Anda di halaman 1dari 14

TUGAS PPKN

BAB 1 KASUS-KASUS PELANGGARAN HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

Disusun Oleh :
Karina Oktaviani Pritasari

13 / XII MIPA 3

SMA NEGERI 1 WONOSARI

2019/2020
TUGAS MANDIRI 1.1 (halaman 5)

1. Identifikasi tiga pengertian hak dan kewajiban warga negara menurut para pakar/ahli.

No. Nama ahli Makna hak dan kewajiban warga negara


1. Prof. dr. notonegoro Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu
yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak
tertentu dan tidak dapat oleh pihak lain manapun juga yang
pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya.
Kewajiban adalah beban untuk memberikan sesuatu yang
semestinya dibiarkan atau diberikan oleh pihak tertentu
tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya
dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan.
2. Koerniatmanto Hak dan kewajiban yang berkaitan dengan warga negara,
menekankan pada aspek anggota suatu negara. Warga
Negara adalah anggota suatu negara, dan sebagai anggota
suatu negara, seorang warga negara mempunyai kedudukan
khusus terhadap negaranya. Ia mempunyai hubungan hak
dan kewajiban yang bersifat timbal balik terhadap negara.
3. Srijanti Hak merupakan unsur normative yang berfungsi pedoman
berperilaku, melindungi kebebasan, kekebalan, serta
menjamin adanya peluang bagi manusia dalam menjaga
harkat dan martabatnya
Kewajiban berasal dari kata wajib. Wajib adalah beban
untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau
diberikan oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain
manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa
oleh yang berkepentingan. Kewajiban adalah sesuatu yang
harus dilakukan

2. Persamaan dan perbedaan pendapat-pendapat para pakar tersebut

Persamaanya yaitu hak adalah segala sesuatu yang dapat dituntut setelah warga negara
melaksanakan kewajibannya. Sedangkan perbedaanya pada pendapat Koerniatmanto, kewajiban
tidak dikhususkan untuk pihak tertentu.

3. Rumusan makna hak dan kewajiban warga negara


- Hak warga negara merupakan hak yang diterima setiap manusia yang berada pada suatu
negara tertentu dan dibatasi dengan adanya aturan yang berlaku.
- Kewajiban warga negara merupakan segala sesuatu yang harus dilaksanakan oleh warga
negara yang telah diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

TUGAS MANDIRI 1.2 (halaman 8)


Identifikasi jenis hak dan kewajiban warga negara yang terkait dengan setiap sila Pancasila
No Sila Pancasila Hak Warga Negara Kewajiban Warga Negara
1. Ketuhanan Yang - Memeluk agama yang - Tidak memaksakan
Maha Esa diyakininya. keyakinannya kepada
- Menjalankan ibadah orang lain.
sesuai dengan - Menghormati keyakinan
kepercayaan masing- orang lain.
masing. - Menjunjung tinggi
toleransi antar umat
agama.
2. Kemanusiaan yang - Mendapat jaminan dan - Mengakui persamaan hak
Adil dan Beradab perlindungan hukum setiap peran warga negara
yang sama. indonesia dalam proses
- Mendapat kesempatan pembangunan tanpa
mendapat kehidupan memandang suku,
layak yang sama. keturunan, jenis kelamin,
agama dan sebagainya.
- Memupuk sikap saling
mencintai sesama
manusia tanpa
memandang bulu.
- Melakukan kegiatan
kemanusiaan.
3. Persatuan Indonesia - Mengembangkan seni - Menjunjung tinggi
dan budaya daerah kebersamaan.
dengan niat - Selalu mengutamakan
memperkaya seni dan kepentingan bersama
budaya nasional. diatas kepentingan
- Mendapat perlakuan pribadi.
yang sama walau - Rela berkorban jiwa dan
berada jauh dari raga demi terciptanya
kampung halamannya. keutuhan NKRI.
4. Kerakyatan yang - Rakyat bebas - Tidak memaksakan
Dipimpin oleh Hikmat mengeluarkan pendapat pendapat pribadi atau
Kebijaksanaan dalam yang bersifat golongan kepada pihak
Permusyawaratan membangun dan lain.
Perwakilan bertanggung-jawab. - Selalu mendengarkan dan
- Mendapat jaminan mempertimbangkan
untuk berpolitik secara pendapat orang lain
demokratis yang dengan bijak.
diwujudkan dengan - Mengutamakan
kebebasan berpendapat musyawarah dalam setiap
dan berorganisasi masalah yang dihadapi.
5. Keadilan Sosial bagi - Mendapat perlakuan - Mempertahankan sikap
Seluruh Rakyat adil dalam seluruh gotong royong
Indonesia aspek kehidupan yang dilingkungannya.
melingkupi ekonomi, - Hidup sederhana tidak
politik dan budaya. berlebihan, hemat dan
- Mendapat kesempatan tidak boros.
hidup yang sama
dengan orang lain.

TUGAS MANDIRI 1.3 (halaman 14)


Identifikasi perwujudan hak dan kewajiban warga negara yang diatur dalam UUD NRI Tahun
1945.
Perwujudan Hak Warga Negara
No Jenis Hak Warga Negara Contoh Perwujudannya
1. Pasal 27 ayat 2, “Tiap-tiap warga Masih banyak masyarakat yang tidak
negara berhak atas pekerjaan dan mendapatkan pekerjaan yang layak,
penghidupan yang layak bagi bahkan malah ada yang masih
kemanusiaan.” pengangguran. Karena pekerjaan yang
tidak layak tersebut, maka banyak juga
masyarakat yang akhirnya
penghidupannya kurang layak.
2. Pasal 28B ayat 2, “Setiap anak berhak Masih banyak berita tentang penyiksaan
atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan anak dibawah umur, ada yang memaksa
berkembang serta berhak atas anak-anak dibawah umur tersebut untuk
perlindungan dari kekerasan dan berjualan, mengemis, dll. Bahkan yang
diskriminasi.” paling baru ini, tentang tindak pelecehan
seksual terhadap anak-anak di bawah
umur.
3. Pasal 28D ayat 1, “Setiap orang Masih banyak perlakuan-perlakuan yang
berhak atas pengakuan, jaminan, berbeda di hadapan hukum. Contohnya
perlindungan, dan kepastian hukum banyak pejabat-pejabat yang mendapat
yang adil serta perlakuan yang sama di perlakuan khusus di dalam hukum,
hadapan hukum.” sehingga selalu menang dalam suatu
persidangan.
4. Pasal 28D ayat 2, “Setiap orang Banyak buruh-buruh yang digaji kurang
berhak untuk bekerja serta mendapat layak (mendapat upah minimum).
imbalan dan perlakuan yang adil dan Sehingga para buruh tersebut tidak bisa
layak dalam hubungan kerja.” memberikan penghidupan yang layak
kepada keluarganya.
5. Pasal 28E ayat 3, “Setiap orang berhak Masih adanya pembatasan dalam
atas kebebasan berserikat, berkumpul, mengeluarkan pendapat, meskipun hal
dan mengeluarkan pendapat.” tersebut tidak tampak di depan publik.
Tetapi ketika di “belakang layar”, orang
tersebut mendapat ancaman agar tidak
mengemukakan pendapatnya.
6. Pasal 31 ayat 1, “Setiap warga negara Di daerah-daerah pelosok Nusantara,
berhak mendapat pendidikan.” masih jarang berdiri sekolah, jika pun ada,
itu tidak layak. Sehingga anak-anak di
daerah-daerah pelosok tersebut sangat
sulit untuk mendapatkan pendidikan.

Perwujudan Kewajiban Warga Negara


No Jenis Kewajiban Warga Negara Contoh Perwujudannya
1. Pasal 27 ayat 1, “Segala warga negara Masih banyak warga negara yang malah
bersamaan kedudukannya di dalam melanggar hukum dan juga masih banyak
hukum dan pemerintahan dan wajib pejabat-pejabat yang mendapat
menjunjung hukum dan pemerintahan pengecualian dalam hukum.
itu dengan tidak ada kecualinya.”
2. Pasal 27 ayat 3, “Setiap warga negara Masih kurangnya kesadaran warga negara
berhak dan wajib ikut serta dalam dalam upaya pembelaan negara. Bahkan
upaya pembelaan negara.” masih banyak warga negara yang tidak
tahu apa yang harus ia lakukan dalam
upaya pembelaan negara.
3. Pasal 29 ayat 2, “Negara menjamin Masih adanya teror-teror di suatu tempat
kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk peribadatan suatu agama, sehingga tidak
memeluk agamanya masing-masing merasa aman dalam beribadah. Contohnya
dan untuk beribadat menurut saja adanya teror bom pada Hari Natal di
agamanya dan kepercayaannya itu.” suatu gereja. Ini membuktikan bahwa
negara masih belum bisa menjamin
kemerdekaan tiap penduduk untuk
memeluk agamanya masing-masing dan
untuk beribadat menurut agamanya dan
kepercayaannya.
4. Pasal 30 ayat 1, “Tiap-tiap warga Masih kurangnya kesadaran masyarakat
negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan
dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Contoh sederhananya seperti ada
negara.” orang yang tidak ikut jaga pos kamling di
kampungnya, padahal hari tersebut
merupakan jadwal jaganya di pos kamling
tersebut.
5. Pasal 31 ayat 2, “Setiap warga negara Masih banyak orang tua yang tidak
wajib mengikuti pendidikan dasar dan menyekolahkan anaknya di sekolah dasar,
pemerintah wajib membiayainya.” malah menyuruh anaknya untuk langsung
bekerja. Sehingga anaknya itu sama sekali
tidak pernah mengenyam pendidikan
dasar. Selain itu, masih banyak sekolah-
sekolah dasar yang tetap “mengambil
uang” dari siswanya meskipun sudah ada
peraturan “Wajib Belajar 9 Tahun” yang
merupakan program pendidikan yang
diadakan pemerintah.
6. Pasal 33 ayat 2, “Bumi dan air dan Masih banyak pejabat-pejabat serakah
kekayaan alam yang terkandung di yang mengkorupsi uang hasil bumi
dalamnya dikuasai oleh negara dan negara. Sehingga uang hasil bumi yang
dipergunakan untuk sebesar-besar seharusnya dipergunakan untuk
kemakmuran rakyat.” kemakmuran rakyat, malah masuk ke
kantong pribadi pejabat-pejabat serakah
tersebut.

TUGAS KELOMPOK 1.1 (halaman 20)


1. Mengapa faktor ekonomi dianggap sebagai penyebab utama meningkatnya angka putus
sekolah?
Faktor ekonomi seringkali dianggap sebagai penyebab utama meningkatnya angka putus
sekolah karena dalam keluarga yang miskin cenderung timbul berbagai masalah yang
berkaitan dengan pembiayaan hidup seorang anak, sehingga anak sering dilibatkan untuk
membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan sang anak ini merasa terbebani
dengan masalah ekonomi ini sehingga dapat mengganggu kegiatan belajar serta kesulitan
mengikuti pelajaran. Dengan adanya kurangnya perhatian dari orang tua, justru akan
menimbulkan banyak masalah.
2. Apabila dikaitkan dengan Pancasila, kasus tersebut merupakan ketidaksesuaian dari sila
keberapa? Berikan alasannya!
Sila ke-5 (Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia). Karena belum mendapat perlakuan
yang adil dalam aspek ekonomi.
3. Adakah faktor lain selain faktor ekonomi yang menjadi penyebab meningkatnya angka
putus sekolah ? Apabila ada, apa saja faktor tersebut?
Ya, ada. Faktor – faktor lain yang menyebabkan anak putus sekolah yaitu :
- Faktor yang datangnya berasal dari diri anak itu sendiri, seperti anak yang malas
berangkat sekolah karena tidak memiliki minat dalam pendidikan. Hal ini karena
faktor lingkungan yang mempengaruhi anak tersebut, misalnya saja karena malas
belajar karena kebanyakan main game dan menonton tv, desakan pergaulan, pola pikir
anak yang menganggap pendidikan tidak penting kemudian rasa minder karena anak
tidak bisa bersosialisasi dengan teman sebayanya dan kesenjangan ekonomi kemudian
keadaan lingkungan sperti keluarganya yang kurang memotivasi anak untuk sekolah
yang menjadi penyebab anak enggan ke sekolah.
- Pemaksaan hak oleh orang tua. Pendidikan merupakan kewajiban dari orang tua,
namun kadang ada orang tua yang mengatur pendidikan yang dipilih dari anaknya dan
sering bersifat memaksa. Pendidikan yang dipilih orang tua selalu dianggap terbaik
untuk mereka, walaupun keinginan, minat dan bakat, dan kemampuan dari si anak
tidak sesuai. Anak yang terpaksa menuruti pendidikan dari orang tuanya yang tidak
sesuai dengan keinginanya akan berpengaruh pada psikologisnya. Dalam belajar anak
tersebut akan cenderung bertele-tele dan asal-asalan dalam menimba ilmu di sekolah,
kemudian mengakibatkan nilai dari anak tersebut jelek dan berujung pada putus
sekolah.
- Kurangya prasarana dan fasilitas penunjang pendidikan. Sering kita jumpai dalam
media massa pemberitaan tentang anak-anak yang bersekolah di bawah jembatan,
tidak adanya transportasi untuk pergi ke sekolah sampai ada yang rela berjalan jauh
melewati hutan hanya demi mengenyam sebuah pendidikan. Dalam pedesaan atau
daerah terpencil belum semua anak bisa menikmati pendidikan di sekolah, para
pendidik, transportasi dan gedung sekolah yang memadai dan yang dibutukan pun
belum bisa dipenuhi oleh pemerintah untuk mereka. Karena lingkungan atau
tempatnya yang sulit dijangkau sehingga masih banyak dari mereka yang belum
menyentuh pendidikan formal. Dalam pembelajaran yang efektif diperlukan fasilitas-
fasilitas penunjang yang memadai. Fasilitas-fasilitas tersebut berupa alat tulis, buku
pelajaran, serta perangkat-perangkat pendukung pembelajaran lainya yang memadai.
Kurangnya fasilitas penunjang tersebut akan mengakibatkan minat anak untuk belajar
turum, sehingga berpotensi untuk putus sekolah.
- Pola pikir masyarakat. Masyarakat yang tradisional atau masyarakat yang hidup
dipedesaan mempunyai pola pikir yang mengaggap pendidikan merupakan hal yang
tidak penting, mereka berpikir buat apa sekolah tinggi tapi kalau hanya menjadi
pengangguran atau ujung-ujungnya hanya berladang membantu kedua orang tuanya
atau menangkap ikan dilaut. Mereka berpikir bahwa pendidikan di sekolah hanya
membuang-buang waktu, uang dan termasuk kegiatan yang tidak berguna serta tanpa
pendidikan pun pasti bisa hidup layak. Ada juga sebagian masyarakat yang
memandang perempuan tidak berhak sekolah, karena kaum perempuan hanya
burujung menjadi ibu rumah tangga. Bahkan ada sebagian masyarakat pedesaan yang
memilih menikahkan anaknya di usia muda, sehingga kedudukan pendidikan dalam
kehidupanya hanya sebagai pelengkap.
- Kelainan fisik maupun mental. Angka putus sekolah dikarenakan faktor ini tidak
sebanyak faktor-faktor lain, karena sudah adanya sekolah yang dikhususkan untuk
anak kelainan fisik maupun mental yaitu Sekolah Luar Biasa. Namun jika menengok
ke lapangan masih ada anak yang putus sekolah atau tidak bisa bersekolah dikarenakan
fakor ini.
4. Apakah upaya pemerintah tersebut sudah berhasil ? Kemukakan indikator keberhasilannya.
Belum optimal, karena biaya pendidikan yang cukup mahal dirasakan tidak mampu untuk
mereka menyekolahkan anak-anaknya, berbagai bantuan beasiswa seperti BOS dan BSM
pun belum cukup membantu. Dalam pedesaan atau daerah terpencil belum semua anak bisa
menikmati pendidikan di sekolah, para pendidik, transportasi dan gedung sekolah yang
memadai dan yang dibutukan pun belum bisa dipenuhi oleh pemerintah untuk mereka.
Karena lingkungan atau tempatnya yang sulit dijangkau sehingga masih banyak dari
mereka yang belum menyentuh pendidikan formal. Dalam pembelajaran yang efektif
diperlukan fasilitas-fasilitas penunjang yang memadai. Fasilitas-fasilitas tersebut berupa
alat tulis, buku pelajaran, serta perangkat-perangkat pendukung pembelajaran lainya yang
memadai.
5. Selain pemerintah, siapa lagi yang bertanggung jawab untuk mengatasi masalah ini ? Apa
saja peran yang bisa ditampilkannya?
Selain pemerintah yang bertanggung jawab dalam mengatasi masalah ini adalah orang tua
dan guru-guru siswa atau siswi itu sendiri. Karena tanpa motivasi dan pengawasan mereka
kepada peserta didik dan anak-anaknya, semua tidak akan memberikan pengaruh yang
berarti . Jika anak – anak tidak mendapat bimbingan dan perhatian yang baik, maka akan
mempengaruhi minatnya untuk bersekolah.
6. Apa solusi yang kalian ajukan untuk mengatasi masalah ini ? Bagaimana strateginya
supaya solusi itu berhasil?
- Memfasilitasi atau memberikan sarana prasarana yang memadai. Seperti yang telah
kita ketahui banyak anak-anak yang belum bisa mengenyam pendidikan karena
kurangya fasilitas dan sarana yang memadai. Memfasilitasi juga termasuk memberikan
beasiswa kepada anak-anak yang kurang mampu, seperti pemerataan pendidikan
dengan membangun dan memperbaiki gedung sekolah di daerah-daerah, memberikan
transportasi yang lebih memadai, serta memberikan fasilitas penunjang-penunjang
kegiatan belajar mengajar ditambah lagi pengadaan seragam sekolah dan buku paket
gratis.
- Sekolah terbuka. Sekolah terbuka merupakan pendidikan formal yang diperuntukan
untuk merek yang kurang mampu, karena tidak memungut biaya sepersenpun dan
siswanya tidak berseragam. Sekolah ini juga dilengkapi modul untuk mereka belajar,
dalam pembelajaranya dengan belajar mandiri dan berkelompok. Lulusan dari sekolah
ini juga menerima Surat Tanda Tamat Belajar dan mereka juga mempunyai hak dan
kesempatan yang sama seperti sekolah regular.
7. Kemukakan bentuk pelanggaran hak warga negara yang pernah terjadi di daerahmu.
Bagaimana solusi untuk menyelesaikannya ?
Bentuk pelanggaran hak warga negara di daerah saya yaitu adanya remaja seusia saya yaitu
usia SMA yang sudah putus sekolah dan memilih bekerja. Padahal itu merupakan
pelanggaran hak warga negara seperti yang sudah tertuang dalam UUD pasal 31 ayat (1)
berbunyi, “Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan” dan pada ayat (2) berbunyi
”Setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib
membiayainya.” Solusi untuk menyelesaikannya ialah menasihati anak tersebut tentang
pentingnya sekolah.
TUGAS KELOMPOK 1.2 (halaman 23)
1. Apa saja yang menyebabkan rendahnya kesadaran membayar pajak?
- Ketidaktahuan mereka tentang ketentuan dan tatacara perpajakan Indonesia.
Ketidakpahaman masyarakat Indonesia tentang ketentuan dan tatacara perpajakan
itulah yang menjadikan masyarakat Indonesia memilih untuk tidak ber-NPWP karena
mereka beranggapan dengan ber-NPWP akan menyulitkan atau membuat mereka
bingung dan ketakutan. Apalagi dengan diberlakukannya sistem self assessment pada
pajak penghasilan membuat masyarakat Indonesia yang telah memenuhi syarat
subjektif dan objektif pajak menjadi ketakutan dalam melaksanakan kewajiban
perpajakannya. Sistem self assessment menuntut masyarakat sebagai wajib pajak
untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya secara aktif, mulai dari mendaftarkan
diri, menghitung, membayar, dan melaporkan pajaknya kepada kantor pajak. Sistem
ini juga menuntut masyarakat untuk secara aktif belajar atau mengetahui isi dan
maksud suatu peraturan perpajakan dalam rangka untuk memenuhi kewajiban
perpajakannya dengan baik. Kebanyakan masyarakat takut melakukan kesalahan
dalam membayar atau melaporkan pajak yang menyebabkan mereka terkena denda
pajak yang jumlahnya tidak sedikit.
- Kesadaran masyarakat Indonesia untuk membaca masih sangat rendah. Kesadaran
masyarakat Indonesia untuk membaca masih sangat rendah, terutama dalam membaca
peraturan-peraturan yang berhubungan dengan hukum dan negara, membuat hal ini
semakin sulit.
- Kekhawatiran terhadap penyalahgunaan uang pajak seringkali menjadi pemikiran
masyarakat. Bagaimana pajak itu akan dikelola dan ke mana uang pajak itu akan
disalurkan, mengingat timbal balik yang diberikan kepada masyarakat dianggap
kurang. Apalagi dengan maraknya pemberitaan negatif terhadap pegawai-pegawai
pajak, membuat masyarakat semakin tidak percaya dengan lembaga perpajakan.
- Persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh aparat pajak
yang ada di kantor pelayanan pajak.
- Tidak semua aparat pajak bersikap ramah terhadap masyarakat yang berkunjung ke
sana, terutama jika masyarakat itu banyak mengajukan pertanyaan.
2. Jelaskan akibat yang akan diterima negara ketika pendapatan dari pajak terus mengalami
penurunan!
Akibat yang akan di terima negara bila masyarakat masih saja tidak sadar akan pentingnya
pajak lalu juga enggan untuk membayar pajak yaitu, negara akan mengalami penurunan
keuangan untuk membayar hutang negara pada negara luar dan sulit memenuhi fasilitas
umum untuk masyarakat yang di sebabkan keuangan negara tidak mencukupi akibat dari
masyarakat tidak membayar pajak. Menurunnya pendapatan negara dari dalam negeri yg
membuat apbn juga berkurang dan bisa juga menimbulkan inflasi. Lalu ketika pendapatan
pajak terus menurun secara otomatis, kesejahteraan masyarakat ikut menurun, itu
dikarenakan biaya untuk penyelesaian infra struktur berkurang dan menyebabkan
kemacetan pada pembiayaan, karena pajak merupakan salah satu pendapatan utama yang
diterima negara
3. Apabila dikaitkan dengan Pancasila, kasus tersebut merupakan ketidaksesuaian dari sila
keberapa? Berikan alasannya.
Sila ke 5. Membayar pajak merupakan tindak keadilan terhadap sosial. Karena kesadaran
membayar pajak menyebabkan seluruh rakyat RI dapat merasakan persamaan fasilitas
negara.
4. Apa saja solusi yang sudah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran
membayar pajak? Bagaimana tingkat keberhasilan dari solusi tersebut?
Tentu pemerintah telah melakukan berbagai solusi untuk meningkatkan kesadaran warga
negaranya dalam membayar pajak, misalnya seperti melakukan penyuluhan, bimbingan
dari sekolah yang sudah diberikan sejak dini bahwa membayar pajak merupakan suatu
kewajiban warga negara, melalui iklan di sosial media atau stasiun televisi. Namun rupanya
kesadaran itu masih belum juga muncul. Terbukti persentase pada kasus "Kesadaran Bayar
Pajak Warga Masih Rendah" ini dikatakan bahwa perusahaan yang seharusnya 6 juta yang
membayar pajak hanya 520 ribu perusahaan, sedangkan wajib pajak pribadi baru 30 persen
yang bayar. Jadi bisa disimpulkan bahwa usaha pemerintah belum berhasil.
5. Kemukakan solusi yang kalian tawarkan untuk meningkatkan kesadaran warga negera
dalam membayar pajak dan kesadaran melaksanakan kewajiban lainnya sebagai warga
negara.
- Perlu sosialisasikan secara detail kepada seluruh masyarakat. Sosialisasi mengenai
objek yang kena pajak dan batasan pembiayaan yang dikenakan pajak dan berapa
besaran pajak yang harus di bayarkan oleh wajib pajak. Semuanya harus
disosialisasikan secara jelas dan detail kepada seluruh masyarakat agar tidak terjadi
penyelewengan pajak.
- Dari segi penegakan hukum, pemerintah harus menerapkan hukum dengan adil kepada
semua orang. Apabila ada wajib pajak tidak membayar pajak, siapapun dia (termasuk
para pejabat publik ataupun keluarganya) akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan.
- Dari segi struktur organisasi, tenaga kerja, dan etika, ditekankan pada masalah internal
di lingkungan kantor pajak. Apabila struktur organisasinya memungkinkan kantor
pajak untuk melayani wajib pajak dengan profesional, maka wajib pajak akan
cenderung mematuhi berbagai aturan.
- Akuntabilitas aparatur serta transparansi penggunaan pajak juga harus jelas, artinya
Wajib pajak menginginkan keterbukaan pemerintah dalam mengelola penerimaan
pajak. Namun sebaliknya bila pemerintah tidak dapat menunjukkan penggunaan pajak
secara transparan dan akuntabilitas, maka wajib pajak tidak mau membayar pajak
dengan benar.
- Pemerintah harus dapat menuntaskan pelaku-pelaku para anggota perwakilah rakyat
yang korupsi. Nah dengan begitu mereka dapat menjadi contoh untuk masyarakat,
serta masyarakat tidak lagi enggan untuk membayar pajak, karena mereka percaya
pada negara.
6. Kemukakan kasus lain yang berkaitan dengan pengingkaran kewajiban warga negara yang
pernah terjadi di daerahmu. Serta bagaimana proses penyelesaiannya?
Kasus yang sama yang terjadi pada daerah saya adalah ketika setiap warga kelas di minta
untuk turut melakukan kewajiban dalam membersihkan kelas atau yang biasa disebut piket
kelas. Namun justru ada warga kelas yang tidak ingin melaksanakan kewajibannya tersebut
pada hari yang telah ditentukan. Proses penyelesaiannya adalah warga kelas yang lainnya
harus selalu mengingatkannya dan apabila ia masih melanggar, maka ia harus mendapatkan
hukuman atau sanki agar hal itu tidak terulang kembali, maka ketua kelas memberikan
peringatan bagi siswa yang tidak piket akan dikenakan denda sebesar yang telah disepakati
bersama-sama. Lalu uang denda tersebut bisa dimasukkan ke dalam kas kelas dan jika
suatu waktu diperlukan maka dapat diambil.
TUGAS MANDIRI 1.4 (halaman 26)
1. Mengapa kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga masih terjadi?
Hal tersebut masih terjadi karena adanya kelalaian atau pengingkaran dari kewajiban baik
yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh warga negara sendiri, contoh masih
tingginya angka putus sekolah. Kasus masih tingginya angka putus sekolah itu disebabkan
oleh perilaku warga negara sendiri yang malas untuk sekolah karena factor-faktor tertentu,
misal ketidak adanya biaya.
2. Siapa yang harus bertanggung jawab untuk mencegah terjadinya kasus-kasus pelanggaran
hak dan pengingkaran kewajiban warga negara?
Yang harus bertanggung jawab untuk mencegah terjadinya kasus-kasus pelanggaran hak
dan pengingkaran kewajiban warga negara adalah pemerintah dan warga negara itu sendiri
3. Apa saja solusi yang Anda ajukan untuk mencegah terjadinya kasus-kasus pelanggaran hak
dan pengingkaran kewajiban warga negara?
Solusi yang saya ajukan untuk mencegah terjadinya kasus-kasus pelanggaran hak dan
pengingkaran kewajiban warga negara adalah dengan intropeksi diri sendiri, apakah kita
sudah melaksanakan kewajiban kita sebagai warga negara? Jika belum melaksanakan
kewajiban dengan baik jangan kita menuntuk hak. Dan juga untuk aparat hukum untuk
lebih tegas dalam menegakkan keadilan

TUGAS KELOMPOK 1.3 (halaman 27)


Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Keluarga Sekolah Masyarakat Bangsa dan Negara
Menciptakan Senantiasa Menghargai Menaati peraturan
keluarga yang menghargai segala perbedaan cara perundang-
harmonis. kekurangan dan beribadah setiap undangan
kelebihan guru serta masyarakat.
teman kita.
Saling Berteman tanpa Senantiasa menjaga Selalu berpedoman
menghormati dan membeda – kerukunan antar terhadap Pancasila
menghargai bedakan kepintaran, tetangga.
antar anggota warna kulit, bahasa,
keluarga agama, dsb.
Mendirikan suatu Menghilangkan Menjadi masyarakat Menjadikan UUD
keluarga yang sikap senioritas. yang pandai dalam 1945 sebagai acuan
berlandaskan mentaati peraturan hukum
pada agama serta dan norma yang
moral berlaku.

Senantiasa Saling membantu Mengedepankan Melaporkan


memberikan hak antar sesama semboyan Bhineka pelanggaran HAM
dan menjalankan teman. Tunggal Ika. kepada pihak yang
kewajibannya berwenang
masing – masing
sebagai komponen
keluarga yang satu
kesatuan

UJI KOMPETENSI BAB 1 (halaman 32)


1. Jelaskan konsep hak asasi, hak warga negara, kewajiban asasi dan kewajiban warga
negara. Uraikan perbedaan dan persamaan konsep-konsep tersebut!
Hak asasi, hak warga negara, kewajiban asasi dan kewajiban warga merupakan konsep
yang selalu melekat dalam diri setiap individu manusia.Hak asasi manusia adalah hak yang
melekat pada diri setiap pribadi manusia. Karena itu, hak asasi manusia berbeda dari
pengertian hak warga negara. Hak warga negara merupakan seperangkat hak yang
melekat dalam diri manusia dalam kedudukannya sebagai anggota dari sebuah negara. Hak
asasi sifatnya universal, tidak terpengaruh status kewarganegaraan seseorang. Akan tetapi,
hak warga negara dibatasi oleh status kewarganegaraannya. Dengan kata lain, tidak
semua hak warga negara adalah hak asasi manusia, akan tetapi dapat dikatakan bahwa
semua hak asasi manusia juga merupakan hak warga negara, misalnya hak setiap warga
negara untuk menduduki jabatan dalam pemerintahan Republik Indonesia adalah hak asasi
warga negara Indonesia, tidak berlaku bagi setiap orang yang bukan warga negara
Indonesia. Kewajiban asasi merupakan kewajiban dasar setiap orang. Dengan kata lain,
kewajiban hak asasi terlepas dari status kewarganegaraan yang dimiliki oleh orang tersebut.
Sementara itu, kewajiban warga negara dibatasi oleh status kewarganegaran seseorang,
akan tetapi meskipun demikian konsep kewajiban warga negara memiliki cakupan yang
lebih luas, karena meliputi pula kewajiban asasi. Misalnya, di Indonesia menghormati hak
hidup merupakan kewajiban setiap orang terlepas apakah ia warga negara Indonesia atau
bukan, sedangkan kewajiban bela negara hanya merupakan
kewajiban warga negara Indonesia saja, sementara warga negara asing tidak dikenakan
kewajiban tersebut.
2. Kemukakan hak dan kewajiban warga negara yang terdapat dalam Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945?
Hak dan kewajiban warga negara yang terdapat dalam UndangUndang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 di antaranya sebagai berikut.
1) Hak Warga Negara
- Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan Pasal 27 Ayat
(2)
- Hak untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara, Pasal 27 ayat (3)
- Hak untuk berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan
tulisan, Pasal 28
- Hak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan, Pasal 28 D Ayat
(3)
- Hak untuk memeluk agamanya masingmasing dan untuk beribadat menurut
agamanya dan kepercayaannya itu,Pasal 29 Ayat (2)
- Hak untuk ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara, Pasal 30 Ayat
(1)
- Hak mendapat pendidikan, Pasal 31 ayat (1)
- Hak untuk memelihara dalam mengembangkan nilai-nilai budayanya, Pasal 32
ayat (1)
- Hak mendapatkan perlindungan kesejahteraan sosial Pasal 34
2) Kewajiban Warga Negara
- Menjunjung hukum dan pemerintahan , Pasal 27 Ayat (1)
- Menghormati hak asasi warga negara lainnya Pasal 28 J ayat (1)
- Ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara Pasal 30 ayat (1)
- Mengikuti pendidikan dasar Pasal 31 ayat (2)
- Ikut serta dalam upaya pembelaan negara Pasal 27 Ayat (3)
3. Jelaskan faktor-faktor penyebab terjadi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban
warga negara, baik yang bersifat internal maupun eksternal?
Pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara disebabkan oleh faktor-
faktor berikut:
- Faktor internal, yaitu dorongan untuk melakukan pelanggaran hak dan
pengingkaran kewajiban warga negara yang berasal dari diri pelaku, di antaranya
adalah:
1) sikap egois atau terlalu mementingkan diri sendiri.
2) rendahnya kesadaran hukum warga negara, dan
3) sikap tidak toleran.
- Faktor Eksternal, yaitu faktor-faktor di luar diri manusia yang mendorong
seseorang atau sekelompok orang melakukan pelanggaran hak dan pengingkaran
kewajiban warga negara, diantaranya sebagai berikut:
1) penyalahgunaan kekuasaan,
2) ketidaktegasan aparat penegak hukum,
3) penyalahgunaan teknologi, dan
4) kesenjangan sosial dan ekonomi yang tinggi

4. Menurut kalian, apa yang harus dilakukan Pemerintah dalam memecahkan persoalan
pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara?
- Penegakkan supremasi hukum
- Meningkatkan kesaradan hukum masyarakat melalui pendidikan
- Peningkatkan kualitas aparat penegak hukum
- Meningkatkan kesejahteraan warga negara
5. Bagimanakah cara kalian untuk menghindari pelanggaran terhadap hak orang lain dan
pengingkaran terhadap kewajiban dalam kehidupan sehari-hari?
- Patuh pada aturan yang berlaku
- Meningkatkan rasa simpati dan empati kepada orang lain
- Menghindarkan diri dari berbagai perilaku yang berpotensi mendorong terjadinya
pelanggaran hak dan kewajiban warga negara
- Selalu disiplin dalam segala hal

Anda mungkin juga menyukai