Anda di halaman 1dari 3

TRIASE INSTALASI GAWAT DARURAT

Nomor: No. Revisi: Halaman:


/SPO/ /RSI//2019 0 1/1

RSI PATI
Jl. Raya Pati-Tayu KM 18
Waturoyo, Margoyoso, Pati
Tanggal terbit Ditetapkan,
STANDAR Direktur
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Nur Iffah
Pengertian Proses triase adalah kegiatan pemilahan dalam menentukan kategori
kegawatdaruratan pasien untuk menentukan prioritas penanganan pasien
berdasarkan penilaian tanda – tanda vital ABCD( Airway , Breathing ,
Circulation, dan Disability ) yang dibagi menjadi :
a. Resusitasi adalah pasien yang datang dengan keadaan gawat
darurat dan mengancam nyawa serta harus mendapat penanganan
resusitasi segera
b. Emergency adalah pasien yang datang dengan keadaan gawat
darurat karena dapat mengakibatkan kerusakan organ permanen
dan pasien harus ditangani dalam waktu maksimal 10 menit
c. Urgent adalah pasien yang datang dengan keadaan darurat tidak
gawat yang harus ditangani dalam waktu maksimal 30 menit
d. Non Urgent adalah proses yang datang dengan kondisi tidak gawat
tidak darurat dengan keluhan yang ringan – sedang tetapi
mempunyai kemungkinan atau dengan riwayat penyakit serius
yang harus mendapat penanganan dalam waktu 60 menit
e. False emergency / Ambulatory Klinik adalah pasien yang datang
dengan kondisi tidak gawat tidak darurat dengan keluhan ringan
dan tidak ada kemungkinan menderita penyakit atau mempunyai
riwayat penyakit yang serius
f. Death On Arrival ( DOA ) adalah pasien yang tiba di gerbang IGD
sudah pasti dinyatakan meninggal secara klinis oleh dokter IGD
Tujuan Memilah dan menilai pasien agar mendapatkan pertolongan medis secara
cepat dan tepat sesuai dengan prioritas kategori kegawatdaruratannya dan
ssuai dengan penyakitnya
Kebijakan 1. SK Menkes RI No 858 / Menkes/ SK/ IX/2009 tentang Standar
Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit
2. Keputusan Menteri Kesehatan No 106 / Menkes / SK /2004
tentang Tim Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (
SPGD )
3. SK Direktur RSI Pati No tentang Triase di IGD RSI Pati …
Prosedur 1. Setiap pasien yang datang ke IGD RSI Pati harus dilakukan
pemilahan ( Triase ) oleh dokter dan atau perawat Triase
2. Petugas Triase melakukan pemilahan pasien dengan melakukan
skrining yang dilakukan oleh perawat. , pemeriksan tanda – tanda
vital serta pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter jaga IGD .
hasil pemeriksaan triase ditulis dalam Formulir Triase Terintegrasi
3. Dokter jaga IGD menentukan prioritas penanganan pasien
berdasarkan kategori kegawatdaruratan yaitu :
a. Level 1
 Resusitasi adalah pasien yang datang dengan keadaan
gawat darurat dan mengancam nyawa dan harus mendapat
penanganan resusitasi SEGERA
b. Level 2
 Emergent adalah pasien yang datang dengan keadaan
darurat karena dapat mengakibatkan kerusakan organ
permanen dan pasien harus ditangani dalam waktu
maksimal 10 menit
c. Level 3
 Urgent adalah pasien yang datang dengan keadaan darurat
tidak gawat yang harus ditangani dalam waktu maksimal 30
menit
d. Level 4
 Non Urgent adalah pasien yang datang dengan kondisi tidak
gawat tidak darurat dengan keluhan yang ringan – sedang
tetapi mempunyai kemungkinan atau dengan riwayat
penyakit serius yang harus mendapat penanganan dalam
waktu 60 menit
e. Level 5
 False Emergency / Ambulatory klinik adalah pasien yang
datang dengan kondisi tidak gawat tidak darurat dengan
keluhan ringan dan tidak ada kemungkinan menderita
penyakit atau mempunyai riwayat penyakit yang serius ,
pasien dapat menunggu untuk ditangani oleh dokter jaga
dalam waktu 120 menit
4. Pasien dengan kondisi mengancam nyawa dilakukan pemeriksaan
triase dengan cara Walk in Triase sambil mengantar pasien ke
dalam ruang Resusitasi
5. Dokter jaga IGD dapat melakukan pemeriksaan penunjang sesuai
indikasi untuk memotong waktu tunggu pasien
6. Penatalaksanaan pasien tiba meninggal ( DOA ) sesuai dengan SPO
penatalaksanaan Mayat DOA
7. Triase dalam keadaan bencana keadaan luar biasa ( KLB ) dipimpin
dan dilakukan oleh dokter yang paling senior berpengalaman pada
saat itu
8. Dokter jaga IGD secara administrasi bertanggung jawab kepada
Direktur RSI Pati dan secara medis tehnis bertanggung jawab
kepada Kepala Instalasi Gawat Darurat
UNIT TERKAI T 1. IGD
2. Rawat Inap
3. Pendaftaran
4.