Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM LABORATORIUM

TEKNIK KIMIA
FILTER TESTING UNIT
Dosen pembimbing: Harita Nurwahyu Chamidy, LRSC.,MT

Disusun Oleh :
Kelompok 1
Aisyah Hauraina A (171424003)
Gamaliel Tanaka (171424012)
Syifa Ruri Sandyanti (171424031)

2A / D4- TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2018/2019
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
karunia-Nya. Sehingga kami dari kelompok 1 dapat melaksanakan praktikum dan
menyelesaikannya dengan baik. Sehingga akhirnya tersusunlah sebuah laporan lengkap
praktikum Filter Testing Unit ini. Laporan ini telah kami susun dengan sistematis dan sebaik
mungkin. Hal ini bertujuan untuk memenuhi tugas praktikum Laboratorium Teknik Kimia.

Dengan selesainya laporan lengkap praktikum ini,maka kami tidak lupa megucapkan
banyak terima kasih kepada Bapak Harita Nurwahyu Chamidy, LRSC.,MT, selaku dosen
pembimbing praktikum Filter Testing Unit, yang berkenan membantu selama berjalannya
praktikum.

Demikian ini laporan praktikum Filter Testing Unit yang telah kami buat. Kami
mohon kritik dan sarannya apabila terdapat kekurangan dalam penyusunan laporan ini.
Semoga laporan praktikum ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Juga bermanfaat bagi
kami selaku penulis.

Wassalamu’alaikum

Bandung, 25 Oktober 2019

Penyusun
Kelompok 1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Salah satu proses penting dalam ilmu teknik kimia adalah separasi yaitu, suatu
proses pemisahan komponen-komponen dari satu campuran sehingga menjadi fraksi-
fraksi individual. Bila campuran komponen tersebut adalah fluida dan padatan maka
proses ini lebih dikenal dengan filtrasi1.
Proses filtrasi dilakukan apabila proses pemisahan campuran padatan-cairan
tidak dapat dilakukan dengan proses sedimentasi gravitasi atau kecepatan
pengendapan partikel padatnya lambat. Untuk proses filtrasi dari slurry yang banyak
mengandung air, proses filtrasi ini bertujuan untuk mengurangi kadar air (dewatering).
Operasi filtrasi termasuk salah satu dari proses klasifikasi pemisahan secara fisik-
mekanik.
Pada sebagian industri, partikel padatannyalah yang diperlukan, sedangkan
pada pengolahan limbah industri, filtratnya yang diambil untuk diolah pada proses
selanjutnya. Oleh karena itu, operasi yang lebih kompleks digunakan untuk
memisahkan suspensi dalam jumlah besar dan kondisi beragam dalam skala industri.

1.2 Tujuan Percobaan


1. Memahami dan mampu mengoperasikan peralatan Filter Testing Unit.
2. Melakukan proses filtrasi pada tekanan tetap terhadap volume filtrate yang
dihasilkan,serta melakukan proses filtrasi pada variasi tekanan lain.
3. Menghitung koefisien tahanan cake (∝) dan tahanan medium (Rm) pada tekanan
tetap pada variasi tekanan.
4. Menganalisis pengaruh tekanan terhadap kualitas hasil filtrasi.

1
Yuli Darni, Pemisahan Campuran Heterogen 1 (Bandar Lampung : Tekkim Publishing, 2016) hlm. 37.
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Filtrasi
Filtrasi merupakan salah satu metode pemisahan zat padat dari suspense menggunakan
perbedaan tekanan sehingga fluida dalat mengalir melalu lubang berpori medium filter dan
padatan akan tertahan pada permukaan filter. Hal ini menyebabkan terbentuknya lapisan
partikel padat (cake). Proses filtrasi bekerja secara efisien setelah adanya partikel-partikel yang
terkumpul pada medium penyaringan.2

Gambar 2.1. Skema Filtrasi Skala Laboratorium


Prinsip filtrasi sederhana skala laboratorium dapat dilihat pada Gambar 2.1.. Pada gambar
tersebut dapat dilihat bahwa suspensi mengalir melalui medium filter. Mula-mula, filtrat yang
dihasilkan mempunyai laju alir besar dengan kualitas filtrat yang tidak begitu jernih.
Seiring dengan terbentuknya lapisan partikel padat (cake), laju filtrasi semakin
menurun tetapi kualitas filtrat semakin jernih. Hal ini disebabkan cake yang terbentuk
berfungsi juga sebagai penyaring. Lapisan cake yang terbentuk akan semakin tebal
yang mengakibatkan laju filtrasi mengecil3. Maka dari itu diperlukan pengendalian berupa
tekanan untuk mengontrol laju filtrasi.

2.2. Filter Testing Unit


Alat Filter Testing Unit merupakan peralatan fitrasi yang memanfaatkan tekanan
vakum untuk menarik suspensi tertarik menuju ruang filtrat. Metode ini serupa dengan
corong Buchner yang dihungkan dengan water jet untuk memvakumkan4. Oleh karena

2
Christie J. Geankoplis, Transport Process and Unit Operation (US America: Ally and Bacon Inc., 1983) hlm.
801-802
3
Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Bandung, Petunjuk Praktikum Laboratorium Teknik Kimia 1 (Bandung :
Jurusan Teknik Kimia POLBAN, 2017) hlm.65.
4
Ibid, hlm 66.
itu, pengoperasian Filter Testing Unit bergantung pada luas filter dan tekanan vakum
yang digunakan.
Operasi filtrasi menggunakan Filter Testing Unit dilakukan secara batch pada
tekanan konstan dengan metode vakum. Umpan slurry dipompa dengan pompa
peristaltic dan dialirkan menuju ruang filrasi dimana pada bagian filtrat keluar
dikondisikan dalam keadaan vakum. Karena kondisi demikian, filtrate tertarik menuju
ruang penampung filtrat (yang dikondisikan dalam keadaan vakum) dan padatan
menempel pada media filter. Satu siklus proses filtrasi sudah selesai, apabila pori-pori
media filter sudah penuh (tertutup) oleh padatan5.

Gambar 2.2. Proses filtrasi oleh Filter Testing Unit

Pada proses filtrasi yang menggunakan tekanan tetap, persamaan yang digunakan
untuk menghitung harga tahanan cake dan tahanan medium filter adalah sebagai
berikut6.
Koefisien tahanan cake
𝐾𝑝 𝐴2 (−∆𝑃)
𝛼=
𝜇𝑐

Koefisien tahanan medium filter


𝐵𝐴(−∆𝑃)
𝑅𝑚 = …………………………….. (1)
𝜇

𝛼 = 𝛼0 (−∆𝑃)𝑠 ……………………………………. (2)


log 𝛼 = log 𝛼0 + 𝑠 log (−∆𝑃)
𝑅𝑚 = 𝑅𝑚0 (−∆𝑃)𝑛 ………………………………...(3)
log 𝑅𝑚 = log 𝑅𝑚0 + 𝑛 log (−∆𝑃)

5
Sindan, dkk, “Filter Testing Unit” (2014), hlm. 2.
6
Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Bandung, hlm.66-68.
Keterangan :
t = waktu filtrasi (dalam detik [ s ])
V = volume filtrat yang dihasilkan saat t (dalam m3)
 = koefisien tahanan cake (dalam m/kg)
Rm = koefisien medium filter (dalam m-1)
 = viskositas filtrat (dalam Pa s atau kg/m.s)
A = luas total medium filter (dalam m2)
ΔP = perbedaan tekanan (dalam N/ m2 atau kg/m.s2)
Cs = konsentrasi slurry (dalam kg/m3)

Gambar 2.3. Hubungan Konstanta pada Filtrasi dengan Tekanan Tetap


BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM

3.1. Alat Utama dan Pendukung


3.1.1. Alat Utama

Gambar 3.1.1. Alat Penyaringan Metoda Vakum

3.1.2. Alat Pendukung


1. Kertas saring
2. Pompa vakum
3. Stop watch
4. Ember plastik
5. Kertas timbang
6. Neraca teknis
7. Gelas kimia
Gambar 3.1.2. Sekma Alat Penyaringan Metoda Vakum

3.2. Bahan yang Diperlukan


1. Tepung tapioca atau CaCO3
2. Air

3.3. Prosedur Kerja


3.3.1. Rancangan Percobaan

Mulai

Membuat suspensi tepung tapioka atau CaCO3 3%

Melakukan Proses Penyaringan

Selesai

Gambar 3.3.1. Diagram Alir Rancangan Percobaan


3.3.2. Prosedur Kerja

Mulai

Pasang kertas filter di atas alat filter glass (support)


dan Letakkan pada peralatan FTU

Rapatkan sekrup dan periksa semua sambungan

Ya
Apakah ada
kebocoran?

Tidak

Atur tekanan vakum

Hidupkan pompa peristaltik

Catat waktu untuk setiap


Amati filtrat yang diperoleh 0,5 liter filtrat yang
diperoleh

Belum
Apakah filtrat sudah
mencapai 5 liter?

Sudah

Matikan pompa peristaltik

Buka filter glass

Ukur :
Ambil kertas filter dengan hati-hati - Luas cake
- Ketebalan cake

Selesai

Gambar 3.3.2. Diagram Alir Prosedur Kerja


3.4. Keselamatan Kerja
1. Larutan kapur atau tepung tapioka harus segera dibersihkan dari peralatan setelah
selesai praktikum karena akan mengotori peralatan terutama pompa. Lapisan kapur
yang terbentuk mengakibatkan kemacetan pompa. Bersihkan pula pada lingkungan
kerja.
2. Sebelum suspensi dialirkan, larutan kapur/tepung tapioka diaduk dengan air dalam
tangki menggunakan stirrer,ketika pengaduk dinyalakan,perhatikan keselamatan
tubuh terutama tangan.
3. Gunakan jaslab dan sarung tangan.
4. Selama bekerja hindari main-main dan senda gurau.
5. Hati-hati dengan listrik. Hindari kontak antara cairan dengan listrik.
BAB IV
DATA PENGAMATAN DAN PENGOLAHAN DATA

4.1. Tabel Data Pengamatan


Luas Total Medium Filter (A) : 0,042 m2
Viskositas Filtrat Air (µ) : 100 kg/ms
Konsentrasi Slurry (Cs) :
Tekanan Vakum (−∆𝑃 , bar) : 0,3 bar

Tabel 4.1. Data Pengamatan


Volume Filtrat
Waktu (s)
(dm3)
0,5 289,44
1,0 144,83
1,5 108,57
2,0 123,37
2,5 116,80
3,0 107,73
3,5 147,03
4,0 60,41
4,5 106,95
5,0 195,55
5,5 553,75

4.2. Pengolahan Data


4.2.1 Menghitung harga Kp, B, α, dan Rm

Volume Waktu (s) t / V ( s/m3)


Filtrat (m3)
0.0005 289 578000
0.001 433 433000
0.0015 541 360666.7
0.002 664 332000
0.0025 780 312000
0.003 887 295666.7
0.0035 1034 295428.6
0.004 1094 273500
0.0045 1200 266666.7
0.005 1395 279000
0.0055 1948 354181.8

Grafik t/V vs V
700000

600000
y = -228.94x + 533005
500000 R² = 0.7081
t/V (s/m3)

400000

300000

200000

100000

0
0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600
Volume (m3)

1. Persamaan grafik t/V terhadap V pada tekanan ΔP = -0,3 bar


𝑡 𝐾𝑝
= 𝑉+𝐵
𝑉 2

Berdasarkan grafik y = -228,94x + 533005


Kp = -457,88 s/m6
B = 533005 s/m3
2. Menghitung tahanan cake (α) pada tekanan ΔP = -0,3 bar
𝐴2 𝐾𝑝(−ΔP)
α=
µ𝐶𝑠
(0,042)2 (−457,88)(−0,3 x 105 )
α= (1000)𝐶𝑠
α=
3. Menghitung tahanan medium filter (Rm)
BA(−ΔP)
Rm =
µ
(533005)(0,042)(0,3 x 105 )
Rm =
(1000)
Rm = 6,72 x 105 m-1

DAFTAR PUSTAKA
Geankoplis,Christie.1983. Transport Procces and Unit Operation,Ally and Bacon,Inc.United
State of America.
Rousseau Ronald W. 1987.Handbook of Separation Process Technology.John Willey &
Son,Inc.Canada.
Perry’s Chemical Engineering Hndbook. 5thed.
Praktikum Unit Operasi.PEDC.
LAMPIRAN