Anda di halaman 1dari 3

PENGERTIAN METODOLOGI STUDI ISLAM

Agus Cahyono
001
e-mail aguscahyo065@gmail.com
Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Dewasa ini banyak orang yang kurang mengerti tentang hakikat metodologi studi
islam umumnya para masyarakat awam hanya akan menggap bahwa metodologi studi islam
hanya mempelajari tentang dasar-dasar keislaman hampir sama dengan ilmu islam lainnya
jadi mereka mengagap bahwa metodologi studi islam ini kurang menarik untuk di pelajari
ataupun dikaji mungkin salah satu penyebabnya adalah kurangnya edukasi kepada para
generasi muda dimana pendidik kurang memahami hal tersebut dengan demikian perlunya
pendidik untuk dapat mengembangkan kompetensi dasar yang sebelumnya telah dimiliki oleh
peserta didik diperlukan adanya pengalaman yang diberikan kepada mereka pada lingkungan
belajarnya baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan masyarakat.1Padahal tidak
demikian ruang lingkup metodologi studi islam sangatlah luas dan juga sangat menarik untuk
di pelajari bagain mana tidak metodologi studi islam mencakup berbagai macam aspek dalam
islam bahkan sampai kepada azzimat, rajah, rapalan kemudian pusaka syair-syair dan masih
banyak yang lainnya itu dikaji dalam metodologi studi islam oleh sebab itu agar lebih jelas
apa sebenarnya metodologi studi islam itu dapat disimak uraian dibawah ini.
Metodologi studi islam merupakan gabungan dari tiga kata yang pada masing-masing
kata memiliki arti sendiri berikut yakni metode adalah suatu ilmu tentang cara atau langkah-
langkah yang di tempuh dalam suatu disiplin tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Metode
berarti ilmu cara menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Metode juga disebut pengajaran
atau penelitian.Menurut istilah metodologi berarti cara, kiat dan seluk beluk yang berkaitan
dengan upaya menyelsaikan sesuatu, sementara logos berarti ilmu pengetahuan, cakrawala
dan wawasan. Dengan demikian metodologi adalah metode atau cara-cara yang berlaku
dalam kajian atau penelitian.
Metodologi adalah masalah yang sangat penting dalam sejarah pertumbuhan ilmu,
metode kognitif yang betul untuk mencari kebenaran adalah lebih penting dari filsafat, sains,
atau hanya mempunyai bakat.Salah satu cara dan prosedur untuk memperoleh pengetahuan
dapat ditentukan berdasarkan disiplin ilmu yang dikajinya, oleh karena itu dalam menentukan
disiplin ilmu kita harus menentukan metode yang relevan dengan disiplin itu, masalah yang
dihadapi dalam proses verivikasi ini adalah bagaimana prosedur kajian dan cara dalam
pengumpulsn dan analisis data agar kesimpulan yang ditarik memenuhi persyaratan berfikir
induktif. Penetapan prosedur kajian dan cara ini disebut metodologi kajian atau metodologi
penelitian.
Selain itu, metodelogi adalah pengetahuan tentang metode-metode, jadi metode
penelitian adalah pengetahuan tentang berbagai metode yang digunakan dalam penelitian.
Metodologi sebagai bidang peenelitian ilmiah yang berhubungan dengan pembahasan tentang
metode-metode yang digunakan dalam mengkaji fenomena alam dan manusia atau dengan
kata lain metodologi adalah bidang penelitian ilmiah yang membenarkan, mendeskripsikan
dan menjelaskan aturan-aturan, prosedur-prosedur sebagai metode ilmiah.
Ketika metode digabungkan dengan kata logos maknanya berubah. Logos berarti
studi tentang atau teori tentang. Oleh karena itu, metodologi tidak lagi sekedar kumpulan cara
yang sudah diterima tetapi berupa berupa kajian tentang metode. Dalam metodologi
dibicarakan kajian tentang cara kerja ilmu pengetahuan. Pendek kata, bila dalam metode tidak

1Dedi Wahyudi,Habibatul Azizah, “Strategi Pembelajaran Menyenangkan Dengan Konsep Learning Revolution”
Volume 26 (2016): 5.
ada perbedaan, refleksi dan kajian atas cara kerja ilmu pengetahuan, sebaliknya dalam
metodologi terbuka luas untuk mengkaji, mendebat, dan merefleksi cara kerja suatu ilmu.
Maka dari itu, metodologi menjadi menjadi bagian dari sistematika filsafat, sedangkan
metode tidak.
Studi adalah sebagai mempelajari sesuatu untuk mengerti kedudukan, mencari
pengetahuan tentang sesuatunya di dalam hubungan sebab dan akibatnya, ditinjau dari
jurusan yang tertentu dan dengan metode yang tertentu pula.
Sedangkan islam sendiri adalah agama yang agama Allah yang diturunkan kepada manusia
melalui nabi Muhammad sebagai Rosul atau utusan langsung dari Allah untuk
menyampaikan agamnanya kepada manusia agar manusia menjadi manusia yang manusiawi
yang tujuannya adalah rohmatan lilngalamin. Dalam islam tidak hanya menuntut
pemeluknya untuk beribadah tetapi segala sesuatu mulai dari sesuatu yang kecil hingga
sesuatu yang sangat penting sudah diatur serperti dari makan, buang air, sampai bagaimana
cara bersosialisasi, pendidikan gender serta cara mengatur sebuah negara di ataur didalam
islam karena sesuai dengan tujuannya yakni rohmatan lilngalaminmaka semuanya sudah di
atur oleh Allah. Sebagai contoh pendidikan gender seperti yang kita tau kesetaran gender di
Indonesia baru digaungkan pada tanggal 21 april 1964 dengan ditemukannya surat-surat
kartini pada temannya yang kemudian dijadikan sebuah buku yang berjudul habis gelap
terbitlah terang dengan adanya hal ini pada sat itu juga kartini dianggap sebagai pahlawan
emansipasi yang membuat wanita setara dengan pria drajatnya, sedangkan didalam islam itu
sudah di atur sedemikian rupa sejak 1439 H yang lalu Prinsip-prinsip kesetaraan dan keadilan
gender dalam kitab suci Al Qur’an antara lain mempersamakan kedudukan laki-laki dan
perempuan sebagai hamba Tuhan dan sekaligus sebagai wakil Tuhan di dunia.2
Istilah metodologi studi islam digunakan ketika seorang ingin membahas kajian-
kajian seputar ragam metode yang biasa digunakan dalam studi islam. Sebut saja misalnya
kajian atas metode normative, historis, filosofis, komparatif dan lain sebagainya. Metodologi
studi islam mengenal metode- metode itu sebatas teoritis. Seseorang yang mempelajarinya
juga belum menggunakannya dalam praktik. Ia masih dalam tahap mempelajari secara teoritis
bukan praktis.
Pada dasarnya metodologi studi islam adalah sebuah studi yang mengkaji tentang
berbagai macam hal yang berkaitan dengan islam Studi Islam yaitu usaha sadar dan
sistematis yang bertujuan untuk mengetahui serta memahami juga membahas secara
mendalam tentang berbagai hal yang berkaitan dengan agama Islam, baik berkaitan dengan
ajaran, sejarah ataupun praktik-praktik pelaksanaannya secara konkrit dalam kehidupan
sehari-hari sepanjang sejarah peradabannya. Studi Islam di dalam kalangan umat Islam
bertujuan untuk memahami, mendalami, dan membahas ajaran-ajaran Islam supaya mereka
dapat melaksanakan serta mengamalkan ajarannya dengan baik dan benar. Sedangkan studi
Islam di luar kalangan umat Islam biasanya bertujuan untuk mempelajari asal mula agama
serta praktik-praktik keagamaan yang ada di kalangan umat Islam dimana hal tersebut
semata-mata sebagai ilmu pengetahuan tentang Islam atau dikenal dengan istilah Islamologi.
Seperti pada ilmu-ilmu pengetahuan pada umumnya, maka ilmu pengetahuan tentang
asal mula agama dan praktik-praktik keagamaan Islam itu dapat juga dimanfaatkan untuk
berbagai macam tujuan, baik tujuan tersebut mengarah pada hal positif atau negatif seperti
para ahli stidi islam yang berasal dari luar islam yang mempelajarinya untuk menemukan
kelemahan-kelemahan islam kemudian menghancurkannya dari dalam karena mereka tau jika

2Nuryah dkk, Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam Dari Masa Klasik, Tengah, Hingga Moderen, n.d., 257.
umat islam terlalu kuat untuk diserang dari luar maka mereka menyerangnya dari dalam
seperti mercuni orang-orang awam dengan pemahaman yang ekstrem serta jihad yang tidak
tepat sasaran yang justru akan merusak citra serta kesatuan islam sendiri yang akhirnya
menimbulkan perpecahan dikalangan umat islam sendiri.
Namun, di masa sekarang ini sepertinya para orientalis mulai berpindah haluan,
banyak diantara mereka yang memberikan berbagai pandangan yang objektif, kritis, serta
ilmiah terhadap Islam serta pemeluknya. Hal tersebut sangat berguna terhadap
pengembangan studi Islam di kalangan umat Islam sendiri.Setelah zaman keemasan Islam
atau umat Islam memasuki masa kemundurannya, studi Islam yang mendominasi kalangan
intelektual muslim lebih mengarah pada sifat subjektif, apologi, doktriner, serta menutup diri
terhadap pendekatan yang dilakukan oleh orientalis yang bersifat objektif serta rasional. Hal
tersebut mengakibatkan ajaran agama Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah
yang sejatinya bersifat rasional serta adaptif terhadap perubahan dan perkembangan zaman
berubah menjadi ajaran-ajaran yang baku, kolot, kaku serta tabu terhadap hal-hal yang
bersifat rasional, tuntutan perubahan, serta perkembangan zaman.
Lebih miris lagi kehidupan masyarakat, prilaku keagamaan, dan budaya umat Islam
terlihat jalan di tempat atau membeku seperti ketinggalan zaman. Lebih bahayanya lagi, hal
inilah yang kemudian menjadi sasaran objek studi dari kaum orientalis dalam studi
IslamMelalui sentuhan dan persinggungan budaya modern dengan budaya Islam sepertinya
memicu kalangan umat Islam untuk bersikap objektif, kritis, serta terbuka terhadap
pandangan luar. Akibatnya pendekatan ilmiah yang bersifat rasional serta objektif pun
mewarnai khasanah dunia Islam dan studi Islam dari kalangan umat Islam sendiri.
Melalui kajian Islam yang objektif serta ilmiah, maka ajaran-ajaran Islam bukan
hanya sekedar dogma-dogma teologis tetapi ajaran yang dipercaya sebagai ajaran abadi dan
universal itu benar-benar berkembang, relevan, dibutuhkan, serta mampu menjawab
tantangan zaman yang dinamis tidak seperti bayangan para orientalis bahwa mereka
menganggap Islam menghendaki ketidakmajuan atau ketidakmampuan menyesuaikan
kemajuan zaman. Pendekatan ilmiah dalam studi Islam yang bersifat rasional serta objektif
juga hendaknya mengacu kepada tiga pengertian Islam: Islam yang bermakna pada
ketundukan atau berserah diri, Islam yang bermakna pada keselamatan dunia dan akhirat, dan
Islam yang bermakna pada kedamaian. Dari hal tersebut, studi Islam merupakan cermin
pemikiran yang bermuara pada kedudukan Tuhan sebagai Sang Pencipta, selamat di dunia-
akhirat, serta berdamai dengan makhluk lain.
Begitulah sedikit edukasi mengenai pengertian metodologi studi islam yang berhasil
penulis kupas semoga dengan tulisan tersebut dapat mengedukasi banyak orang serta
membuka pengetahuan banyak orang dan bermanfaat bagi banyak orang pula.