Anda di halaman 1dari 3

BAB III

MATERI DAN METODE

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian Kota Surabaya
yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kegiatan penelitian dilaksanakan
selama dua bulan yakni pada 10 Desember 2015 hingga 10 Januari 2016.

3.2. Materi Penelitian


Materi penelitian sapi Bali yang dipotong di RPH Pegirian sebanyak 117 ekor sapi
jantan dan 45 ekor sapi betina dengan kisaran umur 2,5-4 tahun (PI 2, 4, 6, dan 8). Variabel
yang diamati meliputi umur, jenis kelamin, bobot potong, bobot dan persentase karkas, bobot
dan persentase tulang, bobot dan persentase daging serta meat bone ratio (MBR). Peralatan
yang digunakan yakni timbangan bobot hidup merk Contaruz CTR 50B, kapasitas 2.000 kg
dengan tingkat kepekaan timbangan yakni 0,1 kg, timbangan karkas merk Sxcellent,
kapasitas 300 kg dengan tingkat kepekaan timbangan yakni 0,1 kg , dan pisau pemotong.

3.3. Metode Penelitian


Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pemilihan lokasi penelitian
secara purposive sampling, sample diambil secara acak. Data dikelompokkan berdasarkan PI
(Permanent Incivivi teeth) dan jenis kelamin.
Tahapan penelitian:
Tahap I. Penimbangan bobot potong
a. Sapi digiring dan diarahkan pada timbangan digital
b. Dicatat jenis kelamin, umur dan bobot badan
Tahap II. Pemotongan dan Pengamatan Karkas
a. Penyembelihan (bleeding); dilakukan secara manual yakni dengan menjatuhkan
ternak kemudian dilakukan pemotongan dengan halal. Memotong vena
jugularis, arteri aortis, oesophagus dan trachea dengan pisau tajam.
Pengeluaran darah (blooding) pada ternak yang telah disembelih hingga darah
ternak tersebut keluar secara sempurna.
b. Kepala dipotong, pada sendi occipto-atlantis dan kaki depan dilepaskan pada
sendi carpo-metacarpal dengan menggunakan pisau
c. Sapi digantung pada bagian tendo-achilles menggunakan katrol
d. Skinning: proses pengulitan
e. Eviscerasi: proses pengeluaran jeroan (offal) dengan cara menyayat dinding
abdomen sampai dada
f. Karkas dibelah menjadi dua bagian secara memanjang melalui garis tengah
tulang belakang menggunakan kapak
g. Karkas yang telah dibelah menjadi dua bagian kemudian dibelah menjadi
empat bagian sepertempat depan atau forequarter dan bagian seperempat
belakang atau hindquarter kemudian ditimbang untuk mengetahui bobot karkas.

14
h. Deboning: pemisahan tulang dengan daging, daging yang telah terpisah dengan
tulang, masing-masing dilakukan penimbangan.

3.4. Variabel Penelitian


Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
1. PI (Permanent Incisor):
PI2 (umur 18-24 bulan)
PI4 (umur >24-36 bulan)
PI6 (umur >36-42 bulan) (SNI 7651,2011)
2. Bobot potong: bobot hidup sapi pada saat akan dipotong menggunakan timbangan
ternak digital “Contaruz CTR 50B” kapasitas 2.000 kg dengan tingkat kepekaan 0,1
kg.
3. Bobot karkas: bagian ternak setelah dipotong dikurangi bagian kepala, kulit, darah
serta organ-organ internal, keempat kaki bagian bawah mulai dari metatarsus dan
metacarpus dengan atau tanpa ginjal (Soeparno, 2009).
4. Bobot daging: bobot hasil penimbangan daging yang telah dipisahkan dari tulang
5. Bobot tulang: bobot hasil penimbangan tulang

3.5. Analisa Data


Analisa data menggunakan uji t (tidak berpasangan) untuk mengetahui perbedaan umur
dan jenis kelamin terhadap karkas dan komposisi karkas sapi Bali (Sanders and Smidt, 2000)
rumus:

{|𝑥̅ 1 −𝑥̅2 |}
thitung=
√((𝑛1 ( )
−1 𝑆2 1+(𝑛2 −1)𝑆2 2
𝑛1−1)+(𝑛2−1)
)

Keterangan :

𝑥̅1 = Rata-rata data pada kelompok sapi jantan umur PI4, dan PI6
𝑥̅ 2 = Rata-rata data pada kelompok sapi betina umur PI2, PI4, dan PI6
2
𝑆𝑑𝑒 = Varians dari X1
2
𝑆𝑑𝑒 = Varians dari X2
n1 = Jumlah sampel sapi jantan umur PI4, dan PI6
n2 = Jumlah sampel sapi betina umur PI2, PI4, dan PI6

15
3.6. Batasan Istilah

Sapi Endogenus : Merupakan sapi dengan sumber daya genetik asli Indonesia.
Diantaranya sapi madura, sapi aceh, sapi jawa, dan sapi Bali.
Karkas : Bagian ternak setelah dipotong dikurangi bagian kepala, kulit, darah
serta organ-organ internal, keempat kaki bagian bawah mulai dari
metatarsus dan metacarpus dengan atau tanpa ginjal (Soeparno, 2009).
Bobot daging : Merupakan hasil dari penimbangan daging dengan lemak yang terdapat
didalam daging serta lemak subkutan

16