Anda di halaman 1dari 1

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kepada bapak Amat Kasmuri yang saya hormati, dan kawan-kawan yang saya sayangi.

Pertama-tama mari kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat
hidayahnya kita semua dapat kumpul pada pagi yang cerah ini dalam keadaan sehat walafiat. Tak
lupa pula kita sanjungkan keharibaan nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita ke
jalan yang salah ke jalan yang benar. Semoga kelak kita semua akan mendapat syafaatnya
diyaumul akhir nanti. Hadirin yang berbahagia, izinkan saya menyampaikan pidato yang
berjudul Cinta tanah air, lebih dari beberapa puluh tahun yang lalu seorang pemuda yang
bernama Budi Utomo waktu itu tergerak hatinya melihat kesengsaraan rakyat Indonesia yang
dulu pernah dijajah. akhirnya beliau bersama teman-temannya membentuk suatu organisasi yang
diberi nama, yaitu Budi Utomo.

Apa yang beliau lakukan pada saat itu memang sederhana, karena kemunculannya, beliau ikut
menyebarkan dan memotivasi para pemuda lainnya untuk melawan penjajah Belanda pada saat
itu. Bahkan beliau rela mengorbankan harta bendanya dan nyawanya untuk mengangkat senjata
dan bertempur langsung di medan perang. Alhasil terbanyak pahlawan kita yang gugur dimedan
perang demi mewujudkan cita-cita bangsa. Hadirin yang saya hormati, kini apa yang menjadi
mimpi-mimpi mereka telah tercapai. Kita semua telah keluar dari belenggu penjajah. Namun hal
ini bukan berarti perjuangan telah usai. Jangan sampai perjuangan pahlawan kita jadi sia-sia.
Untuk itulah kita sebagai pemuda dan penerus generasi muda kita harus mencintai bangsa ini dan
mempertahankan keutuhan bangsa.

Terima kasih atas perhatian dan waktu yang telah diberikan semoga pidato ini bisa menggugah
hati untuk mencintai bangsa ini. dan apa bila ada kesalahan atau kata-kata yang kurang berkenan
di hati saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum wr. wb.