Anda di halaman 1dari 6

PRAKTIKUM V

PENGGUNAAN WATERBATH, CENTRIFUGE DAN VORTEX MIXER


SERTA PERAWATANNYA

I. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum
a. Mahasiswa mengetahui jenis instrumen laboratorium serta memahami prinsip
kerjanya.
b. Mahasiswa mampu menggunakan, memelihara dan merawat instrumen
tersebut.
c. Mahasiswa mampu mengetahui konsep dan cara kalibrasi instrumen
laboratorium.
2. Tujuan Instruksional Khusus
a. Mahasiswa mengetahui teknik penggunaan waterbath, centrifuge dan vortex
mixer
b. Mahasiswa mampu mengetahui cara perawatan waterbath, centrifuge dan
vortex mixer
c. Mahasiswa mengetahui konsep dan cara kalibrasi waterbath, centrifuge dan
vortex mixer

II. PRINSIP KERJA


1. Waterbath
Prinsip kerja waterbath adalah mempertahankan suhu pada kondisi tertentu selama
selang waktu yang ditentukan dengan media air sebagai penghantar panas. Energi
listrik yang berasal dari sumber tegangan akan memberikan supply listrik pada
heater sehingga menghasilkan panas, sehingga menyebabkan suhu alat meningkat
2. Centrifuge
Prinsip kerja centrifuge adalah rotasi atau perputaran tabung yang berisi larutan
agar dapat dipisahkan berdasarkan massa jenisnya. Larutan akan terbagi menjadi
dua fase yaitu supernatan yang berupa cairan dan yang mengendap. Bagian dari
campuran yang memiliki massa jenis lebih besar akan terakumulasi di bagian
bawah tabung, sedangkan bagian dengan massa jenis lebih rendah akan berada di
bagian atas tabung sehingga campuran akan mudah dipisahkan.
3. Vortex Mixer
Prinsip kerja vortex mixer adalah mixing/mengomogenkan agar komposisinya rata.
Vortex mixer terdiri dari sebuah motor listrik dengan drive shaft yang berorientasi
vertikal dan melekat pada sepotong karet menangkupkan dipasang sedikit off
tengah. Sebagai motor menjalankan potongan karet berosilasi cepat dalam gerakan
melingkar, ketika sebuah tabung tes sesuai ditekan ke dalam karet gerakan
ditransmisikan ke bagian dalam cairan dan vortex dibuat.

III. DASAR TEORI


1. Waterbath
Waterbath merupakan instrumen yang berisi air yang mampu mempertahankan
suhu air pada kondisi tertentu selama selang waktu yang ditentukan. Waterbath adalah
suatu alat yang memanfaatkan heater sebagai komponen utamanya dan termostat
sebagai komponen utama kontrol sistemnya. Waterbath juga dapat digunakan untuk
keperluan inkubasi, dengan menggunakan media air dalam proses pemanasan.
Energi listrik yang berasal dari sumber tegangan akan memberikan supply listrik
pada heater sehingga menghasilkan panas, sehingga menyebabkan suhu alat
meningkat. Sensor thermostat yang ditempatkan di daerah pemanasan pada waterbath
akan ikut menjadi panas dan memuaikan cairan dalam sensor tersebut. Pada derajat
suhu tertentu, dimana pemuaian dari cairan sensor cukup tinggi, maka bertambahnya
volume cairan sensor ini akan memberikan tekanan pada kontaktor thermostat
sehingga kontaktor terbuka. Dengan tebukanya kontaktor thermostat , heater tidak
mendapatkan suplly arus sehingga suhu berangsur-angsur turun. Pada saat tekanan
pada sensor thermostat kembali turun sehingga kontaktor kembali tertutup,
pemanasan akan terjadi kembali. Water bath menggunakan daya listrik yang relatif
rendah sehingga sangat ekonomis dan efisien. Waterbath dapat digunakan untuk :
1. Pemanasan pada suhu rendah 30°C sampai 100°C
2. Menguapkan zat atau larutan dengan suhu yang tidak terlalu tinggi
3. Menjaga kondisi lingkungan untuk berbagai reaksi kimia atau biokimia
4. Menginkubasi kultur mikrobiologi
Pada umumnya waterbath memiliki fitur kontrol berbagai kontroler yang
berhubungan dengan pengaturan suhu. Waterbath digunakan sebagai alat keamanan
untuk mencegah pemanasan zat yang berlebihan. Waterbath control yaitu :
Pengendalian Suhu di Bath Air: Semua sistem waterbath memiliki kontrol untuk
mengatur suhu. Hal ini terkait dengan lampu indikator. Jika lampu menyala berarti
waterbath pemanas. Ketika waterbath mencapai temperatur yang di-set, tombol on-off
akan memelihara siklus agar temperatur tetap.
Pengendalian Keselamatan di Bath Air: Seiring dengan kontrol suhu, kebanyakan
waterbath memiliki kontrol keamanan. Kontrol keamanan digunakan untuk mengatur
suhu maksimal waterbath. Biasanya sudah diatur tepat di atas kontrol suhu. Sebuah
lampu indikator terpasang dengan kontrol keamanan.
Kontrol di Bath Air: Kontrol ini tersedia hanya dengan getaran waterbath. Mekanisme
getaran dapat diaktifkan atau dinonaktifkan. Kecepatan getaran juga dapat diatur.
2. Centrifuge
Centrifuge merupakan alat yang digunakan untuk memisahkan campuran
berdasarkan massa jenisnya melalui proses pengendapan. Dalam prosesnya, centrifuge
menggunakan prinsip rotasi atau perputaran tabung yang berisi larutan agar dapat
dipisahkan berdasarkan massa jenisnya. Larutan akan terbagi menjadi dua fase yaitu
supernatan yang berupa cairan dan yang mengendap. Bagian dari campuran yang
memiliki massa jenis lebih besar akan terakumulasi di bagian bawah tabung, sedangkan
bagian dengan massa jenis lebih rendah akan berada di bagian atas tabung sehingga
campuran akan mudah dipisahkan.
Peralatan centrifuge terdiri dari sebuah rotor atau tempat untuk meletakkan larutan
yang akan dipisahkan. Rotor ini akan berputar dengan cepat yang akan mengakibatkan
larutan akan terpisah menjadi dua fase. Semakin cepat perputaran yang dilakukan,
semakin banyak pula pellet yang dapat diendapkan begitu juga sebaliknya.
Dalam sebuah laboratorium centrifuge berguna untuk memisahkan partikulat padat
dalam cairan. Sebagai contoh:
a. Untuk memisahkan serum.
b. Untuk pemeriksanaan Ht ( Hematokrit ).
c. Untuk pemeriksaan mikroskopis.
Ada beberapa macam centrifuge yaitu :
a. General Purpose Centrifuge
Model biasanya adalah tabletop ( bisa diletakkan diatas meja ) yang dirancang
untuk pemisahan sampel urine, serum atau cairan lain dari bahan padat yang
tidak larut. Centrifuge ini biasanya berkecepatan 0 – 300 rpm, bisa menampung
sampel dari 5 sampai 100 ml.
b. Mikro Centrifuge
Alat ini disebut juga microfuges yaitu memutar microtubes khusus pada
kecepatan tinggi.
c. Speciality Centrifuge
Merupakan centrifuge yang dipakai untuk keperluan yang lebih spesifik seperti
mikrohematokrit centrifuge dan blood blank centrifuge yang dirancang untuk
pemakaian spesifik di laboratorium klinik.
1. Microhematokrit Centrifuge merupakan variasi dari microcentrifuge yang
dapat menampung sampel kapiler untuk pengukuran volume hematokrit
pack cell.
2. Bloodbank Centrifuge adalah centrifuge yang dipakai di bank darah dan
serologi yang dirancang untuk memisahkan sampel serologis dalam tabung.
d. Centrifuge berkecepatan tinggi
1. Ultracentrifuge yaitu centrifuge yaitu centrifuge berkecepatan tinggi yang
berputar dengan kecepatan diatas 50.000 rpm. Centrifuge ini dilengkapi
dengan sistem pendinginan. Untuk menjaga agar sampel tetap dingin selama
dicentrifuges, centrifuge ini lazim dipakai di laboratorium penelitian.
2. Refrigerated Centrifuge adalah centrifuge berkecepatan tinggi yang
berputar dengan kecepatan 0 – 20.000 rpm. Centrifuge ini dilengkapi
dengan sistem pendinginan untuk menjaga agar sampel tetap dingin selama
dicentrifuges. Centrifuges ini lazim dipakai di laboratorium penelitian.

3. Vortex Mixer
Vortex mixer merupakan salah satu alat sederhana yang banyak digunakan di
laboratorium. Vortex mixer berfungsi untuk mencampur cairan dalam suatu wadah
kecil. Vortex mixer banyak digunakan laboratorium mikrobiologi, biokimia atau kimia
analitis. Secara umum vortex mixer terdiri dari sebuah motor listrik dengan drive shaft
yang berorientasi vertical dan sebuah karet yang terpasang sedikit keluar dari pusat
lubang. Sebagai alat yang berjalan, potongan karet berisolasi cepat dengan gerakan
melingkar. Ketika tabung reaksi atau wadah lain yang sesuai ditekan ke dalam gelas
karet (atau menyentuh ke tepi) gerak ditransmisikan ke cairan di dalam dan pusaran
yang dibuat. Kebanyakan mixer vortex memiliki pengaturan kecepatan variabel dan
dapat diatur untuk terus berjalan atau berjalan hanya ketika tekanan diterapkan ke
bagian karet.

IV. ALAT DAN BAHAN


Alat: Waterbath, centrifuge, vortex mixer, tabung reaksi, rak tabung reaksi, tabung vial
Bahan: Aquades, sampel darah

V. PROSEDUR KERJA
1. Cara Penggunaan Waterbath
a. Tempatkan waterbath pada tempat yang kering dan rata agar permukaan air
menjadi seimbang saat memanaskan tabung larutan
b. Periksa volume air pada waterbath. Volume air disesuaikan dengan ketinggian
tabung atau sedemikian rupa agar ketinggian sesuai dengan permukaan cairan
dalam tabung dan air tidak masuk ke tabung
c. Ketinggian air tidak boleh kurang dari elemen pemanas agar elemen pemanas
tidak terbakar
d. Hubungkan waterbath dengan sumber listrik
e. Atur pengontrol temperature sesuai dengan temperature yang diinginkan
dengan cara menekan tombol naik/turun
CARA PERAWATAN WATERBATH :
 Selalu digunakan aquadest (air suling), jangan menggunakan air sumur karena
dapat menyebabkan korosi.
 Selesai digunakan, matikan arus listrik.
 Jika hendak disimpan, bak air harus dikosongkan.
 Alat dibersihkan dengan lap bersih yang dibasahi air dan dilap dengan lap kering
setiap selesai digunakan.
 Box control tidak boleh terkena air karena dapat berakibat tersengat listrik/ alat
akan menjadi rusak.
 Jika air di dalam bak telah keruh, maka air harus diganti.

2. Cara Penggunaan Centrifuge


a. Hidupkan alat dengan menekan tombol ON.
b. Atur kecepatan dan waktu yang diinginkan. Untuk alat yang sudah diprogram
apabila dirubah kecepatan dan waktunya, program disesuaikan.
c. Masukkan tabung yang akan di centrifuge dengan posisi yang seimbang saling
berhadapan.
d. Jika semua tabung sudah masuk, ditutup penutupnya lalu tekan start.
e. Alat akan memutar secara otomatis dan apabila sudah selesai dan alat akan
berhenti secara otomatis.
f. Tekan stop dan dibuka penutupnya lalu diambil tabung – tabung yang sudah di
centrifuge.
g. Jika alat selesai digunakan, matikan alat dengan menekan power off.
Cara perawatan:
 Bersihkan dinding bagian dalam dengan larutan antiseptik setiap minggu atau
bila terjadi tumpahan atau ada tabung yang pecah.
 Gunakan tabung dengan ukuran dan tipe yang sesuai untuk setiap centrifuge
 Beban harus dibuat seimbang sebelum centrifuge dijalankan
 Pastikan bahwa penutup telah menutup dengan baik dan kencang sebelum
centrifuge dijalankan.
 Periksa bantalan pada wadah tabung. Bila bantalan tidak ada maka tabung
mudah pecah waktu dicentrifuge karena adanya gaya sentrifugal yang kuat
menekan tabung kaca ke dasar wadah
 Cegah jangan sampai ada kotoran atau ceceran zat-zat yang dicentrifuge, baik
padat maupun cair

3. Cara Penggunaan Vortex Mixer


a. Hidupkan alat dengan menekan tombol ON.
b. Siapkan 1 tabung yang berisi cairan dan letakkan di atas vortex mixer dan tekan
sedikit karet/ lempeng kepala kemudian vortex akan bergetar
menghomogenkan cairan.
c. Perlu diperhatikan agar tidak mengisi tabung terlalu penuh atau jika memang
cairan yang ingin dihomogenkan bervolume banyak tutup tabung dengan
penutup tabung.
d. Lakukan sampai sampel benar-benar homogen.
e. Matikan dengan menekan tombol OFF.
Cara Perawatan: jaga kebersihan motor dibawah karet agar tidak sampai basah atau
berjamur. Dan setelah digunakan lepas karet agar motor dibawahnya tidak lembab.