Anda di halaman 1dari 60

PENYAKIT-PENYAKIT YANG

PERLU DIWASPADAI PADA


CALON PENGANTIN (CATIN)
KELAS B (PENYULUH
PERNIKAHAN)

Disampaikan pada:
Orientasi KIE Kesehatan Reproduksi Calon
Pengantin
Bagi Fasilitator Penyuluh Pernikahan

Jakarta, 14 Maret 2018


Tujuan materi:
• Penyuluh pernikahan mengetahui penyakit-penyakit yang perlu
diwaspadai pada catin
• Penyuluh pernikahan memahami pentingnya pemeriksaan
kesehatan calon pengantin termasuk skrining (deteksi awal)
penyakit-penyakit yang perlu diwaspadai pada catin
• Penyuluh pernikahan mampu memotivasi catin untuk
memeriksakan status kesehatannya sebelum menikah
Penyakit-penyakit yang perlu diwaspadai
oleh catin

HIV-AIDS

INFEKSI MENULAR SEKSUAL


(IMS)

Hepatitis B

Diabetes Melitus (DM)

TORCH

Penyakit Genetik
BAGAIMANA
MENJAGA
KESEHATAN CALON
PENGANTIN
Calon ibu Cerdas untuk
Generasi Mendatang
yang Berkualitas

Dr.dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH

*Departemen Obstetri dan Ginekologi


Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
**RS dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Ilmu Kesehatan Reproduksi
•Ilmu Kesehatan yang menjaga agar seorang
perempuan dapat menjalani kehidupan yang
sehat semenjak lahir, selama masa
pertumbuhan sehingga kelak setelah
menikah dapat menghasilkan keturunan
yang sehat, dengan cara mempersiapkan
diri sebaik-baiknya sebelum hamil sehingga
kelak akan tetap sehat selama hamil dan
dapat terus merawat serta menjaga
kesehatan anaknya
Program ‘2000’ Hari
Gizi Generasi sehat
dan cerdas
Usia wajib
belajar
Gen sehat dan
gen cerdas

Masa tumbuh
kembang balita
Masa menyusui
1000 hari
730 hari
Masa kehamilan Mencegah
270 hari stunting 8
Fokus pada Stunting

 bukan semata pada ukuran fisik pendek, tetapi


lebih pada konsep bahwa proses terjadinya
stunting bersamaan dengan proses terjadinya
hambatan pertumbuhan dan perkembangan
organ lainnya, termasuk otak:

Artinya seorang anak yang menderita stunting,


kemungkinan besar juga telah mengalami hambatan
pertumbuhan dan perkembangan organ lainnya

Stunting dijadikan indikator karena lebih mudah dan


lebih dini dikenal dibandingkan dengan ekspresi
hambatan organ tubuh lainnya.
Paradigma Pembangunan Anak Indonesia
(1.000 hari pertama kehidupan)

270 hari Pra 730 hari pasca


persalinan persalinan

Pengetahuan Pengetahuan
• Keluarga Berencana • Keluarga Berencana
• Faktor penyulit persalinan • Pengetahuan ASI
• Sarana akses kesehatan • Kesehatan Anak
• Gizi anak dalam kandungan • Pengetahuan imunisasi
• Jaminan Kesehatan • Psikomotorik anak
• Lingkungan bersih & sehat
7
Pernikahan anak di Jeneponto-SulSel
DAMPAK KESEHATAN PADA PERNIKAHAN USIA MUDA
(Kurang dari 20 Tahun)
Angka perkawinan
Usia dini masih tinggi : Kehamilan remaja 4,5 kali berpeluang terjadinya kehamilan risiko tinggi
Kelompok umur 15-19 tahun
Preeklamsia 2-5 kali lebih berpeluang terjadi

46,7 % Kerusakan otak janin dan gangguan tumbuh kembang bayi


akibat kekurangan yodium

Partus macet (“Obstucted Labor”)


Disproporsi panggul dengan kepala janin (“Cephalo
5% pelvic
disproportion”)
Kelompok umur 10-14 tahun Malposisi Janin
Kontraksi rahim tidak optimal

Kelahiran Prematur lebih banyak terjadi pada remaja

Bayi lahir dengan berat lahir rendah (dibawah 2.500 gram)

Risiko kematian saat melahirkan 2 kali lebih besar


Pernikahan anak usia <19 tahun
mempunyai risiko 2-8 x ebih besar untuk
tertular penyakit menular seksual

Angka kelahiran pada perempuan usia 15-19 tahun ialah


48 per 1000 kelahiran (dari sekitar 4,5 juta bayi
lahir dalam setahun di Indonesia, 2,3 juta berasal
Dari pasangan yang menikah dini

Angka kematian ibu 359 per 100.000 kelahiran hidup


Angka Kematian bayi 32 per 1.000 kelahiran hidup

Sumber Direktorat Bina Kesehatan Ibu Kementerian Kesehatan


Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 18
Usia terlalu muda saat hamil
memiliki risiko:
• Bayi dengan berat badan lahir rendah
• Lahir prematur
• Kematian Bayi pada tahun pertama kehidupan.
• Kehamilan remaja berkaitan dengan tingkat
pengetahuan ibu yang rendah, sosial ekonomi
rendah, asuhan antenatal yang tidak adekuat
Fraser, Alison M., John E. Brockert, and Ryk H. Ward.
"Association of young maternal age with adverse reproductive
outcomes." New England journal of medicine 332.17 (1995):
1113-1118.
Yogev, Yariv, et al. "Pregnancy outcome at extremely
advanced maternal age."American journal of obstetrics and
gynecology 203.6 (2010): 558-e1.
Nur Holisah wasit PSSI
Pernikahan anak di Jeneponto-SulSel