Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Tenaga kerja merupakan aset perusahaan yang harus diberi perlindungan
dalah aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Untuk dapat selalu
meningkatkan produktivitas yang tinggi, sangat tergantung pada manajemen yang
diterapkan dan kualitas dari pekerja. Kualitas dari pekerja dapat dipengaruhi oleh
salah satunya yaitu dengan pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan
Kerja, karena kecelakaan kerja langsung menyangkut masalah produktivitas, oleh
sebabb itu pencegahan kecelakaan kerja merupakan persoalan yang tidak dapat
diabaikan.
Masalah lemahnya manajemen K3 di perusahaan dan industri merupakan
cikal bakal terjadinya kecelakaan akibat kerja. Disebabkan karena perusahaan
tidak menyediakan alat-alat pengaman yang seringkali dianggap sebagai sesuatu
yang tidak perlu/atau kurang, alat kerja atau alat prodksi yang digunakan dalam
keadaan tidak baik atau tidak layak pakai. Itulah penyebab utama terjadinya
kecelakaan kerja.
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ialah kegaiatan pendidikan, pelatiahan
dan pembelajaran yang dilaksanakan di dunia usaha atau dunia industri dalam
upaya pendekatan untuk meningkatkan mutu dan pengetahuan mahasiswa dengan
kompetensi (kemampuan) mahasiswa sesuai bidangnya, pun menambah bekal
untuk masa mendatang dalam hal dunia pekerjaan.

B. TUJUAN
1. Untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan tugas perkuliahan
2. Untuk mengetahui aplikasi program K3 di PT. Mitsubishi Electric
Automotive Indonesia
3. Untuk mengetahui tentang keadaan lingkungan kerja pada PT. Mitsubishi
Electric Automotive Indonesia

1
BAB IIk

KAJIAN PUSTAKA

A. Sejarah PT. MEAINA


Mitsubishi Electric didirikan pada tahun 1921 yang didirikan oleh Yataro
Iwasaki ,membuat lebih dari 10.000 unit produk komersial pertama yaitu kipas
elektrik sampai 1923.Sejak saat itu, persuhaan ini memimpin industri elektrik dan
peralatan elektrik dijepang. Pada tahun 1935, pemasangan elevator dan eskalator
listrik pertama Mitsubishi. Kemudian pada tahun 1957 , mengawali produksi
massal kulkas elektrik.
Contoh anak perusahaan Mitsubishi :
1. Mitsubishi corporation, yang didirikan pada tahun 1950, perusahaan
perdagangan terbesar di jepang
2. Mitsubishi Heavy Industries, yang melliputi perusahaan-perusahaan industri
alat-alat berat.
3. Mitsubishi Motors, produsen otomotif terbesar ke 6 di Jepang
4. Mitsubishi Atomic Industry, perusahaan pembangkit listrik tenaga nuklir
5. Mitsubishi Chemical, perusahaan kimia terbesar di dunia
6. Mitsubishi Powersystems, sebuah perusahaan pembangkit listrik.

Perusahaan Mitsubishi Electric menerapkan program 5S bagi persuhaannya,


yaitu:

1. Seiri = Ringkas
2. Seiton = Rapi
3. Seiso = Resik
4. Seiketsu= Rawat
5. Sitsuke = Rajin
Prinsip – prinsip pada perusahan Mitsubishi Electric :
1. Kepercayaan
2. Kualitas
3. Teknologi
4. Kewarganegaraan
5. Etika
6. Lingkungan
7. Pertumbuhan

2
Adapun visi dan misi PT. MEAINA sebagai berikut :

Visi :

1. Menjadikan perusahaan yang global dengan memproduksi dan tetap bertahan


dalam persaingan yang keras dan muncul di dalam pasar asia yang
pertumbuhannya sangat baik sekali
2. Mengelola pabrik yang aman dan maju melaksanakan control QCD (Quality,
Cost, Delievery) dengan mempunyai tanggung jawab terhadap lingkungan
dan menempatkan prioritas utama untuk mendapatkan kepercayaan konsumen
3. Meningkatkan kepuasaan kepada pemilik saham, pemegang saham,
pemerintah, direktur, dan seluruh karyawan.

Misi :

1. Penurunan biaya
2. Peningkatan kualitas
3. Pengawasan terhadap jadwal pengiriman
4. Mengadakan persiapan yang lancar dan baik untuk produk modal baru
5. Peningkatan dalam bidang manajemen, keselamatan dan lingkungan.

3
BAB III
HASIL & PEMBAHASAN

A. HASIL
1 Deskripsi Perusahaan
Alamat : Bekasi International Industrial Estate Blok
C11 No. 1-5 Cikarang Selatan Bekasi 17550 –
Indonesia

Produk : Manufacturing & Sales of alternator, Starter Parts


Of Alternator, Starter & EPS-Motor ECU for 2W,
EPS – Motor & ECU. SOL – Valve Crank Sensor

Tahun Berdiri : Tahun 1921.

Direktur : Takeshi Sugiyama

Jumlah Karyawan : 674 orang (30 % Perempuan dan 70% laki-laki)

Jenis Usaha : Bidang Otomotif (Produsen dan Penyuplai Starter


dan Alternator)

Luas area : 25.300 m²

Luas Bangunan : 12.734 m²

2. Fasilitas Perusahaan
PT. Mitsubishi Electric Automotive memiliki fasilitas yang sangat lengkap
untuk pekerjanya, antara lain sebagai berikut :
1. Musholla
2. Ruang Training
3. Gazebo
4. Ruang Karaoke
5. Ruang Musik
6. Kantin
7. Transportasi
8. Ruang Curhat
9. Klinik
10. Koperasi

4
3. Rona Lingkungan
PT. MEAINA terletak di kawasan industri Jababeka . Dimana lokasi
Jababeka ini merupakan kawasan industri terpadu di daerah Kabupaten Bekasi.
Selain itu, lokasi Jababeka juga dirancang / ditunjang dengan sarana dan
prasarana yang mendukung untuk proses produksi seperti listrik, air, jalan, sarana
transportasi. Serta juga tersedia SDM. Letaknya pun sangat strategis karena dekat
dengan ibukota dan pelabuhan.
4. Kebijakan K3 & Kelola Lingkungan Hidup (KLH)
a. Kebijakan K3
1. Mengacu pada undang-undang antara lain : NO. 1 Tahun 1970 tentang
Keselamatan Kerja, No. 13 tahun 2003 ketenagakerjaan, No.36 tahun
2009 tentang kesehatan, No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan
peraturan yang ada di Indonesia yang terdiri dari : Permenakertrans No. 08
tahun 2010 tentang alat pelindung diri, dan PP no. 142 tahun 2015 tentang
Kawasan Industri
2. Berusaha mencegah kecelakaan pada pekerja
3. Wajib Penggunaan APD pada karyawan
4. Bekerja sesuai SOP
5. Rekruitment pegawai baru dilakukan pemeriksaan sebelum penerimaan
6. Seluruh pegawai dilakukan pemeriksaan kesehatan setiap setahun sekali
b. Kebijakan KLH
1. Membuat lingkungan yang bersih, nyaman dan asri
2. Menjaga lingkungan agar dapat terhindar dari pencemaran akibat dari
proses maupun limbah yang dihasilkan dari proses produksi
3. Limbah yang dibuang ke lingkungan selalu memenuhi standar baku mutu
yang ditetapkan oleh KLH yaitu dalam PERMENLH No. 5 Tahun 2014
Tentang Baku Mutu Air Limbah, misalnya limbah hasil pendinginan
diolah dan diukur kadarnya sebelum dibuang ke lingkungan, sedangkan
limbah B3 (cair dan padat) dipihak ketigakan.
4. Perusahaan melaksanakan budaya 5R atau 5S
c. Identifikasi Bahaya
1. Lingkungan
a) Bahaya fisik
1) Kebisingan
2) Panas dalam ruangan
3) Buangan air pendingin dari proses produksi

5
b) Bahaya Kimia
1) Partikel Logam dari hasil produksi
2) Panas/uap dari proses pembentukan komponen onderdil
c) Ergonomi
Posisi kerja yang dominan berdiri
d) Bahaya Mekanik (mesin)
e) Bahaya Limbah B3
1) Mencemari badan air
2) Mencemari tanah
3) Mencemari udara
2. Karyawan
a) Bahaya fisik
b) Perilaku karyawan yang tidak mengikuti SOP
c) Kelalaian

B. PEMBAHASAN
Praktek Kerja Industri Mahasiswa Kesehatan Lingkungan Poltekkes
Kemenkes Palu Tahun 2018 ini dilakukan pada hari tanggal 19 april 2018 di Pt.
Mitsubishi Electric Automotive Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan
PT.MEAINA, yang terletak di Bekasi di kawasan industri JABABEKA.
1. Profil Perusahaan
Perusahaan Mitsubishi pertama kali didirikan sebagai perusahan
pelayaran oleh Yataro Iwasaki (1834-1885) pada tahun 1870. Pada tahun
1873, namanya diubah menjadi Mitsubishi Shokai. Nama Mitsubishi terdiri
dari dua kata yaitu “Mitsu” yang berarti “tiga” dan “hishi” yang menjadi
“bishi” yang berarti dibawah “rendaku”. Oleh karena itu logo Mitsubishi
terdapat 3 buah belah ketupat yang diartikan pula sebagai tiga berlian.
2. Penerapan K3
a) Disetiap area produksi tersedia APD
b) Area produksi material keras memiliki batas atau di pagar
c) Terdapat local exhaust ventilation untuk membuang partikel
d) Terdapat rambu peringatan K3
e) Terdapat klinik untuk karyawan
f) Tersedia kotak P3K, Rak Tandu, dan Alat Safety
g) Tersedia APAR
h) Tersedia Jalur Evakuasi

6
3. Penerapan KLH
a) Mengolah limbah sebelum dibuang ke lingkungan dengan mengacu pada
baku mutu yang ditetapkan oleh KLH yaitu dalam PERMENLH No. 5
Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah
b) Untuk Limbah B3 dipihak ketigakan ke PPLI.
c) Tempat sampah dibedakan sesuai jenisnya.
d) Penataan lingkungan perusahaan lebih rapi.
4. Pengendalian Bahaya
a. Kebisingan
1) Penyuluhan dan pendidikan K3 bagi karyawan
2) Pemeliharaan terhadap alat produksi
3) Bagi pekerja yang terpapar bising menggunakan APD (Ear Plug)
b. Panas
1) Sistem ventilasi yang dapat mengurangi tekanan panas
2) Bagi karyawan tersedia air minum
c. Partikel Logam
1) Tersedia local exhaust ventilation
2) Pekerja menggunakan kacamatan googgles dan masker
d. Uap Panas dari Pembentukan Komponen
1) Penggunaan masker bagi tiap karyawan
e. Posisi Kerja yang Dominan Berdiri
1) Diberikan waktu istirahat untuk duduk selamat 5-10 menit
f. Bahaya Mekanik (Mesin)
1) Karyawan harus mematuhi SOP
g. Bahaya Limbah B3
1) Limbahnya diolah melalui pihak ke tiga (PPLI)
h. Buangan Air Pendingin Dari Proses Produksi
1) Diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air

7
BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil kegiatan Praktek Kerja Industri, maka kami dapat
menyimpulakan bahwa Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di PT.
Mitsubishi Electric Automotive Indonesia (PT. MEAINA) sudah sangat baik
karena memiliki sarana-sarana K3 untuk karyawan dan memiliki pengendalian
risiko bahaya yang terjadi serta melaksanakan latihan bagi semua pekerja tentang
pentingnya penerapan K3 selama bekerja.
B. SARAN
Sebaiknya mahasiswa yang ingin melaksanakan kegiatan praktek industri
sudah menyiapkan pertanyaan-pertanyaan sebelum tiba di lokasi praktek
sehingga dapat memperoleh informasi yang lebih banyak.