Anda di halaman 1dari 5

PENILAIAN, PENGENDALIAN,

PENYEDIAAN, DAN PENGGUNAAN


OBAT
No.
: 440/187/ SOP/PKM-DJ
Dokumen
No.Revisi : 00
SOP Tanggal
: 2 Januari 2018
Terbit
Halaman : 1/3
UPTD
dr. Ellis Zarni Dewi
PUSKESMAS NIP: 19690815 200003 2 004
DUREN JAYA

1.
Pengertian Penilaian, pengendalian, penyediaan, dan penggunaan obat
adalah kegiatan seleksi untuk menentukan jenis dan jumlah obat
dan perbekalan farmasi, diantaranya berdasarkan populasi yang
akan dilayani, jenis pelayanan yang diberikan atau berdasarkan
data konsumsi penggunaan sebelumnya selama satu tahun
dengan buffer tiga bulan dan formularium puskesmas untuk
memenuhi kebutuhan di UPTD Puskesmas Duren Jaya.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan
penilaian, pengendalian, penyediaan, dan penggunaan obat.
3. Kebijakan Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Duren Jaya Nomor :
440/094/SK/PKM-DJ Tahun 2018 tentang Peresepan,
Pemesanan, dan Pengelolaan Obat di UPTD Puskesmas Duren
Jaya.
4. Referensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75
Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74
Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian.
3. Pedoman pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan
dipuskesmas, Direktorat Jendral pelayanan kefarmasiaan dan
alat kesehatan Departemen Kesehatan RI Tahun 2004.
4. Pedoman Pengelolaan Obat dan Bahan Medis habis pakai
(BMHP) yang terintregasi di Dinas Kesehatan Kota Bekasi
Tahun 2016.
5. Prosedur/ 1. Petugas menghitung pemakaian rata-rata per bulan di UPTD
Langkah- Puskesmas Duren Jaya.
2. Petugas memperkirakan kebutuhan seluruh unit pelayanan
Langkah
untuk menentukan stok kerja.
3. Petugas menentukan stok optimum yaitu jumlah stok obat yang
diserahkan kepada unit pelayanan agar tidak mengalami
kekurangan/kekosongan.
4. Petugas obat membuat laporan pemakaian dan permintaan
obat menggunakan format LPLPO dan dikirimkan ke Dinas
Kesehatan tembusan ke Gudang Obat.
5. Petugas obat menerima obat dari Gudang Obat sesuai
permintaan Puskesmas melalui LPLPO dengan mengikuti
jadwal distribusi yang telah ditentukan oleh Gudang Obat.
6. Petugas obat memeriksa atas obat yang diterima dari Gudang
Obat, termasuk kesesuaian jenis, jumlah, tanggal kadaluwarsa
dan keadaan barang.
7. Petugas obat menata dan menyimpan obat kedalam gudang
obat UPTD Puskesmas Duren Jaya.
8. Petugas obat mencatat Penerimaan obat kedalam Kartu Stock
gudang obat.
9. Petugas obat mendistribusikan obat keseluruh sub unit yang
membutuhkan seperti ruang periksa umum, ruang periksa Gigi,
ruang periksa KIA, , ruang periksa Lansia dan Laboratorium.
10. Petugas obat membuat laporan atas kegiatan penyediaan
dan pemakaian obat menggunakan format LPLPO secara
rutin setiap bulan.
Penanganan Obat Hilang :
1. Petugas pengelola obat setelah mengetahui ada obat hilang
segera menyusun daftar jenis dan jumlah obat hilang beserta
Berita Acaranya, serta melaporkan kepada Kepala UPTD
Puskesmas Duren Jaya. Daftar tersebut nantinya akan
digunakan sebagai lampiran dari Berita Acara Obat Hilang
yang diterbitkan oleh kepala UPTD Puskesmas Duren Jaya.
2. Kepala UPTD Puskesmas Duren Jaya kemudian memeriksa
dan memastikan kejadian tersebut, serta menerbitkan Berita
Acara Obat Hilang.
3. Kepala UPTD Puskesmas Duren Jaya menyampaikan laporan
kejadian tersebut kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota
Bekasi, disertai Berita Acara Obat Hilang tersebut.
4. Petugas pengelola obat lalu mencatat jenis dan jumlah obat
yang hilang tersebut pada Kartu Stok masing-masing. Apabila
jumlah obat yang tersisa diperhitungkan tidak lagi mencukupi
kebutuhan pelayanan, segera membuat LPLPO untuk
mengajukan tambahan obat.Apabila hilangnya obat karena
pencurian maka dilaporkan kepada kepolisian dengan
membuat Berita Acara.
Penanganan Obat Rusak / Kadaluwarsa :
1. Petugas gudang obat UPTD Puskesmas Duren Jaya
menerima dan mengumpulkan obat rusak/kadaluwarsa dari
sub unit ke dalam gudang obat jika di gudang sendiri
ditemukan obat tidak layak pakai maka harus segera
dikurangkan dari catatan stok pada masing-masing kartu stok
yang dikelolanya.
2. Petugas kemudian melaporkan obat yang diterimanya dari sub
unit lainnya ditambah dengan obat rusak/kadaluwarsa dalam
gudang kepada Kepala UPTD Puskesmas Duren Jaya.
3. Kepala UPTD Puskesmas Duren Jaya selanjutnya melaporkan
dan mengirimkan kembali obat tersebut kepada Kepala Dinas
Kesehatan Kota Bekasi, untuk kemudian dibuatkan Berita
Acara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Diagram Alir -
7. Unit Terkait 1. Gudang obat Kota Bekasi
2. Sub unit pelayanan klinis.

8. Rekaman Histori Perubahan

Tanggal Mulai
NO Yang Dirubah Isi Perubahan
Diberlakukan
1

DAFTAR TILIK PENILAIAN,


PENGENDALIAN, PENYEDIAAN,
DAN PENGGUNAAN OBAT
No.
: 440/187/DT/PKM-DJ
Dokumen
No.Revisi : 00
SOP Tanggal
: 2 Januari 2018
Terbit
Halaman : 1/2

Nama petugas :
Jabatan :
Tanggal pelaksanaan :
No Langkah Kegiatan Ya Tidak
Apakah Petugas Petugas menghitung pemakaian
1 rata-rata per bulan di UPTD Puskesmas Duren Jaya
?
Apakah Petugas memperkirakan kebutuhan seluruh
2
unit pelayanan untuk menentukan stok kerja ?
Apakah Petugas menentukan stok optimum yaitu
jumlah stok obat yang diserahkan kepada unit
3
pelayanan agar tidak mengalami
kekurangan/kekosongan ?
Apakah Petugas obat membuat laporan pemakaian
dan permintaan obat menggunakan format LPLPO
4
dan dikirimkan ke Dinas Kesehatan tembusan ke
Gudang Obat ?
Apakah Petugas obat menerima obat dari Gudang
Obat sesuai permintaan Puskesmas melalui LPLPO
5
dengan mengikuti jadwal distribusi yang telah
ditentukan oleh Gudang Obat ?
Apakah Petugas obat memeriksa atas obat yang
diterima dari Gudang Obat, termasuk kesesuaian
6
jenis, jumlah, tanggal kadaluwarsa dan keadaan
barang ?
Apakah Petugas obat menata dan menyimpan
7 obat kedalam gudang obat UPTD Puskesmas
Duren Jaya ?
Apakah Petugas obat mencatat Penerimaan obat
8
kedalam Kartu Stock gudang obat ?
Apakah petugas obat membuat laporan atas
kegiatan penyediaan dan pemakaian obat
9 menggunakan format LPLPO secara rutin setiap
bulan ?

Apakah petugas pengelola obat segera menyusun


daftar jenis dan jumlah obat hilang beserta Berita
10
Acaranya, serta melaporkan kepada Kepala UPTD
Puskesmas Duren Jaya ?
Apakah petugas pengelola obat lalu mencatat jenis
11 dan jumlah obat yang hilang tersebut pada Kartu
Stok masing-masing ?
Apakah petugas gudang obat UPTD Puskesmas
Duren Jaya menerima dan mengumpulkan obat
12
rusak/kadaluwarsa dari sub unit ke dalam gudang
obat ?
Apakah petugas kemudian melaporkan obat yang
diterima dari sub unit lainnya ditambah dengan obat
13
rusak/kadaluwarsa dalam gudang kepada Kepala
UPTD Puskesmas Duren Jaya ?

Compiliance Rate (CR) : Penilai