Anda di halaman 1dari 12

PANDUAN PENGELOLAAN OBAT HIGH ALERT

SEDIAAN FARMASI
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK
LOMBOK DUA DUA
2019

RSIA LOMBOK DUA DUA


Jl. Flores 12, Surabaya
Telp 031-5022044, 5022131
SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR
No. 004D/SKD/RSIA-LDD/I/2019
Tentang

PANDUAN PENGEOLAAN OBAT HIGH ALERT SEDIAAN FARMASI RUMAH


SAKIT IBU DAN ANAK LOMBOK DUA DUA FLORES

Menimbang :
A. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan farmasi rumah sakit, maka
diperlukan kebijakan pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat di instalasi
Farmasi RSIA Lombok Dua Dua Surabaya.
B. Bahwa agar Kebijakan Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat di Instalasi
Farmasi RSIA Lombok Dua Dua Surabaya dapat terlaksana dengan baik perlu adanya
Pedoman Pengorganisasian, Pengelola, Pelayanan, Pengawasan serta Pendidikan dan
Pelatihan Staf.
C. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a dan b, perlu
ditetapkan dengan keputusan direktur RSIA Lombok Dua Dua Surabaya.

Mengingat :
1. Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009n tentang Rumah Sakit
3. Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotik.
4. Undang-undang Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropik.
5. Undang-undang Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.
6. Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian.
7. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar
Pelayanan Minimal di Rumah Sakit.
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 012/Menkes/SK/III/2012 Tentang Akreditasi
Rumah Sakit.
9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 58/Menkes/Per/IX/2014 tentang Standar
Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit.
10. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56/Menkes/Per/IX/2014 tentang Klasifikasi dan
Perijinan Rumah Sakit.
11. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3/Menkes/Per/2015 Tentang Peredaran.,
Penyimpanan, Pemusnahan dan Pelaporan Narkotik, Psikotropik dan Prekusor
Farmasi.
12. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1691/Menkes/Per/VIII/2011
tentang Keselamatan Pasien.
13. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1087/Menkes/SK/VIII/2010 tentang Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja di
Rumah Sakit.
MEMUTUSKAN

Menetapkan :
Pertama : KEPUTUSAN DIREKTUR RSIA LOMBOK DUA DUA SURABAYA
TENTANG PANDUAN PENGELOLAAN HIGH ALERT SEDIAAN
FARMASI RSIA LOMBOK DUA DUA SURABAYA.
Kedua : Kebijakan Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat Rumah Sakit
Lombok Dua Dua Surabaya sebagaimana tercantum dalam Lampiran
Keputusan ini.
Ketiga : Pembinaan dan pengawasan tentang Kebijakan Pelayanan Kefarmasian dan
Penggunaan Obat dilaksanakan Oleh Kepala Instalasi Farmasi RSIA Lombok
Dua Dua Surabaya
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila dikemudian
hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Surabaya
Pada tanggal : 21 Januari 2019
Direktur RSIA Lombok Dua Dua Surabaya
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
hidayah Nya, setelah mengalami proses penyempurnaan akhirnya buku Panduan Seleksi dan
Pengadaan Obat dapat diselesaikan sesuai dengan harapan. Suatu langkah maju telah dicapai
dalam proses memenuhi hak pasien dan keluarga yang mendapatkan pelayanan bermutu di
Rumah Sakit Lombok dua – dua Surabaya.
Sangat disadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari kesempurnaan, meskipun
demikian dengan segala keterbatasan buku panduan ini diharapkan dapat memberikan
pemahaman pada semua staf yang terlibat dalam pelaksanaan pedoman ini.
Saran dan kritik dari berbagai pihak sebagai bahan penyempurnaan Buku Panduan
Seleksi dan Pengadaan Obat ini sangat diharapkan.
Pada kesempatan ini disampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan sumbangan
pemikiran semua staf rumah sakit yang terlibat dalam pembuatan buku Panduan Seleksi dan
Pengadaan Obat ini dan semoga dapat bermanfaat.

Ditetapkan di : Surabaya
Pada Tanggal 22 Februari 2019
RSIA Lombok dua – dua

Ttd.

Penyusun.

i
DAFTAR ISI

Kata pengantar………………………………………………………………………........... i
Daftar Isi……………………………………………………………………………............ ii
BAB I. DEFINISI ...……………………………………………………….......................... 1
1.1.Pengertian ..................................................................................................................1
1.2.Tujuan .........................................................................................................................1
1.2.1. Tujuan Umum ..................................................................................................1
1.2.2. Tujuan Khusus .................................................................................................1
1.3. Sasaran ...................................................................................................................... 1
BAB II. RUANG LINGKUP ………………………………………………………........... 2
BAB III. TATA LAKSANA ……………………………………………………................ 3
3.1. Tatalaksana Persiapan ............................................................................................... 3
3.2. Tatalaksana Penyimpanan ......................................................................................... 4
3.3. Sosialisasi .................................................................................................................. 4
BAB IV. PENUTUP ............……………………………………………………................. 5
4.1. Standar Prosedur Operasional ................................................................................... 5
4.2. Contoh Label High Alert, dan LASA ........................................................................5

ii
BAB I
DEFINISI

1.1 Pengertian
Obat-obat yang harus diwaspadai adalah obat-obatan yang memiliki risiko tinggi
menyebabkan reaksi obat yang tidak diinginkan (ROTD). Meskipun kesalahan tersebut mungkin
atau tidak mungkin terjadi pada obat-obatan ini, konsekuensi dari kesalahan sangat jelas dapat
merugikan pasien. Obat-obatan yang perlu diwaspadai dapat berakibat fatal pada pasien, sebagai
akibat dari indeks terapetik sempit atau disebabkan tingginya insiden kesalahan serius yang
dilaporkan.
Metode untuk mengurangi kesalahan ini meliputi beberapa strategi yaitu: memperbaik
akses untuk mendapatkan obat-obatan high alert; menggunakan ejaan yang diperjelas (Tallman
lettering); menggunakan label peringatan atau peringatan otomatis; menggunakan standar untuk
proses permintaan/ pemesanan, penyimpanan, penyiapan, dan administrasi obat-obatan high
alert.
High Alert Medications adalah obat yang harus diwaspadai karena sering menyebabkan
terjadinya kesalahan / kesalahan serius (sentinel event) dan obat yang berisko tinggi
menyebabkan ROTD, jika terjadi kesalahan penggunaan (dosis, interval dan pemilihannya).

1.2 Tujuan
1.2.1. Tujuan Umum:
Memberikan pedoman dalam manajemen dan pemberian obat yang perlu diwaspadai (high-
alert medications) sesuai standar pelayanan farmasi dan keselamatan pasien rumah sakit.
1.2.2. Tujuan Khusus:
1. Meningkatkan keamanan saat akan menggunakan obat obat yang harus diwaspadai
sehingga meningkatkan keselamatan pasien.
2. Mencegah terjadinya sentinel event dan ROTD.

1.3 Sasaran
Pengelolaan obat-obat yang harus diwaspadai (High Alert Medications) dengan baik dan
benar akan meningkatkan keselamatan pasien

1
BAB II
RUANG LINGKUP

Ruang lingkup dari penggunaan panduan pengelolaan obat-obat yang harus diwaspadai
adalah ruangan penyimpanan obat-obat yaitu :
1. Ruang Instalasi Farmasi
2. Ruang Bedah (OK)
3. Ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat)
4. Ruang Rawat Inap
5. Ruang Neonatus

Obat-obat yang perlu diwaspadai yang ada di RSIA Lombok Dua Dua dapat
diklasifikasikan menjadi beberapa kategori yaitu sebagai berikut:
1. Kelompok obat yang memiliki rupa mirip (Look-Alike) dan kelompok obat yang
memiliki nama mirip (Sound-Alike) atau bisa disebut Nama Obat Rupa dan Ucapan
Mirip (NORUM)
2. Kelompok obat elektrolit konsentrasi tinggi.

2
BAB III
TATA LAKSANA

Tata laksana dalam penanganan obat-obat yang perlu diwaspadai adalah dengan
menggolongkan jenis - jenis obat yang perlu diwaspadai untuk selanjutnya disimpan dan diberi
label sesuai dengan kategorinya. Label - label yang digunakan adalah sebagai berikut:

PERHATIAN!!
HIGH ALERT NAMA DAN RUPA
OBAT MIRIP

Gambar 3.1. Label obat – obat yang perlu diwaspadai HIGH ALERT dan LASA

3.1 Tatalaksana persiapan:


1. Obat-obat yang harus diwaspadai harus diperiksa dan dipisahkan menurut kategori obat
yang sudah ditentukan
2. Pisahkan penyimpanan obat yang harus diwaspadai dengan obat-obatan lainnya, beri
label tanda pada kotak penyimpanan termasuk dus atau kotak kemasan obat.
3. Label penanda obat-obat yang harus diwaspadai memiliki ketentuan sebagai berikut :
a. Obat-obatan yang masuk dalam daftar obat yang harus diwaspadai diberi label
dengan stiker berwarna dasar merah dilengkapi dengan tulis “HIGH ALERT”
berwarna hitam. Sedangkan daftar LASA (Look a like and sound a like drugs) diberi
label tambahan juga stiker berbentuk persegi empat, dengan warna dasar warna
kuning, dilengkapi dengan tulisan “PERHATIAN!! NAMA DAN RUPA OBAT
MIRIP” tepi berwarna merah, dengan dasar warna berwarna kuning dan tulisan
berwarna hitam. untuk yang nama obat dengan ucapan mirip ditambahkan tulisan
ejaan yang diperjelas (Tallman lettering), contoh CEFTRIaxONE dan CEFOTaxIM,
LactaMOR dan LactaMAM.

3.2 Tatalaksana penyimpanan:


1. Obat-obat yang harus diwaspadai untuk kategori konsentrasi tinggi disimpan
ditempat tersendiri, terpisah dari obat-obatan lainya, dan hanya tersedia di Instalasi
farmasi saja.

3
2. Obat-obat yang harus diwaspadai untuk kategori LASA disimpan ditempat seperti
biasa sesuai dengan kategori bentuk sediaannya, asalkan tidak berdekatan dengan
obat LASA lainnya. dan tersedia di Instalasi farmasi dan Instalasi lainya.
3. Obat-obat yang harus diwaspadai yang disimpan berdasarkan suhu stabilitas harus
dilakukan pemantauan suhu penyimpanan.
4. Dalam lemari penyimpanan, obat disusun secara alfabetis dan menggunakan prinsip
FIFO dan FEFO.

3.3 Sosialisasi
Sosialisasi mengenai keamanan obat obat yang harus diwaspadai serta manajemen
penggunaan obat diberikan kepada seluruh Tim Medik dan penunjang medik serta sebagian
asisten tenaga kesehatan.

4
BAB IV
DOKUMENTASI

4.1 Standar Prosedur Operasional


Sebagai tindak lanjut dari tata laksana maka disusunlah standar prosedur operasional sebagai
berikut :
1. SPO penanganan obat high alert
2. SPO pemasangan label obat yang harus diwaspadai dan LASA
3. SPO penerimaan dan penyimpanan obat high alert
4. Daftar Obat LASA, Obat yang diwaspadai.

4.2 Contoh label High Alert dan LASA

PERHATIAN!!
HIGH ALERT NAMA DAN RUPA
OBAT MIRIP

Gambar 4.1. Label obat – obat yang perlu diwaspadai HIGH ALERT dan LASA

4.3 Daftar Obat High Alert


Tabel 4.1 List daftar obat-obat yang perlu diwaspadai
BENTUK NAMA
NO KELAS TERAPI NAMA GENERIK SEDIAAN DAGANG KEKUATAN
1 Agonis Epinephrine/Adrenaline Injeksi Epinephrine 0,1%/1 ml
adrenergik Phinev
Norepinephrine/Noradrenaline Injeksi Raivas 4 mg/ 4 ml
Vascon
2 Anaestesi Ethyl chloride Inhalasi Ethyl chloride 100 ml
Isoflurane Inhalasi Isoflurane 100 ml
Ketamine HCl Injeksi Ketalar 1000 mg/10
ml
Neostigmine methylsulphate Injeksi Neostigmin 1%/20 ml
Propofol Injeksi Propofol 200 mg/ 20
lipuro ml
Dextrosa > Dextrosa 40% Injeksi D40% 40%/25 ml
3 20%
4 Antidiabetik Insulin analog Aspart Injeksi novorapid 100 IU/3ml
parenteral flexpen
5 Sedasi Lokal Lidocain Hcl Injeksi Lidocain 20mg/2ml

5
Lidodex 50mg/2ml
6 Sedasi Midazolam Injeksi 5 mg/ml
moderat miloz
7 Opioid / Fentanyl Injeksi 0,5 mg/10
Narkotik Fentanyl ml
Transdermal Durogesic 12 mcg
patch
Morphine Injeksi morphine 10 mg, 15
Pethidin Injeksi pethidin mg
8 Elektrolit Ca-Gluconate 10% Injeksi Ca Gluconate 10% / 10 ml
pekat KCL 7,46% Injeksi KCl KCl 7,46%
NaCl 3% Injeksi 15 gr/ 500
NaCl 3% ml
Na-Bicarbonat 8,4% Injeksi Melon 8,4 mg/ml
8,4mg/ml
9 Antineoplastik Leuprorelin acetate Injeksi Tapros 3.75mg
Tapros Depot 11.25
3M
10 Golongan lain Oxytocin Injeksi Santocyn 10 UI/ml
Oxyla
Oxytocyn

4.5 Daftar Obat NORUM


Tabel 4.2 List daftar Nama Obat Rupa Ucapan Mirip (LASA)
Daftar Obat Lasa / NORUM
Nama Obat
CORTIDEX TABLET HEPTASAN TABLET
METVELL TABLET NOPROSTOL TABLET VOXIB TABLET
PROTERIN TABLET HYSTOLAN TABLET
CATAFLAM D50
CATAFLAM 25MG TABLET CATAFLAM 50MG TABLET TABLET
ACRAN 150MG TABLET ACRAN 300MG TABLET
FLAMAR 50MG TABLET BLEDSTOP TABLET
LACtamOR LACtamAM
CEFSPAN 100MG TABLET CEFSPAN 200MG TABLET
CODIPRONT CUM EXP
CODIPRONT TABLET TABLET

OXYLA INJEKSI METVELL INJEKSI

DIPHENHYDRAMIN
INJEKSI VITAMIN B1 INJEKSI INDEXON INJEKSI

6
MACEF INJEKSI PYCIN 750MG INJEKSI PYCIN 1,5G INJEKSI
BAQUINOR INFUS TRICHODAZOL INFUS
SANTOCYN INJEKSI CORTIDEX INJEKSI
ACRAN INJEKSI VALISANBE INJEKSI