Anda di halaman 1dari 3

Samata-Jumat, 13 September 2019

Hari ini saya mulai dengan bangun agak telat dari


biasanya, entahlah beberapa hari ini saya merasa menurun
dalam hal performa. Beberapa hari yag lalu saya terus-
terusan ketiduran dengan keadaan lampu menyala semua
danpintu terbuka lebar. Hasilya saya ketika bangun
kurang fit atau kurang merasa full dalam mengawali hari.

Saya minum kemudian cuci muka dan meditasi selama


5 menit, kemudian exercise ringan saja karena tidak punya
banyak waktu. Lalu mandi, menyiakan sarapan dan membaca
buku.

Saya sekarang sedang membaca buku The Answers kara


Alan & Barbara. Mereka suami istri yang mengajarkan saya
cara agar menggapai tujuan dalam hidup. Yah ini adalah
buku non-fiksi, lebih tepatnya Self-Improvement. Saya
memang lebih banyak baca buku nonFiksi akhir-akhir ini.

Setelah itu saya berankat kerja, hari ini bos desain


duluan datang setelah beberapa hari saya yang selalu
datang duluan. Sepanjang hari saat bekerja saya menyimak
jejak digital rocky gerung, lebih tepatnya video-
videonya di youtube dan ssaya sangat tercerahkan dengan
seabrek kecanggihan berfikirnya.

Saya berencana sholat jumat di mesjid belakang mal


ratu indah. Mesjid itu pernah ingin saya datangi 2 minggu
yang lalu tapi saya kena musibah. Binsin motor saya habis
ketika hendak sampai di mesjid tersebut otomatis saya
lansung balik arah dan mencari penjual bensin. Untunglah
ada yang menjual bensin sekitar 10 menit setelah saya
mendorong motor.
Kejadian itu terulang lagi hari ini, entah mengapa
saat saya ingin menuju ke sana saat berada di jalan yang
sama motor saya bertingkah aneh, firasat saya bensinnya
mau habis lagi nih, jadi saya dengan sigap memutar arah
dan menuju penjual bensin yang 2 minggu lalu saya tempati
beli. Dan dugaan saya benar, bensinnya kering dan
untungnya tidak mendorong terlalu jauh seperti
sebelumnya.

Setelah isi bensin saya kemudian pensaran ada apa


sebenarnya dengan mesjid itu, kenapa setiap saya ingin
kesana seperti dihalangi?. Saya kemudian ke mesjid itu
dan sialan, full, sepertinya tidaka ada tempat dan
nantinya akan desak-desakan. Saya cukup kecewa karena
ini tidak sebanding dengan perjuangan saya yang 2 kali
kehabisan bensin, tapi saya tetap selalu berusaha
menghiraukan apa yang tidak bisa saya kontrol, dan itu
cukup menenangkan.

Saya akhirnya kembali ke parkiran –padahal saat itu


sudah khubah ke 2- menyalakan motor kenudian tancap gas
menuju mesjid langganan saya, dan benar saja disana belum
sholat.

Setelah plang dari kantor, saya singgah ke MP


kemudian ke Boot OVO untuk keperluan verivikasi akun
ovo. Saya membutuhkannya agar bisa trasfer menggunakan
akun ovo. Saya selalu saja bermasalah dengan tanda tangan
di KTP yang itu adalah tanda tangan lama, jelas itu pasti
sudah berubah, tapi katanya harus persis, yah pastilah
tidak bisa persis.

Setelah selesai kata si mas-mas dengan suara


tendensi itu saya harus mencobanya terlebih dahulu
belanja di sebuah marchen yang dia tunjuk-tunjuk. Kalau
setelah belanja poinnya masuk bebarti akunnya oke, dan
bisa digunakan untuk trasfer ke akun bank. klw tidak
masuk poinnya, kembali ke boot tadi katanya. Saya
termakan omongan sialan itu tapi saya membangkang untuk
tidak belanja di tempat yang dia tunjuk sampai 2 kali
itu. Saya pergi belanja di kedai kopi untuktuk
membuktikan apakah poinnya msih dan poinnya benar masuk,
tapi sialnya saldo saya berkurang sialan.