Anda di halaman 1dari 6

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS BENCULUK
Jl. Raya Benculuk No. 71 Benculuk
Telp/Fax. (0333) 396685 Kode Pos 68482
Email : benculukpukesmas@gmail.com

KEPUTUSAN
Plt. KEPALA UPTD. PUSKESMAS BENCULUK
NOMOR : 188.4/ /429.114.28/2016

TENTANG
MONITORING DAN PENILAIAN KINERJA

Plt. KEPALA UPTD. PUSKESMAS BENCULUK


Menimbang : a. bahwa dalam rangka pencapaian sasaran dan tujuan yang optimal,
maka pelaksanan kegiatan harus sesuai dengan perencanaan yang
telah ditetapkan;
b. bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut point a, maka perlu
dilakukan monitoring untuk menjamin bahwa pelaksanaan kegiatan
sesuai rencana operasional;
c. bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut point b, perlu
ditetapkan Keputusan Plt. Kepala UPTD. Puskesmas Benculuk;

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tetang


Pelayanan Publik;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan;
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 741/Menkes/Per/VII/2008
Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan
Di Kabupaten/Kota;
4. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan: KEPUTUSAN Plt. KEPALA UPTD. PUSKESMAS BENCULUK


TENTANG MONITORING DAN PENILAIAN KINERJA

KESATU : Pelaksanaan monitoring harus sesuai kerangka acuan, rencana,


prosedur kegiatan, dan evaluasi sesuai dengan kebijakan dan prosedur
penilaian kinerja yang ditetapkan;
KEDUA : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di
kemudian hariterdapat kekeliruan dalam penetapannya, maka akan
diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Benculuk
Pada tanggal : 01 Juli 2016

Plt. KEPALA UPTD. PUSKESMAS


BENCULUK

SLAMET
Lampiran : Keputusan Plt. Kepala UPTD. Puskesmas
Benculuk
Nomor : 188.4 / /429.114.28/2016
Tanggal : 01 Juli 2016
Perihal : Monitoring dan penilaian kinerja di UPTD.
Puskesmas Benculuk

MONITORING DAN PENILAIAN KINERJA DI UPT PUSKESMAS BENCULUK

1. PENGERTIAN MONITORING DAN PENILAIAN KINERJA


1.1 Monitoring adalah suatu proses pengumpulan dan menganalisis informasi dari
penerapan suatu program termasuk mengecek secara reguler untuk melihat
apakah kegiatan/program itu berjalan sesuai rencana sehingga masalah yang
dilihat /ditemui dapat diatasi.
1.2 Penilaian Kinerja Puskesmas adalah upaya yang dilakukan untuk menilai hasil
kerja/prestasi Puskesmas sebagai Intrumen untuk Mawas Diri.

2. TUJUAN MONITORING DAN PENILAIAN KINERJA


2.1 Memperoleh informasi terutama tentang kegiatan apakah telah dilaksanakan
sesuai dengan rencana dan memberikan umpan balik.
2.2 Mempertanggung jawabkan tugas / kegiatan yang telah dilakukan.
2.3 Sebagai bahan untuk mengambil keputusan dalam mengembangkan program /
kegiatan dan tindak lanjut dari aktifitas monitoring.
2.4 Menentukan kompetensi pekerjaan dan meningkatkan kinerja dengan menilai
dan mendorong hubungan yang baik diantara pegawai dalam hal ini perawat
dan bidan.
2.5 Tercapainya tingkat kinerja Puskesmas yang berkualitas secara optimal dalam
mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan Kabupaten/Kota.
2.6 Mendapatkan gambaran tingkat pencapaian hasil cakupan dan mutu kegiatan
serta manajemen Puskesmas pada akhir tahun kegiatan.
2.7 Mengetahui tingkat kinerja Puskesmas pada akhir tahun berdasarkan urutan
peringkat kategori kelompok masing-masing Puskesmas
2.8 Mendapatkan informasi analisis kinerja Puskesmas dan bahan masukan dalam
penyusunan rencana kegiatan Puskesmas dan Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota. Hasil Penilaian Kinerja Puskesmas digunakan sebagai Dasar
Perencanaan Kegiatan tahun yang akan datang dan sebagai bahan Pembinaan
dari Kabupaten / Kota maupun Provinsi, jika terjadi kesenjangan antara capaian
terhadap target

3. MACAM MONITORING
3.1 Monitoring Internal :
Telaah internal yaitu telaah bulanan terhadap penyelenggaraan
kegiatan dan hasil yang dicapai oleh Puskesmas. Telaah bulanan ini dilakukan
dalam lokakarya mini Puskesmas dengan membandingkan hasil pencapaian
dengan rencana dan standar pelayanan.
3.2 Monitoring jangka Pendek :
Telaah eksternal yaitu telaah triwulan terhadap hasil yang dicapai
dikaitkan dengan sektor lain terkait yang ada di wilayah kerja Puskesmas.
Telaah triwulan ini dilakukan dalam lokakarya mini triwulan Puskesmas secara
lintas sektor. Sumber telaahan eksternal bisa berasal dari hasil survey/Indeks
Kepuasan Masyarakat (IKM).

4. PELAKSANAAN MONITORING
4.1 Setiap bulan penanggung jawab program di Puskesmas melakukan evaluasi
pelayanan dan melaporkan ke Kepala Puskesmas dan membandingkan kinerja
program dengan target yang ingin dicapai, sehingga perbaikan dapat segera
dilakukan.
4.2 Puskesmas harus menyelenggarakan pertemuan staf secara teratur dan
berkala sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali antara pimpinan atau
penanggung jawab dengan staf/bawahannya untuk mengindentifikasi,
membahas masalah yang dihadapi, penyebaran informasi dan melakukan
evaluasi pelayanan Puskesmas.
4.3 Hasil pertemuan harus dicatat. Hal-hal yang dibicarakan dan disepakati dalam
pertemuan dilengkapi dengan daftar hadir dan kemudian disebarluaskan
kepada seluruh karyawan yang berkepentingan agar dapat ditindaklanjuti.
4.4 Pembuktian berupa dokumen notulen rapat, daftar hadir, hasil evaluasi dan
bukti diseminasi/ekspedisi.
4.5 Secara berkala, setiap 3 (tiga) bulan dilakukan Evaluasi kinerja kumulatif
tribulan I/II/III/IV Puskesmas dilakukan oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota.
4.6 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota mengirimkan laporan setiap 3 (tiga) bulan
mengenai kegiatan pelayanan kesehatan yang telah dilakukan ke Dinas
Kesehatan Provinsi.
4.7 Pada akhir tahun Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melakukan
penilaian standar Puskesmas (Lampiran 12, 13 dan 14) dan melaporkan hasil
penilaian ke Dinas Kesehatan Provinsi.

5. PRINSIP MONITORING
5.1 Libatkan staf dalam perencanaan dan implementasi, rapat dengan staf untuk
memberi kesempatan, mengerti konsep dan ide-ide dan keuntungan self
evaluasi menjadi berguna
5.2 Pilih seorang atau dua orang sebagai tim kecil yang bertanggung jawab dan
membatasi data dan analisis tetapi tidak membuat rekomendasi.
5.3 Pastikan ada konsensus rencana evaluasi walaupun ini kelihatannya
membutuhkan waktu dan usaha yang besar
5.4 Sediakan kepada tim evaluasi sumber–sumber pengambilan data dan analisis
ini mungkin melibatkan pendapat dari ahli
5.5 Mendorong evaluator untuk melaporkan kemajuan walaupun mereka tidak pada
posisi untuk melapor
5.6 Gunakan temuan – temuan untuk merefleksikan program dibawah
pengawasannya, tentukan apa yang akan dirubah, dibuat dan untuk apa contoh
apakah proses implementasi harus dimodifikasi sehingga tujuan dapat dicapai.

Plt. KEPALA UPTD. PUSKESMAS


BENCULUK

SLAMET