Anda di halaman 1dari 20

Anatomi dan Fisiologi

Sistem Endokrin
POSTED ON OKTOBER 6, 2013 BY YUNIKEIMUT
0
Sistem endokrin meliputi suatu sistem dalam tubuh manusia yang terdiri dari
sejumlah kelenjar penghasil zat yang dinamakan hormon. Kelenjar ini dinamakan
“endokrin” karena tidak mempunyai saluran keluar untuk zat yang dihasilkannya.
Hormon yang dihasilkannya itu dalam jumlah sedikit pada saat dibutuhkan dan
dialirkan ke organ sasaran melalui pembuluh darah bercampur dengan darah.
Kelenjar yang produknya disalurkan melalui pembuluh khusus (seperti kelenjar
ludah) dinamakan kelenjar eksokrin.

Kelenjar endokrin (endocrine gland) terdiri dan (1) kelenjar hipofise atau pituitari
(hypophysis or pituitary gland) yang terletak di dalam rongga kepala dekat dasar
otak; (2) kelenjar tiroid (thyroid gland) atau kelenjar gondok yang terletak di leher
bagian depan; (3) kelenjar paratiroid (parathyroid gland) dekat kelenjar tiroid; (4)
kelenjar suprarenal (suprarenal gland) yang terletak di kutub atas ginjal kiri-kanan;
(5) pulau Langerhans (islets of langerhans) di dalam jaringan kelenjar pankreas; (6)
kelenjar kelamin (gonad) laki di testis dan indung telur pada wanita. Placenta dapat
juga dikategorikan sebagai kelenjar endokrin karena menghasilkan hormon.

a. Kelenjar Endokrin

Organ utama dari sistem endokrin adalah:

 Kelenjar hipofisa
 Kelenjar tiroid
 Kelenjar paratiroid
 Pulau-pulau pankreas
 Kelenjar adrenal
 Buah zakar
 Indung telur.
Selama kehamilan, plasenta juga bertindak sebagai suatu kelenjar endokrin.
Hipotalamus melepaskan sejumlah hormon yang merangsang hipofisa; beberapa
diantaranya memicu pelepasan hormon hipofisa dan yang lainnya menekan
pelepasan hormon hipofisa.
Kelenjar hipofisa kadang disebut kelenjar penguasa karena hipofisa
mengkoordinasikan berbagai fungsi dari kelenjar endokrin lainnya. Beberapa
hormon hipofisa memiliki efek langsung, beberapa lainnya secara sederhana
mengendalikan kecepatan pelepasan hormon oleh organ lainnya.
Hipofisa mengendalikan kecepatan pelepasan hormonnya sendiri melalui
mekanisme umpan balik, dimana kadar hormon endokrin lainnya dalam darah
memberikan sinyal kepada hipofisa untuk memperlambat atau mempercepat
pelepasan hormonnya.
Tidak semua kelenjar endokrin berada dibawah kendali hipofisa; beberapa
diantaranya memberikan respon, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap
konsentrasi zat-zat di dalam darah:
 Sel-sel penghasil insulin pada pankreas memberikan respon terhadap gula
dan asam lemak
 Sel-sel paratiroid memberikan respon terhadap kalsium dan fosfat
 Medulla adrenal (bagian dari kelenjar adrenal) memberikan respon terhadap
perangsangan langsung dari sistem saraf parasimpatis.
Banyak organ yang melepaskan hormon atau zat yang mirip hormon, tetapi
biasanya tidak disebut sebagai bagian dari sistem endokrin. Beberapa organ ini
menghasilkan zat-zat yang hanya beraksi di tempat pelepasannya, sedangkan yang
lainnya tidak melepaskan produknya ke dalam aliran darah.

Contohnya, otak menghasilkan berbagai hormon yang efeknya terutama terbatas


pada sistem saraf.
b. Hormon
Kata hormone berasal dari kata Yunanai hormone yang artinya membuiat gerakan
atau membangkitkan. Hormon mengatur berbagai proses yang mengatur
kehidupan. Hormon adalah zat yang dilepaskan ke dalam aliran darah dari
suatu kelenjar atau organ, yang mempengaruhi kegiatan di dalam sel-sel.
Sebagian besar hormone merupakan protein yang terdiri dari rantai asam amino
dengan panjang yang berbeda – beda. Sisanya merupakan steroid, yaitu zat
lemak yang merupakan derivat dari kolesterol. Hormon dalam jumlah yang sangat
kecil bisa memicu respon tubuh yang sangat luas.

Hormon terikat kepada reseptor di permukaan sel atau di dalam sel. Ikatan
antara hormon dan reseptor akan mempercepat, memperlambat atau merubah
fungsi sel. Pada akhirnya hormon mengendalikan fungsi dari organ secara
keseluruhan:

 Hormon mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan,


perkembangbiakan dan ciri-ciri seksual
 Hormon mempengaruhi cara tubuh dalam menggunakan dan menyimpan
energi
 Hormon juga mengendalikan volume cairan dan kadar air dan garam di
dalam darah.
Beberapa hormon hanya mempengaruhi 1 atau 2 organ, sedangkan hormon yang
lainnya mempengaruhi seluruh tubuh. Misalnya:

 TSH dihasilkan oleh kelenjar hipofisa dan hanya mempengaruhi kelenjar


tiroid.
 hormon tiroid dihasilkan oleh kelenjar tiroid, tetapi hormon ini
mempengaruhi sel-sel di seluruh tubuh.
 Insulin dihasilkan oleh sel-sel pulau pankreas dan mempengaruhi
metabolisme gula, protein, serta lemak di seluruh tubuh.
2.3. Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan

mDalam tubuh manusia ada tujuh kelenjar endokrin yang penting, yaitu hipofisis,
tiroid, paratiroid, kelenjar adrenalin (anak ginjal), pankreas, ovarium, dan testis.

a. Hipofisis

Hypofisis cerebri atau glandula pituitari adalah struktur lonjong kecil yang melekat
pada permukaan bawah otak melalui infundibulum. Lokasinya sangat terlindungi
baik yaitu terletak pada sella turcica ossis sphenoidalis. Disebut master endocrine
gland karena hormon yang dihasilkan kelenjar ini banyak mempengaruhi kelenjar
endokrin lainya.

Kelenjar ini terletak di sela tursika, lekulkas os spenoidalis basis crania.


Berbentuk oval dengan diameter kira-kira 1 cm dan dibagi atas dua lobus
lobus anterior, merupakan bagian terbesar dari hipofise kira-kira 2/3 bagian
dari hipofise. pada dasar otak besar dan menghasilkan bermacam-macam
hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Oleh karena itu kelenjar
hipofisis disebut master gland.
Kelenjar hipofisis dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian anterior, bagian
tengah, dan bagian posterior .

 Hipofisis bagian anterior


Hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis bagian anterior .
 Hipofisis bagian tengah
Menghasilkan hormon perangsang melanosit atau Melanosit
Stimulating Hormon MSH). Apabila hormon ini banyak dihasilkan
maka menyebabkan kulit menjadi hitam.

hipofisa merupakan sebuah kelenjar sebesar kacang polong, yang terletak di dalam
struktur bertulang (sela tursika) di dasar otak.
sela tursika melindungi hipofisa tetapi memberikan ruang yang sangat kecil untuk
mengembang.
jika hipofisa membesar, akan cenderung mendorong ke atas, seringkali menekan
daerah otak yang membawa sinyal dari mata dan mungkin akan menyebabkan sakit
kepala atau gangguan penglihatan.

hipofisa mengendalikan fungsi dari sebagian besar kelenjar endokrin lainnya.


hipofisa dikendalikan oleh hipotalamus, yaitu bagian otak yang terletak tepat diatas
hipofisa.
hipofisa memiliki 2 bagian yang berbeda, yaitu lobus anterior (depan) dan lobus
posterior (belakang).
hipotalamus mengendalikan lobus anterior (adenohipofisa) dengan cara
melepaskan faktor atau zat yang menyerupai hormon, melalui pembuluh darah
yang secara langsung menghubungkan keduanya. pengendalian lobus posterior
(neurohipofisa) dilakukan melalui impuls saraf.
Adeno hypophysis
1. Pars distalis
• Bagian utama dari kelenjar hypofisis krn meliputi 75% dari seluruh kelenjar
• Dengan sedian yang diberi pewarnaan HE dapat dibedakan menjadi 2 macam sel
:

a. Sel chromophobe (Sel utama)


Sitoplasma tidak menyerap bahan warna sehingga tampak intinya saja, ukuran
selnya kecil. Sel ini biasanya berkelompok dibagian tengah dari lempengan sel
chromofil sehingga ada dugaan bahwa sel ini merupakan sel yang sedang tidak
aktif dan nantinya dapat berubah menjadi sel acidofil atau sel basofil pada saat
diperlukan
• Sel Acidophil
Ukuranya lebih besar dengan batas yang jelas dan dengan pewarnaan HE rutin
sitoplasmanya berwarna merah muda. Berdasakan reaksinya terhadap bahan cat,
dapat dibedakan menjadi 2 sel:
1. Sel orangeophil (alpha acidophil = sel somatrotope)
Sel ini dapat dicat dengan orange-G, menghasilkan hormon GH
2. Sel carminophil (epsilon acidhophil = sel mammotrope)
Sel ini bereaksi baik terhapat cat azocarmin. Jumlah sel ii meningkat selama dan
setelah kehamilan. Hormon yang dihasilkan hormon prolaktin.
• Sel Basophil
Sel ini memiliki inti lebih besar dari sel acidiphil dan dengan pewarnaan HE
sitoplasmanya tampak berwarna merah ungu atau biru. Bila memakai pengecatan
khusus aldehyde – fuchsin, dapat dibedakan 2 macam sel :
1. Sel beta basophil (sel thyrotrophic)
Sel ini tercat baik dengan aldehyde – fuchsin dan menghsilkan hormon thyrotropic
hormon
2. Sel delta basophil
Dengan perwarnaan aldehyde – fuchsin tidak tercat dengan baik. Berdasarkan
hormon yang dibentuk, diduga sel ini ada 3 macam:
a. Sel gonadotrophin type 1
Sel ini menghasilkan FSH
b. Sel gonadotropin type 2
Sel ini menghasilkan LH
c. Sel corticotrophic
Sel ini menghasilkan hormon ACTH, pada manusia sel ini membentuk melanocyte
stimulating hormone ( MSH)

2. Pars intermedia
Bagian hypophysis ini pada manusia mengalami rudimenter, dan tersusun dari
suatu lapisan sel tipis yang berupa lempengan – lempengan yang tidak teratur dan
gelembung yang berisi koloid. Pada manusia diduga membentuk melanocyte
stimulating hormon ( MSH ) yang akan merangsang kerja sel melanocyte
untuk membentuk pigmen lbh bnyk. Tetapi hal ini masih dlm penelitian lbh lanjut.

Neura hypophyse Terdiri dari 2 macam struktur :


a. Pars nervosa : infundibular processus
b. Infundibulum : neural stalk ( merupakan tangkai yang menghubungkan neuro
hypophyse dengan hypotalamus )

Bagian ini tersusun dari :


a. Sabut saraf tak bermyelin yang berasal dari neuro secretory cell hypotalamus
yang dihubungkan melalui hypotalamo – hypophyseal tract
b. Sel pituicyte : sel ini menyerupai neuroglia yaitu selnya kecil dan mempunyai
pelanjutan- pelanjutan sitoplasma yang pendek.

Ciri khas yang terdapat dalam neuro – hipophyse ini adalah adanya suatu struktur
yang disebut herring’s bodies yang merupakan neurosekret dari neuro-secretory
cell dari hypotalamus yang kemudian dialirkan melalui axon dan ditimbun dalam
neuro hypophyse sebagai granul. Hormon – hormon yang dihasilkan oleh bagian
ini adalah : ADH ( vasopressin ), oxytocin.

b. Tiroid (Kelenjar Gondok)

Tiroid merupakan kelenjar yang berbentuk cuping kembar dan di antara keduanya
dapat daerah yang menggenting. Kelenjar tiroid terdiri atas 2 belah yang terletak di
sebelah kanan batang tenggorok diikat bersama oleh jaringan tiroid dan yang
melintasi batang tenggorok di sebelah depan. Kelenjar tiroid merupakan kelenjar
yang terdapat di dalam leher bagian depan bawah, melekat pada dinding pangkal
tenggorok. Kelenjar ini terdapat di bawah jakun di depan trakea. Kelenjar tiroid
menghasilkan hormon tiroksin yang mempengaruhi metabolisme sel tubuh dan
pengaturan suhu tubuh.

Tiroksin mengandung banyak iodium. Kekurangan iodium dalam makanan dalam


waktu panjang mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok karena kelenjar ini
harus bekerja keras untuk membentuk tiroksin. Kekurangan tiroksin menurunkan
kecepatan metabolisme sehingga pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun.
Bila ini terjadi pada anak-anak mengakibatkan kretinisme, yaitu kelainan fisik dan
mental yang menyebabkan anak tumbuh kerdil dan idiot. Kekurangan iodium yang
masih ringan dapat diperbaiki dengan menambahkan garam iodium di dalam
makanan.

Fungsi hormone-hormon tiroid antaralain:

 Mengatur laju metabolism tuibuh. Bik t3 dan t4 kedua-duanya


meningkatkan metabolism karena peningkatan konsumsi oksigen dan
produksi panas. Efek ini npengecualian untuk otak, lien paru-paru dan
otak,lien, paru-paru dan testis. Ke dua hormon ini tidak berbeda dalam
fungsi namun berbeda dalam intensitas dan cepatnya reaksi. T3 lebih cepat
dan lebih kuat reaksinya tetapi waktunya lebih singkat disbanding de3ngan
T4. T3 lebih sedikit jumlahnya dalam darah. T4 dapat dirubah menjadi T3
setelah dilepaskan dari folikel kelenjar.
 Memegang per4anan penting dalam pertumbuhan fetus khususnya
pertumbuhan syaraf dan tulang.
 Mmempertahankan sekresi GH dan gonadotropin
 Efek krontropik dan Inotropik terhadap jantung yaitu menambah kekuatn
kontraksi otot dan menambah irama jantung.
 Merangsang pembentukan sel drah merah
 Mempengaruhi kekuatan dan riteme pernafasan sebagai konpensasi tubuh
terhadap kebutuhan oksigen akibat metabolism.
 Bereaksi sebagai antagonis ansulin.
Produksi tiroksin yang berlebihan menyebabkan penyakit eksoftalmik tiroid
(Morbus Basedowi) dengan gejala sebagai berikut;
 kecepatan metabolisme meningkat
 denyut nadi bertambah
 Gelisah
 Gugup
 merasa demam.
 Gejala lain yang nampak adalah bola mata menonjol keluar (eksoftalmus)
dan kelenjar tiroid membesar.
c. Paratiroid l Kelenjar Anak Gondok

Paratiroid menempel pada kelenjar tiroid.Kelenjar ini menghasilkan parathormon


yang berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam darah. Kekurangan
hormon ini menyebabkan tetani dengan gejala: kadar kapur dalam darah menurun,
kejang di tangan dan kaki, jari-jari tangan membengkok ke arah pangkal, gelisah,
sukar tidur, dan kesemutan.

Tumor paratiroid menyebabkan kadar parathormon terlalu banyak di dalam darah.


Hal ini mengakibatkan terambilnya fosfor dan kalsium dalam tulang, sehingga urin
banyak mengandung kapur dan fosfor. Pada orang yang terserang penyakit ini
tulang mudah sekali patah. Penyakit ini disebut von Recklinghousen.

Tubuh kita memiliki empat kelenjar paratiroid kecil, satu terletak di setiap sudut
kelenjar tiroid. Tanggung jawab mereka adalah untuk menghasilkan jumlah yang
benar dari hormon paratiroid (PTH), yang bertanggung jawab untuk menjaga
keseimbangan yang benar dari fosfor dan kalsium dalam tubuh Anda. Bila
keseimbangan ini terganggu, dapat memiliki efek ringan sampai serius pada
kesehatan Anda.
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme terjadi ketika kelenjar paratiroid menghasilkan PTH terlalu


banyak, mengganggu kalsium tubuh dan tingkat fosfor. Abnormal jumlah tinggi
kalsium ditemukan dalam darah, dan fosfor drop tingkatan untuk tingkat abnormal
rendah. Meskipun gejala sering tidak ada atau hanya berpengalaman sebagai nyeri
kecil dan kelelahan, komplikasi serius dapat berkembang, termasuk:
* Batu ginjal
* Mulas
* Tekanan darah tinggi
* Peningkatan haus dan buang air kecil
* Peptikum ulkus
* Mual
* Osteoporosis
* Miskin memori

Hipoparatiroidisme terjadi ketika PCH terlalu sedikit yang dihasilkan, sehingga


kadar kalsium darah sangat rendah dan tingkat fosfor darah sangat tinggi. Gejala
Hipoparatiroidisme meliputi:
* Berlebihan kegugupan
* Sakit kepala
* Otot kram
* Kontraksi otot yang tidak diinginkan sehingga berkedut tak terkendali dan
kejang
* Kejan

d. Kelenjar Adrenal l Suprarenal l Anak Ginjal

Kelenjar ini berbentuk bola, menempel pada bagian atas ginjal. Pada setiap ginjal
terdapat satu kelenjar suprarenal dan dibagi atas dua bagian, yaitu bagian luar
(korteks) dan bagian tengah (medula).

Kerusakan pada bagian korteks mengakibatkan penyakit Addison dengan gejala


sebagai berikut: timbul kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, muntahmuntah,
terasa sakit di dalam tubuh. Dalam keadaan ketakutan atau dalam keadaan bahaya,
produksi adrenalin meningkat sehingga denyut jantung meningkat dan memompa
darah lebih banyak.

Gejala lainnya adalah melebarnya saluran bronkiolus, melebarnya pupil mata,


kelopak mata terbuka lebar, dan diikuti dengan rambut berdiri.
Hampir semua orang mengetahui bahwa ada dua ginjal dan bahwa keduanya
sangat penting, tetapi kebanyakan orang tak mengetahui bahwa ada dua potong
jaringan kecil yang beratnya masing-masing 5-6 gram di atas kedua ginjal yang
juga amat penting.

Saat kita mengamati kelenjar-kelenjar ini, yang dikenal dengan nama kelenjar
adrenal, masing-masing adalah sebuah laboratorium yang terpisah. Yang pertama
adalah bagian luar kelenjar adrenal (korteks adarenal), yang menghasilkan tiga
hormon; yang kedua adalah bagian dalam kelenjar adrenal (medulla adrenal), yang
menghasilkan dua hormon. Hormon-hormon yang dihasilkan oleh kedua kelenjar
ini sangat penting sehingga pelepasan terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon-
hormon itu akan menyebabkan kematian.

 Sistem Pertahanan Diri


Sebagian orang berutang nyawa pada suatu hormon ajaib bernama adrenalin: saat
orang-orang ini dalam bahaya, cairan ini membuat mereka lebih kuat, lebih
cekatan, lebih cepat, dan lebih siaga.

Misalnya, seorang pilot menyadari kerusakan mesin di pesawatnya saat terbang .

Adrenalin segera dilepaskan di dalam tubuh seorang pilot yang pesawatnya


mengalami kerusakan. Cairan ini mengirimkan lebih banyak gula dan darah ke
otak, membuat pilot itu lebih siaga. Tekanan darah dan detak jantungnya
meningkat, membuatnya lebih waspada. Ini hanyalah beberapa perubahan yang
dihasilkan adrenalin pada tubuh pilot.

Daya tampung sistem pernapasannya naik sehingga ia mampu menggunakan lebih


banyak oksigen (dan lebih banyak darah yang dapat mengalir ke sel-sel otak dan
ototnya). Otot dan anggota badannya menjadi lebih sangat terpusat dan
peningkatan kadar gula darahnya memberinya tenaga tambahan yang
dibutuhkannya.
Adrenalin (epinefrin) dihasilkan dan disimpan dalam medulla adrenal – bagian
dalam kelenjar adrenal. Setiap orang memiliki hormon ini di dalam dirinya
sepanjang hidupnya

Di dalam kelenjar adrenal, ada dua laboratorium terpisah yang menghasilkan


hormon-hormon yang amat penting. Yang pertama korteks adrenal; yang lainnya
medula adrenal. Hormon-hormon yang dihasilkan di kedua laboratorium ini
penting bagi kehidupan manusia.

Saat ada bahaya, tombol peringatan di dalam tubuh ditekan, dan otak mengirimkan
perintah secepat kilat ke kelenjar adrenal. Sel-sel di bagian dalam kelenjar adrenal
lalu beralih ke keadaan siaga dan melepaskan hormon adrenalin untuk menghadapi
keadaan darurat. Molekul-molekul adrenalin bercampur dengan darah dan
menyebar ke seluruh bagian tubuh.

Molekul-molekul adrenalin memiliki fungsi khusus dalam pembuluh vena dan


arteri yang memastikan bahwa organ-organ penting menerima lebih banyak aliran
darah di saat bahaya, dan karena itu, molekul-molekul ini melebarkan pembuluh
darah menuju jantung, otak, dan otot. Sel-sel yang mengelilingi pembuluh
mematuhi adrenalin dan mengalirkan lebih banyak darah yang dibutuhkan jantung.
Dengan cara ini, darah tambahan yang dibutuhkan oleh otak, otot, dan jantung
dapat dipasok.

Korteks adrenal berperan penting mengurangi ketegangan (stres) pada tubuh. Saat tubuh
mengalami ketegangan yang parah, hipotalamus mengirimkan perintah ke kelenjar pituitari agar
melepaskan ACTH (hormon adrenokortikotropis). Di sisi lainn, ACTH merangsang korteks
adrenal, mendorong pembuatan kortikosteroid. Kortikosteroid ini memastikan produksi glukosa
dari molekul-molekul seperti protein, yang tak mengandung karbohidrat. Akibatnya, tubuh
menerima tenaga tambahan dan tekanan pun berkurang.

Dalam keadaan bahaya, tubuh disiagakan karena adanya hubungan antara otak dan kelenjar
adrenal.
Bagi setiap organ tubuh, kerja adrenalin berbeda; ketika menuju pembuluh darah, molekul adrena
menyebabkan pembuluh melebar; ketika menuju jantung, molekul mempercepat penegangan sel-
jantung. Ini membuat jantung berdetak lebih cepat dan menyalurkan tenaga tambahan yang
dibutuhkan otot.
Ketika molekul adrenalin mencapai sel-sel otot, otot dapat menegang jauh lebih kuat. Molekul
adrenalin yang masuk ke hati memerintahkan sel-sel yang ada di sana agar mencampur gula deng
darah. Ini menyebabkan jumlah gula darah meningkat dan mengalirkan bahan bakar tambahan ya
dibutuhkan otot.

e. Pankreas

Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama:
menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin.
Pankreas terletak di retroperitoneal rongga abdomen atas pada bagian posterior
perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari), panjang
sekitar 10-20 cm. Mendapat pasokan darah dari arteri mesenterika superior dan
splenikus.

Pankreas berfungsi sebagai organ endokrin dan eksokrin. Fungsinya sebagai organ
endokrin didukung oleh pulau-pulau langerhans. Pulau –pulau langerhans terdiri
dari tiga jenis sel yaitu; sel alpha yang menghasilkan plukagon; sel beta yang
menghasilkan insulin, dan sel deltha yang menghasilkan somastotastin namun
fungsinya belum jelas diketahui.

Organ sasaran kedua hormone ini adalah hepar, otot dan jaringan lemak. Gliklagon
dan insulin memegang peranan penting dalam metabolisem karbohoidrat, protein
dan lemak. Bahkan keseimbangan kadar gula darah sangat dipengaruhi oleh kedua
hormone ini.

Fungsi kedua hormone ini saling bertolak belakang. Kalau secara umum, insulin
menurunkan kadar gula darah sebaliknya untuk glukagon meningkatkan kadar
gula darah. Perangsangan glucagon bial gula darah rendah, dan asam amino
mkmeningkat. Efek glukagon ini juga sama denga efek kartisol, GH dan
epinefrin.

Dala penurunan kadar gula darah, insulin sebagi hormon anabolic terutama akan
meningkatkan difusi glukosa melalui membrane sel di jaringan. Efek anabolik
penting lainya dari hormone insulin adal;ah sebgai beerikut :
Efek pada hefar

 Meningkatkan sintesa dan penyimpanan glukosa


 Menghambat glikogenesis, glukoneonesis dan kategonesis
 Meningkatkan sintesa trigleserida dari asam lemak bebas di hepar
Efek pada otot

 Meningkatkan sistesis protein


 Meningkatkan transportasi asam amino
 Meningkatkan glikogenesis
Efek pada jaringan lemak

 Meningkatkan sintesa trigleserida dari asam lemak bebas


 Meningkatkan penyimpanan trigleserida
 Menurunkan lipolisis
Ada beberapa kelompok sel pada pankreas yang dikenal sebagai pulau Langerhans
berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Hormon
ini berfungsi mengatur konsentrasi glukosa dalam darah. Kelebihan glukosa akan
dibawa ke sel hati dan selanjutnya akan dirombak menjadi glikogen untuk
disimpan. Kekurangan hormon ini akan menyebabkan penyakit diabetes. Selain
menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan hormon glukagon yang bekerja
antagonis dengan hormon insulin.

f. Ovarium

Ovarium merupakan organ reproduksi wanita. Selain menghasilkan sel


telur, ovarium juga menghasilkan hormon. Ada dua macam hormon yang
dihasilkan ovarium yaitu sebagai berikut.

1. Estrogen

Hormon ini dihasilkan oleh Folikel Graaf. Pembentukan estrogen dirangsang oleh
FSH. Fungsi estrogen ialah menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda
kelamin sekunder pada wanita. Tanda-tanda kelamin sekunder adalah ciri-ciri yang
dapat membedakan wanita dengan pria tanpa melihat kelaminnya. Contohnya,
perkembangan pinggul dan payudara pada wanita dan kulit menjadi bertambah
halus.

2. Progesteron

Hormon ini dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukannya dirangsang oleh LH


dan berfungsi menyiapkan dinding uterus agar dapat menerima telur yang sudah
dibuahi.

Plasenta membentuk estrogen dan progesteron selama kehamilan guna mencegah


pembentukan FSH dan LH. Dengan demikian, kedua hormon ini dapat
mempertahankan kehamilan.

g. Testis

Seperti halnya ovarium, testis adalah organ reproduksi khusus pada pria. Selain
menghasilkan sperma, testis berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang
menghasilkan hormon androgen, yaitu testosterone diperlukan untuk untuk
mempertahankan spermatogenesis. Testosteron berfungsi menimbulkan dan
memelihara kelangsungan tanda-tanda kelamin sekunder. Misalnya suaranya
membesar, mempunyai kumis, dan jakun.
2.3. Pengendalian Endokrin
Jika kelenjar endokrin mengalami kelainan fungsi, maka kadar hormon di dalam
darah bisa menjadi tinggi atau rendah, sehingga mengganggu fungsi tubuh. Untuk
mengendalikan fungsi endokrin, maka pelepasan setiap hormon harus diatur dalam
batas-batas yang tepat. Tubuh perlu merasakan dari waktu ke waktu apakah
diperlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon.

Hipotalamus dan kelenjar hipofisa melepaskan hormonnya jika mereka merasakan


bahwa kadar hormon lainnya yang mereka kontrol terlalu tinggi atau terlalu
rendah.
Hormon hipofisa lalu masuk ke dalam aliran darah untuk merangsang aktivitas di
kelenjar target. Jika kadar hormon kelenjar target dalam darah mencukupi, maka
hipotalamus dan kelenjar hipofisa mengetahui bahwa tidak diperlukan
perangsangan lagi dan mereka berhenti melepaskan hormon. Sistem umpan balik
ini mengatur semua kelenjar yang berada dibawah kendali hipofisa.
Hormon tertentu yang berada dibawah kendali hipofisa memiliki fungsi yang
memiliki jadwal tertentu. Misalnya, suatu siklus menstruasi wanita melibatkan
peningkatan sekresi LH dan FSH oleh kelenjar hipofisa setiap bulannya. Hormon
estrogen dan progesteron pada indung telur juga kadarnya mengalami turun-naik
setiap bulannya.
Mekanisme pasti dari pengendalian oleh hipotalamus dan hipofisa terhadap
bioritmik ini masih belum dapat dimengerti. Tetapi jelas terlihat bahwa organ
memberikan respon terhadap semacam jam biologis.

Hipotalamus melepaskan sejumlah hormon yang merangsang hipofisa; beberapa


diantaranya memicu pelepasan hormon hipofisa dan yanglainnya menekan
pelepasan hormon hipofisa.

Kelenjar hipofisa kadang disebut kelenjar penguasa karena hipofisa


mengkoordinasikan berbagai fungsi dari kelenjar endokrin lainnya.Beberapa
hormon hipofisa memiliki efek langsung, beberapa lainnya secara sederhana
mengendalikan kecepatan pelepasan hormon oleh organ lainnya.Hipofisa
mengendalikan kecepatan pelepasan hormonnya sendiri melalui mekanisme umpan
balik, dimana kadar hormon endokrin lainnya dalam darah memberikan sinyal
kepada hipofisa untuk memperlambat atau mempercepat pelepasan hormonnya.
Tidak semua kelenjar endokrin berada dibawah kendali hipofisa; beberapa
diantaranya memberikan respon, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap
konsentrasi zat-zat di dalam darah:

 Sel-sel penghasil insulin pada pankreas memberikan respon terhadap gula


dan asam lemak
 Sel-sel paratiroid memberikan respon terhadap kalsium dan fosfat.
 Medulla adrenal (bagian dari kelenjar adrenal) memberikan respon
terhadap perangsangan langsung dari sistem saraf parasimpatis.
Banyak organ yang melepaskan hormon atau zat yang mirip hormon, tetapi
biasanya tidak disebut sebagai bagian dari sistem endokrin. Beberapa organ ini
menghasilkan zat-zat yang hanya beraksi di tempat pelepasannya, sedangkan yang
lainnya tidak melepaskan produknya ke dalam aliran darah. Contohnya, otak
menghasilkan berbagai hormon yang efeknya terutama terbatas pada sistem saraf.
Yang
Hormon menghasilkan Fungsi
Kelenjar Membantu mengatur keseimbangan garam dan air dengan
Aldosteron adrenal cara menahan garam dan air serta membuang kalium
Hormon  Menyebabkan ginjal menahan air
antidiuretik Kelenjar  Bersama dengan aldosteron, membantu
(vasopresin) hipofisa mengendalikan tekanan darah
Memiliki efek yang luas di seluruh tubuh, terutama sebagai:
 Anti peradangan
 Mempertahankan kadar gula darah, tekanan darah dan
kekuatan otot
Kelenjar  Membantu mengendalikan keseimbangan garam dan
Kortikosteroid adrenal air
Kelenjar Mengendalikan pembentukan dan pelepasan hormon oleh
Kortikotropin hipofisa korteks adrenal
Eritropoietin Ginjal Merangsang pembentukan sel darah merah
Mengendalikan perkembangan ciri seksual dan sistem
Estrogen Indung telur reproduksi wanita
Glukagon Pankreas Meningkatkan kadar gula darah
Hormon Kelenjar  Mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan
pertumbuhan hipofisa  Meningkatkan pembentukan protein
 Menurunkan kadar gula darah
 Mempengaruhi metabolisme glukosa, protein dan
Insulin Pankreas lemak di seluruh tubuh
 Mengendalikan fungsi reproduksi (pembentukan
sperma dan sementum, pematangan sel telur, siklus
LH (luteinizing menstruasi
hormone)  Mengendalikan ciri seksual pria dan wanita
FSH (follicle- (penyebaran rambut, pembentukan otot, tekstur dan
stimulating Kelenjar ketebalan kulit, suara dan bahkan mungkin sifat
hormone) hipofisa kepribadian)
Kelenjar Menyebabkan kontraksi otot rahim dan saluran susu di
Oksitosin hipofisa payudara
Kelenjar  Mengendalikan pembentukan tulang
Hormon paratiroid paratiroid  Mengendalikan pelepasan kalsium dan fosfat
 Mempersiapkan lapisan rahim untuk penanaman sel
telur yang telah dibuahi
 Mempersiapkan kelenjar susu untuk menghasilkan
Progesteron Indung telur susu
Polaktin Kelenjar Memulai dan mempertahankan pembentukan susu di kelenjar
hipofisa susu
Renin dan
angiotensin Ginjal Mengendalikan tekanan darah
Mengatur pertumbuhan, pematangan dan kecepatan
Hormon tiroid Kelenjar tiroid metabolism
TSH
(tyroid-stimulating Kelenjar Merangsang pembentukan dan pelepasan hormon oleh
hormone) hipofisa kelenjar tiroid
Faktor-faktor lainnya juga merangsang pembentukan hormon. Prolaktin (hormon
yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisa) menyebabkan kelenjar susu di payudara
menghasilkan susu. Isapan bayi pada puting susu merangsang hipofisa untuk
menghasilkan lebih banyak prolaktin. Isapan bayi juga meningkatkan pelepasan
oksitosin yang menyebabkan mengkerutnya saluran susu sehingga susu bisa
dialirkan ke mulut bayi.
Kelenjar semacam pulau pakreas dan kelenjar paratiroid, tidak berada di bawah
kendali hipofisa. Mereka memiliki sistem sendiri untuk merasakan apakah tubuh
memerlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon. Misalnya kadar insulin
meningkat segera setelah makan karena tubuh harus mengolah gula dari makanan.
Jika kadar insulin terlalu tinggi, kadar gula darah akan turun sampai sangat rendah.

Kadar hormon lainnya bervariasi berdasarkan alasan yang kurang jelas. Kadar
kortikosteroid dan hormon pertumbuhan tertinggi ditemukan pada pagi hari dan
terendah pada senja hari. Alasan terjadinya hal ini belum sepenuhnya dimengerti.
a. Hormon Utama

Beberapa hormon hanya mempengaruhi 1 atau 2 organ, sedangkan hormon yang


lainnya mempengaruhi seluruh tubuh.
Misalnya, TSH dihasilkan oleh kelenjar hipofisa dan hanya mempengaruhi
kelenjar tiroid. Sedangkan hormon tiroid dihasilkan oleh kelenjar tiroid, tetapi
hormon ini mempengaruhi sel-sel di seluruh tubuh. Insulin dihasilkan oleh sel-sel
pulau pankreas dan mempengaruhi metabolisme gula, protein serta lemak di
seluruh tubuh.
Kelenjar semacam pulau pakreas dan kelenjar paratiroid, tidak berada dibawah
kendali hipofisa. Mereka memiliki sistem sendiri untuk merasakan apakah tubuh
memerlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon. Misalnya kadar insulin
meningkat segera setelah makan karena tubuh harus mengolah gula dari makanan.
Jika kadar insulin terlalu tinggi, kadar gula darah akan turun sampai sangat rendah.

Kadar hormon lainnya bervariasi berdasarkan alasan yang kurang jelas.


Kadar kortikosteroid dan hormon pertumbuhan tertinggi ditemukan pada pagi hari
dan terendah pada senja hari. Alasan terjadinya hal ini belum sepenuhnya
dimengerti.

 Sistem endokrin
Sistem endokrin-sistem komunikasi lainnya di tubuh terdiri dari kelenjar
endokrin yang memproduksi hormon, zat kimia yang dilepaskan ke dalam
aliran darah untuk membimbing proses seperti metabolisme, pertumbuhan,
dan perkembangan seksual. Hormon juga terlibat dalam mengatur
kehidupan emosional.
 The Thyroid Gland
Kelenjar tiroid mengeluarkan tiroksin, suatu hormon yang dapat mengurangi
konsentrasi dan mengakibatkan lekas marah ketika tiroid yang terlalu aktif,
dan menyebabkan kantuk dan metabolisme yang lambat ketika tiroid berada
di bawah aktif.
 The paratiroid Kelenjar
Dalam tiroid empat organ berbentuk kacang polong kecil, yang
parathyroids, yang parathormon mengeluarkan untuk mengontrol dan
menyeimbangkan tingkat kalsium dan fosfat dalam darah dan cairan
jaringan. Hal ini, pada gilirannya, mempengaruhi rangsangan sistem saraf.
 Kelenjar Pineal
Kelenjar pineal adalah kelenjar seukuran kacang polong yang tampaknya
menanggapi paparan cahaya dan mengatur tingkat aktivitas sepanjang hari.
 The Pankreas
Pankreas terletak pada kurva antara perut dan usus kecil dan mengendalikan
tingkat gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin dan glukagon.
 Kelenjar hipofisis
Kelenjar pituitari menghasilkan jumlah terbesar hormon yang berbeda dan
karenanya memiliki jangkauan terluas efek pada fungsi tubuh. Hipofisis
posterior dikontrol oleh sistem saraf. Ini menghasilkan dua hormon:
vasopressin, yang menyebabkan tekanan darah meningkat dan mengatur
jumlah air dalam sel-sel tubuh, dan oxytocin, yang menyebabkan rahim
berkontraksi selama persalinan dan menyusui untuk memulai. Hipofisis
anterior, sering disebut “kelenjar master,” menanggapi pesan-pesan kimiawi
dari aliran darah untuk menghasilkan berbagai hormon yang memicu aksi
dari kelenjar endokrin lainnya.
 The Gonad
Kelenjar ini reproduksi-testis pada pria dan ovarium pada wanita, dan, pada
tingkat yang lebih rendah, glandssecrete androgen adrenal (termasuk
testosteron) dan estrogen.
 The adrenal Kelenjar
Kedua kelenjar adrenal terletak di atas ginjal. Masing-masing memiliki dua
bagian: penutup luar, korteks adrenal, dan inti, medulla adrenal. Kedua
pengaruh respon tubuh terhadap stres. Misalnya, dalam respon terhadap
situasi stres, kelenjar pituitari dapat melepaskan endorfin beta dan ACTH,
yang, pada gilirannya, prompt korteks adrenal untuk melepaskan hormon.
Sementara itu, sistem saraf otonom menstimulasi medula adrenal untuk
mensekresikan hormon seperti epinefrin ke dalam aliran darah.