Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG

DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KB


UPTD PUSKESMAS PANGKALBALAM
Jl. RE.Martadinata No.21 Pangkalpinang
Telp. (0717) 439506 . email: puskesmaspangkalbalampkp@gmail.com

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


PELACAKAN KASUS TB DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS PANGKALBALAM
TAHUN 2019

A. PENDAHULUAN
Penyakit Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan
oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. Tuberkulosis juga merupakan penyakit
menular yang bersifat kronik dan ditularkan melalui udara (airborne transmission) yaitu
percikan ludah, bersin, dan batuk (Kemenkes RI, 2011). Sebagian besar kuman TB
menyerang paru, tetapi dapat juga menyerang organ lain. Sumber penularan adalah
penderita TB paru Basil Tahan Asam Positif (BTA +) yang dapat menularkan kepada
orang di sekelilingnya terutama yang melakukan kontak lama. Setiap satu orang
penderita TB paru BTA (+) akan menularkan pada 10 – 15 orang per tahun (Depkes RI,
2004).
Strategi penanggulangan TB yang dikenal dengan strategi DOTS (Directly
Obseserved Treatment Short-course) telah terbukti sebagai strategi paling efektif.
Fokus utama DOTS adalah penemuan dan penyembuhan pasien, prioritas diberikan
kepada pasien TB tipe menular. Strategi ini akan memutuskan penularan TB dan
dengan demikian menurunkan insiden TB di masyarakat. Menemukan dan
menyembuhkan pasien merupakan cara terbaik dalam upaya pencegahan penularan
TB namun pada kenyataannya kasus TB meningkat setiap tahunnya (Depkes RI, 2008).
Pengendalian TB di Indonesia sudah berlangsung sejak zaman penjajahan
Belanda namun masih terbatas pada kelompok tertentu. Setelah perang kemerdekaan,
TB ditanggulangi melalui balai pengobatan penyakit paru-paru (BP-4). Sejak tahun
1969 pengendalian TB dilakukan secara Nasional melalui Puskesmas. Pada tahun
1995, program Nasional pengendalian TB mulai menerapkan strategi pengobatan
jangka pendek dengan pengawasan langsung (Directly Observed Tratment Short-
course) yang dilaksanakan di Puskesmas secara bertahap. Sejak tahun 2000 strategi
DOTS dilaksanakan secara nasional di seluruh Fasyankes (Fasilitas Layanan
Kesehatan), 3 terutama Puskesmas yang diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan
dasar (Kemenkes RI, 2015).
B. LATAR BELAKANG
UPT Puskesmas Pangkalbalam Kota Pangkalpinang adalah Sarana Kesehatan
yang melaksanakan kegiatan Pelayanan Kesehatan. Sehubungan dengan
PERMENKES No.21 Tahun 2016 tentang Penggunaan Dana Kapitasi Kesehatan dan
Dukungan Biaya Operasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Operasional
Pelayanan Kesehatan lainnya. Jumlah kunjungan akibat penyakit kronis seperti
hipertensi, diabetes militus, stroke, TB Paru, Asma dan schizophrenia cukup tinggi dan
Jumlah kunjungan pasien hamil dengan resiko tinggi, neonatus dan nifas yang cukup
tinggi juga serta penyakit HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya di wilayah
kerja UPT Puskesmas Pangkalbalam.
Gerakan TOSS TB ( temukan obati sampai sembuh) merupakan gerakan
nasional dalam kampanye penemuan kasus TB secara aktif dan masif yang melibat
seluruh pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Setiap tahun gerakan Ketuk Pintu
semakin ditingkatkan dan digalakkan untuk memperkuat penemuan kasus TB secara
aktif atau active case finding. Tujuannya tidak lain lagi untuk meningkatkan cakupan
penemuan kasus TB secara aktif dan masif melalui pendekatan keluarga.
Kegiatan Ketuk Pintu merupakan gerakan yang selaras dengan GERMAS dan
Pendekatan Keluarga Sehat. Kedepannya gerakan ini akan menjadi suatu kegiatan
terpadu dan semakin memperkuat Keluarga Sehat. Menkes berharap kegiatan Ketuk
Pintu ini akan dilaksanakan dengan intensif, berkesinambungan dan penuh semangat di
seluruh Indonesia untuk mendeteksi TB dan masalah kesehatan lain dilanjutkan dengan
pengobatan TB dan tindakan lain yang diperlukan. 'Ketuk dan temukanlah terduga TB
sebanyak banyaknya dan temukan juga masalah kesehatan lain lalu obati sampai
sembuh guna mewujudkan Indonesia Bebas TB 2035.

C. TUJUAN
1. TUJUAN UMUM
Melakukan penjaringan kasus TB dengan pelaksanaan program Pelacakan TB.

2. TUJUAN KHUSUS
a. Penemuan secara aktif atau beresiko tinggi tertular TB
b. Penemuan secara aktif Kelompok yang rentan tertular TB seperti keluarga atau
kontak pasien TB, terutama mereka yang dengan TB BTA positif.
c. Penemuan secara aktif Pemeriksaan terhadap anak dibawah 5 tahun pada
keluarga TB
d. Penemuan secara aktif Suspek TB MDR Dengan 9 kriteria
D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
Kegiatan ini merupakan kegiatan mendeteksi TB dan masalah kesehatan lain
dilanjutkan dengan pengobatan TB dan tindakan lain yang diperlukan. Dalam
melaksanakan perannya dengan rincian kegiatan sebagai berikut :
a. Mendapatkan komitmen Puskesmas dan kesiapannya untuk mendukung
pelaksanaan kegiatan Pelacakan TB dan pemeriksaan terduga TB.
b. Mempersiapkan perangkat kegiatan Pelacakan TB : leaflet TB, Formulir
Skrining, Formulir Rujukan, Formulir Rekap (contoh formulir terlampir).
c. Berkoordinasi dengan bidan desa dan juga kepada kepala desa setempat untuk
menginformasikan adanya kegiatan Pelacakan TB (jika memungkinkan kepala
desa dapat terlibat dalam kunjungan rumah).
d. Memberikan edukasi tentang TB sesuai dengan informasi yang tertulis pada
leaflet TB.
e. Melakukan skrining pada anggota rumah dengan gejala utama : batuk berdahak
(tidak harus 2 minggu) dapat disertai dengan gejala lain seperti batuk
bercampur darah, sesak nafas dan nyeri dada, nafsu makan menurun,
berkeringat di malam hari, demam meriang berkepanjangan, berat badan
menurun.
f. Melakukan pencatatan pada formulir Skrining.
g. Memberikan surat rujukan ke Puskesmas Pangkalbalam yang mempunyai gejala
TB

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Kegiatan dilakukan dengan menerjunkan langsung petugas Puskesmas
Pangkalbalam yang telah ditunjuk untuk melaksanakan Program Pelacakan TB bekerja
sama dengan Bidan Desa setempat untuk mendatangi Masyarakat yang terindikasi
terkena TB.

F. SASARAN
Target/sasaran yang ingin di capai dalam kegiatan ini adalah masyarakat yang
terindikasi terkenas penyakit TB di wilayah Pangkalbalam.

G. JADWAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN


Kegiatan intenfikasi penemuan kasus dengan program Pelacakan TB dilaksanakan
per Triwulan di tahun 2019.

H. MONITORING EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN


Monitoring evaluasi kegiatan dilaksanakan pada akhir kegiatan.
I. PENCATATAN, PELAPORAN, DAN EVALUASI KEGIATAN
Kegiatan Keterangan
Pencatatan Hasil kegiatan di catat dan diarsipkan
Laporan dibuat dalam bentuk SPJ yang dilengkapi dengan :
 Lampiran Surat Tugas
Pelaporan
 Tanda Terima Transport
 Dokumentasi Kegiatan
Evaluasi dilakukan oleh pemegang program dan dilaporkan ke
Evaluasi
Pimpinan Puskesmas dan dievaluasi kembali pada saat
Kegiatan
minilokakarya

Demikianlah kerangka acuan Pelacakan TB di wilayah puskesmas pangkalbalam


tahun 2019 dapat bermanfaat menjaring kasus TB.

Pangkal Pinang, 01 Februari 2019

Mengetahui,

Kepala UPTD Pengelola Program TB


Puskesmas Pangkalbalam

dr.Hj.Tri Wahyuni Masrohani Idhan Maulana, S.Kep


NIP. 19760615 201001 2 010 NIP. 19791031 200604 1 010
PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG
DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KB
UPT PUSKESMAS PANGKALBALAM
Jl. RE.Martadinata No.21 Pangkalpinang
Telp. (0717) 439506 . email: puskesmaspangkalbalampkp@gmail.com