Anda di halaman 1dari 1

SITASI MODUL 3 PROANFIS

Isnaeni, Wiwi. 2006. Fisiologi Hewan. Yogyakarta: Kanisius.


Lolita, Rose. 2016. Aktivitas Operculum Ikan Mas (Cyprinus carpio) Pada pergantian Suhu Air
Sebagai
Indikator Oksigen Terlarut Dalam Air.
Nybakken, J. W. 1988. Biologi Laut, Suatu Pendekatan Ekologi. Jakarta: Gramedia.
Simanjuntak, Marojahan. 2007. Oksigen Terlarut dan Apparent Oxygen Utilization di Perairan
Teluk
Klabat, Pulau Bangka. Ilmu Kelautan 12 (2): 59-66.
Lessa, T. B., de Abreu, D. K., Bertassoli, B. M., & Ambrósio, C. E. 2016. Diaphragm: A vital
respiratory muscle in mammals. Annals of Anatomy - Anatomischer Anzeiger, 205, 122–
127.
Sunarto. 2004. Konsep dan Penerapan Sains Biologi. Solo: Tiga Serangkai.
Anfa, Azki A. P., Huda, Nadyatul K.,Rahmayeny, Nurul F., Ramadhana R., Afai, Selvi N. 2016.
Laju Respirasi Hewan.
Sutimin, Bintang. P. H. 2013. Analisis Model Respirasi Dengan Fungsi Temperatur Bergantung
Waktu Sebagai Estimasi Udang Windu. Jurnal Matematika Integratif volume 9 no 1.
Thorarensen, H. 2011. VENTILATION AND ANIMAL RESPIRATION | The Effect of Exercise on
Respiration. Encyclopedia of Fish Physiology, 812–819.
Salmin. 2005. Oksigen Terlarut (DO) dan Kebutuhan Oksigen Biologi (BOD) Sebagai Salah
Satu Indikator Untuk Menentukan Kualitas Perairan. Oseana 30 (3) : 21-26
Pearson Education. 2015. How The Respirometer Works.