Anda di halaman 1dari 14

SEJARAH PERKEMBANGAN KURIKULUM DI INDONESIA

Makalah
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Telaah Pengembangan Kurikulum
Pembelajaran Bahasa Arab (TPKPBA)

Disusun Oleh:

Rini Ansari (NIM:16105591)


Sri Rahmayani Manalu (NIM :17106689)

Dosen Pengampu:

Rozaanah,MA

PENDIDIKAN BAHASA ARAB


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AS-SUNNAH
DELI SERDANG
TAHUN AKADEMIK 2019 M/1441 H
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhaanahu wata’ala yang dengan


Rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.
Shalawat beriringan salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad ‫ ﷺ‬beserta
keluarga dan para sahabat radhiallahu’anhum.
Makalah ini berjudul “Sejarah Perkembangan Kurikulum Di
Indonesia” disusun untuk memenuhi tugas pada matakuliah telaah kurikulum dan
pengembangan kukikulum.Alhamdulillah dengan terselesainya tugas makalah ini,
maka penulis mengucapkan terima kasih kepada UstadzahRozaanah,
MA.Selakudosen pengampu dalam matakuliah ini yang telah memeberikan arahan
dan bimbingan dengan sabar kepada penulis sehingga makalah ini dapat
terselesaikan dengan baik.Semoga segala bantuan yang telah diberikan kepada
penulis mendapatkan ganjaran yang jauh lebih baik dari Allah Subhaanahu
Wata’ala.
Penulis menyadari meskipun penulis berusaha menulis makalah ini dengan
semaksimal mungkin tatapi tetap saja makalah ini tidaklah sempurna.Oleh karena
itu, penulis berharap adanya masukan dan saran serta bimbingan dari dosen
pengampu dan dari pembaca.Semoga Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa
menambahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat. Aamiin

Tanjung Morawa, 8 September 2019

Kelompok Dua

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i


DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ........................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................................... 1
1. Bagaimana sejarah kurikulum di Indonesia? .......................................................... 1
2. Apa saja kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia? ......................................... 1
C. Tujuan ..................................................................................................................... 1
BAB 2 PEMBAHASAN .................................................................................................... 2
A. Sejarah Kurikulum di Indonesia ............................................................................. 2
B. Kurikulum yang Pernah Berlaku di Indonesia. ....................................................... 2
1) Kurikulum Rencana Pelajaran (1947-1968)........................................................ 2
2) Kurikulum Berorientasi Pencapaian (orde baru 1975-1984) .............................. 4
3) Kurikulum berbasis kompetensi.......................................................................... 6
4) Kurikulum 2013 .................................................................................................. 8
BAB III PENUTUP ..................................................................................................... 10
A. Kesimpulan ........................................................................................................... 10
B. Saran ..................................................................................................................... 10

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kurikulum tidak ada begitu saja dan keberadaannya juga tidak di
biarkan begitu saja.Namun kurikulum perlu disusun dan disesuaikan dengan
kebutuhan zaman yang ada.Sehingga dengan demikian kurikulum yang
diterapkan disekolah juga sudah banyak mengalami perubahan dan
perkembangan ke arah yang lebih baik.
Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan,
sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan. Kurikulum
mencerminkan falsafah hidup bangsa, ke arah mana dan bagaimana bentuk
kehidupan itu kelak akan ditentukan oleh kurikulum yang digunakan oleh
bangsa tersebut sekarang. Begitu juga dengan negara Indonesia, perubahan
kurikulum senantiasa dilakukan sesuai kebijakan negara dan kebutuhan negara
di zaman yang dinamis ini.Nilai sosial, kebutuhan dan tuntutan masyarakat
cenderung/selalu mengalami perubahan antara lain akibat dari kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Kurikulum harus dapat mengantisipasi perubahan
tersebut, sebab pendidikan adalah cara yang dianggap paling strategis untuk
mengimbangi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Maka dari itu sangat penting bagi kita untuk mempelajari perubahan
kurikulum dari masa ke masa yang terjadi di Indonesia. Karena hal ini akan
semakin memberikan pemahaman kepada kita betapa pentingnya keberadaan
kurikulum dan penting pula untuk dikembangkan.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah kurikulum di Indonesia?
2. Apa saja kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana sejarah kurikulum di Indonesia.
2. Untuk mengetahui kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia.

1
BAB 2
PEMBAHASAN

A. Sejarah Kurikulum di Indonesia


Kurikulum di indonesia muncul sejak tahun 1947, dua tahun setelah
indonesia merdeka. Kurikulum di Indonesia mengalami perubahan yaitu pada
tahun 1947,1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006 dan 2013. Perubahan
tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik,
sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara,
karena semakin berkembangnya zaman, sistem yang ada dalam suatu negara pasti
mengalami perubahan dari segala aspek. Begitu pula aspek pendidikan yang
selalu mengalami perkembangan sesuai dengan tujuan pendidikan itu sendiri.
Kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan
agar tercapainya tujuan pendidikan. Semua kurikulum nasional dirancang
berdasarkan landasan yang sama, yaitu pancasila dan UUD 1945, perbedaanya
terletak pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam
merealisasikannya.1
B. Kurikulum yang Pernah Berlaku di Indonesia.
1) Kurikulum Rencana Pelajaran (1947-1968)
Kurikulum yang ada di Indonesia di pengaruhi oleh tatanan sosial politik
indonesia. Negara-negara yang pernah menjajah indonesia seperti Belanda dan
Jepang mempengaruhi sistem pendidikan di Indonesia. Setelah indonesia
merdeka, tahun 1945 pemerintah mulai menyusun kurikulum yang sesuai dengan
situasi dan kondisi saat itu.

Pada tahun 1947, pemerintah mulai membuat kurikulum di Indonesia,


yang diberi nama rencana pelajaran. Kurikulum ini terus berjalan dengan beberapa
perubahan terkait dengan orientasinya, arah dan kebijakan yang ada, hingga
bertahan sampai tahun 1968 saat pemerintahan beralih pada masa orde baru.

a) Rencana pelajaran 1947

1
Mara samin lubis, Telaah Kurikulum, (Medan: Perdana Mulya Sarana, 2016), h.95.

2
Kurikulum di indonesia mulanya dibuat pada tahun 1947, dengan
memakai istilah Leer Plan yang artinya Rentjana Pelajaran 1947. Kurikulum
pendidikan di indonesia pada masa ini hanya meneruskan kurikulum yang
pernah digunakan sebelumnya pada masa kolonial belanda dan jepang.
sehingga kurikulum yang dibuat masih dipengaruhi sistem pendidikan
kolonial belanda dan jepang.2
Kurikulum Rentjana Pelajaran 1947 ini lebih menekankan pada
pembentukan karakter manusia indonesia yang merdeka dan berdaulat yang
sejajar dengan bangsa lain yang ada di muka bumi ini, karena suasana
kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut
kemerdekaan. Kurikulum Rentjana Pelajaran 1947 ini walaupun telah disusun
tahun 1947 namun pelaksanaannya tahun 1950.3
b) Rencana Pelajaran Terurai 1952
Pada tahun 1952 kurikulum di indonesia mengalami penyempurnaan.
Kurikulum pada saat itu diberi nampa Rentjana Pelajaran Terurai 1952.
Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional.Ciri
dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan
isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.4
c) Kurikulum Rencana Pendidikan 1964
Setelah tahun 1952, menjelang 1964, pemerintah kembali
menyempurnakan sistem kurikulum di indonesia. Kurikulum pada masa ini
diberinama Rentjana Pendidikan 1964.Pada kurikulum rencana pendidikan
1964, konsep pembelajarannya bersifat aktif, kreatif, dan produktif.Konsep
pembelajaran ini mewajibkan sekolah membimbing anak agar mampu
memikirkan sendiri pemecahan persoalan (problem solving).5Kurikulum
Rencana Pendidikan ini berpusat pada program pengembangan moral,
kecerdasan, emosional/artisitk, keterampilan, dan jasmani.

2
Marwael,” http://marwael-ayva.blogspot.com/2016/04/makalah-sejarah-kurikulum-di-
indonesia.htmlV”, 05,September,2019
3
Mara Samin Lubis, op.cit., h.96.
4
Ibid.,h.96.
5
Ibid.,h.96

3
d) Kurikulum 1968
Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari kurikulum 1964, yakni
dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari pancawardhana
menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar dan kecakapan khusus.
Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada
pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.Tujuan kurikulum 1968
membentuk manusia pancasila sejati, kuat dan sehat jasmani, mempertinggi
kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan
beragama.Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan
dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat.

2) Kurikulum Berorientasi Pencapaian (orde baru 1975-1984)


Setelah Indonesia memasuki masa orde baru maka tatanan kurikulum pun
mengalami perubahan dari “Rencana Pelajaran” menuju kurikulum berbasis pada
pencapaian tujuan.
Menurut kurikulum ini, belajar adalah berusaha menguasai isi atau materi
pelajaran sebanyak-banyaknya dan memperhatikan juga proses belajar yang
dilakukan peserta didik untuk mencapai tujuan.
a) Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 merupakan pengganti kurikulum 1968.
Ciri-ciri Kurikulum 1975:6
1) Berorientasi pada tujuan
2) Menganut pendidikan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki
arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan.
3) Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu.
4) Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan prosedur
pengembangan sistem instruksional (PPSI). Sistem yang senantiasa
mengarahkepada tercapainya tujuan yang spesifik, dapat diukur dan
dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa.

6
Ibid.,h.98.

4
5) Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus
respon (rangsang-jawab) dan latihan (drill).
b) Kurikulum 1984
Dasar perubahan kurikulum1975 ke kurikulum 1984 ialah :
1) Terdapat ketidakserasian antara materi kurikulum berbagai bidang studi
dengan dengan kemampuan anak didik.
2) Terdapat kesenjangan antara program kurikulum dan pelaksanaannya
disekolah.
3) Terlalu padatnya isi kurikulum yang harus diajarkan hampir disetiap jenjang.
4) Pelaksanaan pendidikan sejarah perjuangan bangsa (PSPB) sebagai bidang
pendidikan yang berdiri sendiri mulai dari tingkat kanak-kanak sampai
sekolah menengah tingkat atas, termasuk pendidikan luar sekolah.
5) Pengadaan program studi baru (sperti di SMA) untuk memenuhi kebutuhan
perkembangan lapangan kerja.

Ciri-ciri kurikulum 1984 ialah :


1) Berorientasi kepada tujuan instruksional.
Mengefektifkan pemberian pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu
belajar yang sangat terbatas di sekolah.
2) Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar
siswa aktif (CBSA).
3) Materi pelajaran dikemas dengan menggunakan pendekatan spiral, yakni
pengemasan bahan ajar berdasarkan kedalaman dan keluasan materi
pelajaran.
4) Menanamkan konsep pengertian terlebih dahulu sebelum memberikan
latihan.
5) Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan dan kematangan siswa.
6) Menggunakan pendekatan keterampilan proses.

c) Kurikulum 1994

5
Kurikulum 1994 ini merupakan revisi terhadap kurikulum 1984 tetapi pada
dasarnya keduanya tidak memiliki perbedaan yang prinsipil. Pada kurikulum 1984
proses pembelajaran menekankan pada pola pengajaran yang berorientasi pada
teori belajar mengajar sehingga kurang memperhatikan muatan/isi pelajaran.
Ditetapkanlah pada kurikulum 1994 ini, proses pembelajaran yang ditekankan di
dalamnya pola pengajaran yang berorientasi pada materi/isi pelajaran.
Adapun ciri-ciri umum kurikulum 1994 yaitu:
a) Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem caturwulan, yakni satu
tahun dibagi menjadi tiga tahapan.
b) Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat
c) Kurikulum 1994 bersifat populis, yaitu yang memberlakukan satu sistem
kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia.
d) Pengajaran dari hal yang konkrit ke hal yang abstrak, dari hal yang mudah ke
hal yang sulit dan dari hal yang sederhana ke hal yang kompleks.
e) Pengulangan-pengulangan materi yang dianggap sulit perlu dilakukan untuk
pemantapan pemahaman.

3) Kurikulum berbasis kompetensi


Kurikulum berbasis kompetensi mengarahkan kepada pembelajaran
menghasilkan output (peserta didik) yang mampu menghadapi dan mengantisipasi
keanekaragaman kehidupannya dengan serangkaian kemampuan yang
dimilikinya. Pembelajaran ini menekankan penciptaan dan peningkatan potensi
yang dimiliki peserta didik. Kurikulum sebelumnya menekankan pada aspek
pengetahuan dan targetnya ialah materi, sehingga pengetahuan cenderung kurang
memiliki daya terap, sedangkan pada KBK menekankan pada aspek kompetensi
dan dengan target keterampilan.Melalui pembelajaran dengan kurikulum ini
diharapkan mutu lulusan lebih bermakna dalam kehidupannya.
Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) disosialisasikan sejak pertengahan
tahun 2001 oleh Departemen Pendidikan Nasional dan diterapkan resmi pada
tahun ajaran 2004/2005. Langkah ini dilakukan sebagai solusi dari ketidakpuasan
dari kurikulum 1994 yang mayoritasnya berbasis materi karena tuntutan

6
perkembangan zaman yang dituntut ialah kemampuan siswa mengantisipasi
perubahan dan tuntutan masa depan bukan sekedar materi.
KBK memiliki ciri-ciri sebagai berikut, menekankan pada ketercapaian
kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal, berorientasi pada hasil
belajar dan keberagaman.Kegiatan belajar menggunakan pendekatan dan metode
bervariasi, sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya
yang memenuhi unsur edukatif.
KBK diterapkan secara bertahap di semua jenjang pada tahun 2002 dan
diterapkan secara menyeluruh ditahun 2004. Akan tetapi setelah perjalanan
beberapa tahun tidak didapatkan hasil yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh
beberapa faktor, diantaranya:7
a. Konsep KBK yang belum dipahami secara benar oleh para guru, sehingga
ketika guru melakukan penjabaran materi, maka tidak sesuai dengan harapan
dari KBK
b. Draf kurukulum yang selalu berubah-ubah sehingga membingungkan guru
dalam merujuk penerapan kurikulum ini
c. Belum adanya panduan strategi pembelajaran yang bisa dipakai oleh para guru
sebagai pegangan dalam menjalankan tugas instruksional bagi siswanya.
Akibatnya, dalam pembelajaran guru hanya mengandalkan pengalaman yang
telah dimilikinya yaitu basis materi sehingga tidak ada kemajuan yang berarti.
Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) merupakan penyempurnaan
dari Kurikulum 2004 (KBK).KTSP adalah kurikulum yang disusun dan
dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan/sekolah.Badan Standar
Nasional Pendidikan telah menyusun panduan penyusunan KTSP agar menjadi
acuan bagi SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB,SMA/MA/SMALB, dan
SMK/MAK.8 Penyusunan dan pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan
pada tingkat satuan pendidikanan yang bersangkutan. Departemen pendidikan
Nasional mengharapkan paling lambat semua sekolah telah melaksanankan
KTSP pada tahun ajaran 2009/2010.
7
Masnur muslich, KTSP pembelajaran berbasis kompetensi dan
kontekstual,(Jakarta:Bumi Aksara,2014),hlm.12
8
Ibid.,h.17.

7
KTSP adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
bahan pelajaran yang digunakan dalam pengelenggaraan pendidikan pada satuan
pendidikan tertentu.KTSP disusun dan dikembangkan oleh satuan pendidikan
dengan mengacu pada keunggulan lokal daerah setempat dan kekhasan
sekolah.Pada Kurikulum 2006, pemerintah pusat menetapkan standar kompetensi
dan kompetensi dasar. Guru dituntut mampu mengembangkan sendiri silabus dan
penilaian sesuai kondisi sekolah dan daerahnya. Hasil pengembangan dari semua
mata pelajaran dihimpun menjadi sebuah perangkat dinamakan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Terdapat perbedaan mendasar antara KTSP dan KBK, yaitu pada KTSP
sekolah diberi kewenangan penuh untuk menyusun rencana pendidikannya
dengan mengacu pada standar-standar yang telah ditetapkan, mulai dari tujuan,
visi-misi, stuktur, dan muatan kurikulum,beban belajar, kalender pendidikan,
hingga pengembangan silabusnya.9
Dengan adanya KTSP ini, diharapkan mampu menanggulangi celah
kelemahan dan kekurangan yang terdapat didalam KBK baik dari tataran
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

4) Kurikulum 2013
Kurikulum pendidikan nasional 2013 merupakan revisi kurikulum
2006(KTSP) yang lebih mengarah pada pembangunan karakter.Pada tahun
pembelajaran 2013/2014 telah dilakukan uji coba di beberapa sekolah di
Indonesia dan selanjutnya seluruh sekolah resmi menerapkan kurikulum 2013
pada tahun ajaran 2013/2015.
Pada mulanya kurikulum ini akan dilaksanakan pada juli 2013 secara
bertahap pada semua jenjang dengan rencana implementasi 30% SD, dan 100%
untuk SMP,SMA, dan SMK agar pada tahun 2016 semua sekolah swasta dan
sekolah negeri sudah mampu menerapkannya dengan optimal.10 Akan tetapi
mendekati bulan Juli DPR tak kunjung menyetui perihal perubahan kurikulum ini,

9
Pita silitonga, Telaah Kurikulum, (Medan: UNIMED Press, 2015), h.63.
10
E.Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya,2013), h.9.

8
sehingga rencana awal diubah yaitu implementasi 30% SD dan 100%
SMP,SMA,dan SMK menjadi 5% SD dan 7% SMP,SMA,dan SMK. Sehingga
akhirnya dalam implementasirencana baru ini dibuatlah projek beberapa sekolah
unggulan yang diharapkan mampu menjadi contoh dalam penerapan kurikulum
2013, seperti sekolah RSBI.Ini adalah langkah awal dimulainya kancah
pendidikan dengan kurikulum 2013.
Mendikbud mengungkapkan tiga hal yang harus ada di dalam kurikulum
2013, yakni pengembangan skill, attitude , dan knowledge. Pelajaran siswa pada
kurikulum ini ditekankan pada konten. Proses pembelajaran bersifat lebih tematik
dan kedepan akan lebih banyak yang dipelajari oleh siswa SD. Pendidikan
karakter lebih banyak di tingkat SD, semakin naik pelajaran pendidikan karakter
berkurang dan diganti dengan pelajaran keilmuan.
Pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 bertujuan untuk meningkatkan
mutu proses dan hasil pendidikan, hal ini mengarah pada pembentukan budi
pekerti dan akhlak mulia peserta didik secara terpadu sesuai dengan standar yang
telah ditentukan dalam kompetensi lulusan pada setiap satuan pendidikan.
Pendidikan nilai dan pembentukan karakter tidak hanya dilakukan pada tataran
kognitif, tetapi menjangkau internalisasi , dan pengalaman nyata dalam kehidupan
sehari-hari.

9
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Selama masih ada kehidupan maka perubahan akan selalu terjadi. Pada
hakikatnya perubahan diadakan untuk mengatasi masalah atau meningkatkan
kualitas kehidupan. Sama halnya dengan pendidikan, segala usaha dikerahkan
demi melakukan perubahan yang memperbaiki dan menigkatkan kualitas
demi mencapai tujuan pendidikan itu sendiri baik dari segi kurikulum ataupun
yang lain.
Kurikulum di Indonesia telah mengalami banyak perubahan dan
pengembangan.Disimpulkan bahwa kurikulum pendidikan nasional
mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947,1952, 1964, 1968, 1975, 1984,
1994, 2004(KBK), 2006(KTSP) dan kurikulum 2013 yang sedang berjalan
sampai tahun ini. Dan tidak menutup kemungkinan akan perbubahan setelah
kurikulum 2013.
Semua perubahan kurikulum ini merupakan usaha Negara dalam
menjaga keutuhan Negara dan meraih cita-cita bangsa.Dan disetiap
kurikulum memiliki sebab-sebab peralihan kurikulum ke arah yang lebih
baik.Untuk itu sebagai kaum intelek kita diharapkan mampu mengambil
pelajaran dari sejarah kurikulum yang telah dilalui sebagai pijakan untuk
menjadi lebih baik dan tidak jatuh didalam kesalahan yang telah terjadi.Jas
merah yaitu jangan sekali sekali melupakan sejarah.
B. Saran
Demikianlah makalah ini, harapan kami semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca dan menjadi ladang amal bagi penulis, meski pun
makalah ini jauh dari kesempurnaan. Kami menghimbau kepada pembaca
agar jangan berpatok sepenuhnya pada makalah ini, namun ada baiknya jika
pembaca memperdalam pengetahuan dengan mencari sumber lain untuk
menambah wawasan pembaca tentang sejarah kurikulum di Indonesia. Kami
juga mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kemajuan pendidikan,
khususnya kami sebagai penulis.

10
DAFTAR PUSTAKA

E.Mulyasa. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung:


PT Remaja Rosdakarya.
Lubis, M. S. (2016). Telaah Kurikulum. Medan: Perdana Mulya Sarana.
Marwael. (2019, september 05). Makalah Sejarah Kurikulum di Indonesia. 2016 .
Muslich, M. (2014). KTSP pembelajaran berbasis kompetensi dan kontekstual.
Jakarta: Bumi Aksara.
Silitonga, P. (2015). Telaah Kurikulum. Medan: UNIMED Press.

11