Anda di halaman 1dari 2

PENGGUNAAN DAN PEMBERIAN OBAT CAIRAN

INTRAVENA
No. Dokumen : SOP-002/UKP-Y24/PANCORAN
No. Revisi : 00
SOP
Tanggal terbit : 24 Juni 2016
Halaman : 1/2
drg. Melvin Sijabat
PUSKESMAS NIP : 196408141998031004
KEPALA PUSKESMAS :
KECAMATAN
PANCORAN
1. Pengertian Pemasangan infus adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh melalui sebuah jarum
ke dalam pembuluh vena untuk menggantikan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh.
Penggunaan dan pemberian infus dilakukan pada pasien dengan:
1. Pasien dengan syok hipovolemik
2. Pasien dengan dehidrasi sedang-berat dan intake sulit
3. Pasien DHF
4. Pasien dengan Antonia uteri
5. Pasien dengan HPP
6. Pasien dengan Preeklamsi
2. Tujuan 1. Mempertahankan atau mengganti cairan tubuh yang tidak dapat dipertahankan secara
adekuat melalui pemberian oral.
2. Memberikan nutrisi parenteral dan suplemen nutrisi
3. Memperbaiki keseimbangan asam basa
4. Memberikan jalan masuk untuk pemberian obat-obatan ke dalam tubuh
3. Kebijakan 1. Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor 348 Tahun 2016 Tentang Penggunaan dan
Pemberian Obat dan atau Cairan Intravena
2. Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor 2364 Tahun 2016 Tentang Penanganan
Pasien Gawat Darurat dan atau Berisiko Tinggi dan Penanggung Jawab
3. Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor 262 Tahun 2016 Tentang Hak dan Kewajiban
Pengguna
4. Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor 347 Tahun 2016 Penyusunan Rencana
Layanan Medis
5. Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor 180 Tahun 2016 Tentang Jenis-Jenis
Pelayanan Yang Tersedia di Puskesmas

4. Referensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan RI No 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas


2. Peraturan Menteri Kesehatan RI No 5 Tahun 2014 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter di Fasilitas Kesehatan Primer
3. Potter dan Perry. 2006. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses dan
Praktik. Vol 2. Jakarta: EGC

5. Langkah- 1. Petugas menjelaskan prosedur yang akan dilakukan kepada keluarga dan pasien.
langkah 2. Petugas meminta pasien atau keluarga menandatangani surat persetujuan tindakan
medis.

Dilarang Mengcopy Naskah Ini Tanpa Seijin WMM Puskesmas Kecamatan Pancoran
3. Petugas mencuci tangan kemudian menggunakan sarung tangan.
4. Petugas menghubungkan cairan dan infus set dengan memasukkan ke bagian karet atau
akses selang ke botol infus dengan tetap menjaga keseterilannya.
5. Petugas menggantungkan cairan infus dan infus set di standar infus.
6. Petugas mengisi cairan ke dalam set infus dengan menekan ruang tetesan hingga terisi
sebagian dan buka klem slang hingga cairan memenuhi selang dan udara keluar.
7. Petugas menutup ujung selang dan tutup dengan tetap mempertahankan kesterilan.
8. Petugas mengecek adanya udara dalam selang.
9. Petugas memilih posisi yang tepat untuk memasang infus.
10. Petugas memilih vena yang tepat dan benar.
11. Petugas memasang tourniquet ( karet pembendung ) pada 10-12 cm di atas tempat
penusukan dan anjurkan pasien untuk menggenggam dengan gerakan sirkular (jika
pasien sadar).
12. Petugas memberitahu pasien bahwa akan segera dilakukan pemasangan infus.
13. Petugas mendesinfeksi daerah yang akan ditusuk dengan kapas alkohol.
14. Petugas melakukan penusukan pada vena dengan meletakkan ibu jari di bagian bawah
vena dan posisi jarum ( abocath ) lubang mengarah ke atas.
15. Petugas memperhatikan keluarnya darah melalui jarum ( abocath / surflo ) kemudian
menarik jarum mandrin sambil meneruskan tusukan ke dalam vena.
16. Petugas melepaskan atau mengeluarkan jarum mandrin infus bagian dalam, tahan
bagian atas vena dengan menekan menggunakan jari tangan agar darah tidak keluar.
Kemudian bagian infus dihubungkan atau disambungkan dengan selang infus.
17. Petugas membuka pengaturan tetesan untuk mengecek apakah cairan infus dapat
masuk atau tidak. Klem kembali aliran infus.
18. Petugas memberikan plester pada ujung abocath tapi tidak menyentuh area penusukan
untuk fiksasi.
19. Petugas menutupnya dengan kasa steril kering, kemudian abocath difiksasi agar tidak
terlepas.
20. Petugas membuka klem dan mengatur cairan tetesan infus sesuai kebutuhan pasien.
21. Petugas membereskan alat-alat dan perhatikan bagaimana reaksi tubuh pasien
terhadap cairan infus yang diberikan.
22. Petugas membuang bahan habis pakai ke dalam tempat sampah medis.
23. Petugas melepaskan sarung tangan dan membuangnya ke tempat sampah medis.
24. Petugas mencuci tangan.
25. Petugas melakukan dokumentasi tindakan tindakan.

6. Unit Terkait Ruang tindakan, Rumah Bersalin

2/2

Dilarang Mengcopy Naskah Ini Tanpa Seijin WMM Puskesmas Kecamatan Pancoran