Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH BIOLOGI SEL DAN MOLEKULER

REVIEW JURNAL “HUMAN RIGHTS IMPLEMENTATION IN THE MEANS OF


SOCIAL CONTROL ON LESBIAN GAY BISEKSUAL TRANSGENDER (LGBT) IN
INDONESIA”

Disusun oleh:

AMIRA NADITA QA PUJI AINUL HAFIDZ


DINDA AMANDA PARAS LAYNA SAFA
DELIS SULASTRI RINI ANGGRAENI
FANISA RIADHIANI SARAH SAHILA
FUJI HERJAYANTI TIKA RAHMAWATI 31117047
NIDA NUR FADHILAH

PROGRAM STUDI S1 FARMASI

STIKes BAKTI TUNAS HUSADA

TASIKMALAYA

2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah
melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah ini bisa selesai
pada waktunya.

Terima kasih penulis ucapkan kepada Ibu penulis yang telah memberikan semangatnya
selama pengerjaan makalah. Dan tak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada Bapak .,Apt.,M.Si
selaku dosen pengampu mata kuliah Metabolisme Obat.

Penulis berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca. Namun
terlepas dari itu, penulis memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga
penulis sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun demi terciptanya
makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.

Tasikmalaya,

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II HASIL REVIEW
A. Landasan Teori
B. Mekanisme Terjadinya Transgender
C. Gen Yang Berperan Pada Seorang Transgender
D. Penyebab Terjadinya Transgender
E. Ciri-Ciri Transgender

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan………………………………………………………………………31
DAFTAR PUSTAKA
ABSTRAK

Hak Asasi Manusia (HAM) yang berlaku di Indonesia tidak bertentangan dengan Pancasila,
Undang Undang Dasar 1945 dan agama, serta bersifat partikularistik relatif. Semua manusia
memiliki hak asasi atas kebebasan. Namun, kebebasan yang dimiliki memiliki batas-batas yang
berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali, termasuk bagi kaum lesbian, gay, biseksual,
transgender (LGBT). Tujuan penelitian ini yaitu merumuskan perlakuan dan pandangan
masyarakat serta implementasi hukum hak asasi manusia terhadap lesbian, gay, biseksual,
transgender. Metode penelitain yaitu mengunakan penelitian non doktrinal. Hasil dari penelitian
yang diperoleh menyatakan bahwa kaum LGBT kehadirannya masih diterima tetapi perilaku
mereka tidak dapat diterima di dalam masyarakat. Simpulan yaitu bahwa Pada dasarnya hak asasi
manusia merupakan hak dasar yang dimiliki setiap manusia sejak dalam kandungan, lahir sampai
kematiannya yang tidak dapat dicabut dengan alasan apapun juga kecuali oleh Tuhan Yang Maha
Esa sebagai penciptanya. Indonesia melarang keras LGBT karena tidak sesuai dengan Pancasila
dan bersimpangan dengan nilai budaya Indonesia, tetapi dalam konteks Hukum Hak Asasi
Manusia, LGBT seharusnya mendapatkan hak yang sama dengan masyarakat lain. Hukum Hak
Asasi Manusia di Indonesia melindungi seluruh hak masyarakatnya, tanpa terkecuali, terutama hak
sipilnya. Kata Kunci: Hak Asasi Manusi;, Kontrol Sosial; LGBT
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada dasarnya, hak asasi manusia (HAM) adalah hak dasar yang dimiliki setiap
manusia dari rahim, lahir sampai kematiannya dan hak ini tidak dapat dibatalkan karena
alasan apa pun, kecuali oleh Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai Pencipta. Hak asasi manusia
adalah kristalisasi berbagai sistem nilai dan filosofi tentang manusia dan semua aspek
kehidupan mereka. Fokus utama hak asasi manusia adalah kehidupan manusia dan
martabat.1 Ada dua pandangan tentang hak asasi manusia, yaitu hak asasi manusia sebagai
hak universal dan hak asasi manusia sebagai hak relatif atau khusus. Hak asasi manusia
sebagai hukum yang berlaku universal dinyatakan dalam Deklarasi Hak Asasi Manusia
pada tahun 1948, sementara hak asasi manusia sebagai hukum positif diterapkan di
Indonesia, sebagai tambahan hak asasi manusia yang terkandung dalam dokumen
internasional, yang mempertimbangkan nilai-nilai yang ada di masyarakat.2
Berdasarkan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak
Asasi Manusia, Hak Asasi Manusia (HAM) didefinisikan sebagai seperangkat hak yang
melekat pada sifat dan eksistensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Kuasa dan
merupakan anugerah yang seharusnya dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh
negara, hukum, pemerintah, dan semua orang untuk kehormatan dan perlindungan
martabat manusia. Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa hak asasi manusia yang
diadopsi di Indonesia bersifat partikular karena hak asasi manusia didefinisikan sebagai
hadiah dari Tuhan yang memprioritaskan nilai-nilai sosial dalam kehidupan masyarakat
yang relatif di alam. Pancasila adalah dasar dari Republik Indonesia sehingga semua
peraturan di Indonesia dipandu oleh Pancasila. Selain itu, Indonesia juga dipandu oleh
UUD 1945. Dengan demikian, Hak Asasi Manusia yang diterapkan di Indonesia tidak
boleh bertentangan dengan nilai-nilai dalam Pancasila dan UUD 1945. Saat ini, hak asasi
manusia sebagai partikularisme sedang digantikan oleh hak asasi manusia universal karena
"dalam konsep hak asasi manusia modern, pengaruh liberalisme dapat dilihat dalam hak-
hak sipil pasif, yaitu kebebasan individu dari campur tangan negara".4 LGBT tidak sesuai
dengan citra Orang Indonesia sehingga kehadirannya menjadi kontroversi dan
menciptakan pertentangan. Banyak orang LGBT mulai menunjukkan diri secara terbuka.
“Fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) telah menjadi isu yang banyak
dibahas di masyarakat Indonesia dengan munculnya promosi atau iklan LGBT di media
sosial. Rekrutmen rekrutmen oleh orang LGBT telah tersebar di berbagai media sosial,
bahkan kelompok LGBT juga telah menyebar ke kampus-kampus, sekolah dan tempat-
tempat umum lainnya ”5.
Dalam UUD 1945 (UUD 1945), kebebasan diatur dalam Amandemen II
Amandemen II, yaitu Pasal 28 E Ayat (2) yang menyatakan bahwa setiap orang berhak atas
kebebasan berkeyakinan, mengungkapkan pikiran dan sikapnya sesuai dengan hati
nuraninya. 6 Peraturan ini menjadi salah satu faktor yang mendukung warga negara
Indonesia untuk menjadi lesbian, gay, biseksual dan transgender. Namun, pandangan ini
salah karena bahkan jika seseorang diberi hak untuk bebas, kebebasan diatur dalam hukum
dan isinya tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan agama. Hak asasi
manusia dan manusia adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Hak asasi manusia tidak
melihat ras, etnis, agama, dan gender seseorang sehingga bahkan jika orang tersebut gay,
lesbian, biseksual atau transgender, ia tetap memiliki hak yang sama seperti yang lain. Hak-
hak yang tercantum dalam Undang-Undang juga berlaku untuk orang transgender.
Misalnya, Pasal 28 A UUD 1945 menyatakan bahwa setiap orang berhak untuk hidup dan
berhak membela hidupnya sehingga meskipun orang tersebut adalah LGBT, haknya untuk
hidup harus dilindungi.7 Selain itu, Pasal 28 J ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa
manusia memiliki hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak atas kebebasan berpikir
dan hati nurani, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak
diakui untuk dituntut atas dasar hukum. Salah satu isi dari Hensilki Final Act of 1975
adalah persamaan dan hak untuk menentukan diri sendiri. Kemudian, dalam Prinsip
Yogyakarta, dinyatakan bahwa "orientasi seksual mengacu pada kapasitas seseorang untuk
membawa emosi, seksual, dan perasaan yang menarik bagi orang lain, serta hubungan
intim dan seksual dengan orang lain dengan jenis kelamin berbeda atau sama atau lebih
dari satu jenis. gender ".8
Dalam Konstitusi Perancis, itu kemudian ditambahkan dan diperluas pada 1793 dan
1848 serta dalam konstitusi 1793 dan 1795. Revolusi ini diprakarsai oleh para pemikir
besar, seperti JJ Rousseau, Voltaire, dan Montesquieu. Hak asasi manusia yang
disimpulkan dalam deklarasi itu antara lain 9 :

1. Manusia dilahirkan mandiri dan tetap independen.


2. Manusia memiliki hak yang sama.
3. Manusia bebas melakukan sesuatu tanpa merugikan orang lain.
4. Manusia bebas untuk memutuskan agama dan keyakinan mereka.
5. Manusia bebas mengekspresikan pandangan mereka.
Dokumen-dokumen internasional ini menjadi dasar bagi pengembangan LGBT di
Eropa, yang kemudian menjadi dasar bagi pengembangan LGBT di Indonesia. Sebagai
penganut hak asasi manusia yang relatif partikularistik, Indonesia menentang LGBT, tetapi
tidak adanya peraturan yang mengatur LGBT membuat LGBT tidak dapat secara hukum
dilarang. Perkembangan kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender memunculkan pro
dan kontra dari berbagai kalangan di Indonesia, banyak dari mereka berpikir bahwa itu
adalah sesuatu yang menyimpang dari kepribadian bangsa Indonesia. Sebagai warga
negara hukum, lesbian, gay, biseksual, dan transgender memiliki hak yang harus diakui
oleh pemerintah. Namun, apa yang mereka inginkan bukanlah apa yang mereka dapatkan.
Orang LGBT sering mengalami diskriminasi seksual serta diremehkan dan bahkan
dianggap tidak pantas untuk hidup di tengah-tengah masyarakat oleh beberapa orang yang
mengaku anti LGBT karena mereka tidak sesuai dengan nilai-nilai moral dan agama.
Penolakan ini membuat orang LGBT merasa bahwa hak-hak dasar mereka terganggu dan
terhambat. Peraturan yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu yang menolak pekerja
LGBT dan tokoh masyarakat yang telah memprotes kehadiran orang LGBT serta
cemoohan dari masyarakat membuat orang LGBT merasa bahwa posisi mereka terancam
di negara mereka sendiri. Meskipun mereka harus memiliki hak untuk bebas dari
penyiksaan atau perlakuan kejam, tidak manusiawi, dan penghinaan terhadap tingkat dan
martabat manusia mereka. Atas nama hak asasi manusia, para pelaku LGBT, penganut,
dan korban menuntut pemerintah untuk menghapuskan diskriminasi seksual terhadap
identitas gender dan memenuhi hak-hak dasar mereka.
Di negara-negara barat, seperti Meksiko, Portugal, Inggris dan lain-lain, LGBT
adalah hal yang umum karena dilegalkan. Namun, itu berbeda dari Indonesia di mana
LGBT adalah tabu karena jelas menyimpang dari Pancasila yang merupakan dasar negara.
Beberapa orang bahkan berasumsi bahwa LGBT adalah penyakit yang dapat menyebabkan
kepunahan manusia dan menghancurkan sifat keluarga dan manusia. Di Indonesia, ada
beberapa kasus terkait LGBT. Salah satu kasus yang telah banyak dibicarakan dan disoroti
oleh media asing adalah pesta gay yang diadakan pada hari Minggu, 21 Mei 2017 di daerah
Kelapa Gading, Jakarta Utara. Juru bicara polisi, Agus Yuwono, menegaskan bahwa 141
orang termasuk pemilik dan beberapa pelaku telah ditangkap untuk ditanyai dan dijatuhi
hukuman di bawah undang-undang pornografi yang diterapkan di Indonesia. 1
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja gen yang berperan pada orang transgender?
2. Bagaimana mekanisme terjadinya transgender?
3. Apa saja penyebab terjadinya transgender?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui gen yang berperan pada orang transgender
2. Untuk mengetahui mekanisme terjadinya transgender
3. Untuk mengetahui penyebab terjadinya transgender
BAB II
HASIL REVIEW
A. Landasan Teori
Secara etimologi transgender berasal dari dua kata yaitu “trans” yang berarti pindah (serbi;
tanggungan; perubahan); pemindahan dan “gender” yang berarti jenis kelamin (Pius dan Dahlan
Hearts Nur Fadilatul, 2013: 16). Menurut Peletz (2006) mengartikan kata trans sebagai pergerakan
melintasi ruang dan batas, sama dengan merubah hal yang bersifat alamiah, alami. Sedangkan
pengertian “gander" bermakna menggabungkan suatu identitass atau proses atau hubungan antara
dua fenomena. Transgender ialah orang yang cara berperilaku atau penampilannya tidak sesuai
dengan peran pada jenis kelamin umumnya.
Transgender adalah orang atau yang mempunyai perasaan yang berbeda tingkat
“melanggar” norma kultural mengenai bagaimana seharusnya laki-laki dan perempuan. Seorang
perempuan seperti mengundang partisipasi beroperasi kultural dituntut untuk bersikap lemah
lembut.tetapi jika seorang laki-laki yang berkarakter demikian, namanya itu transgender (Linda
Sudiono dalam Garis Sekolah Feminis Untuk Kaum Muda Perempuan Mahardika 2011: 17) .
Istilah trangender diartikan oleh Fausiah (2011 Hearts Nur Sakina) sebagai suatu terminologi yang
disematkan ditunjukan kepada keaneka ragaman indidu, perilaku, kelompok-kelompok yang
dianggap memiliki kecendrungan yang dianggap menyimpang dari peran jender yang dianggap
normatif (laki-laki atau perempuan), namun tidak selalu ditetapkan pada saat kelahiranya, dan juga
perasan yang secara tradisional ditetapkan oleh masyarakat.
Transgender merupakan identitas pernyataan seseorang gender. Transgender tidak
menyatakan secara langsung berbeda bentuk spesifik dari orientasi seksual. Ia merupakan suatu
terminologi yang sering digunakan untuk menjelaskan suatu tingkatan yang luas mengenai identitas
dan pengalaman. Transgender merupakan suatu bentuk prilaku baik oleh individu maupun
kelompok yang menggunakan atribut pengoperasian jenis kelamin dari yang oleh dikonsturksikan
masyarakat, yang dianggap menyimpang dari perang jenis kelamin (laki-laki atau perempuan),
nilai, norma serta agama beroperasi umum. Namun tidak selalu ditetapkan pada saat kelahiran.perlu
digaris bawahi bahwa transgender dan transeksual adalah permasalahan yang berbeda, yang
membedakan keduanya adalah transgender belum pasti merupakan transeksual, karena orangutan
yang mengubah sifat dan perilakunya berbanding terbalik.

B. Mekanisme Transgender
Alasan yang mendasari terjadinya transgender terbagi menjadi 2 :
1. Bayi yang baru lahir dan mengalami atau memiliki kelamin ganda yang disebut
interseksual.
2. Seseorang yang memiliki keyakinan untuk mengubah penampilan fisik dan fungsi
karakteristik seksual yang meraka inginkan atau yakini.

Tahapan yang dapat dilakukan untuk pengubahan kelamin atau transgender :

1. Konsultasi
Konsultasi merupakan tahapan awal yang dapat dilakukan dengan mendiagnosa
dan dilakukan psikoterapi. Hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan seseorang apakah
benar tidaknya ingin melakukan perubahan transgender.
2. Terapi Hormon
Hormon diberikan kepada seseorang sebelum melakukan perubahan kelamin.
Untuk wanita diberi hormon androgen, dimana hormone ini untuk pembentukan
karakteristik sekes pria. Misalnya, tumbuhnya jenggot, rambut, pembentukan suara
yang lebih berat dan dada yang lebih bidang. Dan untuk pria diberikan hormone
estrogen dan anti androgen. Hormone ini diberikan untuk mengubah massa otot, kulit,
membantu distribusi lemak tubuh, melebarkan pinggul dan rambut.
3. Uji Penyesuaian Hidup
Ini dilakukan agar seseorang sudah terbiasa melakukan segala aktivitas sebagai
orang lain, dilihat dari tempat kerja, nama dan tingkah laku nya.
4. Operasi Kelamin
Operasi pria ke wanita, dilakukan pengangkatan penis dan testis, pemotongan
uretra dan sisa kulit nya digunakan untuk cangkok jaringan vagina sehingga vagina
utuh. Setelah itu diberikan lagi hormone untuk mempercantik wajah, pertumbuhan
payudara dan menghilangkan jakun juga dapat dilakukan. Sedangkan wanita ke pria
dilakukan masektomi subkutan, pengangkatan Rahim dan indung telur dan pembuatan
kelamin baru. Namun pengangkatan vagina dan pemanjangan uretra adalah prosedur
yang paling sulit.
C. Gen Yang Berperan Pada Seorang Transgender
Sebuah studi baru mengungkapkan temuan, ada proses tertentu bernama epigenetika yang
bisa menjelaskan mengapa homoseksualitas terjadi dalam sebuah keluarga. Sejak janin “Saklar”
atau switcher itu berasal dari genome pada manusia. ‘Saklar molekuler’ ini biasanya terhapus
diawal proses perkembangan janin tapi mereka bisa saja diturunkan dari generasi ke generasi,”
terang peneliti William Rice, seorang pakar genetika evolusioner dari University of California,
Santa Barbara, AS. Bahkan sejumlah epi-marks memiliki fungsi yang sangat penting dalam
perkembangan janin, terutama mendorong perkembangan fisik alat kelamin pada janin secara
normal kendati jumlah hormon testosterone di dalam rahim ibu bervariasi selama masa kehamilan.
Dalam ilmu biologi, Epigenetika (Epigenetics) adalah studi tentang perubahan fenotipe atau
ekspresi genetika, yang artinya adalah terjadi perubahan turunan (terjadi secara turun-temurun)
yang disebabkan oleh mekanisme selain perubahan sekuens DNA dasar.

D. Penyebab Terjadinya Transgender


1. Faktor bawaan (hormone dan gen)
Faktor genetic dan fisiologis adalah faktor yang ada didalam diri individu karena ada
masalah antara lain dalam susunan kromosom, ketidak seimbangan hormon, struktur otak,
maupun kelausunan syaraf otak.
2. Faktor lingkungan
Faktor yang dipengaruhi oleh lingkungan dan psikologis seseorang. Umumnya seseorang
merasakan perasaan tidak nyaman dan tertekan karena merasa berada di tubuh yang salah.
Maka, lingkungan dan psikologis seseorang yang tertekan tersebut menjadi salah satu
pendukung yang menyebabkannya memilih jadi transgender. Seseorang tersebut memiliki
perasaan tidak nyaman dan tidak puas dengan keadaan anatomi seksnya. Dan ia berharap dapat
berganti dari satu fase ke fase yang lain, seperti dari laki-laki ingin menjadi perempuan.Faktor
lingkungan diantaranya pendidikan yang salah pada masa kecil dengan membiarkan anak laki-
laki berkembang dalam tingkah laku perempuan, pada masa pubertas dengan homoseksual
yang kecewa dan trauma. Perlu dibedakan penyebab transeksual kejiwaan dan bawaan. Pada
kasus transgender larena keseimbangan hormone yang menyimpang (bawaan),
menyeimbangkan kondisi hormonal guna mendekatkan kecenderungan biologis jenis kelamin
bias dilakukan. Sedangkan penyebab kejiwaan yaitu Mereka sebenarnya normal hanya saja
karena tidak memiliki kelainan genetika maupun hormonal dan kecenderungan berpenampilan
lawan jenis hanya untuk memperturutkan dorongan kejiwaan.

Faktor lingkungan memiliki pengaruh yang besar dalam membenduk pribadi seseorang,
termasuk dengan teman seperminannya. Seorang anak laki-laki yang dibiarkan bermain dan
bergaul dengan anak perempuan dapat membuat penyimpangan pada perkembangan
kepribadiannya sehingga dapat membuatnya bertingkah dan bergaya layaknya anak perempuan,
dimulai dengan hal-hal kecil terlebih dahulu seperti jalan dan bicaranya yang mulai gemulai. Tidak
dapat dipungkiri bahwa teman adalah salah satu yang berperan dalam pembentukkan karakter
kepribadian, dengan ini seorang transgender merasa adanya dukungan yang diberikan oleh teman-
temanya, persetujuan dan penerimaan.

E. Ciri-ciri transgender
Selain beberapa factor penyebab yang dapat menjadikan seseorang menjadi seorang
transgender, terdapat beberapa ciri-ciri fisik yang dimiliki olah seorang transgeder ada ciri-ciri
transgender berupa ciri fisik dan juga berdasarkan ciri sifat.
1. Berikut ciri-ciri fisik yang dimiliki oleh seorang transgender, yaitu :
a. Kaki :
Transgender relative memiliki kaki yang panjang. Kaki transgender umum nya
tegak, terutama pada bagian paha depan dan juga betis. Beberapa anggapan
mengungkapkan ini merupakan efek testosterone. Namun meski begitu pembawaan
jiwa feminism membuat kaki transgender terlihat lentur, halus dan juga elegan
b. Bahu Dan Punggung
Meskipun sebagian wanita terlihat memiliki bahu yang juga bidang, namun hal
tersebut masih menjadi ciri khas dari bentuk seorang pria. Jadi, transgender
umumnya memiliki bahu yang lebar dan elegan. Punggung yang terlihat juga
cenderung lurus, kaku dan tidak bungkuk.

c. Muka
Dagu yang dimiliki transgender umumnya sedikit lebih besar di bandingkan wanita
pada umumnya, rahang pada seorang transgender juga terlihat lebih kuat serta
memiliki alis yang agak menonjol di banding alis wanita kebanyakan
d. Jakun
Salah satu yang terbukti secara jelas adalah jakun. Pria memiliki jakun yang lebih
menonjol di banding wanita. Pria memiliki ukuran jakun yang lebih besar dari pada
wanita. Sehingga jakun di anggap sebagai tanda jelas ciri-ciri seorang pria
2. Ciri-ciri sifat yang dimiliki seorang transgender :
a. Seorang laki-laki tetapi di dalam jiwanya dia memiliki jiwa seorang wanita. Dengan
demikian dia berharap agar dapat berganti jenis kelamin. Begitu pun sebaliknya
dengan seorang wanita bahwa dalam diri nya dia mwerasakan bahwa dirinya adalah
seorang laki-laki.
b. Biasanya sikap wanita yang lemah lembut. Tetapi pada kasus transgender ini yang
memiliki sikap yang lembah lembut adalah seorang laki-laki sedangkan sikap
wanita berubah menjadi seperti seorang laki-laki.
c. Transgender juga lebih sering menggunakan pakain lawan jenis nya. Seperti
seorang laki-laki lebih menyukai pakaian seorang wanita dan seorang wanita lebih
menyukai pakaian seorang laki-laki . baik mereka memakai nya sesekali maupun
sudah jadi kebiasaan. Transgender laki-laki juga senang berdandan layaknya
seorang perempuan begitupun sebalik nya dengan seorang wanita lebih senang
berdandan seperti seorang laki-laki.
d. Transgender juga melakukan, merasa berfikir ataupun terlihat berbeda dari jenis
kelamin yang ditetapkan saat mereka lahir.
e. Transgender juga merasa tidak adanya kecocokan antara bentuk fisik, jenis
kelamin, dengan kejiwaan nya ataupun adanya ketidak puasan dengan yang ada
pada dirinya sehingga timbuul keinginan untuk merubah nya.

Adapun solusi yang dapat dilakukan pada seorang transgender :

Untuk pengobatan pasien transgender merupakan langkah ke arah lebih perawatan. Strategi yang luas saat
ini untuk terapi hormon untuk pasien transgender meliputi

1. Androgen untuk virilize pria transgender dan


2. Estrogen, selain antiandrogen, untuk mengurangi kadar testosteron ke kisaran perempuan
konvensional untuk wanita transgender sambil menghindari tingkat supra-fisiologis (<200 pg / mL).

Dukungan kesehatan mental adalah kunci untuk program kesehatan transgender yang baik. Pasien harus
diskrining untuk masalah kesehatan mental pengganggu bersama dengan kemampuan pasien untuk
menjalani terapi hormon. Meskipun individu transgender memiliki insiden tinggi dari marabahaya
kesehatan mental, sering akibat dari stigma sosial, tidak ketidaksesuaian gender.

1. Terapi Hormon untuk Transgender Men (Perempuan-ke-laki)


Pengobatan hormonal untuk pria transgender sangat mirip dengan terapi penggantian
hormon untuk laki-laki hipogonadisme pada umumnya. 1,15,16 Untuk penggantian hormon untuk
laki-laki hipogonadisme pada umumnya. 1,15,16 Untuk penggantian hormon untuk laki-laki
hipogonadisme pada umumnya. 1,15,16 Untuk mencapai virilisasi maksimal, kadar testosteron
harus ditingkatkan berada dalam otak yang normal kisaran fisiologis laki-laki (300-1000 ng / dL).
Pasien dapat mengantisipasi penghentian menstruasi, meningkat wajah rambut / tubuh, pola laki-
laki botak, meningkat jerawat, meningkatkan libido, meningkatkan massa otot, klitoromegali, dan
redistribusi lemak dalam 3 sampai 12 bulan pertama terapi testosteron. Pendalaman suara dapat
terjadi di banyak. Efek yang tepat dan waktu saja testosteron akan bervariasi dari pasien ke pasien.
Ketika seorang pasien mulai terapi hormon, dia dapat dimulai dengan setengah dosis yang
digunakan untuk seorang pria 70-kg khas dan kemudian dititrasi dengan cepat untuk mencapai laki-
laki kadar serum fisiologis (300-1000 ng / dL). Testosteron dapat berfluktuasi terus- menerus
adminis- secara lisan, transdermal, atau parenteral, meskipun tidak ada produk oral yang tersedia
di Amerika Serikat . Testosterone enanthate atau cypionate 50 sampai Amerika Serikat.
Testosterone enanthate atau cypionate 50 sampai 200 mg mingguan dapat diberikan secara
intramuskular (IM) atau subkutan (SQ). 200 mg mingguan dapat diberikan secara intramuskular
(IM) atau subkutan (SQ). Dosis yang lebih tinggi (100 sampai 200 mg) dapat diberikan setiap 2
minggu, namun dapat mengakibatkan ity periodic- lebih signifikan dalam kadar testosteron.
persiapan transdermal, seperti testosteron gel (25 sampai 100 mg / hari) atau testosteron patch yang
(25 sampai 75 mg / hari), akan mencapai efek virilizing sama seperti testosteron IM, tapi patch
dapat menyebabkan iritasi kulit. Meskipun persiapan transdermal dapat mengakibatkan kadar
testosteron lebih halus, mungkin lebih sulit untuk mencapai tingkat yang diinginkan dengan
mereka. Oral testosteron undecanoate (160-240 mg / hari), dan testosteron undecanoate IM (1000
mg setiap 12 minggu) belum tersedia di Amerika Serikat.
Pasien yang memakai testosterone harus dipantau untuk kedua virilizing dan efek samping
setiap 3 bulan untuk tahun pertama dan kemudian setiap 6 sampai 12 bulan. Kadar testosteron
serum harus dipantau 6 sampai 12 bulan. Kadar testosteron serum harus dipantau sampai stabilitas
dicapai dalam rentang laki-laki. Pasien yang memakai testosterone enanthate atau cypionate IM
atau SQ dapat memiliki tingkat puncak testosteron diukur 24 sampai 48 jam setelah suntikan, dan
tingkat palung sesekali diukur segera sebelum suntikan. Pasien yang memakai testosteron
transdermal dapat memiliki tingkat sampel setiap saat setelah 1 minggu. Androgen indeks sensitif,
seperti hematokrit (atau hemoglobin) dan profil lipid, harus dipantau di tindak lanjut kunjungan.
tingkat yang memadai hormon seks yang diperlukan untuk mempertahankan massa tulang,
sehingga orang-orang transgender beresiko untuk osteoporosis harus memiliki kepadatan mineral
tulang (BMD) diukur sebelum memulai testosteron. Jika tidak, skrining BMD dapat dimulai pada
usia 60 atau jika kadar testosteron secara konsisten rendah.

Terapi testosteron tidak boleh dimulai pada pasien yang sedang hamil, memiliki penyakit yang
tidak stabil arteri koroner, atau polisitemia tidak diobati (hematokrit pada atau di atas 55%). Terapi
testosteron dapat membuka topeng polisitemia dan lipidemia hiper, yang harus diobati dengan tepat. Tidak
diketahui apakah terapi testosteron menempatkan pria transgender pada peningkatan risiko untuk kanker
rahim atau ovarium, sehingga meskipun tidak ada data, histerektomi telah didorong dalam beberapa
protokol. Testosteron dikenal untuk merangsang eritropoiesis; sana kedepan, pemantauan untuk
memastikan bahwa kadar hematokrit kurang dari 55% yang diperlukan untuk pria transgender. 18
Meskipun data saat ini mendukung keselamatan diperlukan untuk pria transgender. 18 Meskipun data saat
ini mendukung keselamatan diperlukan untuk pria transgender. 18 Meskipun data saat ini mendukung
keselamatan terapi hormon transgender, studi jangka panjang yang lebih dibutuhkan di daerah ini. 19 ini. 1

2. Terapi Hormon untuk Transgender Perempuan (Laki-laki-to-Female)


Pengobatan hormonal untuk wanita transgender hanya sedikit lebih rumit daripada rejimen
untuk pria transgender. Untuk mencapai feminisasi maksimal, wanita transgender dengan testis
sering membutuhkan antiandrogen selain estrogen. Tujuan dalam terapi hormon untuk wanita
transgender adalah untuk menurunkan testosteron ke kisaran perempuan (<100 ng / dL) tanpa
tingkat supra-fisiologis estradiol (<200 pg / mL). Tidak ada endpoint fisik khusus untuk memonitor.
Sebaliknya, monitoring terdiri dari memeriksa kadar hormon dan memberikan pengawasan untuk
kanker pada jaringan yang ada. Sementara efek dan waktu tentu saja estrogen dan terapi Drogen
antian- bervariasi, pasien dapat mengharapkan penurunan wajah rambut / tubuh, penurunan libido,
penurunan ereksi spontan, penurunan sifat manis mulut kulit, penurunan massa otot, redistribusi
lemak, dan perkembangan payudara dalam pertama 3 untuk 12 bulan. pertumbuhan payudara
biasanya akan mencapai puncaknya setelah 2 tahun terapi hormon Spironolactone adalah
antiandrogen paling sering diresepkan dan paling mahal yang digunakan di Amerika Serikat. Ini
adalah antagonis reseptor aldosteron yang telah terbukti menurunkan angka kematian pada pasien
dengan New York Hati Associa- tion kelas 3 dan gagal jantung kongestif yang lebih besar. 20
lakton York Hati Associa- tion kelas 3 dan gagal jantung kongestif yang lebih besar. 20 lakton York
Hati Associa- tion kelas 3 dan gagal jantung kongestif yang lebih besar. 20 lakton Spirono- juga
menghambat sekresi dan aktivitas testosteron (meskipun mekanismenya tidak diketahui).
Spironolactone dapat diberikan dalam dosis 100 sampai 200 mg sehari; sampai 400 mg
dapat diberikan jika ditoleransi. Dosis dapat dibagi, tetapi pasien harus menyadari bahwa sifat
diuretik lemah spironolactone mungkin menjadi lebih jelas pada dosis yang lebih tinggi, membuat
malam dosis kurang disukai. Cyproterone asetat sering digunakan di Eropa, tetapi tidak tersedia di
Amerika Serikat. Gonadotropin-releasing hormone (GnRH) agonis (3,75-11,25 mg / 1-3 bulan),
seperti leuprolida, menghambat produksi hormon luteinizing dan follicle-stimulating hormone dan,
karena itu, testosteron, tetapi sering mahal dan harus diberikan oleh injeksi. Meskipun agonis
GnRH telah digunakan untuk mengobati anak-anak dengan pubertas prekoks bersama dengan
individu transgender remaja, dan muncul ditoleransi dengan baik,
Estrogen dapat diberikan secara oral, transdermal, atau parenteral. Oral estrogen konjugasi
2,5 untuk 7,5 mg dan lisan 17-beta estradiol 2 sampai 6 mg sehari yang populer karena mereka
mudah digunakan dan tersedia. Dengan estrogen terkonjugasi, beberapa metabolit yang tidak
terjawab pada tes estradiol serum. Estradiol dan spironolactone dapat dengan peningkatan risiko
tromboemboli vena. Estradiol dan spironolactone dapat dimulai pada dosis rendah (misalnya, 14
kekuatan) dan peningkatan hingga kadar serum testosteron berada dalam kisaran perempuan (<100
ng / dL). Beberapa mengusulkan bahwa hati pertama-pass untuk estrogen lisan meningkatkan risiko
trombosis dan bahwa estradiol transdermal menambal 0,25-0,4 mg dua kali seminggu harus
digunakan pada wanita transgender yang berada pada peningkatan risiko untuk penyakit
tromboemboli. Estradiol dapat diberikan secara parenteral dengan estradiol valerat atau cypionate
5 sampai 20 mg IM setiap 2 minggu, atau 2 sampai 10 mg IM setiap minggu, tetapi tingkat lebih
sulit untuk dipantau.
Pengobatan bedah untuk Individu Transgender
a. Tidak semua pasien transgender keinginan operasi, atau semua bedah
b. Tidak semua pasien transgender keinginan operasi, atau semua bedah pilihan yang tersedia bagi
mereka.
c. Operasi tersedia untuk pria transgender (FTM) meliputi dada
d. Operasi tersedia untuk pria transgender (FTM) meliputi dada rekonstruksi, vaginectomy,
histerektomi, ooforektomi, metoidioplasty, dan / atau phalloplasty.
e. Operasi tersedia untuk wanita transgender (MTF) termasuk
f. Operasi tersedia untuk wanita transgender (MTF) termasuk pembesaran payudara, laring atau
operasi feminisasi vokal, pengurangan kondroplasti tiroid, penectomy, inversi vaginoplasty, dan /
atau vaginoplasty usus.

Tujuan untuk terapi medis untuk beberapa individu transgender adalah untuk mencocokkan
penampilan luar mereka untuk identitas gender mereka. Banyak transgender individu menemukan
terapi hormon saja sukses untuk ekspresi identitas gender mereka. Namun, beberapa orang transgender
akan mengejar operasi. operasi konfirmasi jenis kelamin seringkali langkah akhir dalam proses
pengobatan, dan sering terbatas karena jumlah kecil dari fasilitas medis yang berkualitas. Pasien dapat
memilih untuk satu operasi bukannya semua pilihan bedah yang tersedia Operasi untuk Transgender
Men (Perempuan-ke-laki) Bedah Dada Rekonstruksi Sering disebut sebagai “operasi top,” operasi
rekonstruksi dada dapat terdiri dari beberapa langkah, yang dianggap perlu oleh pasien. Ini termasuk
mastektomi subkutan, pengurangan dan reposisi kompleks puting-areola, dan dada contouring dengan
sedot lemak. Tergantung pada volume parenkim, posisi kompleks puting-areola, dan tingkat elastisitas
kulit, baik mary pendekatan bedah periareolar atau inframam- dengan cangkok puting bebas dapat
dilakukan. 22 inframam- dengan cangkok puting bebas dapat dilakukan.

BAB III

KESIMPULAN