Anda di halaman 1dari 10

PROMOTOR Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Vol. 2 No. 3, Juni 2019

IMPLEMENTASI PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN


PENDEKATAN KELUARGA (PIS-PK) DI PUSKESMAS MULYAHARJA
KOTA BOGOR TAHUN 2018

Akbar Fauzan1), Indira Chotimah2), Rachma Hidana3)

1)
Manajemen Pelayanan Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan,
Universitas Ibn Khaldun Bogor.
Email :akbarfauzan68@gmail.com
2)
Manajemen Pelayanan Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan,
Universitas Ibn Khaldun Bogor.
Email: indira.chotimah@gmail.com
3)
Manajemen Pelayanan Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan,
Universitas Ibn Khaldun Bogor.
Email : rachma.hidana@gmail.com

Abstrak
Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) adalah Program prioritas
Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas. Program Indonesia sehat merupakan
salah satu sasaran yang ingin di capai dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah
Nasional (RPJMN) 2015-2019. Tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatkan derajat kesehatan
dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang di dukung
dengan perlindungan finansial dan pemeratan pelyanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui Implementasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga di Puskesmas
Mulyaharja tahun 2018.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Deskriptif Kualitatif
yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa teks, naratif, kata- kata baik secara
tertulis maupun lisan dari informan serta perilaku yang diamati. Pendekatan yang digunakan adalah
studi kasus dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan
telaah dokumen. Penelitian menggunakan alat perekam suara, kamera, kertas dan alat tulis untuk
membantu proses wawancara.Hasil penelitian didapatkan bahwa Implementasi Program Indonesia
sehat dengan Pendekatan keluarga (PIS-PK) sudah dilaksanakan sesuai dengan konsep yang di telah
di tetapkan oleh Puskesmas, Permenkes no 39 tahun 2016 berjalan dengan lancar. Simpulan dari
peneliti masih ada kendala dalam memasukan data yang dilakukan Puskesmas Mulyaharja, jumlah
SDM yang kurang memadai dan dalam pelaksanaan masih kurangnya sarana dan prasarana yang di
butuhkan oleh surveyor. Disarankan sebaiknya Puskesmas mengadakan sarana dan prasarana sesuai
dengan jumlah SDM yang tersedia untuk melaksanakan PIS-PK.

KataKunci: Implementasi, Keluarga Sehat, Pendekatan Keluarga

Pendahuluan
Kesehatan merupakan hak dasar setiap sebuah bangsa. Tujuan pembangunan
warga negara. Kesehatan juga merupakan kesehatan adalah meningkatnya kesadaran,
investasi untuk mendukung pembangunan kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi

172
http://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/PROMOTOR
setiap orang agar meningkatnya derajat perorangan tingkat pertama, dengan lebih
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya mengutamakan upaya promotif dan preventif,
dapat terwujud pembangunan kesehatan harus untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat
dipandang sebagai suatu investasi untuk yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya
meningkatkan kualitas sumber daya manusia (Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75
sesuai dengan amanat undang-undang nomor Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan
36 tahun 2009 tentang kesehatan. Masyarakat). Puskesmas bertanggung jawab
Pembangunan kesehatan pada hakekatnya atas satu wilayah administrasi pemerintahan,
merupakan upaya yang di laksanakan oleh yakni kecamatan atau bagian dari kecamatan.
semua komponen bangsa yang bertujuan Di setiap kecamatan harus terdapat minimal
untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan satu Puskesmas. Peran puskemas dalam PIS-
kemampuan hidup sehat bagi semua orang PK ini adalah melakukan perubahan
agar terwujud derajat kesehatan masyarakat paradigma kearah paradigma sehat,
yang setinggi-tingginya. Keberhasilan Berdasarkan prinsip paradigma sehat,
pembangunan kesehatan sangat ditentukan Puskesmas wajib mendorong seluruh
oleh kesinambungan antar upaya program dan pemangku kepentingan untuk berkomitmen
sektor, serta kesinambungan dengan upaya– dalam upaya mencegah dan mengurangi
upaya yang telah dilaksanakan dalam periode resiko keshetan yang dihadapi individu,
sebelumnya. (Kemenkes. 2016) keluarga, kelompok dan masyrakat.
Program Indonesia sehat merupakan Puskesmas mulyaharja dipillih sebagai
salah satu sasaran yang ingin di capai dalam tempat penelitian karena puskemas tersebut
Rencana Pembangunan Jangka Panjang baru akan melaksanakan Program Indonesia
Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada 28
Tujuan yang ingin dicapai adalah juli – 26 Agustus 2018. Selain itu juga,
meningkatkan derajat kesehatan dan status dikatakan bahwa terdapat permasalahan di
gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan puskesmas tersebut, yaitu kurangnya sumber
pemberdayaan masyarakat yang di dukung daya manusia untuk melaksanakan PIS-PK,
dengan perlindungan finansial dan pemeratan kurangnya alat kesehatan yang di butuhkan
pelyanan kesehatan. Progam lainnya adalah untuk melakukan pendekatan keluarga,
Program Indonesia Pintar, Program Indonesia kurangnya komputer untuk mengentry data
Kerja, dan Program Indonesia Sejahtera. yang akan di input setelah mengambil
Program Indonesia sehat ini selanjutnya pendataan keluarga sehat,. Berdasarkan
dituangkan dalam bentuk Rencana Strategis permasalahan yang peneliti temui, maka
Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019 peneliti tertarik dan merasa perlu untuk
Keputusan Menteri kesehatan R.I. Nomor mengetahui Implementasi Program Indonesia
HK.02.02/Menkes/52/2015. Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan di Puskemas Mulyaharja Kota Bogor tahun
kesehatan yang menyelenggarakan upaya 2018.
kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan

Metode Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Metode penelitian yang digunakan dalam
Puskesmas Mulyaharja Kota Bogor tahun penelitian ini adalah Metode Deskriptif
2018 pada bulan Agustus- September 2018. Kualitatif. Informan dipilih berdasarkan

173
pengetahuan yang dimiliki berkaitan dengan data sekunder melalui telaah dokumen.
topik penelitian yang terdiri dari 4 informan Instrumen yang digunakan pada penelitian ini
yaitu: Kepala Puskesmas, Penanggung Jawab adalah pedoman wawancara mendalam,
Program PIS-PK di Dinas Kesehatan Kota lembar telaah dokumen dan lembar observasi.
Bogor, Penanggung Jawab PIS-PK di Dalam melakukan wawancara mendalam,
Puskesmas, Pelaksana PIS-PK (surveyor). penelitian menggunakan alat perekam suara,
Teknik pengumpalan data dalam penelitian kamera, kertas dan alat tulis untuk membantu
meliputi data primer melalui wawancara dan proses wawancara.

Hasil Penelitian
1. Input ada di wilayah kerja puskesmas sendirikan
Hasil data yang di dapat dari wawancara kira-kira ada sekitar 9000 lebih , nah untuk
mendalam kepada petugas Dinas Kesehatan pendataan itu kalo misalnya hanya
Kota Bogor bahwa sumber daya manusia mengandalkan dari team petugas kesehatan
banyak yang terlibat dalam pelaksanaan yang ada sebenarnya kurang”(I3)
program indonesia sehat dengan pendekatan Dari hasil penelitian yang dilakukan
keluarga adalah minimal 13 orang yang dengan menggunakan wawancara dan telaah
berasal dari puskesmas, lintas sektor, dokumen maka dapat disimpulkan jumlah
kecamatan, kelurahan, kader, masyarakat dan SDM dipuskesmas kurang memadai untuk
surveyor dari semua yang terlibat dalam melakukan Pelaksanaan PIS-PK hal ini
pelaksanaan PIS-PK ini saling berkaitan satu menyebabkan puskesmas meminta tambahan
sama lain untuk mendukung berjalannya orang berjumlah kurang lebih 20 orang.
pelaksanaan program dengan lancar, berikut Dalam menunjang para pelaksana
ini kutipan wawancaranya : (surveyor) untuk melaksanaan pendataan PIS-
”SDM nya semua dilibatkan ya terutama PK, ketersedian akan sarana dana prasarana
yang tenaga kesehatan, tapi juga melibatkan merupakan salah satu hal yang penting dan
tenaga yang non kesehatan jadi seperti itu, perlu diperhatikan.berdasarkan hasil
jadi semua kita libatkan terkait apa PIS-PK wawancara diketahui bahwa ketersedian
ini tapi kita lihat juga kondisi lapangan” (I1) kelengkapan sarana dan prasarana yang
Dalam keterlibatan pelaksanaan PIS-PK digunakan untuk menunjang pendataan PIS-
ada jumlah sumber daya manusia yang PK di wilayah kerja Puskesmas Mulyaharja
dibutuhkan oleh puskesmas untuk mengambil pada dasarnya sudah baik dan lengkap.
data yang berada di masyarakat, terkait Berikut kutipan wawancaranya:
dengan jumlah sumber daya manusia yang “kalau sarana dan prasarana sudah
ada di puskesmas itu masih kurang memadai kita coba maksimalkan yah untuk pendataan
dengan jumlah KK yang ada di masyarakat itu ini, terutama untuk para surveyor, terutama
setikar 9000 KK, jumlah tesebut tidak sesuai para surveyor yang akan turun kelapangan,
dengan jumlah surveyor hanya ada sekitar 20 jadi sarana dan prasarananya harus
orang. Pernyataan tersebut di dukung oleh memadai”(I3)
hasil wawancara dengan penanggung jawab Dari hasil wawancara dan observasi
program PIS-PK di puskesmas. Berikut hasil mengenai sarana dan prasarana. Maka dapat
kutipan wawancaranya: disimpulkan bahwa fasiltas yang digunakan
“kalau untuk SDM sebetulnya kurang yah untuk mendukung pelaksanaan PIS-PK sudah
untuk pendataan ,dilihat dari jumlah KK yang

174
cukup baik, hanya saja dalam pengadaan tensi tercapai kujungan sehat yang berada di
dan pembelian gadget masih kurang memadai. wilayah kerja puskesmas, mendapatkan data
Berdasarkan hasil wawancara yang yang di peoleh dari surveyor untuk di input
dilakukan oleh peneliti kepada informan dan juga mengetahui kondisi kesehatan
didapatkan bahwa pelaksanaan PIS-PK, keluarga dalam satu KK. Berikut kutipan
diketahui bahwa untuk melakukan pendataan wawancaranya:
kepada masyarakat itu menggunakan alat ”standar dan tujuan, ya standarnyakan
bantu untuk surveyor dalam memudahkan melaksanakan pendataan ini lancar ya tujuan
tugasnya, alat yang di sediakan oleh ada ya kita mendapatkan data dari lapangan
puskesmas sudah cukup memadai walaupun di input munculnya ke indeks kesehatan (iks)
masih ada kekurangan dari segi alat yang ujung-ujungnya kesitu, intinya sih itu”(I1)
disediakan.berikut kutipan wawacarnya: Dari hasil penelitian yang dilakukan
“alat yang digunakan untuk mendukung dengan wawancara mendalam, maka dapat
saya kira sudah memenuhi dengan baik ya , disimpulkan bahwa proses standar dan tujuan
walapun tidak semuanya terpenuhi” (I1) kebijakan dalam pelaksanaan PIS-PK di
Sementara itu dalam banyak alat yang Puskesmas Mulyaharja sudah melaksanakan
digunakan untuk mendukung pelaksanaan standar dan tujuan kebijakan dengan benar
PIS-PK ini kaya tensi, lembar balik, stiker dan dan sesuai dengan acuan yang ada di Dinas
ATK, dalam penggunaan alat masih Kesehatan.
mengalami kendala di karenakan oleh waktu Karakteristik organiasi merupakan
dan jumlah target di lapangan perharinya. bentuk dukungan yang diberikan oleh
Berikut hasil kutipan wawancara dengan pelaksana kebijakan atau suatu organisasi atau
infoman: intasi dalam bentuk SOP dan pencatatan dan
“Alat yang dipake saat pendataan pelaporan pelaksanaan PIS-PK di Puskesmas
banyak ya ada, tensi meter,form pengisian, Mulyaharja. dari hasil wawancara yang
ATK, komupter, stiker dan kendala ya banyak dilakukan dengan semua informan
surveyor tidak bisa menggunakan tensi, tidak menyatakan bahwa dalam pelaksanaan PIS-
menggunakan lembar balik juga, waktu juga, PK ini banyak lembaga lain mendukung untuk
jumlah target terlalu banyak” (I4) terlaksananya program ini di puskesmas
Berdasarkan hasil wawancara, maka mulyaharja. berikut hasil wawancaranya:
dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat “kita memang sesuai Permenkes no 39
dan pengadaan alat yang di sediakan tahun 2016 tentang PIS-PK ya sudah ada
puskesmas sudah cukup memadai, akan tetapi aturannya juga SOP juga, SK. terkait dengan
ada kendala yang dialami oleh surveyor dari perumahan yang sulit di data saya
segi waktu, beban target yang banyak serta berkoordinasi dengan lurah juga untuk
pemahaman surveyor dalam pelaksanaan di mengantisipasi penolakan ini agendanya apa
lapangan dan kondisi wilayah yang jauh. dan sebagainya, pak lurah juga memberikan
2. Proses edaran kepa masyarakatt terkait pelaksanaan
Standar dan tujuan merupakan sebagai PIS-PK” (I1)
proses pelaksanaan PIS-PK agar dapat Dari hasil penelitian yang dilakukan
berjalan seperti yang diinginkan oleh berbagai dengan wawancara mendalam kepada seluruh
pihak seperti Dinas Kesehatan maupun informan, maka dapat disimpulkan bahwa
Puskesmas itu sendiri. dalam standar dan pelaksanaan Karakteristik Organisai
tujuan yang dimiliki oleh Puskesmas yaitu Pelakasana sangat mendukung dengan adanya

175
pelaksanaan PIS-PK di Puskesmas oleh puskesmas masih kurang dan ketersedian
Mulyaharja bentuk dukungan yang diberikan fasilitas kurang memadai. Berikut hasil
oleh para lembaga yaitu SOP, SK, Surat wawacarnya dengan kepala puskesmas dan
Edaran. penanggung jawab PIS-PK:
Dalam pelaksanaan PIS-PK, kondisi “saya kira termasuk bagus ya, saya
lingkungan sosial, ekonomi, dan politik di pikir ini sudah bagus ya dengan tenaga yang
wilayah kerja puskesmas infroman sedemikian dan pendanaan sedemikian apa
mengatakan bahwa banyak masyarakat yang namanya menunaikan PIS-PK ini walaupun
merespon baik dengan kehadiran PIS-PK di masih banyak ya kekurangan sana-sini ya tapi
wilayah kerja Puskesmas Mulyaharja, tetapi kekurangan pasti adalah ya seperti itu tapi
banyak juga masyarakat yang menolak untuk saya kira sudah eeeuu cukup baguus ya
di data pada saat pelaksanaan berlangsung di seperti , sisi kekurangan pasti ada ya” (I1)
wilayahnya dan ada masyarakat yang Sementara itu, hasil wawancara dengan
mengatakan bahwa ini adalah kampanye penanggung jawab PIS-PK untuk masalah
Pilpers yang akan dilakukan pada tahun 2019. penginputan data yang telah dilakukan oleh
Berikut hasil wawancaranya: surveyor dilapangan dalam proses
“Ya kalau kondisi lingkungan sosial, penginputan oleh pihak puskesmas sendiri,
ekonomi dan politik bisa bermacam macam kendala yang di hadapi saat penginputan
ya pasti ada yang merespon dengan baik dan kurangnya komputer yang tersedia di
ada yang tidak” (I2) puskesmas. Berikut hasil wawancaranya:
Dari hasil penelitian yang dilakukan “kitakan dua kelurahan , dua kelurahan
dengan wawancara mendalam maka dapat itu satu bulan itu khusus untuk pendataan
disimpulkan bahwa kondisi lingkungan sosial, sudah berjalan nah dua kelurahan itu tinggal
ekonomi dan politik di wilayah kerja satu kelurahan lagi sih yang belum di input,
Puskesmas Mulyaharja merespon dengan baik yang sudah tuh eeeeuuuu pamoyanan sudah
dengan kehadiran PIS-PK akan tetapi masih semua, tinggal 1 kelurahan lagi ya doakan ya
ada penolakan dari masyarakat untuk semoga tahun ini kita beres atau bulan-bulan
pendaatn PIS-PK, hal ini menjadi kurang inilah atau mungkin bulan depan” (I3)
maksimal dalam melakukan pendataan. Pernyataan di ataspun didukung dengan
3. Output hasil wawancara kepada kepala puskesmas
Hasil Implementasi Program Indonesia bahwa penginputan yang dilakukan belum
Sehat dengan Pendekatan Keluarga di semua dimasukan ke aplikasi sebagai laporan.
Puskesmas Mulyaharja Berikut kutipan wawancaranya:
Berdarsarkan hasil wawancara “belum ya, Masih banyak yang kita
mendalam dan telaah dokumen dalam harus input” (I1)
pelaksanaan PIS-PK di Puskesmas Dari hasil penelitian dengan wawancara
Mulyaharja diketahui bahwa secara garis mendalam maka dapat disimpulan bahwa
besar pelaksanaan PIS-PK dalam waktu hasil implementasi program Indonesia sehat
kurang lebih 1 bulan sudah dilaksanakan dengan pendekatan keluarga (PIS-PK) di
dengan baik oleh puskesmas dan lancar Puskesmas Mulyaharja telah selesai
seperti konsep yang telah di tetapkan oleh dilaksanakan, hasil yang dicapai sesuai
Puskesmas maupun buku pedoman Program dengan konsep yang di telah di tatapkan
Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, puskesmas dan berjalan dengan lancar. Akan
walaupun jumlah surveyor yang dibutuhkan

176
tetapi masih ada kendala dalam penginputan
data yang dilakukan Puskesmas Mulyaharja.

Pembahasan
1. Input pelaksanaan PIS-PK sudah cukup baik, hanya
Berdasarkan penelitian diketahui bahwa saja dalam pengadaan tensi dan pembelian
jumlah SDM di puskesmas kurang memadai gadget masih kurang memadai. Tekait dengan
untuk melakukan Pelaksanaan PIS-PK. Hal hambatan yang ada di puskesmas karena
ini menyebabkan puskesmas membutuhkan jumlah dana yang kurang memadai, dana
tambahan SDM berjumlah kurang lebih 20 yang ada di puskesmas tidak bisa di pakai
orang yang berasal dari mahasiswa, sebagai sepenuhnya oleh pelaksanaan PIS-PK
tenaga kontrak selama kurang lebih 1 bulan sehingga kurangnya fasilitas yang digunakan
untuk pendataan PIS-PK di Puskemas kurang memadai.
Mulyaharja. Menurut Permenkes No.39 tentang PIS-
Menurut Permenekes No. 39 tahun 2016 PK tahun 2016, pelaksanaan PIS-PK oleh
Perekrutan petugas pendataan dilaksanakan puskesmas akan berjalan baik apa bila
oleh pihak Puskesmas berdasarkan pada melaksanakan langkah-langkah persiapan
analisis kebutuhan tenaga pendataan dengan yang meliputi Sosialisasi, Pengorganisasian,
mempertimbangkan aspek ketersediaan Pembiayaan, dan persiapan pendataan.
tenaga di Puskesmas, jumlah keluarga di Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa
wilayah kerja Puskesmas, luas wilayah kerja, puskesmas mulyaharja sudah melaksana
kondisi geografis wilayah kerja, dan langkah-langkah persiapan sesuai acuan yang
pendanaan. Perekrutan petugas pendataan di tetapkan Permenkes baik dari sosisalisasi
dapat dilaksanakan apabila hasil dari analisis kepada internal maupun ekstenal sudah
kebutuhan tenaga menyatakan bahwa melaksanaan sosialisasi akan ada pelaksanaan
membutuhkan tenaga tambahan. Petugas PIS-PK di Puskesmas Mulyaharja, dalam segi
pendataan yang direkrut adalah tenaga pengorganisasian puskesmas berkoordinasi
kesehatan maupun tenaga non kesehatan. dengan Kecamatan, Keluraham, RT,RW
Fasilitas fisik merupakan faktor penting dalam pelaksanaan ini, puskesmas sudah
dalam implementasi kebijkan. Implementor menyiadakan dana untuk pelaksanaan PIS-PK
mungkin mempunyai staf yang mencukupi, walaupun dana tersebut tidak sesuai yang
kapabel dan kompeten, tetapi tanpa adanya dianggarkan oleh puskesmas, pesiapan
fasilitas pendukung (sarana dan prasana) pendataan yang di lakukan puskesmas sudah
maka implementasi kebijakan tersebut tidak sesuai dengan yang acuan permenkes mulai
akan berhasil. Fasilitas yang sering di dari jumlah KK di lapangan, menyediakan
butuhkan terkait kinerja pelaksana (surveyor) SDM tambahan karena wilayah yang berada
dalam hal program PIS-PK ini berupa alat di Puskesmas Mulyaharja jauh dan SDM yang
tulis kantor, Pinkesga, Prokesga, alat entry tersedia kurang memadai, persiapan
manual (dengan tekonologi IT,tablet) serta instrumen untuk di bawa oleh surveyor
pembuatan dan fasilitasi komputerisasi untuk kelapangan, namun dalam penggunaan flyer
entry data. (Gojali, 2018) (lembar edukasi) tidak dilaksanakan oleh
Berdasarkan penelitian diketahui bahwa surveyor karena kurangnya waktu untuk
fasiltas yang digunakan untuk mendukung pemberian edukasi kepada masyarakat dan

177
jumlah target yang di tetapkan puskesmas yang penting disamping sumber daya manusia
terlalu banyak kepada setiap surveyor, dalam kompeten dan bekerja dengan baik, tetapi
segi pelaksanaan PIS-PK yang dilakukan sumber daya finansial berupa anggaran tidak
Puskesmas Mulyaharja kurang lebih 2 bulan tersedia atau tidak mencukupi maka menjadi
untuk pendataan program sudah dikatakan persoalan pelik untuk merealisasikan apa
tepat waktu, akan tetapi dalam hal yang hendak dituju oleh tujuan kebijakan
penginputan data yang sudah diambil oleh publik. Demikian dengan halnya sumber daya
surveyor belum sesuai dengan waktu yang waktu saat sumber daya manusia giat bekerja
ditetapkan oleh Puskesmas. dan anggaran dana berjalan dengan baik,
Alat merupakan benda yang tetapi terbentur dengan persoalan waktu yang
mempermudah surveyor dalam melakukan terlalu ketat, maka hal ini pun dapat menjadi
tugasnya saat pendataan keluarga sehat di penghambat atau ketidak berhasilan
wilayah, alat yang digunakan berupa implementasi kebijakan. (Agustino, 2014)
Pinkesga, Prokesga, tensi meter, lembar Sumber daya merupakan salah satu hal
baliK, dan stiker. (Permenkes, 2016) terpenting dalam rangka pelaksanaan
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pendekatan keluarga, selain sumber daya
alat yang digunakan untuk pelaksanaan PIS- adapun sumber dana yang dibutuh untuk
PK di puskesmas sudah memadai, akan tetapi pendataan keluarga sehat, dana yang
masih ada alat yang kurang untuk dibutuhkan oleh puskesmas kurang memadai
melaksanakan yaitu tensi untuk melakukan dalam pelakasana PIS-PK karena harus
tensi darah kepada masyarakat yang akan kita berbagi dengan program lain yang akan di
kunjungi. jalankan oleh puskesmas itu sendiri.
2. Proses Sedangkan dari sumber waktu dalam
Standar dan tujuan pelaksanaan PIS-PK pelaksanaan PIS-PK surveyor mengalami
ini adalah untuk meningkatkan derajat kendala karena tidak bisa melakukan
kesehatan yang ada diwilayah kerja pemberian edukasi memalui lembar balik
puskesmas mulyaharja dengan melakukan yang disediakan oleh Puskesmas.
pendataan keluarga sehat adapun terkait Berdasarkan penelitian diketahui bahwa
dengan tujuan yang di capai adalah megetahui pelaksanaan Karakteristik Organisai
IKS (indeks keluarga sehat) 1 keluarga yang Pelakasana sangat mendukung dengan adanya
di data oleh surveyor. Berdasarkan hasil pelaksanaan PIS-PK di Puskesmas
penelitian diketahui bahwa proses standar dan Mulyaharja bentuk dukungan yang diberikan
tujuan kebijakan dalam pelaksanaan PIS-PK oleh para lembaga yaitu SOP, SK, Surat
di Puskesmas Mulyaharja sudah Edaran. Hal ini dilakukan karena untuk
melaksanakan standar dan tujuan kebijakan memudahkan surveyor untuk melakukan
dengan benar dan sesuai dengan acuan yang pendataan diwilayah kerja puskesmas
ada di Dinas Kesehatan. mulyaharja.Menurut Edward III, 1980 dalam
Keberhasilan implementasi kebijakan winarno (2010) mengemukakan
sangat tergantung dari kemampuan “kecenderungan-kecenderungan atau disposisi
memanfaatkan sumber daya yang tersedia. merupakan salah satu faktor yang mempunyai
Salah satunya adalah sumber daya manusia mempunyai konsekuensi penting bagi
yang merupakan bagian terpenting dalam implementasi kebijakan yang efektif”. Jika
pencapaian keberhasilan proses implementasi, para pelaksana mempunyai kecenderungan
Sumber daya finansial juga merupakan hal atau sikap positif atau adanya dukungan

178
terhadap implementasi kebijakan maka suatu hasil yang sesuai dengan tujuan atau
terdapat kemungkinan yang besar sasaran kebijakan itu sendiri. (Agustino,
implementasi kebijakan akan terlaksana 2014). Program Indonesia Sehat merupakan
sesuai dengan keputusan awal. salah satu program dari agenda ke-5 Nawa
Berdasarkan hasil penelitian diketahui Cita, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup
bahwa sikap (disposisi) pelaksana semua Manusia Indonesia. Program inididukung oleh
netral dan tidak ada yang menolak dalam program sektoral lainnya yaitu Program
pelaksana melakukan tugas yang sudah di Indonesia Pintar,Program Indonesia Kerja,
tetapkan oleh puskesmas. Walaupun masih dan Program Indonesia Sejahtera. Program
ada hambatan dalam sikap (disposisi) IndonesiaSehat selanjutnya menjadi program
pelaksana yang berada dilapangan maupun di utama Pembangunan Kesehatan
puskesmas. yangkemudian direncanakan pencapaiannya
Menurut Van Meter dan Van Horn melalui Rencana Strategis
dalam agustinus (2014) sikap penerimaan atau (Renstra)Kementerian Kesehatan Tahun
penolakan dari agen pelaksana kebijakan 2015-2019, yang ditetapkan melalui
sangat mempengaruhi keberhasilan atau KeputusanMenteri Kesehatan R.I. Nomor
kegagalan implementasi kebijakan publik. Hal HK.02.02/Menkes/52/2015.
ini sangat mungkin terjadi karnea kebijakan (Permenkes,2016)
yang dilaksanakan bukanlah hasil formulasi Pendekatan keluarga adalah salah satu
warga setempat yang mengenal betul cara Puskesmas untuk meningkatkan
permasalahan dan persoalan yang mereka jangkauan sasaran dan
rasakan. Tetapi kebijakan public biasannya melakukan/meningkatkan akses pelayanan
bersifat top down yang sangat mungkin para kesehatan di wilayah kerjanya dengan
pengambil keputusan tidak diketahui bahkan mendatangi keluarga. Puskesmas tidak hanya
tak mampu menyentuh kebutuhan, keinginan menyelenggarakan pelayanan kesehatan di
atau permasalahan yang harus diselesaikan. dalam gedung, melainkan juga keluar gedung
Berdasarkan hasil penelitian bahwa dengan mengunjungi keluarga di wilayah
kondisi lingkungan sosial, ekonomi dan kerjanya. (Permenkes, 2016)
politik di wilayah kerja Puskesmas Puskesmas Mulyaharja telah
Mulyaharja merespon dengan baik dengan melaksanakan PIS-PK pada bulan Juli-
kehadiran PIS-PK akan tetapi masih ada Agustus 2018 dalam pelaksanaan diketahui
penolakan dari masyarakat untuk pendataan bahwa hasil implementasi program Indonesia
PIS-PK, hal ini menjadi kurang maksimal sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK)
dalam melakukan pendataan. di Puskesmas Mulyaharja telah selesai
3. Output dilaksanakan, hasil yang dicapai sesuai
Hasil Implementasi Program Indonesia dengan konsep yang di telah di tatapkan
Sehat dengan Pendekatan Keluarga puskesmas dan berjalan dengan lancar. Akan
(PIS-PK) di Puskesmas Mulyaharja tetapi masih ada kendala dalam menginput
Implementasi merupakan suatu proses data yang dilakukan Puskesmas Mulyaharja
yang dinamis, dimana pelaksana kebijakan dan dalam pelaksanaan masih kurangnya
melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, sarana dan prasarana yang di butuhkan oleh
sehingga pada akhirnya akan mendapatkan surveyor dalam pelaksanaan dilapangan.

179
Kesimpulan
1. Input Pelakasana sangat mendukung dengan adanya
Sumber daya manusia yang tersedia pelaksanaan PIS-PK di Puskesmas
dalam pelaksanaan PIS-PK di Puskesmas Mulyaharja bentuk dukungan yang diberikan
Mulyaharja kurang memadai, sehingga beban oleh para lembaga yaitu SK, dan Surat
kerja yang dimiliki menjadi lebih.Terkait Edaran.Sikap (disposisi) pelaksana semua
dengan penganggaran yang sudah di netral dan tidak ada yang menolak dalam
rencanakan oleh puskesmas, banyak hal yang pelaksana melakukan tugas yang sudah di
tidak tercover dalam penganggaran tersebut. tetapkan oleh puskesmas. Walaupun masih
Sarana dan Prasarana dalam pelaksanaan PIS- ada hambatan dalam sikap (disposisi)
PK sudah memadai, akan tetapi masih ada pelaksana (surveyor) yang berada dilapangan
sarana dan prasarana yang belum terpenuhi maupun di puskesmas. Lingkungan sosial,
yaitu dalam pengadaan tensi dan pembelian ekonomi dan politik di wilayah kerja
gadget masih kurang memadai.Pelaksanaan Puskesmas Mulyaharja merespon dengan baik
PIS-PK di Puskesmas Mulyaharja sudah dengan kehadiran PIS-PK akan tetapi masih
sesuai dengan prosedur yang di tetapkan oleh ada penolakan dari masyarakat untuk
Dinas Kesehatan Kota Bogor.Penggunaan alat pendataan PIS-PK, hal ini menjadi kurang
dan pengadaan alat yang di sediakan maksimal dalam melakukan pendataan.
puskesmas sudah cukup memadai, akan tetapi 3. Output
ada kendala yang dialami oleh surveyor dari Puskesmas Mulyaharja telah
segi waktu, beban target yang banyak serta melaksanakan PIS-PK pada bulan Juli-
pemahaman surveyor dalam pelaksanaan di Agustus 2018 dalam pelaksanaan diketahui
lapangan dan kondisi wilayah yang jauh. bahwa hasil implementasi program Indonesia
2. Proses sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK)
Standar dan tujuan kebijakan dalam di Puskesmas Mulyaharja telah selesai
pelaksanaan PIS-PK di Puskesmas dilaksanakan, hasil yang dicapai sesuai
Mulyaharja sudah melaksanakan standar dan dengan konsep yang di telah di tetapkan
tujuan kebijakan dengan benar dan sesuai puskesmas dan berjalan dengan lancar. Akan
dengan acuan yang ada di Dinas tetapi masih ada kendala dalam menginput
Kesehatan.Jumlah sumber daya manusia data yang dilakukan Puskesmas Mulyaharja
untuk melakukan pelaksanaan PIS-PK masih dan dalam pelaksanaan masih kurangnya
kurang memadai hal ini surveyor memiliki sarana dan prasarana yang di butuhkan oleh
beban kerja yang lebih dilapangan. surveyor dalam pelaksanaan dilapangan.
Pelaksanaan Karakteristik Organisai

173
Referensi
[1] Agni. (2018). Kesiapan daerah istimewa Sehat dengan Pendekatan Keluarga.
Yogyakarta dalam penerapan Program Jakarta: Kemenkes RI
Indonesia dengan Kesehatan Keluarga. [13] Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Jurnal Formil (Forrum Ilmiah) KesMas Indonesia Nomor 66 tahun 2017 tentang
puskesmas--lokus-program-indonesia- Petunjuk Operasional Penggunaan Dana
sehat-%E2%80%93-pendekatan- Alokasi Khusus Fisik Bidang Kesehatan
keluarga-pispk-3629.html Tahun Anggaran 2018. Jakarta:
[2] Agustino (2014) .Dasar- Dasar Kemenkes RIPublisher.
Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta [14] Pusdatin. (2017. 12 september) Buletin
[3] Ayuningtyas (2014). Kebijakan PIS-PK. Diperoleh 19 september 2018,
kesehatan prinsip dan praktik. Jakarta: dari
RajaGrafindo Persada http://www.pusdatin.kemkes.go.id/articl
[4] Azwar .(2010). Pengantar administrasi e/view/17091200002/buletin-pis-
kesehatan. Tanggerang:Bina Rupa pk.html
Aksara Respati. Volume 3. Nomor 1. April
[5] Bangun. (2010). Manajemen Sumber 2018
Daya Manusia. Jakarta: Erlangga [15] Rojali dkk. (2018). survey on the
[6] Dian. (2017). Gambaran sistem implementasion of Indonesia healthy
pelayanan rawat jalan di poliklinik progam in cluwak District Pati
internis rumah sakit salak bogor. Regency, Central Java Province.
[7] Ernawati 2018. Analsisis Persiapan international Journal of Innovative
Implementasi Prorgam Indonesia Sehat Research in Science, Engineering and
dengan Pendekatan Keluarga (Indikator Technology. Vol. 7, Issue 3, March
8 ) : Kesehatan Jiwa. Depok. 2018
Universitas Indonesia [16] Gojali 2018. Analisis implementasi
[8] Kementerian Kesehatan RI. (2016). kebijakan program sehat dengan
Buku Pedoman Program Indonesia pendekatan keluarga (PIS-PK) di
Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Kabupaten Bandung. Depok:
Jakarta: Kemenkes RI Universitas Indonesia
[9] Laelasari dkk (2017). Evaluasi [17] Tachjan,H. (2006). Implementasi
persiapan pelaksanaan Program kebijakan Publik.Bandung: AIPL
Indonesia Sehat dengan Pendekatan [18] Widaturrahmah 2017. Gambaran
Keluarga. Jurnal Ekologi kesehatan vol. Implementasi Program Expanding
16 No 2, September 2017: 57-72 Maternal and Neonatal Survival
[10] Martha, E., & Kresno, S. (2016). (EMAS) di Puskesmas Kabupaten
Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Tangerang. Jakarta: Universitas Islam
Bidang Kesehatan. Jakarta: PT. Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah.
RajaGrafindo Persada. [19] Winarno (2010). Teori dan Proses
[11] Peraturan Menteri Kesehatan No 75 kebijakan Publik.Yogyakarta: Media
tahun 2014 tentang Puskesmas. Pressindo
Jakarta:Depkes
[12] Peraturan Menteri kesehatan Nomor 39
tahun 2016 tentang Program Indonesia

181