Anda di halaman 1dari 17

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT

& Komentar Posted by Emel Seran pada 18 Juni 2011

Selain dari ikatannya, terdapat cara lain untuk mengelompokan senyawa yakni
didasarkan pada daya hantar listrik. Jika suatu senyawa dilarutkan dalam air dapat
menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit, dan sebaliknya jika larutan
tersebut tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan nonelektrolit.

Glukosa (C6H12O6), etanol (C2H5OH), gula tebu (C12H22O11), larutan urea (CO(NH2)2)
merupakan beberapa contoh senyawa yang dalam bentuk padatan, lelehan maupun
larutan tidak dapat menghantarkan arus listrik.

Cara pengujian suatu senyawa termasuk elektrolit atau nonelektrolit dapat dilakukan
dengan meghubungkan baterai dan lampu bohlam atau amperemeter kemudian ujung
kabel dihubungkan pada dua buah elektroda. Satu sebagai anoda (+), satu sebagai
katoda (-).

Setelah semua terhubung pengujian dapat dilakukan dengan mencelupkan kedua


elektroda ke dalam larutan yang akan diuji dan perhatikan agar kedua elektrode tidak
bersentuhan. Ketika elektroda dicelupkan, jika lampu bohlam menyala dan atau
terbentuk gelembung udara pada kedua elektroda maka senyawa atau zat tersebut
termasuk golongan senyawa elektrolit.

Begitu pula sebaliknya, ketika elektroda dicelupkan lampu bohlam tidak menyala dan
atau tidak terbentuk gelembung udara pada kedua elektroda, maka senyawa atau zat
tersebut termasuk golongan senyawa nonelektrolit.

Gambar Rangkaian Alat pengujian larutan


Mengapa Larutan Menghantarkan Arus Listrik

Larutan elektrolit dapat menghantarkanarus listrik sedangkan larutan nonelektrolit


tidak menghantarkan arus listrik, telah dijelaskan oleh seorang ahli kimia swedia
Svante August Arrhenius (1859-1927). Didasarkan pada teori ionisasi Arhenius,
larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena di dalam larutan terkandung
atom-atom atau kumpulan atom yang bermuatan listrik yang bergerak bebas. Atom
atau kumpulan atom yang bermuatan listrik disebut ion.

Perubahan suatu senyawa menjadi ion-ion dalam suatu larutan disebut proses
ionisasi. Proses ionisasi merupakan salah satu cara menunjukan pembentukan ion-ion,
umumnya ditulis tanpa melibatkan molekul air atau pelarut, namun terkadang molekul
air dituliskan juga. Misalnya HCl yang dilarutkan dalam air dapat ditulis dalam dua
persamaan:

HCl H+ + Cl–

HCl + H2O H3O+ + Cl–

CH3COOH H+ + CH3COO–

CH3COOH + H2O H3O+ + CH3COO–

Ketika diberi beda potensial, Ion yang bermuatan negatif bergerak menuju anoda (+)
sedangkan ion yang bermuatan positif bergerak menuju katoda (-) karena adanya
perbedaan muatan. Aliran ion inilah yang menyebabkan larutan elektrolit dapat
menghantarkan arus listrik.

Senyawa seperti glukosa, etanol, gula tebu dan larutan urea dalam bentuk padatan,
lelehan maupun larutan tidak dapat menghantarkan arus listrik karena tidak
mengalami ionisasi atau tetap dalam bentuk molekul.

Sumber Ion Dalam Larutan Elektrolit

Ion-ion yang timbul dalam larutan elektrolit terdiri dari dua sumber yaitu senyawa
ionik dan senyawa kovalen polar.

Senyawa Ionik

Senyawa ionik tersusun atas ion-ion sekalipun dalam dalam bentuk padat atau kering.
Misalnya NaCl dan NaOH. NaCl tersusun dari ion Na+ dan ion Cl¯ sedangkan NaOH
tersusun dari ion Na+ dan ion OH–.
Senyawa-senyawa ionik dalam keadaan padat tidak dapat menghantarkan arus listrik
karena ion-ion yang terikata dengan kuat, sehingga tidak ion-ion tersebut tidak
mengalami mobilisasi ketika diberi beda potensial.

Namun apabila senyawa ionik dilarutkan dalam pelarut polar misalnya air, maka
senyawa ionik adalah suatu elektrolit. Hal ini disebabkan ion-ion yang awalnya terikat
kuat pada kisi terlepas kemudian segera masuk dan menyebar dengan air sebagai
medium untuk bergerak.

Perlu diketahui bahwa semua senyawa ionik yang yang dapat larut dalam pelarut polar
seperti air dan lelehan senyawa ionik merupakan suatu elektrolit. Tetapi lelehan
senyawa ionik memiliki daya hantar listrik yang lebih baik dibanding larutannya.

Hal ini disebabkan susunan ion-ion dalam lelehan senyawa ionik lebih rapat
dibanding dalam bentuk larutan, sehingga ion-ion yang ada lebih mudah atau lebih
cepat bergerak menuju anoda dan katoda ketika diberi beda potensial.

Senyawa kovalen polar

Senyawa-senyawa kovalen baik kovalen polar maupun nonpolar dalam keadaan murni
tidak dapat menghantarkan arus listrik. Tetapi senyawa kovalen polar dapat
menghantarkan arus listrik jika dilarutkan dalam pelarut yang sesuai. Hal ini
disebabkan senyawa kovalen polar dalam pelarut yang sesuai mampu membentuk ion-
ion.

Misalnya senyawa kovalen polar mampu membentuk ion di dalam air sehingga dapat
menghantar arus listrik. Tetapi senyawa kovalen polar tidak mampu membentuk ion
di dalam benzena sehingga tidak dapat menghantarkan arus listrik. HCl, NH 3 dan
CH3COOH merupakan beberapa contoh senyawa kovalen polar.

Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah

Senyawa yang seluruhnya atau hampir seluruhnya di dalam air terurai menjadi ion-ion
sehingga memiliki daya hantar listrik yang baik disebut elektrolit kuat. Senyawa
yang termasuk elektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik yang relatif baik
walaupun memiliki konsentrasi yang kecil. Sebaliknya senyawa yang sebagian kecil
terurai menjadi ion disebut elektrolit lemah.
Senyawa yang termasuk elektrolit lemah mempunyai daya hantar yang relatif jelek
walaupun memiliki konsentrasi tinggi (pekat). Beberapa contoh elektrolit kuat dan
elektrolit lemah seperti yang tertera pada Tabel.

Elektrolit Nama Elektrolit Nama


kuat lemah
HCl Asam klorida CH3COOH Asam asetat

H2SO4 Asam sulfat NH3 Amonia

NaCl Natrium klorida NH4OH Amonium klorida

NaOH Natrium H2S Asam sulfida


hidroksida

Menggunakan rangkaian seperti pada Gambar, suatu larutan termasuk elektrolit kuat
atau lemah dapat diketahui. Larutan yang memberikan nyala bohlam terang termasuk
elektrolit kuat sedangkan elektrolit lemah nyala bohlamnya redup atau hanya
menimbulkan gelembung-gelumbung udara pada elektroda. Jika tidak ada reaksi atau
perubahan apa-apa ketika kedua elektroda dicelupkan, maka larutan tersebut termasuk
larutan nonelektrolit.

Misalnya HCl, CH3COOH dan NH3, apabila diuji daya hantar listrik menggunakan
konsentrasi larutan yang sama misalnya 1 M. Maka dapat diketahui ternyata HCl
memiliki daya hantar listrik yang lebih baik dibanding dua senyawa lainnya. Hal ini
dapat dilihat dari lampu bohlam yang menyala lebih terang.

Menggunakan teori Arhenius dapat disimpulkan bahwa jumlah ion yang terbentuk
dari HCl lebih banyak dibanding dua senyawa lainnya. Artinya di dalam air sebagian
besar HCl terurai menjadi ion H+ dan ion Cl‾ sedangkan CH3COOH dan NH3 hanya
sebagian kecil yang terurai ion H+ dan ion CH3COO‾ dan NH4+ dan OH‾ atau
sebagian besarnya masih tetap dalam bentuk molekul kovalen.

Elektrolit asam, basa dan Garam

Larutan elektrolit dapat berupa asam, basa dan garam. Untuk asam dan basa dapat
berupa elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Sedangkan garam yang mudah larut dalam
air semuanya termasuk elektrolit kuat. Garam-garam yang sukar larut dalam air
berupa elektrolit lemah walaupun tersusun atas ion-ion.
Beberapa senyawa yang tergolong elektrolit kuat adalah

1. Asam-asam kuat umumnya asam-asam anorganik, misalnya: HCl, HClO3,


H2SO4 dan HNO3.
2. Basa-basa kuat yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, misalnya:
NaOH, KOH, Ca(OH)2 dan Ba(OH)2.
3. Garam-garam yang mudah larut, misalnya: NaCl, KI dan Al2(SO4)3

Beberapa senyawa yang tergolong elektrolit lemah

1. Asam-asam lemah, sebagian asam anorganik dan sebagian besar asam organik
misalnya: CH3COOH, HCN, H2CO3 dan H2S.
2. Basa-basa lemah, misalnya amonia dan kebanyakan basa organik seperti
NH4OH dan Ni(OH)2.
3. Garam-garam yang sukar larut, misalnya: AgCl, CaCrO4 dan PbI2

Derajat Ionisasi

Ketika suatu zat dilarutkan dalam air, maka terdapat 3 kemungkinan yang terjadi
yakni zat tersebut larut secara sempurna, larut sebagian dan tidak larut dalam air.
Banyaknya spesi yang terionisasi dalam air dapat diketahui menggunakan derajat
disosiasi atau derajat ionisasi (α).

Derajat ionisasi diartikan sebagai perbandingan jumlah mol atau molekul zat yang
terionisasi dengan banyaknya mol atau molekul zat mula-mula. Derajat ionisasi
dapat ditulis sebagai

Harga α di antara 0 ≤ α ≥ 1. α ≤ 0 artinya tidak terjadi ionisasi, sedangkan α ≥ 1


artinya terjadi ionisasi secara sempurna.

Contoh soal

Bila diketahui suatu reaksi sebagai berikut


CH3COOH CH3COO¯ + H+

Dari reaksi di atas tentukan derajat ionisasinya, bila mula-mula 2 mol asam asetat
dilarutkan dalam air dan menghasilkan ion H+ sebanyak 0,5 mol.

Jawab

Derajat ionisasinya adalah

Contoh soal

Suatu basa dengan rumus L(OH)2 bila dilarutkan dalam air teionisasi sesuai reaksi
berikut:

L(OH)2 L2+ + 2OH¯

Jika mula-mula L(OH)2 sebanyak 2 mol dengan derajat ionisasi sebesar 0,3.
Tentukanlah

a. Jumlah mol L(OH)2 yang terionisasi

b. Jumlah mol ion L2+ yang terbentuk

c. Jumlah mol L(OH)2 yang tersisa setelah terionisasi

Jawab

Reaksi ionisasi : L(OH)2 L2+ + 2OH‾

a. Jumlah mol L(OH)2 yang terionisasi


b. Jumlah mol ion L2+ yang terbentuk

c. Jumlah mol L(OH)2 yang tersisa setelah terionisasi

Kegiatan Laboratorium

Lakukan kegiatan berikut untuk menguji daya hantar listrik beberapa zat.

Alat dan Bahan

v Gelas kimia 100 ml v Larutan ammonia (NH3) 1 M 50 mL

v Baterai v Larutan gula 50 mL

v Air suling 50 mL v Larutan NaCl 1M 50 mL

v Larutan HCl 1M 50 mL v Etanol 70% 50 mL

v Larutan asam cuka (CH3COOH) 1M 50 mL v Air leding dan air sumur 50 mL

v Larutan NaOH 1M 50 mL

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan catat pada lembar pengamatan

1) Amati dengan seksama, apa yang terjadi pada lampu dan batang elektroda.

2) Diantara bahan yang diuji, manakah yang dapat menghantarkan arus listrik dan
manakah yang tidak dapat menghantarkan listrik.

3) Jika ada yang menghantarkan arus listrik manakah yang termasuk elektrolit kuat
dan manakah yang termasuk elektrolit lemah.
4) Diantara larutan elektrolit di atas, manakah yang memiliki ikatan ion dan ikatan
kovalen.

10

http://wanibesak.wordpress.com/2011/06/18/larutan-elektrolit-dan-nonelektrolit-2/

engertian Larutan Elektrolit dan


Non Elektrolit

Setelah semua alat(kabel, larutan


elektrolit,elektroda, lampu holder dan bola lampu) disusun, dan kemudian dihubungkan ke
sumber listrik, terlihat lampu menyala. Ini membuktikan bahwa pada gambar listrik mengalir
melalui larutan elektrolit.
Larutan elektrolit yaitu larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, seperti larutan garam
dapur, natrium hidroksida, hidrogen klorida, amonia, dan cuka.
Setelah semua alat(kabel, larutan
elektrolit,elektroda, lampu holder dan bola lampu) disusun, dan kemudian dihubungkan ke
sumber listrik, terlihat lampu tidak menyala. Ini membuktikan bahwa pada gambar tidak
mengalir melalui larutan non elektrolit.
Larutan nonelektrolit yaitu larutan yang tidak menghantarkan arus listrik, seperti air suling,
larutan gula, dan alkohol.

http://zonaliakimiapasca.wordpress.com/kimia-kelas-x/semester-2/1-larutan-elektrolit-dan-non-
elektrolit/1-pengertian-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit/

YOU MUST STUDY CHEMIST BECAUSE IT'S IMPORTANT FOR US

 Beranda
 power point
 Tugas Siswa
 Galeri
 Video pembelajaran
 Laman Guru
 Pengumuman
 serba-serbi
 Tugas Siswa
Jumat, 23 Maret 2012
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

Standar kompetensi: 3. Memahami sifat-sifat larutan nonelektrolit, serta reaksi oksidasi dan
reduksi

Kompetensi dasar : 3.1 Mengidentifikasi sifat larutan non elektrolit berdasarkan data hasil
percobaan...

Tujuan pembelajaran :

a. - Mengidentifikasi sifat-sifat larutan nonelektrolit dan elektrolit

b. - Mengeleompokkan larutan kedalam larutan nonelektrolit dan elektrolit berdasarkan sifat


hantaran listriknya

c. - Menjelaskan penyebab kemampuan latutan elektrolit menghantarkan arus listrik

d. - Mendiskripikan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar

DASAR TEORI/KONSEP UMUM

1. Sifat-sifat larutan nonelektrolit dan larutan elektrolit


Larutan nonelektrolit bersifat tidak dapat menghantarkan arus listrik sedangkan larutan
elektrolit dapat menghantarkan arus listrik. Untuk mengetahui sifat larutan nonelektrolit dan
elektrolit dapat dilakukan.

2. Larutan nonelektrolit dan elektrolit

Berdasarkan daya hantar listriknya larutan dapat dibedakan menjadi larutan nonelektrolit
dan elektrolit. Larutan elektrolit yaitu larutan yang dapat menghantarkan arus listrik sedangkan
larutan nonelektrolit yaitu larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Senyawa yang
termasuk larutan elektrolit yaitu senyawa garam, asam dan basa. Senyawa yang termasuk larutan
nonelektrolit misalnya gula dan etanol.

Sifat daya hantar listrik tergantung dari jenis larutan. Larutan yang dapat menghantarkan
arus listrik yang baik disebut elektrolit kuat. Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai
daya hantar listrik yang kuat, karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah
menjadi ion-ion (alpha = 1). Misalnya : NaCl, dengan reaksi ionisasi sebagai berikut : NaCl (s) → Na+
(aq) + Cl- (aq)
Larutan yang mengantarkan arus listrik kurang baik disebut larutan elektrolit lemah.
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi
sebesar: O < alpha < 1. Larutan elektronik lemah mengandung zat yang hanya sebagian kecil menjadi ion
ketika larut dalam air, misalnya asam cuka (CH3COOH).

CH3 COOH (l) → CH3 COOH (aq) ↔ CH3 COO- (aq) + H+ (aq)Tanda ↔ menunjukan bahwa reaksi
terjadi bolak-balik dan menginformasikan bahwa tidak semua CH3 COOH terionisasi menjadi CH3 COO-
(aq) + H+ (aq) misalnya CH3COOH(ag), NH4OH(ag) dan sebagainya.

3. Kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik

Larutan ada yang dapat menghantarkan arus listrik dan ada yang tidak dapat
menghantarkan arus listrik. Apa penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik ?.
Dalam wujud padat, zat-zat ini terdiri atas ion positif dan ion negatif yang dipadu oleh listrik statis
(yaitu listrik yang muatannya tidak bergerak). Apabila zat ini terurai menjadi ion-ion bebas dalam
larutan, maka ion-ion yang bergerak bebas inilah yang menyebabkan larutan ini dapat
menghantarkan arus listrik.

Bila senyawa ini dilarutkan dalam air, maka ion-ion tersebut dikelilingi oleh molekul air
yang disebut hidrat.

Bila senyawa ini dilarutkan dalam air, maka ion-ion tersebut dikelilingi oleh molekul air
yang disebut hidrat.

Contoh :

NaCL(s) + H2O(l) ⇾ Na+(ag) + Cl-(ag)

NaOH(s) + H2O(l) ⇾ Na+(ag) + OH-(ag)

4. Senyawa ion dan senyawa kovalen polor

Suatu senyawa dapat terbentuk melalui ikatan ion atau ikatan kovalen. Senyawa yang
terbentuk melalui ikatan ion disebut senyawa ion sedangkan senyawa yang terbentuk melalui
ikatan kovalen disebut senyawa kovalen. Dalam keadaan padat, senyawa ionik tidak dapat
menghantarkan arus listrik karena ion-ionnya tidak bergerak bebas. Namun, dalam bentuk lelehan
larutannya, ion-ion tersebut dapat menghantarkan arus listrik, misalnya KCl, NaCl, KOH, MgI2 , dll.
Senyawa kovalen banyak dijumpai pada senyawa organik, senyawa kovalen yang dapat
menghantarkan arus listrik yaitu senyawa kovalen polar karena senyawa tersebut memiliki
perbedaan keelektronegatifan besar. Contohnya : HF, HCl, HBr, HNO3 dan H2SO4.

PRAKTIKUM Mengamati Daya Hantal Listrik Larutan

1. Tujuan

Mengamati sifat daya hantar listrik berbagai larutan serta mengelompokkan ke dalam larutan
elektrolit dan nonelektrolit.

2. Alat dan Bahan

A. Alat : gelas kimia, 100 mL, elektroda karbon, kawat penjepit, baterai 6 V, bola lampu, dan sakelar.

B. Bahan : Larutan NaCl 1 M, Larutan HCl 1 M, larutan asam asetat 1 M, Larutan NaOH 1 M, alcohol,
Larutan gula, larutan CaCl2 dan air suling.

3. Cara kerja

- Susunlah rangkaian alat penguji elektrolit

- Sediakan 8 gelas kimia, kemudian masing-masing diisi dengan larutan yang akan di uji

- Ujilah larutan-larutan tersebut dengan alat penguji elektrolit, kemudian amati nyala lampu dan
gelembung gas.

Diposkan oleh irmi@blogspot.com di 20.47

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

2 komentar:

1.

ivan verys25 Desember 2013 17.06


Makasih udah share gan , bermanfaat infonya !!

bisnistiket.co.id

Balas

2.

ivan verys25 Desember 2013 17.06

Makasih udah share gan , bermanfaat infonya !!

bisnistiket.co.id

Balas

Muat yang lain...

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

LCD Text Generator at TextSpace.net

Entri Populer

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

 IKATAN KIMIA DAN TATA NAMA SENYAWA KIMIA


 Penerapan Konsep Redoks-2

HIDROLISIS GARAM
 Definisi Hasil Kali Kelarutan /Solubility Product Constant (Ksp)

facebook Badges
Irmi Mimiqi | Buat Lencana Anda

Mengenai Saya

irmi@blogspot.com

Lihat profil lengkapku

Tanggal Islam
[Pasang Ini Juga]> [Tutup]

BLOG GURU INDONESIA

Pengunjung
14,560

Pengikut
LINK UNGGUL
 Abidah
 Audiana
 Cuta anisa
 Ernida
 Harpila Desky
 jefri soni
 mardiyah
 Nazla TU
 Nurjubaidah
 Nurleili
 popy
 Rahmayani
 Ryandi TU
 Yusnidar

Arsip Blog
 ► 2013 (1)

 ▼ 2012 (14)
o ► Juni (2)
o ► Mei (1)
o ► April (7)
o ▼ Maret (4)
 Stokiometri Larutan Teori Asam-Basa Dan Stokiomet...
 LARUTAN PENYANGGA
 LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
 pelangi

FREE SMS HERE


Total Tayangan Laman

14,560

Total Tayangan Laman

14,560

FREE Blogger Templates


Template Travel. Diberdayakan oleh Blogger.

n
u
f
s
i
m
e
h
c