Anda di halaman 1dari 2

A.

Pengertian Total Quality Management (TQM)


Manajemen Mutu Terpadu atau dikenal dengan Total Quality Management
(TQM).
Bicara soal mutu, Muhibbuddin Abdulmuid dalam bukunya Manajemen
Pendidikan mengungkapkan kata “mutu” adalah suatu hasil produksi sebuah
lembaga yang memuaskan kebutuhan yang diharapkan atau yang melekat
pada pelanggan, yang cocok dan nyaman untuk digunakan dan sesuai dengan
persyaratan tertentu yang diajukan sebuah komunitas pengguna jasa atau
produknya. Persyaratan sebuah kualitas tidak seragam, kriterianya tergantung
kebutuhan dan keinginan komunitas yang menggunakan jasa atau hasil
kerjanya itu.1 Adapun kata “terpadu” berasal dari “padu” dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia berarti sudah bercampur dan sudah menjadi satu benar;
bersatu, maka terpadu bermakna sudah bersatu.
Manajemen Mutu Terpadu atau Total Quality Management merupakan suatu
pendekatan dalam menjalankan usaha, dengan memaksimalkan daya saing
melalui penyempurnaan yang terus-menerus atas produk, jasa, manusia,
proses dan lingkungan organisasi

B. Prinsip Kinerja Total Quality Management (TQM)


1. Produk ditentukan oleh visi-misi dan tujuan organisas
2. Berkonsentrasi pada proses.
3. Kualitas ditentukan oleh pelanggan
4. Kepemimpinan
5. Perbaikan yang berkesinambungan
Aplikasi Total Quality Management (TQM)
1. Adanya kesadaran akan mutu di semua lini manajamen
2. Adanya sifat kemanusiaan pada cara tenaga diperlakukan, dan
diikutsertakan dan diberi inspirasi
3. Adanya desentralisasi manajerial terutama pada garis depan manajemen
agar antusiasme meningkat
4. Adanya penerapan TQM secara total dan menyeluruh sehingga semua
prinsip, kebijaksanaan dan kultur “merasuk” pada setiap sudut lembaga

faktor- faktor yang mempengaruhi implementasi TQM :


1. Leadership
2. Recruitment dan Pelatihan
3. Sistem Reward
4. Aturan organisasi
5. Budaya Kerja