Anda di halaman 1dari 24

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM :

PEMANFAATAN EKSTRAK BUAH WUALAE (Etlingera elatior) DALAM


FORMULASI SEDIAAN PERMEN KERTAS
(PERMEN PASTI HAPPY)

BIDANG KEGIATAN :

PKM PENELITIAN

Diusulkan Oleh :

Fanny Rahmadhani. N (O1A1 16 009)/2016


Nirvani Haris (O1A1 16 147)/2016
Marwana Santri Amalia (O1A1 17 154)/2017

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2018
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ........................................................................................ i
PENGESAHAN USULAN PKM PENELITIAN EKSAKTA ............................ ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ iii
BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1
1.2 Perumusan Masalah ...................................................................................... 1
1.3 Tujuan ........................................................................................................... 2
1.4 Luaran ........................................................................................................... 2
1.5 Manfaat dan Urgensi ..................................................................................... 2
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................... 3
2.1 Wualae (Etlingera elatior)…………...……………………..…..…………...3
2.2 Pemanfaatan Wualae…….…………. ............................................................ 3
2.3 Permen Kertas ............................................................................................... 4
BAB 3 METODE PENELITIAN ......................................................................... 5
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ....................................................................... 5
3.2 Desain Penelitian .......................................................................................... 5
3.3 Metode Penelitian ......................................................................................... 5
BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN .................................................... 7
4.1 Anggaran Biaya ........................................................................................... 7
4.2 Jadwal Kegiatan ............................................................................................ 7
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 8
LAMPIRAN ......................................................................................................... 10
1

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bau mulut bersumber dari bakteri dan protein, oleh karena itu pada
dasarnya adalah tingkat keparahan dari individu satu dengan yang lain
berbeda. Halitosis Berat dapat mengganggu kenyaman orang lain saat
berinteraksi sosial, mempengaruhi rasa percaya diri dan mengurangi
performa pada saat berinteraksi sosial. Bakteri yang berasal dari rongga
mulut sendiri seperti plak, bakteri yang berasal dari poket yang dalam dan
bakteri yang berasal dari lidah akan mengeluarkan zat–zat enzim yang
berpotersi sangat besar menimbulkan halitosis (Irfan dkk., 2015).
Rongga mulut terdapat berbagai mikroorganisme yang hidup sebagai
flora normal rongga mulut. Mikroganisme ini bermanfaat dan berperan pada
perkemangbiakan fisisologi dan pertahanan secara normal pada manusia.
Komponen dari mikroganisme ini dapat menjadi patogen jika lingkingannya
terganggu atau terdapat pada tempat yang tidak normal (Astuti, 2013)
Kebersihan mulut sangat penting sebab terkait dengan perawatan
kesehatan tubuh secara keseluruhan terutama yang mengalami penurunan
kesadaran sehingga tidak memiliki kemampuan untuk membersihkan mulut.
Perawatan rongga mulut pada klien penurunan kesadaran penting karena
mikroorganisme yang berasal dari rongga mulut (Nuniek N.F dkk., 2012).
Senyawa anti bakteri merupakan senyawa yang mempunyai
kemampuan menghambat pertumbuhan mikroorganisme, senyawa ini dapat
berasal dari bagian tanaman seperti bunga, biji, buah, rimpang, batang, dan
umbi. Sebagian besar senyawa anti mikroba yang berasal dari tanaman
diketahui merupakan metabolit sekunder terutama dari golongan fenolitik
dan terpena dalam minyak atsiri. Beberapa senyawa yang bersifat anti
mikroba dari tanaman diantaranya adalah fitoeleksin, asam organik, minyak
atsiri, fenolitik dan beberapa kelompok pigmen tanaman (Angin, 2015).
Wualae merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang sejak lama
dikenal dan dimanfaatkan oleh manusia sebagai obat-obatan berkaitan
dengan khasiatnya, yaitu sebagai penghilang bau badan dan bau mulut.
Bagian yang biasa digunakan dari tanaman ini adalah bunga, daun dan
batangnya. Beberapa penelitian menunjukkan bunga dan daun wualae
memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif maupun gram
negatif (Kusumawati dkk., 2015). Dari latar belakang di atas di ketahui
bahwa bunga, daun dan batang wualae dapat menghilangkan bau mulut.
Dari latar belakang di atas peneliti bermaksud untuk menguji ekstrak buah
wualae terhadap penghilangan bau mulut.
2

1.2 Rumusan Masalah


Masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Bagaimana formulasi permen kertas dari ekstrak buah wualae (Etlingera
elatior)?
b. Bagaimana karakteristik fisik dari permen kertas ekstrak buah wualae
(Etlingera elatior) ?

1.3 Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Mengetahui formulasi permen kertas dari ekstrak buah wualae (Etlingera
elatior).
b. Mengetahui karakteristik fisik dari permen kertas ekstrak buah wualae
(Etlingera elatior).

1.4 Luaran
Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
a. Sediaan permen kertas dari ekstrak buah wualae (Etlingera elatior) yang
diambil daerah pertanian Sulawesi Tenggara. Produk ini dapat digunakan
untuk penghilangan bau mulut.
b. Publikasi ilmiah yang dapat digunakan sebagai acuan pemanfaatan buah
wualae oleh masyarakat dalam industri farmasi dan yang berpotensi
paten, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup, mutu kesehatan, dan
ekonomi masyarakat.

1.5 Manfaat dan Urgensi


1) Internal
a. Menambah keterampilan peneliti di bidang formulasi bahan obat
alami.
b. Menambah wawasan keilmuan peneliti di bidang pengujian obat
obatan.
2) Eksternal
a. Menghasilkan sediaan permen kertas dengan bahan aktif ekstrak buah
wualae (Etlingera elatior).
b. Menimbulkan nilai ekonomi bauah wualae (Etlingera elatior).
c. Memberikan informasi kepada masyarakat dan industri farmasi dalam
pemanfaatan dan diversifikasi sediaan farmasi berbahan buah wualae
(Etlingera elatior).
3

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Wualae (Etlingera elatior).
Menurut Angin, 2015 tanaman wualae dalam tata nama atau
sistematika (taksonomi) tumbuh-tumbuhan, wualae diklasifikasikan sebagai
berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Etlingera
Spesies : Etlingera elatior
Wualae nama latinnya adalah Etlingera elatior sinonimnya Nicolaia
speciosa Horan tanaman ini adalah merupakan tumbuhan yang berbentuk
herba yang tegak dan membentuk rumpun, habitatnya disemak dan
tingginya dapat mencapai 5 meter. Batangnya semu tegak berpelepah, daun
tunggal lanset ujung dan pangkalnya runcing tepi rata, panjang 20-30 cm
dengan lebar 5-15 cm pertulangan menyirip berwarna hijau dengan
permukaan daun licin mengkilat. Bunga terdapat di ujung batang berwarna
merah muda hingga merah terang, majemuk berbentuk bongkol, tangkai 40-
80 cm dengan benang sari 75 cm berwarna kuning, putik kecil berwarna
putih, dengan mahkota bertaju berbulu jarang berwarna merah jambu, buah
seperti buah nanas kecil bila matang terasa manis asam dengan biji kecil
berwarna coklat. Akar serabut berwarna kuning kotor. Wualae mempunyai
morfologi berupa semak, tegak, dan tinggi mencapai 1-3 meter dengan
bunga berkarakteristik majemuk dan bentuk bongkol (Samarang dkk.,
2015).
Wualae merupakan salah satu family Zingiberacea dan merupakan
tanaman asli Indonesia. Buah wualae dikenal dengan nama wualae oleh
masyarakat di daerah Konawe Sulawesi tenggara sebagai bahan penyedap
masakan. Selain itu secara empiris di kabupaten Kolaka Utara Sulawesi
tenggara buah wualae juga digunakan sebagai obat dalam pemulihan
penyakit demam tifoid. Wualae mengandung senyawa bioaktif seperti
polifenol, alkaloid, flavonoid, steroid, saponin dan minyak atsiri (Wahyuni
dkk., 2017).

2.2 Pemanfaatan buah Wualae


Berdasarkan hasil penelitian Sukandar (2010) tentang karakterisasi
senyawa antibakteri ekstrak air daun wualae ( Etlingera elatior), dari hasil
analisa GCMS, sedikitnya ada 5 golongan senyawa utama yang terkandung
dalam ekstrak air daun wualae, yaitu alkana, alkohol, Volume 04, Nomor 1,
Edisi April 2016 Polha Sains Jurnal Sains dan Terapan Politeknik Hasnur 27
4

keton, amida dan fenol. Rosadi (2014) menambahkan bahwa kandungan


kimia daun wualae adalah tanin, flavonoid dan saponin. Penelitian yang
dilakukan McKeen et al., (1997) melaporkan bahwa ekstrak etanol daun
tanaman wualae ini memiliki kemampuan membunuh mikroba secara
kualitatif dengan metode kertas cakram dan secara kuantitatif dengan
metode dilusi cair terhadap bakteri Gram p ositif ( Bacillus cereus dan
Bacillus megatrium ) dan Gram negatif ( Escherichia coli dan Pseudomonas
aeruginosa ) (Hidayah dkk., 2016).
Buah dan daun merupakan salah satu komponen yang terdapat pada
tanaman wualae (Etlingera elatior) yang memiliki kandungan fenolik
didalamnya. Hal inilah yang mendasari dilakukannya penelitian pada buah
dan daun wualae (Etlingera elatior) yang merupakan bagian tanaman ini
yang paling sering dimanfaatkan. Sejumlah tanaman obat yang mengandung
flavonoid telah dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri,
antivirus, antiradang, antialergi, dan antikanker (Ahmad, 2015).
Berdasarkan kandungan senyawa yang terdapat dalam buah wualae
(Etlingera elatior), buah wualae dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri.
Penelitian yang dilakukan yaitu pemanfaatan ekstrak buah wualae yang di
formulasikan sediaan permen kertas terhadap bau mulut.

2.3 Permen kertas


Permen keras dikenal sebagai Edible film merupakan lapisan tipis
bersifat sebagai pengemas primer untuk melapisi makanan (coating) yang
berfungsi sebagai penahan transfer massa seperti oksigen, cahaya, uap air
dan lemak, serta dapat juga sebagai pembawa bahan tambahan pangan
(Mulyadi dkk., 2016).
Secara umum permen kertas edible film didefinisikan sebagai
lapisan tipis yang terbuat dari bahan-bahan yang layak dimakan, yang dapat
diaplikasikan sebagai pelapis lindung makanan ataupun diletakkan di atas
atau di antara komponen komponen bahan pangan. Komponen utama
penyusun edible film dikelompokkan menjadi tiga, yaitu hidrokoloid, lipida
dan komposit. Hidrokoloid termasuk ke dalam protein dan polisakarida. Film
yang terbuat dari hidrokoloid sangat baik sebagai penghambat perpindahan
oksigen, karbondioksida, dan lemak, serta memiliki karakteristik mekanik
yang sangat baik, sehinggga sangat baik digunakan untuk memperbaiki
struktur film agar tidak mudah hancur (Anandito dkk., 2012).
Permen kertas atau edible film merupakan suatu lapis tipis yang
melapisi bahan pangan yang layak dikonsumsi, dan dapat terdegradasi oleh
alam secara biologis Selain bersifat bio degradable, edible film dapat
dipadukan dengan komponen tertentu yang dapat menambah nilai fungsional
dari kemasan itu sendiri seperti edible film berantioksidan (Kusumawati,
2013).
5

BAB 3. METODE PENELITIAN


3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan. Proses ekstraksi,
formulasi, dan pengujian permen kertas dilakukan di Laboratorium Farmasi
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo Kendari.
3.2 Desain Penelitian
Metodologi yang diuraikan di bawah ini meliputi pendekatan dan
proses urutan kerja dari rangkaian kegiatan penelitian yang akan dilakukan.
Pengambilan Formulasi
Preparasi Ekstraksi
sampel permen kertas

Evaluasi sediaan permen


kertas
Bagan 1.Tahapan Kegiatan Penelitian
3.3 Metode Penelitian
a. Pengambilan sampel buah wualae (Etlingera elatior)
Sampel biji salak diperoleh dari daerah Konawe, Sulawesi Tenggara.
b. Preparasi sampel buah wualae (Etlingera elatior)
Buah kecombrang dikumpulkan, dikeringkan dengan cara dijemur
dibawah sinar matahari yang dilapisi kain hitam kemudian dihaluskan.
c. Ekstraksi sampel
Sebanyak 1,8 Kg dimasukkan kedalam wadah tertutup dan direndam
dengan menggunakan pelarut etanol 96% selama 3 x 24 jam.
Perbandingan 1:2 (jumlah pelarut yang digunakan dua kali dari jumlah
serbuk halus tanaman). Setiap 1 x 2 jam dilakukan penggantian pelarut
baru sehingga di peroleh filtrat I, II, dan III. Filtrate dikumpulkan dan di
pekatkan dengan penguapan berputar menggunakan rotary vacum
evaporator pada suhu 50o C hinga diperoleh ekstrak kental.
d. Formulasi lulur transparan
Nama Penimbangan
No.
Bahan A B C
1. Ekstrak 3 ml 5 ml 7 ml
buah
wualae
(Etlingera
elatior)
2. Pati jagung 1 gram 2 gram 3 gram
3. Karagenan 4 gram 4 gram 4 gram
4. Gliserol 10 ml 10 ml 10 ml
5 Akuades 100 ml 100 ml 100 ml

Cara kerja :
6

Pati jagung ditimbang dengan konsentrasi 1 gram, 2 gram, dan 3 gram.


Karagenan ditimbang dengan konsentrasi 4 gram . Gliserol diukur
dengan konsentrasi 10 ml. Pati jagung, karagenan, dan gliserol dibuat
suspensi dengan penambahan akuades sampai dengan 100 ml kemudian
dipanaskan menggunakan hot plate selama ± 30 menit pada suhu 85oC.
Suspensi hasil pemanasan didinginkan hingga suhu 45oC. Diambil
sebanyak 65 ml untuk masing-masing suspensi edible film kemudian
ditambahkan ektrak buah kecombrang dengan konsentrasi 3 ml, 5 ml, dan
7 ml (v/vtotal). Suspensi yang telah ditambahkan ekstrak buah
kecombrang diaduk kembali dengan stirer supaya homogen, kemudian
diambil 65 ml dan dituangkan ke plat kaca. Larutan edible film
dikeringkan pada suhu ± 50ºC selama 12 jam dan setelah itu didinginkan
pada suhu ruang selama 15 menit agar edible film mudah dilepas dari
cetakan. Edible film siap dilakukan analisis.
e. Evaluasi sediaan
1) Organoleptis
Evaluasi organoleptis meliputi uji warna, bau, dan tekstru sediaan.
2) Pengukuran pH
Evaluasi digunakan untuk mengetahui pH pada sediaan yang dibuat
3) Ketebalan
Evaluasi digunakan untuk mengetahui ketebalan pada sediaan yang di
buat
4) Pemeriksaan Kandungan Air
Evaluasi digunakan untuk mengetahui kadar air pada sediaan yang di
buat
7

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1 Anggaran Biaya
Adapun rancangan biaya penelitian selama empat bulan kerja adalah
sebagai berikut :
Tabel 2. Anggaran Biaya

No. Jenis Pengeluaran Jumlah (Rp)

1. Bahan habis pakai (terlampir) 3.160.000,-


2. Peralatan penunjang (terlampir) 4.890.000,-
3. Biaya perjalanan (terlampir) 1.050.000,-
4. Biaya pengeluaran lain-lain (terlampir) 3.400.000,-
Jumlah 12.500.000,-

4.2 Jadwal Kegiatan


Jadwal kegiatan pelaksanaan adalah sebagai berikut :
Tabel 3. Jadwal Kegiatan Penelitian
Bulan ke -
No. Jenis Kegiatan
1 2 3 4
1. Pengambilan dan preparasi
sampel
2. Penyiapan alat/bahan
3. Pembuatan ekstrak
4. Pembuatan permen kertas
5. Evaluasi
6. Laporan
8

DAFTAR PUSTAKA

Anandito, R. B. K., Edhi N. Dan Akhmad B., 2012, Pengaruh Gliserol Terhadap
Karakteristik Edible Film Berbahan Dasar Tepung Jali (Coix
Lacryma-Jobi L.), Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, Vol. 2(2).

Angin, Mawar Indah Br Perangin, 2015, Karakterisasi Senyawa Kimia Dan Uji
Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Bunga Kecombrang
(Etlingera Elatior) Yang Diisolasi Dengan Destilasi Stahl, Agrica
Ekstensia, Vol. 9(1).

Astuti, P. Dan Zahara M., 2013, Efek Antibakteri Pasta Gigi Yang Mengandung
Tea Tree Oil Terhadap Bakteris. Aureus, S. Mutans Dan S.
Viridians, Stomatognatic (J. K. G Unej), Vol.10(3).

Hidayah, N., Juwari, Dan Renanto H., 2016, Metode Tuning Maximum Peak –
Gain Margin (Mp – Gm) Untuk Pengendali 2dof Feedback, Jurnal
Sains Dan Terapan Politeknik Hasnur, Vol. 4(1).

Irfan, Yayun S. R., Moh Yusuf Dan Grahita A., 2015, Efektivitas Daun Gambir (
Uncaria Gambir Roxb ) Untuk Menurunkan Halitosis Yang
Disebabkan Oleh Plak, Odonto Dental Journal, Vol. 2(2).

Kusumawati, D. H. Dan Widya D. R. P., 2013, Karakteristik Fisik Dan Kimia


Edible Film Pati Jagung Yang Diinkorporasi Dengan Perasan Temu
Hitam, Jurnal Pangan Dan Agroindustri, Vol. 1(1).

Kusumawati, Eko, Risa S., Dan Reza R., 2015, Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak
Etanol Daun Kecombrang Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm
Terhadap Salmonella typhi, Jurnal Ilmiah Manuntung, Vol.1(1).

Nuniek N.F, Elly N. Dan Dewi G., 2012, Efektifitas Tindakan Oral Hygiene
Antara Povidone Iodine 1% Dan Air Rebusan Daun Sirih Di
Pekalo, Jurnal Ilmiah Kesehatan, Vol. 4(1).

Samarang, Rina I. Dan Murni, 2015, Potensi Kandungan Karondo (Etlingera


Elatior) Sebagai Obat Cacing Tradisional Masyarakat Kulawi Di
Sulawesi Tengah, Jurnal Penyakit Bersumber Binatang, Vol. 2(2).

Wahyun, Muh.Hajrul M., Adryan F., Muhammad Ilyas Y. Dan Sahidin, 2017,
Potensi Imunomodulator Ekstrak Etanol Buah Kecombrang
(Etlingera Elatior (Jack) R.M.Smith) Terhadap Aktivitas
Fagositosis Makrofag Mencit Jantan Galur Balb/C, Pharmacon
jurnal Ilmiah Farmasi, Vol. 6(3).
9

Ahmad, A. R., Juwita, Siti Afrianty D. R. Dan Abdul Malik, 2015, Penetapan
Kadar Fenolik dan Flavonoid Total Ekstrak Metanol Buah dan
Daun Patikala (Etlingera elatior (Jack) R.M.SM), Pharm Sci Res,
Vol. 2(1).

Mulyadi, A. F., Maimunah H. P. Dan Nur Qayyum, 2016, Pembuatan Edible


Film Maizena Dan Uji Aktifitas Antibakteri (Kajian Konsentrasi
Gliserol Dan Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea Indica L.)), Jurnal
Teknologi Dan Manajemen Agroindustri, Vol. 5(3).
10
11
12
13

3. Dosen Pembibing

A. Identitas Diri

1. NamaLengkap Wa Ode Sitti Zubaydah, S.Si.,


M.Sc.
2. Jabatan Fungsional Asisten Ahli
3. Jabatan Struktural -
4. NIP 198707082015042003
5. NIDN 0019078704
6. Tempat dan Tanggal Lahir Raha, 8 Juli 1987
7. Alamat Rumah Jl. Ruruhi, Lr. Sahabat, Kel.
Anggoeya, Kec. Poasia, Kota
Kendari
8. NomorTelepon/Faks/HP +6285341508396

9. Alamat Kantor Fakultas Farmasi Universitas Halu


Oleo
10. Nomor Telepon/Faks 04013190496/04013191929
11. Alamat E-mail woszubaydah@gmail.com

12. Lulusan yang Telah Dihasilkan -


13. Mata Kuliah yg Diampu 1. Kimia Farmasi Dasar
2. Farmasi Fisika I
3. Farmasi Fisika II
4. Teknologi Penyalutan
5. Validasi Proses dan Analisis

B. Riwayat Pendidikan
Program S-1 Profesi S-2
Nama PT Universitas Halu Oleo Universitas Gadjah Mada
Bidang Ilmu Kimia Farmasetika
Tahun 2005-2009 2010-2012
Masuk-Lulus
Judul Produksi Protein Sel Formulasi dan Optimasi
Skripsi/Thesi Tunggal dari Serat Tablet Floating
s/Disertasi Ampas Sagu Salbutamol Sulfat
Menggunakan Bakteri Dengan Factorial Design
Selulolitik
Nama Dr. Prima Endang Prof. Dr. Achmad
Pembimbig Susilowati, M.Si. Fudholi, DEA., Apt.
/Promotor Drs.Sapto Raharjo, Prof. Dr. Abdul Rohman,
M.Si. M.Si., Apt.
14

C. Pengalaman Penelitian 5 tahun terakhir (bukanskripsi,Tesis, Disertasi)

Pendanaan
No Tahun Judul Penelitian
Sumber* Jml (Juta Rp)
1. 2015 Riset Tanaman Obat dan Jamu KEMENKE 40
Etnis Kulisusu Buton Utara S
2 2017 Penetapan Kadar Vitamin C DIKTI 20
Dan Antosianin Total Ekstrak
Buah Ruruhi (Syzygium
Polycephalum Merr) Serta Uji
Aktifitas Antioksidannya
Menggunakan Metode DPPH
3 2017 Formulasi dan uji stabilitas DIPA UHO 5
lotiondari ekstrak etanol daun
jambu biji (Psidium guajava
L.)Sebagai antioksidan

D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 tahun terakhir

Judul Pengabdian Kepada Pendanaan


No Tahun
Masyarakat Sumber* Jml (Juta Rp)
1. 2014 Penyuluhan Pencegahan dan DIPA UHO 15
Penyelamatan Generasi Muda
dari Bahaya Narkoba di
Konawe Selatan

2. 2015 Optimalisasi Pemanfaatan DIKTI 100


Biota Laut (Rumput Laut dan
Sponge) sebagai Bahan Dasar
Kosmetika Tabir Surya di
Daerah Pesisir

3. 2015 Penyuluhan Pencegahan dan DIPA UHO 10


Penyelamatan Generasi Muda
dari Bahaya Narkoba di
Wakatobi

4. 2016 Pembuatan Selai Kelapa Di Mandiri -


Desa Mowundo Kecamatan
Molawe Kabupaten Konawe
Utara
15

E. Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah dan Jurnal dalam 5 tahun terakhir


Volum/
No Judul Artikel Ilmiah Nomor/ Nama Jurnal
Tahun
1. Formulasi dan Optimasi Tablet 2015 Pharmauho
Floating Salbutamol Sulfat Dengan
Factorial Design
2. Penetapan Kadar Vitamin C Dan 2017 Pharmacon
Antosianin Total Ekstrak Buah
Ruruhi (Syzygium Polycephalum
Merr) Serta Uji Aktifitas
Antioksidannya Menggunakan
Metode DPPH

F. Pengalaman Penyampaian Makalah secara Oral pada Pertemuan/Seminar


Ilmiah dalam 5 tahun terakhir

Nama Pertemuan
No Ilmiah/Seminar Judul Artikel WaktudanTempat

1. - - -

G. Pengalaman Penulisan Buku

No. Tahun JudulBuku Jumlah Halaman Penerbit


1. - - - -

H. Keanggotaan Organisasi Profesidan atau Reviewer Jurnal Nasional


Terakreditasi

No NamaOrganisasi Tempat Kedudukan Sejaks.d.tahun

1. - - - -

I. Penghargaan yang Pernah Diraih dalam 10 Tahun Terakhir (dari


Pemerintah, Institusi atau Instansi Lainnya)

No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun

1. - - -
16
17

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan


1. Peralatan penunjang

Justifikasi Harga Satuan


Material Kuantitas Jumlah (Rp)
Pemakaian (Rp)

Kipas angin Pengering sampel 1 buah 390.000,- 390.000,-

Blender Preparasi sampel 2 buah 350.000,- 700.000,-


Penuntup saat
Kain hitam penjemuran 10 meter 15.000,- 150.000,-
sampel
Tempat bahan
Plat kaca 10 buah 50.000,- 500.000,-
didinginkan
Penggerus bahan
Mortar dan alu 2 set 70.000,- 140.000,-
yang diformulasi
Alat untuk
Palu-palu menghancurkan 2 buah 100.000,- 200.000,-
sampel
Tempat
Wadah ember merendam 2 buah 35.000,- 70.000,-
sampel
Tempat untuk
Tabung reaksi 15 buah 36.000,- 640.000,-
mereaksikan
Mengukur cairan
Gelas ukur yang akan 5 buah 120.000,- 600.000,-
digunakan
Tempat
Gelas kimia melarutkan 10 buah 100.000,- 1.000.000,-
sampel
Alat untuk
Batang
melarutkan 10 buah 20.000,- 200.000,-
pengaduk
sampel
Kertas saring
Penyaring ekstrak 1 pack 320.000,- 300.000,-
Whatman
SUB TOTAL (Rp) 4.890.000,-
18

2. Bahan Habis Pakai

Justifikasi Harga Jumlah


Material Kuantitas
Pemakaian Satuan (Rp) (Rp)
Kain kasa Menyaring 5 buah 80.000,- 400.000,-

Sabun cuci Mencuci alat 2 botol 25.000,- 50.000,-

Tissue Memberiskan 10 pack 35.500,- 355.000,-

Penutup
Alumunium foil 3 buah 35.000,- 105.000,-
simplisia/simplisia

Karagenan Bahan formulasi 250 gram 5.000,- 1.250.000,-

Gliserol Surfaktan 5 liter 70.000,- 350.000,-

Pati jagung Pengisi 5 kg 50.000,- 250.000,-


Etanol 96% Pelarut 6 liter 50.000,- 300.000,-
Aquades Pelarut 1 jergen 100.000,- 100.000,-
SUB TOTAL (Rp) 3.160.000,-
3. Perjalanan

Justifikasi Harga Satuan


Material Kuantitas Jumlah (Rp)
Pemakaian (Rp)
Pengambilan
Pengambilan
sampel di 3 orang 200.000,- 600.000,-
bahan
Konawe
Pengambilan Pengambilan alat
3 orang 150.000,- 450.000,-
alat di Kota Kendari
SUB TOTAL (Rp) 1.050.000,-

4. Lain-lain
Justifikasi Kuan Harga Jumlah
Material
Pemakaian titas Satuan (Rp) (Rp)
Jasa
alat/pemeliharaan
alat(evaporator, Alat ekstraksi
5 alat 150.000,- 750.000,-
rotary vacum,
timbangan,
hotplate,stirer)
19

Administrasi Penggunaan
1 lab 300.000,- 300.000,-
laboratorium Laboratorium
Pembuatan
proposal, laporan,
Dokumentasi penggandaan, dan 850.000,- 850.000,-
penjilidan,
publikasi

Kenaikan harga
Biaya tak terduga bahan, alat, sewa 1.500.000,- 1.500.000,-
perjalanan, dll.

SUB TOTAL(Rp) 3.400.000.-


Total (Keseluruhan) 12.500.000-
20

Lampiran 3 Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas

Alokasi
Program Bidang
No Nama/NIM Waktu Uraian Tugas
Studi Ilmu
(jam/minggu)
Fanny
Rahmadhani. 15 jam /
1. Farmasi Farmasi Formulasi
N/ minggu
O1A116009
Nirvani Haris 15 jam /
2. Farmasi Farmasi Ekstraksi
/O1A116147 minggu
Marwana
Santri 15 jam /
3. Farmasi Farmasi Preparasi
Amalia/O1A minggu
117154
21