Anda di halaman 1dari 28

DAFTAR ISI

1. Pendahuluan
2. Spesifikasi Kompetensi
3. Strategi assessmen dan spesifikasi kompetensi
4. Skema penilaian
5. Proyek uji LKS
6. Keterampilan manajemen dan komunikasi
7. Persyaratan keamanan
8. Alat
9. Bahan
10. Lay Out Lomba
11. Pengunjung dan Media yang disediakan
12. Keberlanjutan/ sustainability

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


1. PENDAHULUAN

1.1. Nama dan Deskripsi Lomba

1.1.1. Nama Lomba Kompetensi adalah:


Welding

1.1.2. Diskripsi Bidang Lomba


Welding adalah salah satu proses manufaktur penting yang terikat oleh
standarisasi level nasional dan internasional. Hal tersebut dilakukan untuk
mengontrol kualitas hasil pengelasan dan kompetensi dari welder / juru las.
Juru las / welder menyambung logam metal dan paduan dengan berbagai
proses dan sumber busur listrik. Proses pengelasan dengan busur listrik
menggunakan gas pelindung atau flux untuk melindungi logam lasan dari
pengaruh udara disekitar. Juru las / welder perlu memiliki kemampuan
menginterpretasikan gambar, standar dan simbol-simbol yang dipersyaratkan
menjadi bentuk struktur dan fabrikasi secara akurat.
Welder / juru las dituntut memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang
bekerja dengan aman, peralatan keselamatan kerja dan bahaya-bahaya pada
pekerjaan las. Welder / juru las perlu memiliki pengetahuan spesifik tentang
proses dan peralatan las sebagaimana mereka memiliki pemahaman
bagaimana proses pengelasan berpengaruh pada struktur material logam
yang di las. Welder perlu memahami tentang kelistrikan dan bagaimana
menggunakannya pada pengelasan.
Proses pengelasan dilakukan untuk menyambung dan merangkaikan bagian-
bagian, pipa dan pelat pressure vessel. Welder menyiapkan, merakit dan
menyambung logam metal dan paduan menggunakan berbagai metode
pengelasan termasuk SMAW, GMAW, GTAW dan FCAW. Welder
menggunakan beberapa proses tergantung busur las yang akan digunakan,
terutama pengelasan Carbon steel, Stainless steel, aluminium, tembaga dan
paduannya. Welder harus memiliki kemampuan untuk memilih peralatan,
variabel proses dan teknik pengelasan yang tepat.

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


Welder menggunakan proses pemotongan dan mengidentifikasi persiapan
sambungan yang benar berdasarkan tipe, ketebalan dan kegunaan
sambungan. Menggunakan peralatan gerinda dan potong untuk
mempersiapkan sambungan las..
Welder dapat bekerja sebagai salah satu bagian unit industri yang beragam
seperti di teknik sipil, teknik mesin, transportasi, kelautan, konstruksi, servis
dan industri rekreasi. Welder juga bekerja di bagian persiapan, konstruksi,
perawatan dan perbaikan struktur. Welder dapat bekerja di berbagai lokasi
dan situasi, mulai dari di meja kerja pabrik, galangan kapal, pembangkit listrik
bahkan pengeboran lepas pantai. Lingkungan kerja dapat mencakup
lingkungan, cuaca, dan ruang di mana akses ke sambungan yang dilas.
Welder dapat melakukan satu atau beberapa proses pengelasan dan
diberbagai lingkungan.

1.1.3. Jumlah Peserta per Provinsi


Setiap provinsi hanya dapat diwakili oleh satu peserta lomba.

1.1.4. Batasan Usia


Peserta lomba minimal semester 5 SMK dan memiliki usia maksimal 19 tahun
pada tahun saat dilaksanakan lomba.

1.2. Isi Deskripsi Teknik


Dokumen ini berisi informasi tentang standar yang diperlukan untuk
perlombaan keterampilan, prinsip-prinsip penilaian, metode dan prosedur yang
mengatur perlombaan. Setiap pembimbing dan peserta harus mengetahui dan
memahami deskripsi teknik.

1.3. Dokumen Terkait


Perlombaan ini mengacu pada standart berikut:
• WSI – Competition Rules
• WSI – WorldSkills Standards Specification framework

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


• WSI – WorldSkills Assessment Strategy
• WSI Online resources as indicated in this document
• WorldSkills Health, Safety, and Environment Policy and Regulations
• ISO 5817-Welding—Fusion-welded joints in steel, nickel, titanium and their
alloys.
• ISO 9606-Qualification testing of welders Part 1: steels.
• ISO 10042-Welding—Arc-welded joints in Aluminium and it’s alloys.
• ISO 9017-Destructive tests on welds in metallic materials- fracture tests.
• ISO 15608-Welding – Guidelines for metallic materials grouping system.
• ISO 17635- Non-destructive testing of welds – General rules for metallic
materials.
• ISO 10025- Hot rolled products of structural steels. General Technical
delivery conditions.
• ISO 2553-Welding and allied processes – Symbolic representation on
drawings – Welded joints.
• AWS A2.4-Standard Symbols for welding Brazing, and Non-Destructive
Examination.
• AWS A3.0-Standard Welding Terms and Definitions.

2. SPESIFIKASI STANDAR KOMPETENSI LKS-SMK


2.1 Ketentuan Umum
Lomba Kompetensi Siswa dimaksudkan untuk melihat skill kompetensi praktek
terbaik seperti pada standar internasional. Oleh karena itu spesifikasi standar
merupakan panduan untuk pelatihan yang diperlukan dan persiapan lomba.
Dalam lomba kompetensi siswa, penilaian pengetahuan dan pemahaman
dilakukan melalui penilaian kinerja.
Spesifikasi Standar dibagi menjadi beberapa bagian berbeda, dengan judul dan
nomor referensi. Setiap bagian diberikan persentase dari total nilai untuk
menunjukkan bobot dari matery test project (MTP).
Spesifikasi Standar ini sering disebut sebagai "pembobotan" yaitu dengan total
persentase adalah 100.

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


2.2 Spesifikasi Kompetensi LKS-SMK

RELATIVE
SECTION IMPORTANCE
(%)
1. Organisasi dan manajemen kerja 10
Individu perlu mengetahui dan memahami:
• Standar dan undang-undang yang berkaitan dengan
kesehatan, keselamatan dan keamanan dalam industri
pengelasan
• Kisaran, penggunaan, dan pemeliharaan peralatan
pelindung diri yang digunakan di industri untuk
keadaan tertentu
• Pemilihan dan penggunaan peralatan keselamatan
yang terkait dengan spesifikasi atau tugas berbahaya
• Representasi gambar ISO A dan/atau E (Amerika dan
Eropa)
• Istilah dan simbol teknis yang digunakan dalam
gambar dan rancangan
• Terminologi dan data keamanan yang diberikan oleh
produsen
• Persyaratan dan efek produksi pengelasan untuk
lingkungan dan masalah keberlanjutan
• Manipulasi matematika dasar dan konversi satuan
• Prinsip, teknik, dan perhitungan geometris

Individu harus dapat :


• Bekerja dengan aman berkaitan dengan diri mereka
sendiri dan orang lain.
• Memilih APD sesuai kebutuhan.
• Mengenali situasi berbahaya dan mengambil tindakan
yang tepat untuk keselamatan mereka sendiri dan
orang lain
• Mengikuti proses prosedural yang benar saat bekerja
dalam lingkungan bahaya
• Mengidentifikasi dimensi dan simbol las
• Mematuhi lembar data keamanan pabrik
• Mempertahankan lingkungan kerja yang bersih
• Menyelesaikan pekerjaan dalam rentang waktu yang
disepakati
• Membuat koneksi penting untuk prosedur pengelasan
tertentu.
2. Teknik persiapan dan perakitan 10
Individu perlu mengetahui dan memahami :
• Interpretasi gambar fabrikasi atau teknik dan simbol las
• Klasifikasi dan spesifikasi penggunaan bahan habis
pakai pengelasan, antara lain :

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


- Pengkodean dan penunjukan welding rod
- Diameter dan penggunaan welding wire
- Pemilihan dan persiapan elektroda las
• Bagaimana kontaminasi permukaan dapat
mempengaruhi karakteristik pengelasan
• Pengaturan mesin las yang sesuai, meliputi :
- Polaritas pengelasan
- Posisi pengelasan
- Jenis material
- Ketebalan bahan
- Filler material dan kecepatan umpan.
• Setiap penyesuaian yang diperlukan untuk perangkat
mesin, bentuk elektroda TIG, jenis kawat, diameter dll.
• Metode kontrol distorsi pada material baja karbon dan
aluminium

Individu harus dapat:


• Mengatur peralatan las sesuai spesifikasi pabrikan
termasuk:
- Welding polarity
- Welding amperage
- Welding voltage
- Wire feed speed
- Travel speed
- Travel/electrode angles
- Mode of metal transfer
• Mempersiapkan material sesuai dengan spesifikasi
gambar
• Mengontrol dan meminimalkan distorsi
• Melakukan prosedur yang tepat untuk mengontrol heat
input

3. Bahan Las 10
Individu perlu mengetahui dan memahami :
• Sifat mekanik dan fisik dari:
- Baja karbon
- Aluminium dan paduannya
• Mengkoreksi alighment material yang digunakan
• Pemilihan bahan las
• Penyimpanan dan penanganan yang benar dari bahan
habis pakai
• Efek pengelasan pada struktur material

Individu harus dapat:


• Menggunakan material dengan pertimbangan sifat
mekanis
• Menyimpan bahan habis pakai dengan benar
• Memilih dan menyiapkan material sesuai dengan

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


drawing material list
• Memilih metode yang digunakan untuk melindungi
area las dari kontaminasi
• Memilih gas pelindung (shielding gas)

4. Proses las SMAW (111) and GMAW (135) 25


Individu perlu mengetahui dan memahami :
• Interpretasi simbol las
• Posisi pengelasan, sudut pengelasan dan kecepatan
pengelasan
• Teknik yang efisien untuk stop / start
• Teknik yang digunakan untuk pengelasan root pass
• Teknik yang digunakan untuk pengelasan butt joint dan
fillet joint.

Individu harus dapat:


• Membuat sambungan las dengan spesifikasi
internasional
• Menafsirkan terminologi pengelasan untuk
menyelesaikan tugas sesuai spesifikasi
• Melakukan pengelasan material baja karbon di semua
posisi (kecuali vertical down) pada pipa dan pelat
single side penetration pada root pass
• Deposit full penetration pada pengelasan butt joint dan
fillet joint.
• Melakukan stop / start.

5. Proses las FCAW (136) 10


Individu perlu mengetahui dan memahami :
• Interpretasi simbol las
• Posisi pengelasan, sudut pengelasan dan kecepatan
pengelasan.
• Teknik yang efisien untuk stop / start
• Teknik yang digunakan untuk pengelasan butt joint dan
fillet joint yang bebas cacat.

Individu harus dapat:


• Membuat sambungan las sesuai dengan spesifikasi
internasional
• Lakukan pengelasan pada material baja karbon di
semua posisi (kecuali vertical down) pada pipa dan
pelat
• Lakukan stop / start
• Lakukan pengelasan full penetration pada butt joint
dan fillet joint.

6. GTAW (141) 15

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


Individu perlu mengetahui dan memahami :
• Interpretasi simbol las
• Posisi pengelasan, sudut pengelasan dan kecepatan
pengelasan.
• Teknik yang efisien untuk stop / start
• Teknik yang digunakan untuk pengelasan butt joint dan
fillet joint yang bebas cacat.

Individu harus dapat :


• Membuat sambungan las sesuai dengan spesifikasi
internasional
• Melakukan pengelasan pada baja karbon dan
aluminium disemua posisi (kecuali vertikal down) pada
pipa dan pelat
• Melakukan stop / start
• Lakukan pengelasan full penetration pada butt joint
dan fillet joint.
• Deposit single pass pada pengelasan aluminium.

7. Finishing, quality assurance, and testing 20


Individu perlu mengetahui dan memahami :
• Spesifikasi internasional kualitas hasil las
• Ketidaksempurnaan / cacat yang mungkin terjadi
selama pengelasan
• Pentingnya kebersihan logam las dalam kualitas las
• Range pengujian DT dan NDT
• Sertifikasi juru las sesuai dengan standar internasional

Individu harus dapat :


• Menghasilkan lasan sesuai gambar dan spesifikasi.
• Mengenali cacat lasan dan ambil tindakan yang tepat
untuk memperbaikinya
• Menggunakan teknik yang benar untuk memastikan
kebersihan logam las tetap terjaga
• Membersihkan hasil las menggunakan sikat kawat,
pahat, dll.
• Melakukan uji non-destructive dasar dan mengenali
lebih lanjut metode pengujian
• Membuat bejana tekan yang mampu menahan
tekanan pada pengujian hidrostatik.
Jumlah 100

3. STRATEGI ASESMEN DAN SPESIFIKASI

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


Penilaian di susun dalam Strategi Penilaian Kompetensi. Prinsip dan teknik strategi
penilaian lomba kompetensi nasional sesuai dengan teknik penilaian kompetensi
level dunia. Penjurian lomba kompetensi siswa nasional ini mengacu pada penilaian
kompetensi dunia, sebagai bagian dari prinsip pengembangan profesional dan
pengawasan berkelanjutan. Penilaian yang digunakan untuk kompetisi nasional
meliputi: marking scheme, test project.
Penilaian di lomba LKS nasional terbagi dalam dua tipe, yaitu: Pengukuran dan
Judgement (subjektif). Untuk kedua jenis data penilaian, prinsip kerahasiaan
menjadi aspek sangat penting untuk menjamin kualitas.

Marking skeme sebagai panduan dalam menyusun skema uji project. Skema
penandaan dan proyek uji dirancang dan dikembangkan dengan proses interaktif
untuk memastikan hubungan antara standar spesifikasi dan strategi penilaian. Hal
tersebut dikeluarkan oleh Para Ahli dan disetujui bersama, untuk menunjukkan
kualitas dan spesifikasi terstandar.

4. SKEMA PENILAIAN
4.1. Petunjuk Umum
Bagian ini menjelaskan skema penilaian, bagaimana para juri akan menilai
hasil kerja peserta. Skema penilaian merupakan instrumen yang sangat
penting dalam lomba kompetensi siswa, hal tersebut mengikat antara
penilaian dengan standar yang merepresentasikan kompetensi tersebut.
Skema penilaian dirancang untuk mengalokasikan nilai untuk setiap
aspek performa sesuai dengan pembobotan pada standar spesifikasi.

Berdasar pada pembobotan standar spesifikasi, skema penilaian


menyajikan batasan - batasan untuk rancangan soal. Soal dibuat
menyesuaikan keterampilan dan kebutuhan penilaiannya, maka
dimungkinkan untuk penyesuaian pengembangan rancangan skema
penilaian dalam bentuk yang lebih detail untuk arahan rancangan soal.
Alternatifnya, rancangan awal soal dapat dibuat berdasarkan garis besar
skema penilaian.

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


Penjelasan diatas mengindikasikan bahwa skema penilaian dan soal
dimungkinkan berbeda dari pembobotan yang diberikan di standar
spesifikasi, apabila tidak ada alternatif lain yang memungkinkan.

Skema penilaian dan soal dimungkinkan untuk dikembangkan oleh satu


orang, beberapa atau semua juri. Skema penilaian dan soal yang lebih
detail dan terakhir harus disetujui oleh semua juri.

4.2. Kriteria Penilaian


Isi utama dari skema penilaian adalah kiteria penilaian. Isi ini diturunkan
berdasarkan hubungannya dengan soal. Pada sebagian kompetensi
keterampilan, Kriteria penilaian dapat dibuat sama persis dengan bagian
isi dari standar spesifikasi; di lain hal mungkin sama sekali berbeda.
Normalnya akan terdapat empat kriteria penilaian. Baik sesuai atau
tidaknya isi, skema penilaian harus mencerminkan pembobotan dari
standar spesifikasi.

Kriteria penilaian dibuat oleh orang/ sekumpulan orang yang


mengembangkan Skema penilaian, yang mana secara bebas dapat
mendefinisikan kriteria yang mereka anggap paling sesuai dengan
penakaran dan penilaian soal. Setiap kriteria penilaian di definisikan
dengan huruf (A-I).
Format rangkuman nilai yang disediakan oleh manajemen dan
komunikasi lomba akan meliputi daftar dari kriteria penilaian.

4.3. Sub Kriteria


Masing-masing kriteria penilaian dibagi menjadi satu atau labih sub
kriteria. setiap sub kriteria akan menjadi judul untuk format penilain
Lomba Kompetensi Siswa (LKS).

Setiap format penilaian (sub kriteria) memiliki hari yang ditentukan dimana
kapan akan dilakukan penilaian.

Setiap format penilaian (sub kriteria) mengandung aspek-aspek yang

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


akan ditakar dan dinilai dengan menggunakan pengukuran atau
pendapat. Beberapa sub k riteria memiliki aspek-aspek yang dinilai
dengan menggunakan keduanya (pengukuran dan pendapat), sebagian
lainnya dinilai tersendiri.
4.4. Aspek
Masing-masing aspek menjelaskan secara detail, sebuah pokok yang
akan ditakar dan dinilai bersama dengan jumlah nilainya, atau instruksi
untuk bagaimana nilai akan diberikan. Aspek-aspek dinilai baik
menggunakan pengukuran ataupun pendapat, dan muncul pada format
penilaian.

Daftar format penilaian, secara detail menyajikan setiap aspek untuk


dinilai bersama dengan jumlah nilainya dan referensi kepada bagian
keterampilan yang ditentukan di standar spesifikasi.

Akumulasi nilai yang dialokasikan kepada masing-masing aspek harus


berada di dalam batas nilai yang ditentukan pada bagian yang terdapat di
Standar Spesifikasi.
4.5. Penilaian Pengukuran (measurement)
Tiga orang Juri akan melakukan penilaian p a d a setiap aspek. Kecuali
disebutkan lain, hanya nilai maksimum atau nilai nol akan diberikan.
Apabila dipergunakan, tolok ukur dalam memberikan nilai persial akan
dijelaskan di dalam aspek penilaian.

4.6. Penilaian Subjektif (Judgement)


Penilaian Judgement dilakukan oleh tiga orang Juri dalam menilai setiap
aspek. Penilaian menggunakan skala 0-3 dengan indikasi sebagai berikut:
- 0: apabila performanya dibawah standart industri
- 1: apabila performanya sesuai dengan standart industri
- 2: apabila performanya sesuai dan melebihi standart industri
- 3: apabila sempurna dan dinilai sangat baik

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


4.7. Keseluruhan Penilaian Keterampilan
FORM PENILAIAN
LKS SMK NASIONAL 2019
KEJURUAN WELDING

NAMA PESERTA : ____________________________________________


NOMOR PESERTA : ____________________________________________
DELEGASI : ____________________________________________

HASIL
KETERANGAN NO ASPEK PENILAIAN VISUAL SCORE
PENILAIAN
1. Apakah bebas dari Arc Strike? Ya/ Tidak

Apakah benda kerja bebas dari spatter/ bekas pahat/


2. slag dan smoke? Ya/ Tidak
(jarak 25mm dari lasan)

Apakah benda kerja bebas dari distorsi?


3. (Toleransi ≤ 5°) Ya/ Tidak

Cap - Apakah lebar lasan (weld bead) seragam?


4. (Toleransi 2mm dari terlebar dan tersempit) Ya/ Tidak

Cap – Apakah permukaan capping pada start stop


5. mulus? Ya/ Tidak
(Toleransi max 1 mm pada ketinggian sambungan)

Cap – Apakah lebar leg length tidak melebihi batas


6. toleransi? Ya/ Tidak
SCORE (Toleransi -0 + 2 mm dari ukuran yang di tentukan)
YA : 10
TIDAK : 1 7. Cap - Apakah pada tengah lasan terdapat Arc crater? Ya/ Tidak

Cap – Apakah ketinggian antar pass (multi pass) tidak


JUMLAH CACAT 8. melebihi 0.5 mm? Ya/ Tidak
Tanpa cacat : 10 (Full mark apabila single pass pada capping)
1 cacat : 8
2 cacat : 5 9. Cap – Apakah permukaan lasan bebas dari porosity? Ya/ Tidak
3 cacat : 1
Cap – Apakah pada lasan terdapat porosity tidak
melebihi batas toleransi?
10. (Porosity diameter ≤ 1mm = 1 cacat, diameter ≥ 1mm = Ya/ Tidak
0)

11. Cap – Apakah lasan bebas dari Under Cut? Ya/ Tidak

Cap – Apakah lasan terdapat Under Cut ≥ 0.5mm?


12. (Under Cut ≥ 0.5mm dengan panjang 10mm = 1 cacat Ya/ Tidak
(akumulatif))

13. Cap – Apakah lasan bebas dari Over Lap? Ya/ Tidak

14. Cap – Apakah lasan bebas dari concavity? Ya/ Tidak

15. Cap – Apakah lasan bebas dari convexity? Ya/ Tidak

16. Ya/ Tidak


Cap – Apakah lasan bebas dari Crack?
2F or 3F (GMAW TOTAL
Score Maximum 160 Point
or SMAW) NILAI

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


FORM PENILAIAN
LKS SMK NASIONAL 2019
KEJURUAN WELDING

NAMA PESERTA : ____________________________________________


NOMOR PESERTA : ____________________________________________
DELEGASI : ____________________________________________

HASIL
KETERANGAN NO ASPEK PENILAIAN VISUAL SCORE
PENILAIAN
1. Apakah benda kerja bebas dari Arc Strike? Ya/ Tidak
Apakah benda kerja bebas dari spatter/ bekas pahat/
2. slag/ smoke? Ya/ Tidak
(jarak 25 mm dari lasan)
Apakah sambungan las bebas dari miss alighment?
3. Ya/ Tidak
(Toleransi ≤ 1 mm)
Apakah benda kerja bebas dari distorsi?
4. Ya/ Tidak
(Toleransi ≤ 5°)
Cap - Apakah lebar lasan (weld bead) seragam?
5. Ya/ Tidak
(Toleransi 2mm dari terlebar dan tersempit)
Cap – Apakah permukaan capping pada start stop
6. mulus? Ya/ Tidak
(Toleransi max 1 mm pada ketinggian sambungan)
Cap – Apakah ketinggian reinforcement tidak lebih dari
7. Ya/ Tidak
2.5 mm?
8. Cap – Apakah lasan bebas dari Under Fill? Ya/ Tidak
9. Cap - Apakah pada tengah lasan terdapat Arc crater? Ya/ Tidak
SCORE Cap – Apakah ketinggian antar pass (multi pass) tidak
YA : 10 10. melebihi 0.5 mm? Ya/ Tidak
TIDAK : 1 (Full mark apabila single pass pada capping)
11. Cap – Apakah permukaan lasan bebas dari porosity? Ya/ Tidak
Cap – Apakah pada lasan terdapat porosity tidak melebihi
JUMLAH
12. batas toleransi? Ya/ Tidak
CACAT
(Porosity diameter ≤ 1mm = 1 cacat, diameter ≥ 1mm = 0)
Tanpa cacat :
13. Cap – Apakah lasan bebas dari Under Cut? Ya/ Tidak
10
1 cacat : 8 Cap – Apakah lasan terdapat Under Cut ≥ 0.5mm?
2 cacat : 5 14. (Under Cut ≥ 0.5mm dengan panjang 10mm = 1 cacat Ya/ Tidak
3 cacat : 1 (akumulatif))
15. Root – Apakah bebas dari Incomplete Penetration? Ya/ Tidak
Root – Apakah terdapat incomplete penetration dengan
16. panjang tidak melebihi batas toleransi? Ya/ Tidak
(≤ 10mm = 1 cacat (akumulasi))
Root – Apakah tinggi reinforcement tidak lebih dari 2
17. Ya/ Tidak
mm?
18. Root – Apakah bebas dari suck back? Ya/ Tidak
19. Root – Apakah root pass bebas dari porosity? Ya/ Tidak
Root - Apakah pada lasan terdapat porosity tidak
20. melebihi batas toleransi? Ya/ Tidak
(Porosity diameter ≤ 1mm = 1 cacat, diameter ≥ 1mm = 0)
21. Root – Apakah lasan bebas dari Under Cut? Ya/ Tidak
Root – Apakah lasan terdapat Under Cut ≥ 0.5mm?
22. (Under Cut ≥ 0.5mm dengan panjang 10mm = 1 cacat Ya/ Tidak
(akumulatif))
23. Cap & Root – Apakah lasan bebas dari Over Lap? Ya/ Tidak
24. Cap & Root – Apakah lasan bebas dari Crack? Ya/ Tidak
2G or 3G
SMAW + TOTAL
Score Maximum 240 Point
GMAW or NILAI
FCAW

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


FORM PENILAIAN
LKS SMK NASIONAL 2019
KEJURUAN WELDING
NAMA PESERTA : ____________________________________________
NOMOR PESERTA : ____________________________________________
DELEGASI : ____________________________________________

HASIL
KETERANGAN NO ASPEK PENILAIAN VISUAL SCORE
PENILAIAN
1. Apakah bebas dari Arc Strike? Ya/ Tidak
Apakah benda kerja bebas dari spatter/ bekas pahat/ slag/
2. smoke? Ya/ Tidak
(jarak 25 mm dari lasan)
Apakah sambungan las bebas dari miss alighment?
3. Ya/ Tidak
(Toleransi ≤ 1 mm)
Cap - Apakah lebar lasan (weld bead) seragam?
4. Ya/ Tidak
(Toleransi 2mm dari terlebar dan tersempit)
Cap – Apakah permukaan capping pada start stop mulus?
5. Ya/ Tidak
(Toleransi max 1 mm pada ketinggian sambungan)
Cap – Apakah ketinggian reinforcement tidak lebih dari 2.5
6. Ya/ Tidak
mm?
7. Cap – Apakah lasan bebas dari Under Fill? Ya/ Tidak
8. Cap - Apakah pada tengah lasan terdapat Arc crater? Ya/ Tidak
Cap – Apakah ketinggian antar pass (multi pass) tidak
9. melebihi 0.5 mm? Ya/ Tidak
(Full mark apabila single pass pada capping)
SCORE
YA : 10 10. Cap – Apakah permukaan lasan bebas dari porosity? Ya/ Tidak
TIDAK : 1 Cap – Apakah pada lasan terdapat porosity tidak melebihi
11. batas toleransi? Ya/ Tidak
(Porosity diameter ≤ 1mm = 1 cacat, diameter ≥ 1mm = 0)
JUMLAH 12. Cap – Apakah lasan bebas dari Under Cut? Ya/ Tidak
CACAT
Tanpa cacat : 10 Cap – Apakah lasan terdapat Under Cut ≥ 0.5mm?
1 cacat : 8 13. (Under Cut ≥ 0.5mm dengan panjang 10mm = 1 cacat Ya/ Tidak
2 cacat : 5 (akumulatif))
3 cacat : 1 14. Root – Apakah bebas dari Incomplete Penetration? Ya/ Tidak
Root – Apakah terdapat incomplete penetration dengan
15. panjang tidak melebihi batas toleransi? Ya/ Tidak
(≤ 10mm = 1 cacat (akumulasi))
16. Root – Apakah tinggi reinforcement tidak lebih dari 2 mm? Ya/ Tidak
17. Root – Apakah bebas dari suck back? Ya/ Tidak
18. Root – Apakah root pass bebas dari porosity? Ya/ Tidak
Root - Apakah pada lasan terdapat porosity tidak melebihi
19. batas toleransi? Ya/ Tidak
(Porosity diameter ≤ 1mm = 1 cacat, diameter ≥ 1mm = 0)
20. Root – Apakah lasan bebas dari Under Cut? Ya/ Tidak
Root – Apakah lasan terdapat Under Cut ≥ 0.5mm?
21. (Under Cut ≥ 0.5mm dengan panjang 10mm = 1 cacat Ya/ Tidak
(akumulatif))
22. Cap & Root – Apakah lasan bebas dari Over Lap? Ya/ Tidak
23. Cap & Root – Apakah lasan bebas dari Crack? Ya/ Tidak

6G GTAW + TOTAL
Score Maximum 230 Point
SMAW NILAI

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


4.8. Prosedur Asesmen Keterampilan
Skema penilaian sesuai dengan marking form dan pengujian pada masing –
masing task adalah sebagai berikut:
a. Pipa 6G GTAW+SMAW
Radiography Test: Speciment di lanjutkan uji radiografi apabila pada
visual test mendapatkan score minimal 140, dengan ketentuan untuk
penilaian hasil radiografi sebagai berikut:
A : Tanpa Cacat, score 10%
B : Cacat < 20%, score 5%
C : Cacat > 20%, score 0

b. Pelat 2G or 3G (SMAW+GMAW atau FCAW)


Radiography Test: Speciment di lanjutkan uji radiografi apabila pada
visual test mendapatkan score minimal 150, dengan ketentuan untuk
penilaian hasil radiografi sebagai berikut:
A : Tanpa Cacat, score 10%
B : Cacat < 20%, score 5%
C : Cacat > 20%, score 0
Apabila dalam proses pengelasan capping tidak berhenti di tengah pada
area yang telah di tentukan maka pengurangan score 40 dari total score
penilaian visual posisi tersebut

c. 2F or 3F ( SMAW or GMAW)
Apabila dalam proses pengelasan GMAW capping tidak berhenti di tengah
pada area yang telah di tentukan maka pengurangan score 40 dari total
score penilaian visual posisi tersebut

d. Pressure Vessel

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


Prosedur pressure test tahap pertama dengan tekanan 20 bar selama 10
detik, apabila tidak bocor mendapatkan score 5% dan di lanjutkan pressure
test tahap kedua dengan tekanan 40 bar selama 20 detik, apabila tidak
bocor maka mendapatkan score 10%.

e. Aluminium assembly
Aluminium assembly dilakukan pengujian visual pada fillet joint dan butt
joint di ukur dan pada corner joint dinilai judgement dari juri menggunakan
skala 0-3 dengan indikasi sebagai berikut:
- 0: apabila performanya dibawah standart industri
- 1: apabila performanya sesuai dengan standart industri
- 2: apabila performanya sesuai dan melebihi standart industri
- 3: apabila sempurna dan dinilai sangat baik

5. PROYEK UJI LKS

5.1. Instruksi Umum

1. Materi Test Project untuk seleksi LKS SMK Nasional 2019 mencakup
instruksi dan prosedur untuk melaksanakan soal yang harus diselesaikan
oleh peserta dalam waktu 370 menit. Waktu yang di berikan pada masing –
masing soal meliputi proses preparation (persiapan), proses pengelasan dan
cleaning (pembersihan).
2. Semua task harus di las sesuai dengan proses dan posisi pengelasan yang
telah ditetapkan ,dan angka minimum akan diberikan pada pelaksanaan
pengelasan yang salah dalam penempatan posisi dan kesalahan las yang
lain.
3. Penggunaan mesin gerinda diatur sebagai berikut :
a. Mesin gerinda HARUS menggunakan cover safety.
b. Diperbolehkan menggunakan mesin gerinda atau melakukan
penggerindaan saat:
- Preparation/ persiapan benda kerja.

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


- Mengelas sambungan root penetration.
- Selesai perlayer.
- Saat mengelas sambungan capping.
c. Tidak diperbolehkan melakukan penggerindaan pada root pass dan
capping surface yang sudah final.
4. Sikat baja/ wire brush
Sikat baja yang manual maupun dengan mesin dapat digunakan pada
seluruh permukaan benda kerja.
5. Alat Bantu las.
Beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
a. Material uji tidak diperbolehkan di tack pada peralatan penahan seperti
klem jig & fixture.
b. Pengelasan material uji tidak boleh menggunakan alat
penahan/support/strong back, untuk memudahkan peserta
mengendalikan penyetelan dan distorsi.
6. Tack Weld.
a. Panjang tack weld maksimum 15 mm kecuali pada centre fillet joint
b. Tack weld hanya boleh digunakan dengan proses yang ada pada task
tersebut.
c. Pada proses pengelasan dilaksanakan benda kerja tidak di ijinkan
dilepas dan di tack weld ulang.
7. Pengelasan menggunakan proses las SMAW (111), GMAW (135) dan
GTAW (141).
8. Peserta diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) standart berupa
helm las, sarung tangan kulit, apron lengkap, safety shoes dan masker
(untuk safety disediakan panitia kecuali sepatu safety menjadi tanggung
jawab peserta). Apabila saat mengerjakan test praktek tidak menggunakan
APD yang telah di tentukan maka peserta tersebut tidak di ijinkan melakukan
pekerjaan.

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


5.2. Instruksi Lain-Lain
Materi, waktu lomba dan bobot penilaian sebagai berikut:

MATERI LOMBA

No TUGAS/TASK/Komponen Waktu &


Bobot
Pengelasan Pipa :
- Pipa Baja Karbon Rendah (A 106 Gr.B) Waktu: 105
1. - Sambungan Butt Joint menit
- Posisi 6G Up Hill
- One side Full Penetration dengan Proses GTAW/ TIG/ 141
untuk root dan SMAW/ MMA/ 111 untuk fill dan caping. 30 %
- Uji visual ( bobot 20% )
- Radiography Test ( bobot 10% )
Pengelasan pelat Butt Joint :
- Pelat Baja Karbon Rendah (A36 / SS 400)
2. - Sambungan Butt Joint
- Posisi horizontal atau vertical 2G or 3G Up Hill Waktu: 75
- One side Full Penetration dengan root pass proses las menit
SMAW / MMA (111) dan fill dan caping GMAW (135) atau
FCAW (136).
- Elektroda E 7016, Ø 2.6 mm, Filler ER 70S-6, Ø 1.0 mm 20 %
atau ER 71T-1 Ø 1.2 mm
- Uji visual ( bobot 10% )
Pengelasan Pelat Fillet (Pilihan) :
- Pelat Baja Karbon Rendah (A36 / SS 400) Waktu: 25
- Sambungan Fillet joint menit
3.
- Posisi 2F or 3F Up Hill 10 %
- Proses GMAW (135) atau SMAW (111), Min 2 layer dan 2
pass
- Filler ER 70S-6, Ø 1.0 mm dan elektroda E 7018, Ø 3.2
mm atau Ø 2.6 mm
- Uji visual

Page 2 of 5

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


Pengelasan Pressure Vessel :
- Vessel baja karbon rendah (mild steel) Total waktu
- Kombinasi sambungan Butt Joint, Corner Joint dan Fillet 120 menit
4. Joint
- Proses las GTAW (141), GMAW (135) dan SMAW (111)
- Filler wire ER 70S-6, Ø 1.0 mm, Filler Rod ER70S-G dan Bobot 30 %
Elektroda E7018, Ø 3.2 mm atau Ø 2.6 mm
- Uji visual ( bobot 20% )
- Uji tekanan (Pressure test) = 40 barr (10%)
Pengelasan Aluminium assembly:
- Aluminium seri 5XXX Total waktu
- Kombinasi sambungan Corner Joint, Butt Joint dan Fillet Joint 45 menit
5. - Proses las GTAW (141)
- Filler ER 5356, Ø 2.4 mm Bobot 10 %
- Uji visual

6. KETRAMPILAN MANAJEMEN DAN KOMUNIKASI

6.1. Informasi Peserta


Semua informasi untuk peserta yang terdaftar tersedia dari panitia lomba
kompetensi nasional (psmk.kemdikbud.go.id/pesertadidik) Informasi ini
termasuk:
• Peraturan Kompetisi
• Deskripsi Teknis
• Marking skeme
• Test Project
• Kebijakan dan Peraturan Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan
• Informasi terkait kompetisi lainnya

6.2. Test Project dan Marking Skeme


Test project dan marking skeme dapat dilihat pada
psmk.kemdikbud.go.id/pesertadidik pada paket dokumen technical description

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


6.3. Manajemen Harian
Manajemen harian selama kompetisi dimuat dalam manajemen perencanaan
kompetensi yang dibuat oleh tim manajemen kompetensi yang dipimpin oleh
ketua lomba kompetensi nasional. Tim manajemen kompetensi terdiri dari
ketua Juri dan anggota juri.

7. PERSYARATAN KEAMANAN
Persyaratan keamanan mengacu penerapan kesehatan dan keselamatan kerja di
lingkungan atau daerah tempat lomba. Panitia mensyaratkan agar peserta
menyiapkan peralatan keselamatan dan kesehatan kerja meliputi:
• Kacamata pelindung
• Perlindung tubuh/ pakaiaan kerja - bahan tahan api
• Perlindung kaki - dari kejatuhan benda
• Perlindung tangan - radiasi panas
• Pelindung wajah
• Pelindung pendengaran

8. ALAT
8.1. Peralatan Utama
Peralatan utama pada kompetisi disediakan oleh panitia penyelenggara sesuai
dengan list yang telah di usulkan oleh juri.

Peralatan yang harus dibawa peserta:


1. Welding safety glases
2. Grinding Goggles
3. Welder Helmet (manual or automatic)
4. Safety boots
5. Ear Protection
6. Grinding Machine
7. Wire Brush
8. Coverall/ baju safety

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


9. Chisle
10. Chiping hammer
11. Scriber
12. Files
13. Mistar dan lain lain.

8.2. Toolbox Peserta Lomba


Setiap peserta diperbolehkan membawa toolbox peralatan dengan volume
eksternal maksimum 0,54 m3 (1000 mm x 600 mm x 900 mm). Peserta yang
membawa toolbox ukuran lebih besar dari yang tentukan maka tidak dijinkan
dibawa di area lomba.

9. BAHAN
Bahan material dan konsumabel untuk lomba disediakan oleh penyelenggara atau
panitia.

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


10. LAY OUT

KETERANGAN:

a. Ukuran Bilik: Muka 2 m dan lebar 1.5 m


b. Bilik No. 1 sampai dengan 10 berisi 2 Mesin Las yaitu SMAW DC dan GTAW
c. Bilik No. 11 sampai dengan 20 berisi Mesin Las GMAW
d. Keterangan nomor:

Keterangan gambar:

1. Meja Kerja + Ragum


2. Oven Elektrode
3. Panel Listrik
4. Meja Kursi Juri
5. Meja Kursi Panitia TM
6. Papan Tulis
7. Meja Kursi Penanggung Jawab Lomba
8. Meja dan Skator Flame Cutting
9. Mesin Uji lengkung/bending

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


11. PENGUNJUNG DAN MEDIA
Berikut daftar beberapa cara memaksimalkan keterlibatan pengunjung dan media,
antara lain:
• Boot untuk uji coba welding simulator.
• Pemasangan monitor atau layar lebar untuk siaran live lomba.
• Menampilkan deskripsi Materi Test Project (MTP).
• Memberikan penjelasan tentang aktifitas peserta.
• Menampilkan profil peserta.
• Menampilkan peluang kerja.
• Laporan harian status perlombaan.

12. KEBERLANJUTAN
Kompetensi ini akan fokus pada praktik-praktik keberlanjutan, antara lain:
• Menggunakan bahan mampu daur ulang
• Menggunakan produk ramah lingkungan
• Benda kerja hasil pengelasan dapat digunakan pasca kompetisi
• Meminimalisasi pemborosan melalui seleksi peralatan, pengaturan waktu
dan denah ruang kompetisi
• Pemenang lomba kompetensi siswa nasional 2019 dapat mengikuti seleksi
ASEAN Skills Competition, World Skills Asia, World Skill Competition.

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


DRAWING

Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019


Deskripsi Teknis LKS SMK Tingkat Nasional XXVII tahun 2019