Anda di halaman 1dari 4

Tinjauan Pustaka

2.1 Pioderma

2.1.1 Definisi

Pioderma merupakan penyakit yang menyerang kulit disebabkan oleh

Staphylococcus, Streptococcus, atau keduanya.

2.1.2 Etiologi

Pioderma disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan Streptococcus

Bhemolyticus. Staphylococcus merupakan bakteri Gram positif berbentuk bulat

biasanya tersusun dalam bentuk kluster yang tidak teratur seperti anggur. Genus

Staphylococcus sedikitnya memiliki tiga puluh spesies. Tiga tipe Staphylococcus

yang berkaitan dengan medis adalah Staphylococcus aureus, Staphylococcus

saprophyticus, Staphylococcus epidermidis. Pembeda Staphylococcus aureus dengan

spesies lain adalah sifatnya yang bersifat koagulase positif.

2.1.3 Patogenesis

Kulit merupakan lini pertahanan pertama terhadap infeksi mikroba, dengan

mengeluarkan pH rendah, cairan sebasea dan asam lemak untuk menghambat

pertumbuhan patogen. Selain itu, flora normal juga berperan dalam mekanisme

pertahanan terhadap infeksi dengan cara menghalangi kolonisasi organisme patogen

lainnya. Organisme patogen dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan memicu

respon inflamasi, jika telah berhasil melakukan penetrasi kulit. Awalnya bakteri

dalam jumlah yang rendah berkolonisasi pada berbagai lapisan kulit seperti epidermis

dermis, subkutan ,jaringan adiposa, dan otot. Peningkatan jumlah bakteri akan terjadi
saat pertahanan integument terganggu, invasi oleh bakteri tersebut menyebabkan

infeksi pada kulit atau pioderma.

Infeksi pada pori pori epidermis menyebabkan folikulitis. Infeksi pada lapisan

superfisial kulit disebut erisepelas, sedangkan pada lapisan lebih dalam kulit atau

jaringan subkutan disebut selulitis. Infeksi pada lapisan paling dalam kulit

menyebabkam fasciitis dan miositis. Pada individu dengan jaringan adiposa yang

tebal, infeksi pada jaringan lemak menyebabkan pannikullitis.

Patogenesis pioderma sendiri terjadi berdasarkan perlekatan bakteri ke sel

inang, invasi jaringan dengan evasi pertahanan host dan elaborasi toksin. Toksin pada

Staphyloccus adalah epidemolin dan eksofoliatin yang sangat bersifat epidermolitik

dan dapat beredar diseluruh tubuh sampai pada epidermis sehingga menyebabkan

kerusakan. Hal ini terjadi karena epidermis merupakan jaringan yang rentan terhadap

toksin ini. Fungsi ginjal yang baik diperlukan untuk mengekskresikan epidemolin dan

eksofoliatin.

2.1.4 Faktor predisposisi

Faktor predisposisi yang dapat menyebabkan penyakit pioderma:

1.Higiene yang buruk dan kondisi iklim yang lembab

2.Penurunan daya tahan tubuh, misalnya karena penyakit menahun, kurang gizi,

penyakit keganasan, penggunaan kortikosteroid jangka panjang.

3.Adanya penyakit lain di kulit yang menyebabkan terganggunya faktor

perlindungan kulit, misalnya dermatitis, gigitan serangga, trauma kulit, ulserasi,

infeksi jamur dan abrasi kulit minor.


2.1.5 Klasifikasi

a. Pioderma Primer

infeksi bakteri yang menyerang pada kulit sehat dengan gambaran klinis yang khas

dan disebabkan satu macam bakteri

b. Pioderma Sekunder

infeksi bakteri yang menyerang pada kulit dimana sebelumnya terdapat kelainan kulit

dan kondisi kulit sedang tidak sehat, seperti infeksi jamur, erosi, luka bakar.

Pioderma sekunder disebabkan oleh lebih satu bakteri. Pada umumnya pioderma

sekunder akan timbul peradangan dan keluarnya cairan pus.

2.1.7 Jenis Infeksi

Pioderma menggambarkan infeksi di kulit dan folikel rambut. Pioderma

dibedakan menjadi pioderma superfisialis dan profunda. Pioderma Superfisial oleh

stafilokokus maupun streptokokus terdiri pioderma primer yang terdiri atas beberapa

bentuk klinis, yaitu impetigo, ektima, folikulitis, furunkel dan karbunkel, serta

pioderma sekunder. Sedangkan bentuk profunda terdiri atas limfadenitis, erisepelas,

selulitis, dan ganggren.


2.2 Folikulitis

2.2.1 Definisi

Folikulitis adalah pioderma yang berawal di dalam folikel rambut, dan

diklasifikasikan menurut kedalaman invasinya ( superfisial dan dalam). Folikulitis

superfisialis juga disebut impetigo Bockhart, merupakan peradangan yang terbatas

pada muara rambut.