Anda di halaman 1dari 17

PEDOMAN PENGORGANISASIAN

KOMITE KEPERAWATAN

RUMAH SAKIT ERNALDI BAHAR PROVINSI SUMATERA SELATAN


Jln. Tembus Terminal KM. 12 No.02
Kelurahan Alang-alang Lebar Kec.Alang-alang Lebar
Palembang Provinsi Sumatera Selatan
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Rumah Sakit merupakan salah satu sarana kesehatan yang memegang


peranan penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Fungsi dari
Rumah Sakit memberikan pelayanan yang sempurna, baik pencegahan maupun
pengobatan penyakit. Dalam Undang Undang No 23 Tahun 1992 tentang kesehatan
disebutkan berbagai sarana atau tempat untuk menyelenggarakan upaya kesehatan
yang menangani khusus satu macam penyakit adalah Rumah Sakit Khusus,
diantaranya adalah Rumah Sakit Jiwa (Depkes 1991-1992).
Rumah Sakit mempunyai Tugas melaksanakan upaya kesehatan secara
berdayaguna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan,
pemulihan yang dilakukan secara serasi, terpadu, dengan upaya peningkatan dan
pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan. Fungsinya dalam pelayanan medis,
pelayanan penunjang medis, pelayanan dan asuhan keperawatan, pelayanan rujukan,
pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan, pelayanan administrasi
umum dan keuangan.
Untuk mencapai pelayanan yang bermutu dibutuhkan tenaga pelaksana yang
profesional. Agar dapat bekerja secara profesional diperlukan adanya suatu pedoman
pengorganisasian yang dapat menjadi acuan untuk melaksanakan kegiatan sesuai
dengan standar yang telah ditetapkan.

B. Tujuan
Umum :
Dengan tersusunnya pedoman pengorganisasian ini dapat menjadi acuan bagi tenaga
kesehatan lainnya untuk melaksanakan pelayanan sesuai standar profesi masing-
masing dan standar Rumah Sakit.
Khusus :
1. Memberikan gambaran tentang gambaran umum rumah sakit
2. Menjalankan visi, misi dan tujuan rumah sakit
3. Mengetahui struktur Organisasi Rumah Sakit
4. Mengetahui struktur Organisasi Komite Tenaga kesehatan Lainnya
5. Mengetahui dan menjalankan tugas sesuai dengan uraian jabatan
6. Mengetahui tata hubungan kerja
7. Mengetahui pola ketenagaan dan kualifikasi personil
8. Mengetahui kegiatan Orientasi
9. Mengetahui pertemuan, pelaporan dan sistem evaluasi
BAB II

GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT

A. Gambaran Umum Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan


Rumah Sakit Ernaldi Bahar pada mulanya bernama Rumah Sakit Jiwa yang didirikan
pada tahun 1920 seperti tertuang dalam besluit tanggal 21 Mei 1992 No 21 dari
Bugelijike Geneeskunding Dienst, kemudian besluit No 41 tanggal 25 Februari 1922
tentang personalia yang bertugas ditempat itu.
Pada tahun 1932 dibangun “Verpleechtehuiz” (rumah perawatan) pertama di
Indonesia yaitu di Ujung Pandang dan palembang. Untuk di Palembang terletak di Jln
Wirangga Wiro Sentiko yang sekarang ditempati oleh Polisi Militer Kodam II Sriwijaya.
Pada tahun 1942 pindah ke Baturaja kemudian dipindahkan lagi ke Kurungan Nyawa
Ogan Komering Ulu (OKU) yang dipimpin oleh R.R Setiardjo.
Rumah Sakit Jiwa Palembang mulai dibangun tahun 1954-1955 dengan nama Rumah
Sakit Suka Bangun, karena situasi keamanan saat itu maka sebagian bangunan
ditempati oleh Batalion Basis TNI AD. Setelah keadaan aman pada tahun 1957 mulai
di rintis Unit Pelayanana Kesehatan Jiwa berupa : poliklinik Penyakit jiwa dan Syaraf
yang diPimpin oleh Dr. Chasanah Goepito, dan secara resmi dibuka pada tanggal 13
Juli 1958. Berdasarkan surat Pimpinan Rumah Sakit Jiwa Kurungan Nyawa tanggal 4
Januari 1957 No. 10/20/A/RPSD/ dan tanggal 3 Juli 1958 No 365/20/B/RPSD/V/58
dan tanggal 24 Juli 1958 No 258/Peg/V/58 Pegawai Rumah Sakit Jiwa Suka Bangun
dan Kurungan Nyawa dipindahkan ke Rumah Sakit Jiwa Suka Bangun berdasarkan
SK Menkes no 4287/PAL/1958 disertai mutasi 21 orang pegawai Rumah Sakit
Kurungan Nyawa. Pada tanggal 18 Agustus 1958 dilakukan peresmian oleh Kepala
Bagian Penyakit Jiwa KEMKES RI menjadi rumah Sakit Jiwa Suka Bangun yang
dipimpin oleh Dr. Chasanah Goepito.
Selanjutnya sesuai perkembangan Rumah Sakit Jiwa / Ernaldi bahar yang merupakan
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Provinsi Sumatera Selatan dibentuk
berdasarkan Peraturan Daerah No 9 Tahun 2001 sebagaimana telah diubah menjadi
Peraturan daerah (Perda No 3) Tahun 2006. Berdasarkan Peraturan Gubernur
Sumatera Selatan Nomor 841/KPTS/BPKAD/2013 Tentang Penetapan Rumah Sakit
Ernaldi Bahar sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menerapkan
pola Pengelolaan Keuangan badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) bertahap.
Mkaa sejak tanggal 2 Januari 2014 Rumah Sakit Ernaldi Bahar menerapkan PPK
BLUD penuh.
B. Gambaran Umum Komite Tenaga Kesehatan Lainnya

Komite Tenaga Kesehatan Lainnya Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera
Selatan merupakan suatu wadah profesional fungsional tenaga kesehatan non medik /
paramedis yang keanggotaannya berasal dari kelompok tenaga Psikologi Klinis,
tenaga kefarmasian, tenaga keterapian fisik, meliputi (Fisioterapis, Okupasi Terapis,
Terapis Wicara), Tenaga radiografer, Tenaga Analis Kesehatan, Tenaga Perekam
Medis dan Informasi Kesehatan, Tenaga Penyuluh Kesehatan, Tenaga Pekerja
Sosial, Tenaga Kesehatan Lingkungan, Tenaga Gizi, Tenaga Refraksionis Optisen,
Tenaga Teknisi Elektromedis. Komite Tenaga Kesehatan Lainnya Rumah Sakit
Ernaldi Bahar bertugas untuk : Meningkatkan mutu dan profesionalisme tenaga
Keperawatanyang bekerja di rumah sakit, melaksanakan kredensial terhadap tenaga
kesehatan lainnya yang bekerja dirumah sakit, menjaga disiplin, etika dan perilaku
tenaga kesehatan lainnya yang bekerja dirumah sakit. Sebagai konsep dasar dan
Filosofi dari Komite Tenaga Kesehatan Lainnya adalah perpaduan antara ketiga
komponen yang terdiri dari Mutu Profesi, Kredensial, dan Etik dan Disiplin.

Dalam pelaksanaan tugasnya Komite Tenaga Kesehatan Lainnya membentuk Sub-


Komite sesuai dengan keperluan dan kebutuhan Rumah Sakit. Dalam mengelola
suatu Program Khusus/Masalah khusus yang mempunyai lingkup kerja
bersinggungan dengan Profesi Tenaga Kesehatan Lainnya.

Komite Tenaga Kesehatan Lainnya secara organisasi berada dibawah Direktur


Rumah Sakit Ernaldi Bahar, adapun Tugas kewenangan dan tanggung jawab dari
Komite Tenaga Kesehatan Lainnya Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera
Selatan adalah untuk :
1. Fungsi dan Tugas Komite Tenaga Kesehatan Lainnya
a. Meningkatkan mutu dan profesionalisme tenaga Keperawatanyang bekerja
dirumah sakit dengan tugas :
b. Menyusun data dasar profil tenaga Keperawatansesuai area praktik
c. Merekomendasikan perencanaan pengembangan profesional berkelanjutan
tenaga kesehatan lainnya
d. Melakukan audit profesi tenaga kesehatan lainnya
e. Memfasilitasi proses pendampingan sesuai kebutuhan.
2. Melaksanakan kredensial terhadap tenaga kesehatan lainnya yang bekerja
dirumah sakit dengan tugas :
a. Menyusun daftar Rincian Kewenangan klinis dan Buku Putih
b. Melakukan verifikasi persyaratan kredensial
c. Merekomendasikan Kewenangan Klinis Tenaga Kesehatan Lainnya
d. Merekomendasikan pemulihan pemulihan Kewenangan Klinis Tenaga
Kesehatan Lainnya
e. Melakukan kredensial ulang secara berkala sesuai waktu yang ditetapkan
f. Melaporkan seluruh proses kredensial kepada Ketua Komite Tenaga
Kesehatan Lainnya untuk diteruskan kepada Direktur Rumah Sakit.

3. Menjaga disiplin, etika dan prilaku tenaga kesehatan lainnya yang bekerja
dirumah sakit dengan tugas :
a. Melakukan sosialisasi kode etik profesi tenaga kesehatan lainnya
b. Melakukan pembinaan etik dan disiplin profesi tenaga kesehatan lainnya
c. Merekomendasikan penyelesaian masalah pelanggaran disiplin dan masalah
etik profesi dalam pelayanan kesehatan
d. Merekomendasikan pencabutan kewenangan klinis
e. Memberikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan

2. Wewenang Komite Tenaga Kesehatan Lainnya


1. Memberikan rekomendasi rincian kewenangan
2. Memberikan rekomendasi perubahan rincian kewenangan klinis
3. Memberikan rekomendasi penolakan kewenangan klinis tertentu
4. Memberikan rekomendasi Surat Penugasan Klinis
5. Memberikan rekomendasi tindak lanjut audit
6. Memberikan rekomendasi pendidikan tenaga kesehatan berkelanjutan
7. Memberikan rekomendasi pendampingan
8. Memberikan rekomendasi pemberian tindakan disiplin
BAB III

VISI, MISI, FALSAFAH, NILAI DAN TUJUAN RS

A. VISI Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan


Adalah tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh sebuah sebuah organisasi yang
berisi tentang pernyataan harapan. Sebagai instansi Pemerintah yang memberikan
pelayanan kepada masyarakat seperti Rumah Sakit kelak akan dikelola dengan
mengacu pada pola-pola pengelolaan organisasi bisnis, keberadaan visi menjadi sangat
penting dan strategis. Pernyataan harapan Rumah Sakit Ernaldi bahar tertuang dalam
sebuah Visi Rumah Sakit Ernaldi Bahar adalah sebagai berikut :
“ Rumah Sakit Ernaldi Bahar sebagai pusat Rujukan pelayanan dan pendidikan
Kesehatan Jiwa yang prima dan berdaya saing Nasional “.
Mengandung makna :
 Pusat rujukan pelayanan kesehatan jiwa mengandung makna bahwa Rumah Sakit
Ernaldi Bahar menjadi tempat pelayanan kesehatan jiwa akhir dari daerah yang
ada di Provinsi Sumatera Selatan.
 Pusat Pendidikan Kesehatan Jiwa berarti bahwa Rumah Sakit Ernaldi bahar
menjadi tempat sumber belajar tentang kesehatan jiwa bagi institusi kesehatan.
 Prima mengandung makna bahwa pelayananyang diberikan oleh Rumah Sakit
Ernaldi bahar adalah pelayanan yang terbaik dan memenuhi standar kualitas
sehingga dapat memenuhi harapan dan kebutuhan pasien.
 Berdaya saing nasional mengandung harapan bahwa Rumah Sakit Ernaldi Bahar
memiliki kemampuan, ketangguhan serta keunggulan dibandingkan Rumah Sakit
Jiwa lainnya.

Pernyataan visi tersebut mengandung maksud dan harapan bahwa RS Ernaldi Bahar
akan menjadi tumpuan masyarakat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, dan
tetap menjadi pilihan untuk konsultasi dalam rangka menjaga kesehatan jiwa. Jadi
konsep yang terkandung tidak semata-mata bersifat kuratif tetapi juga mengedapankan
upaya preventif, promotif dan rehabilitatif. Rumah Sakit Ernaldi Bahar selalu berupaya
untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui pengembangan sumberdaya dan
perbaikan sistem secara berkesinambungan sebagai bentuk upaya memberikan
pelayanan yang terbaik bagi pelanggan. Visi tersebut disusun dan dirumuskan
semaksimal mungkin melibatkan seluruh komponen karyawan Rumah Sakit Ernaldi
Bahar. Komponen karyawan tersebut meliputi kelompok medis, paramedis, perawatan,
paramedik non keperawatan, non medis dan kelompok manajemen. Hal tersebut
terkandung maksud agar visi bersifat “membumi” dan bukan merupakan sesuatu yang
“asing” bagi seluruh karyawan.

B. Misi Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan


Dalam rangka mewujudkan Visi Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan
tersebut diatas,
1). Tujuan
Dalam rangka mencapai visi dan misi tersebut diatas, maka harus dirumuskan ke
dalam bentuk yang lebih terarah dan operasional berupa perumusan tujuan strategis
organisasi pada Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan.
Tujuan merupakan hasil yang ingin dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu satu
sampai lima tahun mendatang yang menggambarkan arah strategis organisasi atau
digunakan untuk meletakkan kerangka prioritas dengan memfokuskan arah semua
program dan aktivitas organisasi pada pencapaian misi yang ditetapkan.
Adapun tujuan yang dicapai oleh Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan
Tahun 2013-2018, maka tujuan yang akan dicapai adalah sebagai berikut :
1. Dalam mewujudkan misi kesatu yaitu “Meningkatkan Derajat Kesehatan Jiwa
Masyarakat”Maka tujuan yang diinginkan adalah “Tersedianya pelayanan kesehatan
jiwa yang bermutu”.
2. Dalam mewujudkan misi kedua yaitu “Mengembangkan fasilitas pendidikan dan
pelatihan kesehatan jiwa” maka tujuan yang ingin dicapai adalah “Meningkatkan
peran Rumah Sakit Ernaldi Bahar sebagai Rumah Sakit pendidikan dan pelatihan
yang berkualitas”.

2). Sasaran
Dari Setiap tujuan yang telah ditetapkan, masing-masing dibuat sasarannya, yaitu
a) Tujuan 1 : tersedianya pelayanan kesehatan jiwa yang bermutu, maka
ditetapkan sasaran 1 :”Meningkatkan pemanfaatan dan kualitas pelayanan
kesehatan jiwa” dengan indikator :
- Bed Occupancy rate (BOR)
- Net Death Rate (NDR)
- Length of stay (LOS)
- Pasien dirawat diruang UPIP (Unit Pelayanan Insentif Psikiatri)) >10 hari
- Indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit
- Jumlah kunjungan pasien rawat jalan jiwa

b) Tujuan 1 : Tersedianya pelayanan kesehatan jiwa yang bermutu, maka


ditetapkan sasaran 2 : “Meningkatkan pelayanan rehabilitasi NAPZA (Narkotika,
Alkohol, Psikotropika dan zat aditif lainnya)” dengan indikator :
- Jumlah kunjungan pengguna NAPZA
- Jumlah residen (pengguna NAPZA) yang menjalani rehabilitasi
c) Tujuan 2 : Meningkatkan peran Rumah Sakit Ernaldi Bahar sebagai Rumah
Sakit Pendidikan dan Pelatihan yang berkualitas, maka ditetapkan sasaran
“Meningkatkan pemanfaatan rumah sakit untuk pendidikan dan pelatihan
dengan indikator :
- Jumlah institusi pendidikan yang melakukan praktek
- Jumlah mahasiswa yang melakukan penelitian

3). Strategi
Untuk mewujudkan visi dan misi Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera
Selatan, maka strategi yang akan ditempuh adalah sebagai berikut :
1. Tujuan 1 Sasaran 1, dengan strategi :
- Membuat dan menyusun Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Satndar
Operasional Prosedur (SPO)
- Pendidikan dan Pelatihan SDM kesehatan sesuai dengan Standar
Kompetensi
- Penyediaan sarana dan prasarana rumah sakit sesuai dengan standar dan
prioritas
- Meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan jiwa

2. Tujuan 1 Sasaran 2, dengan strategi :


- Melakukan pemasaran /promosi untuk memperkenalkan pelayanan terapi
dan rehabilitasi NAPZA

3. Tujuan 2 Sasaran 1, dengan strategi :


- Membuat MOU dan kerjasama dengan institusi pendidikan
- Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan
- Pendidikan ketersediaan SDM kesehatan yang berkualitas

4). Kebijakan
Kebijakan Rumah Sakit Ernaldi Bahar dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan
adalah sebagai berikut :
1. Pelaksanaan pelayanan sesuai dengan SPO dan SPM
2. Peningkatan kualitas SDM Kesehatan
3. Peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit
4. Kerjasama dengan Rumah Sakit jejaring pelayanan
5. Peningkatan promosi pelayanan kesehatan NAPZA
6. Peningkatan kerjasama lintas sektor, termasuk dengan LSM
7. Meningkatkan kerjasama dengan institusi pendidikan kesehatan
8. Peningkatan sarana pendidikan Rumah Sakit
9. Peningkatan SDM rumah sakit berbasis kompetensi
BAB IV

STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT


BAB V

STRUKTUR ORGANISASI KOMITE TENAGA KESEHATAN LAINNYA

DIREKTUR

KOMITE TENAGA
KESEHATAN
LAINNYA

SUB KOMITE
SUB KOMITE SUB KOMITE
ETIK DAN
MUTU PROFESI KREDENSIAL
DISIPLIN
Bagan 1. Struktur Organisasi Komite Tenaga Kesehatan Lainnya
BAB VI

URAIAN JABATAN

1. Ketua Komite Kesehatan lainnya :


- Memimpin dan mengkoordinasikan kegiatan organisasi atau kegiatan komite
tenaga kesehatan lainnya
- Mengawasi dan mengkoordinir masing-masing sub komite
- Melaporkan kegiatan Komite Tenaga Kesehatan Lainnya secara berkala
pertahun ke atasan langsung (Direktur Rumah Sakit).

2. Sekretaris Komite :
- Memimpin dan mengkoordinasikan tugas kesekretariatan dan
melaksanakan keputusan komite kesehatan lainnya.
- Membuat dokumentasi setiap kegiatan yang terlaksana
- Membuat/menyusun program kerja komite Tenaga Kesehatan Lainnya
- Membuat Pedoman Komite Tenaga Kesehatan Lainnya
- Membuat Pedoman pengorganisasian Komite Tenaga Kesehatan Lainnya
- Membuat RKK dan SPKK tenaga profesi Komite Tenaga Kesehatan Lainnya

3. Ketua Sub Komite Mutu dan Profesi


- Membuat dan Menyusun dasa dasar profil tenaga kesehatan lainnya sesuai
area praktik
- Merekomendasikan perencanaan pengembangan profesional berkelanjutan
tenaga kesehatan lainnya
- Melakukan audit profesi tenaga kesehatan lainnya
- Memfasilitasi proses pendampingan sesuai kebutuhan
- Membuat program kerja
4. Sekretaris Sub Komite Mutu dan Profesi :
- Membantu ketua sub Komite Mutu dan Profesi dalam melaksanakan
kegiatan (program kerja)
- Mendokumentasikan setiap pelaksanaan kegiatan
- Mensosialisasikan kepada anggota komite tenaga kesehatan lainnya
mengenai program kerja
5. Anggota Sub Komite Mutu dan Profesi
- Bersama-sama sekretaris dan Ketua mewujudkan program kerja
- Mengikuti rapat komite
- Melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab
6. Ketua Sub Komite Kredensial :
- Menyusun daftar Rincian Kewenangan Klinis dan Buku putih
- Melakukan verifikasi persyaratan kredensial
- Merekomendasikan kewenangan klinis Tenaga Kesehatan Lainnya
- Merekomendasikan pemulihan Kewenangan klinis Tenaga Kesehatan
Lainnya
- Melakukan kredensial ulang secara berkala sesuai waktu yang ditetapkan
- Melaporkan seluruh proses kredensial kepada ketua Komite Tenaga
Kesehatan Lainnya untuk diteruskan kepada Direktur Rumah Sakit
7. Sekretaris Sub Komite Kredensial :
- Membantu ketua Sub Komite dalam melaksanakan program kerja
- Mengkoordinasikan setiap keputusan ketua su komite
- Mendokumentasikan setiap kegiatan
8. Anggota Sub Komite Kredensial :
- Bersama-sama sekretaris dan Ketua mewujudkan program kerja
- Mengikuti rapat komite
- Melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab
9. Ketua Sub Komite Etik dan Disiplin :
- Melakukan sosialisasi kode etik profesi tenaga kesehatan lainnya
- Melakukan pembinaan etik dan disiplin profesi tenaga kesehatan lainnya
- Merekomendasikan penyelesaian masalah pelanggaran disiplin dan
masalah etik profesi dalam pelayanan kesehatan
- Merekomendasikan pencabutan Kewenangan klinis
- Memberikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan
10. Sekretaris Sub Komite Etik dan Disiplin :
- Membantu ketua Sub Komite dalam melaksanakan program kerja
- Mengkoordinasikan setiap keputusan ketua su komite
- Mendokumentasikan setiap kegiatan
11. Anggota Sub Komite Etik dan Disiplin :
- Bersama-sama sekretaris dan Ketua mewujudkan program kerja
- Mengikuti rapat komite
- Melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab
12. Ketua Assesor :
- Merencanakan assesment kompetensi tenaga profesi
- Mengembangkan perangkat assesmen kompetensi tenaga profesi
- Melaksanakan asesmen kompetensi tenaga profesi
- Mengkaji ulang assesmen kompetensi tenaga profesi
- Melakukan penilaian assesmen kompetensi tenaga profesi
- Membuat rekomendasi berdasarkan hasil assesmen kompetensi tenaga
profesi
- Membuat laporan hasil assesmen kompetensi tenaga profesi kepada Komite
Tenaga Kesehatan Lainnya dan disampaikan ke Direktur
13. Sekretaris Assesor :
- Membantu Ketua Assesor dalam melaksanakan kegiatan
- Membuat dan mengumpulkan dokumentasi kegiatan
BAB VII

TATA HUBUNGAN KERJA

BAB VII POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL

BAB IX KEGIATAN ORIENTASI

BAB X PERTEMUAN / RAPAT


BAB XI

PELAPORAN

Kegiatan komite Tenaga Kesehatan Lainnya dapat berjalan dengan baik dan lancar,
maka Komite Tenaga Kesehatan Lainnya harus didukung oleh pengelolaan administrasi
yang baik. Salah satu bentuk kegiatan adiministrasi adalah pencatatan dan pelaporan.

Tujuan pelaporan adalah tersedianya data dan informasi yang akurat sebagai bahan
evaluasi, tersedianya data yang cukup dan memudahkan dalam penelusuran laporan serta
memperoleh data yang lengkap untuk membuat suatu kegiatan perencanaan.

1. Laporan Harian
2. Laporan Bulanan
3. Laporan Tahunan