Anda di halaman 1dari 5

Nama: Varin Wilda Rahmadia (155020300111043)

Rizky Ananda Putri (155020300111052)


Kelas: Akuntansi Biaya CD

Bab 18. Spoilage, Rework, and Scrap

- Defining Spoilage, Rework, and Scrap


&
- Two Types of Spoilage: Normal Spoilage and Abnormal Spoilage

Kerusakan normal:
kerusakan yang melekat
dalam proses produksi
tertentu yang tetap saja
terjadi meskipun operasi
unit produksi, baik selesai telah berlangsung secara
seluruhnya atau sebagian, yang
efisien.
tidak memenuhi spesifikasi 𝑢𝑛𝑖𝑡 𝑘𝑒𝑟𝑢𝑠𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑛𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙
Kerusakan (spoilage): yang diminta pelanggan dan *
𝑔𝑜𝑜𝑑𝑠 𝑢𝑛𝑖𝑡 𝑐𝑜𝑚𝑝𝑙𝑒𝑡𝑒𝑑
akan dibuang atau dijual
dengan harga yang lebih Kerusakan abnormal:
rendah. kerusakan yang tidak
melekat dalam proses
unit produksi yang tidak produksi tertentu dan tidak
memenuhi spesifikasi yang
Pengerjaan ulang akan terjadi pada kondisi
diminta pelanggan tetapi
(rework): kemudian diperbaiki dan dijual oprasi yang efisien.
sebagi unit barang jadi. *dianggap dapat dihindari
dan dikendalikan. Dicatat
bahan residu yang berasal dari secara terpisah pada akun
pembuatan suatu produk dan Kerugian dari Kerusakan
Barang rongsokan Abnormal (L/R)
dijual dengan total nilai jual
(scrap): lebih rendah dibandingkan total
nilai jual produk

- Spoilage in Process Costing Using Weighted-Average and FIFO


Kerusakan dapat terdeteksi setelah proses selesai dan tidak memiliki nilai pelepasan bersih, sehingga
inspeksi dilakukan pada tahap penyelesaian.
*Inspeksi adalah tahap proses roduksi dimana produk akan diuji untuk menetukan apakah produk tersebut merupakan
unit yang dapat diterima atau tidak.

Step 1: Mengikhtisarkan arus unit fisik output



Step 2: menghitung output dalam istilah unit ekuivalen

Prosedur untuk kalkulasi Step 3: menghitung biaya per unit ekuivalen
biaya proses dengan ↓
kerusakan Step 4: mengikhtisarkan total biaya yang akan diperhitungkan

Step 5: membebankan total biaya ke unit yang telah selesai,
unit yang rusak, dan unit barang dalam proses akhir
Metode Rata-Rata Tertimbang dan Kerusakan Metode FIFO dan Kerusakan

setiap kategori biaya (biaya barang dalam proses awal dan biaya pekerjaan saat pembebanan biaya, metode FIFO mempertahankan biaya barang dalam
yang dilakukan selama periode berjalan) dijumlahkan dan dibagi dengan unit proses awal tetap terpisah dan berbeda dengan biaya pekerjaan yang
ekuivalen dari semua pekerjaan yang dilakukan hingga tanggal tersebut untuk dilakukan selama periode berjalan.
menghitung biaya rata-rata tertimbang per unit ekuivalen.
Ayat Jurnal
Weighted-average FIFO
Barang Jadi xxx xxx
Barang dalam Proses—Pembentukan xxx xxx
(Untuk mencatat transfer unit barang yang telah selesai)
Kerugian dari Kerusakan Abnormal xxx xxx
Barang dalam Proses—Pembentukan xxx xxx
(Untuk mencatat kerusakan abnormal yang dideteksi)

- Inspection Points and Allocating Costs of Normal Spoilage


Merupakan tahapan dalam proses produksi dimana produk diperiksa untuk
menentukan apakah unit produk itu dapat diterima atau ditolak
 Kerusakan biasanya diasumsikan terjadi pada tahap penyelesaian unit pada saat
dilakukan inspeksi.
Titik Inspeksi  Biaya kerusakan abnormal dihitung terpisah sebagai kerugian periode auntansi
ketika kerusakan tersebut terdeteksi.
Pendekatan yang umum mengasumsikan bahwa kerusakan normal terjadi pada titik
inspeksi dalam siklus produksi dan mengalokasikan biayanya ke semua unit yang
terlah melewati titik tersebut selama periode akuntansi.

- Job Costing and Spoilage


Sistem job costing biasanya membedakan antara kerusakan normal yang disebabkan oleh pekerjaan tertentu
dengan kerusakan normal biasa yang disebabkan oleh seluruh pekerjaan.
 Kerusakan normal yang disebabkan oleh pekerjaan tertentu.
Pekerjaan tertentu tersebut menanggung biaya kerusakan dikurangi nilai pelepasan kerusakan.
Pengendalian Bahan (barang yang rusak pada nilai pelepasan bersih saat ini) xxx
Pengendalian Barang dalam Proses (pekerjaan tertentu) xxx
(Untuk mengakui nilai pelepasan)
 Kerusakan normal yang umum terjadi di semua pekerjaan.
Kerusakan dialokasikan secara tidak langsung ke pekerjaan sebagai overhead manufaktur karena
kerusakan merupakan hal yang umum pada semua pekerjaan.
Pengendalian Bahan (barang yang rusak pada nilai pelepasan saat ini) xxx
Pengendalian Overhead Manufaktur (kerusakan normal) xxx
Pengendalian Barang dalam Proses (pekerjaan tertentu) xxx
 Kerusakan abnormal.
Kerugian bersih dibebankan ke akun Kerugian dari Kerusakan Abnormal. Biaya kerusakan abnormal
tidak dimasukkan sebagai bagian dari biaya unit yang baik yang diproduksi
Pengendalian Bahan (barang yang rusak pada nilai pelepasan saat ini) xxx
Kerugian dari Kerusakan Abnormal xxx
Pengendalian Barang dalam Proses (pekerjaan tertentu) xxx
Biaya kerusakan abnormal akan dihapus pada periode akuntansi dan tidak terkait dengan pekerjaan atau unit tertentu,
perusahaan sering kali mengidentifikasi penyebab khusus kerusakan abnormal dan mengaitkan kerusakan abnormal
dengan pekerjaan atau unit tertentu demi tujuan manajemen biaya.

- Job Costing and Rework


Rework unit produksi yang diinspeksi, ditentukan sebagai tidak dapat diterima, di-
(pengerjaan ulang) perbaiki, dan dijual sebagai barang jadi yang dapat diterima.
 Pengerjaan ulang normal yang dapat diatribusikan dengan pekerjaan tertentu.
Jika pengerjaan ulang bersifat normal tetapi terjadi akibat persyaratan dari pekerjaan tertentu,
biaya pengerjaan ulang akan dibebankan ke pekerjaan tersebut.
Pengendalian Barang dalam Proses (pekerjaan tertentu) xxx
Pengendalian Bahan xxx
Pengendalian Utang Upah xxx
Overhead Manufaktur yang Dialokasikan xxx
 Pengerjaan ulang normal yang umum pada semua pekerjaan.
Jika pengerjaan ulang merupakan hal yang normal dan tidak dapat diatribusikan dengan
pekerjaan tertentu, biaya pengerjaan ulang akan dibebankan ke overhead manufaktur dan
disebarkan, melalui alokasi overhead, ke semua pekerjaan.
Pengendalian Barang dalam Proses (biaya pengerjaan ulang) xxx
Pengendalian Bahan xxx
Pengendalian Utang Upah xxx
Overhead Manufaktur yang Dialokasikan xxx
 Pengerjaan ulang abnormal.
Jika pengerjaan ulang bersifat abnormal, hal tersebut akan dicatat dengan membebankan
pengerjaan ulang abnormal ke akun kerugian.
Kerugian dari Pengerjaan Ulang Abnormal xxx
Pengendalian Bahan xxx
Pengendalian Utang Upah xxx
Overhead Manufaktur yang Dialokasikan xxx

- Accounting for Scrap


scrap bahan residu yang berasal dari pembuatan suatu produk; memiliki total nilai
(barang rongsokan) jual yang rendah dibandingkan dengan total nilai jual produk.
1. Perencanaan dan pengendalian, yang mencakup penelusuran
Dua aspek akuntansi fisik.
untuk barang rongsokan 2. Kalkulasi biaya persediaan, yng mencakup kapan dan bagaimana
barang rongsokan mempengaruhi laba operasi.
Mengakui Barang Rongsokan pada Saat Penjualan
 Nilai barang rongsokan tidak material  mencatat kuantitas fisik barang rongsokan yang
dikembalikan ke gudang dan memandang penjualan barang rongsokan sebagai pos terpisah
dalam laporan laba rugi.
 Nilai uang barang rongsokan berjumlah material dan barang rongsokan itu dapat dijual dengan
segera setelah diproduksi  barang rongsokan tersebut dapat diatribusikan dengan pekerjaan
tertentu atau merupakan hal yang umum pada semua pekerjaan.
 Barang rongsokan yang dapat diatribusikan dengan pekerjaan tertentu.
Sistem job costing kadang-kadang menelusuri pendapatan barang rongsokan ke pekerjaan yang
menghasilkan barang rongsokan itu. Metode ini hanya akan digunakan apabila penelusuran dapat
dilakukan dengan cara yang seekonomis mungkin.
Barang rongsokan yang Tidak ada ayat jurnal.
dikembalikan ke gudang: [Catatan mengenai kuantitas yang diterima dan pekerjaan terkait
yang dimasukkan dalam catatan persediaan]
Penjualan barang Kas atau Piutang Usaha xxx
rongsokan: Pengendalian Barang dalam Proses xxx
[Posting yang dilakukan ke catatan biaya pekerjaan tertentu]
 Barang rongsokan yang dapat diatribusikan dengan pekerjaan tertentu.
Barang rongsokan yang Tidak ada ayat jurnal.
dikembalikan ke gudang: [Catatan mengenai kuantitas yang diterima dan pekerjaan terkait
yang dimasukkan dalam catatan persediaan]
Penjualan barang Kas atau Piutang Usaha xxx
rongsokan: Pengendalian Barang dalam Proses xxx
[Posting yang dilakukan ke buku besar pembantu—kolom
“Penjualan Barang Rongsokan” pada catatan biaya departemen]
Mengakui Barang Rongsokan pada Saat Produksi
Perusahaan membebankan biaya persediaan ke barang rongsokan menurut estimasi konservatif atas
nilai realisasi bersihnya sehingga biaya produksi dan pendapatan barang rongsokan yang terkait
diakui pada periode akuntansi yang sama. Beberapa perusahaan cenderung menunda penjualan
barang rongsokan hingga harga pasar dianggap menguntungkan.
 Barang rongsokan yang dapat diatribusikan dengan pekerjaan tertentu.
Barang rongsokan yang Pengendalian Bahan xxx
dikembalikan ke gudang: Pengendalian Barang dalam Proses xxx
 Barang rongsokan yang umum pada semua pekerjaan.
Barang rongsokan yang Pengendalian Bahan xxx
dikembalikan ke gudang: Pengendalian Overhead Manufaktur xxx
Amati bahwa akun Pengendalian Bahan didebet di Kas atau Piutang Usaha. Ketika barang
rongsokan dijual, ayat jurnalnya adalah:
Penjualan barang Kas atau Piutang Usaha xxx
rongsokan: Pengendalian Bahan xxx
Barang rongsokan kadang-kadang digunakan kembali sebagai bahan langsung dan bukan dijual
sebagai barang rongsokan. Akuntansi untuk barang rongsokan menurut process costing sama seperti
akuntansi menurut job costing apabila barang rongsokan merupakan hal yang umum pada semua
pekerjaan.