Anda di halaman 1dari 5

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT

MEMORANDUM
NOMOR: M. /PRL.5.2/III/2019

Yth : Kasubdit Bangunan dan Instalasi Laut


Dari : Staff Bangunan dan Instalasi Laut
Hal : Gerakan Bersih Pantai dan Laut
Lampiran : -
Tanggal : 19 Agustus 2019

Sehubungan dengan surat undangan Nomor: 833/DJPRL/VIII/2019, perihal


Gerakan Bersih Pantai dan Laut (GBPL) dan Aksi Menghadap Laut 2.0, bersama ini
kami laporkan kepada Bapak Kasubdit hal-hal sebagai berikut:

1. Kegiatan Bersih Pantai dan Laut serta Kegiatan Menghadap Pantai yang
dilaksanakan kedua kalinya, bertujuan untuk meningkatkan komitmen seluruh
pihak terhadap perlindungan dan kelestarian sumber daya pesisir dan
lingkungannya. Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Timur Kelurahan Ancol,
Jakarta Utara. Kegiatan yang dihadiri oleh Menteri Kelautan dan perikanan,
perwakila pegawai KKP, Masyarakat umum, Influencer dan perwakilan negara
Kanada dan Jepang serta beberapa komunitas pecinta lingkungan lainnya.
Peserta yang turut dalam kegiatan GBPL dan menghadap laut jumlahnya lebih
dari 300 peserta. Panitia kegiatan GBPL dan menghadap laut yaitu Tim Pandu
Laut Nusantara.
2. Agenda Kegiatan kali ini:
 Registrasi peserta bertempat di tenda panitia. Setiap orang yang telah
melakukan registrasi diberikan kaos pandu laut dan sebuah sarung
tangan dan karung bekas sebagai perlengkapan untuk melakukan
kegiatan bersih pantai. Dalam setiap karung yang diberikan telah
diberikan nomor untuk menandakan jenis sampah yang harus
dikumpulkas dalam satu karung terebut. Berikut ini jenis sampah yang
dikumpulkan :
1. Soft Plastic : Sachet, Kresek, Styrofoam, Sedotan
2. Hard Plastic : Pipa, Minuman Kotak dan Minuman Kemasan.
3. Kertas
4. Rubber : Ban dan Selang
5. Textil : Baju, Tas, Fishig nets dll
6. Kayu
7. Cans : Aluminium, Kaleng, Metal
8. Kaca dan Keramik
9. B3 :Popok, Korek Api dan Alat Elektronik bekas.
Setiap peserta diwajibkan mengumpulkan sampah sesuai jenis yang telah
ditentukan, pada area yang telah ditandai oleh panitia.
 Kegiatan pengumpulan sampah dilaksanakan secara mandiri oleh
peserta. Kendala yang dihadapi selama pengumpulan sampah ini, yaitu
keterbatasan alat untuk mengambil sampah yang berukuran besar dan
sudah tertanam di dalam pasir. Para peserta saling membantu sama lain
untuk mengumpulkan sampah yang berukuran besar misalnya sampah
tekstil, sampah karet (Ban) dan sampah kayu. Pada kegiatan
pengumpulan sampah, juga diikuti oleh Ibu Menteri Kelautan dan
Perikanan beserta Kedubes Kanada dan beberapa influencer (Nirina
Zubir & Indra Bekti) Kegiatan pengumpulan sampah ini dilaksanakan
selama 2 jam oleh seluruh peserta yang hadir. Sampah yang telah
dikumpulka oleh masing-masing peserta dikumpulkan di tenda panitia
untuk ditimbang dan dilakukan pencatatan jenis dan berat.
 Puncak acara dalam GBPL kali ini yaitu kegiatan menghadap laut secara
bersamaan yang dilakukan di seluruh Indonesia pada 74 titik. Kegiatan
menghadap laut dipimpin oleh Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan.
sebelum acara dimulai pada pukul 16.00, Ibu Menteri memberikan
himbauan untuk STOP menggunakan sampah plastic sekali pakai. Selain
itu beliau juga menyampaikan untuk menjaga kelestarian dan kebersihan
lingkungan laut dan pesisir Indonesia untuk kesejahteraan bangsa. Tepat
pada pukul 16.00 para peserta berjejer disepanjang Pantai Timur Ancol
untuk menghadap laut dan saling bergandengan tangan satu sama lain.
Pada saat yang bersamaan peserta menyanyikan lagu Padamu Negeri
yang diiringi oleh instrument music. Seluruh peserta menyanyikan lagu
Padamu Negeri secara khidmat sambil menghadap pantai sebagai masa
depan bangsa Indonesia.
3. Kesimpulan dan tindak lanjut dari kegiata ini antara lain:
a. Acara GBPL dan aski menghadap laut yang kedua dilaksanakan di
seluruh Indonesia pada 74 titik. Panitia dalam acara ini yaitu Tim Pandu
Laut Nusantara. Peserta yang hadir dari seluruh elemen masyarakat yang
sadar akan penignya menjaga kelestaria dan kebersihan laut dan pesisir.
b. Kategori sampah terbanyak yang dikumpulkan pesera yaitu sampah jenis
tekstil.
c. Peralatan yang dibutuhkan dalam GBPL lebih baik apabila dilengkapi.
Sehingga GBPL dapat dilaksanaka secara maksimal oleh peserta.

Demikian laporan ini kami sampaikan. Mohon arahan Bapak Kasubdit lebih lanjut.

1. Perri Inkiriwang
2. Muhammad Taufik
3. Tika Drastiana
DOKUMENTASI KEGIATAN