Anda di halaman 1dari 7

MELAKSANAKAN KOMUNIKASI SECARA LANGSUNG/LISAN

No. No. Revisi Halaman


Dokumen :
FKTP BIDDOKKES
A.YANI
Tanggal Ditetapkan Oleh
STANDAR PROSEDUR Terbit : KABIDDOKKES POLDA JATIM

OPERASIONAL
dr. BUDI HERIYADI, M.M
KOMISARIS BESAR POLISI NRP 65120808

PENGERTIAN Melaksanakan kontak langsung pada pasien untuk mendapatkan informasi


seluas-luasnya tentang kebutuhan pengobatan dan perawatan

TUJUAN UMUM Melaksanakan komunikasi secara langsung atau komunikasi aktif antara
petugas dan pasien

TUJUAN KHUSUS a) Memudahkan identifikasi pasien


b) Menampung keluhan pasien
c) Membantu menegakkan proses perawatan

KEBIJAKAN 1) Memberikan rasa nyaman pada pasien


2) Menampung keluhan pasien
3) Memudahkan penyampaian informasi untuk pasien dan keluarganya
4) Memberikan kesan ramah tamah pada pasien dan keluarganya

PERSIAPAN a. Kriteria Persiapan


Menciptakan situasi lingkungan yang nyaman
b. Kriteria Pelaksanaan
1. Perawat menampilkan sikap yang ramah dan sopan
2. Memperkenalkan diri
3. Menyapa pasien dangan ramah
4. Menyampaikan informasi secara lengkap dengan bahasa yang sudah
dimengerti pasien
5. Mengamati respon pasien
6. Mencatat hasil komunikasi

DOKUMEN TERKAIT Medical Record

UNIT TERKAIT Poli Umum, Poli KIA, Poli Gigi


MELAKSANAKAN PEMASANGAN INFUS

No. No. Revisi Halaman


Dokumen :
FKTP BIDDOKKES
A.YANI
Tanggal Ditetapkan Oleh
STANDAR PROSEDUR Terbit : KABIDDOKKES POLDA JATIM

OPERASIONAL
dr. BUDI HERIYADI, M.M
KOMISARIS BESAR POLISI NRP 65120808

PENGERTIAN Memasukkan cairan elektrolit, obat dan nutrisi ke dalam pembuluh darah
vena dalam jumlah dan waktu tertentu dengan menggunakan infus set

TUJUAN 1. Sebagai pengobatan


2. Mencukupi kebutuhan tubuh akan cairan cairan dan elektrolit
3. Memberi zat makanan pada pasien yang tidak dapat / tidak boleh
makan melalui mulut

KEBIJAKAN 1. Pada pasien dehidrasi


2. Pasien yang tidak boleh makan atau minum
3. Pasien yang dapat pengobatan tertentu

PERSIAPAN 1. Kriteria persiapan


1. Standart infus
2. Cairan yang akan diberikan
3. Infus set
4. Kassa steril
5. Alkohol swab
6. Gunting
7. Plester
8. Pengalas
9. Bengkok

2. Kriteria Pelaksaan
1. Petugas mencuci tangan
2. Pasien diberi penjelasan
3. Siapkan area yang akan dipasang infus
4. Memeriksa ulang cairan yang akan diberikan
5. Keluarkan udara dari selang infus
6. Menentukan vena yang akan di tusuk
7. Pasang pengalas
8. Desinfeksi area yang akan ditusuk dengan diameter 5-10cm
9. Menusuk jarum infus / abocat pada vena yang telah ditentukan
10.Melakukan viksasi
11.Menutup bagian yang ditusuk dengan kasa steril
12.Menghitung jumlah tetesan sesuai dengan kebutuhan
13.Memperhatikan reaksi pasien
14.Catat waktu pemasangan, jenis cairan dan jumlah tetesan
15.Pasien dirapikan
16.Alat-alat dibereskan
17.Petugas cuci tangan

DOKUMEN TERKAIT Medical Record

UNIT TERKAIT Poli Umum, Poli KIA, Poli Gigi


MELAKSANAKAN PEMERIKSAAN ANC

No. No. Revisi Halaman


Dokumen :
FKTP BIDDOKKES
A.YANI
Tanggal Ditetapkan Oleh
STANDAR PROSEDUR Terbit : KABIDDOKKES POLDA JATIM

OPERASIONAL
dr. BUDI HERIYADI, M.M
KOMISARIS BESAR POLISI NRP 65120808

PENGERTIAN Pemeriksaan kesehatan Ibu hamil dan Janin

TUJUAN Sebagai pedoman kerja petugas KIA (Bidan) dalam pelaksanaan pelayanan
ibu hamil

PERALATAN 1. Timbangan
2. Ukuran panggul
3. Tensi
4. Alat suntik
5. Dopler
6. Funanduscop
7. Metlin
8. Pengukur lila
9. Selimut
10. Reflek hammer
11. Stetoscop
12. Kalender kehamilan

KEBIJAKAN Pada ibu hamil

1. kreteria persiapan
PERSIAPAN a. mempersiapkan alat dan bahan medis yang diperlukan
b. mempersiapkan bumil mengosongkan kandung kemih
c. petugas mencuci tangan dengan tujuh langkah

2. kreteria Plaksanaan
a. petugas menerima kunjungan bumil diruang pemeriksaan
b. petugas melakukan anamnesa
1. Menanyakan identitas
2. Menanyakan riwayat kehamilan yang sekarang dan yang lalu
3. Menanyakan riwayat menstruasi
4. Menanyakan riwayat persalinan yang lalu dan pemakaian alat
kontrasepsi
5. Menanyakan riwayat penyakit yang diderita dan riwayat
penyakit keluarga
6. Menanyakan keluhan pasien sekarang
7. Menanyakan ststus imunisasi TT
c. Petugas melakukan pemeriksaan fisik
1. Melakukan pemeriksaan tinggi badan dan LILA ( untuk
kunjungan pertama kali) berat badan serta tensi( setiap kali
kunjungan)
2. Melakukan pemeriksaan palpasi( Tinggi TFU, posisi janin mulai
trimester III)
3. Melakukan pemeriksaan auskultasi(DJJ) mulai trimester II
4. Memeriksa Hb pada kunjungan pertama dan trimester III
menjelang persalinan
5. Memeriksa apakan ada oedem pada estremitas atas dan bawah
d. Petugas memberitahu tentang hasil pemeriksaan yang dilakukan
e. Petugas memberikan penyuluhan tentang kesehatan dan resiko tinggi
pada ibu hamil
f. Petugas mencatat hasil pemeriksaan pada status ibu, buku KIA, khort
ibu hamil
g. Petugas menulis resep ( kalcium lactat, FE, Vitamin, Asam Folat)
h. Petugas mendeteksi resiko tinggi kehamilan bila ada dan rujuk ke
dokter SPOG
i. Catat mutu

DOKUMEN TERKAIT Medical Record

UNIT TERKAIT Poli Umum, Poli KIA, Poli Gigi


MELAKSANAKAN PELAYANAN KB

No. No. Revisi Halaman


Dokumen :
FKTP BIDDOKKES
A.YANI
Tanggal Ditetapkan Oleh
STANDAR PROSEDUR Terbit : KABIDDOKKES POLDA JATIM

OPERASIONAL
dr. BUDI HERIYADI, M.M
KOMISARIS BESAR POLISI NRP 65120808

PENGERTIAN Keluarga berencana adalah tindakan yang membantu individu atau


pasangan suami istri untuk menghindari kalahiran yang tidak diingginkan,
mengatur interval diantara kelahiran, mengontor waktu saat kelahiran
dalam hubungan dengan umur suami istri, menentukan jumlah anak dalam
keluarga

TUJUAN Sebagai acuan dalam memberikan pelayanan keluarga berencana di unit


KIA-KB

KEBUJAKAN 1. Pada pasien yang ingin mengatur jarak persalinan


2. Pasien yang tidak hamil
3. Pasangan usia subur

PERSIAPAN 1. Petugas memangil nama pasien sesuai nmor urut


2. Petugas mencocokkcn identitas pasien dengan identitas pada
rekam medik
3. Jika tidak sesuai petugas melakukan konfirmasi ulang kebagian
pendaftaran dan rekam medis sampai menjadi kesesuaian
4. Petugas melakukan anamnesa pada pasien
5. Petugas melakukan pemeriksaan antropometri berat badab dan
pemeriksaan tekanan darah
6. Jika pasien merupakan aseptor bar, petugas memberikan
konseling KB dengan menggunakan ABPK(alat bantu pengambilan
keputusan) jika pasien merupakan pasien lama petugas
menanyakan keluhan utama
7. Petugas melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui
kesesuaian alat kontrasepsi yang diinginkan pasien dengan
keadaan fisik
8. Petugas melakukan penapisan
9. Pada pasien baru jika ada ketidak sesuaian pilihan pasien dengan
penapisan petugas maka kembali kelangkah 6. Jika tidak ada
masalah petugas memberi inforn concen pada pasien untuk
pemberian kontasepsi yang dipilih
10. Petugas memberikan kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi dan
pilihan pasien
11. Petugas memberi konseling setelah pemberian alat kontrasepsi
12. Petugas menulis dan memberi resep bila perlu
13. Petugas mencatat di reka medis KB, kartu KB pasien dan register
14. Petugas menjelaskan tenttang kunjungan ulan

DOKUMEN TERKAIT Medical Record

UNIT TERKAIT 1. rekam medis

2. poli KIA-KB

27 - 12 - 2018