Anda di halaman 1dari 7

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang

bertujuan untuk menentukan kadar ureum dan kreatinin pada penderita

tuberculosis paru setelah 4 bulan pengobatan.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini direncanakan di Balai Besar Kesehatan Paru

Masyarakat Kota Makassar

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini direncanakan pada bulan Juni 2019

C. Populasi, Sampel, Spesimen, BesarSampel, Teknik Pengambilan

Sampel dan Kriteria Sampel

1. Populasi

Populasi pada penelitan ini adalah semua penderita Tuberkulosis

paru setelah 4 bulan pengobatan yang ada di Balai Besar

Kesehatan Paru Masyarakat kota Makassar.

2. Sampel

Sampel pada penelitian ini adalah penderita tuberculosis paru

setelah pengobatan 4 bulan yang ada di Balai Besar Kesehatan

40
41

Paru Masyarakat kota Makassar yang memenuhi kriteria untuk di

periksa kadar Ureum dan Kreatininnya.

3. Spesimen

Serum Penderita Tuberkulosis Paru

4. Besar sampel

Hal ini didasarkan pada pendapat (Arikunto.S, 2007) bahwa jika

subjeknya lebih dari 100 dapat diambil 20%. Jadi besar sampel

pada penelitian ini adalah 20 sampel

5. Teknik Pengambilan sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini

adalah teknik pengambilan sampel purposive sampling yaitu

pengambilan sampel sesuai criteria tertentu ( inclusion criteria )

berdasarkan tujuan penelitian.

6. Kriteria Sampel

a) Kriteria inklusi

1) PenderitaTuberkulosis paru yang telah menjalani

pengobatan selama 4 bulan.

2) Bersedia ikut bepartisipasi dalam penelitian ini.

b) Kriteria Eksklusi

1) Penderita tuberculosis paru yang tidak teratur dalam

menjalani pengobatan.

2) Tidak bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini.


42

D. Variabel penelitian

1. Variabel bebas

Variabel bebas pada penelitian ini adalah penderita tuberculosis

paru setelah pengobatan 4 bulan.

2. Variabel terikat

Variabel terikat pada penelitian ini adalah pemeriksaan ureum dan

kreatinin

E. Definisi Operasional

1. Penderita Tuberkulosis (TB) adalah pasien dengan riwayat telah

terinfeksi oleh kuman mycobacterium tuberkulosis,dan telah

menjalani pengobatan secara teratur selama 4 bulan.

2. Ginjal memiliki peran penting untuk mempertahankan stabilitas

volume, komposisi elektrolit, dan osmolaritas cairan

ekstraseluler.Salah satu fungsi penting ginjal lainnya adalah untuk

mengekskresikan produk-produk akhir atau sisa metabolisme

tubuh, misalnya urea, asam urat, dan kreatinin. Apabila sisa

metabolisme tubuh tersebut dibiarkan menumpuk, zat tersebut bisa

menjadi racun bagi tubuh, terutama ginjal

3. Ureum adalah satu molekul kecil yang mudah mendifusi ke dalam

cairan ekstra sel, tetapi pada akhirnya akan dipekatkan dalam urine

dan diekskresi. Jika balans nitrogen dalam keadaan mantap,

ekskresi ureum kira- kira 25 gram setiap hari.


43

4. Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir

metabolisme otot yang dilepaskan dari otot dengan kecepatan

hampir konstan dan diekskresi dalam urin dengan kecepatan yang

sama. Kreatinin diekskresikan oleh ginjal melalui kombinasi filtrasi

dan sekresi, konentrasinya relative sama dalam plasma hari ke

hari, kadar yang lebih besar dari nilai normal mengisyaratkan

adanya gangguan fungsi ginjal.

F. Bahan Penelitian

Bahan penelitian yang digunakan adalah darah vena, kapas alcohol

70% dan Reagen KIT alat kimia Cobas 311 c analyzer.

G. Instrumen Penelitian

Instrument penelitian adalah alat-alat yang digunakan untuk

pengumpulan data, invont concent, tourniquet, spoit 3cc, centrifuge,

kuvet, tabung. Vakum tutup merah dan alat kimia Cobas 311 c

Analyzer.

H. Prosedur Penelitian

1. Pra analitik

a) Disiapkan alat dan bahan


44

1) Alat : invont concent, tourniquet, spoit 3 cc, centrifuge,

kuvet, tabung. vakum tutup merah dan alat kimia Cobas 311

C analyzer.

2) Bahan : darah vena, kapas alcohol 70% dan Reagen KIT

alat kimia Cobas 311 c analyzer.

b) Cara pengambilan sampel (Darah Vena)

Cara pengambilan sampel darah adalah sebagai berikut :

Desinfeksi lengan pasien dengan alkohol 70% dan dibiarkan

sampai kering, kemudian tangan dibendung dengan tourniquet,

kemudian ditegangkan dengan jari telunjuk dan ibu jari kiri

diatas pembuluh darah kemudian ditusuk jarum dengan sisi

miring dengan tangan kanan, darah akan masuk dengan

sendirinya pada tabung vacum. Kemudian kepal tangan dibuka

dan ikatan pembendung direnggangkan atau dilepas sampai

sejumlah darah yang dibutuhkan diperoleh, diletakkan kapas

kering pada tempat tusukan, jarum ditarik kembali. Kemudian

pasien dianjurkan untuk sedikit menekan bekas tempat tusukan

dengan kapas kering. (Gandasoebrata R, 2011)

2. Analitik

Tunggu sampai sampel darah beku kemudian centrifuge dengan

kecepatan 3000 rpm dalam 5 menit kemudian masukkan tabung

kesampel disk yang ada pada alat kimia cobas 311 c kemudian

input data pasien pada monitor apabila sampel sudah di letakkan


45

semua tekan tombol STAR pada monitor alat untuk memulai proses

pembacaan, tunggu hasil akan muncul setelah pembacaan pada

layar.

3. Pasca Analitik

Interpretasi hasil kadar Ureum dan Kreatinin.

I. Analisis Data

Analisis data disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa secara

deskriptif dengan melihat hasil pemeriksaan ureum dan kreatinin

kemudian dilakukan analisa data dengan rumus sebagai berikut :

F
P(%) = = N x 100 %

Keterangan :

P% : Persentase kejadian

F : Frekuensi Kejadian

N : Jumlah keseluruhan sampel


46

J. Kerangka Operasional Penelitian

Pasien Tuberkulosis
Paru yang telah
menjalani pengobatan
selama 4 bulan

Serum penderita

Pemeriksaan Kadar Ureum


dan Kreatinin

Hasil

Analisa Data

Pembahasan

Kesimpulan

Gambar 3.1 Skema Kerangka Operasional