Anda di halaman 1dari 10

BAB IX.

BENDA-BENDA SOLID GEOMETRI RUANG

9.1 Polihedron ( Banyak-Bidang)


Polihedron adalah suatu benda ruang tertutup atau benda solid (pejal) yang
dibatasi oleh beberapa potongan bidang (berisi poligon) (Drs. Kusno 2003). Polihedron
juga merupakan gabungan dari beberapa jumlah daerah daerah segibanyak, sehingga
banyak-bidang (polihedron) mempunyai bagian serupa dengan sebuah segibanyak.
(Maduna 1998)

Ada beberapa bagian pada banyak-bidang (polihedron), yaitu segmen-segmen


garis dari interaksi antara potongan-potongan bidang disebut rusuk sedangkan
potongan bidang selanjutnya disebut sisi polihedron. Interseksi dari rusuk-rusuk
polihedron pada suatu titik disebut titik sudut polihedron dan interior polihedron
adalah bagian ruang yang tertutup oleh polihedron tersebut. (Maduna 1998)

Dalam bidang-banyak juga ada dua diagonal dan penampang, segmen-segmen


yang ditarik dari dua titik yang tidak pada satu sisi dari polihedron disebut diagonal
ruang, sedangkan diagonal sisi adalah segmen-segmen yang ditarik dari dua titik sudut
yang tidak saling berdekatan pada sisi polihedron. Jika sebarang bidang melalui interior
polihedron, maka bagian bidang yang dibatasi oleh garis-garis interaksi antara bidang
dengan polihedron disebut penampang.

Seperti dalam bahasan segibanyak, klasifikasi bidang-banyak didasarkan pada


banyak permukaan (bidang-sisi)-nya yaitu menurut (Maduna 1998) :
Banyak permukaan
Jenis Bidang-banyak (polihedron)
(face)
Bidang-empat (tetrahedron) 4 buah
Bidang-lima (pentahedron) 5 buah
Bidang-enam (hexahedron) 6 buah
Bidang-tujuh (heptahedron) 7 buah
Bidang-delapan (octahedron) 8 buah
Bidang-sembilan (nanohedron) 9 buah
Bidang-sepuluh (decahedro) 10 buah
Bidang-sebelas (undecahedron) 11 buah
Bidang-duabelas (dodecahedron) 12 buah
Bidang-duapuluh (icosahedron) 20 buah
Secara umum, dapat didefinisikan bahwa suatu polihedron adalah konveks.

Gambar 1. bidang banyak beraturan


Definisi 73
Suatu bidang-banyak dikatakan konveks, jika dan hanya jika, setiap bidang yang
memuat sebuah permukaan dari bidang-banyak tersebut membagi ruang sedemikian,
sehingga bidang-banyak yang tersisa berada dalam sebuah setengah-ruang. (ada
gambar)
Definisi 74
Suatu bidang-banyak-konveks dikatakan beraturan, jika dan hanya jika, bidang-banyak
tersebut permukaan-permukaan berupa daerah-daerah segibanyak beraturan dan setiap
sudut-polihedronnya mempunyai sudut permukaan sama banyak.
Definisi 75
Jika n buah sinar garis non-koplanar (n > 2) mempunyai pangkal sama, yaitu V, dan P1,
P2, ......., Pn adalah titik-titik pada ke-n buah sinergaris yang berbeda dengan V, maka
gabungan sudut-sudut <P1VP2, <P2VP3, ......, <PnVP1, dan dalam daerah-dalam (interior)-
nya dinamakan sudut polihedral. Sudut-bidang dalam gabungan tersebut dinamakan
sudut permukaan dari sudut polihedral tersebut. Setiap sudut-permukaan dan
interiornya dinamakan permukaan dari sudut-polihedral tersebut.

9.2 Prisma
Definisi
Prisma adalah polihedron yang dibatasi oleh dua bidang sejajar dan beberapa bidang
berpotongan dengan garis-garis potong sejajar.

Definisi 76
Elemen prisma yang ujung-ujungnya merupakan titik-titik sudut bidang-alas-bidang-
alas prisma yang berkorespondensi adalah rusuk-tegak. Gabungan unsur-unsur prisma
yang ujung-ujungnya merupakan titik-titik pada sisi-sisi alas-alas prisma tersebut yang
berkorespondensi disebut bidang-sisi. Gabungan semua bidang-sisi prisma dinamakan
selimut. Gabungan selimut dan kedua alas prisma dinamakan permukaan suatu
prisma.
Gambar 2. Prisma

Bagian bidang yang sejajar disebut alas prisma. Bagian bidang yang memotong
dua bidang sejajar disebut sisi lateral (samping atau tegak) dari prisma. Tinggi prisma
ditentukan oleh jarak antara dua bidang sejajar prisma. Penampang tegak prisma
adalah penampang yang tegaklurus terhadap rusuk-rusuk lateral prisma.

Gambar 3. Prisma Miring

Suatu prisma adalah tegak atau miring, jika rusuk-rusuknya tegaklurus atau
miring terhadap bidang alas. Prisma tegak yang bidang alasnya tertutup poligon
beraturan disebut prisma tegak beraturan. Prisma dengan bidang alas tertutup segitiga
disebut prisma segitiga, bidang alas tertutup segiempat disebut prisma segiempat, dan
seterusnya untuk prisma dengan alas tertutup segi-n.

Definisi 77
Prisma terpancung adalah polihedron yang dibatasi oleh dua bidang tidak sejajar
dan beberapa bidang berpotongan dengan garis-garis potong sejajar. Jika rusuk-rusuk
tegaknya tegaklurus terhadap salah satu alas prisma, maka prisma tersebut dinamakan
prisma tegak terpancung.
Definisi 78
1. Paralel epidedum adalah prisma yang bidang alasnya tertutup jajargenjang
2. Paralel epidedum persegi panjang (paralel epidedum siku siku atau balok) atau
prisma yang bidang alas dan semua sisi tegaknya tertutup oleh persegi panjang.
3. Paralel epidedum bujur sangkar (kubus) adalah prisma yang semua rusuknya
kongruen, yaitu prisma yang semua sisinya tertutup oleh bujur sangkar kongruen.\
4. Paralel epidedum tegak adalah paralel epidedum yang sisi tegaknya tegaklurus
terhadap bidang alas prisma. (Drs. Kusno 2003)

Gambar 4. paralel epidedum miring Gambar 5. paralel epidedum persegi panjang


(balok)

Prismodia adalah suatu polihedron yang semua titik-titik sudutnya terletak pada
salah satu dari dua bidangsejajar. Sisi yang terletak pada dua bidang sejajar disebut alas
prismodia, dan jarak tegaklurus dari dua bidang sejajar merupakan tingginya.

9.3 Limas (Piramida)


Definisi 79
Limas adalah polihedron yang dibatasi oleh sudut banyak-bidang (sudut polihedron)
dan bidang poligon. Titik banyak sudut disebut puncak limas dan bidang poligonnya
merupakan alas limas. Sisi-sisi dan bidang poligon (alas limas) tersebut merupakan
rusuk alas yang berbentuk poligon.
Pada dasarnya limas diperoleh melalui sebarang sudut banyak-bidang yang
dipotong dengan sebarang bidang datar diluar titik sudut banyak-bidang. Pada limas,
unsur-unsur yang perlu diketahui dapat dijelaskan sebagai berikut.
Gambar 6. Limas

Bagian yang tertutup bidang disebut interior limas. Sisi dari sudut banyak-bidang
disebut sisi lateral (tegak) limas dan garis-garis perpotongan sisi tegak disebut rusuk-
rusuk tegak limas. Segmen yang ditarik secara tegaklurus dari puncak limas ke alas
disebut tinggi limas.
Suatu limas dikatakan limas beraturan, jika rusuk-rusuk alasnya membentuk
poligon beraturan. Jika suatu limas dipotong oleh suatu bidang sejajar terhadap alas
limas, maka polihedron yang terletak diantara dua bidang sejajar tersebut dinamakan
dengan frustum limas (limas terpancung).

Gambar 7 Limas Terpancung

TEOREMA 110 : pada suatu limas terpancung (frustum limas) berlaku;


a) Sisi-sisi tegaknya berupa trapesium.
b) Tinggi trapesium-trapesium dari sisi tegak adalah kongruen, jika bentuk dari
limasnya adalah beraturan. (Drs. Kusno 2003)

TEOREMA 111 : jika penampang limas sejajar bidang alas, maka:


a) Poligon penampang limas sebangun dengan poligon alas.
b) Perbandingan rusuk-rusuk tegaknya sama dengan perbandingan dari tinggi
limas. (Drs. Kusno 2003)
c) Perbandingan luas penampang terhadap luas alas merupakan perbandingan
kuadrat tinggi penampang h dari puncak limas terhadap kuadrat tinggi limas
t.

9.4 Benda solid permukaan garis


Definisi 80
Permukaan garis merupakan permukaan yang dibangkitkan oleh sembarang garis g yang
bergeser dan menyinggung sepanjang kurva C. Garis g disebut generatris (garis
pembangkit atau garis pelukis) dan kurva C disebut kurva direktris (kurva arah).

9.5 Silinder
Definisi 81
Silinder adalah benda ruang tertutup (solid) yang dibatasi oleh permukaan silinder
tertutup (berpenampang konveks) dan dua bagian bidang sejajar. Misalkan α dan β adalah
dua buah bidang yang saling sejajar, sebuah kurva C pada bidang α, dan sebuah garis l
yang tidak sejajar terhadap kedua bidang tersebut dan tidak memotong kurva C. Setiap
titik dari C merupakan ujung dari salah satu ruasgaris yang sejajar terhadap l dan ujung
lain dari ruas garis tersebut pada β. Ujung-ujung ruasgaris-ruasgaris di β membentuk
suatu kurva tertutup C’. Gabungan semua ruas garis tersebut dan interior-interior kurva
C dan C’ dinamakan suatu silinder. (Drs. Kusno 2003)

Definisi 82
Permukaan silinder alah permukaan yang dibangkitkan oleh sebarang garis g yang
bergeser serta menyinggung sepanjang kurva C dan selama pergerakannya, garis g
tersebut selalu sejajar terhadap garis yang diketahui g,. Jika kurva C tertutup (di bidang,
konveks), maka permukaan yang didapat disebut permukaan silinder tertutup
(berpenampang konveks).

Gambar 8 Silinder

Setiap ruasgaris tersebut dinamakan unsur (element) dari silinder tersebut.


Gabungan semua ruasgaris tersebut dinamakan selimut silinder. Bagian ruang yang
tertutup oleh permukaan silinder tertutup dan dua bidang sejajar pada silinder disebut
interior silinder. Kedua bidang sejajar disebut alas silinder dan permukaan tertutupnya
disebut pemukaan tegak (lateral).

Kurva-kurva-tertutup-sederhana dan interiornya dinamakan bidang-alas-bidang-


alas silinder. Kedua kurva-tertutup-sederhana tersebut dinamakan batas-batas
(boundaries) dari bidang alas-bidang alas. Jarak antara kedua bidang-alas dinamakan
tinggi-silinder (altitude).
Silinder-silinder diklasifikasi menurut bidang-alasnya. Jika bidang-alas suatu
silinder berupa suatu daerah segi banyak, silinder tersebut dinamakan prisma; jika bidang
alasnya berupa suatu daerah lingkaran, silinder tersebut dinamakan silinder-lingkaran
(circular cylinder).
Jika unsur-unsur dari suatu silinder tegak lurus terhadap bidang-alasnya, silinder
tersebut dinamakan silinder-tegak (right cylinder). Jika suatu silinder bukan silinder
tegak, silinder tersebut dinamakan silinder-miring/silinder-condong (oblique cylinder).

Definisi 83
Luas selimut suatu silinder-lingkaran-tegak adalah limit dari luas selimut dari suatu
prisma-talibusur-tegak yang bidang-alas-bidang-alasnya berupa daerah segi-n beraturan,
dengan n menuju tak hingga.

Definisi 84
Untuk sebarang silinder, jika suatu bidang memotong semua unsur-unsur silinder
tersebut, perpotongan bidang tersebut dengan unsur-unsur silinder disebut suatu irisan
silinder. Dua buah irisan silinder dikatakan sejajar, apabila irisan-irisan silinder tersebut
pada dua bidang yang saling sejajar. Bidang tersebut dinamakan bidang irisan. (Drs.
Kusno 2003)

9.6 Kerucut
Definisi 85
Permukaan kerucut adalah permukaan yang dibangkitkan oleh sebarang garis g yang
bergeser bergerak dan menyinggung sepanjang kurva C serta melalui sebuah titik tetap
P diluar kurva C.

Definisi 86
Benda pejal yang dibatasi oleh sepotong permukaan kerucut tertutup (berpenampang
konveks) dan sebuah bagian bidang disebut kerucut.

Gambar 9 Kerucut
Interior kerucut adalah ruangan yangdibatasi oleh kerucut. Bagian bawah pada
bidang kerucut disebut alas kerucut. Permukaan kerucut yang tertutup disebut
permukaan tegak, permukaan lengkung atau selimut kerucut. Titik pangkal T disebut
puncak dan tinggi kerucut ditentukan oleh jarak tegaklurus antara puncak kerucut
terhadap alas kerucut. Bagian bidang yang dibentuk oleh perpotongan antara bidang
dengan permukaan lengkung kerucut disebut penampang kerucut.

9.7 Bola
Definisi 87
Bola adalah ruang tertutup (solid) yang semua titik-titiknya berjaraj sama terhadap titik
tertentu dalam ruang tertutup tersebut. Titik tertentu disebut titik pusat bola.

Gambar 10 Bola

Definisi 88
Interior bola adalah bagian ruangan yang tertutup bola. Jari-jari bola adalah segmen
yang ditarik dari pusat bola ke permukaan bola. Diameter bola adalah segmen yang
ditarik melalui dua titik pada bola dan melalui pusat bola.

Definisi 89
Lingkaran besar bola adalah lingkaran yang ditentukan oleh perpotongan antara
bidang dengan bola melalui titik pusat bola. Lingkaran kecil bola adalah lingkaran
yang didapat daro perpotongan antara bidang dengan bola, tidak melalui titik pusat
bola.

Definisi 90
Sumbu lingkaran dari bola adalah diameter bola yang tegak lurus terhadap bidang
lingkaran tersebut.

Definisi 91
Kutub lingkaran dari bola adalah titik ujung-titik ujung dari sumbu lingkaran bola.
Sektor (juring) bola adalah sektor lingkaran dari bola yang diputar terhadap diameter
bola diluar sektor lingkaran tersebut. Bola dipotong bidang menjadi dua bagian,
masing-masing bagian tersebut disebut tembereng (segmen) bola.

Secara umum, sifat-sifat bola dapat dianalogkan dengan lingkaran. Misalnya,


dalam hal bola menyinggung bidang, bola dalam (luar) polyhedron, relasi titik di luar
bola terhadap bola dan lainnya, dapat diekivalenkan dengan diskusi masalah lingkaran
menyinggung garis, lingkaran dalam (luar) polygon dan relasi titik di luar lingkaran
terhadap lingkaran. (Drs. Kusno 2003)

9.8 Benda Putar


Definisi 92
Permukaan putar adalah suatu permukaan yang dibangkitkan oleh kurva bidang C
(sebagai generatris) diputar mengitari sebuah sumbu g yang disebut sebagai sumbu
putar.
CATATAN: secara umum kurva C dapat berupa kurva ruang. Bagian bidang-bidang
yang melalui sumbu putar dan dibatasi permukaan putar disebut dengan istilah
penampang-penampang meridian. Semua penampang meridian tersebut adalah saling
kongruen. Sedangkan lingkaran-lingkaran parallel permukaan putar adalah
perpotongan antara bidang-bidang sejajar yang tegaklurus sumbu putar dengan
permukaan putar. (Drs. Kusno 2003)

Definisi 93
Benda putar adalah benda ruang tertutup (solid) yang dibatasi seluruhnya oleh
permukaan putar.

Gambar 11 Benda Putar


DAFTAR PUSTAKA

Drs. Kusno, DEA PhD. Geometri. Jember: Unit Penerbit FMIPA Universitas Jember, 2003.
Maduna. Geometri Ruang. Handout, 1998.
Rawuh, R. Ilmu Ukur Ruang. Jakarta: PT. Pradnya Paramita, 1974.
W. G. Shute, dkk. Solid Geometry. New York: American Book Company, 1960.