Anda di halaman 1dari 32

MATEMATIKA II

(Vektor)
PUJI ARIYANTO, S.ST, M.Si
puji.ariyanto@stmkg.ac.id
pujiariyanto16@gmail.com

SEKOLAH TINGGI
METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
2018/2019
PENGGAMBARAN VEKTOR

q Vektor digambarkan dengan suatu anak panah


q Panjang anak panah menunjukkan besar vektor
q Arah anak panah menunjukkan arah vektor

2
NOTASI VEKTOR
q Vektor sebagai bilangan pasangan dapat dituliskan
sebagai :
u = (a,b) æaö
a = komponen mendatar u = çç ÷÷
b = komponen vertikal èbø
q Vektor sebagai kombinasi vektor satuan i dan j
u = ai+bj

3
PANJANG VEKTOR
q Rumus untuk mencari panjang vektor adalah

4
KOMPONEN VEKTOR

5
KESAMAAN DUA VEKTOR
q Dua buah vektor dikatakan sama apabila keduanya
memiliki panjang dan arah yang sama
q Misalkan u = (a,b) dan v = (c,d)
q Apabila vektor u sama dengan vektor v maka :
|u | = |v |
arah u = arah v
a=c dan b=d

6
KESAMAAN DUA VEKTOR
a. Dua vektor sama jika arah dan besarnya sama
A B A=B

b. Dua vektor dikatakan tidak sama jika:


1. Besar sama, arah berbeda
B
A A ¹B
2. Besar tidak sama, arah sama
A B
A ¹B
3. Besar dan arahnya berbeda
B

A
A ¹B
7
PENJUMLAHAN VEKTOR
q Penjumlahan vektor dapat dilakukan dengan dua
buah cara yaitu menurut aturan segitiga dan jajar
genjang

q Jika diketahui : maka :


æaö æcö æaö æ c ö æ a + c ö
u=ç ÷ ç u + v = çç ÷÷ + çç ÷÷ = çç ÷÷
çb÷ dan v = çd ÷
÷
è ø è ø èb ø è d ø èb + d ø

q Panjang u+v dapat dihitung : | u + v |= (a + c) 2 + (b + d ) 2

8
PENGURANGAN VEKTOR
q Selisih dua vektor u dan v ditulis u – v didefinisikan
sebagai u + (-v)

q Jika diketahui : maka :


æaö æcö æaö æ - c ö æ a - c ö
u=ç ÷
çb÷ dan v = ç
çd ÷
÷ u - v = u + (-v) = çç ÷÷ + çç ÷÷ = çç ÷÷
è ø è ø b
è ø è - d ø è b - d ø

q Panjang u-v dapat dihitung : | u - v |= (a - c) 2 + (b - d ) 2

9
JUMLAH DAN KURANG

10
SIFAT OPERASI VEKTOR
q Apabila terdapat dua buah vektor yaitu vektor a dan
vektor b maka berlaku sifat-sifat penjumlahan dan
pengurangan vektor seperti :
a+b=b+a (bersifat komutatif)
(a+b)+c = a + (b + c) (bersifat asosiatif)
1a=a
0+a=a (0 merupakan vektor nol)
a-a = 0
a – b = a + (-b)

11
PERKALIAN VEKTOR
1. Perkalian Skalar dengan Vektor
2. Perkalian vektor dengan Vektor
a. Perkalian Titik (Dot Product)
b. Perkalian Silang (Cross Product)

12
PERKALIAN SKALAR DGN VEKTOR

Perkalian Skalar dengan Vektor menghasilkan sebuah Vektor


k : Skalar
v=ku
u : Vektor
Vektor v merupakan hasil perkalian antara skalar k dengan
vektor u
§ Jika k positif (k>0) arah v searah dengan u
§ Jika k negatif (k<0) arah v berlawanan dengan u
u v = 3u
Contoh : k = 3,
u v = -3u
k = -3,

13
PERKALIAN SKALAR DGN VEKTOR

æaö
Jika u = çç ÷÷ dan k Î{bilangan real },
èbø
æ a ö æ ka ö
maka : ku = k çç ÷÷ = çç ÷÷
è b ø è kb ø
Contoh Soal :
Diketahui : æ 2 ö
u=ç
ç - 3÷
÷
è ø
Hitunglah : 3u
æ 2 ö æ 6 ö
Jawab : 3u = 3ç
ç - 3÷
÷ =ç
ç - 9÷
÷
è ø è ø

14
LATIHAN SOAL

Diketahui :
æ - 2ö æ 10 ö
u=ç
ç 1 ÷÷ , v=ç
ç - 2÷
÷
è ø è ø
Hitunglah :
1. -3u
2. 6v
3. 4u + 3v
4. 7u– 2v

15
SIFAT OPERASI VEKTOR
q Diketahui k dan p merupakan bilangan skalar .
- Jika k = 0 maka ku = 0
- k(p u) = (kp)u = u(kp)
- (k+p)u = ku+pu (bersifat distributif)
- k(u+v) = ku+kv (bersifat distributif)
- u + (-1) v = u - v

16
VEKTOR DI RUANG 3D

a. Sistem Koordinat Ruang


Vektor-vektor dalam ruang digambarkan dalam sistem
koordinat ruang, yaitu dengan sistem koordinat ortogonal.
Sumbu X dan sumbu Y mendatar (horisontal) sedangkan
sumbu Z vertikal. Ketiga sumbu tersebut saling tegak lurus
dan perpotongan di titik pangkal O(0,0,0).

17
VEKTOR DI RUANG 3D

18
VEKTOR DI RUANG 3D

19
DOT PRODUCT
q Perkalian dot atau titik disebut juga perkalian skalar
(scalar product). Hal itu dikarenakan perkalian tersebut
akan menghasilkan skalar meskipun kedua pengalinya
merupakan vektor.
q Perkalian skalar dari dua vektor A dan B dinyatakan
dengan A•B, karena notasi ini maka perkalian tersebut
dinamakan juga sebagai perkalian titik (dot product).

20
DOT PRODUCT
q Perkalian dot product :
A•B = |A||B| cos θ
q Dalam bentuk komponen vektor, bila A = [a1,a2,a3] dan
B = [b1,b2,b3], maka :
A•B = a1b1 + a2b2+ a3b3
q Diketahui :
A = [1,2,3]
B = [4,5,6]
A•B = (1x4) + (2x5)+(3x6) = 4 + 10 + 18 = 32

21
DOT PRODUCT
q Perkalian dot product :
A•B = |A||B| cos θ
q Diketahui :
|A|= 5
|B| = 4
θ = 30˚
A•B = 5*4 cos 30 = 20 ( 1 3 ) = 10 3
2

22
CROSS PRODUCT
q Perkalian silang (cross product) disebut juga sebagai
perkalian vektor (vektor product), karena perkalian ini
akan menghasilkan vektor lain.
q Perkalian vektor antara A dan B dinyatakan dengan
A x B.

23
CROSS PRODUCT

q Diketahui :
A = [1,2,3]
B = [4,5,6]
i j k
1 2 3
4 5 6

AxB = 12i+12j+5k-8k-15i-6j = -3i+6j-3k


AxB = [-3 6 -3]

24
LATIHAN SOAL

q Diketahui :
A = [3,5,1]
B = [2,-3,1]
q Ditanya :
1. A•B
2. B•A
3. A x B
4. B x A

25
VEKTOR DI RUANG 3D

PR 5/1
26
PROYEKSI VEKTOR
Proyeksi skalar ortogonal biasa disebut juga dengan proyeksi panjang
vektor ortogonal. Dalam kata lainnya, objek proyeksi adalah panjang
vektor. Rumus untuk menghitung panjang proyeksi skalar vektor
ortogonal adalah sebagai berikut.

27
PROYEKSI VEKTOR
Objek pada proyeksi skalar vektor ortogonal adalah panjang proyeksi
vektor. Sedangkan pada proyeksi vektor ortogonal yang menjadi objek
utamanya adalah vektornya. Vektor hasil proyeksi dapat ditentukan
melalui rumus berikut.

28
PROYEKSI VEKTOR
CONTOH

29
PROYEKSI VEKTOR
Berdasarkan rumus proyeksi skalar (proyeksi panjang) ortogonal vektor
dapat diperoleh persamaan berikut.

30
SOAL-SOAL

1.

PR 5/2
2.

PR 5/3

31