkan dengan dosis maintenance 0,5-
0,9mg/kgBB/jam dalam larutan NaCl 0,9%
 Pemberian Diphenhidramine 10-20mg im/iv
 Pemberian 1 ampul Dexamethasone iv
Petugas malakukan evaluasi tindakan dan melakukan observasi tanda-
tanda vital pelanggan

Petugas mencatat kunjungan pelanggan pada buku register UGD,


lembar catatan medic pelanggan

Petugas merujuk pelanggan ke Rumah Sakit


bila tidak ada perbaikan selama 1-2 jam

8. Hal – hal yang : Pastikan alat dan obat – obatan emergency tersedia sebelumnya
perlu
diperhatikan
9. Unit terkait : Semua unit pelayanan
10. Dokumen Terkait : 1. Rekam medis
2. Inform Consent
3. Surat Rujukan

11. Rekaman historis : No. Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai
diberlakukan
perubahan