Anda di halaman 1dari 20

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Penelitian
Data pada penelitian ini diperoleh dari hasil penelitian tindakan kelas yang
dilaksanakan di SDN 30/X Kampung Laut pada kelas V dengan jumlah siswa 25
orang yang terdiri dari 10 siswa laki laki dan 15 siswa perempuan. Penelitian ini
dilakukan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan
pemberian tindakan dan satu kali pertemuan pemberian tes akhir siklus. Pada setiap
pertemuan dilaksanakan dalam alokasi waktu 2x35menit. Pelaksanaan penelitian
tindakan kelas ini pada setiap siklusnya melalui empat tahapan yaitu, tahap
perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Setelah melalui
tahapan – tahapan tersebut maka diperoleh data – data yang berkaitan dengan tujuan
penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V
dengan menerapkan model PMR pada pembelajaran matematika.
1. Hasil Pra Siklus
Sebelum melakukan tindakan siklus 1 dan siklus 2, peneliti melakukan
tindakan prasiklus terlebih dahulu.Hasil tes prasiklus berupa hasil belajar siswa
pada aspek kognitif sebelum dilakukan penelitian. Hasil tes prasiklus ini
berfungsi untuk mengetahui keadaan awal hasil belajar siswa .Nilai tersebut juga
digunakan untuk membandingkan dan menentukan standar ketuntasan pada
siklus 1 dan siklus 2. Tes yang dilakukan adalah tes hasil belajar pada aspek
kognitif siswa .Jumlah siswa yang mengikuti tes prasiklus yaitu 25 siswa. Hasil
tes prasiklus dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 7. Hasil Pra Siklus
Data Nilai
Jumlah siswa 25
Rata – rata nilai 59,60
Jumlah siswa yang tuntas 8 (32 %)
Jumlah siswa yang tidak tuntas 17 (68%)

26
27

Data dalam tabel 4 diatas terlihat hasil belajar siswa masih sangat rendah.
Jumlah siswa yang berhasil hanya 8 orang atau 32% dari jumlah keseluruhan
siswa (25 orang), sedangkan jumlah siswa yang belum berhasil 17 orang atau
68% dari jumlah keselurahan. Selain itu nilai rata-rata yang di peroleh siswa juga
masih rendah yaitu 59,60. Hasil tes tersebut belum menunjukkan hasil yang
maksimal.Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan siklus 1 dan siklus 2 sebagai
upaya peningkatan hasil belajar siswa.
2. Hasil Siklus 1
Berdasarkan data kondisi awal hasil belajar matematika siswa kelas V SDN
30/X Kampung Laut, maka presentase hasil belajar siswa perlu ditingkatkan
dengan pembelajaran yang tepat dan efektif, dimana dapat membuat siswa lebih
tertarik sehingga menjadi aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, mudah
untuk dilakukan dan membuat perhatian siswa tertuju pada saat kegiatan
pembelajaran berlangsung. Dengan penerapan model Pembelajaran Matematika
Realistik dengan pokok bahasan Waktu.
a. Perencanaan Siklus 1
Sebelum melaksankan kegiatan penelitian, terlebih dahulu peneliti
membuat perencanaan tindakan yang disesuaikan denganpermasalahan yang
telah teridentifikasi. Perencanaan tindakan ini meliputi : 1) menyusun
rencana pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran matematika dengan
menentukan materi waktu sebagai fokus pembelajaran dan penekanan
langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan model PMRI; 2) menyiapkan
bahan ajar dan lembar kerja siswa serta media/alat yang dapat menunjang
proses pembelajaran; 3) menyusun instrumen observasi aktivitas belajar
siswa dan aktivitas mengajar guru sebagai pedoman observer dan peneliti
dalam melakukan kegiatan pengamatan selama proses pembelajaran: 4)
menyiapkan kamera untuk mendokumentasikan kegiatan yang terjadi selama
proses pembelajaran.
28

b. Pelaksanaan Tindakan Siklus 1


Tindakan siklus 1 dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan, dimana
pada masing- masing pertemuan dilaksanakan selama 2x35 menit.
Pelaksanaaan Tindakan siklus 1 dimulai dengan melakukan pembelajaran
berdasarkan skenario dan rencana pembelajaran (RPP) yang telah dibuat
sebelumnya oleh peneliti. Jadi, pada siklus 1 ini pembelajaran dilakukan
oleh peneliti yang bersangkutan dengan dibantu oleh mitra kolaborator
sekaligus bertugas melakukan observasi yang meliputi pengamatan jalannya
proses pembelajaran,mencatat semua kejadian yang ada di dalam kelas, dan
melakukan evaluasi setelah pembelajaran usai.
Materi pada pelaksanaan tindakan I pertemuan pertama, adalah
Menuliskan tanda waktu . Urutan pelaksanaan tindakan tersebut adalah
sebagai berikut:
Sesuai dengan rencana tindakan yang akan dilaksanakan, kegiatan
awal pada pertemuan I yakni melakukan pemeriksanaan kesiapan siswa
dalam mengikuti pelajaran, absensi siswa, penyampaian apersepsi. Siswa
diberi motivasi oleh guru dengan diberikan pertanyaan tentang masalaah
kontekstual waktu. Siswa dengan menjawab pertanyaan dengan jawaban
mereka masing –masing.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk hari ini. Kemudian
siswa diberi pertanyaan yang berisikan masalah yang sesuai dengan materi
yang hendak dipelajari. Siswa menjawab pertanyaan sesuai dengan
pengetahuan dan pengalaman mereka masing – masing.
Di dalam kelas siswa dibentuk menjadi 5 kelompok, setiap kelompok
terdiri dari 5 siswa. Setiap kelompok diberikan lembar soal yang berisikan
kartu bergambar . Setiap kelompok menyelesaikan lembar soal yang
diberikan oleh guru yang berisikan kartu bergmabar dengan menggunakan
pemahaman mereka. Setelah selesai, setiap kelompok diajak untuk
membahas hasil kerja mereka. Guru menanyakan alasan isi dalam setiap
29

kartu bergambar kepada masing – masing kelompok. Beberapa kelompok


dapat menjawab kartu bergmabar dengan benar tetapi alasan mereka kurang
sesuai, namun ada juga kelompok yang menjawab kartu bergamabr kurang
sesuai. Siswa diajak untuk berpikir secara logis untuk mengisi setiap gambar
yang benar. Berdasarkan gambar yang sudah diisi dengan benar, guru
menyampaikan materi lebih lanjut mengenai pembagian waktu dan tanda-
tandanya berdasarkan gambar. Selanjutnya memberikan kesempatan pada
siswa untuk bertanya tentang kesulitan yang mereka alami. Beberapa siswa
yang mengalami kesulitan aktif bertanya
Bersamaan dengan tindakan pada pertemuan pertama, dilakukan pula
pengamatan terhadap langkah – langkah kegiatan pembelajaran yang
terdapat lembar observasi. Berdasarkan lembar observasi tersebut, langkah –
langkah kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan sintak dan pernyataan
sesuai dengan tindakan yang dilakukan di kelas. Kegiatan yang belum sesuai
dengan perencanaan antara lain siswa masih tidak mau bertanya kepada guru
ketika mengalami kesulitan, siswa belum berani memberikan tanggapan, dan
belum bisa menyimpulkan materi dari gambar yang mereka diisikan sendiri.
Meskipun demikian, pada pertemuan pertama langkah – langkah
pembelajaran sudah sesuai rencana
Kegiatan pembelajaran pertemuan kedua yang dilaksanakan adalah
melanjutkan materi tentang notasi waktu dengan menggunakan pendekatan
PMR. Sesuai dengan rencana tindakan yang akan dilaksanakan, kegiatan
awal yang dilakukan yakni melakukan pemeriksanaan kesiapan siswa dalam
mengikuti pelajaran, absensi siswa, penyampaian apersepsi. Guru melakukan
Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang telah dibahas pada
pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini,
guru mulai menyampaikan materi pelajaran dengan bertanya jawab tentang
notasi waktu serta menghubungkannya dengan materi yang akan dibahas
hari ini.
30

Selanjutnya guru membagi siswa menjadi 5 kelompok diskusi


kemudian membagikan lembar kerja kelompok siswa dan menugaskan siswa
untuk mendiskusikan penyelesaian masalah yang ada pada lembar kerja yang
dibagikan. Selama kegiatan diskusi berlangsung, guru berkeliling
memperhatikan proses diskusi dan memberikan bimbingan kepada kelompok
yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang ada pada
lembar kerja. Beberapa kelompok terlihat kurang bekerja sama dalam
kelompok, karena hanya dua atau tiga orang yang berdiskusi sedangkan
anggota lainnya bercanda atau malah mengobrol dengan anggota kelompok
lain.
Setelah selesai berdiskusi, guru bertanya kelompok berapa yang mau
mempresentasikan hasil diskusinya. Tanpa bertanya dua kali, beberapa
kelompok mengajukan diri untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Guru
memberikan kesempatan kepada kelompok lain yang belum
mempresentasikan hasil diskusinya untuk menanggapi hasil diskusi yang
disampaikan di depan. Pada pertemuan kedua ini terlihat beberapa siswa
yang sebelumnya tidak pernah bertanya atau menanggapi hasil diskusi mulai
mengacungkan tangan berusaha untuk mengeluarkan pendapatnya.
Setelah kegiatan presentasi hasil diskusi selesai, guru mengarahkan
siswa untuk membandingkan dan mendiskusikan hasil penyelesaian masalah
untuk memperoleh jawaban yang benar dan bersama siswa menarik
kesimpulan tentang penyelesaian masalah yang ada pada lembar kerja.
Selanjutnya guru melakukan konfirmasi dengan memberikan penguatan
tentang konsep penjumlahan dan pengurangan satuan waktu dan bertanya
jawab dengan siswa mengenai hal yang belum dipahami.
Pada pertemuan ketiga diadakan tes akhir siklus I. Materi yang
diujikan pada tes akhir siklus I ini adalah tentang pembagian waktu, notasi
jam 24an dan 12an, kesetaraan waktu dan operasi hitung satuan waktu. Pada
pertemuan sebelumnya siswa telah diberitahu bahwa hari ini akan dilakukan
31

tes akhir siklus I, maka ketika guru memasuki kelas siswa terlihat masih
mempelajari materi-materi yang telah disampaikan pada pertemuan
sebelumnya. Kemudian guru mengkondisikan kelas dengan bertanya “apa
kalian sudah siap?” ada siswa yang menjawab sudah siap namun ada siswa
yang menjawab belum siap. Guru pun meminta siswa untuk menyimpan
semua catatan dan bukunya di dalam tas dan mulai membagikan soal tes
akhir siklus kepada siswa. Kegiatan tes akhir siklus I berjalan lancar
walaupun masih ada beberapa siswa yang terlihat bertanya kepada teman
sebangku atau teman dibelakangnya, guru pun mengingatkannya untuk
mengerjakan tes secara mandiri tanpa harus bertanya kepada temannya
c. Observasi Siklus 1
Tahap kegiatan observasi dilakukan selama proses pelaksanaan
tindakan. Kegiatan observasi dilakukan dengan menggunakan lembar
instrumen observasi aktivitas belajar siswa dan lembar aktivitas mengajar
guru yang terdiri dari 13 butir pada setiap lembar instrumen. Data hasil
observasi aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru dapat dilihat
pada table 8 dan tabel 9.
Tabel 8. Hasil Observasi Siswa Siklus 1
No Indikator/Spek yang Dinilai Skor Rata-Rata
1 Menanggapi pertanyaan yang diajukan guru 17 68%
2 Menggunakan model matematika dalam 17 68%
menyelesaiakan masalah kontekstual yang
diberikan guru
3 Mendiskusikan masalah yang diajukan untuk 14 56%
menemukan penyelesaiannya dengan teman
satu kelompok
4 Bekerja sama dengan teman satu kelompok 12 48%
5 Antusias mengikuti proses pembelajaran 16 64%
6 Bertanya pada saat proses pembelajaran 9 36%
7 Menanggapi pertanyaan dari siswa lain 9 36%
8 Berani mengungkapkan pendapat 9 36%
9 Mempresentasikan hasil diskusi di depan 12 48%
kelas
10 Menanggapi hasil presentasi kelompok lain 11 44%
11 Memperhatikan penjelasan guru 16 64%
12 Bersama guru menyimpulkan materi yang 13 52%
32

telah dipelajari
13 Mengerjakan tugas/latihan yang diberikan 20 80%
guru
Rata-Rata 54%

Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru selama dalam proses


pembelajaran berlangsung, secara keseluruhan aktivitas guru dalam
mengajar masih belum optimal, hal ini dapat di lihat pada tabel di bawah
ini:
Tabel 9. Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus 1
Penilaian Skor yang Skor Maksimal Persentase Ket
Diperoleh
Observasi 42 68 62% Baik
aktifitas furu

Dari tabel 9 di atas, aktivitas guru termasuk dalam kategori baik,


namun masih ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan model
pembelajaran matematika realistic. Kendala yang dihadapi antara lain:
a) Siswa belum maksimal dalam mengeneralisasikan masalah kontekstual
ke abstrak
b) Kurangnya partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran.
Selain hasil observasi yang berupa aktivitas kegiatan siswa dan guru,
peneliti akan memaparkan hasil belajar siswa.
Tabel 10. Hasil Belajar Siklus 1
Data Nilai
Jumlah siswa 25
Rata – rata nilai 59
Jumlah siswa yang tuntas 9 (36 %)
Jumlah siswa yang tidak tuntas 16 (64%)

Data dalam tabel 10 diatas terlihat hasil belajar siswa masih sangat
rendah. Jumlah siswa yang berhasil hanya 9 orang atau 34% dari jumlah
keseluruhan siswa (25 orang), sedangkan jumlah siswa yang belum berhasil
33

16 orang atau 64% dari jumlah keselurahan. Selain itu nilai rata-rata yang di
peroleh siswa juga masih rendah yaitu 59. Hasil tes tersebut belum
menunjukkan hasil yang maksimal.Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan
siklus 2 sebagai upaya peningkatan hasil belajar siswa.
d. Refleksi Siklus 1
Tahapan refleksi dilakukan setelah melewati tahap pelaksanaan
tindakan dan tahap observasi. Kegiatan refleksi dimaksudkan untuk
mengetahui apakah tindakan yang dilakukan pada siklus I sudah mencapai
keberhasilannya atau belum, selain itu hasil kegiatan refleksi dapat dijadikan
acuan peneliti dalam merancang perencanaan tindakan pada siklus
selanjutnya untuk meningkatkan hasil yang diharapkan dan tidak mengulang
kesalahan yang sama pada siklus sebelumnya.
Selanjutnya peneliti bersama observer melakukan refleksi dengan
menggunakan data-data yang telah diperoleh selama proses pembelajaran.
Setelah peneliti dan observer berdiskusi dengan menggunakan data-data
yang diperoleh dari kegiatan pelaksanaan tindakan dan observasi, diketahui
64% siswa belum mencapai KKM dan 36% siswa lainnya sudah mencapai
KKM. Artinya 64% atau sebanyak 16 siswa belum mencapai ketuntasan
belajar yang sudah ditetapkan yaitu KKM sebesar 65, sedangkan 36% atau 9
siswa lainnya sudah mencapai ketuntasan belajar sesuai yang diharapkan.
Tetapi indikator keberhasilan yang peneliti tetapkan pada penelitian ini
adalah 80% siswa mencapai nilai KKM, namun hanya 36% siswa yang
mencapai KKM berdasarkan hasil tes akhir siklus I. Selain itu berdasarkan
lembar observasi aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru masih
terlihat adanya kekurangan. Dalam proses pembelajaran pada siklus I siswa
masih belum berani untuk bertanya, mengungkapkan pendapatnya, dan
menanggapi pertanyaan atau hasil presentasi dari kelompok lain. Hal ini
terlihat dari persentase ketiga aktivitas tersebut hanya mencapai 36%. Pada
aktivitas guru terlihat guru kurang memotivasi siswa untuk bertanya
34

sehingga menyebabkan siswa pasif dalam mengajukan pertanyaan. Adapun


hasil refleksi siklus 1 dapat dilihat pada table 11 sebagai berikut
Tabel 11. Hasil Refleksi Siklus 1
No Kekurangan Solusi
1 Siswa masih belum berani bertanya pada saat Guru memberikan reward berupa
proses pembelajaran tambahan poin atau hadiah lainnya
2 Siswa belum aktif dalam menanggapi kepada siswa yang berani bertanya,
pertanyaan yang diajukan oleh siswa lainnya menanggapi pertanyaan atau
3 Siswa belum berani mengungkapkan mengungkapkan pendapatnya
pendapatnya saat proses pembelajaran

4 Siswa belum aktif menanggapi hasil Guru melakukan pengaturan giliran


presentasi yang disampaikan kelompok lain untuk kelompok yang bertanya atau
menanggapi hasil presentasi kelompok
lain
5 Rata – rata nilai siswa sebesar 59 Penyampaian materi dilakukan secara
6 36% siswa atau 9 orang mencapai KKM perlahan dengan menggunakan
7 64 % Siswa atau 16 orang belum mencapai masalah-masalah kontekstual yang
KKM dekat dengan kehidupan siswa sehari
hari dan memanfaatkan media/alat
belajar yang ada disekitar siswa; Guru
membimbing siswa melakukan kegiatan
pengamatan secara langsung;
Membentuk kelompok belajar yang
heterogen dengan menggabungkan
siswa yang pandai dengan siswa yang
kurang pandai agar terjadi proses peer
teaching dalam kegiatan diskusi dan
memotivasi siswa agar terlibat aktif
dalam setiap kegiatan diskusi

Berdasarkan hasil refleksi dapat disimpulkan bahwa penelitian pada


siklus I belum berhasil karena belum memenuhi indicator keberhasilan yang
telah ditetapkan dan masih terdapat kekurangan serta hal-hal yang perlu
diperbaiki dalam proses pelaksanaan tindakan. Oleh karena itu penelitian ini
dilanjutkan pada siklus 2 dengan melakukan perbaikan-perbaikan
sebagaimana yang telah dipaparkan di atas
3. Hasil Siklus 2
Siklus 2 merupakan tindak lanjut dari hasil refleksi yang dilakukan pada
akhir siklus 1, dimana dalam pelaksanaan tindakan siklus 1 rata-rata siswa
35

menunjukkan hasil yang baik tetapi masih kurang maksimal sesuai dengan
kriteria yang telah ditentukan secara umum. Pelaksanaan Siklus 2 mengacu pada
hasil pelaksanaan pada Siklus 1, karena merupakan perbaikan dari siklus 1.
Adapun tahapan yang dilakukan pada siklus 2 diantaranya:
a. Perencaan Siklus 2
Sebelum melaksankan kegiatan penelitian, terlebih dahulu peneliti
membuat perencanaan tindakan dengan mengacu pada hasil refleksi pada
siklus I. Perencanaan tindakan ini meliputi : 1) menyusun rencana
pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran matematika dengan menentukan
materi jarak dan kecepatan sebagai fokus pembelajaran dan penekanan
langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan model PMRI; 2) menyiapkan
bahan ajar dan lembar kerja siswa serta media/alat yang dapat menunjang
proses pembelajaran; 3) menyusun instrumen observasi aktivitas belajar
siswa dan aktivitas mengajar guru sebagai pedoman observer dan peneliti
dalam melakukan kegiatan pengamatan selama proses pembelajaran:
b. Pelaksanaan Tindakan Siklus 2
Tindakan siklus 2 dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan, dimana
pada masing- masing pertemuan dilaksanakan selama 2x35 menit.
Pelaksanaaan Tindakan siklus 2 dimulai dengan melakukan pembelajaran
berdasarkan skenario dan rencana pembelajaran (RPP) yang telah dibuat
sebelumnya oleh peneliti. Jadi, pada siklus 2 ini pembelajaran dilakukan
oleh peneliti yang bersangkutan dengan dibantu oleh mitra kolaborator
sekaligus bertugas melakukan observasi yang meliputi pengamatan jalannya
proses pembelajaran,mencatat semua kejadian yang ada di dalam kelas, dan
melakukan evaluasi setelah pembelajaran usai.
Materi pada pelaksanaan tindakan siklus 2 pertemuan pertama, adalah
Menuliskan tanda waktu . Urutan pelaksanaan tindakan tersebut adalah
sebagai berikut:
36

Sesuai dengan rencana tindakan yang akan dilaksanakan, kegiatan


awal pada pertemuan I yakni melakukan pemeriksanaan kesiapan siswa
dalam mengikuti pelajaran, absensi siswa, penyampaian apersepsi. Siswa
diberi motivasi oleh guru dengan diberikan pertanyaan tentang masalaah
kontekstual waktu. Siswa dengan menjawab pertanyaan dengan jawaban
mereka masing –masing.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk hari ini. Kemudian
siswa diberi pertanyaan yang berisikan masalah yang sesuai dengan materi
yang hendak dipelajari. Siswa menjawab pertanyaan sesuai dengan
pengetahuan dan pengalaman mereka masing – masing
Sebelum memasuki kegiatan inti pada pembelajaran hari ini, guru
membagi siswa menjadi 5 kelompok diskusi secara acak dengan
menggabungkan siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai.
Setelah siswa berkumpul dengan anggota kelompoknya, guru membagikan
lembar kerja dengan daftar beberapa benda yang harus di ukur oleh siswa
menggunakan penggaris. Guru menginstruksikan siswa untuk membagi
tugas dengan anggota kelompok lainnya. Setelah memahami penjelasan
tugas yang disampaikan guru dan membagi tugas dengan anggota
kelompoknya, siswa mulai mengukur panjang benda-benda yang ada di
sekita kelas seperti papan tulis, meja, lemari, spidol dan lainnya. Sementara
siswa melakukan pengamatan dan pengukuran benda-benda guru
memperhatikan kegiatan siswa dan terlihat semua siswa terlibat secara aktif
dalam kegiatan ini.
Setelah memberikan penguatan terkait materi yang telah disampaikan,
guru memberikan kesempatan bertanya bagi siswa yang masih belum
mengerti. Banyak siswa yang mengacungkan tangan ingin bertanya, karena
pada awal pertemuan guru menyampaikan akan memberikan reward bagi
siswa yang berani bertanya atau menanggapi pertanyaan temannya. Selesai
kegiatan tanya-jawab, guru mengajak siswa menyimpulkan kegiatan
37

pembelajaran hari ini dan mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan


salam
Materi pada pelaksanaan tindakan siklus 2 pertemuan kedua, adalah
mengukur jarak. Urutan pelaksanaan tindakan tersebut adalah sebagai
berikut:
Setelah siswa selesai berhitung dan berkumpul bersama siswa lain
yang menyebutkan angka yang sama, guru membagikan lembar kerja dan
menjelaskan kegiatan pengamatan yang akan
siswa lakukan pada pertemuan ini.
Kegiatan lomba lari pada pertemuan ini dimaksudkan agar siswa
memahami konsep jarak dan kecepatan berdasarkan apa yang ia alami
sendiri. Selanjutnya guru meminta pelari pertama dari setiap kelompok untuk
bersiap di garis start, dan siswa yang bertugas mengukur waktu bersiap di
garis finish. Pada hitungan ketiga pelari pertama mulai berlari menuju garis
finish dengan jarak yang sama. Setelah pelari pertama sampai digaris finish
guru bertanya kepada siswa yang bertugsa mengukur waktu berapa waktu
yang di peroleh oleh setiap pelari dan menugaskan siswa lain untuk untuk
mncatat hasil perolehan waktunya.
Kemudian lomba lari dilanjutkan dengan pelari kedua, pelari kedua
diminta berlari selama 3 detik dan siswa yang bertugas mengukur jarak
linatasan mengukur berapa jarak pelari kedua dari garis start smpe titik
berhentinya ketika telah berlari selama 3 detik kemudian mencatatnya pada
LKS yang diberikan guru. Setelah menyelesaikan kegiatan lomba lari dan
mnelengkapi catatan, guru membimbing siswa untuk kembali ke dalam
kelas.
Selanjutnya siswa setiap kelompok diminta menuliskan waktu dan
jarak yang di tempuh oleh pelari pertama dan kedua pada table yang ada
dipapan tulis. Kemudian guru meminta siswa berdiskusi dengan anggota
kelompoknya untuk menentukan pemenang pada lomba lari pertama dan
38

kedua berdasarkan perolehan waktu dan jarak yang di tempuh dan


memberikan alasannya dengan membuat hubungan antara waktu, jarak, dan
kecepatan. Guru memfasilitasi kegiatan diskusi siswa dengan berkeliling dan
memberikan bantuan dan arahan-arahan dalam menyelesaikan masalah yang
ada.
Setelah siswa selesai berdiskusi guru menunjuk secara acak kelompok
yang akan mempresentasikan hasil diskusinya. Terlihat adanya perbedaan-
perbedaan hasil diskusi yang disampaikan pada kegiatan presentasi, ada
beberapa kelompok yang sudah memahami hubungan waktu, jarak, dan
kecepatan namun masih ada kelompok yang belum memahaminya. Oleh
karena itu, setelah semua kelomok mempresentasikan hasil diskusinya guru
membimbing siswa untuk menemukan penyelesaian masalah yang tepat dan
memberikan penjelasan tentang hubungan waktu, jarak, dan kecepatan.
Kemudian guru memberikan motivasi kepada siswa untuk bertanya
dengan memberikan reward kepada siswa yang berani bertanya, banyak
siswa yang mengacungkan tangan untuk purapura bertanya agar
mendapatkan reward tersebut, tetapi guru hanya memberikan reward kepada
siswa yang benar-benar mengajukan pertanyaan mengenai hal yang belum
dipahaminya dari kegiatan yang telah dilakukan hari ini. Sebelum
mengakhiri kegiatan pembelajaran guru memberikan penguatan terkait
konsep jarak dan kecepatan dan bersama siswa menyimpulkan kegiatan
pembelajaran hari ini.
Pada pertemuan ketiga diadakan tes akhir siklus 2. Materi yang
diujikan pada tes akhir siklus 2 ini adalah tentang jarak dan kecepatan. Pada
pertemuan sebelumnya siswa telah diberitahu bahwa hari ini akan dilakukan
tes akhir siklus 2, maka ketika guru memasuki kelas siswa terlihat masih
mempelajari materi-materi yang telah disampaikan pada pertemuan
sebelumnya. Kemudian guru mengkondisikan kelas dengan bertanya “apa
kalian sudah siap?” beberapa siswa menjawab sudah siap namun beberapa
39

siswa lain yang menjawab belum siap. Guru pun meminta siswa untuk
menyimpan semua catatan dan bukunya di dalam tas dan mulai membagikan
soal tes akhir siklus kepada siswa. Kegiatan tes akhir siklus 2 berjalan lancar
dan terlihat siswa lebih percaya diri mengerjakan soal-soal yang diberikan
guru secara mandiri dibandingkan dengan pada saat tes akhir siklus 1.
c. Observasi Siklus 2
Tahap kegiatan observasi dilakukan selama proses pelaksanaan
tindakan. Kegiatan observasi dilakukan dengan menggunakan lembar
instrumen observasi aktivitas belajar siswa dan lembar aktivitas mengajar
guru yang terdiri dari 13 butir pada setiap lembar instrumen. Data hasil
observasi aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru dapat dilihat
pada table 12 dan tabel 13.
Tabel 12. Hasil Observasi Siswa Siklus 2
No Indikator/Spek yang Dinilai Skor Rata-Rata
1 Menanggapi pertanyaan yang diajukan guru 24 96%
2 Menggunakan model matematika dalam 23 92%
menyelesaiakan masalah kontekstual yang
diberikan guru
3 Mendiskusikan masalah yang diajukan untuk 21 84%
menemukan penyelesaiannya dengan teman
satu kelompok
4 Bekerja sama dengan teman satu kelompok 21 84%
5 Antusias mengikuti proses pembelajaran 21 84%
6 Bertanya pada saat proses pembelajaran 21 84%
7 Menanggapi pertanyaan dari siswa lain 21 84%
8 Berani mengungkapkan pendapat 21 84%
9 Mempresentasikan hasil diskusi di depan 21 84%
kelas
10 Menanggapi hasil presentasi kelompok lain 21 84%
11 Memperhatikan penjelasan guru 25 100%
12 Bersama guru menyimpulkan materi yang 21 84%
telah dipelajari
13 Mengerjakan tugas/latihan yang diberikan 25 100%
guru
Rata-Rata 88%
40

Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru selama dalam proses


pembelajaran berlangsung, secara keseluruhan aktivitas guru dalam
mengajar sudah optimal, hal ini dapat di lihat pada tabel 10 di bawah ini:
Tabel 13. Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus 2
Penilaian Skor yang Skor Maksimal Persentase Ket
Diperoleh
Observasi 65 68 65% Sangat Baik
aktifitas furu

Dari tabel 12 terlihat bahwa pada proses pelaksanaan tindakan siklus 2


siswa sudah mengalami peningkatan dalam aktivitas belajar siswa.
Kesimpulan yang diperoleh dari hasil observasi aktivitas belajar siswa pada
siklus 2, antara lain:
1) Siswa semakin bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran
matematika dengan menggunakan model PMRI karena siswa terlibat
langsung dalam menemukan konsep suatu materi dengan memanfaatkan
media/alat belajar yang ada disekitar mereka;
2) Hampir semua siswa terlibat aktif dalam kegiatan diskusi kelompok
karena mereka merasa termotivasi dan tertantang untuk menyelesaikan
masalah yang diberikan, terlebih dengan guru membentuk kelompok
diskusi yang menggabungkan siswa yang pandai dan siswa yang kurang
pandai
3) Siswa semakin berani untuk bertanya, mengungkapkan pendapat, dan
menanggappi pertanyaan atau hasil diskusi kelompok lain dengan
adanya pemberian reward;
4) Siswa terbiasa dengan kegiatan mempresentasikan hasil diskusi
kelompok, tanpa harus ditunjuk oleh guru setiap kelompok mengajukan
diri untuk maju mempresentasikan hasil diskusinya terlebih dahulu.
41

Berdasarkan tabel 13 aktivitas mengajar guru mengalami peningkatan


yang optimal. Guru sangat baik dalam menciptakan suasana belajar yang
mengaktifkan siswa, selain itu terdapat peningkatan pada kegiatan guru
memotivsi siswa untuk bertanya yang mengakibatkan adanya peningkatan
pada aktivitas bertanya siswa.
Selain hasil observasi yang berupa aktivitas kegiatan siswa dan guru,
peneliti akan memaparkan hasil belajar siswa.
Tabel 14. Hasil Belajar Siklus 2
Data Nilai
Jumlah siswa 25
Rata – rata nilai 87
Jumlah siswa yang tuntas 23 (92 %)
Jumlah siswa yang tidak tuntas 2 (8%)

Berdasarkan table di atas dapat diketahui bahwa siklus 2sebanyak 23


siswa atau 92% telah tuntas belajar dibandingkan data nilai siklus 1
sebanyak 9 siswa atau 36%,dan siklus 2 sebanyak 2 siswa atau 8 % belum
tuntas belajar dibandingkan data nilai siklus 1 sebanyak 16 siswa atau
64%.Berdasarkan hasil rerata yang diperoleh tersebut dapat dikatakan terjadi
peningkatan sebesar 87 pada siklus 2. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat
disimpulkan bahwa penelitian ini telah mencapai indikator keberhasilan
penelitian yaitu 80% siswa mempunyai ketuntasan belajar minimal pada
kategori tuntas belajar, sehingga tidak perlu adanya tindakan lanjut pada
siklus selanjutnya
d. Refleksi Siklus 2
Kegiatan refleksi dimaksudkan untuk mengetahui apakah tindakan
yang dilakukan pada siklus II sudah memenuhi indikator keberhasilan
penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya. Dari hasil refleksi yang
diperoleh menunjukan adanya perbaikan dan peningkatan hasil pada siklus
II. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan pada aktivitas belajar siswa dan
aktivitas mengajar guru serta peningakatn hasil belajar siswa pada tes akhir
42

siklus 2 yang telah mencapai target indikator keberhasilan yang telah


ditetapkan. Berdasarkan hasil refleksi, penelitian pada siklus 2 dikatakan
sudah berhasil karena sudah memenuhi dua indikator keberhasilan tindakan
yang telah ditetapkan, yaitu 80% siswa mencapai nilai KKM dan adanya
peningakatn aktivitas belajar siswa, maka pemberian tindakan pada
penelitian diakhiri pada siklus 2. Berdasarkan diskusi peneliti dengan
observer dengan memperhatikan data-data yang telah diperoleh maka
diperoleh hasil sebagai berikut:
1) Guru mampu menciptakan suasana belajar yang mengaktifkan siswa
dengan memanfaatkan media/alat belajar yang ada di sekitar siswa dan
melibatkan siswa secara langsung dalam menemukan konsep materi
yang akan dipelari
2) Penggunakaan masalah kontekstual yang ada pada keseharian siswa
mampu memotivasi san membuat siswa merasa tertantang untuk
menemukan penyelesaiannya.
3) Kegiatan diskusi yang dilakukan pada setiap pertemuan dapat
memotivasi siswa untuk bekerja sama dan terlibat secara aktif dalam
kelompoknya untuk menemukan penyelesaian dari masalah yang
diberikan guru
4) Penggunaan masalah dan model kontekstual yang diterapkan guru pada
pembelajaran matematika memudahkan siswa untuk memahami materi
yang disampaikan
5) Siswa terbiasa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan
kelas dan berdiskusi dengan kelompok lain untuk memperoleh jawaban
yang tepat dari permasalahan yang didiskusikan
6) Guru telah mampu memotivasi siswa untuk berani bertanya,
mengungkapkan pendapatnya, dan menanggapi pertanyaan dari siswa
lain ataupun hasil diskusi kelompok lain.
43

7) Rata-rata nilai siswa berdasarkan tes akhir siklus 2 sebesar 87


meningkat dari hasil tes akhir siklus 1 dengan rata-rata nilai siswa
sebesar 59
8) 23 siswa mencapai nilai KKM pada tes akhir siklus 2 atau mencapai
92% dan 2 siswa belum mencapai nilai KKM pada tes akhir siklus atau
mencapai 8%
B. Pembahasan
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil
belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan menggunakan model
pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Penelitian ini dilaksanakan di
kelas V SDN 30/X Kampung Laut dengan menerapkan model pembelajaran
matematika realistik dalam pembelajaran ini dari yang semula proses pembelajaran
bersifat monoton dan membosankan, menjadi lebih menyenangkan, tidak
menegangkan, memberikan kemudahan dan menumbuhkan minat siswa terhadap
pembelajaran matematika dikelas.
Penelitian Tindakan Kelas meliputi 2 siklus yang terdiri dari siklus 1dan siklus
2.Setiap siklus terdiri dari beberapa tahap, yaitu tahap perencanaan, tindakan,
observasi, dan refleksi. Pada siklus 2 tahap-tahap yang dilakukan merupakan
perbaikan pada siklus sebelumnya. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini terdiri
dari data tes yang berupa tes uraian pada ranah kognitif. Hasil dari kedua siklus
tersebut digunakan untuk mengetahui peningkatan ketuntasan belajar siswa dengan
menggunakan model pembelajaran matematika realistik.
Data yang diperoleh sebelum dan setelah dilaksanakan tindakan menunjukkan
adanya peningkatan ketuntasan belajar siswa yang ditunjukkan dengan hasil belajar
siswa. Sebelum diterapkannya model pembelajaran matematika realistic diperoleh
hasil pra siklus, tingkat Ketuntasan belajar terdapat 8 siswa atau 32% tuntas belajar
dan 17 siswa atau 68% belum tuntas belajar. Namun setelah pembelajaran dengan
menggunakan model pembelajaran matematika realistik pada siklus 1 dan 2 diperoleh
data bahwa ketuntasan belajar siswa meningkat.
44

Kegiatan diskusi kelompok yang dilakukan dalam setiap pertemuan membuat


siswa terbiasa untuk bekerja sama dengan siswa lain, berani mengemukakan
pendapat, dan mendiskusikan suatu permasalahan untuk menemukanpenyelesaiannya.
Selain itu siswa dituntut untuk berani mempresentasikan hasil diskusi kelompok di
depan siswa lainnya. Hal ini terbukti berdasarkan hasil observasi aktivitas belajar
siswa yang dilakukan pada siklus 1 mencapai 54% dan mengalami peningkatan pada
siklus 2 menjadi 88%
Sejalan dengan peningkatan aktivitas belajar siswa dengan penerapan model
pendidikan matematika realistik Indonesia, hal serupa terjadi pada tes hasil belajar
siswa. Hal ini terbukti berdasarkan hasil tes akhir siklus 1 diperoleh rata-rata nilai
siswa sebesar 59 dan terjadi peningkatan pada tes akhir siklus 2 dengan diperoleh
rata-rata nilai siswa sebesar 87. Selain peningakatn rata-rata nilai siswa, tingkat
ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan sebesar 56%. Pada siklus 1
tingkat ketuntatasn siswa mencapai 36% dan pada siklus 2 mengalami peningkatan
menjadi 92%.
Meninjau dari hasil proses belajar selama dua siklus ini dihasilkan peningkatan
kategori hasil belajar siswa menggunakan model pendidikan matematika realistik
Indonesia. Adapun rangkuman peningkatan dari pra siklus, siklus 1 dan siklus 2 dapat
dilihat pada diagram berikut :
25

20

15
Tuntas
10 Tidak Tuntas

0
Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2

Gambar 2. Hasil Ketuntasan Belajar Siswa


45

Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar setelah


menggunakan model pembelajaran Matematika Realistik Indonesia pada mata
pelajaran matematika. Hasil ini sesuai dengan teori yang telah dipaparkan Suwarsono,
(Hadi, 2003:24) bahwa kelebihan pembelajaran dengan menggunakan Pendidikan
Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dapat memberikan pengertian yang jelas
kepada siswa tentang keterkaitan antara matematika dengan kehidupan sehari-hari
dan tentang kegunaan matematika pada umumnya bagi manusia