Anda di halaman 1dari 16

PROSEDUR

NOMOR DOKUMEN REV . : 0


Material Transportation NOMOR HALAMAN
Procedure 1 DARI 16

OWNER : PT. PERTAMINA (PERSERO)

KONTRAKTOR : PT WIKA

PROYEK : PEMBANGUNAN DERMAGA ISLAND


BERTH DAN SPL DI TERMINAL LPG
BALONGAN

LOKASI : BALONGAN

0 IFR

PREP’D CHK’D APP’D CHK’D APP’D


REV. DATE DESCRIPTION
PT. PT. PERTAMINA

1
PROSEDUR
NOMOR DOKUMEN REV . : 0
Material Transportation NOMOR HALAMAN
Procedure 2 DARI 16

LEMBAR REVISI

Rev No Date Detail Description

2
PROSEDUR
NOMOR DOKUMEN REV . : 0
Material Transportation NOMOR HALAMAN
Procedure 3 DARI 16

DAFTAR ISI

1. PENDAHULUAN
1.1 UMUM....................................................................................................... 4
1.2 TUJUAN...................................................................................................... 4
1.3 RUANG LINGKUP........................................................................................ 4
1.4 DEFINISI & SINGKATAN............................................................................... 4
1.5 REFERENSI.................................................................................................. 6
2. KEY PERSONS.................................................................................................... 6
3. PIPELINE DATA DAN INFORMASI....................................................................... 7
4. PROSEDUR TRANSPORTASI MATERIAL ........................................................... 8
4.1 Trucking...................................................................................................... 8
4.2 Stowage Plan.............................................................................................. 10
5. Quality Control................................................................................................. 14
6. ASPEK KEAMANAN DAN KESELAMATAN KERJA................................................. 14
7. PIPELINE CONTINGENCY PROCEDURE .............................................................. 14
7.1 Emergency Abandonment and Recovery Pipeline ..................................... 14
7.2 Cuaca Buruk ............................................................................................... 15
7.3 Equipment Failure ...................................................................................... 15
7.4. Coating Repair............................................................................................ 15
7.5 Minor Pinholes and Abrassion Damage...................................................... 16
7.6 Pipe Concrete Coating Repair..................................................................... 16
8. As Built/Final Dokumen.................................................................................... 17

3
PROSEDUR
NOMOR DOKUMEN REV . : 0
Material Transportation NOMOR HALAMAN
Procedure 4 DARI 16

1. PENDAHULUAN
1.1. UMUM
Pelaksanaan program pemerintah terkait minyak tanah digantikan LPG di wilayah pulau jawa
membuat PT. Pertamina (Persero) harus memperbanyak pembangunan sarana fasilitas
(sarfas) pendukung yaitu sarfas penerimaan penimbunan dan pendistribusian. Demikian juga
untuk wilayah Jawa bagian Barat dan Jawa bagian Utara diperlukan penambahan
pembangunan sarana dan fasilitas penerimaan, penimbunan dan pendistribusian LPG, yang
akan dibangun di Terminal LPG Balongan.
PT Pertamina (Persero) berencana membangun island berth, sub marine pipe line, dan
fasilitas pendukung lainnya untuk penerimaan LPG menggunakan kapal dengan kapasitas
3500 - 25.000 DWT.
Methode trucking dan stowage plan .dimana proses mobilisasi material pipa dari
Manufacture ke lokasi pelabuhan menggunakan truck. Dan stowage plan adalah merupakan
gambaran informasi mengenai rencana pengaturan muatan di kapal. Pengaturan tersebut
meliputi letak muatan dan jumlah muatan
1.2. TUJUAN
Tujuan pembuatan dokumen ini untuk mengidentifikasi semua kebutuhan dan persyaratan
pekerjaan terpenuhi dan memenuhi persayaratan keselamatan kerja, juga sebagai acuan kerja
yang harus diketahui dan dimengerti oleh semua pelaksana agar pelaksanaan pekerjaan
transportasi material dapat berjalan dengan aman dan lancar
1.3.RUANG LINGKUP
Ruang lingkup prosedur ini meliputi operasi berikut :
 Trucking
 Stowage Plan

1.4. DEFINISI DAN SINGKATAN

COMPANY : PT. PERTAMINA (PERSERO)

CONTRACTOR : PT WIKA

4
PROSEDUR
NOMOR DOKUMEN REV . : 0
Material Transportation NOMOR HALAMAN
Procedure 5 DARI 16

Project : PEMBANGUNAN DERMAGA ISLAND BERTH DAN SPL DI


TERMINAL LGP BALONGAN

Vendor : Pihak yang mengadakan alat, material ataupun jasa


pelayanan yang spesifik berdasarkan permintaan (order)
CONTRACTOR

Manufacturer : Pihak pembuat (fabrikasi) alat yang spesifik berdasarkan


permintaan (order) CONTRACTOR

Stockyard : Lahan yang disediakan pihak CONTRACTOR untuk


menyimpan material

Third Party : Badan Sertifikasi yang ditunjuk oleh COMPANY

Abbreviations :

OD Outside Diameter

DIA Diameter

SMYS Specified Minimum Yield Strength

ERP Emergency Response Plan

Te Tonne

KP Kilometer Point

LB Lay Barge

SWL Safe Working Load

HSE Health, Safety and Environmental

QA / QC Quality Assurance and Control

Sch Schedule

Thk Thickness

WT Wall Thickness

5
PROSEDUR
NOMOR DOKUMEN REV . : 0
Material Transportation NOMOR HALAMAN
Procedure 6 DARI 16

1.5.REFERENSI
BLG – SP – 40 – 001 – A4 : Pipeline Design Basis
BLG – GN – 50 – 001 – A4 : Rencana Kerja dan Syarat-syarat
WSHP-HKS-03 : Guideline for Creating Lifting Plan for Lifting Operations

2. KEY PERSONS

Supervisor
Bertanggung jawab terhadap semua aktivitas pelaksanaan pekerjaan termasuk keselamatan
kerja pekerja dan situasi emergency (darurat) dan melaporkan pekerjaan kepada Project
Manager. Supervisor membuat rencana dan prosedur pelaksanaan kerja

Foreman Rigger
Bertanggung jawab terhadap aktivitas pengangkatan dan angkut di Manufacture dan Stockyard.
Foreman Rigger mengatur dan mengoptimalkan kerja para rigger dan operator cran

Field Engineer
Bertanggung jawab terhadap semua aspek teknik proyek, mempersiapkan prosedur kerja dan
mendokumentasikan hasil pekerjaan setelah selesai. Field Engineer juga meyakinkan bahwa
aktivitas pekerjaan berjalan efektif dan efisien

QA/QC
Bertanggung jawab untuk menyakinkan bahwa kualitas material yang dikerjakan sesuai dengan
quality plan yang telah disepakati. QA/QC mendokumentasikan kualitas material

Operator Crane

6
PROSEDUR
NOMOR DOKUMEN REV . : 0
Material Transportation NOMOR HALAMAN
Procedure 7 DARI 16

Bertanggung jawab dalam mengoperasikan crane dalam proses pengangkatan dan


pengangkutan pipa. Operator crane wajib memiliki license SIO (Surat Izin Operasi) dalam
mengoperasikan crane

Driver
Bertanggung jawab dalam mengoperasikan trailler untuk proses mobilisasi pipa ke site. Driver
wajib mengecek kendaraan agar layak pakai dan memiliki license yang berlaku

3. PIPELINE DATA DAN INFORMASI


Pipeline Properties for LPG

Description Units Value


Pipe Material - Carbon Steel
Pipe Material Grade - API 5L X52 PSL2
Diameter Pipe Inch 16
Wall Thickness mm 12.7
Corrosion Allowance mm 6
SMYS MPa 360
SMTS MPa 460
Fabrication Method - ERW
Young's Modulus MPa 207000
Poisson's Ratio - 0.3
Coefficient of Thermal Expansion 1/°C 1.1 x 10¯⁵
Density of Steel kg/m³ 7850
Thermal Conductivity W/mK 43
Pipe Joint Length m 12.2
Service - LPG
Total Length m 7096

Pipeline Properties for Vapour

Description Units Value

7
PROSEDUR
NOMOR DOKUMEN REV . : 0
Material Transportation NOMOR HALAMAN
Procedure 8 DARI 16

Pipe Material - Carbon Steel


Pipe Material Grade - API 5L X52 PSL2
Diameter Pipe Inch 6.625
Wall Thickness mm 9.53
Corrosion Allowance mm 6
SMYS MPa 241
SMTS MPa 415
Fabrication Method - ERW
Young's Modulus MPa 360
Poisson's Ratio - 460
Coefficient of Thermal Expansion 1/°C 1.1 x 10¯⁵
Density of Steel kg/m³ 7850
Thermal Conductivity W/mK 43
Pipe Joint Length m 12.2
Service - VAPOUR
Total Length m 7096

4. PROSEDUR Transportasi Material


Transportasi material pipa ini akan dilaksanakan dengan trucking. Dimana semua material akan
di muat dalam truck.proses lifting akan dilaksanakan dalam proses pemuatan material ke truck.
Proses lifting ini dilaksanakan di manufacture, ,stockyard dan pelabuhan

4.1 Trucking
Ada 2 (tiga) lokasi pekerjaan selama proses Trucking yaitu, :

1. Manufacture : PT.KHI Cilegon


2. Stockyard : Cirebon
3. Pelabuhan : Cirebon

Dalam proses lifting ini akan menggunakan Non-Routine Lifts- Heavy Lift

8
PROSEDUR
NOMOR DOKUMEN REV . : 0
Material Transportation NOMOR HALAMAN
Procedure 9 DARI 16

HEAVY LIFT

Item Task Resp. Check

Pipa yang telah tersedia di manufacturei yang selanjutnya akan di muat


1.
ke truck. Dalam proses pemindahan pipa dari manufacture ke truck INFO
diperlukan crane 50 SWL

Pipa yg telah berada di manucfacitre akan diperiksa untuk memastikan


tidak ada kerusakan pada ujung pipa (bevel) maupun coatingnya.
2.
Apabila ditemukan kerusakan yang tidak bisa diterima dengan perbaikan QA/QC
segera dipisahkan dan dibuat report “Damage Pipe Report” yang
ditandatangani oleh wakil Manufacture dan Contractor.

3.
Pipa yang telah lolos uji kualitas akan siap di muat ke truck INFO
R

Tool box talk dengan semua personel yang terlibat dalam proses lifting,
4.
Review penilaian resiko Rencana lifting dan Permit To Work sebelum SPV
proses lifting dimulai

Pelaksanakan proses lifting dilaksanakan oleh Rigger dan Signaller


5. dengan Pengawasan Supervisor SPV

6. Setelah proses pemuatan material ke truck selesai. Maka material siap


DRIVER
dimobilisasi ke lokasi dengan menggunakan trailer

Material dan alat yang diperlukan :


- 16” OD Pulling Head
- Mobil Crane 50 ton SWL
- Trailler kapasitas 25 ton

4.2 Stowage Plan

9
PROSEDUR
NOMOR DOKUMEN REV . : 0
Material Transportation NOMOR HALAMAN
Procedure 10 DARI 16

Stowage Plan merupakan gambaran informasi mengenai rencana pengaturan muatan di kapal.
Pengaturan tersebut meliputi letak muatan, jumlah muatan dan berat muatan. Proses stowage
plan ini dilakukan di pelabuhan. Proses pemuatan material dari pelabuhan ke barge.

Stowage Plan

Item Task Resp. Check

.Material pipa yang telah tersedia di pelabuhan .material tersebut akan


1 dimuat dalam barge. Dalam proses pemuatan ini a terlebih dahulu INFO
proses stowage plan.

Sebelum proses pemuatan material pipa terlebih dahulu laksanakan


Tool box talk dengan semua personel yang terlibat dalam proses lifting,
Review penilaian resiko Rencana lifting dan Permit To Work sebelum
proses lifting dimulai

2. SPV

3 Memastikan Posisi Crane dan truck harus benar agar proses pemuatan
material pipa ke barge dapat berjalan aman

10
PROSEDUR
NOMOR DOKUMEN REV . : 0
Material Transportation NOMOR HALAMAN
Procedure 11 DARI 16

Ketinggian Boom dan Sudut Boom harus diperhitungkan dalam proses


lifting, dengan memperhatikan boom radius pada load chart crane.

4. Pelaksanakan Proses Lifting dilakukan oleh Rigger dan Signaler dengan SPV

11
PROSEDUR
NOMOR DOKUMEN REV . : 0
Material Transportation NOMOR HALAMAN
Procedure 12 DARI 16

pengawasan Supervisor

Proses Pemuatan Pipa ke Barge sesuai dengan Stowage Plan

5. SPV

6. Setelah proses pemuatan pipa ke barge selesai sesuai dengan Stowage SPV
plan. Maka material pipa yang telah tersusun diikat dengan lashing ke
stanchion agar posisi pipa diam.

12
PROSEDUR
NOMOR DOKUMEN REV . : 0
Material Transportation NOMOR HALAMAN
Procedure 13 DARI 16

5. PROJECT CONTROL
Proses Pemuatan pipa ke atas barge sesuai dengan “ Stowage Plan:” yang telah disetujui.
6. ASPEK KEAMANAN DAN KESELAMATAN KERJA
Semua aspek keamanan dan keselamatan dalam bekerja mengacu pada dokumen “ Health and
Safety Management Plan “ dan “Emergency Response Plan”.
7. PIPELAY CONTINGENCY PROCEDURE
Berikut beberapa kemungkinan yang bisa terjadi selama proses pemuatan pipa serta
penanggulangannya

13
PROSEDUR
NOMOR DOKUMEN REV . : 0
Material Transportation NOMOR HALAMAN
Procedure 14 DARI 16

7.1 Emergency Abandonment and Recovery Pipeline


Emergency abandonment dan recovery pipa selama proses penggelaran pipa dapat terjadi dengan
alasan :
1. Cuaca buruk (Bad Weather)
2. Kerusakan Alat
3. Pipa mengalami buckling
Contingency offshore pipelaying analysis dilakukan pada kedalaman laut yang bervariasi. Cuaca
yang buruk dan kerusakan pada alat umumnya mengakibatkan abandon dan recovery pada pipa
dalam kondisi kering (dry condition)

7.2 Cuaca Buruk


Apabila kondisi cuaca sudah mulai tidak mendunkung pekerjaan, persiapan abandonment harus
segera dilakukan. Kontraktor dan Client Representative member instruksi dan saran sesuai dengan
proses emergency abandonment.
Di bawah ini kriteria cuaca yang buruk yang dapat dijadikan acuan
Tinggi Kecepatan Angin Action
Gelombang (m) (Knot)

1.7 > 25 Stop semua operasi pekerjaan,persiapan


abandonment sesuai dengan pipelay analysis

2.0 > 25 Abandonment pipeline

2.5 > 30 Barge bergerak menuju clear area

7.3 Equipment Failure (kerusakan alat)

Operasi pemuatan pipa dihentikan apabila terjadi kesalahan tekniks atau kerusakan pada material

Pipa. Evaluasi dilakukan apabila terjadi kesalahan besar maupun kecil. Apabila terjadi kerusakan

Pada material pipa maka akan dibongkar muat dikembalikan ke stockyard untuk diperbaiki.

Apabila terjadi kesalahan teknis major, maka Supervisor mempertimbangkan untuk menghentikan

Proses pemuatan material pipa dan melakukan investigasi penyebab kesalahan teknis major

7.4 Coating Repair

14
PROSEDUR
NOMOR DOKUMEN REV . : 0
Material Transportation NOMOR HALAMAN
Procedure 15 DARI 16

Coating dari pabrik coating pada pip kemungkinan mengalami kerusakan karena berbagai sebab.
Berikut kemungkinan perbaikan yang dapat dilakukan di atas barge apabila diperlukan. Untuk
pipa yang memerlukan perbaikan yang major dipisahkan, ditandai sampai bagian yang rusak
telah diperbaiki

7.5 Minor Pinholes dan Abrasion Damage


Untuk perbaikan minor pinhole dan abrasive dapat menggunakan Polymeric coating dalam
bentuk stick yang dipanaskan. Stick ini digunakan untuk perbaikan coaltar enamel baik di pabrik
coating maupun di lapangan.

MINOR PINHOLES DAN ABRASSION DAMAGE

Item Task Resp. Check

Permukaan coating harus bersih dan kasar. Untuk meyakinkan


1.
adhesivitas yang baik, gunakan ampelas besi yang kasar dan bersihkan INFO
untuk menhilangkan debu.

2.
Coating harus panas, panaskan area sampai 177 derajat celcius. FJC

Panaskan area coating sampai dapat meleburkan patch stick. Lakukan


3.
gerakan secara memutar. Terapkan patch compound pada area yang FJC
sudah direpair.

4.
Biarkan patch sampai dingin sebelum dilakukan handling FJC

5.
Lakukan holiday test pada area repair. QA/QC

7.6 Pipe Concrete Coating Repair

Untuk perbaikan concrete pada area lebih besar dari 900 cm2 , diperlukan Epoxy Polyamide
(Splash Zone Mastic). Untuk retakan pada concrete dapat digunakan patching compound.

15
PROSEDUR
NOMOR DOKUMEN REV . : 0
Material Transportation NOMOR HALAMAN
Procedure 16 DARI 16

Compound ini dapat dicampur dan mongering dalam air.

MINOR PINHOLES DAN ABRASSION DAMAGE

Item Task Resp. Check

1.
Bersihkan semua kotoran dari permukaan yang akan direpair INFO

Campurkan Part A dan Part B dengan volume yang sama, gunakan skop
2.
tangan, aduk sampai warna hitam dan kuning bercampur menjadi FJC
warna hijau muda yang merata.

3.
Terapkan campuran ini segera setelah tercampur FJC

4. Gunakan sarung tangan dan basahi material dengan air selama proses
FJC
pencampuran

5. Masukan material pada retakan atau lubang yang diperbaiki sampai


FJC
ketebalan yang diperlukan

6.
Campuran dapat mongering dalam air info

8. FINAL DOKUMEN
Setelah pekerjaan di lapangan selesai, kontraktor membuat Final Document yang terdiri dari:
- Tally Sheet
- Material Damage Report ( Apabila ada kerusakan )
- Mill Cetrtificate
- Site Memo
- Coating Certificate.

16