Anda di halaman 1dari 82

ELECTRONICS – SKILL 16

PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA


DINAS PENDIDIKAN
Jalan Jendral Gatot Subroto Kav. 40-41 Jakarta Selatan
Telp. 021-5254527 Fax 021-5266534
DAFTAR ISI

Technical Description terdiri dari:

1. Pendahuluan ..................................................................................................................... 2
2. Spesifikasi Kompetensi ...................................................................................................... 4
3. Strategi Asesmen dan Spesifikasi ...................................................................................... 7
4. Skema Penilaian ................................................................................................................ 8
5. Test Project LKS DKI ........................................................................................................... 9
6. Manajemen dan Komunikasi Keterampilan .................................................................... 12
7. Persyaratan Keamanan ................................................................................................... 12
8. Alat .................................................................................................................................. 13
9. Bahan ............................................................................................................................... 14
10. Tata Letak Lomba ............................................................................................................ 15
11. Informasi Penting ............................................................................................................ 16

LKS_DKI_TD16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 1


15.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
1 Pendahuluan
1.1 Nama dan Deskripsi dari Kompetisi Keterampilan
1.1.1 Nama dari kompetisi keterampilan ini adalah
Electronics

1.1.2 Deskripsi dari lingkup kerja


Industri elektronika sangat beragam dan telah berevolusi menjadi beberapa
spesialisasi. Para teknisi/insinyur akan bekerja di banyak aspek di bidang elektronika,
akan tetapi meningkatkan pengembangan spesialisasi dan kemampuan teknis berarti
bahwa teknisi/insinyur spesialis dapat bekerja dalam ruang yang luas.
Bidang utama spesialisasi sebagai karier yang dapat dilihat dari sudut pandang
mereka sendiri termasuk assembly dan wiring produk elektronika; perancangan
rangkaian prototipe untuk spesifikasi tertentu atau untuk memecahkan masalah
teknis yang ditentukan; instalasi dan komisioning peralatan termasuk ketentuan
dukungan pelanggan; layanan dan pemeliharaan yang mencakup layanan di
pelanggan / perbaikan / lokasi layanan dan jarak jauh; dan pemantauan dan
pengujian untuk spesifikasi; rangkaian, sub-rakitan dan sistem.
Teknisi/insinyur elektronika juga mengandalkan schematic dan layout software
untuk membuat / memverifikasi / mensimulasikan schematic circuit dan PCB. Ini
adalah pekerjaan khusus yang dapat dilakukan, dan juga melibatkan pembuatan
dokumen produksi seperti Bills of Material, Gerver files, Excellon drill files, dan
dokumen lainnya.
Spesialis elektronika bekerja di industri berluang lingkup luas yang didukung
oleh peralatan khusus yang sangat teknis. Hampir setiap aspek dunia saat ini
bergantung pada dan atau langsung menggunakan teknologi elektronika. Hal
tersebut dapat dikatakan bahwa semua teknologi saat ini menggunakan elektronika
dalam satu bentuk atau lainnya. Bidang-bidang pada industri yang termasuk dalam
industri elektronika yaitu:
 Aerospace/aeronautics,
 Militer,
 Robotika,
 Audio/TV/hiburan,
 Laboratorium dan rumah sakit,
 Laboratorium penelitian pendidikan tinggi,
 Komunikasi dan telekomunikasi,
 Daya,
 Transportasi,
 Keamanan,
 Manufaktur termasuk instrumentasi.

LKS_DKI_TD16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2


15.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Teknisi / insinyur elektronika harus bekerja dengan tingkat akurasi yang tinggi
dan presisi, sesuai dengan spesifikasi rinci dan standar kualitas internasional dan
menunjukkan kemampuan teknis yang luas. Karena perkembangan dalam teknologi,
teknisi/insinyur elektronika harus proaktif dalam memastikan bahwa keahlian dan
pengetahuannya selalu up-to date dan memenuhi standar dan harapan industri.
Teknisi/insinyur elektronika dapat bekerja secara langsung dengan klien dan
karena itu diperlukan pelayanan kepada pelanggan dengan sangat baik,
keterampilan berkomunikasi dan bekerja secara efektif. Ketika bekerja dengan klien,
teknisi/insinyur mungkin harus menjelaskan elemen-elemen dari prinsip elektronika
yang kompleks untuk membantu klien menggunakan peralatan dengan benar.
Seringkali pekerjaan teknisi/insinyur di bidang elektronika mengharuskan mereka
untuk menghormati kerahasiaan sehubungan dengan informasi yang sangat sensitif
secara komersial dan untuk menunjukkan integritas, kejujuran dan rasa etika yang
kuat.
Spesialis elektronika akan bekerja dengan berbagai alat. Alat-alat ini sering
terspesialisasi, dan termasuk alat uji pengukuran. Perangkat komputer dan
perangkat pengembangan software spesialis digunakan untuk membuat program
untuk embedded system, programmable devices dan sistem desktop. Sebagai
tambahan, pekerjaan ini juga membutuhkan penggunaan alat tangan khusus untuk
assembly dan maintenance dan rework of circuit. Surface Mounted Technology (SMT)
adalah teknologi dominan pada saat ini.
Industri juga mengandalkan teknisi untuk mengimplementasikan software
solution yang digunakan untuk pengalamatan persyaratan manufaktur. Teknisi /
insinyur juga dapat mengatur, mengkonfigurasi dan tune otomatis rakitan, sirkuit,
sistem dan proses.
Menanamkan microcontroller units (MCU) ke dalam sistem untuk membentuk
dasar teknik embedded systems dan spesialisasi elektronika lainnya. Embedded
system design melibatkan antarmuka MCU ke pernagkat luar via sensor-
sensor/perangkat antarmuka komunikasi. Hal ini juga melibatkan penulisan dari
quality software dalam melakukan tugas-tugas yang diperlukan.

1.2 Relevansi dan Signifikansi Dokumen


Dokumen ini mencakup informasi mengenai standar-standar yang dibutuhkan
untuk berkompetisi dalam skill competition ini, prinsip-prinsip penilaian/assesmen,
metode-metode dan prosedur-prosedur dari penyelenggaraan kompetisi.
Setiap peserta dan guru pembimbing harus mengetahui dan memahami
dokumen Technical Description ini dan istilah-istilah yang digunakan didalamnya.

LKS_DKI_TD16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 3


15.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
2 Spesifiksi Kompetensi
2.1 Kompetensi Umum
Sikap dan kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki peserta dalam
kompetensi elektronika yaitu:
 Kreativitas,
 Berpikir kritis,
 Kejujuran dan integritas,
 Motivati diri,
 Kemampuan penyelesaian masalah (problem solving),
 Bekerja dibawah tekanan,
 Dapat melakukan pekerjaan yang ramah lingkungan.

2.2 Standar dan Spesifikasi Kompetensi

Section
1 Pengorganisasian dan Manajemen Kerja
Peserta diharap mengetahui dan mengerti pada:
 Kreativitas dalam perancangan rangkaian, layout PCB dan pemrograman
 Berpikir kritis dalam perancangan rangkaian, PCB dan pemrograman
 Kejujuran dan integritas
 Motivasi diri
 Bekerja efektif di bawah tekanan
 Peraturan kesehatan dan keamanan
 Best practice berkaitan dengan keterampilan
 Pentingnya melanjutkan pengembangan diri
 Budaya dan prosedur perusahaan
Peserta diharap memiliki kemampuan untuk:
 Bekerja secara profesional berhubungan dengan lingkungan dan lainnya
 Bekerja dengan kolega dan tim baik lingkungan lokal dan terpisah
 Menyampaikan ide-ide ke tim dan klien
 Melatih kepedulian pada tempat kerja untuk keamanan pribadi dan yang
lain
 Mengambil tindakan preventif yang tepat untuk mengurangi kecelakaan
dan dampaknya
 Terlibat secara aktif dalam pengembangan profesional
 Mengembangkan rekam efektif untuk membantu keterlacakan untuk
pengembangan dan perawatan di masa depan serta untuk memenuhi
standar internasional
 Berkomunikasi secara efektif dengan pelanggan
 Mengikuti perubahan teknologi
 Betindak profesional pada permintaan pelanggan
2 Penerapan Elektronika Secara Praktik
Peserta diharap mengetahui dan mengerti pada:

LKS_DKI_TD16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 4


15.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
 Beberapa hal-hal khusus di dalam industri tertentu
 Simbol standar industri internasional dan yang umum digunakan
 Pengukuran jarak yang umum digunakan (mils dan mm)
 Rangkaian analog dan digital serta rangkaian sensor
 Teknologi AC dan DC
 Kabel dan kawat
 Display
 Perancangan rangkaian
 Analisis pada rangkaian listrik, rangkaian elektronika, rangkaian logika
digital dan rangkaian sensor
 Karakter pengisian dan pengosongan kapasitor dan induktor
 Pemilihan kapasitor dan ketepatan untuk aplikasi
 Filter aktif dan pasif
 Osilator (RC, Crystal, PLL)
 Rangkaian dasar penguat (AC, DC dan penguat daya)
 Rangkaian dasar Op Amp
 Penerapan Op Amp
 Pembangkit dan pembentuk sinyal
 Pembentuk pulsa: Schmitt trigger, differentiator dan integrator
 Tabel kebenaran, diagram waktu, peta karnaugh, aljabar boolean, logika
kombinasi, penerapan logika kombinasi
 Sistem bilangan
 Karakter dari gerbang logika dasar AND, OR, NOT, NAND, NOR, EXCLUSIVE
OR, EXCLUSIVE NOR
 Prosedur penyederhanaan dasar NAND atau NOR untuk gerbang dasar
 Metode untuk membuat logika digital untuk melakukan tugas tertentu
 Persamaan logika digital/fungsi dari rangkaian yang diberikan
 Electrostatic Discharge (ESD) best practice
Peserta diharap memiliki kemampuan untuk:
 Mengidentifikasi dan menganalisis prinsip kerja untuk setiap tugas
 Menerapkan keterampilan kognitif pada tugas
 Menggunakan komputer sebagai alat untuk melakukan
o Circuit design, menggambar PCB dan simulasi
o Pemrograman Embedded devices
o Pengujian dan pengukuran komponen dan kinerja rangkaian pada
spesifikasi yang diberikan
o Kontrol dari PCB dan proses permesinan
 Antarmuka mikrokontroler ke perangkat luar
 Membaca dan menafsir gambar teknik, wiring diagram, schematic circuit,
istruksi manual dan instruksi teknis
 Memasang perangkat, komponen dan unit elektronika
3 Prototype Hardware Design
Peserta diharap mengetahui dan mengerti pada:
 Penerapan prinsip-prinsip elektronika
 Software khusus untuk perancangan PCB

LKS_DKI_TD16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 5


15.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
 Tujuan perancangan rangkaian
 Proses untuk mengubah dari sebuah rancangan menjadi produk nyata
Peserta diharap memiliki kemampuan untuk:
 Menghitung dan memilih komponen yang cocok sesuai dengan kebutuhan
rangkaian
 Merancang modifikasi pada blok elektronika yang diberikan
 Merancang rangkaian yang memenuhi spesifikasi dan cocok sesuai
dengan kebutuhan rangkaian
 Menggunakan software simulasi rangkaian untuk menguji rancangan
 Mendiskusikan dan mengintepretasi deskripsi rancangan dan spesifikasi
 Menggambar skematik rangkaian menggunakan software layout PCB
 Menggambar layout PCB secara best practice industri
 Menghasilkan data output manufacturing PCB
 Merakit/assembly komponen pada PCB untuk membuat rangkaian yang
berfungsi
 Mengidentifikasi dan merakit komponen elektro-mekanik
 Mengidentifikasi dan merakit sensor
 Merakit komponen mekanik untuk membentuk benda kerja
 Menyambung dan membentuk sambungan kabel
 Mengidentifikasi, merakit dan menggunakan berbagai jenis komponen
dan SMD (surface mount device)
 Menyolder komponen dengan timah bebas timbal (lead free) untuk
memenuhi standar industri
 Memasang, menguji dan mengkalibrasi benda kerja untuk memenuhi
spesifikasi
 Menguji prototype dan melakukan pengaturan sesuai permintaan
4 Embedded System Programming
Peserta diharap mengetahui dan mengerti pada:
 Embedded systems
 Mikrokontroler
 Development Tools untuk Mikrokontroler
 Jenis-jenis software Integrated Development Environtments (IDE) yang
umum digunakan di industri
 Metode pemrograman
 Pemrograman embedded systems menggunakan bahasa C dan best
practice industri
 Penerapan prinsip antarmuka mikrokontroler
Peserta diharap memiliki kemampuan untuk:
 Melokalisasi, memperbaiki dan menyusun ulang syntax errors
 Menulis, menyusun, mengunggah, menguji dan debug program C untuk
memenuhi spesifikasi
 Menggunakan fungsi umum bahasa C
 Menggunakan fungsi tambahan
 Menulis fungsi untuk melakukan tugas khusus
 Membuka, menyusun, dan mengunggah kode pada embedded system

LKS_DKI_TD16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 6


15.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
 Memodifikasi, debug, mengunduh/mengunggah dan memverifikasi
program untuk memperbaiki/ melakukan tugas tertentu
 Menggunakan best practice yang dapat diterima secara umum saat
menulis kode
 Menggunakan kode yang telah disiapkan (template) dan atau merancang
kode dengan teknik manajemen daya
5 Fault Finding and Repair
Peserta diharap mengetahui dan mengerti pada:
 Penerapan prinsip-prinsip elektronika
 Batasan dan penerapan dari peralatan uji
 Dampak dari peralatan yang mudah rusak terhadap bisnis dan perawatan
preventif
 Teknik-teknik untuk mengisolasi kerusakan
 Teknik-teknik pengukuran pada rangkaian nyata
 Bagaimana bekerja secara aman pada tegangan dan arus yang tinggi
 Efek-efek dari ESD (electrostatic discharge) dan pengamanan kerja pada
perangkat yang sensitif terhadap ESD
Peserta diharap memiliki kemampuan untuk:
 Menguji dan mengkalibrasi fungsi dari peralatan uji
 Memilih peralatan yang cocok untuk melakukan pengukuran
 Mengukur untuk pengujian, pengaturan, mengukur komponen
elektronika, modul dan peralatan menggunakan alat ukur untuk tegangan,
arus dan bentuk gelombang
 Menentukan sebab-sebab dari kerusakan dan langkah-langkah perbaikan
 Mengisolasi kerusakan dari komponen lainnya
 Mengatur/mengganti/memperbaiki komponen elektronika menggunakan
peralatan tangan dan teknik penyolderan through-hole dan surface mount
 Menguji komponen dan unit elektronika menggunakan alat uji standar
 Menganalisa hasil untuk mengevaluasi kinerja terhadap spesifikasi
 Mencatat bukti dari perbaikan yang berhasil
 Mengumpulkan dan menganalisa bukti
 Melengkapi laporan perbaikan yang mencatat sifat dasar, penyebab dan
perbaikan yang telah dilakukan pada unit kerja yang rusak
 Mendukung pengembangan jadwal perbaikan preventif
 Melakukan perawatan preventif dan kalibrasi dari peralatan dan sistem
 Menggunakan alat tes otomatis
 Menggunakan dokumentasi digital
 Mengukur parameter listrik khusus secara presisi untuk menentukan
fungis rangkaian yang benar
 Menentukan apakah sebuah komponen sesuai dengan spesifikasi
 Merancang dan menerapkan strategu pengujian untuk mencari kerusakan
 Menggunakan komputer sebagai alat untuk melakukan pengujian,
menerapkan strategi pengujian, mendapatkan dan menganalisis data
pengujian
 Mengganti komponen sesuai standar industri

LKS_DKI_TD16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 7


15.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
3 Strategi Penilaian dan Spesifikasi
Penilaian diatur menggunakan strategi penilaian standar pedoman seleksi daerah
Lomba Kompetensi Siswa (LKS) mengacu pada WorldSkills. Strategi menetapkan prinsip-
prinsip dan teknik dimana penilaian dan pemberian skor harus sesuai.
Penilaian para Expert/Juri pusat menjadi inti seleksi daerah Lomba Kompetensi Siswa
(LKS) SMK. Untuk alasan ini, digunakan sebagai pengembangan profesional yang
berkelanjutan dan pengawasan. Tumbuhnya keahlian dalam penilaian akan
mengindikasikan tentang penggunaan dan arah masa depan dari instrumen penilaian yang
digunakan oleh seleksi daerah Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK: Skema Penilaian test
project.
Penilaian di Seleksi Daerah Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK terdiri dari dua jenis:
pengukuran (measurement) dan pertimbangan (judgement). Untuk kedua jenis penilaian,
penggunaan tolok ukur eksplisit yang digunakan untuk menilai masing-masing aspek adalah
hal penting untuk menjamin kualitas.
Skema Penilaian harus mengikuti pembobotan dalam Spesifikasi Standar. Test
project adalah sarana penilaian untuk kompetisi keterampilan, dan juga mengikuti
Spesifikasi Standar.
Skema Penilaian, secara garis besar, akan menginisiasi proses perancangan test
project. Setelah ini, Skema Penilaian dan test project akan dirancang dan dikembangkan
melalui beberapa proses pengulangan, untuk memastikan keduanya bersama-sama
tersusun secara optimal dengan Spesifikasi Standar dan Strategi Penilaian. Dua hal tersebut
akan diserahkan kepada Seketariat seleksi daerah Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK
untuk disetujui bersama dan menunjukkan kualitas mereka dan kesesuaian dengan
Spesifikasi Standar.

4 Skema Penilaian
Skema penilaian adalah instrumen penting pada seleksi daerah Lomba Kompetensi
Siswa (LKS) SMK yang menghubungkan penilaian dengan standar yang mewakili
keterampilan. Bagian ini menjelaskan bagaimana juri akan melakukan penilaian terhadap
test project. Skema penilaian ini dirancang untuk mengalokasikan nilai bagi setiap aspek
yang dinilai dari kinerja yang sesuai dengan bobot dalam Spesifikasi Standar.

LKS_DKI_TD16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 8


15.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
4.1 Kriteria Penilaian
Bagian ini mendefinisikan kriteria penilaian dan besaran nilai yang diberikan pada
masing-masing test project/modul. Nilai total dari keseluruhan hasil penilaian modul adalah
100.

Modul Kriteria Test Project Nilai Objektif Durasi


per Bagian
A Prototype Hardware Design 45 2 Jam, 4 Jam, 2 Jam
B Embedded Systems 35 4 jam
Programming
C Fault Finding and Repair 20 3 Jam
Total 100 15 Jam

4.2 Spesifikasi Penilaian


(a) Prototype Hardware Design Module - 45 marks
 Pengembangan rangkaian - 15 marks
 Perancangan tata letak PCB – 15 marks
 Perakitan PCB – 8 marks
 Fungsi dari PCB prototipe sesuai spesifikasi– 7 marks
(b) Embedded Systems Programming Module - 35 marks
 Fungsi software - 35 marks
(c) Fault Finding and Repair Module - 20 marks
 Menemukan kerusakan dan pembuktian – 12 marks
 Standar perbaikan (IPC-7711A/7721A) – 4 marks
 Hasil pengukuran – 4 marks

4.3 Prosedur Penilaian


 Penilaian setiap modul dilakukan oleh tiga juri
 Setiap penilaian dipimpin oleh salah satu juri dan juga bertindak sebagai
penanggung jawab atas dokumentasi hasil penilaian
 Penilaian test project dilakukan (jika memungkinkan) pada hari yang sama dari
pengerjaan test project tersebut
 Penilaian dilakukan secara berurutan
 Juri tidak boleh memberi tanda pada Skema Penilaian peserta tertentu

5 Test Project LKS


Pada bidang lomba electronics terdapat tiga test project yaitu prototype hardware
design, embedded systems programming dan fault finding and repair. Judul untuk

LKS_DKI_TD16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 9


15.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
prototype hardware design project adalah Quis Timer Debat 2 Paslon, embedded
systems programming project adalah Traffic Light. Sedangkan judul untuk fault finding
and repair project adalah 8 Band Audio Spectrum Analyzer.

Modul 1 - Prototype Hardware design


Modul ini melibatkan 3 fase. Selama Fase 1 peserta harus merancang rangkaian
elektronika pada bagian blok yang tertutup sesuai dengan perintah soal. Di fase ini
peserta harus mengasai konsep dasar teori elektronika. Hasil rancangan sirkuit dapat
diuji melalui simulasi pada project board akan tetapi hasil dari simulasi pada project
board tidak dinilai oleh juri.
Pada fase 2, peserta akan diberikan desain skematik referensi. Skema rangkaian ini
akan digunakan oleh Peserta untuk merancang layout Printed Circuit Board (PCB) satu
sisi/ single layer. Output fase ini Peserta harus menyiapkan dokumen pabrikan berupa
File Skematik dan PCB format eagle, pdf, Bills of Material (BOM), Gerber file, NC Drill
dan lain-lain sesuai dengan perintah pada deskripsi soal saat perlombaan.
Peserta akan diberikan library komponen yang berisi simbol skematik dan footprint
yang diperlukan untuk menyelesaikan PCB kecuali 1 komponen. peserta diminta
membuat library 1 komponen yang terdiri dari schematic dan footprint. Dalam
melakukan perancangan layout PCB, peserta harus mengikuti aturan best design/
standar industri yang telah disusun tim independen. Fabrikasi PCB dilakukan oleh tim
teknis, peserta hanya menyerahkan file output yang disimpan didalam flashdisk yang
telah dibagikan oleh juri kemudian diserahkan kepada juri kembali.
Dalam perancangan ini semua peserta harus menggunakan program CAD yang sama
yaitu EAGLE versi 9 (Educational license, free for 3 year). Peserta dapat melakukan
registrasi melalui e-mail pada link (https://www.autodesk.com/education/free-
software/eagle) untuk mendapatkan file dan license. File ini nantinya dapat
dipergunakan untuk persiapan pelatihan dan perlombaan.
Pada fase 3, Prototipe PCB dirakit dan diuji. Dalam perakitan peserta harus mengikuti
standar IPC-A-610D.
Pada perancangan ini terdapat komponen Surface Mount Technology (SMT) dan
Through-hole. IC SMD harus memiliki pin pitch 0.65mm atau lebih besar. Semua

LKS_DKI_TD16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 10


15.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
komponen SMD pasif yang terpasang di permukaan size footprint 0805 atau lebih
besar.
Waktu kompetisi untuk modul ini adalah 7 jam, fase 1: 1 jam, fase 2: 4 jam, fase 3: 2
jam.

Modul 2 - Embedded systems programming


Pada modul ini peserta memiliki kemampuan menulis C code pada embedded system.
Jenis mikrokontroler yang digunakan adalah keluarga Atmel: Atmega 8 dengan compiler
berupa Code Vision AVR, software programmer menggunakan AVR dude, dan
programming device menggunakan USB ASP.
Test project ini mempunyai tema traffic light simulator. Test project ini merupakan
simulator dari sebuah traffic light pada persimpangan 4 arah yang memiliki antarmuka
input dan output display. Simulator ini menyediakan fasilitas bagi pejalan kaki
(pedestrian). Pada bagian antarmuka input terdapat tombol sebagai inputan dari fungsi
pedestrian dan pada bagian antarmuka output terdapat buzzer dan display yaitu LED
dan LCD.
Peserta diminta untuk melakukan pemrograman traffic light simulator pada
persimpangan 4 arah dengan durasi pergantian arah tertentu dan fungsi dari
pedestrian. Batas durasi pemrograman yang diberikan adalah 4 jam.

Modul 3 - Fault finding and repair


Proyek ini mencakup keterampilan dalam menganalisa kerusakan pada alat elektronika
dengan menggunakan alat ukur, kemudian dilakukan dokumentasi perbaikan,
penggantian komponen dan pengujian alat menggunakan alat ukur. Peserta harus
menemukan 4 kesalahan pada alat elektronika dengan ukuran papan PCB double layer
160x100mm. Dalam melakukan teknik perbaikan peserta harus menggunakan standar
IPC-A-610D dan IPC-7711A/7721A, dan dalam melakukan dokumentasi pengukuran
peserta harus mengikuti rule best practice yang telah disusun oleh tim Electronics
Indonesia.

LKS_DKI_TD16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 11


15.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
5.1 Jadwal Perlombaan
Hari Persiapan
NO WAKTU KETERANGAN
1. 09.00 - Selesai Technical Meeting

HARI 1
NO WAKTU KETERANGAN TOTAL WAKTU
1. 08.00 – 08.30 Briefing Prototype Hardware Design Part 1 30 menit
2. 08.30 – 09.30 Prototype Hardware Design Part 1 1 jam
3. 09.30 – 11.30 Prototype Hardware Design Part 2 2 jam
4. 11.30 – 12.30 Istirahat /Makan Siang 1 Jam
5. 12.30 – 14.30 Prototype Hardware Design Part 2 2 jam
6. 14.30 – 14.45 Rehat
7. 14.45 – 15.00 Briefing Prototype Hardware Design Part 3 15 menit
8. 15.00 – 17.00 Prototype Hardware Design Part 3 2 jam

HARI 2
NO WAKTU KETERANGAN TOTAL WAKTU
1. 08.00 – 09.00 Briefing Fault Finding & Repair 1 jam
2. 09.00 – 12.00 Fault Finding & Repair 3 jam
3. 12.00 – 13.00 Istirahat /Makan Siang 1 Jam
4. 13.00 – 13.30 Briefing Embedded System Programming 30 menit
5. 13.30 – 15.30 Embedded System Programming 2 jam
6. 15.30 – 15.45 Rehat
7. 15.45 – 17.45 Embedded System Programming 2 jam
8. 17:45 – Selesai Penilaian dan Pengumuman

Total jam kompetisi ± 15 jam (teori dan praktek)

LKS_DKI_TD16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 12


15.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
6 Manajemen dan Komunikasi Keterampilan
6.1 Forum Diskusi
Sebelum pelaksanaan kompetisi, semua diskusi, komunikasi, kolaborasi, dan
pengambilan keputusan terkait lomba LKS tingkat DKI menggunakan forum resmi
yang akan disiapkan. Dan informasi yang terkait seleksi daerah Lomba Kompetensi
Siswa (LKS) SMK bidang electronics akan ditampikan di:
www.inaskills-electronics.com
Untuk informasi lebih lanjut dan mengenai pertanyaan, semua mentor di
setiap provinsi dapat mengirim nomor Whatsapp (WA) ke
inaskills.electronics@gmail.com Juri akan membuat grup WA untuk forum diskusi.

Informasi
Nama No Hp Email
Rahmat Hidayat 085771724811 (WA) rahmat.av@gmail.com
Handriko 081271299829 tenhanhan@gmail.com
Farid Rinanto 082322992336 faridrinanto@gmail.com

6.2 Test project


Technical description dan detail dari test project juga akan ditampilkan di:
www.inaskills-electronics.com (update kisi kisi)

6.3 Download Software


Software untuk persiapan pelatihan seleksi daerah silahkan download di:
www.inaskills-electronics.com

7 Persyaratan keamanan
Berdasarkan kebijakan dan peraturan keselamatan, kesehatan dan lingkungan
lomba, tuan rumah dan peserta diharapkan.
 Setiap orang memiliki kepedulian terhadap Electrostatic Discharge (ESD) dan
menggunakan gelang ESD saat bekerja dengan rangkaian dan komponen
 Setiap orang harus menggunakan pelindung mata saat menyolder atau memotong kaki
komponen
 Direkomendasikan menggunakan sepatu yang melindungi jari-jari kaki dan aman
terhadap ESD

LKS_DKI_TD16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 13


15.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
8 Alat
Berikut adalah alat yang disediakan oleh panitia pelaksana lomba:

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI QTY

1 Solder Station Hakko 10


2 Oscilloscope Digital 10
3 Multimeter Analog/digital 10
4 Catu daya 5~12V Minimal 2 Amper Murni 10
5 Spons solder Dekko (standar) 10
6 Kacamata safety (bening) Standar 10
7 Sarung tangan ESD Oman / Standar 10
8 Masker 3M N95 10
9 Meja Kerja Elektronika + ESD standar 10
Kursi Putar

Berikut adalah alat yang harus dibawa peserta pelaksana lomba:

NO NAMA ALAT SPESIFIKASI QTY Unit KETERANGAN

Perlengkapan Alat Untuk dokumentasi pada


1 Standar 1 Set
Tulis (lengkap) proyek uji
Minimal intel core
Laptop sudah terinstal
i3/AMD A9/AMD
software yang digunakan
Ryzen 3, 64bit,
untuk proyek uji
2 Laptop RAM minimum 1 Pcs
hardware design dan
4GB, dengan
embedded system
prosesor VGA
programming.
minimal 1GB
Monitor Tambahan
3 Menyesuaikan 1 Pcs Tidak Wajib
(Jika diperlukan)
Tidak wajib karena di
4 Keyboard Menyesuaikan 1 Pcs
laptop sudah include
Wajib untuk melakukan
design (speed speed and
5 Mouse Standard 1 Pcs speed), didalam
perlombaan waktu sangat
berharga.
6 Desoldering pump Goot 1 Pcs

7 Schrewdriver set Standar 1 Pcs

LKS_DKI_TD16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 14


15.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
8 Pinset / Tweezer Goot 1 Pcs

9 Tang potong Goot YN-4 1 Pcs

Tang jepit Flat /


10 Sanfix P-40 1 Pcs
bending

11 Cutter + blade Drupal 600 1 Pcs

12 Protoboard Standar 1 Pcs

13 Flux / Lotfett
Standar 1 Pcs

Peserta diperbolehkan membawa alat kerja sendiri.

9 Bahan
Daftar bahan yang digunakan pada test project di seleksi Lomba Kompetensi Siswa
(LKS) SMK bidang Electronics akan disiapkan oleh panitia/ penanggung jawab lomba masing-
masing sejumlah satu buah/set. Bahan yang disiapkan oleh penitia/ penanggung jawab
lomba sesuai dengan spesifikasi dan standar yang telah tim susun.

LKS_DKI_TD16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 15


15.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
10 Tata Letak Lomba

LKS_DKI_TD16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 16


15.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
11 Informasi Penting
1. Baca dan pahami secara baik rule pedoman seleksi daerah Lomba Kompetensi Siswa
(LKS).
2. Baca dan pahami secara baik Technical Description (TD) bidang Electronics.
3. Software yang digunakan dalam seleksi daerah Lomba Kompetensi Siswa (LKS) sesuai
dengan TD.
4. Peserta wajib membawa alat sesuai dengan yang tercantum pada TD, tolong selalu
aktif dalam group/ e-mail/ website ina skills terutama tujuh hari sebelum
perlombaan untuk memastikan perubahan dari panitia tentang alat sesuai dengan
kebijakan angaran dari direktorat.
5. Alat yang dibawa oleh peserta dari sekolah harap dibawa pada saat familiarisasi alat.
6. Peserta dibolehkan merubah tata letak alat dan pengkabelan pada work station/
meja kerja sesuai dengan kebutuhan peserta.
7. Software penunjang harus diinstal pada saat peserta masih berada didaerah/
tempat latihan, dikarenakan waktu familiarisasi yang singkat. Juri tidak
bertanggung jawab jika pada saat lomba terjadi ketidaksiapan software pada
komputer peserta.
8. Peserta dan pembimbing masing masing harus membawa laptop. Laptop peserta
akan ditinggal ditempat lomba saat familiarisasi hingga perlombaan selesai (tidak
diperkenankan dibawa ke penginapan saat kompetisi). Untuk latihan di tempat
penginapan peserta bisa menggunakan laptop pembimbing. Catatan: untuk laptop
peserta disarankan disk dalam kondisi kosong atau tidak ada data yang penting.
9. Selalu aktif untuk membuka website www.inaskills-electronics.com untuk
mendapatkan tutorial-tutorial dan informasi tambahan penting dalam persiapan
seleksi daerah Lomba Kompetensi Siswa (LKS).
10. Saat kompetisi peserta tidak diperkenankan membawa HP dan memory stick/
flasdisk diarea tempat lomba tanpa izin juri.
11. Saat perlombaan berlangsung tidak ada buku atau kertas diatas meja dan semua tas
harus dimasukan dalam loker yang telah disediakan oleh panitia.
12. Utamakan keselamatan dan kesehatan kerja.
13. Jika peserta terdapat melakukan kecurangan dengan bukti yang jelas maka akan
dikenakan pengurangan nilai atau diskualifikasi.
14. Persiapan seleksi daerah Lomba Kompetensi Siswa (LKS) yang sangat singkat, tolong
manfaatkan waktu sebaik baiknya, perkuat dasar/ basic.
15. Jadwal istirahat peserta menyesuaikan waktu ibadah setempat.

LKS_DKI_TD16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 17


15.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
PROTOTYPE HARDWARE
DESIGN MODULE TEST
PROJECT
LKS_DKI_TP16_PHD_ID

Disusun Oleh:

TIM Electronics Indonesia


www.inaskills-electronics.com
ISI / KONTEN
Dokumen test project ini berisikan dokumen-dokumen sebagai berikut:
 LKS_DKI_TP16_PHD_ID.docx (dokumen ini)
 Dokumen referensi lainnya
 Datasheet

PENDAHULUAN
Modul prototype hardware design ini mencakup 3 fase pengerjaan dengan waktu yang
berbeda yakni fase A1, A2 dan A3. Fase 1 yaitu penyelesaian persoalan yang ada pada soal,
fase 2 yaitu desain keseluruhan PCB yakni dimulai dari skematik dan layout PCB, dan fase 3
yaitu proses assembly dan pengujian rangkaian.

Fase A1 – Pengerjaan paper / circuit design (Batas waktu 1 jam)


 Merancang 3 blok rangkaian.
 Pada fase ini tidak dibolehkan menggunakan software simulasi maupun software Eagle.
 Dibolehkan untuk menggunakan protoboard untuk menguji coba blok rangkaian yang
dibuat.
 Peserta hanya dapat menggunakan komponen yang disediakan sesuai daftar
komponen.
 Peserta dibolehkan untuk membaca dokumen datasheet yang disediakan panitia.
 Peserta harus menulis nama jelas maupun nomor meja pada kertas jawaban yang
diberikan.

Fase A2 – Desain PCB (Batas waktu 4 jam)


 Desain PCB dengan menggunakan software Eagle (jenis dan versi yang digunakan
merujuk ke technical description).
 Membuat library 1 komponen.
 Jawaban skematik akan diberikan.

Fase A3 – Perakitan dan pengujian PCB / Assembly (Batas waktu 2 jam)


Merakit PCB yang telah didesain (disediakan oleh panitia) dan menguji fungsi dari rangkaian
tersebut.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 1


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
GAMBARAN TEST PROJECT
Rangkaian yang diujikan dalam test project ini adalah rangkaian tombol cepat debat 2 paslon dengan
spesifikasi tertentu sesuai dengan persoalan yang diberikan. Rangkaian ini menggunakan catu daya
+5V dan GND.

Sistem kerja rangkaian yaitu kecepatan penekanan tombol dengan tombol yang lebih cepat ditekan
akan menampilkan indikator tombol tertentu. Penekanan tombol dari paslon terpilih akan
memberikan waktu count down tertentu.
Berikut merupakan blok diagram dari modul hardware design ini.

Gambar 1 Blok diagram

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
FASE A1 - CIRCUIT DESIGN

Desain #1

Komponen-komponen yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 3


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Lembar jawaban #1

Gambarlah jawaban dari pertanyaan Desain#1 pada kotak dibawah ini:

Rangkaian yang dirancang

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 4


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Desain #2

Komponen-komponen yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 5


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Lembar jawaban #2

Gambarlah jawaban dari pertanyaan Desain#2 pada kotak dibawah ini:

Rangkaian yang dirancang

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 6


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Desain #3

Komponen-komponen yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 7


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Lembar jawaban #3

Gambarlah jawaban dari pertanyaan Desain#3 pada kotak dibawah ini:

Rangkaian yang dirancang

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 8


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Daftar komponen:

No. Jumlah Nilai / Jenis komponen Keterangan


1 3 Tact switch 4p
2 3 7 Segment Common Anoda 0,56”
3 1 NE555
4 1 4013 Dual D Flip FLop
5 2 4543 BCD to Seven Segment
6 2 7408 AND gate
7 1 7414 Schmitt Trigger
8 2 74192 Up Down Counter
9 1 7432 OR gate
10 1 7486 Ex Or Gate
11 1 7493 Binary Counter
12 1 C9014 Transistor NPN
13 12 100nF
14 1 1uF
15 1 2,2uF
16 1 3,3uF
17 1 4,7uF
18 1 5,6uF
19 1 6,8uF
20 1 10uF
21 1 Active Buzzer 5V
22 3 330 Ohm
23 6 1K Ohm
24 1 1K5 Ohm
25 1 2K2 Ohm
26 1 6K8 Ohm
27 1 8K2 Ohm
28 1 10K Ohm
29 1 12K Ohm
30 1 33K Ohm
31 1 47K Ohm
32 1 56K Ohm
33 1 68K Ohm
34 1 82K Ohm
35 1 100K Ohm
36 1 120K Ohm

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 9


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
FASE A2 – DESAIN PCB
Pembuatan komponen skematik / footprint
Buatlah footprint (skematik dan PCB) dari komponen berikut sesuai dengan datasheet yang
disediakan:
 Nama : Contoh (DIS?)
 Diskripsi : Contoh (2.54mm pitch right angle type)

Pembuatan desain PCB harus memperhatikan posisi dan letak komponen berdasarkan layout yang
ditentukan.

Layout / tata letak PCB


Pcb design 100x160 mm

Size ± 0,2 mm

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 10


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Aturan-aturan desain / Design rules
Ikutilah dokumen best practice yang telah disusun oleh tim Electronics Indonesia sebagai aturan
umum desain PCB yang digunakan.

 Minimum Clearance

 Pad-Pad: 12mil (0.3048mm)

 Pad-Trace: 12mil (0.3048mm)

 Trace-Trace: 12mil (0.3048mm)

 Edge-Pad/Trace: 24mil (0.6096mm)

 Minimum Widths / lebar jalur minimum

 Power lines / jalur power: 24mil (0.6096mm)

 Logic power lines / jalur power logic: 16mil (0.4064mm)

 Signal lines / jalur sinyal: 12mil (0.3048mm)

 Minimum diameter dan lubang dari Via/Pad

 Diameter: 50mil (1.27mm)

 Drill / lubang pengeboran: 30mil (0.762mm)

 Ground plane harus solid dan tidak boleh memiliki leher / necks kurang dari 0.254mm.

 Rangkaian ini hanya membutuhkan 1 buah ground plane.

 Jumlah maksimal jumper yang digunakan adalah 15 (lebih dari ini akan mempengaruhi poin

penilaian mengenai jumlah jumper)

 Pada rangkaian ini tidak digunakan rule / aturan nomor 13.

Silahkan merujuk kepada dokumen best practice desain PCB tentang aturan tersebut.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 11


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
DOKUMEN OUTPUT
Peserta harus membuat dokumentasi dari PCB yang dirancang. Buatlah 3 buah dokumen PDF dan
BOM sesuai permintaan berikut:

□ Components top view PDF, harus menunjukkan layer sebagai berikut:


 Top Layer
 Pads Layer
 Vias Layer
 Dimension Layer
 tPlace Layer
 tName Layer
□ Components bottom view PDF, harus menunjukkan layer sebagai berikut (harus tampak
mirror):
 Pads Layer
 Vias Layer
 Dimension Layer
 bPlace Layer
 bName Layer
 bCream Layer
□ Bottom layer view PDF, harus menunjukkan layer sebagai berikut (harus tampak mirror):
 Bottom Layer
 Pads Layer
 Vias Layer
 Dimension Layer
□ Bill of material:
 List type: Values
 Format dokumen output: CSV
□ Gerber File:
Peserta harus membuat dokumen Gerber dan dokumen NC drill untuk fabrikasi PCB yang
dirancang.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 12


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Best Practices untuk desain PCB bagi peserta kompetisi LKD DKI

Pendahuluan:

Ada banyak best practices yang digunakan perusahaan dan individu ketika mendesain PCB (Printed
Circuit Boards). Kami meneliti best practice yang berhubungan dengan PCB layout dan merangkum
keseluruhannya dalam dokumen ini untuk membantu para Expert /pembimbing dalam melatih
kompetitor dan selama melakukan penjurian pada kompetisi.

Kompetitor World Skills tidak dipertimbangkan untuk menjadi expert dalam desain HF PCB dan
dengan demikian pedoman ini akan berfokus pada best practice untuk meminimalkan gangguan dan
penerimaan dan memudahkan dalam pembuatan rangkaian.

Best practice ini juga terbatas pada perancangan prototipe single layer PCB pada sebuah mesin
milling PCB tipe LPKF. Sangat penting untuk dipahami bahwa teknik-teknik yang diterapkan pada
fabrikasi PCB oleh perusahaan PCB profesional mungkin memiliki banyak perbedaan dari teknik-
teknik yang dibutuhkan dalam membuat prototipe sebuah milled board.

Pada kompetisi, teknik-teknik yang digunakan demi kebaikan pembuatan milled board. Hal ini
berarti jarak (spacing) diantara jalur mungkin lebih besar daripada jarak yang digunakan bagi
perusahaan dalam memproduksi board. PCB mungkin membutuhkan area keepout sehingga
kemungkinan terjadinya short dapat diminimalkan. Dan kompetitor harus mencoba untuk
meminimalkan jumlah area pembuangan yang dibutuhkan.

Sebaliknya jika memungkinkan kompetitor harus me-layout board mereka selayaknya akan
difabrikasi secara professional. Jika ada permasalahan/konflik dalam memilih teknik yang baik dalam
memfabrikasi board atau memprototipekan milled board, kompetitor harus memilih teknik yang
paling cocok dalam memprototipekan board.

Walaupun kami tidak berharap para kompetitor mengetahui tentang HF layout dan teknik
penyusutan EMC, kami berharap mereka dapat mengikuti pedoman ini sehingga dapat
meminimalkan radiasi EMC dan mengikuti peraturan HF.

Ketika through hole adalah metode pengemasan komponen yang dominan terdapat 2 layers; sisi
komponen dan sisi penyolderan dan hal ini berkembang menjadi multi-layer board yang dihuni
dengan komponen SMD. Namun dalam kompetisi saat ini, kami hanya membuat PCB satu sisi
(single-sided / single layer).

Oleh karena ini, dokumen ini akan mencerminkan best practice untuk single layer prototype boards.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 13


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Best Practices:

1. Pada single layer PCB, semua komponen SMD harus diletakkan di bottom layer dan semua
komponen TH harus diletakkan di top layer.

2. Jalur power supply/catu daya harus lebih besar daripada jalur sinyal. Jalur minimal harus
mampu mengatasi arus yang mengalir didalamnya menurut aturan IPC-2152. Pedoman yang
baik sebagai berikut:

10 mils (0.25 mm) 0.3 Amps


16 mils (0.4mm) 0.4 Amps
20 mils (0.5mm) 0.7 Amps
24 mils (0.6mm) 1.0 Amps
50 mils (1.3 mm) 2.0 Amps
100 mils (2.5mm) 4.0 Amps
150mils (4 mm) 6.0 Amps

3. Jalur sinyal harus sependek mungkin.

4. Ketika memulai melakukan layout, komponen-komponen yang harus berada pada lokasi yang
presisi ditempatkan terlebih dahulu. Sebagai contoh mounting holes, tombol, LED dan displays.

5. Pastikan komponen yang bertemperatur sensitive (seperti kapasitor elco, sensor suhu, dan lain-
lain) dipisahkan dari komponen-komponen yang menghasilkan panas.

6. Selanjutnya, komponen-komponen harus dikelompokkan bersama secara logis sesuai fungsinya.


Pengelompokkan yang buruk menghasilkan jalur yang panjang, kesulitan dalam routing, dan
PCB yang buruk.

Row Driver

8 x 8 Dot Matrix Display

Amplifier

Power

Column
Driver

7. Usahakan untuk memisahkan area yang menghasilkan medan EM yang kuat dari rangkaian yang
mungkin sensitif terhadap efek tersebut.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 14


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
8. Idealnya, hindari percabangan berantai dari jalur ground dan jalur power. Sebagai gantinya coba
untuk memancarkan daya keluar dari titik pusat tunggal.

Bypass
Capacitor
(100nF)

Bulk Capacitor
(1uF...10uF) Power trace
(0.5 mm)

Bypass Bypass
Capacitor Capacitor
(100nF) (100nF)

Akan tetapi, dengan single layer PCB, biasanya tidak memungkinkan untuk menerapkan cara
itu. Kita dapat menerima masukkan dari jalur power.

Bypass Bypass
Capacitor Capacitor
Bulk Capacitor (100nF) (100nF)
(1uF...10uF)

Pullup in same IC
Jalur pullup pada
Trace can be thinner Hal ini tidak
Thisdibolehkan
is wrong Hal ini tidak dibolehkan
jalur IC yang sama
karena bersifatpossible to
It is not karena lebih baik
boleh lebih tipis continue next
percabangan berantai diumpan balik oleh
component
ke komponen yang lain bypass kapasitor
terlebih dahulu

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 15


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
9. Gunakan ground plane untuk meminimalkan radiasi gangguan. Kadang-kadang akan lebih baik
untuk memisahkan ground analog dan ground digital dan menghubungkannya kemudian pada
satu titik.

Kadang-kadang bukan ide yang baik untuk memisahkan ground plane. Berikut ini adalah loop
yang menyatakan bagian yang akan terkena radiasi.

Jika pemisahan ground digunakan, lebih baik menghubungkan mereka pada satu titik sedekat
mungkin dengan power return.

10. Usahakan untuk memberikan kedua sisi pad komponen beban thermal yang sama untuk
meminimalkan tombstoning (lihat gambar) dan ketidak sejajaran komponen.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 16


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
11. Gunakan thermal reliefs untuk koneksi ke area tembaga yang luas.

12. Gunakan pojok yang bersegi atau beradius untuk meminimalkan gangguan. (Jangan diterapkan
pada percabangan T).

Sudut yang tajam dapat menyebakan gangguan jalur pada PCB. Oleh karena itu, semua sisi
pojok harus di radiuskan atau di diagonalkan (bersudut) sebesar 45 derajat.

L>W

13. Hindari percabangan jalur yang memiliki frekuensi tinggi dan sinyal yang sensitif (tegangan
rendah) karena percabangan menghasilkan refleksi. Percabangan jalur power dibolehkan.

Connection via stub lines Connection via continuous trace

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 17


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
14. Hindari acid traps

Ruang ini kecil dan hasil etching


dapat berkumpul area ini.

15. Walaupun kita tidak dapat menghasilkan silk screen layer pada PCB yang dibuat, kompetitor
tetap harus memastikan designator dan informasi lainnya yang dibutuhkan disajikan pada
dokumen assembly. Semua teks/tulisan harus dalam arah yang sama (idealnya). Akan ada
waktu dimana ada ruang yang tidak memperbolehkan hal ini, dan pada kasus ini kompetitor
harus menempatkan designator pada lokasi yang secara jelas dapat diidentifikasi dimana letak
komponen tersebut, atau informasi penting lainnya yang berhubungan sama komponen.

Teks/tulisan harus bias dibaca dan terbatas hanya pada 2 arah saja.

J1 D1
1 R1 C4 +
IC2

C3

R2 IC1
C1

Q1 R5
R3
R4

C2 R6

16. Tidak boleh ada tumpang tindih (overlap) teks ke teks lainnya atau outline komponen.

17. Polarisasi atau orientasi tanda komponen


Komponen-komponen yang memiliki polaritas harus ditandai pada dokumentasi assembly.
Komponen nonpolar juga harus ditunjukkan melalui tanda pada assembly.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 18


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Perhatikan bahwa D1 dan C4 menunjukan
J1 D1 tanda yang mengindikasikan polaritas. IC
1 R1 C4 +
menunjukan tanda yang mengindikasikan

IC2

C3
R2 IC1
orientasi.

C1
R3 Q1 R5 Resistor tidak mempunyai tanda yang
R4 C2 R6 mengindikasikan orientasi atau polaritas.

18. Kabel jumper

Kabel jumper harus pendek, lurus dan tidak diagonal maupun bengkok.

19. Kabel jumper ke ground harus dihindari. Ground harus bersifat continuous plane dan
menambahkan kabel jumper berarti menambahkan induktansi secara seri terhadap ground.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 19


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
20. Jangan meletakkan jumper dibawah komponen.

Referensi:
https://www.expresspcb.com/tips-for-designing-pcbs/
https://electronics.stackexchange.com/questions/5403/standard-pcb-trace-widths
http://www.4pcb.com/trace-width-calculator.html
http://electronica.ugr.es/~amroldan/cursos/2014/pcb/modulos/temas/IPC2152.pdf
http://www.electronicdesign.com/embedded/engineer-s-guide-high-quality-pcb-design
https://www.ourpcb.com/component-placement.html
http://www.ti.com/lit/an/scaa082/scaa082.pdf

https://www.dialog-semiconductor.com/sites/default/files/an-pm-
010_pcb_layout_guidelines_1v31.pdf
https://www.ourpcb.com/pcb-layout-3.html
http://resources.altium.com/altium-blog/top-pcb-design-guidelines-every-pcb-designer-
needs-to-know
https://blogs.mentor.com/tom-hausherr/blog/tag/pcb-design/

EMC at component and PCB level, Martin O’Hara

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 20


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
STANDAR PENILAIAN SOLDERING SMD
SKILL 16 ELECTRONICS
Dokumen ini menyediakan pedoman dalam melakukan penilaian terhadap aspek judgement (pertimbangan)

ASPEK POIN DESKRIPSI FOTO PENDUKUNG


Penyolderan dan penempatan 3 Komponen berada ditengah sisi ke sisi dan depan ke
komponen SMT belakang dari pad
Jumlah solder yang ideal pada kaki komponen
Tidak ada kerusakan atau perubahan warna di board

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 21


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Dokumen ini menyediakan pedoman dalam melakukan penilaian terhadap aspek judgement (pertimbangan)

ASPEK POIN DESKRIPSI FOTO PENDUKUNG


Penyolderan dan penempatan 2 Sedikit ketidaksejajaran sisi ke sisi atau depan ke belakang
komponen SMT pada pad.
Jumlah timah yang digunakan ideal.

Tidak ada kerusakan atau perubahan warna pada board.


Penyimpangan maksimum (A) tidak lebih besar dari 25%
dari diameter kaki komponen (W) atau 0.5mm (0.02inch),.

Penyimpangan sisi (A) lebih kecil dari 25% dari lebar


komponen (W) atau 25% lebar dari land (P).

Tidak ada penyimpangan pemasangan yang menggantung.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 22


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Dokumen ini menyediakan pedoman dalam melakukan penilaian terhadap aspek judgement (pertimbangan)

ASPEK POIN DESKRIPSI FOTO PENDUKUNG


Penyolderan dan penempatan 1 Sedikit ketidaksejajaran sisi ke sisi atau depan ke
komponen SMT belakang pada pad. Penyimpangan sisi (A) lebih kecil dari
50% dari lebar komponen (W) atau 50% lebar dari land
(P).
Timah solder berlebih namun tidak menyentuh
komponen lain atau kaki komponen lain dan
“mengambang” tidak terlihat jelas.
Tidak ada kerusakan pada PCB, ada sedikit perubahan
warna yang terlihat.
Tidak ada penyimpangan pemasangan yang
menggantung.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 23


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Dokumen ini menyediakan pedoman dalam melakukan penilaian terhadap aspek judgement (pertimbangan)

ASPEK POIN DESKRIPSI FOTO PENDUKUNG


Penyolderan dan penempatan 0 Ketidaksejajaran terlihat signifikan.
komponen SMT
Timah solder berlebih. “Mengambang” terlihat jelas.
Kerusakan pada PCB terlihat.
Terlihat jelas ujung pemasangan yang menggantung.
Timah solder menyentuh badan komponen.
Timah solder menyentuh komponen atau kaki komponen
yang lain.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 24


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
STANDAR PENILAIAN SOLDERING TH
SKILL 16 ELECTRONICS
Dokumen ini menyediakan pedoman dalam melakukan penilaian terhadap aspek judgement (pertimbangan)

ASPEK POIN DESKRIPSI FOTO PENDUKUNG


TH/PCB soldering 3  Fillet solder umumnya tampak halus dan menunjukkan
pembasahan penyolderan yang baik pada bagian yang disatukan
 Outline dari komponen mudah ditentukan
 Penyolderan pada bagian yang disatukan menciptakan tepi yang
berbulu
 Fillet solder berbentuk cekung
 Fillet solder mencakup 100% pad
 Tidak ada bekas percikan solder, tidak ada short

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 25


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Dokumen ini menyediakan pedoman dalam melakukan penilaian terhadap aspek judgement (pertimbangan)

ASPEK POIN DESKRIPSI FOTO PENDUKUNG


TH/PCB soldering 2  Fillet solder umumnya tampak halus dan menunjukkan pembasahan
penyolderan yang baik pada bagian yang disatukan
 Outline dari komponen mudah ditentukan
 Penyolderan pada bagian yang disatukan menciptakan tepi yang
berbulu
 Fillet solder berbentuk cekung
 Terdapat lubang pada timah, dana tau lubang pin terlihat
 Fillet solder mencakup 90% – <100% dari pad
 Adanya bekas percikan solder tapi tidak ada short

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 26


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Dokumen ini menyediakan pedoman dalam melakukan penilaian terhadap aspek judgement (pertimbangan)

ASPEK POIN DESKRIPSI FOTO PENDUKUNG


TH/PCB soldering 1  Fillet solder umumnya tampak halus dan menunjukkan
pembasahan penyolderan yang baik pada bagian yang disatukan
 Outline dari komponen mudah ditentukan
 Penyolderan pada bagian yang disatukan menciptakan tepi yang
berbulu
 Fillet solder berbentuk cekung
 Fillet solder mencakup 50% – <90% dari pad
 Adanya bekas percikan solder tapi tidak ada short

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 27


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Dokumen ini menyediakan pedoman dalam melakukan penilaian terhadap aspek judgement (pertimbangan)

ASPEK POIN DESKRIPSI FOTO PENDUKUNG


TH/PCB soldering 0  Fillet solder tidak tampak halus, tidak menunjukkan
pembasahan penyolderan yang baik pada bagian
yang disatukan dengan timah
 Fillet solder mencakup <50% dari pad
 Adanya bekas percikan solder dan adanya short

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 28


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
STANDAR PENILAIAN PEMASANGAN KOMPONEN TH
SKILL 16 ELECTRONICS
Dokumen ini menyediakan pedoman dalam melakukan penilaian terhadap aspek judgement (pertimbangan)

ASPEK POIN DESKRIPSI FOTO PENDUKUNG


Penempatan komponen TH 3 Pin konektor lurus, tidak bengkok dan duduk dengan
benar. Tidak ada kerusakan yang terlihat.
Kaki komponen dipusatkan di antara pad, tanda terlihat,
komponen nonpolar diorientasikan sehingga dapat
dibaca dengan cara yang sama. (kiri ke kanan atau atas
ke bawah.
Bagian terpolarisasi dipasang dengan kaki kompoen
memanjang kearah ground. Bagian yang tidak
terpolarisasi dibaca dari atas ke bawah.
Kaki komponen ditekuk dengan radius tekuk minimum 1
diameter.
Kaki komponen dipanjangkan sebesar 1 diameter tapi
tidak kurang dari 0.8mm dari badan komponen.
Semua kaki komponen bersandar pada standoff step
untuk komponen tipe SIP dan DIP.
Komponen tegak lurus dan base sejajar dengan board.
Badan komponen rata ke board jika dirancang
menempel dengan board.
Konektor duduk rata ke board.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 29


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Dokumen ini menyediakan pedoman dalam melakukan penilaian terhadap aspek judgement (pertimbangan)

ASPEK POIN DESKRIPSI FOTO PENDUKUNG


Penempatan komponen TH 2 Pin sedikit keluar sebesar 50% dari ketebalan
pin atau kurang. Tinggi pin bervariasi tidak lebih
dari yang ditunjukkan.

Komponen dipusatkan di antara pad, tanda


terlihat, komponen nonpolar tidak
diorientasikan sehingga tidak semua dapat
dibaca dengan cara yang sama. (kiri ke kanan
atau atas ke bawah.

Bagian terpolarisasi dipasang dengan kaki


kompoen memanjang kearah ground. Bagian
yang tidak terpolarisasi dibaca dari bawah ke
atas.

Kaki komponen ditekuk tidak 1 diameter atau


kaki komponen ditekuk di awal (<0.8mm)

Komponen SIP atau DIP dimiringkan tetapi


mengarah keluar dengan panjang minimum
seperti yang ditunjukkan.

Kemiringan komponen menyebabkan jarak


antara base dan board komponen antara 0,3
mm dan 2,0 mm.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 30


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Dokumen ini menyediakan pedoman dalam melakukan penilaian terhadap aspek judgement (pertimbangan)

ASPEK POIN DESKRIPSI FOTO PENDUKUNG


Penempatan komponen TH 1 Kaki komponen terkena kerusakan diantara
10% dan 50% dari diameter kaki komponen.

Badan komponen banyak tidak rata walaupun


dirancang harus menenmpel ke board.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 31


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Dokumen ini menyediakan pedoman dalam melakukan penilaian terhadap aspek judgement (pertimbangan)

ASPEK POIN DESKRIPSI FOTO PENDUKUNG


Penempatan komponen TH 0 Komponen terpolarisasi dipasang terbalik.

Kaki komponen mengalami kerusakan >50% dari


diameter kaki komponen.

Kemiringan komponen SIP atau DIP tidak memungkinkan


untuk terjadinya pengisian timah (kaki komponen tidak
menonjol keluar).

Konektor tidak duduk sama rata dengan board.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 32


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
EMBEDDED
SYSTEM
PROGRAMMING
TEST PROJECT
LKS_DKI_TP16_ESP_ID

Disusun Oleh:

TIM Electronics Indonesia


www.inaskills-electronics.com
ISI / KONTEN
Dokumen test project ini berisikan dokumen-dokumen sebagai berikut:
1. LKS_DKI_TP16_ESP_ID.doc
2. Rangkaian skematik dari PCB
3. Dokumen referensi lainnya

PENDAHULUAN
 Test project ini menggunakan mikrokontroler tipe Atmel ATMega8.
 Compiler yang digunakan berupa Code Vision AVR dan AVRdudes.
 Programmer berupa USBasp.

Test project ini mempunyai tema traffic light simulator. Test project ini merupakan
simulator dari sebuah traffic light pada persimpangan 4 arah yang memiliki antarmuka
input dan output display. Simulator ini menyediakan fasilitas bagi pejalan kaki
(pedestrian). Pada bagian antarmuka input terdapat tombol sebagai inputan dari fungsi
pedestrian dan pada bagian antarmuka output terdapat buzzer dan display yaitu LED dan
LCD.

TASK UNTUK PESERTA


Peserta diminta untuk melakukan pemrograman traffic light simulator pada
persimpangan 4 arah dengan durasi pergantian arah tertentu dan fungsi dari pedestrian.
Batas durasi pemrograman yang diberikan adalah 4 jam.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Schematic Task Board

PDF SCAN ME

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 3


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Task Board PCB

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 4


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Schematic CPU Board

CPU Board PCB

PDF SCAN ME

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 5


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
FAULT FINDING
AND REPAIR
TEST PROJECT
LKS_DKI_TP16_FFR_ID

Disusun Oleh:

TIM Electronics Indonesia


www.inaskills-electronics.com
Diskripsi

Nama project ini adalah 8 Band Audio Spectrum Analyzer. Penganalisa spektrum mengukur
besarnya sinyal input yang memiliki nilai frekuensi. Penggunaan utama adalah untuk
mengukur kekuatan spektrum sinyal yang dikenal dan tidak dikenal. Analisis spektrum dapat
digunakan pada frekuensi audio untuk menganalisis harmonik sinyal audio.

Proyek ini menggunakan 8 band pass filter aktif yang terdiri dari 30Hz, 70Hz, 140 Hz, 400 Hz,
1kHz, 2kHz, 8kHz dan 16 kHz band pass filter yang menggunakan LM324 sebagai op-amp
utama.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 2


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Blok Diagram

26.01.19 - V1.0
LKS_DKI_TP16_ID
8 x 10 Matrix LED Display
BAND PASS FILTER
30 Hz

BAND PASS FILTER


70 Hz

BAND PASS FILTER 10 step


140 Hz Bar
Graph
Meter
BAND PASS FILTER
400 Hz 8-Channel
PRE AMPLIFIER
Analog
INPUT and Shift Ground
Multiplexer
Reference Signal
BAND PASS FILTER
1 kHz

BAND PASS FILTER

ELECTRONICS
2 kHz 8 Line LED Driver

Gambar 1. Blok Diagram


BAND PASS FILTER 8 Line Inverter
8 kHz

©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta


BAND PASS FILTER 3 to 8 Line
16 kHz Decoder/
Demultiplexer

3 Bit
BINARY
COUNTER

CLOCK
SIGNAL

3
MENDOKUMENTASIKAN KESALAHAN

Dokumentasikan bukti dari tiap kesalahan menggunakan lampiran yang disediakan dan simbol yang

ada pada tabel dibawah ini.

SIMBOL DESKRIPSI SIMBOL DESKRIPSI


KESALAHAN KESALAHAN
Open Stuck at high voltage
(part, wire or PCB trace) (pin, input, output, etc)

Short Stuck at low voltage


(part, wire or PCB trace) (pin, input, output, etc)

Part with larger value Incorrect part number or


(resistor, capacitor, etc) ? wiring connecting

Part with smaller value Wrong Polarity


(resistor, capacitor, etc) +/-

Menempatkan lokasi komponen secara tepat. Lihat pada contoh dibawah ini:

KATEGORI LOKASI CONTOH

Power +5V/+12V/-5V/-12V/GND

Pin of IC IC2_8

Component of R/C/L R7_1(left/up:1 right/down:2)

Test Point TP1

Between Two Components R1-R2

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 4


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Contoh:
Peserta harus menjawab/mengisi lembar pengukuran dengan menggunakan bahasa inggris seperti
contoh berikut:

KOMPONEN YANG RUSAK / LOKASI SIMBOL KESALAHAN


KERUSAKAN

Fault #1 PCB trace U3_3

BEFORE AFTER

Measurement 1 Pin 3 of U3 shorted to ground by solder Output now appears (3.1 kHz)
splash. Measured short (0.01 ohms)
using multi-meter.
Node: U3_3

Volt/DIV: 2.00kV
Time/DIV: 200us

Peserta harus menggunakan osiloskop digital untuk mendokumentasikan bentuk gelombang sebagai
bukti kerusakan/bukti pengukuran. Bentuk gelombang tersebut disimpan sebagai gambar dalam
format JPG atau BMP dengan menggunakan flash disk. Gambar yang telah disimpan di flash disk
kemudian disalin ke lembar jawaban (dalam format dokumen MS-Word) yang diberikan.
Peserta juga dibolehkan untuk menggunakan osiloskop portable yang bisa diinstal ke komputer
langsung (contoh osiloskop tipe Tektronix/hantek yang menggunakan OpenChoice PC
Communications Software). Osiloskop ini lebih praktis sehingga dapat menyimpan gambar tanpa
perantara flash disk. Contoh pendokumentasian dengan bukti berupa gelombang:

KOMPONEN YANG RUSAK / LOKASI SIMBOL KESALAHAN


KERUSAKAN

Fault #2 R1

BEFORE AFTER

Measurement 2 Output frequency too fast (3.1kHz) Output frequency correct (496.2Hz)
Node: U3_3

BEFORE
Volt/DIV: 2.00kV
Time/DIV: 200us
AFTER
Volt/DIV: 2.00kV
Time/DIV: 500us

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 5


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
PENGUKURAN DAN PENGATURAN
Setelah peserta selesai menemukan semua kesalahan, peserta harus melakukan sesi pengukuran
akhir dan sesi pengaturan sesuai dengan instruksi yang diisyaratkan. Ketika sebuah pengaturan
selesai didokumentasikan bentuk gelombangnya, peserta harus meletakkan data tersebut pada
lembar jawaban 2 dengan metode yang sama dalam pengumpulan bukti (gambar, pengaturan dari
osiloskop, dan hasil record). Berikut contoh salah satu hasil pengukuran akhir:

Waveform Oscilloscope

Coupling mode:DC

Vertical Settings:

_____2.00V_____ /div

Horizontal Settings:

_____500us_____/div

Freq:__1.00k__ Hz

Vp-p: __5.20__ V

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 6


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
INSTRUKSI UNTUK PESERTA
TASK 1: CHECK LIST OPERASI
Ketika peserta menerima unit fault finding dan mendapat izin dari juri, silahkan untuk memeriksa.
Dengan pemeriksaan ini, tim juri akan memastikan seluruh unit PCB memiliki kesalahan yang sama
ketika test project ini dimulai. Tandai kondisi dari operasi PCB secara tepat pada daftar berikut
dengan menggunakan simbol X untuk kondisi berfungsi, dan simbol W untuk kondisi tidak berfungsi.

CEKLIS KONDISI KESALAHAN


□ .....................
□ .....................
□ .....................
□ .....................
□ .....................
□ .....................
□ .....................
□ .....................

TASK 2: FAULT FINDING AND REPAIR


Sekarang tugas peserta adalah untuk menemukan 4 kesalahan dari unit PCB dan memperbaikinya.
Dokumentasikan bukti kesalahan pada lembar jawaban dengan menggunakan simbol yang
dijelaskan sebelumnya. Ketika peserta menemukan kesalahan, dokumentsikan bukti kesalahan
tersebut. Kemudian peserta harus memperbaiki kesalahan tersebut dan mungkin menggunakan
komponen yang ada pada kotak spare part dan tulislah nama komponen tersebut di lembar
jawaban. Di akhir kompetisi (diakhir test project ini), tim juri akan menghitung jumlah komponen
yang hilang dari kotak spare part dan mencocokannya dengan dokumentasi kerusakan yang
dilakukan. Jika peserta menggunakan komponenn yang tidak seharusnya maka poin akan
dikurangi.

TASK 3: PENGUKURAN DAN PENGATURAN / MEASUREMENT AND ADJUSTMENT


Ketika peserta telah selesai melakukan pencarian kerusakan, peserta harus melanjutkan ke bagian
pengukuran. Hubungkan PCB ke catu daya dan kemudian lakukan kalibrasi terlebih dahulu
berdasarkan contoh instruksi dibawah ini.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 7


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Ketika unit yang diperbaiki telah dikalibrasi, lakukan pengukuran berdasarkan ceklis dibwah ini
dengan menggunakan osiloskop dan dokumentasikan bentuk gelombang dan data pengukuran pada
lembar jawaban dengan metode yang sama dalam pengumpulan bukti (gambar, pengaturan dari
osiloskop, dan hasil record).

KALIBRASI / CALIBRATION
□ Aturlah ................................
□ Aturlah ................................

PENGUKURAN / MEASUREMENT
Pengukuran / Measurement 1,
Ukurlah ... dengan menggunakan osiloskop. ................................................................................

Pengukuran / Measurement 2,
Ukurlah ... dengan menggunakan osiloskop. ................................................................................

Pengukuran / Measurement 3,
Ukurlah ... dengan menggunakan osiloskop. ................................................................................

Pengukuran / Measurement 4,
Ukurlah ... dengan menggunakan osiloskop. ................................................................................

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 8


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
KOMPONEN CADANGAN / SPARE PART COMPONENTS
Usage of
Checking
Component
DESCRIPTION VALUE Qty
Kompetitor Kompetitor
Expert Signature
Signature Signature

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 9


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
1. Tidak dalam batas kesalahan (batas kesalahan dapat diubah)

1) Skor Judgement 3, Referensi: Tidak ada kesalahan / Sempurna

2) Skor Judgement 2, Referensi: Acceptable / dapat diterima


- Batas kesalahan untuk Vpp melebihi 10%. (Vpp normal diatur pada 20V)

3) Skor Judgement 1, Referensi: Ada kesalahan namun tidak mempengaruhi

bentuk/fungsi produk
- Batas kesalahan untuk Vpp melebihi 20%. (Vpp normal diatur pada 20V)

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 10


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
4) Skor Judgement 0, Referensi: Salah (Penuh dengan kesalahan)
- Batas kesalahan untuk Vpp melebihi 30%. (Vpp normal diatur pada 20V)

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 11


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
2. Time Division (Frekuensi diatur secara tepat, namun time division diatur secara berbeda,

membuat sulit untuk dibedakan. Dibutuhkan konsultasi dibagian ini apakah bisa salah atau

tidak)
1) Skor Judgement 3, Referensi: Tidak ada kesalahan / Sempurna

2) Skor Judgement 2, Referensi: Acceptable / dapat diterima

- Time Division tidak diatur dengan tepat, menunjukan lebih dari siklus (cycle) yang cukup.
(Contoh: menampilkan lebih dari 6 siklus)

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 12


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
3) Skor Judgement 1, Referensi: Ada kesalahan namun tidak mempengaruhi
bentuk/fungsi produk

- Time Division tidak diatur dengan tepat, menunjukan lebih dari siklus (cycle) yang cukup.

(Contoh: menampilkan lebih dari 12 siklus)

4) Skor Judgement 0, Referensi: Salah (Penuh dengan kesalahan)


- Time Division tidak diatur dengan tepat, sehingga sulit untuk memastikan bentuk dari

pola gelombang.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 13


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
3. Voltage Division (Vpp diatur secara tepat, namun Voltage Division tidak diatur secara

tepat, membuat sulit untuk membedakan. Dibutuhkan konsultasi dibagian ini apakah bisa

salah atau tidak) (jumlah kotak yang diambil dari sebuah bentuk gelombang adalah
Vpp/Voltage Division.)

1) Skor Judgement 3, Referensi: Tidak ada kesalahan / Sempurna

2) Skor Judgement 2, Referensi: Acceptable / dapat diterima


- Voltage Division diatur secara tepat, namun ukuran dari bentuk gelombang dibawah 3
kotak. (10.4 / 5 = 2.08)

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 14


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
3) Skor Judgement 1, Referensi: Ada kesalahan namun tidak mempengaruhi
bentuk/fungsi produk

- Voltage Division diatur secara tepat, namun ukuran dari bentuk gelombang dibawah 2

kotak. (10.8 / 10 = 1.08)

4) Skor Judgement 0, Referensi: Salah (Penuh dengan kesalahan)


- Voltage Division diatur secara tepat, namun ukuran dari bentuk gelombang dibawah 1
kotak. (11.2 / 20 = 0.56)

- Voltage Division diatur secara tepat, namun ukuran dari bentuk gelombang melebihi 7
kotak.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 15


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 16
26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
4. Tidak mengandung informasi yang dibutuhkan/ dipersyaratkan (sebagai contoh,

informasi yang dibutuhkan/ dipersyaratkan mencakup Vpp, Vmax, Vmin. Informasi yang

dibutuhkan/ dipersyaratkan dapat diubah)


1) Skor Judgement 3, Referensi: Tidak ada kesalahan / Sempurna

2) Skor Judgement 2, Referensi: Acceptable / dapat diterima


- Tidak memasukkan lebih dari 1 informasi yang diperlukan. (Tidak mengandung Vpp)

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 17


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
3) Skor Judgement 1, Referensi: Ada kesalahan namun tidak mempengaruhi

bentuk/fungsi produk
- Tidak memasukkan lebih dari 2 informasi yang diperlukan. (Tidak mengandung Vpp,

Vmax)

4) Skor Judgement 0, Referensi: Salah (Penuh dengan kesalahan)


- Tidak memasukkan lebih dari 3 informasi yang diperlukan. (Tidak mengandung Vpp,
Vmax, Vmin)

- Tidak memasukkan lebih dari 1 informasi yang diperlukan. (Tidak mengandung info

pengukuran /MEASURE info)

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 18


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 19
26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
5. User interface yang tidak dibutuhkan menutupi bentuk gelombang

1) Skor Judgement 3, Referensi: Tidak ada kesalahan / Sempurna

2) Skor Judgement 2, Referensi: Acceptable / dapat diterima


- User interface yang tidak dibutuhkan menutupi bentuk gelombang

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 20


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
Jenis Penilaian Aspek Skor Deskripsi Persyaratan atau kondisi yang tidak dapat diterima
3 Sempurna / Tidak ada kesalahan  Tidak mencakup kesalahan-kesalahan dibawah ini
 Batas kesalahan melebihi 10%.
 Time Division tidak diatur dengan tepat, menunjukan lebih
dari siklus (cycle) yang cukup.
(Contoh: menampilkan lebih dari 6 siklus)
 Voltage Division tidak diatur dengan tepat, sehingga
2 Dapat diterima ukuran dari bentuk gelombang tidak memadai.
(ukuran dari bentuk gelombang dibawah 3 kotak)
 Tidak memasukkan lebih dari 1 informasi yang
dibutuhkan.
 User Interface yang tidak dibutuhkan menutupi bentuk
Rekaman gelombang.
Judgement
bentuk  Batas kesalahan melebihi 20%.
(Pertimbangan)
gelombang  Time Division tidak diatur dengan tepat, menunjukan lebih
dari siklus (cycle) yang cukup.
Ada kesalahan namun tidak (Contoh: menampilkan lebih dari 12 siklus)
1 mempengaruhi bentuk/fungsi  Voltage Division tidak diatur dengan tepat, sehingga
produk ukuran dari bentuk gelombang tidak memadai.
(ukuran dari bentuk gelombang dibawah 2 kotak)
 Tidak memasukkan lebih dari 2 informasi yang
dibutuhkan.
 Batas kesalahan melebihi 30%.
 Time Division tidak diatur dengan tepat, tidak
0 Salah (Penuh dengan kesalahan)
memungkinkan untuk membedakan bentuk dari pola
gelombang.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 21


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
 Voltage Division tidak diatur secara tepat, sehingga ukuran
dari bentuk gelombang tidak memadai.
(ukuran dari bentuk gelombang dibawah 1 kotak, dan atau
melebihi 7 kotak)
 Tidak memasukkan lebih dari 3 informasi yang
dibutuhkan.

LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 22


26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 23
26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 24
26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 25
26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS
LKS_DKI_TP16_ID ©Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta 29
26.01.19 - V1.0 ELECTRONICS