Anda di halaman 1dari 8

PANCASILA PADA JAMAN KERAJAAN

PENDAHULUAN
Secara arti kata, Pancasila mengandung arti: panca yang berarti “lima” dan sila yang berarti
“dasar”. Dengan demikian pancasila artinya lima dasar. Pengertian Pancasila kami petik dari
sejarah yang diambil pada bahasa sansekerta. Pancasila adalah dasar filsafat negara republik
Indonesia yang secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum
dalam pembukaan UUD 1945, diundangkan dalam Berita Republik Indonesia tahun II no. 7
bersama-sama dengan batang tubuh UUD 1945. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman
kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Lima sendi utama penyusun
Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan
Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau
perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4
Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.
Ternyata, wujud nilai pancasila sudah ada pada saat jaman kerajaan terbukti dengan
adanya, persatuan dan kesatuan antar umat beragama. Pancasila adalah dasar pembentukan suatu
bangsa dan juga berfungsi untuk menunjukkan karakteristik suatu bangsa. Kita dituntut untuk bisa
menerapkan nilai pancasila dalam kehidupan sehari – hari dan mengetahui sejarah pancasila di
masa kerajaan, dan wujud nilai pancasila yang terdapat pada masa kerajaan. Kita menjadi tahu hak
dan kewajiban kita sebagai warga negara yang akhirnya membuat kita jadi mengerti peran dan
penempatan diri kita sebagai bagian dari suatu negara. Ketika kita semua sudah tahu dan mengerti
kewajiban yang harus dilakukan dan hak yang didapatkan, maka kita bisa menjalankannya dengan
sesuai peraturan ataupun menuntut hak – hak yang mungkin belum terpenuhi sebagai warga
negara. Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama satu sama lain. Bangsa
Indonesia menjadikan Pancasila sebagai landasan ideologi yang berjiwa persatuan dan kesatuan
wilayah dengan tetap menghargai serta menghormati ke-Bhinneka Tunggal Ika-an (persatuan
dalam perbedaan) untuk setiap aspek kehidupan nasional guna mencapai tujuan nasional. Artinya,
sudah menjadi hal yang tidak dapat ditampikkan lagi bahwa masyarakat Indonesia itu jamak,
plural, dan daerah yang beragam, terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, adat-istiadat dan
kebiasaan, agama, kepercayaan kekayaan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.

RUMUSAN MASALAH
1. Ceritakan secara ringkas tentang sejarah kerajaan Kutai dan tunjukkan bukti bahwa kerajaan
tersebut telah menerapkan nilai – nilai Pancasila ? Nilai Pancasila apa yang dominan terjadi pada
masa kerajaan tersebut ?
2. Ceritakan secara ringkas tentang sejarah kerajaan Sriwijaya dan tunjukkan bukti bahwa kerajaan
tersebut telah menerapkan nilai – nilai Pancasila ? Nilai Pancasila apa yang dominan terjadi pada
masa kerajaan tersebut ?
3. Jelaskan tentang sistem pemerintahan kerajaan Sriwijaya dan kerajaan Majapahit ! Apa perbedaan
kedua sistem pemerintahan tersebut dan kaitan serta bandingkan dengan sistem pemerintahan pada
masa sekarang ini di Indonesia ?
4. Tunjukkan bukti – bukti secara kongkrit bahwa masa kerajaan menjadi suatu bukti segala aspek
nilai Pancasila, lambang atau atribut Negara dijiwai dari masa tersebut ?
5. Kerajaan Mataram menjadi salah satu pilar terakhir era emas masa – masa kerajaan di Nusantara,
jelaskan faktor – faktor yang menyebabkan runtuhnya kerajaan Mataram ?
6. Jelaskan artian secara luas makna semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang juga lahir pada masa –
masa kerajaan ?
7. Jelaskan tentang lambing Negara kita dan tokoh pencetusannya serta awal penggunaanya sebagai
lambang Negara ?
8. Dengan membahas beberapa arahan di atas, bagaimanakah pendapat anda terhadap pernyataan
yang menyatakan bahwa “masa kerajaan mejadi suatu harta khasanah Bangsa yang tak ternilai
harganya” ?
TUJUAN
1. Mengetahui secara ringkas tentang sejarah kerajaan Kutai dan bukti bahwa kerajaan tersebut telah
menerapkan nilai – nilai Pancasila, serta nilai Pancasila yang dominan terjadi pada masa kerajaan
tersebut
2. Mengetahui secara ringkas tentang sejarah kerajaan Sriwijaya dan bukti bahwa kerajaan tersebut
telah menerapkan nilai – nilai Pancasila, serta nilai Pancasila yang dominan terjadi pada masa
kerajaan tersebut
3. Mengetahui tentang sistem pemerintahan kerajaan Sriwijaya dan kerajaan Majapahit. Serta
perbedaan kedua sistem pemerintahan tersebut dan kaitan serta bandingkan dengan sistem
pemerintahan pada masa sekarang ini di Indonesia
4. Mengetahui bukti – bukti secara kongkrit bahwa masa kerajaan menjadi suatu bukti segala aspek
nilai Pancasila, lambang atau atribut Negara dijiwai dari masa tersebut
5. Mengetahui faktor – faktor yang menyebabkan runtuhnya kerajaan Mataram
6. Mengetahui artian secara luas makna semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang juga lahir pada masa
– masa kerajaan
7. Mengetahui tentang lambang Negara kita dan tokoh pencetusannya serta awal penggunaanya
sebagai lambang Negara
8. Dapat mengartikan “masa kerajaan mejadi suatu harta khasanah Bangsa yang tak ternilai
harganya”

PEMBAHASAN
1. Kerajaan Kutai
Letak :
Kerajaan Kutai adalah kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara dan seluruh Asia Tenggara.
Kerajaan Kutai terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur tepatnya di hulu sungai mahakam.
Sumber Sejarah :
Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / Tugu dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad
ke-4. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan
sejarah Kerajaan Kutai.
Pemerintahan dan Kehidupan Masyarakat :
Raja pertama kerajaan Kutai adalah Kudungga. Raja Kudungga memiliki seorang anak yang
bernama Aswawarman. Kemudian Aswawarman memiliki 3 anak, salah satunya Mulawarman.
Pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Wilayah
kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kutai hidup sejahtera
dan makmur.
Nilai Pancasila yang terdapat pada kerajaan Kutai:
1) Nilai Ketuhanan : Memeluk agama Hindu
2) Nilai Persatuan : Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur.
3) Nilai Kerakyatan : Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur.
4) Nilai Sosial : Memberikan 20.000 ekor sapi kepada Brahmana
Nilai Pancasila yang menonjol yaitu :
1) Nilai Persatuan : Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur.
2) Nilai Sosial : Memberikan 20.000 ekor sapi kepada Brahmana
2. Kerajaan Sriwijaya
Letak :
Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan Melayu kuno di pulau Sumatra yang banyak berpengaruh di
kepulauan Melayu. Diperkirakan pusat kerajaan Sriwijaya di daerah lembah sungai Batanghari,
Jambi.
Sumber Sejarah :
1) Prasasti Kedukan Bukit tanggal 16 Juni 682 Masehi di Palembang.
2) Prasasti Talang Tuo tanggal 23 Maret 684 Masehi di Palembang.
3) Prasasti Karang Birahi abad ke-7 Masehi di Jambi.
4) Prasasti Kota Kapur tanggal 28 Februari 686 Masehi di Pulau Bangka
5) Prasasti Telaga Batu abad ke-7 Masehi di Palembang.
Pemerintahan:
Menurut Prasasti Kedukan Bukit, kekaisaran Sriwijaya didirikan oleh Dapunta Hyang Çri
Yacanaca (Dapunta Hyang Sri Jayanasa). Ia memimpin 20.000 tentara (terutama tentara darat dan
beberapa ratus kapal) dari Minanga Tamwan ke Palembang, Jambi, dan Bengkulu. Kerajaan ini
adalah pusat perdagangan dan merupakan negara maritim. Negara ini tidak memperluas
kekuasaannya diluar wilayah kepulauan Asia Tenggara.
Pengaruh budaya:
Kerajaan Sriwijaya banyak dipengaruhi budaya India, pertama oleh budaya agama Hindu dan
kemudian diikuti pula oleh agama Buddha. Agama Buddha diperkenalkan di Srivijaya pada tahun
425 Masehi. Sriwijaya merupakan pusat terpenting agama Buddha Mahayana. Pada masa yang
sama, agama Islam memasuki Sumatra melalui Aceh yang telah tersebar melalui hubungan dengan
pedagang Arab dan India.
Masa Kejayaan:
Kerajaan Sriwijaya mengalami masa kejayaan di bawah kepemimpinan Balaputradewa.
Faktor yang mendukung kebesaran Kerajaan Sriwijaya:
1) Letak Strategis
2) Runtuhnya kerajaan Funan
3) Memiliki Armada laut yang kuat
4) Menguasai daerah – daerah strategis
5) Melimpahnya hasil bumi
6) Pusat pendidikan agama Buddha di Asia Tenggara.
Keruntuhan Sriwijaya:
1) Beberapa wilayah kerajaan Sriwijaya ingin melepaskan diri.
2) Mundurnya perekonomian perdagangan.
3) Baanyaknya serangan terhadap Sriwijaya.
Nilai Pancasila yang terdapat pada kerajaan Sriwijaya:
1) Nilai Ketuhanan : Pusat pendidikan agama Buddha di Asia Tenggara.
2) Nilai Kemanusiaan : Bersifat terbuka terhadap budaya asing yang masuk.
3) Nilai Persatuan : Wilayahnya tersebar di daerah Asia Tenggara.
4) Nilai kerakyatan : Rakyat kerajaan Sriwijaya makmur
Nilai Pancasila yang dominan yaitu :
1) Nilai Ketuhanan : Pusat pendidikan agama Buddha di Asia Tenggara.
2) Nilai Kemanusiaan : Bersifat terbuka terhadap budaya asing yang masuk.
3. Perbedaan Sistem pemerintahan kerajaan Sriwijaya dengan Kerajaan Majapahit
· Kerajaan Sriwijaya
Masyarakat Sriwjaya sangat majemuk, dan mengenal stratatifikasi sosial.Pembentukan satu negara
kesatuan dalam dimensi struktur otoritas politik Sriwijaya, dapat dilacak dari beberapa prasasti
yang mengandung informasi penting tentang kadātuan, vanua, samaryyāda, mandala dan
bhūmi.Kadātuan dapat bermakna kawasan dātu, (tnah rumah) tempat tinggal bini hāji, tempat
disimpan mas dan hasil cukai (drawy) sebagai kawasan yang mesti dijaga. Kadātuan ini dikelilingi
oleh vanua, yang dapat dianggap sebagai kawasan kota dari Sriwijaya yang di dalamnya terdapat
vihara untuk tempat beribadah bagi masyarakatnya. Kadātuan dan vanua ini merupakan satu
kawasan inti bagi Sriwijaya itu sendiri. Menurut Casparis, samaryyāda merupakan kawasan yang
berbatasan dengan vanua, yang terhubung dengan jalan khusus (samaryyāda-patha) yang dapat
bermaksud kawasan pedalaman. Sedangkan mandala merupakan suatu kawasan otonom dari
bhūmi yang berada dalam pengaruh kekuasaan kadātuan Sriwijaya.
· Kerajaan Majapahit
Majapahit memiliki struktur pemerintahan dan susunan birokrasi yang teratur pada masa
pemerintahan Hayam Wuruk, dan tampaknya struktur dan birokrasi tersebut tidak banyak berubah
selama perkembangan sejarahnya.Raja dianggap sebagai penjelmaan dewa di dunia dan ia
memegang otoritas politik tertinggi.
Aparat birokrasi :
Raja dibantu oleh sejumlah pejabat birokrasi dalam melaksanakan pemerintahan, dengan para
putra dan kerabat dekat raja memiliki kedudukan tinggi. Perintah raja biasanya diturunkan kepada
pejabat-pejabat di bawahnya, antara lain yaitu:
1) Rakryan Mahamantri Katrini, biasanya dijabat putra-putra raja
2) Rakryan Mantri ri Pakira-kiran, dewan menteri yang melaksanakan pemerintahan
3) Dharmmadhyaksa, para pejabat hukum keagamaan
4) Dharmma-upapatti, para pejabat keagamaan
Dalam Rakryan Mantri ri Pakira-kiran terdapat seorang pejabat yang terpenting yaitu Rakryan
Mapatih atau Patih Hamangkubhumi. Pejabat ini dapat dikatakan sebagai perdana menteri yang
bersama-sama raja dapat ikut melaksanakan kebijaksanaan pemerintahan. Selain itu, terdapat pula
semacam dewan pertimbangan kerajaan yang anggotanya para sanak saudara raja, yang disebut
Bhattara Saptaprabhu
Persamaan sistem pemerintahan zaman kerajaan dengan zaman sekarang :
· Kerajaan Majapahit sistem pemerintahan birokrasi sama dengan sekarang yang kita kenal dengan
sistem pemeritahan Predensial
· Kerajaan Sriwijaya sistem pemerintahan kedatukan sama dengan sekarang yang kita kenal dengan
sistem pemeritahan dimana seperti pejabat-pejabat di kabupaten.
4. bukti konkrit pada zaman kerajaan telah menerapkan nilai pancasila adalah dengan adanya sistem
pemerintahan,adanya aturan-aturan yang ditetapkan adanya kepedulian antar sesama,adanya
agama dan dan struktur masyarakat,adanya peradaaban,adanya budaya gotong royong.dan yang
lebih konkrit adalah adanya candi – candi dan arca – arca peninggalan pada zaman kerajaan.
5. Runtuhnya kerajaan Mataram
Pertama disebabkan oleh letusan gunung Merapi . pada tahun 1006 Masehi yang bersifat eksplosif
(Ledakan besar/Plinian) sehingga mampu menghancurkan kerajaan Mataram Hindu Kuno. letusan
tersebut juga mampu melongsorkan tubuh Merapi sehingga sebagian tubuh Merapi tersebut
lengser dan membentuk perbukitan Gendol/gunung Gendol atau Bukit Wukir. Sehingga mengubur
candi-candi yang ada disekitar Merapi. Peristiwa tersebut diinterpretasikan sebagai Mahapralaya
atau Pralaya yang berarti ’Kehancuran Besar’ dalam menaksir pembacaan pada prasasti Rukam
dan kitab Negara Kertagama. Kedua, runtuhnya kerajaan Mataram disebabkan oleh krisis politik
yang terjadi tahun 927-929 M. Ketiga, runtuhnya kerajaan dan perpindahan letak kerajaan
dikarenakan pertimbangan ekonomi.
Di Jawa Tengah daerahnya kurang subur, jarang terdapat sungai besar dan
tidak terdapatnya pelabuhan strategis. Sementara di Jawa Timur, apalagi di
pantai selatan Bali merupakan jalur yang strategis untuk perdagangan, dan
dekat dengan daerah sumber penghasil komoditi perdagangan.
6. Artian luas semboyan Bhineka Tunggal Ika walaupun di Indonesia terdapat banyak perbedaan
suku, budaya (adat istiadat), beda pulau, dan agama/kepercayaan terhadap Tuhan, tetapi tetap
tumbuh rasa persatuan dan kesatuan, menuju tujuan yang satu bangsa dan negara Indonesia.
7. Burung garuda merupakan mitos dalam mitologi Hindu dan Budha. Garuda dalam mitos
digambarkan sebagai makhluk separuh burung (sayap, paruh, cakar) dan separuh manusia (tangan
dan kaki). Lambang garuda diambil dari penggambaran kendaraan Batara Wisnu yakni garudeya.
Garudeya itu sendiri dapat kita temui pada salah satu pahatan di Candi Kidal yang terletak di
Kabupaten Malang tepatnya: Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa
Timur.
Garuda sebagai lambang negara menggambarkan kekuatan dan kekuasaan dan warna emas
melambangkan kejayaan, karena peran garuda dalam cerita pewayangan Mahabharata dan
Ramayana. Posisi kepala garuda menengok lurus ke kanan.
Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945),
antara lain:
Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
Jumlah bulu di leher berjumlah 45
Perisai
Perisai merupakan lambang pertahanan negara Indonesia. Gambar perisai tersebut dibagi menjadi
lima bagian: bagian latar belakang dibagi menjadi empat dengan warna merah putih berselang
seling (warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia, merah berarti berani
dan putih berarti suci), dan sebuah perisai kecil miniatur dari perisai yang besar berwarna hitam
berada tepat di tengah-tengah. Garis lurus horizontal yang membagi perisai tersebut
menggambarkan garis khatulistiwa yang tepat melintasi Indonesia di tengah-tengah.
Emblem
Setiap gambar emblem yang terdapat pada perisai berhubungan dengan simbol dari sila Pancasila.
Bintang Tunggal
Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa. Perisai hitam dengan sebuah bintang emas berkepala lima
menggambarkan agama-agama besar di Indonesia, Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan juga
ideologi sekuler sosialisme.
Rantai Emas
Sila ke-2: Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab. Rantai yang disusun atas gelang-gelang kecil ini
menandakan hubungan manusia satu dengan yang lainnya yang saling membantu. Gelang yang
lingkaran menggambarkan wanita, gelang yang persegi menggambarkan pria.

Pohon Beringin
Sila ke-3: Persatuan Indonesia. Pohon beringin (Ficus benjamina) adalah sebuah pohon Indonesia
yang berakar tunjang – sebuah akar tunggal panjang yang menunjang pohon yang besar tersebut
dengan bertumbuh sangat dalam ke dalam tanah. Ini menggambarkan kesatuan Indonesia. Pohon
ini juga memiliki banyak akar yang menggelantung dari ranting-rantingnya. Hal ini
menggambarkan Indonesia sebagai negara kesatuan namun memiliki berbagai akar budaya yang
berbeda-beda.
Kepala Banteng
Sila ke-4: Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam
Permusyawaratan/Perwakilan. Binatang banteng (Latin: Bos javanicus) atau lembu liar adalah
binatang sosial, sama halnya dengan manusia cetusan Presiden Soekarno dimana pengambilan
keputusan yang dilakukan bersama (musyawarah), gotong royong, dan kekeluargaan merupakan
nilai-nilai khas bangsa Indonesia.
Padi Kapas
Sila ke-5: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Padi dan kapas (yang menggambarkan
sandang dan pangan) merupakan kebutuhan pokok setiap masyarakat Indonesia tanpa melihat
status maupun kedudukannya. Hal ini menggambarkan persamaan sosial dimana tidak adanya
kesenjangan sosial satu dengan yang lainnya, namun hal ini bukan berarti bahwa negara Indonesia
memakai ideologi komunisme.
Motto
Pita yang dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu
Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika berasal dari kalimat bahasa Jawa Kuno karangan
Mpu Tantular yang berarti “Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu” yang menggambarkan
keadaan bangsa Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam suku, budaya, adat-istiadat,
kepercayaan, namun tetap adalah satu bangsa, bahasa, dan tanah air.
Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Lambang negara Indonesia berbentuk burung Garuda yang kepalanya menoleh ke sebelah kanan
(dari sudut pandang Garuda), perisai berbentuk menyerupai jantung yang digantung dengan rantai
pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap
satu” ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda. Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid
II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno, dan diresmikan
pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik Indonesia
Serikat tanggal 11 Februari 1950.
8. Masa kerajaan menjadi suatu harta khasanah Bangsa yang tak ternilai harganya karena sejak jaman
kerajaan sudah terdapat nilai – nilai Pancasila yang sangat melekat pada Bangsa Indonesia, bahkan
hingga saat ini.

KESIMPULAN
Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Lambang negara Indonesia berbentuk burung Garuda yang kepalanya menoleh ke sebelah kanan
(dari sudut pandang Garuda), perisai berbentuk menyerupai jantung yang digantung dengan rantai
pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap
satu” ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda. Artian luas semboyan Bhineka Tunggal
Ika walaupun di Indonesia terdapat banyak perbedaan suku, budaya (adat istiadat), beda pulau,
dan agama/kepercayaan terhadap Tuhan, tetapi tetap tumbuh rasa persatuan dan kesatuan, menuju
tujuan yang satu bangsa dan negara Indonesia.
Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan
oleh Presiden Soekarno, dan diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali pada
Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950.
Sejak masa kerajaan sudah terdapat nilai – nilai Pancasila. Masa kerajaan menjadi suatu harta
khasanah Bangsa yang tak ternilai harganya karena sejak jaman kerajaan sudah terdapat nilai –
nilai Pancasila yang sangat melekat pada Bangsa Indonesia, bahkan hingga saat ini. Beberapa bukti
bahwa Pancasila telah ada sejak jaman kerajaan yaitu pada kerajaan Kutai terdapat beberapa nilai
Pancasila seperti:
1) Nilai Ketuhanan : Memeluk agama Hindu
2) Nilai Persatuan :Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah
Kalimantan Timur.
3) Nilai Kerakyatan : Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur.
4) Nilai Sosial : Memberikan 20.000 ekor sapi kepada Brahmana
Pada kerajaan Sriwijaya terdapat beberapa nilai Pancasila seperti :
1) Nilai Ketuhanan : Pusat pendidikan agama Buddha di Asia Tenggara.
2) Nilai Kemanusiaan : Bersifat terbuka terhadap budaya asing yang masuk.
3) Nilai Persatuan : Wilayahnya tersebar di daerah Asia Tenggara.
4) Nilai kerakyatan : Rakyat kerajaan Sriwijaya makmur.
Dan masih banyak kerajaan – kerajaan yang memiliki nilai Pancasila di Nusantara.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya
3. http://novystevanipratiwi.blogspot.com/2012/09/runtuhnya-kerajaan-mataram.html
4. http://menujuhijau.blogspot.com/2012/01/ini-dia-si-pencipta-lambang-negara.html
5. http://id.wikipedia.org/wiki/Lambang_Indonesia
6. http://menujuhijau.blogspot.com/2012/01/ini-dia-si-pencipta-lambang-negara.html
7. http://oimamonoha.wordpress.com/2012/08/10/arti-dan-makna-lambang-negara-indonesia-
garuda-pancasila-2/
8. http://asheep-show.blogspot.com/2009/11/pancasila-dalam-konteks-sejarah.html

Sumber : http://5hare4you.blogspot.com/2014/01/pancasila-pada-jaman-kerajaan.html#ixzz5yWGpBDJy
KERAJAAN MAJAPAHIT

Nilai Pancasila yang terkandung:

a. Sila pertama : Terbukti, agama Hindu dan Budha hidup berdampingan secara damai. Istilah
Pancasila terdapat dalam bukuNegarakertagama karangan Empu Prapanca dan Empu Tantular
mengarang buku Sutasoma yang terdapat Sloka persatuan nasional yang berbunyi”Bhineka Tunggal Ika
Tan Hana Dharma Mangrua” yang artinya, walaupun berbeda-beda namun tetap satu jua dan tidak ada
agama yang memiliki tujuan berbeda.

b. Sila kedua : Terwujud pada hubungan baik Raja Hayam Wuruk dengan Kerajaan Tiongkok,
Ayoda, Champa, dan Kamboja. Disamping itu juga menjalin persahabatan dengan Negara-negara
tetangga.

c. Sila ketiga : Terwujud dengan keutuhan kerajaan. Khususnya dalam Sumpah Palapa yang
diucapkan oleh Mahapatih Gajah Mada dalam sidang Ratu dan Menteri-menteri pada tahun 1331.

d. Sila keempat : Terdapat semacam penasehat dalam tata pemerintahan Majapahit yang
menunjukan nilai-nilai musyawarah mufakat. Menurut Prasasti Kerajaan Brambang (1329), dalam tata
Pemerintahan Kerajaan Majapahit terdapat semacam penasehat kerajaan. Seperti, Rakryan I Hino, I
Sirikan dan I Halu yang berarti memberikan nasehat kepada Raja. Kerukunan dan gotong royong dalam
kehidupan masyarakat telah menumbuhkan adat bermusyawarah untuk mufakat dalam memutuskan
masalah bersama.

e. Sila kelima : Terwujud dengan berdirinya kerajaan selama beberapa abad yang ditopang dengan
kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.