Anda di halaman 1dari 8

BAHASA INDONESIA

PERSIAPAN SIMAK UI (3)

PARAGRAF
1. Pengertian Paragraf
Sebuah paragraf dalam penggunaan bahasa tertulis terdiri atas beberapa kalimat. Jika dalam sebuah paragraf
hanya terdapat satu kalimat, dapatlah dikatakan bahwa paragraf tersebut tidak ditata atau disusun sebagaimana
mestinya.

Dari uraian singkat di atas dapat disimpulkan hal-hal berikut.


a. Paragraf mempunyai gagasan utama yang dituangkan dalam bentuk kalimat utama/kalimat topik. Bagi penulis,
gagasan utama itu merupakan pengendali isi paragraf, sedangkan bagi pembaca, gagasan utama menjadi kunci
pemahaman karena merupakan rangkuman isi paragraf.
b. Paragraf terdiri atas beberapa kalimat yang berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi paragraf yang
merenggang dan paragraf yang bertakuk.
c. Gagasan utama dinyatakan di dalam kalimat utama/kalimat topik.
d. Salah satu kalimat dalam paragraf merupakan kalimat utama/kalimat topik, selebihnya merupakan kalimat
penjelas/pengembang yang berfungsi memperluas keterangan, memperjelas, menganalisis, atau menerangkan
kalimat utama/kalimat topik.

2. Ciri Paragraf yang Baik


Sekurang-kurangnya dapat dikatakan ada lima ciri paragraf yang baik. Kelima ciri itu adalah kesatuan,
kepaduan, ketuntasan, konsistensi sudut pandang, dan keruntutan. Paragraf dapat dikatakan baik apabila kelima ciri
itu secara keseluruhan terdapat di dalamnya.

a. Kesatuan
Seperti yang telah disinggung pada bagian terdahulu, paragraf yang baik haruslah memiliki satu gagasan
utama. Artinya, dalam paragraf mungkin terdapat beberapa gagasan tambahan, tetapi gagasan-gagasan itu
harus terfokus pada satu gagasan utama sebagai pengendali. Jika prinsip ini dipenuhi, paragraf itu telah
memenuhi ciri kesatuan.
Kesatuan dalam sebuah paragraf hanya akan terbentuk apabila informasi-informasi dalam paragraf itu
tetap dikendalikan oleh gagasan utama. Agar hal itu dapat dicapai, penulis harus senantiasa mengevaluasi
apakah kalimat-kalimat yang ditulisnya itu erat hubungannya dengan gagasan utama. Jika ternyata tidak erat
hubungannya, kalimat-kalimat itu harus dihilangkan atau disajikan secara khusus, misalnya menjadi sisipan
dalam kalimat lain. Perhatikan paragraf berikut ini.

- 1- BTA / Ind / Pers. SIMAK UI 2019


MBAH MARTO
Mbah Marto tidak tahu banyak tentang desa kelahirannya. Ia tidak tahu-menahu mengapa desanya itu dinamai
Desa Kedunggalar. Ia tidak tahu-menahu mengapa Sangkanurip kini mengering. Ia juga tidak tahu mengapa nenek
moyangnya dahulu sampai di desa itu. Meski sudah uzur, Mbah Marto masih gesit dan cekatan. Begitu bangun
pagi, tanpa harus minum kopi dahulu, ia sudah memanggul pangkurnya membongkar tanah liat yang sudah
mengeras oleh musim kemarau yang panjang.

b. Kepaduan
Paragraf dapat dikatakan baik tidak saja karena gagasan utamanya tunggal, tetapi juga kalimat-kalimat di
dalam paragraf itu terjalin secara logis dan gramatikal. Dengan demikian, kalimat-kalimat di dalam sebuah
paragraf harus berkaitan satu sama lain untuk mendukung gagasan utama. Dengan kaitan seperti itu, pembaca
akan dapat mengikuti maksud penulis dengan perpindahan dari satu kalimat ke kalimat berikutnya secara enak
tanpa ada lompatan-lompatan pikiran. Boleh jadi sebuah paragraf sudah memenuhi syarat kesatuan, tetapi
belum dapat disebut sebagai suatu paragraf yang baik apabila belum memenuhi syarat kepaduan ini.
Untuk membangun kepaduan paragraf, dapat digunakan kata kunci dan sinonim, pronomina, kata
transisi, dan struktur yang paralel.

b.1 Kata Kunci dan Sinonim


Kepaduan paragraf dapat dibangun dengan tidak mengulang kata atau ungkapan yang sama setiap kali
diperlukan. Kata atau ungkapan yang sama itu sesekali dapat disebut kembali dengan menggunakan kata
kuncinya atau dengan menggunakan kata lain yang bersinonim dengan kata atau ungkapan itu. Virus HIV,
misalnya, sesekali dapat disebut virus itu, virus penyebab AIDS, virus yang mematikan, atau virus yang sulit
ditaklukkan. Oleh beberapa ahli cara itu disebut penyulihan.

b.2 Pronomina
Membangun kepaduan juga dapat ditempuh dengan menggunakan pronomina (kata ganti orang) yang mengacu
kepada nomina atau frasa nominal yang telah disebutkan sebelumnya. Frasa pengusaha-pengusaha yang
sukses selain sesekali dapat disebut dengan pengusaha-pengusaha itu, dapat pula disebut mereka. Cara seperti
ini juga disebut pengacuan.

b.3 Kata Transisi


Kata transisi adalah konjungtor atau perangkai, baik yang digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur dalam
sebuah kalimat maupun untuk menghubungkan kalimat-kalimat dalam sebuah paragraf. Melalui penggunaan
kata-kata ini, hubungan antara satu gagasan dan gagasan yang lain dalam sebuah paragraf dapat dinyatakan
secara tegas. Kalimat-kalimatnya mungkin sama, tetapi kata transisi tertentu dan susunan tertentu akan
mengubah informasi atau gagasan yang ditampilkan.

- 2- BTA / Ind / Pers. SIMAK UI 2019


Contoh kata transisi:
1. Saya memelihara ayam karena rumah saya jorok.
2. Saya memelihara ayam sehingga rumah saya jorok.
3. Saya memelihara ayam kalau rumah saya jorok.
4. Rumah saya jorok sehingga saya memelihara ayam.
5. Rumah saya jorok kalau saya memelihara ayam.
6. Rumah saya jorok karena saya memelihara ayam.

b.4 Struktur yang Paralel


Keparalelan struktur kalimat dapat pula membangun ciri kepaduan kalimat-kalimat di dalam sebuah paragraf.
Banyak cara yang dapat digunakan untuk membangun keparalelan struktur ini, antara lain menggunakan
bentuk kata kerja yang sama atau menggunakan majas repetisi.

Contoh struktur yang paralel:


1. Setelah mendapat izin dari pemerintah daerah, warga mulai membangun fasilitas umum di tanah itu.
(menggunakan bentuk kata kerja yang sama)
2. Menurut pengamatan para ahli, masalah kenakalan remaja yang kini cenderung menjadi tindakan kriminal
sebenarnya muncul akibat kurangnya pengawasan dan perhatian orang tua. Itulah sebabnya para orang tua
juga perlu mengadakan dialog yang akrab dengan anak-anaknya. Itu pulalah sebabnya para orang tua harus
menyisakan waktunya untuk keluarga di rumah. (melakukan repetisi atas kata-kata penting)

c. Ketuntasan
Paragraf yang baik adalah paragraf yang tuntas. Artinya, di dalam paragraf itu telah tercakup semua yang
diperlukan untuk mendukung gagasan utama. Ini berarti pula bahwa paragraf yang baik harus telah
dikembangkan sedemikian rupa sehingga pembaca tidak bertanya-tanya tentang maksud penulis dalam
paragraf itu.
Seberapa jauh ketuntasan pengembangan paragraf? Sayang tidak ada rumusan yang jelas mengenai hal itu.
Bisa jadi sebuah paragraf amat panjang, tetapi belum tuntas. Bisa jadi pula paragraf itu cukup pendek, tetapi
sudah tuntas. Yang penting adalah bahwa setelah membaca paragraf itu, pembaca mendapat informasi yang
lengkap tentang isi paragraf. Ingatlah bahwa yang terpenting di dalam paragraf adalah adanya gagasan utama
yang biasanya dinyatakan dalam kalimat utama/kalimat topik.

Contoh ketuntasan:
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencegah penyebaran demam berdarah. Pertama,
memberantas tempat berkembang biak nyamuk demam berdarah. Seperti kita ketahui bersama, nyamuk
demam berdarah biasanya berkembang biak di air yang menggenang. Oleh karena itu, benda-benda yang dapat
menampung air harus dikubur dalam tanah, bak-bak penampungan air harus ditutup rapat, dan selokan-selokan

- 3- BTA / Ind / Pers. SIMAK UI 2019


yang mampat harus dialirkan. Dengan demikian, nyamuk-nyamuk itu tidak akan mempunyai sarang untuk
berkembang biak.
d. Konsistensi sudut pandang
Dalam karang-mengarang, konsistensi sudut pandang itu sangat penting. Seorang penulis harus
menentukan lebih dahulu sudut pandangnya terhadap calon pembaca agar ia dapat memilih gaya penulisan
yang tepat. Paragraf yang baik hendaknya mempertahankan sudut pandang penulis dalam membahas
permasalahan yang diutarakannya. Jika sudah dipastikan bahwa pembaca tidak dilibatkan secara eksplisit
sebagai mitra tutur, pilihan itu harus dipertahankan sampai akhir karangan. Demikian pula sebaliknya.

Contoh Konsistensi sudut pandang:


Seperti kita ketahui bersama, tidak mudah mengendalikan anak laki-laki kita yang sedang dalam masa
pubertas. Ulahnya bermacam-macam dan acap kali sangat menjengkelkan. Sebagai orang tua, Anda mungkin
mempunyai pengalaman yang menarik dalam menangani masalah itu. Kemukakanlah pengalaman Anda
melalui rubrik ini. Mungkin pengalaman Anda dapat membantu mereka dalam menghadapi anak-anaknya.

e. Keruntutan
Penyajian informasi dalam paragraf yang baik mengikuti tata urutan tertentu. Ada beberapa model urutan
penyajian informasi dalam paragraf dan tiap-tiap model mempunyai kelebihan masing-masing. Model-model
urutan itu adalah urutan waktu, urutan tempat, urutan umum-khusus, urutan khusus-umum, urutan pertanyaan-
jawaban, dan urutan sebab-akibat. Yang disebut prinsip keruntutan pada dasarnya adalah menyajikan informasi
secara urut, tidak melompat-lompat sehingga pembaca mudah mengikuti jalan pikiran penulis. Untuk paragraf
menggunakan model urutan tempat, misalnya, hendaklah informasi tentang objek itu disajikan secara
horizontal, seolah-olah pandangan mata penulis bergerak dari arah kiri ke kanan atau sebaliknya, atau bisa juga
secara vertikal dari bawah ke atas atau sebaliknya. Yang penting adalah bahwa informasi disajikan secara
berurut berdasarkan dimensi ruang. Untuk menuliskan beberapa paragraf hingga menjadi wacana yang runtut,
penyusunan kerangka tulisan diperlukan. Selanjutnya, menulislah sesuai dengan kerangka tulisan yang telah
dirancang.

- 4- BTA / Ind / Pers. SIMAK UI 2019


9 Nilai Dasar Universitas Indonesia

- 5- BTA / Ind / Pers. SIMAK UI 2019


STRUKTUR ESAI
1. Pembuka/Pengantar
a) Awali esai dengan pembuka yang menarik.
b) Sertakan informasi terkait pengenalan diri (gambaran diri secara umum).

2. Badan Teks (isi)

a) Paparkan latar belakang dan gambaran diri yang valid serta lebih detail berupa penjelasan terkait hal-hal
berikut.
 Kegiatan yang pernah ditekuni, misalnya organisasi atau kepanitiaan.
 Kompetisi yang pernah diikuti.
 Hal lain terkait minat, kontribusi sosial, penciptaan karya, atau kelebihan diri lainnya (meskipun tidak pernah
mengikuti kompetisi).

b) Paparkan pengalaman dan dampak positif berupa softskill yang terbangun berdasarkan kompetisi yang kalian
ikuti atau kegiatan yang kalian lakukan dalam penjelasan sebelumnya, misalnya
 Mengikuti kegiatan OSIS di SMA dan terlibat dalam kepanitiaan menumbuhkan kecakapan di bidang
kepemimpinan dalam hal memimpin diri sendiri atau organisasi;
 Mengikuti kompetisi debat menumbuhkan kecakapan dalam berkomunikasi, berpikir kritis, dan
menyampaikan gagasan yang dimiliki;
 Minat di bidang musik yang direalisasikan dengan membentuk grup band di SMA menumbuhkan kecakapan di
bidang kerja sama dalam tim dan kepekaan diri dalam melihat kondisi sekitar guna menciptakan karya kreatif
berupa lagu-lagu baru yang menarik.

Catatan:
Softskill yang dipaparkan adalah softskill yang sebisa mungkin berhubungan dengan bidang jurusan yang
kalian pilih dalam SIMAK UI.

c) Setelah memaparkan softskill yang dimiliki, pemaparan seputar motivasi adalah hal yang tidak kalah penting
untuk dimunculkan. Pada bagian ini, kalian dapat memaparkan penjelasan bahwa berdasarkan softskill yang
kalian miliki, kalian termotivasi untuk membidik jurusan tertentu di Universitas Indonesia. Penjelasan dalam
bagian ini dapat semakin lengkap jika dikaitkan dengan poin tertentu dalam “9 Nilai Dasar UI”.

3. Kesimpulan dan Penutup

Pada bagian ini, sampaikan kembali hal penting terkait motivasi dan pandangan optimis kalian dalam membidik
jurusan tertentu di Universitas Indonesia berdasarkan softskill yang kalian miliki. Harapan yang kalian bangun jika
dapat diterima sebagai mahasiswa di jurusan yang kalian bidik dapat disampaikan pula pada bagian ini. Sebagai
pengingat, harapan yang baik tentu bukanlah melulu harapan yang terkait dengan kemajuan diri semata, melainkan
juga harapan yang terkait dengan kemajuan masyarakat, universitas, juga bangsa.

- 6- BTA / Ind / Pers. SIMAK UI 2019


Menciptakan Keadilan secara Aktif dan Kolaboratif
oleh Indah Karangan

Saya dibesarkan di keluarga yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda, baik perbedaan sosial budaya
maupun perbedaan ekonomi. Keluarga saya selalu menanamkan sikap toleransi dan keadilan kepada saya sejak kecil
sehingga saya sangat menghargai perbedaan. Oleh sebab itu, saya sedih apabila mendengar berita tentang ketidakadilan
dan diskriminasi.
Di sekolah, saya aktif di kelompok Bakti Sosial SMA 01. Kegiatan utama yang kami lakukan adalah
menyalurkan sumbangan dari warga sekolah dan orang tua siswa kepada siswa-siswa SMA 01 yang membutuhkan.
Saya diamanahkan sebagai ketua periode 2018—2019 yang bertanggung jawab atas kelangsungan kegiatan.
Di luar sekolah, saya aktif dalam organisasi Peduli Karunia, kelompok yang fokus pada isu-isu disabilitas.
Jumlah anggota Peduli Karunia mencapai ribuan. Kegiatan rutin yang kami lakukan adalah memberikan sosialisasi hak-
hak disabilitas di sekolah, di pusat hiburan, dan di taman-taman kota. Setiap Sabtu pagi, saya menyosialisasikan
pentingnya menghargai teman-teman berkebutuhan khusus kepada pengunjung taman kota.
Pengalaman di atas meyakinkan saya bahwa keadilan dapat diciptakan apabila ada kesadaran dan peran aktif
bersama. Keadilan tidak bisa diwujudkan oleh satu orang saja. Melalui kerja sama yang terbangun di Bakti Sosial dan
Peduli Karunia, saya belajar bahwa hambatan menciptakan keadilan menjadi jauh lebih mudah. Oleh sebab itu, selain
soal kesadaran, saya yakin masalah ketidakadilan bisa diatasi apabila ada peran aktif dan kolaboratif
Di masa depan, saya ingin membantu lebih banyak orang-orang yang terdiskriminasi. Oleh sebab itu, saya
memilih melanjutkan studi di Universitas Indonesia (UI) yang juga mengutamakan nilai keadilan. UI juga menjadi
pilihan tepat sebab menyediakan fasilitas yang menunjang mahasiswanya untuk berkembang. Selain itu, UI juga
memiliki pengajar-pengajar terbaik. Adapun jurusan yang saya akan ambil adalah ilmu hukum meskipun nilai semangat
keadilan juga terdapat di semua jurusan di UI.
Ada beberapa alasan yang membuat saya memilih ilmu hukum. Dengan melanjutkan studi hukum, saya dapat
mempelajari masalah keadilan lebih dalam, terutama pada kebijakan dan undang-undang sehingga saya dapat melihat
permasalahan keadilan dari kacamata yang lebih luas. Menurut saya, pemahaman yang baik akan hukum akan
membantu saya berpikir secara luas dan lebih kreatif. Selain itu, saya juga akan aktif bekerja sama dengan teman-teman
jurusan lain di UI dalam semangat menciptakan keadilan.
Besar harapan saya diterima di Ilmu Hukum UI. Pengetahuan yang didapat akan saya aplikasikan pada aksi
nyata. Saya akan membangun sebuah lembaga bantuan hukum dan lembaga bantuan sosial untuk semua orang yang
membutuhkan tanpa membeda-bedakan. Saya berharap mampu berkontribusi secara nyata, aktif, dan kolaboratif dalam
menyelesaikan masalah ketidakadilan di Indonesia.

- 7- BTA / Ind / Pers. SIMAK UI 2019


Kesejahteraan Melalui Pendidikan bagi Seluruh Rakyat Indonesia
oleh Reina Wiriamiharja

“Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia.”
(Nelson Mandela)

Lahir di keluarga yang sangat sederhana tidak membuat saya patah arang dalam mengejar pendidikan. Sejak
kecil, saya bertekad akan membahagiakan ayah dan ibu dengan prestasi dan kontribusi untuk masyarakat melalui
pendidikan.
Kebermanfaatan bagi sekitar adalah hal yang selalu diajarkan keluarga. Sejak kecil, saya terbiasa melihat
orang-orang sekitar yang jauh dari kata mampu sehingga saya berusaha membantu mereka dengan mengadakan
kegiatan-kegiatan sosial. Di sekolah, saya aktif dalam ekstrakurikuler Koperasi Siswa. Salah satu kegiatan yang saya
dan teman-teman lakukan adalah membuat sebuah kelompok yang kami beri nama “Ibu Aktif, Ibu Kreatif”. Anggota
kelompok ini berasal dari ibu-ibu rumah tangga di daerah sekitar sekolah saya, SMA Putra Bangsa, yang kondisi
keluarganya jauh dari berkecukupan. Kegiatan kami fokus terhadap pemberdayaan sampah-sampah plastik yang didaur
ulang menjadi aneka macam kerajinan tangan, seperti bunga hias, pot gantung, tas, dan gantungan kunci.
Pengalaman tersebut membuat saya semakin yakin bahwa dengan pendidikan, kita dapat mengubah dunia
meskipun dari hal kecil. Dengan pendidikan, kita dapat membantu banyak orang. Saya ingin membantu lebih banyak
lagi orang yang membutuhkan. Oleh karena itu, saya ingin sekali melanjutkan studi di Universitas Indonesia (UI) yang
menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Sejak dulu UI dikenal sebagai Kampus Perjuangan. Mahasiswa UI tidak hanya
turun ke jalan untuk berdemo, tetapi juga dikenal dengan pemikiran mereka dalam menyelesaikan masalah. Selain itu,
UI juga memiliki berbagai fasilitas dan aktivitas yang dapat membuat mahasiswanya berkembang. Pengajarnya pun
terdiri atas tenaga pendidik terbaik. Salah satu hal yang makin meyakinkan langkah saya untuk kuliah di UI adalah
sebutan UI sebagai Kampus Rakyat yang artinya semua rakyat, baik yang mampu (dari segi finansial) maupun yang
kurang mampu, dapat kuliah di UI.
Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial adalah salah satu jurusan yang saya idam-idamkan. Alasan saya memilih
jurusan ini adalah agar kelak saya dapat langsung mengaplikasikan teori yang saya terima di kampus dalam menangani
masalah sosial. Saya pun ingin mengetahui konsep kesejahteraan secara lebih luas, namun mendalam. Pemahaman yang
baik akan membantu saya untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menanggapi berbagai masalah. Lingkungan yang
mendukung pun akan membuat saya dapat berdiskusi dengan baik bersama teman-teman di kampus.
Besar harapan saya dapat diterima di Ilmu Kesejahteraan Sosial UI. Ilmu yang saya peroleh di UI akan saya
aplikasikan langsung di masyarakat. Saya ingin membuat sebuah lembaga sosial yang fokus pada kesejahteraan
masyarakat. Saya berharap dapat melakukan kontribusi nyata untuk masyarakat Indonesia.

- 8- BTA / Ind / Pers. SIMAK UI 2019