Anda di halaman 1dari 3

Gejala Rem Pada Mobil

Labels: Otomotif

Jangan pernah meremehkan rem. Sistem rem merupakan salah satu komponen vital yang patut
mendapat perhatian lebih. Jika tidak berfungsi dengan baik, maka kecelakaan merupakan
dampak yang pasti terjadi. Terlebih bagi yang ingin melakukan perjalanan jauh agar tidak
merepotkan atau malah berujung bencana.

Berikut beberapa gejala yang dapat diwaspadai ketika sistem rem bermasalah

1. Pedal bergetar ketika diinjak

Kondisi ini akibat piringan bergelombang atau tidak rata dan atau Oleng . Kondisi ini biasa
terjadi pada mobil matik karena pengemudi malas menggunakan rem parkir saat berada di lampu
merah. Jadi, pengemudi tetap menginjak rem sementara posisi gigi tidak di netral. Karena sifat
besi ketika panas memuai, permukaan yang ditekan kampas rem akhirnya menimbulkan
gelombang.

Kondisi bergelombangnya Piringan memnyebabkan tingkat keolengannya tinggi ( toleransi


sekitar 0,07 mm ). Dengan tingkat keolengan seperti ini, ketika pengemudi menginjak pedal rem
getaran dari pringan langsung merambat ke padal rem. Bahkan kalau sudah parah, steer atau
kemudi juga ikut bergetar.
mengukur keolengan piringan

Solusi sementara adalah dengan menghaluskan piringan rem ( ke tukang bubut ). Dengan proses
ini , piringan menjadi rata dan tidak oleng. Tanyakan ke tukang bubut, berapa minimal ketebalan
piringan rem. Jika sudah tipis lakukan penggantian. Jika tidak piringan rem bisa pecah.

ketebalan piringan

2. Pedal rem keras dan kurang pakem

Kondisi ini disebabkan adanya kerusakan pada booster rem atau


adanya kebocoran udara pada sistem booster rem. Jika kerusakan dari booster , lakukan
penggantian. Untuk pengecekan kondisi booster adalah sebagai berikut :
Matikan mesin.
Injak pedal rem beberapa kali sampai pedal rem terasa keras.
Tahan injakan pedal rem dan hidupkan mesin.
Jika pedal rem terasa ringan dan turun, berarti booster masih OK.

3. Pedal rem dalam dan kurang pakem


kebocoran pada sistem rem
Kondisi ini disebabkan adanya kebocoran pada sistem rem atau kerusakan pada master cylinder.
Periksa level minyak rem, jika berkurang drastis bisa dipastikan terjadi kebocoran pada sistem
rem. Kebocoran biasa terjadi pada sil kaliper rem atau cylinder roda. Kondisi ini bisa disebabkan
pula adanya udara pada sistem rem. Untuk mengatasinya dilakukan proses air bleeding ( buang
angin ). Lakukan perbaikan seperlunya.

4. Rem pakem tapi membuang ke satu sisi

Kondisi ini disebabkan adanya rem yang macet pada salah satu sisi atau setelan rem yang tidak
sama antara sisi kiri dan kanan ( untuk tipe teromol ). Atau bisa juga disebabkan oleh spooring
kendaraan yang tidak tepat. Rem membuang ke satu sisi jarang terjadi pada rem yang telah
dilengkapi ABS.
Untuk mengecek penyebab pastinya lakukan langkah sebagai berikut :
Angkat roda satu per satu. Putar dengan tangan roda tersebut. Jika rem macet , roda tidak dapat
diputar
( seret ).
Jika tidak ada yang macet, kemungkinan besar masalah ini disebabkan oleh spooring kendaraan
yang kurang tepat. Lakukan spooring pada bengkel kesayangan Anda.

Tips :
Lakukan pemeriksaan rem setiap 20.000 km atau 6 bulan sekali.
Lakukan penggantian minyak rem setiap kelipatan 40.000 km atau 1 tahun sekali.