Anda di halaman 1dari 63

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

3.1. Ergonomi

Ergonomi atau ergonomics sebenarnya berasal dari kata Yunani yaitu Ergo

yang berarti kerja dan Nomos yang berarti hukum. Dengan demikian ergonomi

dimaksudkan sebagai disiplin keilmuan yang mempelajari manusia dalam

kaitannya dengan pekerjaannya. 1

Disiplin ergonomi secara khusus akan mempelajari keterbatasan dan

kemampuan manusia dalam berinteraksi dengan teknologi dan produk-produk

buatannya. Disiplin ini berangkat dari kenyataan bahwa manusia memiliki batas-

batas kemampuan baik jangka pendek maupun jangka panjang pada saat

berhadapan dengan keadaan lingkungan sistem kerjanya yang berupa perangkat

keras (mesin, peralatan kerja) dan/ atau perangkat lunak (metode kerja, sistem dan

prosedur). Dengan demikian, terlihat jelas bahwa ergonomi adalah suatu keilmuan

yang multidisiplin karena mempelajari pengetahuan-pengetahuan dari ilmu

kehayatan (kedokteran, biologi), ilmu kejiwaan (psikologi) dan kemasyarakatan

(sosiologi).

3.2. Tenaga Kerja / Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam organisasi perusahaan merupakan

kunci keberhasilan perusahaan, karena pada dasarnya sumber daya manusia

1
SritomoWignjosoebroto. Ergonomi Studi Gerak dan Waktu.Jurusan Teknik Industri ITS.
(Surabaya : Guna Widya, 2006). h. 54

Universitas Sumatera Utara


yang merancang, memasang, mengoperasikan dan memelihara sistem integral

dari perusahaan. Kepentingan sumber daya manusia terhadap organisasi tidak

dapat diabaikan, mutlak diperlukan karena manusialah yang mengelola sumber

daya yang ada. 2

Agar daur hidup organisasi dapat tumbuh dan berkembang secara

berkelanjutan, maka salah satu fokus utama di dalam organisasi adalah

bagaimana mengelola SDM mulai dari tahapan rekrutmen, seleksi, penempatan,

pengembangan, sampai dengan tahapan pensiun. Dapat diasumsikan

pengelolaan sumberdaya manusia di dalam organisasi tak ubahnya seperti

mengelola industri dimana bahan baku diterima, kemudian diproses sampai

kepada produk di tangan konsumen.

3.3. Beban Kerja

Beban kerja adalah banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan untuk

menyelesaikan suatu pekerjaan. Secara fisiologis dalam ergonomi ada 3 jenis

beban kerja, yaitu beban kerja fisik energetis yaitu beban kerja yang ditimbulkan

oleh kerja fisik atau otot, beban kerja fisik energetis dibedakan menjadi beban

kerja statisdan beban kerja dinamis. Kedua, beban kerja perseptif yaitu beban

kerja yang ditimbulkan oleh kerja mental (otak) dan kerja panca indera terutama

penglihatan dan pendengaran, keterlibatan kontraksi otot dan dengan sendirinya

sumber energi atau kalor yang mendukungnya relatif kecil. Ketiga, beban kerja

biomekanik yaitu beban kerja yang disebabkan terutama oleh kerja statis dan

2
Harmein Nasution. Proses Pengelolaan Sumber Daya Manusia. (Medan: USU Press, 2008)
h. 1-5

Universitas Sumatera Utara


kerja dinamis yang berhubungan dengan sikap tubuh atau bagian tubuh serta

berat badan pada waktu kerja yang kurang tepat. 3

Menurut Permendagri No. 12/2008, beban kerja adalah besaran pekerjaan

yang harus dipikul oleh suatu jabatan/unit organisasi dan merupakan hasil kali

antara volume kerja dan norma waktu. Jika kemampuan pekerja lebih tinggi

daripada tuntutan pekerjaan, akan muncul perasaan bosan. Namun sebaliknya,

jika kemampuan pekerja lebih rendah daripada tuntutan pekerjaan, maka akan

muncul kelelahan yang lebih. Beban kerja yang dibebankan kepada karyawan

dapat dikategorikan kedalam tiga kondisi, yaitu beban kerja yang sesuai standar,

beban kerja yang terlalu tinggi (over capacity) dan beban kerja yang terlalu

rendah (under capacity).

3.4. Work Sampling

Work sampling merupakan suatu alat untuk mengetahui kegiatan-kegiatan

kerja yang dibutuhkan untuk mendapatkan informasi tentang interaksi antara

manusia dan mesin dengan waktu yang lebih sedikit dan meminimalkan biaya

produksi. 4

Work sampling dilakukan berdasarkan hukum probabilitas. Sampel yang

diambil dari kelompok data cenderung memiliki pola distribusi yang sama dari

pola distribusi populasinya. Untuk mengambil sampel maka dilakukan sampling.

Langkah-langkah work sampling adalah sebagai berikut:

1. Mendefenisikan masalah.
3
Radhy Anggarak. Pengukuran Produktivitas Berdasarkan Beban Kerja. (Bogor, 2012)
4
Ralph M. Barnes. Motion and Time Study Design and Measurement of Work. Seventh Edition.
(New York: John Wiley & Sons, 1980), h. 406

Universitas Sumatera Utara


2. Menetapkan tingkat kepercayaan dan tingkat ketelitian.

3. Menetapkan jenis pekerjaan yang termasuk work dan idle.

4. Penentuan waktu pengamatan.

5. Kegiatan pengamatan work sampling dilakukan dengan menggunakan

worksheet dan alat tulis untuk mengamati aktivitas operator, serta jam henti

untuk melihat waktu yang telah disesuaikan pada worksheet. Selama

pengamatan dicatat apapun aktivitas yang dilakukan operator.

6. Menghitung waktu kerja produktif dilakukan untuk mengetahui persentase

produktivitas operator selama jam kerja berlangsung.

7. Perhitungan akurasi dilakukan untuk membandingkannya dengan tingkat

ketelitian yang telah ditentukan terlebih dahulu agar dapat diketahui apakah

data akurat atau tidak.

3.4.1. Sampling Pendahuluan

Cara melakukan sampling pengamatan dengan sampling pekerjaan juga

tidak berbeda dengan dilakukan untuk cara jam henti yaitu yang terdiri dari tiga

langkah yaitu melakukan sampling pendahuluan, menguji keseragaman data, dan

menghitung jumlah kunjungan yang diperlukan. Langkah-langkah ini dilakukan

terus sampai jumlah kunjungan mencukupi yang diperlukan untuk tingkat

ketelitian dan tingkat keyakinan yang ditetapkan. 5

5
Benjamin Niebel. Method Standards and Work Design. (New York : MC Graw Hill, 2007)h.512

Universitas Sumatera Utara


Pengambilan sampel harus melebihi banyaknya variabel yang akan

diukur pada populasi tersebut. Menurut Slovin, ukuran sampel yang dapat

diambil adalah:

N
n=
1 + Ne 2

n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel
yang masih dapat ditolerir. 6

Persentase produktif dari kejadian yang diamati biasanya dinyatakan

dalam bentuk desimal. Rumus persentase produktif dirumuskan dengan:

JumlahWork
%P = x 100%
Jumlah pengamatan

3.4.2. Uji Kecukupan Data

Banyaknya pengamatan yang harus dilakukan dipengaruhi oleh dua

faktor utama yaitu tingkat ketelitian dan tingkat keyakinan dari hasil pengamatan.

Dengan asumsi bahwa terjadinya kejadian seorang operator akan bekerja

ataumenganggur mengikuti pola distribusi normal, maka untuk mendapatkan

jumlah pengamatan yang harus dilakukan dapat dicari berdasarkan rumus 7:

k2 (1- P )
N' =
s2 P

6
Rosnani Ginting. Perancangan Produk. (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009). h. 79-80.
7
Sritomo Wignjosoebroto, op.cit, h. 211

Universitas Sumatera Utara


Dimana:
N = jumlah pengamatan yang perlu dilakukan
P = persentase produktif
s = tingkat ketelitian
k = harga indeks dari tingkat kepercayaan yang diambil

3.4.3. Uji Keseragaman Data

Peta kontrol atau control chart yang secara umum telah banyak

digunakan dalam Statistical Quality Control dapat pula dipergunakan dalam

pelaksanaan sampling kerja 8. Dengan menggunakan peta kontrol ini maka secara

tegas akan dapat melihat dengan segera kondisi-kondisi kerja yang terasa tidak

wajar, misalnya kondisi disaat mana baru saja terjadi kecelakaan pada lokasi yang

berdekatan yang mana secara psikologis hal ini akan dapat mempengaruhi

aktivitas kerja dari operator yang sedang diamati. Data yang diperoleh untuk

kondisi yang dianggap tidak wajar ini seharusnya tidak usah dimasukkan dalam

proses analisa nantinya.

Dalam penggunaan peta kontrol ini data yang diharapkan dari hasil

pengamatan akan ditetapkan dalam sebuah peta kontrol yang mempunyai batas-

batas kontrol sebagai berikut:

P (1- P ) P (1- P )
BKA = P + k dan BKB = P - k
n n

dimana:
P = persentase produktif
n = jumlah pengamatan yang dilaksanakan per siklus waktu kerja
k = harga indeks besarnya tergantung pada tingkat kepercayaan
k = 1,96 (tingkat keyakinan 95%)

8
Benjamin Niebel, op.cit, h. 215

Universitas Sumatera Utara


3.4.4. Pengukuran Akurasi Work Sampling

Banyaknya pengamatan yang harus dilakukan dalam sampling kerja

akan dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu tingkat ketelitian (akurasi) dan

tingkat kepercayaan dari pengamatan. 9 Rumus yang digunakan untuk menghitung

akurasi dari observasi work sampling adalah sebagai berikut:

k p (1- p )
S=
p N

dimana:
S= tingkat akurasi
k = harga indeks yang besarnya tergantung dari tingkat kepercayaan yang
diambil
N = jumlah pengamatan
p = proporsi aktivitas (work atau idle) sebagai persentase N

3.4.5. Rating Factor dan Allowance

Rating factor (faktor penyesuaian)merupakan perbandingan performansi

seorang operator dengan konsep normalnya. Bila pengukur berpendapat bahwa

operator bekerja di atas normal (terlalu cepat) maka harga rating factor-nya akan

lebih besar dari satu (rf>1), sebaliknya jika operator dipandang bekerja dibawah

normal maka harga rating factor-nya akan lebih kecil dari satu (rf<1). Seandainya

pengukur berpendapat bahwa operator bekerja dengan wajar maka harga rating

factor-nya sama dengan satu (rf=1).10

Cara menentukan rating factordengan Westinghousemengarahkan

penilaian pada empat faktor yang dianggap menentukan kewajaran atau

ketidakwajaran dalam bekerja yaitu keterampilan (skill), usaha (effort), kondisi

9
SritomoWignjosoebroto., op.cit, h. 210
10
Iftikar Z. Sutalaksana, op.cit,h. 138

Universitas Sumatera Utara


kerja dan konsistensi atau disebut juga westinghouse factor. Setiap faktor terbagi

kedalam kelas-kelas dengan nilainya masing-masing. Skill dan effort masing-

masing terbagi ke dalam 6 kelas dengan kriteria tiap kelas bebeda-beda seperti

ditunjukkan pada Lampiran 2.

Angka-angka yang diberikan bagi setiap kelas dari faktor-faktor di atas

disebut westinghousefaktor, yang nilainya tertera pada Tabel 3.1

Tabel 3.1. Nilai WestinghouseFactor


Faktor Kelas Lambang Penyesuaian
Keterampilan A1 + 0,15
Superskill
A2 + 0,13
B1 + 0,11
Excellent
B2 + 0,08
C1 + 0,06
Good
C2 + 0,03
D + 0,00
Average
E1 − 0,05
Fair
E2 − 0,10
F1 − 0,16
Poor
F2 − 0,22
Usaha A1 + 0,13
Excessive
A2 + 0,12
B1 + 0,10
Excellent
B2 + 0,08
C1 + 0,05
Good
C2 + 0,02
D + 0,00
Average
E1 − 0,04
Fair
E2 − 0,08
F1 − 0,12
Poor
F2 − 0,17
Kondisi Kerja Ideal A + 0,06
Excellent B + 0,04
Good C + 0,02
Average D + 0,00
Fair E − 0,03
Poor F − 0,07

Universitas Sumatera Utara


Tabel 3.1. Nilai WestinghouseFactor(Lanjutan)
Faktor Kelas Lambang Penyesuaian
Konsistensi Perfect A + 0,04
Excellent B + 0,03
Good C + 0,01
Average D + 0,00
Fair E − 0,02
Poor F − 0,04

Sebagai contoh, dari hasil pengamatan yang dilakukan, diperoleh nilai

westinghouse factor adalah sebagai berikut:

-Exellent Skill (B2) : + 0,08


-Good Effort (C2) : + 0,02
-Good Condition (C) : + 0,02
-Good Consistency (C) : + 0,01
Total : + 0,13 +

Maka rating factor-nya dapat ditentukan sebagai berikut:

Rating Factor = 1 + Westinghouse Factor

Rating Factor = 1 + 0,13 = 1,13

Allowance (kelonggaran) diberikan untuk tiga hal yaitu untuk

kebutuhan pribadi, menghilangkan rasa fatique, dan hambatan-hambatan yang

tidak terhindarkan.

Universitas Sumatera Utara


1. Kelonggaran untuk kebutuhan pribadi

Kebutuhan pribadi yang dimaksud di sini adalah hal-hal seperti minum

sekadarnya untuk menghilangkan rasa haus, ke kamar kecil, bercakap-cakap

dengan teman sekerja sekadar untuk menghilangkan ketegangan dalam kerja.

Besarnya kelonggaran yang diberikan untuk kebutuhan pribadi seperti itu

berbeda-beda dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya karena setiap

pekerjaan mempunyai karakteristik sendiri-sendiri dengan tuntutan yang

berbeda-beda. Berdasarkan penelitian ternyata besarnya kelonggaran ini bagi

pekerja pria berbeda dengan pekerja wanita, misalnya untuk pekerjaan-

pekerjaan ringan pada kondisi-kondisi kerja normal, pria membutuhkan 2-

2.5%dan wanita 5% untuk kebutuhan pribasi (persentase ini adalah dari

waktu normal).

2. Kelonggaran untuk menghilangkan fatique

Rasa lelah tercermin antara lain dari menurunnya hasil produksi baik jumlah

maupun kualitas. Karenanya salah satu cara untuk menentukan besarnya

kelonggaran ini adalah dengan melakukan pengamatan sepanjang hari kerja

dan mencatat pada saat-saat dimana hasil produksi menurun.Jika rasa lelah

telah datang dan pekerja harus bekerja untuk menghasilkan performance

normalnya, maka usaha yang dikeluarkan pekerja lebih besar dari normal dan

ini akan menambah lelah. Bila hal ini terus berlangsung maka anggota tubuh

yang bersangkutan tidak akan dapat melakukan kerja sama sekali walaupun

diinginkanAdapun hal-hal yang diperlukan pekerja untuk menghilangkan

Universitas Sumatera Utara


lelah adalah melakukan peregangan otot, pergi keluar ruangan untuk

menghilangkan lelah, dan lain sebagainya.

3. Kelonggaran untuk hambatan-hambatan yang tak terhindarkan

Dalam melaksanakan pekerjaannya, pekerja tidak akan lepas dari hambatan.

Ada hambatan yang dapat dihindarkan seperti mengobrol yang berlebihan dan

menganggur dengan sengaja. Adapula hambatan yang tak dapat dihindarkan

karena berada diluar kekuasaan pekerja untuk mengendalikannya.Perhitungan

kelonggaran untuk hambatan-hambatan yang tak terhindarkan dilakukan

dengan suatu teknik samplingtersendiri karena besarnya hambatan untuk

kejadian semacam ini sangat bervariasi dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain

bahkan satu stasiun kerja ke stasiun kerja lain karena banyaknya penyebab

seperti mesin, kondisi mesin, prosedur kerja, ketelitian suplai alat, bahan, dan

sebagainya. 11

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kelonggaran untuk ketiga hal

tersebut kedalam angka adalah seperti pada Tabel 3.2.

3.5. Tingkat Ketelitian dan Tingkat Keyakinan

Tingkat ketelitian dan tingkat keyakinan adalah pencerminan tingkat

kepastian yang diinginkan oleh pengukur setelah memutuskan tidak akan

melakukan pengukuran yang sangat banyak. Tingkat ketelitian menunjukkan

penyimpangan maksimum hasil pengukuran dari waktu penyelesaian sebenarnya.

Tingkat ketelitian biasanya dinyatakan dalam persen. Sedangkan tingkat

keyakinan menunjukkan besarnya keyakinan pengukur bahwa hasil yang

11
Ibid., hlm. 149

Universitas Sumatera Utara


diperoleh memenuhi syarat ketelitian yang juga dinyatakan dalam persen. Jika

tingkat ketelitian 10% dan tingkat keyakinan 95% memberi arti bahwa pengukur

membolehkan rata-rata hasil pengukurannya menyimpang sejauh 10% dari rata-

rata sebenarnya, dan kemungkinan berhasil mendapatkan hal ini adalah 95%. 12

12
Sutalaksana, op.cit., h. 135-136

Universitas Sumatera Utara


Tabel 3.2. Tabel Nilai Allowance
Faktor Contoh pekerjaan Kelonggaran (%)
A. Tempat yang
dikeluarkan Ekivalen beban Pria Wanita

1. Dapat diabaikan Bekerja dimeja, tanpa beban 0,00 – 6,0 0,00 – 6,0
duduk
2. Sangat ringan Bekerja dimeja, 0,02 – 2,25 kg 6,0 – 7,5 6,0 – 7,5
berdiri
3. Ringan 2,25 – 9,00 7,5 – 12,0 7,5 – 16,0
Menyekop, ringan
4. Sedang 9,00 – 18,00 12,0 – 19,0 16,0 – 30,0
Mencangkul
5. Berat Mengayun palu 19,00 – 27,00 19,0 – 30,0
yang berat
6. Sangat berat 27,00 – 50,00 30,0 – 50,0
Memanggul beban
7. Luar biasa berat Memanggul kalung diatas 50 kg
berat
B. Sikap kerja
1. Duduk Bekerja duduk, 0,00 – 1,0
ringan
2. Berdiri diatas dua Badan tegak, 1,0 – 2,5
Kaki ditumpu dua kaki
3. Berdiri diatas satu Satu kaki 2,5 – 4,0
Kaki mengerjakan alat
kontrol
4. Berbaring Pada bagian sisi, 2,5 – 4,0
belakang atau
depan badan
5. Membungkuk Badan 4,0 – 10
dibungkukkan
bertumpu pada
kedua kaki
C. Gerakan kerja
1. Normal Ayunan bebas dari 0
palu
2. Agak terbatas Ayunan terbatas 0–5
dari palu
3. Sulit Membawa beban 0–5
berat dengan satu
tangan
4. Pada anggota- Bekerja dengan 5 – 10
anggota badan tangan diatas kepala
terbatas
5. Seluruh anggota Bekerja dilorong 10 – 15
badan terbatas pertambangan yang
sempit

Universitas Sumatera Utara


Tabel 3.2. Tabel Nilai Allowance (Lanjutan)
Faktor Contoh pekerjaan Kelonggaran (%)
D. Kelelahan mata *) Pencahayaan baik Buruk
1. Pandangan yang terputus- Membawa alat ukur 0,0 – 6,0 0,0 – 6,0
Putus
2. Pandangan yang hampir Pekerjaan-pekerjaan yang 6,0 – 7,5 6,0 – 7,5
terus menerus teliti
3. Pandangan terus menerus Memeriksa cacat-cacat 7,5 – 12,0 7,5 –
dengan fokusberubah-ubah pada kain 16,0
Pemeriksaan yang sangat 12,0 – 19,0 16,0 –
teliti 30,0
4. Pandangan terus menerus 30,0 – 50,0
dengan fokus tetap
E. Keadaan temperatur Temperatur Kelemahan normal Berlebihan
tempat kerja **) (°C)

1. Beku Dibawah 0 Diatas 10 Diatas 12


2. Randah 0 – 13 10 – 0 12 – 5
3. Sedang 13 – 22 5–0 8–0
4. Normal 22 – 28 0–5 0–8
5. Tinggi 28 – 38 5 – 40 8 – 100
6. Sangat tinggi Diatas 38 Diatas 40 Diatas 100
F. Keadaan atmosfer ***)
1. Baik Ruang yang berventilasi baik, udara segar 0
Ventilasi kurang baik, ada bau-bauan (tidak
2. Cukup berbahaya) 0–5
Adanya debu-debu beracun, atau tidak beracun
3. Kurang baik tetapi banyak 5 – 10
Adanya bau-bauan berbahaya yang
mengharuskan menggunakan alat-alat
4. Buruk pernapasan 10 – 20
G. Keadaan lingkungan yang baik
1. Bersih, sehat, cerah dengan kebisingan
Rendah 0
2. Siklus kerja berulang-ulang antara 5 –
10 detik 0–1
3. Siklus kerja berulanh-ulang antara 0 - 5
Detik 1–3
4. Sangat bising 0–5
5. Jika faktor-faktor yang berpengaruh
dapat menurunkan kwalitas 0–5
6. Terasa adanya getaran lantai 5 – 10
7. Keadaan-keadaan yang luar biasa
(bunyi, kebersihan, dll.) 5 – 15
Kelonggaran untuk kebutuhan pribadi bagi : Pria = 0-2,5 %
Wanita= 2-5%

Universitas Sumatera Utara


Contoh dari penentuanAllowanceuntuk pekerja sebesardapat dilihat pada

Tabel 3.3.

Tabel 3.3. ContohPerhitungan Allowance


Allowance % Allowance
Kebutuhan Pribadi (Pria) 2
Kelonggaran untuk menghilangkan rasa fatique
a. Tenaga yang dikeluarkan (Sangat Ringan) 6
b. Sikap kerja (berdiri di atas 2 kaki) 1
c. Gerakan kerja (normal) 0
d. Kelelahan mata pandangan yang terputus-putus 3
e. Keadaan temperatur tempat kerja (tinggi) 5
f. Keadaan atmosfer (kurang baik) 5
g. Keadaan lingkungan (sangat bising) 1
Total 23

3.6. Waktu Standar

Penentuan waktu baku dengan sampling kerja dipengaruhi oleh beberapa

faktor antara lain periode waktu kerja, persentase kerja, rating factor, jumlah

produk yang dihasilkan dalam periode waktu kerja dan kelonggaran. Penentuan

waktu baku dengan sampling kerja dihitung dengan menggunakan rumus berikut

(Barnes, 1968) :

Total Waktu x Waktu Produktif


Waktu Siklus=
Jumlah Produk yang Dihasilkan

Waktu Normal= Waktu Siklus x Rating Factor

100%
Waktu Standar=Waktu Normal x
100% - Allowance (%)

Universitas Sumatera Utara


3.7. Metode Work Load Analysis (WLA)

Work Load Analysis adalah suatu analisis mengenai banyaknya pekerja

yang harus dipekerjakan untuk menyelesaikan sesuatu pekerjaan tertentu.

Dengan diketahuinya beban kerja maka akan dapat diketahui seberapa besar

beban yang harus ditanggung oleh pekerja, dan apakah terjadi kelebihan tenaga

kerja atau sebaliknya adanya kekurangan tenaga kerja. Data rata-rata waktu

operasi yang diperoleh dari pengukuran waktu kerja pada setiap stasiun kerja

untuk operator yang di cermati digunakan sebagai data untuk menentukan waktu

baku per unit output dari tiap tahapan proses. 13

Menurut Arif (2014) Metode Work Load Analysis (WLA) dilakukan untuk

mengetahui tingkat efisiensi kerja berdasarkan total persentase beban kerja yang

diberikan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Metode WLA dapat menentukan

jumlah karyawan yang sebenarnya diperlukan dalam bagian produksi, dengan

langkah-langkah sebagai berikut :

a. Mengetahui struktur organisasi dan job description tiap jabatan

b. Menentukan aktivitas dan waktu penyelesaian aktivitas tiap posisi jabatan.

Aktivitas-aktivitas tersebut dikelompokkan pada job description yang

dilakukan oleh aktivitas terkait

c. Melakukan pengamatan untuk menghitung besarnya prosentase produktif dan

non produktif

d. Menentukan jumlah menit pengamatan

e. Penentuan Allowance dan Performance Rating

13
Radhy Anggarak. op.cit,h. 2

Universitas Sumatera Utara


f. Perhitungan besarnya beban kerja

g. Penentuan jumlah pegawai yang optimal tiap posisi jabatan, diperoleh

dengan pembulatan keatas dari hasil perhitungan besarnya beban kerja

h. Melakukan perbandingan jumlah pegawai awal dan jumlah pegawai

rekomendasi.

Perhitungan jumlah karyawan dapat dilakukan setelah mengetahui beban

kerja karyawan melalui waktu produktif karyawan. Adapun rumus untuk menilai

beban kerja melalui persen produktif adalah sebagai berikut. 14

Perhitungan beban kerja merupakan rasio antara Total Waktu Pengerjaan (TWP) dengan Total Waktu

Tersedia (TWT) yang dirumuskan sebagai berikut:

Beban Kerja = TWP /TWT

Tiga kondisi beban kerja yang terjadi yaitu beban kerja diatas normal jika beban kerja >1, normal jika beban

kerja = 1 dan beban kerja dibawah normal jika beban kerja < 1.

Jumlah tenaga kerja didapat dari total beban kerja yang diperoleh.

Penentuan jumlah tenaga kerja dapat dicari dari rumus: 15

Total beban kerja = Beban Kerja Pekerja A + Beban Kerja Pekerja B

Total beban kerja


Rata-rata beban kerja =
Jumlah Pekerja

Besarnya beban kerja yang diterima operator dipengaruhi oleh besarnya

persentase produktif.

14
Hari Purnomo. Penentuan Beban Kerja pada Front Office Dan Back Office Perusahaan
Perbankan Menggunakan Uji Petik Pekerjaan. (Universitas Islam Indonesia: Yogyakarta, 2015)
15
Raisa Putri.Analisis Beban Kerja Dengan Metode Workload Analysis Sebagai
Pertimbangan Pemberian Insentif Pekerja. (Universitas Brawijaya: Malang, 2014)

Universitas Sumatera Utara


BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN

4.1. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di PT. Aroma Mega Sari yang berlokasi di Jl. Sei

Belumai Hilir KM 3, Dusun II Desa Dalu X.A, Kec. Tanjung Morawa, Sumatera

Utara. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2016–April 2017. Alasan

melakukan penelitian di pabrik ini karena ditemukan masalah ketidakseimbangan

beban kerja yang dialami pekerja pada bagian packing.

4.2. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian analisis kerja dan aktivitas yang

merupakan bagian dari penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan

menyelidiki secara terperinci aktivitas dan pekerjaan seseorang atau sekelompok

orang agar mendapat rekomendasi untuk berbagai keperluan. 16

4.3. Objek Penelitian

Objek penelitian yang diamati adalah job descpekerja, work atau idle

pekerja, selama bekerjapada stasiun packing.

16
Sukaria Sinulingga, Metodologi Penelitian, (Edisi 3, Medan: USU press, 2015), h. 31

Universitas Sumatera Utara


4.4. Variabel Penelitian

Variabel-variabel yang akan diamati dalam penelitian ini adalah:

1. Variabel Independen

Variabel independen dalam penelitian ini adalah:

a. WorkPekerja, yaitu aktivitas kerja dari seorang pekerja dalam rentang

waktu kerjanya yang diamati secara langsung dengan metode work

sampling.

b. Jam Kerja, yaitu batas waktu pekerja untuk melakukan pekerjaan.

c. Elemen Kegiatan, yaitu aktivitas yang dilakukan pekerja dalam

melaksanakan pekerjaannya.

d. Rating Factor, yaitu perbandingan performansi seorang pekerja dengan

konsep normalnya.

e. Allowance,yaitu kelonggaran waktu yang diberikan untuk tiga hal yaitu

untuk kebutuhan pribadi, melepaskan kelelahan dan hambatan-hambatan

yang tidak dapat dihindarkan.

f. Jumlah Produksi, yaitu banyaknya produk yang dihasilkan pekerja dalam

waktu tertentu.

2. Variabel Dependen

Variabel dependen adalah variabel yang nilainya dipengaruhi atau ditentukan

oleh variabel lain. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:

Universitas Sumatera Utara


a. Persentase Produktif, yaitupersentase waktu kerja yang digunakan pekerja

untuk hal-hal produktif sesuai jobdesc-nya.

b. Waktu Standar, yaitu waktu yang dibutuhkan pekerja dalam

menyelesaikan aktivitasnya oleh pekerja yang wajar pada situasi dan

kondisi normal.

c. Beban Kerja, yaitu besarnya beban yang dialami oleh masing-masing

pekerja sebagai dasar untuk perhitungan jumlah tenaga kerja optimal.

d. Jumlah Pekerja, yaitu jumlah pekerja yang seharusnya bekerja pada stasiun

kerja bagian packing supaya proses packing dapat diselesaikan sesuai

target.

4.5. Kerangka Konseptual Penelitian

Kerangka konseptual dapat mempermudah peneliti dalam pengambilan

data dan pengolahan data. Kerangka konseptual menunjukkan hubungan logis

antara variabel-variabel yang telah diidentifikasi sebelumnya, dan menjadi

pondasi dalam melaksanakan penelitian. Hubungan antar variabel diperoleh dari

dari referensi terkait. Kerangka konseptual penelitian ini dapat dilihat pada

Gambar 4.1.

Universitas Sumatera Utara


Work Pekerja

Elemen Persentase
Kegiatan Produktif

Jam Kerja
Waktu Standar Beban Kerja Jumlah Pekerja

Rating Factor

Allowance

Jumlah
Produksi

Gambar 4.1. Kerangka Konseptual Penelitian

4.6. Instrumen Penelitian

Instrument penelitian yang digunakan antara lain:

1. Stopwatch,untuk pengukuran waktu siklus elemen kegiatan pekerja pada

masing-masing bagian kerja.

Gambar 4.2. Stopwatch

Universitas Sumatera Utara


2. Alat ukur 4 in 1 Multi Environmental Meter, untuk mengukur temperatur

ruangan sebagai pertimbangan dalam penentuan allowance.

Gambar 4.3. 4 in 1 Multi Environmental Meter

3. Lembar Pengamatan danAlat Tulis, untuk mencatat work atau idle pekerja

melalui pengamatanwork sampling.

4. Penunjuk Waktu Digital, untuk melihat menit waktu saat pengumpulan data

work dan idle dengan work sampling.

Gambar 4.4.Penunjuk Waktu Digital

Universitas Sumatera Utara


4.7. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data diperoleh observasi langsung di lapangan dan atau

informasi dari atasan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu:

1. Mendefenisikan work dan idle setiap pekerja berdasarkanjob

description.Work dikatakan apabila pekerja melakukan pekerjaan sesuai

dengan elemen tugasnya, selain dari itu disebut idle.

2. Menentukan populasi dan sampel pengamatan dan membagi waktu

pengamatan ke dalam interval waktu, dengan rumus sebagai berikut:

N
n≥
Jumlah sampel: 1 + Ne 2

𝐽𝐽𝐽𝐽𝐽𝐽𝐽𝐽𝐽𝐽𝐽𝐽𝐽𝐽𝐽𝐽𝐽𝐽 60
Populasi Pengamatan =
∆t

∆t pada penelitian ini adalah 1 menit.

3. Menentukan rating factor pekerja dengan menggunakan metode

Westinghouse, digunakan sebagai data untuk menentukan waktu standar.

4. Menentukan allowance pekerja sesuai keadaan di lantai produksi yaitu untuk

kebutuhan pribadi, melepas lelah, dan kelonggaran untuk fatigue, digunakan

sebagai data untuk menghitung waktu standar.

4.8. Metode Pengolahan Data

1. Menghitung waktu produktif dari masing-masing pekerja dari data work dan

idle, dengan rumus:

JumlahWork
%P = x 100%
Jumlah pengamatan

Universitas Sumatera Utara


2. Pengujian keseragaman data yaitu untuk mengetahui apakah data yang

dikumpulkan sudah seragam atau tidak, dengan rumus:

P (1 − P ) P (1 − P )
BKA = P + k BKB = P − k
N N

3. Pengujian kecukupan data yaitu untuk mengetahui apakah data yang

dikumpulkan sudah memenuhi syarat ketelitian yang ditetapkan, dengan

rumus:

k 2 (1- P )
N' =
s2 P

4. Perhitungan tingkat akurasi yaitu untuk mengetahui tingkat ketelitian yang

diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan, dengan rumus:

k p (1- p )
S=
p N

5. Perhitungan waktu standar berdasarkan total waktu pengamatan, waktu

produktif, jumlah produk, nilai rating factor, dan allowance, dengan rumus:

Total Waktu x Waktu Produktif


Waktu Siklus=
Jumlah Produk yang Dihasilkan

Waktu Normal= Waktu Siklus x Rating Factor

100%
Waktu Standar=Waktu Normal x
100% - Allowance (%)

6. Perhitungan total waktu pengerjaan dengan rumus:

Total Waktu Pengerjaan = Waktu Standar x Jumlah Produk

7. Perhitungan persentase beban kerja sesuai dengan Total Waktu Pengerjaan

(TWP) dengan Total Waktu Tersedia (TWT) dengan rumus:

Universitas Sumatera Utara


Total Waktu Pengerjaan
Beban kerja =
Total Waktu Tersedia

8. Penentuan jumlah tenaga kerja berdasarkan beban kerja dan rata-rata beban

kerja, dengan rumus:

Total beban kerja = Beban Kerja Pekerja A + Beban Kerja Pekerja B

Total beban kerja


Rata-rata beban kerja =
Jumlah Pekerja

4.9. AnalisisPemecahan Masalah

Analisispemecahan masalah dilakukan terhadap hubungan antara waktu

produktif dengan beban kerja,penentuanjumlah pekerja yang optimal,

pengalokasian pekerja di setiap bagian kerja, serta membandingkan kondisi

aktual dengan hasil penelitian.

Diagram langkah-langkah penelitiandapat dilihat padablock

diagramGambar 4.5.

Universitas Sumatera Utara


Perumusan Masalah

Penetapan Tujuan

Studi Literatur
StudiPendahuluan
1. Teori Buku
1. Kondisi Perusahaan
2. Jurnal Penelitian
2. Informasi Pendukung
3. Hasil Penelitian Terkait

Identifikasi Masalah Awal


Beban kerja dan jumlah
pekerja

Pengumpulan Data

Data Primer Data Sekunder


1. Jam kerja dan elemen kegiatan 1. Gambaran Umum Perusahaan
2. Data work dan idle - Struktur Organisasi
3. Rating factor dan allowance - Sejarah Perusahaan
4. Jumlah hasil produksi

Pengolahan Data
1. Menentukan persen produktif dan
nonproduktif
2. Pengujian keseragaman data
3. Pengujian kecukupan data
4. Perhitungan tingkat akurasi
5. Perhitungan waktu standar
6. Perhitungan beban kerja
7. Perhitungan jumlah pekerja

Analisis Pemecahan Masalah


Analisis waktu produktif, beban
kerja, dan hasil perhitungan
jumlah pekerja

Kesimpulan dan Saran

Gambar 4.5. Langkah-langkah Proses Penelitian

Universitas Sumatera Utara


BAB V

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

5.1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengamatan secara

langsung menggunakan metode work sampling terhadap pekerja stasiun packing

di PT. Aroma Mega Sari. Pengamatan work sampling dilakukan selama 5 hari

kerja. Pengamatan dimulai pada hari Senin, 30 Januari 2017 sampai dengan hari

Jumat 3 Februari 2017. Pengamatan dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai

dengan pukul 16.00 WIB (istirahat pukul 12.00-13.00 WIB) dengan mengamati

dan menentukan allowance dan rating factor setiap pekerja.Pengumpulan data

juga dilakukan dengan memperoleh informasi dari atasan dan wawancara

langsung dengan pekerja mengenai jumlah pekerja dan uraian elemen kerja setiap

pekerja. Alokasi pekerja pada bagian packing dapat dilihat pada Tabel 5.1.

Tabel 5.1. Jumlah Pekerja pada Stasiun Packing


Jumlah
No Bagian Kerja Jenis Produk
Pekerja(Orang)
1 Bagian Pemeriksaan 2 Kemasan tepung
Hasil Kemasan dalam plastik
2 Bagian Pembentukan 2 Kotak kardus
Kotak Kardus
3 Bagian Pemuatan 3 Kardus berisi
Kemasan ke dalam kemasan
Kardus
4 Bagian Isolasi Tutup 2 Kardus hasil
Kardus isolasi
Jumlah 9
Sumber : Pengumpulan Data

Universitas Sumatera Utara


Penelitian ini menggunakan tingkat ketelitian 8% dan tingkat keyakinan

95%. Artinya bahwa selama pengamatan, dibolehkan rata-rata hasil pengukuran

menyimpang sejauh maksimal 8% dari yang seharusnya, dan kemungkinan

berhasil mendapatkannya adalah 95% (Sutalaksana, 1979).

5.1.1. Defenisi Work dan Idle Pekerja

Defenisi dari kegiatan workdi stasiun packingdiketahui melaluijob

description, pengamatan langsung, dan melalui wawancara dengan pekerja dan

atasannya. Elemen kegiatan setiap pekerja dan waktu kerjanya adalah sebagai

berikut:

1. Pekerja pemeriksaan hasil pengemasan tepung

a. Menghidupkan mesin packing(5 detik)

b. Memeriksa plastik bahan kemasan (2 detik)

c. Memasang plastik pengemasan (10 detik)

d. Memeriksa hasil kemasan (3 detik)

e. Membuang kemasan yang rusak (5 detik)

f. Membersihkan area kerja (5 detik)

g. Mematikan mesin (5 detik)

2. Pekerja pembentuk kotak kardus

a. Mengambil lembaran kardus dari tumpukan (15 detik)

b. Membuka tali ikatan lembaran kardus (10 detik)

c. Membuka lipatan dan membentuk kardus (3 detik)

Universitas Sumatera Utara


d. Mengisolasi kardus (1 detik)

e. Meletakkan kardus (1 detik)

3. Pekerja pemuatan tepung kemasan plastik ke dalam kotak kardus

a. Mengambil kardus (2 detik)

b. Memasukkan tepung dalam kemasan plastik ke kotak kardus (13 detik)

c. Memindahkan kardus yang berisi tepung kemasan plastik (2 detik)

4. Pekerja isolasi penutup kardus dengan mesin isolasi

a. Set up mesin isolasi (2 menit)

b. Mengangkat kardus berisi tepung kemasan plastik (1 detik)

c. Mengarahkan ke mulut mesin isolasi (2 detik)

d. Mengambil kardus dari mesin isolasi (2 detik)

e. Menyusun kardus hasil isolasi (1 detik)

f. Mengganti isolasi pada mesin (2 menit)

Kedua pekerja yang mengisolasi tutup kardus menggunakan mesin

isolasi merupakan pekerjaan beregu, dimana pekerja 1 mengerjakan elemen

kegiatan a, b, c dan pekerja 2 mengerjakan elemen kegiatan d, e, f dan kedua

pekerja dapat melakukan elemen kegiatan secara bergantian (bertukar elemen

kerja).

Pada saat pengamatan work sampling, segala kegiatan yang dilakukan

pekerja sesuai dengan elemen kegiatan yang ditetapkan di atas adalah work, dan

segala elemen kegiatan di luar yang telah ditetapkan dikategorikan idle.

Universitas Sumatera Utara


5.1.2. Penentuan Waktu Pengamatan

Waktu pengamatan ditetapkan setiap selang 1 menit, dengan teknik

pengambilan sampel adalahsystematic random sampling. Waktu-waktu

pengamatan dilakukan selama 7 jam secara random yaitu mulai pukul 08.00WIB

sampai dengan pukul 16.00 WIB (istirahat pukul 12.00-13.00 WIB).

Untuk menentukan banyaknya bilangan random yang diperlukan selama

total waktu kerja dapat dilihat dari perhitungan berikut ini:

Total Waktu kerja x 60 Menit


Banyaknya Populasi Pengamatan =
∆t

7 x 60 Menit
= = 420 Bilangan Random
1

Perhitungan diatas menunjukkan bahwa jumlah pengamatan per hari tidak

lebih dari 420 kali. Hasil penyusunan waktu pengamatan berdasarkan interval

waktu dapat dilihat pada Tabel 5.2.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 5.2. Waktu Pengamatan Work Sampling
No Waktu No Waktu No Waktu No Waktu No Waktu No Waktu
1 8:00:00 41 8:40:00 81 9:20:00 121 10:00:00 161 10:40:00 201 11:20:00
2 8:01:00 42 8:41:00 82 9:21:00 122 10:01:00 162 10:41:00 202 11:21:00
3 8:02:00 43 8:42:00 83 9:22:00 123 10:02:00 163 10:42:00 203 11:22:00
4 8:03:00 44 8:43:00 84 9:23:00 124 10:03:00 164 10:43:00 204 11:23:00
5 8:04:00 45 8:44:00 85 9:24:00 125 10:04:00 165 10:44:00 205 11:24:00
6 8:05:00 46 8:45:00 86 9:25:00 126 10:05:00 166 10:45:00 206 11:25:00
7 8:06:00 47 8:46:00 87 9:26:00 127 10:06:00 167 10:46:00 207 11:26:00
8 8:07:00 48 8:47:00 88 9:27:00 128 10:07:00 168 10:47:00 208 11:27:00
9 8:08:00 49 8:48:00 89 9:28:00 129 10:08:00 169 10:48:00 209 11:28:00
10 8:09:00 50 8:49:00 90 9:29:00 130 10:09:00 170 10:49:00 210 11:29:00
11 8:10:00 51 8:50:00 91 9:30:00 131 10:10:00 171 10:50:00 211 11:30:00
12 8:11:00 52 8:51:00 92 9:31:00 132 10:11:00 172 10:51:00 212 11:31:00
13 8:12:00 53 8:52:00 93 9:32:00 133 10:12:00 173 10:52:00 213 11:32:00
14 8:13:00 54 8:53:00 94 9:33:00 134 10:13:00 174 10:53:00 214 11:33:00
15 8:14:00 55 8:54:00 95 9:34:00 135 10:14:00 175 10:54:00 215 11:34:00
16 8:15:00 56 8:55:00 96 9:35:00 136 10:15:00 176 10:55:00 216 11:35:00
17 8:16:00 57 8:56:00 97 9:36:00 137 10:16:00 177 10:56:00 217 11:36:00
18 8:17:00 58 8:57:00 98 9:37:00 138 10:17:00 178 10:57:00 218 11:37:00
19 8:18:00 59 8:58:00 99 9:38:00 139 10:18:00 179 10:58:00 219 11:38:00
20 8:19:00 60 8:59:00 100 9:39:00 140 10:19:00 180 10:59:00 220 11:39:00
21 8:20:00 61 9:00:00 101 9:40:00 141 10:20:00 181 11:00:00 221 11:40:00
22 8:21:00 62 9:01:00 102 9:41:00 142 10:21:00 182 11:01:00 222 11:41:00
23 8:22:00 63 9:02:00 103 9:42:00 143 10:22:00 183 11:02:00 223 11:42:00
24 8:23:00 64 9:03:00 104 9:43:00 144 10:23:00 184 11:03:00 224 11:43:00
25 8:24:00 65 9:04:00 105 9:44:00 145 10:24:00 185 11:04:00 225 11:44:00
26 8:25:00 66 9:05:00 106 9:45:00 146 10:25:00 186 11:05:00 226 11:45:00
27 8:26:00 67 9:06:00 107 9:46:00 147 10:26:00 187 11:06:00 227 11:46:00
28 8:27:00 68 9:07:00 108 9:47:00 148 10:27:00 188 11:07:00 228 11:47:00
29 8:28:00 69 9:08:00 109 9:48:00 149 10:28:00 189 11:08:00 229 11:48:00
30 8:29:00 70 9:09:00 110 9:49:00 150 10:29:00 190 11:09:00 230 11:49:00
31 8:30:00 71 9:10:00 111 9:50:00 151 10:30:00 191 11:10:00 231 11:50:00
32 8:31:00 72 9:11:00 112 9:51:00 152 10:31:00 192 11:11:00 232 11:51:00
33 8:32:00 73 9:12:00 113 9:52:00 153 10:32:00 193 11:12:00 233 11:52:00
34 8:33:00 74 9:13:00 114 9:53:00 154 10:33:00 194 11:13:00 234 11:53:00
35 8:34:00 75 9:14:00 115 9:54:00 155 10:34:00 195 11:14:00 235 11:54:00
36 8:35:00 76 9:15:00 116 9:55:00 156 10:35:00 196 11:15:00 236 11:55:00
37 8:36:00 77 9:16:00 117 9:56:00 157 10:36:00 197 11:16:00 237 11:56:00
38 8:37:00 78 9:17:00 118 9:57:00 158 10:37:00 198 11:17:00 238 11:57:00
39 8:38:00 79 9:18:00 119 9:58:00 159 10:38:00 199 11:18:00 239 11:58:00
40 8:39:00 80 9:19:00 120 9:59:00 160 10:39:00 200 11:19:00 240 11:59:00
Sumber : Pengumpulan Data

Universitas Sumatera Utara


Tabel 5.2. Waktu Pengamatan Work Sampling(Lanjutan)
No Waktu No Waktu No Waktu No Waktu No Waktu
241 13:00:00 281 13:40:00 321 14:20:00 361 15:00:00 401 15:40:00
242 13:01:00 282 13:41:00 322 14:21:00 362 15:01:00 402 15:41:00
243 13:02:00 283 13:42:00 323 14:22:00 363 15:02:00 403 15:42:00
244 13:03:00 284 13:43:00 324 14:23:00 364 15:03:00 404 15:43:00
245 13:04:00 285 13:44:00 325 14:24:00 365 15:04:00 405 15:44:00
246 13:05:00 286 13:45:00 326 14:25:00 366 15:05:00 406 15:45:00
247 13:06:00 287 13:46:00 327 14:26:00 367 15:06:00 407 15:46:00
248 13:07:00 288 13:47:00 328 14:27:00 368 15:07:00 408 15:47:00
249 13:08:00 289 13:48:00 329 14:28:00 369 15:08:00 409 15:48:00
250 13:09:00 290 13:49:00 330 14:29:00 370 15:09:00 410 15:49:00
251 13:10:00 291 13:50:00 331 14:30:00 371 15:10:00 411 15:50:00
252 13:11:00 292 13:51:00 332 14:31:00 372 15:11:00 412 15:51:00
253 13:12:00 293 13:52:00 333 14:32:00 373 15:12:00 413 15:52:00
254 13:13:00 294 13:53:00 334 14:33:00 374 15:13:00 414 15:53:00
255 13:14:00 295 13:54:00 335 14:34:00 375 15:14:00 415 15:54:00
256 13:15:00 296 13:55:00 336 14:35:00 376 15:15:00 416 15:55:00
257 13:16:00 297 13:56:00 337 14:36:00 377 15:16:00 417 15:56:00
258 13:17:00 298 13:57:00 338 14:37:00 378 15:17:00 418 15:57:00
259 13:18:00 299 13:58:00 339 14:38:00 379 15:18:00 419 15:58:00
260 13:19:00 300 13:59:00 340 14:39:00 380 15:19:00 420 15:59:00
261 13:20:00 301 14:00:00 341 14:40:00 381 15:20:00
262 13:21:00 302 14:01:00 342 14:41:00 382 15:21:00
263 13:22:00 303 14:02:00 343 14:42:00 383 15:22:00
264 13:23:00 304 14:03:00 344 14:43:00 384 15:23:00
265 13:24:00 305 14:04:00 345 14:44:00 385 15:24:00
266 13:25:00 306 14:05:00 346 14:45:00 386 15:25:00
267 13:26:00 307 14:06:00 347 14:46:00 387 15:26:00
268 13:27:00 308 14:07:00 348 14:47:00 388 15:27:00
269 13:28:00 309 14:08:00 349 14:48:00 389 15:28:00
270 13:29:00 310 14:09:00 350 14:49:00 390 15:29:00
271 13:30:00 311 14:10:00 351 14:50:00 391 15:30:00
272 13:31:00 312 14:11:00 352 14:51:00 392 15:31:00
273 13:32:00 313 14:12:00 353 14:52:00 393 15:32:00
274 13:33:00 314 14:13:00 354 14:53:00 394 15:33:00
275 13:34:00 315 14:14:00 355 14:54:00 395 15:34:00
276 13:35:00 316 14:15:00 356 14:55:00 396 15:35:00
277 13:36:00 317 14:16:00 357 14:56:00 397 15:36:00
278 13:37:00 318 14:17:00 358 14:57:00 398 15:37:00
279 13:38:00 319 14:18:00 359 14:58:00 399 15:38:00
280 13:39:00 320 14:19:00 360 14:59:00 400 15:39:00
Sumber : Pengumpulan Data

Universitas Sumatera Utara


5.1.3. Penentuan Jumlah Sampel

Jumlah sampel dari waktu kerja yang diperlukan dapat dihitung dengan

menggunakan metode Slovin.

𝑁𝑁
𝑛𝑛 =
1 + 𝑁𝑁𝑒𝑒 2

Diketahui:

n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel
yang masih dapat ditolerir

420
𝑛𝑛 = = 113,88 ≅ 114
1 + 420(0,08)2

Hasil dari perhitungan diatas menunjukkan bahwa pada penelitian ini

diambil minimal 114 kali pengamatan dalam satu hari, tetapi untuk memperoleh

hasil penelitian yang lebih akurat maka sampel digenapkan menjadi 200 sampel

pengamatan dalam satu hari. Pengamatan dilakukan dengan metode randomisasi.

Metode ini dibantu denganmicrosoftexceldengan formula RANDBETWEENuntuk

menentukan kapan waktu pengamatan. Jika pada hasil randomisasi muncul

bilangan yang sama, maka dilakukan pembangkitan bilangan random sekali lagi

untuk menggantikan bilangan yang sama. Berikut waktu pengamatan hasil metode

randomisasi dengan microsoft exceldapat dilihat pada Tabel 5.3.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 5.3. Waktu Pengamatan Terpilih dalam Satu Hari Kerja
Bilangan Bilangan Bilangan
No Waktu No Waktu No Waktu
Random Random Random
1 4 8:03:00 36 62 9:01:00 71 153 10:32:00
2 7 8:06:00 37 64 9:03:00 72 156 10:35:00
3 10 8:09:00 38 67 9:06:00 73 161 10:40:00
4 12 8:11:00 39 68 9:07:00 74 167 10:46:00
5 16 8:15:00 40 70 9:09:00 75 170 10:49:00
6 17 8:16:00 41 75 9:04:00 76 172 10:51:00
7 19 8:18:00 42 76 9:05:00 77 174 10:53:00
8 21 8:20:00 43 84 9:23:00 78 175 10:54:00
9 22 8:21:00 44 85 9:24:00 79 176 10:55:00
10 24 8:23:00 45 87 9:26:00 80 177 10:56:00
11 26 8:25:00 46 88 9:27:00 81 178 10:57:00
12 27 8:26:00 47 90 9:29:00 82 181 11:00:00
13 29 8:28:00 48 91 9:30:00 83 186 11:05:00
14 30 8:29:00 49 95 9:34:00 84 187 11:06:00
15 32 8:31:00 50 97 9:36:00 85 189 11:08:00
16 33 8:32:00 51 98 9:37:00 86 190 11:09:00
17 34 8:33:00 52 100 9:39:00 87 191 11:10:00
18 37 8:36:00 53 101 9:40:00 88 193 11:12:00
19 38 8:37:00 54 103 9:42:00 89 194 11:13:00
20 39 8:38:00 55 105 9:44:00 90 196 11:15:00
21 40 8:39:00 56 106 9:45:00 91 199 11:18:00
22 42 8:41:00 57 110 9:49:00 92 201 11:20:00
23 43 8:42:00 58 113 9:52:00 93 202 11:21:00
24 44 8:43:00 59 115 9:54:00 94 205 11:24:00
25 45 8:44:00 60 118 9:57:00 95 206 11:25:00
26 46 8:45:00 61 121 10:00:00 96 208 11:27:00
27 47 8:46:00 62 122 10:01:00 97 212 11:31:00
28 48 8:47:00 63 126 10:04:00 98 213 11:32:00
29 50 8:49:00 64 129 10:08:00 99 215 11:34:00
30 52 8:51:00 65 134 10:13:00 100 217 11:36:00
31 53 8:52:00 66 135 10:14:00 101 218 11:37:00
32 55 8:54:00 67 136 10:15:00 102 223 11:42:00
33 57 8:56:00 68 139 10:18:00 103 226 11:45:00
34 58 8:57:00 69 145 10:24:00 104 228 11:47:00
35 61 9:00:00 70 152 10:31:00 105 229 11:48:00
Sumber : Pengolahan Data

Universitas Sumatera Utara


Tabel 5.3. Waktu Pengamatan Terpilih dalam Satu Hari Kerja (Lanjutan)
Bilangan Bilangan Bilangan
No Waktu No Waktu No Waktu
Random Random Random
106 230 11:49:00 141 313 14:12:00 176 378 15:17:00
107 233 11:52:00 142 314 14:13:00 177 379 15:18:00
108 235 11:54:00 143 315 14:14:00 178 381 15:20:00
109 236 11:55:00 144 319 14:18:00 179 384 15:23:00
110 238 11:57:00 145 321 14:20:00 180 386 15:25:00
111 242 13:01:00 146 322 14:21:00 181 390 15:29:00
112 243 13:02:00 147 324 14:23:00 182 391 15:30:00
113 246 13:05:00 148 326 14:25:00 183 394 15:33:00
114 247 13:06:00 149 329 14:28:00 184 395 15:34:00
115 250 13:09:00 150 330 14:29:00 185 396 15:35:00
116 256 13:15:00 151 334 14:33:00 186 397 15:36:00
117 261 13:20:00 152 338 14:37:00 187 398 15:37:00
118 262 13:21:00 153 339 14:38:00 188 400 15:39:00
119 265 13:24:00 154 340 14:39:00 189 401 15:40:00
120 266 13:25:00 155 344 14:43:00 190 403 15:42:00
121 267 13:26:00 156 347 14:46:00 191 406 15:45:00
122 268 13:27:00 157 348 14:47:00 192 407 15:46:00
123 272 13:31:00 158 350 14:49:00 193 408 15:47:00
124 273 13:32:00 159 351 14:50:00 194 409 15:48:00
125 278 13:37:00 160 354 14:53:00 195 410 15:49:00
126 281 13:40:00 161 355 14:54:00 196 411 15:50:00
127 284 13:43:00 162 356 14:55:00 197 413 15:52:00
128 285 13:44:00 163 359 14:58:00 198 414 15:53:00
129 286 13:45:00 164 360 14:59:00 199 417 15:56:00
130 291 13:50:00 165 362 15:01:00 200 418 15:57:00
131 293 13:52:00 166 363 15:02:00
132 297 13:55:00 167 364 15:03:00
133 298 13:57:00 168 367 15:06:00
134 300 13:59:00 169 368 15:07:00
135 301 14:00:00 170 369 15:08:00
136 303 14:02:00 171 370 15:09:00
137 307 14:06:00 172 371 15:10:00
138 308 14:07:00 173 373 15:12:00
139 310 14:09:00 174 374 15:13:00
140 311 14:10:00 175 377 15:16:00
Sumber : Pengolahan Data

Universitas Sumatera Utara


5.1.4. Kegiatan WorkSampling

Pada waktu-waktu terpilih seperti yang tertera pada Tabel 5.3.

dilakukan pengamatan aktivitas pekerja yang rekapitulasi hasilnya (work dan

idle) selama 5 hari pengamatan dapat dilihat pada Tabel 5.4.

Tabel 5.4. Rekapitulasi Pengamatan Work Sampling


Bagian Kerja Pengamatan Hari Ke-
No. Aktivitas
(Pekerja Ke-) 1 2 3 4 5
1 Pemeriksaan hasil Work 157 158 157 154 158
pengemasan tepung Idle 43 42 43 46 42
(Pekerja 1) Total 200 200 200 200 200
2 Pemeriksaan hasil Work 152 150 151 155 153
pengemasan tepung Idle 48 50 49 45 47
(Pekerja 2) Total 200 200 200 200 200
3 Work 86 87 88 86 85
Pembentukan kotak kardus
Idle 114 113 112 114 115
(Pekerja 3)
Total 200 200 200 200 200
4 Work 83 82 81 82 81
Pembentukan kotak kardus
Idle 117 118 119 118 119
(Pekerja 4)
Total 200 200 200 200 200
5 Pemuatan kemasan tepung ke Work 154 152 153 152 153
dalam kotak kardus Idle 46 48 47 48 47
(Pekerja 5) Total 200 200 200 200 200
6 Pemuatan kemasan tepung ke Work 156 155 158 159 160
dalam kotak kardus Idle 44 45 42 41 40
(Pekerja 6) Total 200 200 200 200 200
7 Pemuatan kemasan tepung ke Work 151 155 152 156 157
dalam kotak kardus Idle 49 45 48 44 43
(Pekerja 7) Total 200 200 200 200 200
8 Isolasi penutup kardus Work 171 172 172 170 173
dengan mesin isolasi elemen Idle 29 28 28 30 27
kegiatan a,b,c (Pekerja 8) Total 200 200 200 200 200
9 Isolasi penutup kardus Work 171 172 172 170 173
dengan mesin isolasi elemen Idle 29 28 28 30 27
kegiatan d,e,f (Pekerja 9) Total 200 200 200 200 200
Sumber : Pengumpulan Data

Universitas Sumatera Utara


5.1.5. Rating Factor

Penentuan rating factor menggunakan metode westinghouseyang

mengarahkan penilaian pada empat faktor yang dianggap menentukan kewajaran

atau ketidakwajaran dalam bekerja. Hal tersebut meliputi: keterampilan, usaha,

kondisi kerja dan konsistensi. Setiap faktor terbagi kedalam kelas-kelas dengan

nilainya masing-masing. Rekapitulasi penentuan westinghouse factormasing-

masing pekerja dapat dilihat pada Tabel 5.5.

Tabel 5.5. Westinghouse FactorMasing-masing Pekerja


Nilai Westinghouse Factor
Pekerja Ke- Kondisi Total
Skill Effort Konsistensi
Kerja
1 +0,00 +0,00 +0,00 +0,01 +0,01
2 +0,00 +0,00 +0,00 +0,00 +0,00
3 +0,06 +0,02 +0,00 +0,01 +0,09
4 +0,03 +0,02 +0,00 +0,00 +0,05
5 +0,06 +0,02 +0,00 +0,01 +0,09
6 +0,03 +0,02 +0,00 +0,01 +0,06
7 +0,06 +0,02 +0,00 +0,00 +0,08
8 +0,00 +0,05 +0,00 +0,01 +0,06
9 +0,00 +0,05 +0,00 +0,01 +0,06
Sumber : Pengumpulan Data

Nilai rating factor yaitu nilai westinghousefactor ditambah 1. Rekapitulasi

hasil penilaian rating factor masing-masing pekerja dapat dilihat pada Tabel 5.6.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 5.6. Rekapitulasi Rating FactorMasing-masing Pekerja
Pekerja Westinghouse Rating
ke- Factor Factor
1 0,01 1,01
2 0,00 1,00
3 0,09 1,09
4 0,05 1,05
5 0,09 1,09
6 0,06 1,06
7 0,08 1,08
8 0,06 1,06
9 0,06 1,06
Sumber : Pengumpulan Data

5.1.6. Allowance

Nilai allowance untuk masing-masing bagian adalah sebagai berikut:

1. Bagian Pemeriksaan Hasil Pengemasan Tepung

Tabel 5.7. Nilai AllowancePekerja Bagian Pemeriksaan Hasil Pengemasan


Tepung
No. Allowance Keadaan %
1 Tenaga yang dikeluarkan Berdiri (tanpa beban) 1,0
2 Sikap kerja Ditumpu dua kaki 2,0
3 Gerakan kerja Normal 0,0
4 Kelelahan mata Pandangan yang terputus-putus 1,0
Keadaan temperatur Normal
5 1,0
tempat kerja
6 Keadaan atmosfer Adanya debu-debu 2,0
7 Keadaan lingkungan Normal 0,0
8 Kebutuhan pribadi Pria 2,0
Total 9,0
Sumber : Pengumpulan Data

Universitas Sumatera Utara


2. Bagian Pembentukan Kotak Kardus

Tabel 5.8. Nilai AllowancePekerja Bagian Pembentukan Kotak Kardus


No. Allowance Keadaan %
1 Tenaga yang dikeluarkan Duduk 0,5
2 Sikap kerja Bekerja Duduk 0,5
3 Gerakan kerja Normal 0,0
4 Kelelahan mata Pandangan yang terputus-putus 1,0
Keadaan temperatur Normal
5 1,0
tempat kerja
6 Keadaan atmosfer Adanya debu-debu 2,0
7 Keadaan lingkungan Normal 0,0
8 Kebutuhan pribadi Wanita 2,0
Total 7,0
Sumber : Pengumpulan Data

3. Bagian Pemuatan Kemasan Tepung ke dalam Kotak Kardus

Tabel 5.9. Nilai AllowancePekerja Bagian Pemuatan Kemasan Tepung ke


dalam Kotak Kardus
No. Allowance Keadaan %
1 Tenaga yang dikeluarkan Berdiri (beban 0,5 kg) 2,0
2 Sikap kerja Berdiri diatas dua kaki 2,0
3 Gerakan kerja Normal 0,0
4 Kelelahan mata Pandangan yang terputus-putus 1,0
Keadaan temperatur Normal
5 1,0
tempat kerja
6 Keadaan atmosfer Adanya debu-debu 2,0
7 Keadaan lingkungan Normal 0,0
8 Kebutuhan pribadi Pria 2,0
Total 10,0
Sumber : Pengumpulan Data

Universitas Sumatera Utara


4. Bagian Isolasi Penutup Kardus Menggunakan Mesin Isolasi

Tabel 5.10. Nilai AllowancePekerja Bagian Isolasi Penutup Kardus


dengan Mesin Isolasi
No. Allowance Keadaan %
1 Tenaga yang dikeluarkan Berdiri (beban 10 kg) 12,0
2 Sikap kerja Berdiri diatas dua kaki 2,0
3 Gerakan kerja Normal 0,0
4 Kelelahan mata Pandangan yang terputus-putus 1,0
Keadaan temperatur Normal
5 1,0
tempat kerja
6 Keadaan atmosfer Adanya debu-debu 2,0
7 Keadaan lingkungan Normal 0,0
8 Kebutuhan pribadi Pria 2,0
Total 20,0
Sumber : Pengumpulan Data

Rekapitulasi hasil penilaian allowance masing-masing pekerja dapat

dilihat pada Tabel 5.11.

Tabel 5.11. Rekapitulasi Allowance Masing-masing Pekerja


Bagian Kerja Allowance
Bagian Pemeriksaan Hasil Kemasan 9,0
Bagian Pembentukan Kotak Kardus 7,0
Bagian Pemuatan Kemasan ke
10,0
dalam Kardus
Bagian Isolasi Tutup Kardus 20,0
Sumber : Pengumpulan Data

5.1.7. Jumlah Produk

Jumlah produk yang dimaksud adalah banyaknya produk yang dihasilkan

pekerja selama pengamatan. Jumlah produk dari masing-masing pekerja dapat

dilihat pada Tabel 5.12.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 5.12. Jumlah Produk Masing-masing Pekerja
Total Produk
Jumlah Produk
per Bagian
No Bagian Kerja Jenis Produk Pekerja per Pekerja
Kerja
(5 hari)
(5 hari)
1 Bagian Pemeriksaan Kemasan 1 256676 503280
Hasil Kemasan tepung dalam 2 246604
plastik
2 Bagian Kotak kardus 3 13284 25997
Pembentukan Kotak 4 12713
Kardus
3 Bagian Pemuatan Kardus berisi 5 8552 25164
Kemasan ke dalam kemasan 6 8271
Kardus
7 8341
4 Bagian Isolasi Kardus hasil 8 12582 25164
Tutup Kardus isolasi 9 12582
Sumber : Pengumpulan Data

5.2. Pengolahan Data

5.2.1. Perhitungan Persentase Produktif

Persentase waktu produktif pekerja dapatdiketahui menggunakan rumus

sebagaiberikut:

Jumlah Work
%Produktif = x 100%
Jumlah pengamatan

Berdasarkan rumus di atas, perhitungan persentase waktu produktif

pekerja 1 pada hari 1 adalah:

157
%Produktif = x 100% = 78,50%
200

dalam angka desimal menjadi 0,7850

Data rekapitulasi waktu produktif masing-masing pekerja pada setiap

bagian kerja dapat dilihat pada Tabel 5.13.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 5.13. Rekapitulasi Waktu Produktif Masing-masing Pekerja
Pekerja Aktivitas Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Rata-rata
Bagian Pemeriksaan Work 157 158 157 154 158 156,8
Hasil Kemasan Idle 43 42 43 46 42 43,2
(Pekerja 1) Total 200 200 200 200 200
% Produktif 0,7850 0,7900 0,7850 0,7700 0,7900
% P Rata-rata 0,7840
Work 152 150 151 155 153 152,2
Bagian Pemeriksaan
Hasil Kemasan Idle 48 50 49 45 47 47,8
(Pekerja 2) Total 200 200 200 200 200
%P 0,7600 0,7500 0,7550 0,7750 0,7650
% P Rata-rata 0,7610
Work 86 87 88 86 85 86,4
Bagian
Pembentukan Kotak Idle 114 113 112 114 115 113,6
Kardus Total 200 200 200 200 200
(Pekerja 3) % Produktif 0,4300 0,4350 0,4400 0,4300 0,4250
% P Rata-rata 0,4320
Work 83 82 81 82 81 81,8
Bagian
Pembentukan Kotak Idle 117 118 119 118 119 118,2
Kardus Total 200 200 200 200 200
(Pekerja 4) % Produktif 0,4150 0,4100 0,4050 0,4100 0,4050
Rata-rata 0,4090
Bagian Pemuatan Work 154 152 153 152 153 152,8
Kemasan ke dalam Idle 46 48 47 48 47 47,2
Kardus Total 200 200 200 200 200
(Pekerja 5) % Produktif 0,7700 0,7600 0,7650 0,7600 0,7650
% P Rata-rata 0,7640
Bagian Pemuatan Work 156 155 158 159 160 157,6
Kemasan ke dalam Idle 44 45 42 41 40 42,4
Kardus Total 200 200 200 200 200
(Pekerja 6) % Produktif 0,7800 0,7750 0,7900 0,7950 0,8000
% P Rata-rata 0,7880
Work 151 155 152 156 157 154,2
Bagian Pemuatan Idle 49 45 48 44 43 45,8
Kemasan ke dalam
Total 200 200 200 200 200
Kardus
(Pekerja 7) % Produktif 0,7550 0,7750 0,7600 0,7800 0,7850
% P Rata-rata 0,7710

Universitas Sumatera Utara


Tabel 5.13. Rekapitulasi Waktu Produktif Masing-masing Pekerja
(Lanjutan)
Pekerja Aktivitas Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Rata-rata
Work 171 172 172 170 173 171,6
Bagian Isolasi Tutup Idle 29 28 28 30 27 28,4
Kardus
Total 200 200 200 200 200
(Pekerja 8)
%P 0,8550 0,8600 0,8600 0,8500 0,8650
% P Rata-rata 0,8580
Work 171 172 172 170 173 171,6
Bagian Isolasi Tutup Idle 29 28 28 30 27 28,4
Kardus
Total 200 200 200 200 200
(Pekerja 9)
% Produktif 0,8550 0,8600 0,8600 0,8500 0,8650
% P Rata-rata 0,8580
Sumber : Pengolahan Data

5.2.2. Uji Keseragaman Data

Uji keseragaman data dilakukan untuk mengetahui apakah data yang

dikumpulkan sudah seragam sesuai tingkat keyakinan pengamatan, ditandai

dengan tidak adanya data yang out of control. Uji keseragaman data dilakukan

dengan terlebih dahulu menentukan BKA dan BKB. Perhitungan BKA dan BKB

dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut:


P(1-P) � �
P(1-P) �
BKA = �
P+ k � BKB = �
P- k �
n n

pi = Persentase produktif hari ke-i


n = Jumlah pengamatan yang dilaksanakan per siklus waktu kerja
k = Harga indeks besarnya tergantung pada tingkat kepercayaan
k = 1,96 (tingkat keyakinan 95%)

Contoh perhitungan BKA dan BKB pekerja 1 adalah:

0,7850 + 0,7900 + 0,7850 + 0,7700 + 0,7900



P= = 0,7840
5

0,7840(1-0,7840)
BKA = 0,7840+ 1,96� = 0,8095
1000

Universitas Sumatera Utara


0,7840(1-0,7840)
BKB = 0,7840 -1,96� = 0,7585
1000

Berdasarkan perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa data proporsi

aktivitas bagian pemeriksa hasil kemasan tepung berada diantara BKA dan BKB

yaitu 0,7585 ≤ 0,7840 ≤ 0,8095maka data dikatakan seragam. Contoh peta

kontrol uji keseragaman data pekerja 1 dapat dilihat pada Gambar 5.1.

Peta Kontrol
Uji Keseragaman Data Pekerja 1 Bagian Pemeriksaan Hasil
Kemasan
0,82
0,81
0,80 BKA
0,79 BKB
0,78
% Produktif
0,77
0,76
0,75
1 2 3 4 5
Hari Pengamatan

Gambar 5.1. Peta Kontrol Uji Keseragaman data Pekerja 1

Rekapitulasi uji keseragaman data proporsi aktivitas masing-masing

pekerja pada setiap bagian dapat dilihat pada Tabel 5.14.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 5.14. Rekapitulasi Uji Keseragaman Data
Pekerja % Produktif
BKA BKB Keterangan
Ke- Rata-rata
1 0,7840 0,8095 0,7585 Seragam
2 0,7610 0,7874 0,7346 Seragam
3 0,4320 0,4627 0,4013 Seragam
4 0,4090 0,4395 0,3785 Seragam
5 0,7640 0,7903 0,7377 Seragam
6 0,7880 0,8133 0,7627 Seragam
7 0,7710 0,7970 0,7450 Seragam
8 0,8580 0,8796 0,8364 Seragam
9 0,8580 0,8796 0,8364 Seragam
Sumber : Pengolahan Data

5.2.3. Uji Kecukupan Data

Uji kecukupan data untuk mengetahui apakah data yang dikumpulkan

telah mencukupi atau belum memenuhi syarat ketelitian yang ditetapkan. Jika

data yang dikumpulkan belum mencukupi, maka perlu dilakukan penambahan

jumlah data. Uji kecukupan data dilakukan dengan nilai S adalah 8%, rumus

perhitungan dapat dilihat sebagai berikut:

k2 (1-p)
N' =
S2p

Dimana:
N’ = jumlah pengamatan yang perlu dilakukan
p = persentase produktif
S = tingkat ketelitian
k = harga indeks dari tingkat kepercayaan yang diambil (1,96)

Jika N’ ≤ N, data dikatakan cukup.

Contoh perhitungan uji kecukupan data untuk pekerja 1 adalah sebagai

berikut:

1.962 �1-0.7840�
N' = 2 = 165,37 ≈ 166
(0.08 )(0.7840)

Universitas Sumatera Utara


Jumlah pengamatan (N) adalah 1000 dan hasil perhitungan (N’) adalah

166, dapat dilihat bahwa N’<N, maka data dikatakan cukup. Rekapitulasi

pengujian kecukupan data dapat dilihat pada Tabel 5.15.

Tabel 5.15. Rekapitulasi Uji Kecukupan Data


Pekerja Ke- N %P N' Keterangan
1 1000 0,7844 166 Cukup
2 1000 0,7600 189 Cukup
3 1000 0,4029 789 Cukup
4 1000 0,4020 867 Cukup
5 1000 0,7639 185 Cukup
6 1000 0,7873 161 Cukup
7 1000 0,7717 178 Cukup
8 1000 0,8576 99 Cukup
9 1000 0,8576 99 Cukup
Sumber : Pengolahan Data

5.2.4. Perhitungan Tingkat Akurasi

Pengukuran tingkat akurasi dilakukan untuk mengetahui seberapa teliti

pengamatan yang telah dilakukan. Rumus yang digunakan yaitu:

k p (1- p )
S=
p N

Dimana:
S =tingkat akurasi
k = harga indeks yang besarnya tergantung dari tingkat kepercayaan yang
diambil
N = jumlah pengamatan
p = persentase waktu produktif (work atau idle) sebagai persentase N

Perhitungan rata-rata persentase waktu produktif seluruh pekerja pada

stasiun packingadalah:

p1 + p 2 + ... + p9
p=
9

Universitas Sumatera Utara


0,7840 + 0.7610 + ... + 0.8580
p= = 0,7138
9
Perhitungan tingkat akurasi dapat dilihat sebagai berikut:

1,96 p(1 − p)
S=
p N

1,96 0,713(1 − 0,7138)


S= = 0.039
0,7138 1000

Nilai S = ± 3,9% atau lebih kecil dari 8% (tingkat ketelitian yang

ditetapkan), maka penelitian yang dilakukan jauh lebih teliti dari yang

dipersyaratkan diawal penelititan.

5.2.5. Perhitungan Waktu Standar

Perhitungan waktu standar dilakukan untuk mengetahui seberapa besar

waktu yang dibutuhkan pekerja dalam mengerjakan satu unit produk. Rumus

yang digunakan untuk menghitung waktu standar adalah sebagai berikut.

Total Waktu x Waktu Produktif


Waktu Siklus =
Jumlah Produk yang Dihasilkan

Waktu Normal = Waktu Siklus x Rating Factor

100%
Waktu Standar =Waktu Normal x
100% - Allowance (%)

Total waktu diperoleh dari lamanya waktu pengamatan yaitu 420 menit

per hari selama 5 hari pengamatan = 2100 menit. Waktu standar untuk setiap

bagian kerja ditetapkan berdasarkan pekerja normalnya. Pekerja normal yang

terpilih seperti pada Tabel 5.16.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 5.16. Pekerja Normal dan Jumlah Produksi Selama Pengamatan
Pekerja Rating Jumlah
No Bagian Kerja
Normal Factor Produksi
1 Bagian Pemeriksaan
2 1,00 246604
Hasil Kemasan
2 Bagian Pembentukan
4 1,05 12713
Kotak Kardus
3 Bagian Pemuatan
Kemasan ke dalam 6 1,06 8271
Kardus
4 Bagian Isolasi Tutup
8 1,06 12582
Kardus
Sumber : Pengolahan Data

Pada pekerjaan pemeriksaan hasil pengemasan, pekerja normalnya

adalah pekerja 2 dimana total produk yang dihasilkan selama pengamatan adalah

246604 unit. Contoh perhitungan waktu standar bagian pemeriksaan adalah

sebagai berikut:

2100 x 0,7610 x1,00 100%


Waktu Standar = x
246604 100%-9%

Waktu Standar = 0,0071menit

Setelah diperoleh waktu standar maka dilakukan perhitungan total waktu

pengerjaan masing-masing pekerja. Contoh perhitungan total waktu pengerjaan

untuk pekerja 1sebagai berikut:

Total Waktu Pengerjaan = Waktu Standar x Jumlah Produk

= 0,0071x 256676

= 1827,8801menit

Rekapitulasi perhitungan waktu standar dan total waktu pengerjaan

untuk masing-masing pekerja dapat dilihat pada Tabel 5.17.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 5.17.Rekapitulasi Waktu Standar dan Total Waktu Pengerjaan
Setiap Pekerja
Jumlah Waktu Total Waktu
Pekerja Produk Standar Pengerjaan
(unit) (menit) (menit)
1 256676 0,0071 1827,8801
2 246604 1756,1538
3 13284 0,0763 1013,2807
4 12713 969,7258
5 8552 0,2356 2015,2018
6 8271 1948,9867
7 8341 1965,4815
8 12582 0,1897 2387,3850
9 12582 2387,3850
Sumber : Pengolahan Data

5.2.6. Perhitungan Beban Kerja

Perhitungan beban kerja merupakan rasio antara Total Waktu

Pengerjaan (TWP) dengan Total Waktu Tersedia (TWT) yang dirumuskan

sebagai berikut:

Total Waktu Pengerjaan


Beban kerja =
Total Waktu Tersedia

Beban kerja yang baik sebaiknya mendekati 100% atau dalam kondisi

normal. Contoh perhitungan beban kerja padapekerja 1 adalah sebagai berikut:

1827,8801
Beban kerja = = 0,8704
2100

Rekapitulasi beban kerja untuk masing-masing bagian kerja dapat

dilihat pada Tabel 5.18.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 5.18.Rekapitulasi Beban Kerja
Total Persentase
Pekerja Total Waktu
Bagian Kerja Waktu Beban
ke- Pengerjaan
Tersedia Kerja
Bagian Pemeriksaan 1 1827,8801 2100 0,8704
Hasil Pengemasan 2 1756,1538 2100 0,8363
Bagian Pembentukan 3 1013,2807 2100 0,4825
Kotak Kardus 4 969,7258 2100 0,4618
Pemuatan Kemasan 5 2015,2018 2100 0,9596
ke dalam Kardus 6 1948,9867 2100 0,9281
7 1965,4815 2100 0,9359
Bagian Isolasi Tutup 8 2387,3850 2100 1,1369
Kardus 9 2387,3850 2100 1,1369
Sumber : Pengolahan Data

5.2.7. Perhitungan Jumlah Pekerja dengan Work Load Analysis

Perhitungan jumlah pekerja yang dibutuhkan berdasarkan beban kerja

dari pekerja stasiun packing dapat dilihat sebagai berikut:

1. Bagian pemeriksaan hasil pengemasan tepung

Total beban kerja = Beban Kerja Pekerja 1 + Beban Kerja Pekerja 2

= 0,8704+ 0,8363

= 1,7067

Rata-rata beban kerja = 1,7067 / 2

= 0,8533

Rata-rata beban kerja pada bagian pemeriksaan hasil kemasan tepung tidak

lebih dari 1, sehingga jumlah pekerja di bagian ini tetap 2 orang.

Universitas Sumatera Utara


2. Bagianpembentukan kotak kardus

Total beban kerja = Beban Kerja Pekerja 1 + Beban Kerja Pekerja 2

Total beban kerja = 0,4825+ 0,4618

= 0,9443

Rata-rata beban kerja = 0,9443 / 2

= 0,4721

Total beban kerja kedua pekerja tidak lebih dari 1, sehingga cukup 1 orang

pekerja saja yang berada di bagian ini.

3. Bagianpemuatan tepungdalam kemasan plastik ke dalam kardus

Total beban kerja = Beban Kerja Pekerja 1 + Beban Kerja Pekerja 2

+ Beban Kerja Pekerja 3

Total beban kerja = 0,9596+ 0,9281+ 0,9359

= 2,8237

Rata-rata beban kerja = 2,8237 / 3

= 0,9412

Rata-rata beban kerja pada bagian memasukkan kemasan ke dalam kardus

tidak lebih dari 1, sehingga jumlah pekerja di bagian ini tetap 3 orang.

4. Bagian isolasitutup kardus

Total beban kerja = Beban Kerja Pekerja 1 + Beban Kerja Pekerja 2

Total beban kerja = 1,1369+ 1,1369

= 2,2737

Universitas Sumatera Utara


Rata-rata beban kerja = 2,2737 / 2

= 1,1369

Total beban kerja pada bagian mengisolasi tutup kardus lebih dari 1,

sehingga tugas pada bagian ini tidak dapat diselesaikan oleh 2 orang pekerja

sesuai target waktu kerja.

Universitas Sumatera Utara


BAB VI

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH

6.1 AnalisisHasilWork Sampling

Pengamatan work sampling dilakukan selama 5 hari pengamatan berturut-

turut dengan 200 kali pengamatan per hari untuk setiap pekerja. Hasil pengolahan

data (Tabel 5.13.) menunjukkan bahwa persentase waktu produktif yang paling

besar dimiliki oleh pekerja 8 dan pekerja 9 (bagian isolasi tutup kardus) yaitu

sebesar 85,80%, dan yang paling rendah yaitu pekerja 4 (bagian pembentukan

kotak kardus) dengan persentase waktu produktif sebesar 40,90%. Artinya pekerja

8 dan pekerja 9 menggunakan waktu kerjanya lebih maksimal dibandingkan

dengan pekerja 4 dan pekerja yang lainnya.

Banyaknya waktu menganggur (idle) dan besarnya toleransi kelonggaran

yang diberikan (allowance) pekerja berbeda-beda sesuai dengan bagian kerjanya.

Rekapitulasi perbandingan nilai idle dan allowance dapat dilihat pada Tabel 6.1.

Tabel 6.1. Perbandingan Waktu Idle, dan Allowance


Pekerja Selisih Idle
Bagian Kerja % Idle Allowance
ke- dan Allowance
Bagian Pemeriksaan 1 21,6% 9% 12,6%
Hasil Kemasan 2 23,9% 9% 14,9%
Bagian Pembentukan 3 56,8% 7% 49,8%
Kotak Kardus 4 59,1% 7% 52,1%
Bagian Pemuatan 5 23,6% 10% 13,6%
Kemasan ke dalam 6 21,2% 10% 11,2%
Kardus 7 22,9% 10% 12,9%
Bagian Isolasi Tutup 8 14,2% 20% -5,8%
Kardus 9 14,2% 20% -5,8%
Sumber : Pengolahan Data

Universitas Sumatera Utara


Tabel 6.1. menunjukkan bahwa sebagian pekerja tidak memanfaatkan waktu

kerjanya secara maksimal, terlihat banyak waktu kerja terbuang (selisih idledan

allowance positif) tetapi ada juga yang memanfaatkan waktu kerjanya dengan

sangat baik karena sebagian allowance yang diberikan digunakan untuk bekerja.

Beban kerja paling berat adalah pada pekerja 8 dan 9 bagian isolasi tutup kardus

dimana allowance yang diberikan 20%, tetapi pekerja tersebut hanya

memanfaatkan 14,2% waktu kerjanya untuk hal tidak produktif, termasuk

allowance. Berbeda dengan pekerja 3 dan 4 bagian pembentukan kotak kardus,

dimana kelonggaran yang diberikan yaitu 7% tetapi waktu yang terbuang cukup

besar yaitu mencapai 49,8% dan 52,1% dari waktu kerja yang diberikan.

6.2 AnalisisBeban Kerja

Nilai beban kerja diperoleh setelah melakukan perhitungan waktu

standar. Beban kerja masing-masing pekerja berbeda-beda, beban kerja paling

besar yaitu pekerja 8 dan 9 sebesar 113,69% dan beban kerja yang paling kecil

yaitu pekerja 4 bagian membentuk kotak kardus sebesar 46,18%.

Aktivitas pekerja di stasiun packing dapat diilustrasikan dalam bentuk

gambar menggunakan Software Google SketchUp 8 yang disertai nilai beban kerja

masing-masing pekerja. Ilustrasi pekerja beserta beban kerja di stasiun packing

dapat dilihat pada Gambar 6.1.

Universitas Sumatera Utara


Gambar 6.1. Ilustrasi Pekerja Aktual pada Stasiun Packing

6.3 AnalisisJumlah Pekerja

Jumlah pekerja diperoleh dari hasil workloadanalysis yaitu dengan

membagi total beban kerja terhadap jumlah pekerja, yang hasilnya tertera pada

Tabel 6.2.

Tabel 6.2. Rata-rata Beban Kerja


Aktual
Beban
Bagian Kerja Jumlah Rata-rata
Kerja
Pekerja Beban Kerja
Bagian Pemeriksaan Hasil
1,7067 2 0,8533
Kemasan
Bagian Pembentukan Kotak
0,9443 2 0,4721
Kardus
Pemuatan Kemasan ke
2,8237 3 0,9412
dalam Kardus
Bagian Isolasi Tutup
2,2737 2 1,1369
Kardus
Total 9
Sumber : Pengolahan Data

Universitas Sumatera Utara


Dari Tabel 6.2. terlihat adanya beban kerja yaang tidak sesuai dengan

jumlah pekerja pada masing-masing bagian kerja, seperti:

1. Rata-rata beban kerja untuk 2 orang pekerja pada bagian pemeriksaan hasil

pengemasan adalah 0,8533. Rata-rata beban kerja tidak melebihi 1, sehingga

tidak perlu melakukan penambahan atau pengurangan jumlah pekerja.

2. Rata-rata beban kerja dari pekerja bagian pembentukan kotak kardus adalah

0,4721. Karena beban kerja yang dialami kedua pekerja masing-masing

sangat ringan yaitu tidak sampai 50% maka pekerjaancukup dikerjakan oleh 1

orang pekerja dengan beban 0,9443.

3. Rata-rata beban kerja dari 3 orang pekerja pada bagian pemuatantepung

dalam kemasan plastik ke dalam kardus adalah 0,9412 sehingga tidak perlu

melakukan penambahan atau pengurangan jumlah pekerja.

4. Total beban kerja untuk 2 orang pekerja pada bagian isolasi tutup kardus

adalah 2,2737dan rata-rata beban kerjanya adalah 1,1369. Karena beban kerja

yang dialami masing-masing pekerja lebih dari 100%, maka bagian kerja

tersebut perlu penambahan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang

dibutuhkan yaitu 1 orang, tetapi karena pekerjaan ini merupakan pekerjaan

regu kerja, dimana sepasang pekerja harus bekerja secara bersamaan maka

dibutuhkan 2 orang pekerja sekaligus. Jadi dengan penambahan 2 orang

pekerja dapat mengurangi beban kerja masing-masing pekerja dari 1,1369

menjadi 0,5684.

Rekapitulasi jumlah pekerja untuk setiap bagian kerja dapat dilihat pada

Tabel 6.3.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 6.3. Rekapitulasi Jumlah Pekerja
Aktual Usulan
Beban
Bagian Kerja Jumlah Rata-rata Jumlah Rata-rata
Kerja
Pekerja Beban Kerja Pekerja Beban Kerja
Bagian Pemeriksaan
1,7067 2 0,8533 2 0,8533
Hasil Kemasan
Bagian
Pembentukan Kotak 0,9443 2 0,4721 1 0, 9443
Kardus
Pemuatan Kemasan
2,8237 3 0,9412 3 0,9412
ke dalam Kardus
Bagian Isolasi Tutup
2,2737 2 1,1369 4 0,5684
Kardus
Total 9 10
Sumber : Pengolahan Data

Dari Tabel 6.3. terlihat bahwa jumlah pekerja di stasiun packing

membutuhkan pengurangan 1 orang pekerja pada bagian pembentukan kotak

kardus, dan penambahan 2 orang pekerja pada bagian isolasi tutup kardus,

sehingga total pekerja berubah yaitu dari 9 orang menjadi 10 orang.

Ilustrasi pekerja di stasiun packing setelah dilakukan pengurangan dan

penambahan setiap bagian kerja dapat dilihat pada Gambar 6.2.

Universitas Sumatera Utara


Gambar 6.2. Ilustrasi Perubahan Jumlah Pekerja pada Stasiun Packing

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa penambahan jumlah pekerja

sudah tepat, tetapi tidak optimum karena beban kerja pekerja pada bagian isolasi

tutup kardus terlalu rendah yaitu 0,5684. Selain beban kerja yang terlalu ringan, 2

orang pekerja yang membentuk regu kerja juga membutuhkan 1 mesin isolasi.

Oleh karena itu, perlu dilakukan pengalokasian ulang pekerja supaya beban kerja

setiap pekerja merata dan perusahaan tidak perlu menambah mesin isolasi.

Untuk memperoleh beban kerja optimum, terlebih dahulu dilakukan

pemenuhan beban kerja sebanyak 100% terhadap 1 orang pekerja. Kemudian

dilakukan alokasi beban kerja untuk pekerja yang beban kerjanya masih dibawah

100%. Pengalokasian beban kerja dapat dilihat pada Tabel 6.4.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 6.4. Pengalokasian Pekerja Optimum
Beban Beban Kerja
Jumlah
Bagian Kerja Kerja Dioptimumkan
Pekerja
Total
Bagian Pemeriksaan Hasil Pekerja 1 : 1,00
1,70 2
Kemasan Pekerja 2 : 0,70
Bagian Pembentukan Kotak Pekerja 3 : 0,94
0,94 2
Kardus Pekerja 4 : 0,00
Pekerja 5 : 1,00
Pemuatan Kemasan ke dalam
2,82 3 Pekerja 6 : 1,00
Kardus
Pekerja 7 : 0,82
Pekerja 8 : 1,13
Bagian Isolasi Tutup Kardus 2,27 2
Pekerja 9 : 1,13
Total 9
Sumber : Pengolahan Data

Terdapat 4 orang pekerja yang memiliki beban kerja dibawah 100% yaitu

1 orang pekerja bagian pemeriksaan kemasan, 2 orang bagian membentuk kotak,

dan 1 orang bagian memasukkan kemasan ke dalam kardus. Alokasi pekerja untuk

setiap bagian kerja masih dapat diatur ulang agar beban kerja masing-masing

pekerja mendekati atau sama dengan 100%. Berdasarkan Tabel 6.4., tugas-tugas

pekerja dapat dialokasikan dengan cara berikut:

1. Pekerja bagian pembentukan kotak kardus dikurangi 1 orang (pekerja 4

dengan beban kerja 0,00)

2. Pekerja bagian pemeriksaan kemasan tepung (pekerja 2 dengan beban kerja

0,70), dan pekerja bagian memasukkan kemasan ke dalam kardus (pekerja 7

dengan beban kerja 0,82) akan diberi tambahan tugas untuk memenuhi beban

kerja yang tidak terpakai (masing-masing 30% dan 18%). Tambahan tugas

yang diberikan kepada pekerja tersebut adalah membantu tugas bagian isolasi

tutup kardus.

Universitas Sumatera Utara


Jumlah pekerja berdasarkan alokasi ulang beban kerja masing-masing

pekerja dapat dilihat pada Tabel 6.5.

Tabel 6.5. Pembagian Tugas Setelah Alokasi


Total Beban Beban
Bagian
Beban Pekerja Kerja Tugas Aktual Kerja Tugas Usulan
Kerja
Kerja (Aktual) (Usulan)
Bagian 170% 1 86,7% • Memeriksa 100% • Memeriksa
Pemeriksaan hasil kemasan hasil kemasan
Hasil
Kemasan 2 83,3% • Memeriksa 70% • Memeriksa
hasil kemasan hasil kemasan
* 30% • Mengangkat
kardus
sebelum
diisolasi
Bagian 94% 3 48% • Membentuk 94 % • Membentuk
Pembentukan kotak kardus kotak kardus
Kotak 4 46% • Membentuk - -
Kardus kotak kardus
Pemuatan 282% 5 95,9% • Memuat 100% • Memuat
Kemasan ke kemasan ke kemasan ke
dalam dalam kardus dalam kardus
Kardus 6 92,7% • Memuat 100% • Memuat
kemasan ke kemasan ke
dalam kardus dalam kardus
7 93,6% • Memuat 82% • Memuat
kemasan ke kemasan ke
dalam kardus dalam kardus

* 18% • Mengangkat
kardus setelah
diisolasi
Bagian 227% 8 113,5% • Mengisolasi 100% • Mengisolasi
Isolasi Tutup tutup kardus tutup kardus
Kardus 9 113,5% • Mengisolasi 100% • Mengisolasi
tutup kardus tutup kardus
Jumlah Pekerja 9 Pekerja 8 Pekerja

Keterangan: *) Beban Kerja yang terpakai di bagian Isolasi Tutup Kardus

Ilustrasi pengalokasian pekerja pada stasiun packing dapat dilihat pada

Gambar 6.3.

Universitas Sumatera Utara


Gambar 6.3. Ilustrasi Pengalokasian Pekerja pada Stasiun Packing

Perhitungan jumlah pekerja dan pengalokasian ulang pekerja

menunjukkan bahwa dengan 8 orang pekerja akan memperoleh hasil kerja yang

sama dengan 9 orang pekerja. Dengan demikian, direkomendasikan 8 orang

pekerja saja di stasiun kerja packing sehigga terjadi penghematan 1 orang tenaga

kerja.

Universitas Sumatera Utara


BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN

7.1. Kesimpulan

Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian di stasiun packing PT. Aroma

Mega Sari adalah sebagai berikut:

1. Hasil work sampling menunjukkan bahwa pekerja di bagian isolasi lebih

produktif dari seluruh pekerja lainnya dengan waktu produktif sebesar

85,80%; sedangkan yang paling rendah adalah pekerja bagian pembentukan

kotak kardus dengan waktu produktif sebesar 40,90%.

2. Hasil perhitungan menunjukkanbeban kerja yang dialami pekerja bagian

pemeriksaan hasil pengemasan tepung ke dalam kantong plastik sebesar

86,78% dan 83,38%; bagian pembentukan lipatan kardus menjadi kotak

kardus sebesar 48,27% dan 46,19%; bagian pemuatan kemasan tepung ke

dalam kotak kardus sebesar 95,95%, 92,79% dan 93,58%; dan bagian isolasi

penutup kardus sebesar 113,69%.

3. Alokasi ulang pekerja sesuai beban kerjanya, merekomendasikan jumlah

pekerja di stasiun packing berubah, dari 9 orang menjadi 8 orang.

4. Beban kerja pada bagian isolasi tutup kardus berkurang karena dibantu paruh

waktu oleh 2 orang pekerja dari bagian kerja lain, yaitu 1 orang dari bagian

pemeriksaan hasil kemasan dan 1 orang dari bagian pemuatan kemasan ke

dalam kardus.

Universitas Sumatera Utara


7.2. Saran

Saran untuk yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

1. Pihak perusahaan sebaiknya memperhatikan besarnya waktu pekerja yang

menganggur agar waktu kerja dapat digunakan secara optimal.

2. Pihak perusahaan dapat mempertimbangkan hasil penelitian beban kerja yang

dialami pekerja ini untuk melakukan pengaturan ulang pembagian kerja dan

pengalokasian pekerja.

Universitas Sumatera Utara