Anda di halaman 1dari 5

DIFRAKSI GELOMBANG

Disusun Oleh :
1. Balqis Tazkia Abidin / 03
2. Haya Aisyah / 09
3. Rahmadanti Widya Wardani / 15

XI IPA 2

YAYASAN UMMUL QURO BOGOR


SMA ISLAM TERPADU UMMUL QURO
2018 M/1440 H
A. Gelombang
1. Pengertian Gelombang
Gelombang merupakan suatu getaran yang bergerak merambat
melalui suatu medium rambat dengan membawa sejumlah energi. Ada
banyak jenis gelombang seperti gelombang cahaya, gelombang suara,
gelombang air, gelombang elektromagnetik, gelombang seimik, dan lai-
lain. Sebagai contoh, gelombang seismik atau gelombang yang timbul
akibat adanya gempa bumi. Saat terjadi gempa kita dapat merasakan
getaran yang timbul akibat pergeseran lapisan bumi. Padahal pusat gempa
buah berada jauh dari tempat kita. Jadi, ketika lapisan bumi bergeser maka
akan menimbulkan suatu getaran, kemudian getaran tersebut akan
merambat melalui medium tanah, dan sampai ke tempat kita. Inilah yang
disebut getaran yang merambat.

2. Jenis-Jenis Gelombang
a. Berdasarkan Medium Perambatan
1) Gelombang mekanik
Gelombang mekanik adalah gelombang yang membutuhkan
medium sebagai media perambatannya. Contohnya adalah
gelombang suara yang membutuhkan media uadara untuk
merambat,
2) Gelombang elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang tidak
membutuhkan medium untuk merambat. Contohnya adalah cahaya
matahari yang mampu sampai ke bumi melaui ruang hampa yang
disana tidak terdapat udara atau media untuk merambatkan cahaya.
b. Berdasarkan Arah Perambatan
1) Gelombang Transversal
Gelombang transversal merupakan gelombang yang arah
rambatnya tegak lurus dengan arah getarannya. Sebagai contoh
adalah gelombang tali, yang kita getarkan naik dan turun, tetapi
gelombangnya bergerak atau merambat ke depan. Seperti sebuah tali
yang salah satu ujungnya diikatkan pada sebuah tiang. Kemudian
ujung lainnya digerakkan naik dan turun, sehingga timbul gelombang
transversal. Bentuk gelambang tersebut terdiri dari puncak dan
lembah, puncak adalah titik tertinggi dan lembah adalah titik
terendah.
2) Gelombang Longitudinal
Gelombang longitudinal merupakan gelombang yang arah
rambatnya sejajar deangan arah getarannya. Sebagai contoh adalah
gelombang pada pegas, yang jika kita menggetarkan pegas maju dan
mundur, maka arah rambatnya bergerak maju atau sejajar dengan
arah getarannya. Seperti sebuah pegas yang digerakkan maju
mundur, kemudian pegas tersebut merambatkan maju getaran
tersebut. Gelombang longitudinal terdiri dari regangan dan rapatan.
Satu panjang gelombangnya adalah jumlah dari panjang regangan
dan rapatan.

B. Difraksi Gelombang
1. Pengertian
Difraksi adalah perubahan arah gelombang ketika melewati sebuah
celah atau sebuah penghalang. Salah satu contoh yang paling jelas adalah
gelombang air, air mampu berbelok melewati penghalang yang
menghambatnya, juga mampu melewati sebuah bukaan atau celah yang ada
di depannya. Kejadian ini dapat sangat jelas dilihat oleh mata karena
gelombang air memiliki panjang gelombang lebih panjang dibanding yang
lain. Sama halnya jika kita memiliki sebuah wadah yang berisi air,
kemudian diletakkan penghalang ditengahnya dan dibuat sebuah celah
diantara kedua penghalang. Kemudian kita jatuhkan batu ke dalam salah
satu sisi, yang akan menimbulkan riak air.

Gambar 1. Difraksi Gelombang


Sumber : https://pesat.id/difraksi-gelombang-berserta-contohnya-
dalam-kehidupan-sehari-hari-620

2. Jenis-Jenis Difraksi Gelombang


a. Difraksi Fresnel
Difraksi Fresnel merupakan difraksi yang terjadi apabila letak
sumber cahaya, celah, dan layar pengamatan berdekatan, biasanya
disebut difraksi jarak dekat. Juga menggunakan celah yang lebar dan
bertepi lancip di bagian pinggirnya. Karena jarak yang dekat muka
gelombang yang masuk ke celah tidak berbentuk datar, tetapi
melengkung. Pola difraksinya pada layar memiliki intensitas yang
berubah dari pusat hingga ke bagian tepi pola.

b. Difraksi Fraunhofer
Difraksi Franhoufer merupakan difraksi yang terjadi apabila
letak sumber cahaya, celah, dan layar pengamatan berada pada jarak
yang jauh. Karena itu bentuk muka gelombang yang masuk ke celah
berbentuk datar atau planar dan pola difraksi memiliki bentuk dan
intesitas yang konstan.

c. Difraksi Celah Tunggal


Pada difraksi celah tungal digunakan penghalang yang memiliki
celah tunggal. Setiap tepi celah akan menghasilkan gelombang baru
atau berperan sebagai sumber gelombang. Gelombang yang dihasilkan
salah satu tepi celah akan berinteferensi dengan gelombang yang berasal
dari tepi celah yang lain.

d. Difraksi Celah Ganda


Pada difraksi celah ganda digunakan pengahalang bercelah
ganda, sehingga dihasilkan 4 geloambang baru, karena setiap satu celah
menhasilkan dua gelombang baru. Ke empat gelombang tersebut akan
berinterferensi menghasilkan pola gelap terang pada layar pengamatan.

e. Difraksi Celah Majemuk


Pada Difraksi celah majemuk digunakan pengahalang yang
memiliki celah atau kisi yang banyak. Sehingga akan menghasilkan
banyak sumber gelombang baru, yang semuanya akan saling
berinterferensi menghasilkan pola difraksi seperti gambar di atas.