Anda di halaman 1dari 2

Muhammad Adil Berjuang, Rngkuman Teknologi Transportasi

NPM: 1606881525
Dalam perencanaan transportasi, hal penting adalah ketersediaan data lapangan, sebagai sumber
berfikir dalam perencanaan sistem transportasi. Data-data survey digunakan untuk menghitung
dan memperbarui karakteristik perjalanan, mendesain jalan dan fasilitas transit, memonitor
performa fasilitas dan system lainnya, mengidentifikasi potensi masalah pada system transportasi
, dan untuk menentukan kontribusi ekonomi pada pemerintah daerah.
Perencana transportasi biasa mengkelompokan data untuk penyimpanan dan prosesi dari letak
geografis atau jenis kendaraan. Cara untuk menentukan daerah-daerah pembagian unit analisis
adalah: mendapatkan karakteristik social-ekonomi homogen untuk tiap populasi daerah,
mengurangi jumlah perjalanan dalam daerah, mengenali batas fisik, politik dan sejarah, membuat
zona yang hanya terkoneksi dan zona yang terhindar yang terkandung dalam zona lain, membuat
system zona yang jumlah rumahtangga, populasi, luas daerah, atau perjalanan terbuat dan menarik
yang hamper sama tiap zona dan mendasarkan batas zona dari zona sensus.
Jalan-jalan mempunyai set data berbeda sesuai denganjenis fungsionalnya, yakni , antar daerah,
jalan bebas hambatan and jalan kecepatan tinggi, jalan areteri utama, arteri minor, collector, and
local.
Menurut Cochran (1977), langkah ssecara garis besar untuk perencanaan dan pensurveyan adalah:
tentukan gagasan untuk obajektif dari survey, artikan populasi yang ingin disampel dan kelompok
target ysng difokuskan, identifikasi data spesifik yang relevan dengan maksud survey, specifikasi
derajat presisi yang dibutuhkan dari hasil survey, tentukan metode yang digunakan untuk
mendapatkan survey, bagikan populasi unit sampel dan data unit dari sampel yang akan diambil,
pilih prosedur pensampelan dan ukuran, pra-tes survey dan metode lapangan untuk memastikan
prosedur dapat dikerjakan dan survey dapat dimengerti, pastikan prosedur untuk analisis dan
penyimpulan data dan simpan data dan hasil analisis untuk masa yang akan dating.
pengambilan sampel untuk set data perbaruan, seperti system sampel acak, sampel berurutan,
sampel acak terstratifikasi, dan sampel kluster. Pnentuan besar sampel ada 2 cara mayor: membuat
asumsi tentang bentuk dari dasar distribusi dari elemen saat memilih besar sampel dan beberapa
keputusan harus dibuat tentang batas ke-dapat-diterima-an dari error untuk sampel.
Sifat teknik pengambilan data yang mayor dan digunakan saat ini adalah: survey sifat berpergian
rumahtangga, mahal dan detil, data digunakan merupakan jawaban dari pertanyaan individual .
survey asal-tujuan, data digunakan untuk menyesuaikan kepadatan lalu lintas, dan lain-lain.
Survey inventories, untuk mengetahui karakteristik tata guna lahan dan sistem transportasi yang
dapat menyesuaikan dengan permintaan tersebut. Teknik highway and transit counts dimanfaatkan
untuk mengetahui pola perjalanan masyarakat pengguna jalan, pendekatan yang dilakukan seperti
cordon counts, screenline counts, and other traffic counts. Selain itu, terdapat Teknik lain, yang
dilakukan secara khusus atau disesuaikan dengan kebutuhan data, disebut special data collection
efforts.
Untuk mencapai perencanaan yang baik, diperlukan untuk menentukan objektif dan tujuan
perencanaan. Untuk membantu proses tersebut akan dibagi dalam cara berikut, penentuan values,
goals, objectives, measure of effectiveness, and standards. Semua cara tersebut dapat merubah
pola dari cara yang lain, seperti sebuah value dapat merubah goals¸goals¸dapat merubah
objectives, dan lainnya.

Diperlukannya riset terhadap market atau pasar di lingkungan pengembangan sistem transportasi
untuk mengetaui pangsa. Data yang diambil adalah informasi seputar ketertarikan konsumen dan
karakteristik permintaan konsumen. Market analysis adalah metode yang digunakan dalam proses
ini. Kriteria dalam menentukan segmen pasar adalah karakteristik demografi dan sosioekonomi,
attitudes, penggunaan pelayanan yang ada, dan persepsi terhadap berbagai macam pelayanan dan
ketertarikan. Dalam tahap ini diperluka proses pengubahan skala pengukuran pada nilai
numeriknya, yang disebut scalling. Riset pasar ini adalah satu-satunya pendekatan digunakan
untuk memprediksi respon masyarkat terhadap pengembangan sistem transportasi yang akan
membawa kebiasaan baru.

Kegunaan pengukuran performa bergantung pada karakteristik pengukuran itu sendiri, yaitu
measurability, pertinence, clarity, sensitivity and responsiveness, appropriate level of detail,
insensitivity to exogenous, comprehensiveness, and discrimination between influenes assesses.
Karena masalah transportasi sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, terutama persepsi tentang
sistem transportasi, pendapat masyarakat sangat diperlukan untuk mengidentifikasi masalah
tersebut
pendapat masyarakat dapat menjadi sumber informasi untuk melengkapi data yang dikumpulkan
oleh perancang.