Anda di halaman 1dari 3

BENDA-BENDA ERGASTIK DI DALAM SEL TUMBUHAN

SESI 1 : TUJUAN
1. Masalah : Apakah pada sel tumbuhan yang diamati dapat dibedakan antara amilum tunggal,setengah
majemuk, dan amilum majemuk? Apakah dapat juga dibedakan antara kristaloid zat putih telur dan
globoid pada butir-butir aleuron? Terlihat jugakah perbedaan bentuk kristal-kristal kalsium oksalat?
Apakah dapat diamati juga antosianinnya?
2. Tujuan : Pada pembelajaran ini saya dan kelompok saya dapat melakukan penelitian tentang benda-
benda ergastik di dalam sel tumbuhan seperti butir-butir amilum, aleuron, dan kristaloid zat putih telur
serta kristal kalsium oksalat untuk membuat claim,data, warrant dan backing sebagai argumentasi ilmiah.
3. Manfaat : Penyelidikan ini dilakukan agar saya dapat mengetahui dan memahami tentang komponen
nonprotoplasmik (benda ergastik) pada sel tumbuhan yang diteliti.

SESI 2 : PENYELIDIKAN
1. Cara-cara Penyelidikan :
a. Menusuk umbi kentang dengan jarum jara beberapa kali, kemudian menempelkan ujung jarum
tersebut pada air yang telah ditetes di atas kaca objek dan tutup dengan kaca penutup. Memerhatikan
letak hilusnya dan membedakan antara amilum tunggal, setengah majemuk, dan amilum majemuk.
Melakukan cara seperti percobaan di atas pada tuber Ipomoea batatas kemudian memerhatikan letak
hilusnya. Melakukan percobaan yang sama pada tuber Manihot utilissima kemudian memerhatikan
adanya amilum yang mengalami korosi atau retak.
b. Meletakkan tepung Oryza sativa dan tepung Oryza sativa var.Glutinosa dalam air yang diteteskan di
atas kaca objek. Memerhatikan amilumnya, kemudian membedakan antara amilum tunggal, setengah
majemuk, dan amilum majemuk.
c. Membuat irisan melintang dari endosperm biji Ricinus communis, meletakkan pada air yang telah
diteteskan di atas kaca objek, kemudian menutupnya dengan kaca penutup. Memerhatikan butir-butir
aleuron dengan kristaloid zat putih telur dan globoid.
d. Membuat irisan melintang dari batang Amaranthus sp, meletakkan irisan tersebut pada air yang telah
diteteskan di atas kaca objek, lalu menutupnya dengan kaca penutup. Memerhatikan adanya kristal-
kristal kalsium oksalat berbentuk pasir. Melakukan pengamatan dengan cara kerja yang sama pada
tangkai daun Carica papaya dan daun Mirabilis jalappa, mengamati adanya kristal kalsium oksalat
berbentuk bintang pada daun Carica papaya dan berbentuk rafida pada daun Mirabilis jalappa.
e. Membuat irisan membujur epidermis bawah daun Rhoeo discolor, meletakkan irisan tersebut pada air
yang telah diteteskan di atas kaca objek, lalu menutupnya dengan kaca penutup. Mengamati adanya
antosianin.
f. Mengambil gambar/foto dan memberi keterangan semua objek yang diamati tersebut.
g. Memasukkan hasil pengamatan ke dalam bukti data yang berbentuk tabel sebagai bahan argumentasi
ilmiah.
2. Alasan penyelidikan dilakukan dengan cara-cara di atas :
Melalui penyelidikan dengan cara di atas saya dapat :
a. Mengetahui bagian-bagian tak hidup pada tanaman yang diamati.
b. Mengetahui dan membedakan antara struktur, letak, dan fungsi bagian-bagian hidup pada sel
tumbuhan yang diamati.

SESI 3 : ARGUMENTASI
1. Claim : Saya berpendapat bahwa pada sel tumbuhan yang diamati dapat dibedakan antara amilum
tunggal, setengah majemuk, dan amilum majemuk. Kemudian dapat dibedakan antara kristaloid zat putih
telur dan globoid pada butir-butir aleuron. Selain itu dapat juga dibedakan bentuk kristal-kristal kalsium
oksalat, serta dapat diketahui antosianinnya.

2. Bukti Data:

Tabel 1. Benda Ergastik yang ada di dalam sel tumbuhan


Tuber Solanum Tuber Ipomoea Tuber Manihot Tepung Oryza sativa Tepung Oryza
tuberosum batatas utilissima sativa var.glutinosa
1
1
1
1
2 2
1
2
2 3
1
3 3
1
1
1
Ket : 1 Ket : Ket : Ket : Ket :
1. Hilus eksentrik 1 1.Amilum Tunggal 1.Bagian yang 1.Amilum tunggal 1.Setengah
2. Lamela 1 2.Hilus konsentris mengalami retak 2.Setengah majemuk majemuk
3. Amilum setengah1 3.Amilum majemuk 2. Amilum tunggal
majemuk 2 3. Amilum majemuk

Biji Ricinus Batang Amaranthus Daun Carica Daun Mirabilis Daun Rhoeo discolor
communis sp. papaya jalapa

1
1 1 1

Ket : Ket : Ket : Ket : Ket :


1.Butir-butir aleuron 1.Kristal-kristal 1.Kristal-kristal 1.Kristal-kristal 1. Antosianin
dengan kristaloid kalsium oksalat kalsium oksalat kalsium oksalat
dan globoid berbentuk pasir berbentuk bintang berbentuk rafida

3. Dasar Kebenaran
a. Warrant: Saya setuju bahwa pada sel tumbuhan yang diamati dapat dibedakan antara amilum
tunggal, setengah majemuk, dan amilum majemuk. Kemudian dapat dibedakan antara kristaloid zat
putih telur dan globoid pada butir-butir aleuron. Selain itu dapat juga dibedakan bentuk kristal-kristal
kalsium oksalat, serta dapat diketahui antosianinnya. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah saya
lakukan pada tuber Solanum tuberosum, tuber Ipomoea batatas dan tuber Manihot utillisima dapat
dibedakan antara amilum tunggal,hilus, dan lamela juga terdapat bagian yang retak pada Manihot
utilissima. Dapat juga dibedakan pada tepung Oryza sativa dan tepung Oryza sativa var.glutinosa
antara amilum tunggal, setengah majemuk, dan amilum majemuk. Pada biji Ricinus communis dapat
ditemukan butir-butir aleuron dengan kristaloid zat putih telur dan globoid. Pada Amaranthus
hibridus, Carica papaya dan Mirabilis jalapa kristal-kristal kalsium oksalatnya berbentuk pasir,
bintang, dan rafida. Pada daun Rhoeo discolor dapat diamati antosianinnya.
b. Backing : Menurut Sumarsono dan Siti Samiyarsih dalam jurnal “Struktur Morfologi Tumbuhan dan
Struktur Sel”, amilum merupakan karbohidrat yang paling umum dalam tumbuhan, banyak terdapat
sebagai cadangan makanan yang disimpan di dalam jaringan penimbunan, seperti umbi, rhizoma, dan
buah. Amilum cadangan bagi setiap jenis tumbuhan mempunyai bentuk dan susunan tertentu.
Perbedaan macam-macam tepung didasarkan pada letak hilus. Sedangkan hilus adalah titik permulaan
terbentuknya butir tepung, titik permulaan ini disebut pula titik inisial. Berdasarkan letak hilus terdapat
2 macam tipe tepung, yaitu tepung konsentris (hilus terletak di tengah) dan tipe eksentris (hilus
terletak di tepi). Benda-benda nonprotoplasmik yang bersifat padat umumnya berbentuk butiran atau
kristal. Butiran atau kristal ini terbentuk sebagai hasil akhir dari proses metabolisme dalam tumbuhan.
Butiran atau kristal kalsium oksalat banyak dijumpai dalam sel korteks atau pada parenkim. Bentuk-
bentuk kristal kalsium oksalat yaitu : bentuk pasir, jarum, piramid, dan bintang atau drussen.