Anda di halaman 1dari 3

Rabies

(Pelatihan Subdinkes Jaksel 28 Agustus 2018)

Virus rabies yang terdapat pada liur hewan berpotensi pembawa rabies (anjing, kucing, sapi,
kambing, kera, kelelawar, raccoon, bajing, rubah) masuk melalui luka gigitan hewan tersebut,
dengan masa inkubasi 2minggu-2tahun dan bisa lebih. Target organ virus rabies ini adalah otak.
Bila virus telah mencapai otak maka akan timbul gejala. Gejala yg timbul tidak dapat
disembuhkan dan korban akan meninggal dalam waktu 2-9hari.
Pembagian jenis luka :

1. Resiko rendah
Cakaran
Daerah gigitan dengan jumlah persyarafan yang rendah (betis, paha, deltoid)
2. Resiko tinggi
Kepala dan leher
Jari
Mammae dan genitalia
Gigitan multiple

Tatalaksana luka gigitan hewan pembawa rabies :

1. Cuci luka dengan sabun batang selama 15menit, golden period untuk cuci luka adalah 12
jam setelah terjadinya gigitan. Bila diatas itu makan cuci luka sudah tidak efektif lagi.
2. Luka tidak boleh dijahit dan ditutup (karena virus bersifat anaerob), kecuali terkena
arteri dan dapat dijahit situasi bila luka dalam dan lebar.
3. Memberikan kekebalan dengan VAR (vaksin anti rabies) dan atau SAR (serum anti
rabies)
VAR, diberikan pertama kali pada hari pertama lapor. Diberikan tiga kali dengan 2-1-1
dosis, pada hari ke 0, hari ke 7, dan hari ke 21. Harus tepat waktu!
Bila diberikan lewat waktu, makan vaksinasi dimulai dari dosisi awal kembali.
SAR, diberikan pada luka resiko tinggi karena SAR merupakan pembentukan imunitas
pasif. Cara pendistribusiannya adalah seperti memberikan infiltrasi anastesi lokal
disekitar luka gigitan.

Take home messages :

Kasus luka gigitan pada hewan berpotensi pembawa rabies yang datang ke IGD/UGD sebaiknya
ditatalaksana terlebih dahulu dengan cuci luka dengan sabun batang selama 15 menit tanpa
berhenti, dan boleh diberikan pengobatan simtomatik.

Bagi fasilitas kesehatan yang tidak memiliki VAR dan SAR maka wajib merujuk pasien kepada
fasilitas yang memadai secepatnya, untuk rumah sakit rujukan kasus rabies di DKI Jakarta
adalah RSUD Tarakan dan RSU Sulianti Saroso atau dapat dibeli pada Apotek Titi Murni di
Matraman.

Laporkan kasus gigitan kepada fasilitas kesehatan setempat untuk dilakukan pencatatan
kejadian, dan bila ada hewan yang menunjukan gejala rabies maka harap laporkan untuk
kerjasama lintas sektoral dengan dinas peternakan dan akan dilakukan tindak lanjut setelahnya.

Untuk informasi lebih lanjut dan tatacara pengadaan VAR/SAR makan dapat menghubungi
subdit zoonosis kemenkes dengan Bp. Soni (08128283213)