Anda di halaman 1dari 23

POTENSI USAHA PRODUKSI KRUPUK TAHU

(Studi pada usaha produksi krupuk tahu di Dusun Mojopahit Desa Sidomulyo
Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro)

Awang Wahyu Dwi Saputro NIM 15.60201.1.020


Fakultas Ekonomi Universitas Bojonegoro

Abstrak: Salah satu contoh dari agroindustri yang ada di Indonesia adalah agroindustri pangan.
Menurut Wirakarta Kusumah (2007), industri pangan merupakan salah satu bidang yang sangat
penting peranannya dalam perekonomian Indonesia. Saat ini sektor industri kecil yang sedang
berkembang di Kecamatan Kedungadem yaitu industri krupuk, seperti halnya pada industri kecil
kerupuk tahu di Dusun Mojopahit Desa Sidomulyo Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro Jawa
Timur yang telah memproduksi kerupuk tahu dalam skala yang cukup besar. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk melihat potensi usaha produksi krupuk tahu.
Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data
primer dan skunder. Data diperoleh dengan cara wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis
yang akan digunakan untuk menganalisis data dengan menggunakan metode data non statistik
(analisis data deskriptif kualitatif), yaitu menganalisis data dengan cara mempelajari penerapan
teori yang ada dalam praktek dan untuk mempertajam hasil analisis dipergunakan teknik SWOT
(Strengths, Weakness, Opportunities, Threats).
Hasil analisis data mengenai potensi industri kerupuk tahu di Dusun Mojopahit Desa Sidomulyo
Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro dengan menggunakan analisis SWOT
menunjukkan bahwa industri kerupuk tahu di Dusun Mojopahit Desa Sidomulyo Kecamatan
Kedungadem Kabupaten Bojonegoro berada dalam fase perkembangan. Dengan nilai faktor
internal 27,1 dan nilai faktor eksternal 14,7. Industri kerupuk tahu di Dusun Mojopahit Desa
Sidomulyo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro pada tahun ini sudah mempunyai
manajemen strategis yang baik.

Kata Kunci: Potensi Usaha, Produksi Krupuk Tahu.

Abstract: One example of agro-industry in Indonesia is food agro-industry. According to


Wirakarta Kusumah (2007), the food industry is a very important role in the Indonesian
economy. Currently the small industrial sector that is developing in the Kedungadem District is
the cracker industry, as is the case with the small industry of tofu crackers in Mojopahit Village,
Sidomulyo Village, Kedungadem District, Bojonegoro, East Java, which has produced tofu
crackers on a fairly large scale. The purpose of this research is to see the business potential of
tofu crackers production.
The method used is descriptive qualitative. Data sources used are primary and secondary data.
Data obtained by interview, and documentation. Analysis techniques that will be used to
analyze data using non-statistical data methods (qualitative descriptive data analysis), namely
analyzing data by studying the application of existing theories in practice and to sharpen the
results of the analysis using SWOT techniques (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats) .
The results of data analysis regarding the potential of the tofu cracker industry in Mojopahit
Village, Sidomulyo Village, Kedungadem District, Bojonegoro Regency using SWOT analysis
showed that the tofu cracker industry in Mojopahit Village, Sidomulyo Village, Kedungadem
District, Bojonegoro Regency was in the development phase. With an internal factor value of
27.1 and an external factor value of 14.7. The tofu cracker industry in Mojopahit Village,
Sidomulyo Village, Kedungadem District, Bojonegoro Regency this year has had good strategic
management.

Keywords: Business Potential, Tofu Crack Production.

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 1


PENDAHULUAN mandiri. Pertumbuhan laju industri
Industri merupakan salah satu sektor merupakan andalan pemerintah dalam
yang memiliki peranan penting dalam upaya meningkatkan perekonomian di
upaya pembangunan perekonomian Indonesia. Perekonomian di Indonesia
Indonesia. Pengelolaan yang tepat pada tidak akan berkembang tanpa dukungan
sektor ini dapat mendukung adanya dari peningkatan perindustrian sebagai
peningkatan jumlah ekspor produk lokal, salah satu sektor perekonomian yang
peningkatan jumlah penyerapan tenaga sangat dominan di jaman sekarang.
kerja, mendorong pemerataan tenaga kerja Dari sisi lapangan usaha, Industri
serta dapat meningkatkan pendapatan Pengolahan yang merupakan sektor
masyarakat lokal. Sektor industri diyakini dengan proporsi terbesar terhadap PDB
sebagai sektor yang dapat memimpin tumbuh sebesar 4,5 persen (YoY).
sektor-sektor lain dalam sebuah Pertumbuhan tersebut relatif tidak berubah
perekonomian menuju kemajuan. Oleh dari triwulan sebelumnya, namun lebih
sebab itu industri merupakan salah satu tinggi dari triwulan I tahun 2017 yang
sektor yang mempunyai andil besar dalam besarnya 4,3 persen (YoY). Kinerja ini
pertumbuhan ekonomi dalam suatu dipengaruhi oleh meningkatnya kinerja
wilayah (Sadono Sukirno, 2012). beberapa industri utama.
Produk-produk industrial selalu (i) Industri Makan dan Minuman
memiliki dasar tukar (term of trade) yang tumbuh sebesar 12,7 persen (YoY),
tinggi atau lebih menguntungkan serta meningkat cukup signifikan dari triwulan
menciptakan nilai tambah yang lebih I tahun 2017 yang tumbuh sebesar 7,7
besar dibandingkan produk-produk sektor persen (YoY), namun melambat dari
lain. Hal ini disebabkan karena sektor triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar
industri memiliki variasi produk yang 13,8 persen (YoY). Kinerja ini didorong
beragam dan mampu memberikan manfaat oleh peningkatan produksi kelapa sawit.
marginal yang tinggi kepada para (ii) Industri Alat Angkutan tumbuh
memakainya (Dumairy, 2007). sebesar 6,3 persen (YoY), lebih tinggi dari
Keunggulan-keunggulan sektor industri pertumbuhan triwulan I tahun 2017
tersebut diantaranya memberikan maupun triwulan sebelumnya yang
kontribusi bagi penyerapan tenaga kerja masing-masing besarnya 3,1 persen
dan mampu menciptakan nilai tambah (YoY) dan 5,4 persen (YoY). (iii) Industri
(value added) yang lebih tinggi pada Tekstil dan Pakaian Jadi tumbuh sebesar
berbagai komoditas yang dihasilkan. 7,5 persen (YoY), tumbuh tinggi dari
Menurut teori ekonomi triwulan I tahun 2017 yang tumbuh
pembangunan, semakin tinggi kontribusi sebesar 0,3 persen (YoY) dan triwulan
sektor industri terhadap pembangunan sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,4
ekonomi maka negara tersebut semakin persen (YoY), yang didorong oleh
maju (Sadono Sukirno, 2012). Proses meningkatnya produksi pakaian jadi
pembangunan seringkali dikaitkan dengan menjelang Hari Raya Idul Fitri. (iv)
proses industrialisasi. Proses Industri Batubara dan Pengilangan Migas
industrialisasi dan pembangunan industri tumbuh sebesar 0,1 persen (YoY), relatif
sebenarnya merupakan satu jalur kegiatan sedikit menurun dari triwulan I tahun
untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat 2017 yang tumbuh sebesar 0,2 persen
dalam arti tingkat hidup yang lebih maju (YoY), namun membaik dari triwulan
maupun taraf hidup yang lebih bermutu. sebelumnya yang tumbuh negatif sebesar -
Menurut Arsyad (2007: 68), 1,3 persen (YoY) (Bappenas, 2018).
pembangunan industri merupakan suatu
fungsi dari tujuan pokok kesejahteraan
rakyat, bukan merupakan kegiatan yang

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 2


Pembangunan ekonomi menitik industri kecil. Sifat dasar industri kecil
beratkan pada bidang pertanian dan antara lain : 1) Proses produksi yang padat
industri yang berbasis pertanian atau biasa karya (labour intensive). Melihat sifat ini
disebut agroindustri. Dalam sistem industri kecil tidak hanya dianggap
agribisnis, agroindustri adalah salah satu sebagai suatu elemen penting dari
subsistem yang bersama-sama subsistem kebijakan pemerintah untuk memperbesar
lain membentuk agribisnis. Sistem kesempatan kerja, tapi juga cukup efektif
agribisnis terdiri dari subsistem input untuk pembentukan, peningkatan dan
(agroindustri hulu), usahatani (pertanian), distribusi pendapatan; 2) Industri kecil
sistem output (agroindustri hilir), banyak terdapat di daerah non urban, oleh
pemasaran dan penunjang. Dengan karena itu industri kecil dapat menjadi
demikian pembicaraan mengenai sumber pendapatan utama atau tambahan
agroindustri tidak dapat dilepaskan dari bagi masyarakat rural; 3) Pada umumnya
pembangunan agribisnis secara industri kecil menggunakan teknologi
keseluruhan. Pembangunan agroindustri sederhana yang lebih sesuai dengan
akan dapat meningkatkan produksi, harga kondisi lokal; 4) Lebih banyak
hasil pertanian, keuntungan petani, serta menggunakan bahan baku local dalam
dapat menghasilkan nilai tambah hasil kegiatan produksinya; 5) Sumber utama
pertanian. pembiayaan proses produksi pada
Salah satu contoh dari agroindustri umumnya berasal dari pemilik usaha itu
yang ada di Indonesia adalah agroindustri sendiri, sehingga industri kecil sangat
pangan. Menurut Wirakarta Kusumah penting sebagai suatu instrumen untuk
(2007), industri pangan merupakan salah mengalokasikan investasi lebih optimal;
satu bidang yang sangat penting 6) Industri kecil lebih dapat memenuhi
peranannya dalam perekonomian kebutuhan pokok masyarakat lokal dengan
Indonesia. Disamping mampu memenuhi harga lebih murah jika dibandingkan
kebutuhan pangan Indonesia, juga dapat dengan industri besar (Tambunan, 2012).
menghasilkan devisa bagi negara. Peranan industri kecil terhadap
Keberadaan industri pangan di Indonesia pemerataan dan kesempatan kerja bagi
dapat menyerap tenaga kerja dalam masyarakat dan kontribusinya terhadap
jumlah yang cukup banyak serta mampu penerimaan devisa telah membuktikan
mendorong berdirinya industri penunjang bahwa industri kecil tidak hanya aktif
seperti industri pengolahan makanan, namun juga produktif. Sedangkan sektor
industri kemasan, industri mesin dan informal mampu berperan sebagai buffer
peralatan pengolahan pangan maupun (penyangga) dalam perekonomian
industri agribisnis. masyarakat. Saat ini, Usaha Mikro Kecil
Industri Kecil dan Kerajinan Rumah dan Menengah (UMKM) memperoleh
Tangga (IKKR) merupakan salah satu tugas yang penting dalam perencanaan
komponen dari sektor industri pengolahan pembangunan ekonomi nasional. Hal itu
yang mempunyai andil sangat besar dalam dibuktikan dengan semakin besarnya
menciptakan lapangan pekerjaan di kepercayaan pemerintah berupa
Indonesia disamping sifat usahanya yang pemberian berbagai fasilitasi modal,
masih memerlukan pembinaan yang terus promosi, dan kesetaraan akses bagi
menerus agar masalah yang dihadapi UMKM dalam mengikuti tender proyek
seperti masalah pemasaran, permodalan, pemerintah. Aspek pengembangan dan
dan pengelolaan dapat segera diatasi. pembinaan UMKM sebenarnya sudah
Pentingnya industri kecil didalam semakin ditingkatkan sejak tahun 1994,
proses pembangunan ekonomi Negara meliputi bukan hanya pada aspek teknis,
yang sedang berkembang sangat erat melainkan juga pada aspek usaha, yaitu
hubungannya dengan sifat-sifat dasar

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 3


dengan dibentuknya Departemen Koperasi Pertumbuhan produksi pada triwulan III
dan PPK. tahun ini lebih tinggi 14,26 persen poin
Industri Kecil dan Menengah (IKM) dibandingkan dengan pertumbuhan
merupakan salah satu sektor yang penting produksi pada triwulan yang sama tahun
dalam perekonomian Indonesia. IKM 2017 yang mengalami kontraksi atau
menjadi sektor yang penting di Indonesia pertumbuhan negatif sebesar -1,74 persen.
karena mampu menyediakan lapangan Jika dibandingkan dengan pertumbuhan
kerja, sehingga IKM menjadi sumber produksi industri manufaktur mikro dan
pendapatan primer maupun sekunder bagi kecil nasional yang naik sebesar 3,88
banyak rumah tangga di Indonesia. Selain persen, maka pertumbuhan produksi
itu, IKM juga memiliki peran yang industri manufaktur mikro dan kecil di
penting dalam perekonomian daerah dan Jawa Timur pada triwulan III tahun 2018
mendorong pertumbuhan ekspor sektor (y on y) lebih tinggi 8,64 persen poin.
nonmigas dan menjadi industri pendukung Sektor industri manufaktur mikro dan
yang memproduksi komponen dan suku kecil di Jawa Timur pada triwulan III
cadang bagi perusahaan besar. tahun 2018 (y on y) yang mengalami
Di era desentralisasi, pemerintah kenaikan pertumbuhan lebih dari 10
daerah berusaha untuk mengembangakan (sepuluh) persen.
IKM di daerahnya sebagai salah satu Berdasarkan perbandingan data
usaha untuk mendorong pertumbuhan survei Badan Pusat Statistik (BPS)
ekonomi daerah. Kita menyadari bahwa Provinsi Jatim, pertumbuhan aktivitas
pengembangan IKM di daerah sangat erat produksi itu melambat dibandingkan
kaitannya dengan dengan otonomi daerah. tahun-tahun sebelumnya. Dibandingkan
Otonomi daerah yang diimplementasikan dengan pertumbuhan produksi tahun
semenjak tahun 2001 menyebabkan sebelumnya 2016 ke 2017, kecepatannya
daerah memiliki kesempatan untuk lebih rendah. Pada 2017 pertumbuhannya
mengatur daerahnya masing-masing. mencapai 6,40 persen.
Pemerintah daerah mengelola penggunaan Industri Manufaktur Mikro dan Kecil
sumber daya berdasarkan potensi lokal yang lebih banyak di bidang makanan
yang dimilikinya, termasuk mengatur memang kurang mampu melakukan
IKM daerah. Basis kegiatan IKM di ekspansi usaha. Salah satunya karena
daerah adalah rakyat kecil. Karena itu keterbatasan tenaga kerja. Industri Mikro
IKM merupakan salah satu pondasi dengan tenaga kerjanya antara 1-4 orang,
penting dalam perekonomian nasional, industri kecil antara 5-9 orang. Dengan
sehingga pemerintah daerah perlu tenaga kerja yang terbatas, menjadikan
memberikan perhatian yang lebih banyak ekspansinya tidak terlalu besar. Meskipun
pada pengembangan IKM. mereka terus beroperasi, karena
Pertumbuhan unit usaha dunia permintaannya tetap ada. Beberapa faktor
industri di Jawa Timur mencapai 0,21 lain, yang berkontribusi menjadikan
persen pada tahun 2017. Sektor industri industri mikro dan kecil berat untuk
kecil dan rumah tangga memiliki peranan melakukan ekspansi diantaranya
yang sangat besar dalam menyediakan keterbatasan permodalan, mesin, skill, dan
berbagai macam unit usaha, baik di pola distribusi.
bidang agro maupun non agro. Dan Upaya pemerintah daerah, dalam hal
berdampak langsung menopang 57,59 ini Pemprov Jatim yang membuka
persen dari total tenaga kerja. peluang bagi para pelaku usaha
Produksi industri manufaktur mikro berekspansi ke e-commerce. “Peran
dan kecil di Jawa Timur pada triwulan III pemerintah, salah satunya dengan
tahun 2018 (y on y) juga mengalami menggandeng bukalapak”. Upaya ini akan
pertumbuhan sebesar 12,52 persen. memberikan harapan untuk industri mikro

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 4


dan kecil ini untuk berkembang dan maupun menyerap sampai dengan
produksinya meningkat. Disadari bahwa 50% tenaga kerja yang tersedia ;
aspek pengembangan dan pembinaan Sumber wirausaha baru keberadaan
UMKM pada umumnya dan Industri usaha kecil dan menengah selama ini
berskala Kecil (IK) pada khususnya, terbukti dapat mendukung tumbuh
sangat penting ditinjau, baik dari sisi kembangnya wirausaha baru;
sosial maupun sisi ekonomi (UN, 1969). Memiliki segmen usaha pasar yang
Dari sisi sosial, industri berskala kecil unik; Melaksanakan manajemen
merupakan salah satu alat utama untuk sederhana dan fleksibel terhadap
menstimulir kewirausahaan pribumi, perubahan pasar; Memanfaatkan
mengembangkan keterampilan pengrajin sumber daya alam sekitar, usaha kecil
tradisional, dan sebagai alat ampuh dan menengah industri–dagang
menanggulangi masalah pengangguran. sebagian besar memanfaatkan limbah
Dari sisi ekonomi, IK mampu atau hasil sampai dari industri besar
memberikan jalan keluar bagi tidak atau industru yang lainnya ;Memiliki
tersedianya prasarana fisik penopang potensi untuk berkembang. Berbagai
industri berskala besar di kota besar upaya pembinaan yang dilaksanakan
dengan industrial dispersal-nya. IK juga menunjukkan hasil yang
terbukti mempunyai fleksibilitas lokasi menggambarkan bahwa usaha kecil
yang tidak dipunyai industri berskala dan menengah industri dagang mampu
besar, yaitu dapat didirikan di daerah untuk dikembangkan lebih lanjut dan
pinggiran dan mampu memanfaatkan mampu untuk mengembangkan sektor
tenaga kerja murah dengan sistim sub- sektor lain yang terkait.
kontrak. Selain itu, IK sangat bermanfaat 2. Kelemahan Usaha Kecil dan
dari sisi diversifikasi struktur industri dan Menengah yaitu masih terbatasnya
pemanfaatan sumber daya alam yang tidak kemampuan sumber daya manusia ;
tersentuh oleh industri berskala besar yang Kendala pemasaran produk sebagian
pada akhirnya meningkatkan aspek besar pengusaha Usaha Kecil dan
pembentukan modal masyarakat. Menengah Industri – Dagang lebih
Kondisi tersebut mempertegas memperioritaskan pada aspek
pentingnya Industri Kecil (IK) di produksi sedangkan fungsi-fungsi
Indonesia dikembangkang sebagai motor pemasaran kurang mampu dalam
penggerak ekonomi nasional. mengaseskannya, khususnya dalam
Pengembangan IK tidaklah serta merta informasi pasar dan jaringan pasar,
dapat langsung berhasil sebab selain sehingga sebagian besar hanya
potensi maupun peluang yang cukup berfungsi sebagai tukang saja ;
besar, pengembangan UKM di Indonesia. Kecenderungan konsumen yang belum
Beberapa Kekuatan, Kelemahan, Peluang mempercayai mutu produk Usaha
Serta Tantangan yang dimiliki Usaha Kecil dan Menengah Industri –
Kecil Dan Menengah sebegai berikut : Dagang; Kendala permodalan usaha
1. Kekuatan Usaha Kecil dan Menengah sebagian besar Usaha Kecil dan
Usaha kecil dan menengah – industri Menengah Industri – Dagang
dagang memiliki beberapa kekuatan memanfaatkan modal sendiri dalam
potensial yang merupakan andalan jumlah yang relatif kecil. Disamping
yang menjadi basis pengembangan itu mereka menjual produknya secara
pada masa yang akan datang adalah: pesanan dan banyak terjadi penundaan
Penyediaan lapangan kerja peran pembayaran.
usaha kecil dan menengah–industri 3. Tantangan Industri Kecil meliputi :
dagang dalam penyerapan tenaga kerja Iklim usaha yang tidak kondusif, iklim
patut diperhitungkan, diperkirakan usaha yang kondusif diwujudkan

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 5


dalam adanya monopoli dalam bidang efektif dan efisien tidak terkecuali di
usaha tertentu, pengusha industri dari bidang pemasaran.
hulu ke hilir oleh industri besar Berdasarkan latar belakang di atas,
berbagai peraturan yang tidak maka penelitian ini mengambil judul
mendukung (Retribusi, perijinan dll.); “Potensi usaha produksi krupuk tahu di
Pemberlakuan berbagai standar Dusun Mojopahit Desa Sidomulyo
nasional maupun internasional. Kecamatan Kedungadem Kabupaten
Saat ini sektor industri kecil yang Bojonegoro”
sedang berkembang di Kecamatan
Kedungadem yaitu industri krupuk, TINJAUAN PUSTAKA
seperti halnya pada industri kecil kerupuk Industri Kecil
tahu di Dusun Mojopahit Desa Sidomulyo 1. Pengertian Industri Kecil
Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro Pengertian pada industri kecil
Jawa Timur yang telah memproduksi memiliki arti yang berbeda-beda
kerupuk tahu dalam skala yang cukup dalam berbagai konteks dan lembaga
besar. Berdasarkan informasi salah satu yang menggunakannya. Hal ini sering
pemilik produksi kerupuk tahu kali menimbulkan kekeliruan
menjelaskan bahwa sebagian besar interpretasi bagi yang mencoba
produksinya dikirim langsung ke Pasuruan mengadopsi kebijakan dalam
setiap bulannya. Ada juga yang dijual ke pengembangan industri kecil. Kriteria
pasar Sumberrejo. perusahaan di Indonesia dengan
"Untuk yang disetor ke Pasuruan biasanya jumlah tenaga kerja 1 sampai 4 orang
per bulan, kita tunggu hingga 1 ton, sebagai industri kerajinan dan rumah
kadang bisa lebih. Dan dijual mentah tangga, perusahaan dengan tenaga
perkilogram seharga Rp15 ribu. kerja 5 sampai 19 orang sebagai
Sedangkan untuk ke pasar Sumberrejo industri kecil, perusahaan dengan
dijual matang.” (blokbojonegoro.com). jumlah tenaga kerja 20 sampai 99
Melihat dan mempelajari peluang orang sebagai industri sedang atau
serta tantangan yang dimiliki usaha kecil menengah, dan perusahaan dengan
tersebut maka untuk mengetahui potensi tenaga kerja lebih dari 100 orang
perkembangan industri kecil kerupuk tahu sebagai industri besar (BPS, 2017).
yang ada di Dusun Mojopahit Desa Sementara itu pengertian
Sidomulyo Kecamatan Kedungadem industri kecil menurut SK Menteri
dapat digunakan pendekatan dengan Keuangan No. 316/KMK.016/1994
analisis SWOT (Strengths, Weakness, adalah “perorangan atau badan usaha
Opportunity, Treats). “SWOT merupakan yang melakukan kegiatan usaha
salah satu alat yang dapat dipakai untuk dengan nilai penjualan atau profit
mengetahui keunggulan dan kelemahan maksimal Rp 66 juta atau asset
suatu perusahaan, khususnya di bidang maksimal Rp 600 juta diluar tanah dan
pemasaran. Sedangkan analisis SWOT bangunan yang ditempati (Kepmen
adalah analisis terhadap kekuatan, BUMN Nomor Kep 236 Tahun 2007).
kelemahan, peluang dan ancaman yang Apabila kita mengacu pada
dimiliki dan dihadapi perusahaan” UU No.9 Tahun 1995 yang digunakan
(Rangkuti: 2009). Hal ini membuat oleh Departemen Koperasi
perusahaan harus menetapkan strategi menetapkan kriteria “usah kecil
untuk dapat memenangkan persaingan sebagai usaha yang memiliki kekayaan
atau paling tidak untuk dapat bertahan bersih maksimum Rp 200 jua diluar
dalam pasar. Perusahaan harus tanah dan bangunan dan memiliki
menjalankan semua operasinya secara hasil penjualan per tahun paling
banyak Rp 1 milyar dan dimiliki oleh

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 6


warga Indonesia merupakan usaha mengelompokkan orang-orang
sendiri dan bukan anak perusahaan serta penetapan tugas, fungsi,
dari bentuk usaha perorangan”. wewenang, serta tanggung jawab
Jadi dapat disimpulkan bahwa masing-masing dengan tujuan
industri kecil adalah kegiatan ekonomi terciptanya aktifitas-aktifitas yang
produktif yang berdiri sendiri. berdaya guna dan berhasil guna
Dilakukan oleh perorangan atau badan dalam mencapai tujuan yang telah
usaha dan bukan merupakan anak ditentukan terlebih dahulu
perusahaan atau cabang perusahaan. (Manullang, 2012).
Biasanya industri kecil memiliki c. Penggerakan (actuating)
tenaga kerja 5 sampai 19 orang di Penggerakan (actuating) adalah
mana tenaga kerjanya berasal dari menggerakkan dan memberikan
lingkungan sekitar atau masih ada perintah-perintah melakukan kerja
hubungan saudara serta memiliki terhadap seluruh bawahan untuk
modal yang relatif kecil. mencapai tujuan-tujuan organisasi.
2. Manajemen Dalam Industri Kecil Actuating mempunyai arti penting
Manajemen adalah seni dan dalam penyelenggaraan kegiatan
ilmu perencanaan, pengorganisasian, organisasi karena juga merupakan
penyusunan, pengarahan dan inti dari manajemen. Tanpa adanya
pengawasan sumber daya untuk penggerakan, maka rencana yang
mencapai tujuan yang sudah telah tersusun tidak dapat
ditetapkan (Manullang, 2012). terlaksana karena tidak ada tenaga
Berdasarkan pengertian di atas pendorong bagi pelaksana untuk
terdapat fungsi-fungsi manajemen melakukan tugas-tugasnya dan
yang terdiri dari perencanaan bersedia melakukan kerjasama.
(planning), pengorganisasian Dalam pelaksanaan penggerakan
(organizing), penggerakan (actuating), yang dilakukan adalah pemberian
dan pengawasan (controlling). motivasi, pembimbing, jalinan
a. Perencanaan (planning) hubungan, penyelenggaraan
Perencanaan (planning) memiliki komunikasi, pengembangan atau
arti pemilihan tujuan jangka peningkatan pelaksana (Muslih,
pendek dan jangka panjang serta 2009).
merencanakan taktik dan strategi d. Pengawasan (controlling)
untuk mencapai tujuan tersebut. Pengawasan adalah suatu proses
Dalam membangun suatu untuk menerapkan pekerjan apa
perencanaan yang baik ada yang sudah dilaksanakan,
beberapa langkah dasar dalam menilainya, dan bila perlu
perencanaan yaitu tetapkan tujuan mengoreksi dengan maksud
atau seperangkat tujuan, supaya pelaksanaan pekerjaan
definisikan situasi saat ini, sesuai dengan rencana semula.
identifikasikan hal-hal yang Dari berbagai batasan pengawasan
membantu dan menghambat di atas bahwa tujuan utama dari
tujuan-tujuan, kembangkan pengawasan ialah mengusahakan
rencana atau perangkat tindakan agar apa yang direncanakan
untuk mencapai tujuan (Fahmi, menjadi kenyataan.
2012). Untuk dapat benar-benar
b. Pengorganisasian (organizing) merealisasikan tujuan utama
Pengorganisasian (organizing) tersebut, maka pengawasan pada
adalah keseluruhan aktifitas taraf pertama bertujuan agar
manajemen dalam pelaksanaan pekerjaan sesuai

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 7


dengan instruksi yang telah melakukan pendanaan
dikeluarkan, dan untuk mengetahui terhadap biaya operasional
kelemahan-kelemahan serta dari usaha yang dijalankan.
kesulitan-kesulitan yang dihadapi Modal kerja ini akan
dalam pelaksanaan rencana digunakan dalam jangka
berdasarkan penemuan-penemuan waktu yang lebih pendek.
tersebut dapat diambil tindakan 2) Menurut Sumber Dana
untuk memperbaikinya, baik pada a) Modal sendiri, modal
waktu itu ataupun waktu-waktu didapatkan dari pendanaan
yang akan datang (Manullang, yang diperoleh dari diri
2012). sendiri. Misalnya, pihak
Sedangkan dalam industri kecil pelaku usaha mendapatkan
manajemen pengelolaan sangatlah modal dari harta kekayaan
dibutuhkan untuk kelancaran proses sendiri.
industri. Manajemen pengelolaan itu b) Modal dari luar, modal dari
meliputi: luar ini diperoleh dari
a. Permodalan pihak luar dan bukan dari
Setiap kegiatan usaha baik profit diri sendiri atau si pemilik
atau non profit senantiasa usaha. Biasanya modal
membutuhkan dana untuk modal tersebut didapat dari bank,
yang digunakan untuk kerabat dekat, atau rekan
membelanjai dan menjalankan bisnis.
usahanya. Pada dasarnya, dana b. Produksi
atau modal yang dimiliki suatu Keberhasilan suatu industri dalam
industri digunakan untuk mencapai tujuannya ditentukan
membiayai operasional kegiatan oleh berbagai faktor, salah satu
misalnya untuk membeli bahan diantaranya yang terpenting ialah
dasar, bahan pembantu, membayar kemampuan mendapatkan order
gaji para karyawan dan lain atau pesanan dari para
sebagainya. Dengan harapan pelanggannya. Agar produk-
melalui penjualan, perusahaan produknya menarik bagi para
akan dapat memperoleh kembali pelanggan, suatu industri harus
dana yang telah dikeluarkan itu. selalu berupaya meningkatkan
Menurut Soeprihanto (2007), mutu produk dan pelayanannya
adapun modal dapat dibagi serta menawarkan harga yang
menjadi 2, yaitu: wajar bagi setiap produk yang
1) Menurut Waktu Pengeluaran diinginkan pelanggan (Sinulingga,
Modal 2009).
a) Modal investasi adalah Produksi yang dalam bahasa
modal yang digunakan Inggris disebut production ialah
dalam jangka panjang, suatu kegiatan mengenai
namun dapat dipakai secara pembuatan produk baik berupa
berulang kali. Biasanya fisik maupun berwujud jasa.
dilakukan pada awal Pengertian tersebut menjelaskan
pendirian usaha tersebut. bahwa produksi adalah proses
Seperti modal berupa yang berkenaan dengan
tanah, bangunan, mesin, pengubahan bahan baku atau
ataupun peralatan lain. bahan dasar menjadi barang atau
b) Modal kerja adalah modal jasa (Sinulingga, 2009).
yang akan digunakan untuk

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 8


c. Pemasaran Perindustrian, industri nasional
Pemasaran adalah suatu sistem Indonesia dikelompokkan menjadi tiga
total dari kegiatan bisnis yang kelompok besar yaitu: (Pawe, 2007)
dirancang untuk merencanakan, a. Industri dasar yang meliputi
menentukan harga, kelompok industri mesin, logam
mempromosikan dan dan kelompok kimia dasar, yang
mendistribusikan barang-barang termasuk dalam industri mesin dan
yang dapat memuaskan keinginan logam dasar diantaranya industri
dan jasa baik kepada para mesin pertanian, elektronika,
konsumen saat ini maupun kereta api, pesawat terbang,
konsumen potensial (Stanton, kendaraan bermotor, besi, baja,
1984). aluminium, tembaga, dan lain
Menurut Kotler dan Keller sebagainya. Sedangkan yang
(2007), didalam pemasaran ada termasuk dalam kelompok kimia
beberapa tahap yang harus dasar adalah industri pengolahan
diperhatikan, diantaranya: kayu dan karet alam, industri
1) Memilih Tujuan Penetapan pestisida, industri pupuk, industri
Harga batu bara, industri silikat dan
Pertama-tama industri tersebut sebagainya. Ditinjau dari misinya
memutuskan dimana ingin industri dasar mempunyai misi
memposisikan tawaran untuk meningkatkan pertumbuhan
pasarnya. Semakin jelas tujuan ekonomi, membantu perjualan
suatu industri maka akan struktur industri dan bersifat padat
semakin mudah untuk modal. Teknologi tepat guna yang
menetapkan harga. digunakan adalah teknologi maju,
2) Menentukan Permintaan teruji dan tidak padat karya,
Setiap harga akan namun dapat mendorong
menghasilkan tingkat terciptanya lapangan kerja baru
permintaan yang berbeda dan secara besar sejajar dengan
hal ini mempunyai pengaruh tumbuhnya industri hilir dan
yang berbeda terhadap tujuan kegiatan ekonomi lainnya.
pemasaran suatu industri. b. Industri kecil yang meliputi dari
3) Memperkirakan Biaya industri pangan (makanan dan
Permintaan menentukan batas minuman), industri sandang dan
harga tertinggi yang dapat kulit (tekstil, pakaian jadi, serta
dikenakan suatu industri untuk barang dari kulit), industri kimia
produknya. Biaya menentukan dan bahan bangunan (industri
batas terendahnya. Industri kertas, percetakan, barang-barang
tersebut ingin menetapkan karet, plastik, dan lain-lain).
harga yang menutupi biaya Kelompok industri kecil ini
produksi, distribusi, dan mempunyai misi melaksanakan
penjualan produk, termasuk pemerataan. Teknologi yang
laba yang lumayan untuk digunakan menengah atau
upaya dan resikonya. sederhana dan padat karya.
3. Macam-macam Industri Pengembangan industri kecil ini
Untuk mengetahui macam- diharapkan dapat menambah
macam industri, kita bisa mengacu kesempatan kerja, meningkatkan
pada pengelompokan industri yang pendapatan rumah tangga dan
dilakukan oleh Departemen meningkatkan nilai tambah dengan
Perindustrian. Menurut Departemen

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 9


memanfaatkan pasar dalam negeri kecil pada dasarnya dapatlah
dan luar negeri. dikatakan sebagai iklim
c. Industri hilir yaitu kelompok aneka diskriminatif yang bersumber dari
industri diantaranya meliputi sektor swasta. Memang apabila
industri yang mengolah sumber kita melihat telah banyak berdiri
daya hutan, industri yang lembaga-lembaga keuangan yang
mengelola hasil pertambangan, dapat mempermudah sektor
industri yang mengelola sumber industri kecil dengan berbagai
daya pertanian secara luas dan lain program yang mereka canangkan
sebagainya. Kelompok aneka meskipun berbagai kenyataan
industri ini mempunyai misi memperlihatkan relatif langkah
meningkatkan pertumbuhan kredit-kredit institusional dari
ekonomi atau pemerataan, lembaga tersebut untuk sektor
memperluas kesempatan kerja, industri kecil, sehingga mayoritas
tidak padat modal, dan teknologi pengusaha kecil yang
yang digunakan adalah teknologi bersangkutan cenderung
menengah atau teknologi maju. menggantungkan pembiayaan
4. Kelemahan-kelemahan Industri Kecil perusahaannya kepada modal
Ciri-ciri industri kecil menurut sendiri, ataupun yang lainnya
beberapa ahli sama dengan sektor seperti keluarga, sahabat dan lain-
informal. Ciri-ciri industri kecil adalah lain.
pendidikan formal yang rendah, modal c. Penggunaan teknologi berkaitan
usaha kecil, upah rendah dan kegiatan erat dengan tinggi rendahnya
dalam skala kecil. Dengan melihat tingkat produktifitas usaha.
ciri-ciri di atas merupakan bukti Karakteristik yang dimiliki oleh
bahwa industri kecil harus industri kecil dalam bidang
memperoleh pembinaan-pembinaan teknologi pada umumnya masih
demi meningkatkan produktifitas dan sederhana dan tradisional,
kualitas sehingga mampu bersaing sehingga berakibat pada tingkat
dengan indsutri besar. Berikut ini produktifitas yang rendah oleh
uraian tentang kelemahan industri industri kecil dan kualitasnya
kecil yang sering ditemui dalam kurang dapat memenuhi selera
masyarakat diantaranya: (Perry, 2000). pasar terutama pasar ekspor.
a. Rendahnya pendidikan pada d. Umumnya pengelola industri kecil
pengusaha akan mempengaruhi merasa tidak memerlukan ataupun
kualitasnya, sebab sumber daya tidak pernah melakukan studi
manusia dalam industri kecil kelayakan, penelitian pasar,
memiliki dasar yang kuat maka analisa perputaran uang tunai/kas,
sumber daya manusia sangat perlu serta berbagai penelitian yang
dibenahi terlebih dahulu, baru diperlukan dalam suatu aktivitas
kemudian membenahi faktor yang bisnis.
lain misalnya modal dan lokasi e. Tidak memiliki perencanaan
usaha. sistem jangka panjang, sistem
b. Keterbatasan modal usaha akuntasi yang memadai, anggaran
merupakan suatu masalah yang kebutuhan, modal, struktur
sering dihadapi oleh para organisasi dan pendelegasian
pengusaha kecil, masalah wewenang, serta alat-alat kegiatan
permodalan telah menjadi suatu manajerial lainnya (perencanaan,
dilema yang berkepanjangan. pelaksanaan serta pengendalian
Keterbatasan akses bagi industri

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 10


usaha) yang umumnya diperlukan c. Sebagian besar membuat lapangan
oleh suatu perusahaan bisnis. pekerjaan baru, inovasi, sumber
f. Kekurangan informasi bisnis daya baru serta barang dan jasa-
hanya mengacu pada intuisi dan jasa baru.
ambisi pengelola, lemah dalam d. Resiko usaha menjadi beban
promosi. pemilik.
g. Kurangnya petunjuk pelaksanaan e. Pertumbuhan yang lambat, tidak
teknis operasional kegiatan dan teratur, terkadang cepat dan
pengawasan mutu hasil kerja dan prematur.
produk, serta sering tidak f. Fleksibel terhadap bentuk fluktuasi
konsisten dengan ketentuan jangka pendek, namun tidak
order/pesanan yang memiliki rencana jangka panjang.
mengakibatkan klaim atau produk g. Independen dalam penentuan
yang ditolak. harga produksi atas barang atau
h. Pembagian kerja tidak jasajasanya.
proporsional, sering terjadi h. Prosedur hukumnya sederhana.
pengelola memiliki pekerjaan i. Pajak relatif ringan, karena yang
yang melimpah atau karyawan dikenakan pajak adalah
yang bekerja di luar batas jam pribadi/pengusaha, bukan
kerja standar. perusahaannya.
i. Persediaan yang terlalu banyak, j. Komunikasi dengan pihak luar
khususnya jenis barang-barang bersifat pribadi.
yang salah (kurang laku). k. Mudah dalam proses pendiriannya.
j. Resiko dan hutang-hutang kepada l. Mudah dibubarkan setiap saat jika
pihak ketiga ditanggung oleh dikehendaki.
kekayaan pribadi pemilik usaha. m. Pemilik mengelola secara mandiri
k. Perkembangan usaha tergantung dan bebas waktu.
pada pengusaha yang setiap n. Pemilik menerima seluruh laba.
waktu dapat berhalangan karena o. Umumnya mempunyai
sakit atau meninggal. kecenderungan mampu untuk
l. Perencanaan dan program survive.
pengendalian tidak ada atau p. Merupakan tipe usaha yang paling
belum pernah merumuskannya. cocok untuk mengelola produk,
5. Karakteristik Industri Kecil jasa atau proyek perintisan yang
Secara umum perusahaan kecil sama sekali baru atau belum
atau indsutri kecil baik perorangan pernah ada yang mencobanya,
maupun kerjasama memiliki kelebihan sehingga sedikit pesaing.
dan daya tarik tersendiri, diantaranya: q. Terbukanya peluang dengan
(Perry, 2000). adanya berbagai kemudahan dalam
a. Pemilik merangkap manajer peraturan dan kebijakan
perusahaan yang bekerja sendiri pemerintah yang mendukung
dan memiliki gaya manajemen berkembangnya usaha kecil di
sendiri (merangkap semua fungsi Indonesia.
manajerial seperti marketing, r. Relatif tidak membutuhkan
finance dan administrasi). investasi yang terlalui besar,
b. Perusahaan keluarga, di mana tenaga kerja yang tidak
pengelolanya mungkin tidak berpendidikan tinggi, serta sarana
memiliki keahlian manajerial yang produksi lainnya yang tidak terlalu
handal. mahal.

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 11


6. Manfaat Industri Kecil Bagi dan menguntungkan untuk mencapai
Perekonomian tujuan itu. Teknik ini dibuat oleh
Terlepas dari adanya berbagai Albert Humphrey, yang memimpin
perbedaan definisi, industri kecil tetap proyek riset pada Universitas Stanford
memiliki kedudukan yang penting pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an
dalam perekonomian Negara. Selain dengan menggunakan data dari
dari segi ekonomi industri kecil juga perusahaan- perusahaan Fortune 500
berperan atau memberi manfaat dari (Grewal & Levy, 2008).
segi sosial yang juga sangat berperan Teori Analisis SWOT adalah
aktif dalam perekonomian. sebuah teori yang digunakan untuk
Kesimpulan tentang manfaat adanya merencanakan sesuatu hal yang
industri kecil yaitu: (Subanar, 2001) dilakukan dengan SWOT. SWOT
a. Industri kecil dapat menciptakan adalah sebuah singkatan dari, S adalah
peluang usaha yang luas dengan Strenght atau kekuatan, W adalah
pembiayaan yang relatif murah. Weakness atau kelemahan, O adalah
b. Industri kecil turut mengambil Opportunity atau kesempatan, dan T
peranan dalam peningkatan dan adalah Threat atau ancaman. SWOT
mobilisasi tabungan domestik. ini biasa digunakan untuk
c. Industri kecil mempunyai menganalisis suatu kondisi dimana
kedudukan yang penting terhadap akan dibuat sebuah rencana untuk
industri besar dan sedang. melakukan suatu program kerja
Usaha kecil dianggap sebagai (Buchari Alma, 2008).
kegiatan ekonomi yang tepat dalam 2. Matrik SWOT
pembangunan Negara yang sedang Matriks SWOT adalah alat
berkembang karena: (Subanar, 2001) yang dipakai untuk menyusun faktor-
a. Usaha kecil mendorong faktor strategi perusahaan. Matriks ini
munculnya kewirausahaan dapat menggambarkan secara jelas
domestik dan sekaligus bagaimana peluang dan ancaman
menghemat sumber daya Negara. eksternal yang dihadapi perusahaan
b. Usaha kecil menggunakan disesuaikan dengan kekuatan dan
teknologi padat karya, sehingga kelemahan yang dimiliki (Rangkuti,
dapat menciptakan lebih banyak 2009). Matrik ini dapat menghasilkan
kesempatan kerja dibandingkan empat set kemungkinan alternatif
yang disediakan oleh perusahaan strategi.
berskala besar. Tabel Matrik SWOT
Faktor-faktor Internal Kekuatan (S) Kelemahan (W)
c. Usaha kecil dapat didirikan, (IFAS) Daftarkan 5-10 faktor- Daftarkan 5-10 faktor-
Faktor-faktor Eksternal faktor internal faktor eksternal
dioperasikan dan memberi hasil (EFAS)
Peluang (O) Strategi (SO) Strategi (WO)
dengan cepat. Daftarkan 5-10 faktor-
faktor peluang eksternal
Buat strategi disini yang
menggunakan kekuatan
Buat strategi disini yang
memanfaatkan peluang
untuk memanfaatkan mengatasi ancaman
peluang
Ancaman (T) Strategi (ST) Strategi (WT)
Analisis SWOT Daftarkan 5-10 faktor- Buat strategi disini yang Buat strategi disini yang
faktor ancaman menggunakan kekuatan meminimalkan
1. Pengertian eksternal untuk mengatasi kelemahan dan
ancaman menghindari ancaman
Analisis SWOT adalah sebuah
metode perencanaan strategis yang Sumber: Rangkuti (2009).
digunakan untuk mengevaluasi Keterangan:
Strengths, Weakness, Opportunities, a. Strategi SO
dan Threats dalam suatu proyek atau Strategi ini dibuat berdasarkan
bisnis usaha. Hal ini melibatkan jalan pikiran perusahaan yaitu
penentuan tujuan usaha bisnis atau dengan memanfaatkan seluruh
proyek dan mengidentifikasi faktor- kekuatan untuk merebut dan
faktor internal dan eksternal yang baik memanfaatkan peluang sebesar
mungkin.
Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 12
b. Strategi ST Kuadran 1 : Merupakan situasi
Strategi ini dibuat berdasarkan yang sangat
bagaimana perusahaan menguntungkan.
menggunakan kekuatan yang Perusahaan tersebut
dimiliki untuk mengatasi ancaman memiliki peluang dan
c. Strategi WO kekuatan sehingga dapat
Strategi ini diterapkan berdasarkan memanfaatkan peluang
pemanfaatan peluang yang ada yang ada. Strategi yang
dengan cara meminimalkan harus diterapkan dalam
kelamahan yang ada. kondisi ini adalah
d. Strategi WT mendukung kebijakan
Strategi ini didasarkan pada pertumbuhan yang
kegiatan yang bersifat defensif dan agresif (Growth
berusaha meminimalkan oriented strategy).
kelemahan yang dimiliki Kuadran 2 : Meskipun menghadapi
perusahaan serta menghindari berbagai ancaman,
ancaman yang ada. perusahaan ini masih
3. Pembuatan Matrik SWOT memiliki kekuatan dari
Pada fase ini, kita telah segi internal. Strategi
membahas bagaimana perusahaan yang harus diterapkan
menilai situasinya dan juga telah adalah menggunakan
meninjau strategi perusahaan yang kekuatan untuk
tersedia. Tugas selanjutnya adalah memanfaatkan peluang
melakukan identifikasi cara atau jangka panjang dengan
alternatif yang dapat menggunakan cara strategi
kesempatan dan peluang atau diversifikasi
menghindari ancaman dan mengatasi (produk/jasa).
kelemahan. Kuadran 3 : Perusahaan
Menurut Freddy Rangkuti menghadapi peluang
(2009), SWOT adalah identitas pasar yang sangat besar,
berbagai faktor secara sistematis untuk tetapi dilain pihak, ia
merumuskan strategi pelayanan. menghadapi beberapa
Analisis ini berdasarkan logika yang kendala/kelemahan
dapat memaksimalkan peluang namun internal. Fokus
secara bersamaan dapat perusahaan ini adalah
meminimalkan kekurangan dan meminimalkan masalah-
ancaman. Analisis SWOT masalah internal
membandingkan antara faktor perusahaan sehingga
eksternal dan faktor internal. dapat merebut peluang
pasar yang lebih baik.
Kuadran 4 : Ini merupakan situasi
yang sangat tidak
menguntungkan,
perusahaan tersebut
menghadapi berbagai
ancaman dan kelemahan
internal.
Gambar Diagram SWOT
Sumber: Rangkuti (2009)

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 13


4. Matrik Internalitas Eksternalitas (IE) (2) Strategi pertumbuhan melalui
Menurut Rangkuti (2009), “bahwa integrasi horizontal ialah dengan
dalam matrik internal dan eksternal cara memperluas lini produk dan
dikembangkan dari model General saluran distribusinya ke wilayah-
Electric (GE.Model)”. Elemen yang wilayah potensial lainnya secara
digunakan meliputi parameter intensif.
kekuatan internal perusahaan dan (3) Strategi turn around ialah strategi
pengaruh eksternal yang dihadapi. yang digunakan untu
Tujuan penggunaan model ini adalah menyehatkan kembali perusahaan
untuk memperoleh strategi bisnis di (5) Strategi divestasi ialah strategi
tingkat koorporat yang lebih detail. yang digunakan untuk menggali
Berikut ini merupakan gambar matrik modal dengan menjual asset non-
IE yang dapat digunakan untuk model produktif dan aset produktif untuk
strategi koorporat. selanjutnya digunakan untuk
mendanai akuisisi atau investasi.
(7) Diversifikasi konsentrik ialah
strategi pertumbuhan yang
dilakukan dengan cara membuat
produk baru secara efisien karena
perusahaan sudah memiliki
kemampuan manufaktur dan
pemasaran yang baik.
(8) Diversifikasi konglomerat ialah
Gambar Matrik internal dan eksternal (IE)
strategi pertumbuhan melalui
Sumber: Rangkuti (2009)
kegiatan bisnis yang tidak saling
Keterangan:
berhubungan dan dapat dilakukan
a. Growth strategy merupakan
jika perusahaan menghadapi
pertumbuhan industri itu sendiri
competitive position yang tidak
b. Stability strategy adalah strategi
begitu kuat dan nilai daya tarik
yang ditetapkan tanpa mengubah
industrinya sangat rendah. Kedua
arah strategi yang diterapkan tanpa
faktor tersebut memaksa
mengubah arah strategi yang telah
perusahaan untuk melakukan
ditetapkan.
usahanya ke dalam perusahaan
c. Retrenchement strategy adalah
lain.
usaha memperkecil atau
(9) Strategi likuidasi ialah strategi
mengurangi usaha yang dilakukan.
yang menjual asset perusahaan
Untuk memperoleh penjelasan
yang bernilai nyata. Likuidasi
secara detail mengenai strategi pada
merupakan satu-satunya.
Matrik IE, maka akan dijelaskan
tindakan dari masing-masing strategi
METODE PENELITIAN
tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian
(1) Konsentrasi melalui integrasi
deskriptif yang menggunakan pendekatan
vertikal dapat dicapai dengan cara
kualitatif. Objek penelitian ini adalah
mengambil alih fungsi supplier
pelaku kegiatan dan aktifitas pada usaha
atau dengan cara mengambil alih
produksi krupuk tahu di Dusun Mojopahit
fungsi distributor. Hal ini
Desa Sidomulyo Kecamatan Kedungadem
merupakan strategi utama
Kabupaten Bojonegoro. Pada penelitian
perusahaan yang meiliki posisi
ini, sampel terdiri dari seorang pemilik
kompetitif pasar yang kuat dalam
industri krupuk, 10 orang karyawan.
industri yang berdaya saing tinggi.

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 14


Fokus dari penelitian ini adalah: Potensi Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.
usaha produksi krupuk tahu di Dusun Teknik analisis yang akan digunakan
Mojopahit Desa Sidomulyo Kecamatan untuk menganalisis data dengan
Kedungadem Kabupaten Bojonegoro. menggunakan metode data non statistik
Penelitian ini menggunakan analisis (analisis data deskriptif kualitatif), yaitu
SWOT sebagai landasan merumuskan menganalisis data dengan cara
potensi usaha produksi krupuk tahu di mempelajari penerapan teori yang ada
Dusun Mojopahit Desa Sidomulyo dalam praktek dan untuk mempertajam
Kecamatan Kedungadem Kabupaten hasil analisis dipergunakan teknik SWOT
Bojonegoro. (Strengths, Weakness, Opportunities,
Pengumpulan data melalui: Threats).
penelitian kepustakaan (library research) Teknik SWOT menganalisa
dan penelitian lapangan (field research). kekuatan, kelemahan, peluang dan
Pengumpulan data adalah suatu cara yang ancaman yang dihadapi perusahaan
digunakan untuk mengumpulkan data dari sehingga dapat merumuskan strategi
suatu penelitian. Teknik pengumpulan pemasaran yang sesuai. Menurut Freddy
data dalam penelitian ini adalah sebagai Rangkuti (2009) “Analisis SWOT ini
berikut : Wawancara adalah percakapan dibuat dengan membandingkan antara
dengan maksud tertentu. Percakapan itu faktor eksternal peluang dan ancaman
dilakukan oleh dua pihak, yaitu dengan faktor internal kekuatan dan
pewawancara yang mengajukan kelemahan”.
pertanyaan dan yang diwawancarai yaitu Analisis SWOT diperlukan matrik
yang memberikan jawaban atas Faktor Strategi Eksternal (EFS) dan
pertanyaan itu. Dokumen adalah setiap Faktor Strategi Internal (IFS). Dari
bahan tertulis ataupun film sumber tertulis analisis matrik faktor strategi tersebut
yang dapat terbagi atas sumber buku dan maka manajemen strategi dapat
majalah ilmiah, sumber dari arsip, mengetahui faktor-faktor strategis apa
dokumen pribadi, dan dokumen resmi yang ada dalam perusahaan.
(Imam Gunawan, 2013). Teknik yang dilakukan dalam
menguji keabsahan data dari hasil temuan
Analisa data adalah proses dalam penelitian ini digunakan triangulasi.
penyerderhanaan data kedalam bentuk Moleong (2017), Triangulasi adalah
yang lebih mudah dibaca dan teknik pemeriksaan keabsahan data yang
diimplementasikan. Miles and Huberman memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar
mengemukakan bahwa aktivitas dalam data itu untuk keperluan pengecekan atau
analisis data kualitatif dilakukan secara sebagai pembanding terhadap data itu.
interaktif dan berlangsung secara terus Teknik triangulasi yang paling banyak
menerus sampai tuntas. Aktifitas dalam digunakan ialah pemeriksaan melalui
analisis data yaitu, data collection, data sumber lainnya. Denzin (1978) dalam
reduction, data display dan conclusion Moleong (2017), membedakan empat
drawing/verification (Milles dan macam triangulasi sebagai teknik
Huberman dalam Pawito, 2008). pemeriksaan yang memanfaatkan
Penelitian ini bertujuan penggunaan sumber, metode, penyidik
mendeskripsikan sebuah kasus yang dan teori.
terjadi dalam industri krupuk tahu di
Dusun Mojopahit Desa Sidomulyo
Kecamatan Kedungadem Kabupaten
Bojonegoro dan ancaman yang dapat
dihadapi industri krupuk tahu di Dusun
Mojopahit Desa Sidomulyo Kecamatan

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 15


HASIL PENELITIAN a. Strengths (Kekuatan)
Analisis SWOT Tabel 1 Indikator Bobot Strengths
Data hasil penyebaran angket pada (Kekuatan)
No. Indikator Jumlah Bobot
11 orang di industri krupuk tahu Desa 1. Kualitas produk 42 3,8
2. Harga produk 41 3,7
Sidomulyo Kecamatan Kedungadem 3.
4.
Lokasi usaha
Pelayanan
38
37
3,5
3,4
Kabupaten Bojonegoro, yang telah Rata-rata bobot 3,6

dikumpulkan dan dilakukan analisis pada Data tersebut diperoleh


faktor internal dan eksternal kemudian dari hasil penjumlahan skor setiap
digunakan untuk menentukan faktor indikator kekuatan pada seluruh
strategis industri untuk analisis SWOT. responden kemudian dibagi
Faktor internal dan eksternal dengan jumlah keseluruhan
pelaksanaan manajemen strategis melalui responden yang berjumlah 11
model analisa SWOT pada usaha produksi responden. Nilai bobot rata-rata
krupuk tahu Dusun Mojopahit Desa 3,6 yang memiliki arti setiap
Sidomulyo sebagai berikut: responden memberikan nilai pada
1) Faktor Internal faktor kekuatan baik hingga sangat
a. Strengths (Kekuatan) baik.
a) Kualitas produk
b) Harga produk b. Weaknesses (Kelemahan)
c) Lokasi usaha Tabel 2 Indikator Bobot
d) Pelayanan Weaknesses (Kelemahan)
b. Weaknesses (Kelemahan) No.
1.
Indikator
Jumlah produksi
Jumlah
39
Bobot
3,5
2. Jumlah karyawan 32 2,9
a) Jumlah produksi 3. Jumlah kendaraan 31 2,8
4. Modal 39 3,5
b) Jumlah karyawan Rata-rata bobot 3,2

c) Jumlah kendaraan Data tersebut diperoleh


d) Modal dari hasil penjumlahan skor setiap
2) Faktor Eksternal indikator kelemahan pada seluruh
a. Opportunities (Peluang) responden kemudian dibagi
a) Kualitas produk dapat bersaing dengan jumlah keseluruhan
b) Permintaan pasar responden yang berjumlah 11
c) Minat konsumen responden. Nilai bobot rata-rata
d) Citra produk 3,2 yang memiliki arti setiap
b. Threats (Tantangan) responden memberikan nilai pada
a) Persaingan usaha faktor kelemahan baik hingga
b) Perkembangan usaha sangat baik.
Pemberian Bobot dan Rating
1) Pemberian bobot c. Opportunities (Peluang)
Pemberian bobot pada faktor Tabel 3 Indikator Bobot
internal dan eksternal didasarkan pada Opportunities (Peluang)
penyebaran angket yang telah No.
1.
Indikator
Kualitas produk dapat bersaing
Jumlah Bobot
39 3,5
dilakukan pada pada 11 orang di 2.
3.
Permintaan pasar
Minat konsumen
26
24
2,4
2,2
industri krupuk tahu Desa Sidomulyo. 4. Citra produk 24
Rata-rata bobot
2,2
2,6
Rata-rata dari faktor internal dan
eksternal yang diperoleh atas pendapat Data tersebut diperoleh
pemilik usaha dan karyawan sebagai dari hasil penjumlahan skor setiap
berikut: indikator peluang pada seluruh
responden kemudian dibagi
dengan jumlah keseluruhan
responden yang berjumlah 11
responden. Nilai bobot rata-rata
2,6 yang memiliki arti setiap
Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 16
responden memberikan nilai pada Hasil pada kolom bobot
faktor peluang cukup hingga baik. item indikator kekuatan
diperoleh dari nilai bobot pada
d. Threats (Tantangan) setiap indikator kekuatan
Tabel 4 Indikator Bobot Threats dibagi total bobot faktor
(Tantangan) internal yaitu penjumlahan
No. Indikator Jumlah Bobot bobot kekuatan dan kelemahan
1. Persaingan usaha 23 2,1
2. Perkembangan usaha 25 2,3 dengan jumlah 27,1.
Rata-rata bobot 2,2 Secara singkat, bobot item=
(bobot dibagi 27,1).
Data tersebut diperoleh
dari hasil penjumlahan skor setiap
b) Weaknesses (Kelemahan)
indikator tantangan pada seluruh
Tabel 6 Indikator Bobot Item
responden kemudian dibagi
Weaknesses (Kelemahan)
dengan jumlah keseluruhan No. Indikator Bobot
Bobot
Item
responden yang berjumlah 11 1. Jumlah produksi 3,5 0,13
2. Jumlah karyawan 2,9 0,11
responden. Nilai bobot rata-rata 3. Jumlah kendaraan 2,8 0,10
4. Modal 3,5 0,13
2,2 yang memiliki arti setiap
responden memberikan nilai pada Hasil pada kolom bobot
faktor tantangan cukup hingga item indikator kelemahan
baik. diperoleh dari nilai bobot pada
Jumlah total bobot yang setiap indikator kelemahan
dimasukkan dalam tabulasi tidak dibagi total bobot faktor
boleh melebihi satu (1), sehingga internal yaitu penjumlahan
untuk menghasilkan nilai yang bobot kekuatan dan kelemahan
sesuai dengan teori maka nilai dengan jumlah 27,1.
bobot tersebut dilakukan Secara singkat, bobot item=
perhitungan sebagai berikut: (bobot dibagi 27,1).
Nilai bobot dari masing-
masing indikator pada faktor c) Opportunities (Peluang)
kekuatan dan faktor kelemahan Tabel 7 Indikator Bobot Item
dibagi jumlah keseluruhan bobot Opportunities (Peluang)
Bobot
faktor kekuatan dan faktor No.
1.
Indikator
Kualitas produk dapat bersaing
Bobot
3,5
Item
0,24

kelemahan (faktor internal) yang 2.


3.
Permintaan pasar
Minat konsumen
2,4
2,2
0,16
0,15

berjumlah 27,1. Sedangkan nilai 4. Citra produk 2,2 0,15

bobot dari masing-masing Hasil pada kolom bobot


indikator pada faktor peluang dan item indikator peluang
faktor tantangan dibagi jumlah diperoleh dari nilai bobot pada
keseluruhan bobot faktor peluang setiap indikator peluang dibagi
dan faktor tantangan (faktor total bobot faktor eksternal
eksternal) yang berjumlah 14,7. yaitu penjumlahan bobot
Bobot item dari faktor peluang dan tantangan dengan
internal dan eksternal yang jumlah 14,7.
diperoleh adalah sebagai berikut: Secara singkat, bobot item=
a) Strengths (Kekuatan) (bobot dibagi 14,7).
Tabel 5 Indikator Bobot Item
Strengths (Kekuatan)
Bobot
No. Indikator Bobot
Item
1. Kualitas produk 3,8 0,14
2. Harga produk 3,7 0,14
3. Lokasi usaha 3,5 0,13
4. Pelayanan 3,4 0,13

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 17


d) Threats (Tantangan) Tabel 10 Analisis faktor internal-
Tabel 8 Indikator Bobot Item eksternal
No. Bobot Nilai yang
Threats (Tantangan) Faktor Internal
item
Rating
diperoleh
Bobot Strengths (Kekuatan)
No. Indikator Bobot
Item 1. Kualitas produk 0,14 4 0,56
1. Persaingan usaha 2,1 0,14 2. Harga produk 0,14 4 0,55
2. Perkembangan usaha 2,3 0,16 3. Lokasi usaha 0,13 3 0,39
4. Pelayanan 0,13 4 0,50
Weaknesses (Kelemahan)
Hasil pada kolom bobot 5. Jumlah produksi 0,13 3 0,39
6. Jumlah karyawan 0,11 3 0,32
item indikator tantangan 7. Jumlah kendaraan 0,10 2 0,21
diperoleh dari nilai bobot pada 8. Modal
Total
0,13
1
4
Total
0,52
3,43
setiap indikator tantangan No.
Faktor Eksternal
Bobot
item
Rating
Nilai yang
diperoleh
dibagi total bobot faktor Opportunities (Peluang)
9. Kualitas produk dapat bersaing 0,24 3 0,71
eksternal yaitu penjumlahan 10. Permintaan pasar 0,16 4 0,65
11. Minat konsumen 0,15 4 0,60
bobot peluang dan tantangan 12. Citra produk 0,15 4 0,60
Threats (Tantangan)
dengan jumlah 14,7. 13. Persaingan usaha 0,14 3 0,43
Secara singkat, bobot item= 14. Perkembangan usaha
Total
0,16
1
3
Total
0,47
3,46
(bobot dibagi 14,7).
2) Pemberian rating Total bobot item x rating pada
Nilai rating diberikan dengan faktor internal bernilai 3,43 diperoleh
meminta bantuan pemilik usaha dari penjumlahan bobot item x rating
produksi kerupuk tahu sebagai faktor kekuatan dan kelemahan, yang
patokan. Pemilik usaha dianggap digunakan sebagai acuan titik kondisi
sebagai sumber yang paling mengerti internal pada manajemen strategis
kondisi usaha produksi kerupuk tahu strategis potensi usaha produksi
baik internal maupun eksternal. Hasil krupuk tahu di Dusun Mojopahit Desa
pemberian rating sebagai berikut: Sidomulyo Kecamatan Kedungadem
Tabel 9 Rating patokan dalam Kabupaten Bojonegoro. Hasil ini
penghitungan digunakan untuk melihat posisi
No. Indikator strategis usaha saat ini.
Strengths (Kekuatan) Rating
1. Kualitas produk 4 Total bobot item x rating pada
2. Harga produk 4
3. Lokasi usaha 3 faktor eksternal bernilai 3.46 diperoleh
4. Pelayanan 4
Weaknesses (Kelemahan) Rating dari penjumlahan bobot item x rating
5. Jumlah produksi 3
6. Jumlah karyawan 3 faktor peluang dan tantangan, yang
7. Jumlah kendaraan 2
8. Modal 4 digunakan sebagai acuan titik kondisi
Opportunities (Peluang)
9. Kualitas produk dapat bersaing
Rating
3
eksternal pada manajemen strategis
10. Permintaan pasar
11. Minat konsumen
4
4
potensi sektor usaha produksi krupuk
12. Citra produk
Threats (Tantangan)
4
Rating
tahu di Dusun Mojopahit Desa
13. Persaingan usaha
14. Perkembangan usaha
3
3
Sidomulyo Kecamatan Kedungadem
Kabupaten Bojonegoro. Hasil ini
3) Pelaksanaan manajemen strategis digunakan untuk melihat posisi
potensi usaha produksi krupuk tahu strategis usaha saat ini.
Identifikasi pada faktor internal Penilaian terhadap faktor
dan eksternal pada manajemen internal dan eksternal yang dimiliki
strategis potensi sektor industri krupuk usaha produksi krupuk tahu di Dusun
tahu setelah dianalisis, kemudian Mojopahit Desa Sidomulyo
diberikan bobot dan rating. Susunan Kecamatan Kedungadem Kabupaten
tabel berikut merupakan hasil analisis Bojonegoro dapat diperoleh total skor
yang telah dilakukan pada pada yang merupakan jumlah hasil
manajemen strategis potensi usaha perkalian bobot dengan rating. Usaha
produksi krupuk tahu yang dapat produksi krupuk tahu di Dusun
digunakan dalam pelaksanaan Mojopahit Desa Sidomulyo
manajemen strategis industri. Kecamatan Kedungadem Kabupaten
Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 18
Bojonegoro memperoleh total skor PEMBAHASAN
3,43 untuk faktor strategis internal, Berdasarkan keterangan pada tabel
sedangkan pada faktor strategis analisis faktor internal dan tabel analisis
eksternal menghasilkan total skor faktor eksternal manajemen strategis
3,46. Tahap selanjutnya berdasarkan potensi sektor usaha produksi krupuk tahu
total skor yang diperoleh perusahaan di Dusun Mojopahit Desa Sidomulyo
dalam tabel faktor strategis internal Kecamatan Kedungadem Kabupaten
dan eksternal tersebut dapat dilihat Bojonegoro tersebut maka faktor strategi
posisi usaha untuk menerapkan internal-eksternal industri krupuk tahu di
strategi yang sesuai kondisi industri Dusun Mojopahit dapat dijabarkan
saat ini dengan memasukkan total skor sebagai berikut:
ke dalam matrik internal eksternal 1. Strength. Faktor kekuatan (strengths)
pada grafik sebagai berikut. menunjukkan nilai yang dicapai
terbesar pada kualitas produk sebesar
0,14. Kualitas produk memperoleh
bobot 3,8 dan rating 4. Berdasarkan
hasil tersebut, kualitas produk menjadi
pusat keunggulan sebagai kekuatan
dari usaha produksi kerupuk tahu di
Dusun Mojopahit Desa Sidomulyo
Kecamatan Kedungadem Kabupaten
Bojonegoro. Faktor kekuatan yang
lain bukan berarti tidak mempunyai
Gambar 1 Grafik Matrik Internal
nilai namun nilai yang diperoleh
Faktor Strategi (IFAS)
Keterangan: dibawah nilai kualitas produk. Faktor
Kuadran I : Merupakan situasi yang sangat tersebut antara lain harga produk,
menguntungkan. Perusahaan lokasi usaha dan pelayanan. Faktor
tersebut memiliki peluang dan kekuatan pada harga produk dengan
kekuatan sehingga dapat nilai yang dicapai sebesar 0,14,
memanfaatkan peluang yang ada.
Strategi yang harus diterapkan dengan bobot 3,7 dan rating 4. Untuk
dalam kondisi ini adalah mendukung meningkatkan faktor kekuatan
kebijakan pertumbuhan yang agresif (strengths) yang dimiliki usaha
(Growth oriented strategy). produksi kerupuk tahu di Dusun
Kuadran II : Meskipun menghadapi berbagai Mojopahit Desa Sidomulyo
ancaman, perusahaan ini masih
memiliki kekuatan dari segi internal. Kecamatan Kedungadem Kabupaten
Strategi yang harus diterapkan Bojonegoro yaitu memanfaatkan
adalah menggunakan kekuatan untuk kekuatan perusahaan guna menangkap
memanfaatkan peluang jangka peluang yang dimiliki perusahaan.
panjang dengan cara strategi Menggunakan media promosi yang
diversifikasi (produk/jasa).
Kuadran III : Perusahaan menghadapi peluang tepat sasaran sesuai pasar yang akan
pasar yang sangat besar, tetapi dilain dituju oleh perusahaan sehingga tepat
pihak, ia menghadapi beberapa sasaran. Melakukan inovasi terhadap
kendala/kelemahan internal. Fokus jenis produk yang ditawarkan dan
perusahaan ini adalah menjamin kualitas produk yang
meminimalkan masalah-masalah
internal perusahaan sehingga dapat ditawarkan serta memberikan
merebut peluang pasar yang lebih pelayanan yang maksimal kepada
baik. konsumen untuk mendapatkan citra
Kuadran IV : Ini merupakan situasi yang sangat baik perusahaan dimata konsumen.
tidak menguntungkan, perusahaan 2. Weakness. Faktor kelemahan
tersebut menghadapi berbagai
ancaman dan kelemahan internal. (weaknesses) menunjukkan nilai yang
dicapai masih rendah pada jumlah
Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 19
kendaraan untuk pemasaran produk 3. Opportunities. Faktor peluang
sebesar 0,10 dengan dengan bobot 2,8 (opportunities) menunjukkan nilai yang
dan rating 2. Jumlah kendaraan dicapai terbesar pada daya saing
menjadi yang terendah karena masih produk sebesar 0,24 dengan bobot 3,5
kurang adanya ketersediatan dan rating 3. Daya saing produk
kendaraan sebagai alat transportasi menjadi yang terbesar karena
untuk pemasaran produk, hal ini dapat banyaknya faktor pendukung seperti
diketahui dari hasil wawancara halnya kualitas produk yang unggul,
terhadap pemilik usaha yang harga yang terjangkau, dan pelayanan
menyatakan selama ini untuk yang ramah serta memuaskan. Strategi
pemasaran kerupuk tahu ke luar kota yang dapat diterapkan pada saat
hanya bisa dilakukan 1 kali dalam adanya peluang yang dimiliki
sebulan. Pemilik usaha kerupuk tahu perusahaan guna mengatasi ancaman
mengatakan bahwa untuk pemasaran usaha yaitu melakukan inovasi untuk
ke luar kota Bojonegoro, seperti Kota menangkap peluang yang ada agar
Pasuruan, Sidoarjo dan sekitarnya mempunyai karakter dimata
membutuhkan biaya yang mahal serta konsumen, serta menetapkan harga
saat ini pemilik usaha masih terbatas produk yang kompetitif agar tidak
dalam kepemilikan kendaraan untuk kalah dengan perusahaan lain.
pengangkutan produk kerupuk tahu. Perusahaan juga perlu melakukan
Faktor kelemahan (weaknesses) pada penambahan pada kendaraan sesuai
indikator jumlah karyawan dengan kebutuhan pasar saat ini
menunjukkan nilai yang dicapai masih sehingga proses pemasaran dan
rendah yaitu sebesar 0,11 dengan pengiriman hasil produksi dapat
dengan bobot 2,9 dan rating 3. Pada berjalan lancar dan lebih maksimal.
indikator jumlah karyawan terlihat 4. Treats. Faktor tantangan (threats)
masih sedikitnya tenaga kerja dalam menunjukkan nilai yang dicapai
produksi kerupuk tahu sehingga terendah pada persaingan usaha
jumlah produksi yang dihasilkan sebesar 0,14 dengan bobot 2,1 dan
masih terbatas. Strategi yang dapat rating 3. Persaingan usaha menjadi
diterapkan usaha produksi kerupuk yang terendah karena masih
tahu di Dusun Mojopahit Desa terbatasnya modal yang ada sehingga
Sidomulyo Kecamatan Kedungadem kemampuan untuk memproduksi
Kabupaten Bojonegoro untuk produk masih sangat terbatas
mengatasi kelemahan yang ada pada kuantitasnya, apalagi dengan masih
perusahaan yaitu dengan terbatasnya tenaga kerja yang ada.
meningkatkan faktor kekuatan yang Keadaan inilah yang menjadi alasan
dimiliki perusahaan. Perusahaan dapat industri kerupuk tahu di Dusun
menetapkan harga yang bersaing Mojopahit Desa Sidomulyo
untuk menghindari ancaman dari Kecamatan Kedungadem Kabupaten
tumbuhnya usaha dibidang yang sama Bojonegoro masih belum mampu
serta perusahaan akan unggul apabila bersaing dengan industri lainnya.
kualitas produk yang ditawarkan dapat Strategi yang dapat diterapkan saat ini
bersaing dengan produk yang sejenis. yaitu perusahaan harus mampu
Perusahaan juga harus menguatkan mengatasi kelemahan yang dimiliki
citra baik dimata konsumen agar usaha perusahaan agar terhindar dari
yang dijalankan industri kerupuk tahu ancaman usaha yang akan dihadapi.
di Dusun Mojopahit Desa Sidomulyo Perusahaan harus mampu mencukupi
Kecamatan Kedungadem Kabupaten kekurangan kendaraan dan karyawan
Bojonegoro tetap konsisten. yang menjadi kekurangan dari

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 20


perusahaan. Fokus dalam membidik pelayanan yang maksimal kepada
pangsa pasar agar tujuan dari konsumen untuk mendapatkan citra baik
perusahaan dapat terpenuhi terlebih perusahaan dimata konsumen.
dahulu. Pemilihan karyawan tidak
tetap sesuai dengan keahlian namun KESIMPULAN
dapat dipercaya kinerjanya misalkan Hasil analisis data mengenai potensi
dengan rekomendasi. usaha produksi kerupuk tahu di Dusun
Berdasarkan hasil matrik internal Mojopahit Desa Sidomulyo Kecamatan
eksternal menunjukkan bahwa usaha Kedungadem Kabupaten Bojonegoro
produksi kerupuk tahu di Dusun dengan menggunakan analisis SWOT
Mojopahit Desa Sidomulyo Kecamatan menunjukkan bahwa industri kerupuk tahu
Kedungadem Kabupaten Bojonegoro pada di Dusun Mojopahit Desa Sidomulyo
saat ini masih berada dalam posisi yang Kecamatan Kedungadem Kabupaten
sangat baik, namun untuk jangka waktu Bojonegoro berada dalam fase
lima atau sepuluh tahun yang akan datang perkembangan. Dengan nilai faktor
belum tentu berada dalam posisi internal 27,1 dan nilai faktor eksternal
demikian, karena bila ditinjau dari analisis 14,7. Industri kerupuk tahu di Dusun
kelemahan, tantangan dan peluang yang Mojopahit Desa Sidomulyo Kecamatan
ada dengan adanya pengawasan, evaluasi Kedungadem Kabupaten Bojonegoro pada
dan rencana strategis akan memungkinkan tahun ini sudah mempunyai manajemen
adanya penurunan posisi, apabila pada strategis yang baik.
faktor kelemahan (weaknesses) dan
tantangan (threats) tidak ada evaluasi. SARAN
Strategi pemasaran yang tepat 1. Untuk meningkatkan jumlah produksi
diterapkan industri kerupuk tahu di Dusun maka diperlukan peningkatan
Mojopahit Desa Sidomulyo Kecamatan penambahan jumlah karyawan.
Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Perusahaan harus mampu mencukupi
untuk saat ini adalah dengan kebutuhan tenaga kerja yang menjadi
memanfaatkan kekuatan perusahaan guna kekurangan dari industri kerupuk tahu
menangkap peluang yang dimiliki di Dusun Mojopahit. Fokus dalam
perusahaan. Menggunakan media promosi membidik pangsa pasar agar tujuan
yang tepat sasaran yaitu media promosi dari perusahaan dapat terpenuhi
dengan jaringan internet karena media terlebih dahulu. Pemilihan karyawan
promosi dengan jaringan internet sangat tidak tetap sesuai dengan keahlian
tepat digunakan pada era modern, namun dapat dipercaya kinerjanya
konsumen dapat mengakses misalkan dengan rekomendasi.
permintaannya dengan mudah dan 2. Perusahaan juga perlu melakukan
fleksibel karena dapat dilakukan dimana penambahan pada kendaraan sesuai
saja dan kapan saja. Dengan dengan kebutuhan pasar saat ini
mempergunakan media promosi dengan sehingga proses pemasaran dan
jaringan internet dapat meminimalkan pengiriman hasil produksi dapat
biaya operasional perusahaan. Kemudian berjalan lancar dan lebih maksimal.
untuk meningkatkan potensi 3. Menggunakan media promosi yang
perkembangan usaha produksi kerupuk tepat sasaran yaitu media promosi
tahu di Dusun Mojopahit Desa Sidomulyo dengan jaringan internet karena media
Kecamatan Kedungadem Kabupaten promosi dengan jaringan internet
Bojonegoro, maka perlu melakukan sangat tepat digunakan pada era
inovasi terhadap jenis produk yang modern, konsumen dapat mengakses
ditawarkan dan menjamin kualitas produk permintaannya dengan mudah dan
yang ditawarkan serta memberikan fleksibel karena dapat dilakukan

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 21


dimana saja dan kapan saja. Dengan kasus pada CV. Langit Aksara
mempergunakan media promosi Kabupaten Sleman”. Skripsi.
dengan jaringan internet dapat Yogyakarta: UNY
meminimalkan biaya operasional Nasution, M. Nur. 2003. Manajemen
perusahaan. Transportasi. Jakarta: Ghalia
4. Melakukan inovasi terhadap jenis
Indonesia P. Guiltinan, J.P &
produk yang ditawarkan dan Gordon, W.P. 1987. Strategi dan
menjamin kualitas produk yang Program Manajemen Pemasaran
ditawarkan serta memberikan terjemahan Edisi Kedua. Jakarta:
pelayanan yang maksimal kepada Erlangga
konsumen untuk mendapatkan citra
baik perusahaan dimata konsumen. Payne, Adrian. 2001. The Essence of
5. Perusahaan dapat menetapkan harga Service Marketing. Jakarta:
yang bersaing untuk menghindari Sembilan Empat
ancaman dari tumbuhnya usaha Philip, Kotler. 2002. Prinsip-Prinsip
dibidang yang sama serta perusahaan Pemasaran terjemahan, Edisi 9.
akan unggul apabila kualitas produk Jakarta: Erlangga
yang ditawarkan dapat bersaing
dengan produk yang sejenis. Philip, Kotler. 2007. Marketing
Perusahaan juga harus menguatkan Management terjemahan. Jakarta:
citra baik dimata konsumen agar usaha Erlangga
yang dijalankan tetap konsisten. Philip, Kotler. 2008. Manajemen
Pemasaran terjemahan, Edisi 12.
DAFTAR PUSTAKA Jakarta: Erlangga
Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur
Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Rangkuti, Freddy. 2009. Analisis Swot
Cipta Teknik Membedah Kasus Bisnis.
Jakarta: PT. Gramedia
Bastian, Indra. 2006. Akuntansi Sektor
Publik. Jakarta: Erlangga Rehan, Fauziah. 2011. “Strategi
Pemasaran Café Kebun Kita
Buchari, Alma. 2008. Manajemen Bogor”. Skripsi. Bogor: Institut
Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Pertanian Bogor
Bandung: CV. Alfabeta
Rismawan, Andri. 2014. “Analisis
Converse. 1992. Introduction to Perbedaan Hasil Belajar Dan
Marketing. Bandung: Alumni Motivasi Belajar Mahasiswa
Firma, Agung.2011. “Pengaruh Tindak Pekerja Paruh Waktu Dengan
Lanjut Rekomendasi Audit Yang Tidak Bekerja Pada
Manajemen terhadap Kualitas Mahasiswa FE UNY”. Skripsi.
Pelayanan Jasa”. Skripsi. Diambil Yogyakarta: UNY
dari http://www.digilib.unpas.ac.id Sarwono & Martadireja. 2008. Bisnis
pada 11 Maret 2018 17:18 Untuk Pengambilan Keputusan.
Grewal & Levy. 2008. Marketing. New Yogyakarta: Andi Offset
York: Mc.Graw Hill Steinhoff. 1979. Small Business
Griffin, R.W & Ebert, R.J. 1996. Management Fundamentals.
Memahami Sistem Bisnis, Edisi 8. Jakarta: Balai Buku
Jakarta : Prenhallindo Sugiyono. 2008. Metodologi Penelitian
Iriawan, Nova. 2009. “Strategi Pemasaran Bisnis. Bandung: Alphabeta
Dengan Analisis SWOT studi

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 22


Sugiyono. 2016. Metode Penelitian
Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alphabeta
Susiani. 2005. “Strategi Pemasaran
Dengan Analisis SWOT Studi
kasus pada PT. Pramita Tours dan
Travels. Skripsi. Yogyakarta:
UNY
Swastha, Basu. 2002. Intisari Pemasaran
dan Unsur-Unsur Pemasaran.
Jakarta: Salemba Empat
Tjiptono, Fandy. 2007. Strategi
Pemasaran. Yogyakarta: Andi
Offset
Yuliono, Dwi. 2012. “Analisis SWOT
Sebagai Landasan Merumuskan
Strategi Pemasaran Pada PT. Asli
Motor Klaten. Skripsi.
Yogyakarta: UNY

Potensi Usaha Produksi … (Awang Wahyu Dwi Saputro) 23