Anda di halaman 1dari 1

Chapter 5: Profit Center

Pusat laba merupakan suatu unit organisasi yang di dalamnya terdapat


pendapatan dan beban yang diukur secara moneter. Dalam menetapkan suatu
pusat laba, suatu perusahaan mendelegasikan wewenangnya dalam
pengambilan keputusan ke tingkat lebih rendah yang memiliki informasi relevan
dalam membuat expense/revenue trade-off. Dalam hal ini terdapat divisionalisasi
di mana setiap unit utama dalam organisasi bertanggung jawab atas produksi
maupun pemasaran. Anthony dan Govindarajan (2007) dalam buku Management
Control System menyebutkan bahwa dalam hal keputusan finansial, unit bisnis yang
ada harus saling bersaing satu sama lain untuk mendapatkan dana bagian dari dana
investasi yang tersedia. Hal ini tentu menimbulkan adanya tendensi manajer unit
bisnis untuk memaksimalkan kinerja dalam unit bisnis yang ia kelola ketimbang
kinerja bisnis secara keseluruhan. Dengan begitu, terdapat ganjalan dalam mencapai
goal congruence dalam perusahaan. Langkah seperti apa yang dapat digunakan
perusahaan dalam mengatasi serta mengelola hal ini?
Sepengetahuan saya, terdapat batasan dari corporate management untuk
membatasi setiap unit bisnis dengan perjanjian. Perjanjian tersebut harus menyatakan
aktivitas-aktivitas pemasaran atau produksi yang boleh dilaksanakan sehingga unit
bisnis tidak boleh melakukan aktivitas pemasaran atau produksi di luar perjanjian,
meskipun terdapat potensi kehilangan laba. Akan tetapi, saya masih belum paham
mengapa dalam satu payung perusahaan setiap unit bisnis diarahkan untuk saling
bersaing satu sama lain? Bukankah seharusnya setiap unit bisnis bersinergi bersama
untuk mencapai objective perusahaan secara keseluruhan? Dengan begitu,
peningkatan laba untuk satu manajer dapat berarti pengurangan laba bagi manajer
yang lain. Selain itu, bukankah kinerja suatu perusahaan tidak hanya dilihat
berdasarkan kinerja masing-masing unit bisnis, akan tetapi kinerja perusahaan secara
keseluruhan?
Kemudian, dalam divisionalisasi pasti akan menimbulkan biaya tambahan
karena adanya tambahan manajemen, pegawai, dan pembukuan yang dibutuhkan.
Selain itu, juga terdapat kemungkinan duplikasi tugas di setiap pusat laba. Apakah
memungkinkan bila setiap unit bisnis memiliki pemasaran atau produksi yang
berbeda akan tetapi dengan sinergitas sehingga meminimumkan duplikasi tugas?