Anda di halaman 1dari 5

BAB I

SKENARIO KASUS

I. IDENTITAS
Nama : Nn. N
Umur : 20 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pekerjaan : Mahasiswa, Libur jaga toko
Tanggal Anamnesis : 12 September 2019

II. ANAMNESIS
 Keluhan Utama
Mata kiri kabur
 Riwayat Penyakit Sekarang:
Mata kiri kabur sejak 2 tahun yll (SMA). Keluhan dirasakan menetap. Juga
seperti melihat titik hitam ditengah-tengah. Keluhan dirasakan sejak TK
namun keluhan dirasakan memperberat saat SMA saat pasien mulai mencari
berbagai referensi baik dari buku atau internet. Keluhan dirasa makin berat
dan disertai kemeng di mata saat aktivitas membaca, aktivitas dengan HP,
dan laptop. Keluhan dirasakan membaik saat pasien istirahat ( memejamkan
matanya ). Saat SMA pasien sering berinteraksi dengan kucing dan saat SMA
pasien pernah control ke dokter spesialis mata namun “loss control”hingga
sekarang.
Keluhan lain : Pusing - , mata gatal - , cekot2 - , penglihatan dobel -
 Riwayat Penyakit yang Lalu
 Riw. Trauma pada mata (-)
 Riw. Operasi pada mata (-)
 Saat TK pasien didiagnosis saraf mata lemah
 Riwayat Penyakit Keluarga
 Saat ibu pasien mengandung pasien, ibu pasien dianjurkan untuk
tidak boleh aktivitas sama sekali oleh dokter tetapi pasien tidak
tanya lebih lanjut kepada ibunya
 Riwayat Psikososial
 Mahasiswa
 Jaga toko bangunan ( banyak debu semen )
 Pelihara ayam ( ternak ayam )
III. PEMERIKSAAN FISIK
 Status Generalis
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : compos mentis
TTV : tidak dilakukan
Kepala : normocephal
Mata : Status Oftalmologi
THT : Tidak ada keluhan
Mulut : Tidak ada keluhan
Leher : Tidak ada keluhan
Thoraks : Tidak ada keluhan
Abdomen : Tidak ada keluhan
Endokrin : Tidak ada keluhan
Ekstremitas : Tidak ada keluhan
 Status Oftalmologi
OD OS
Visus 6/6 6/60
PH tetap
ARK : ARK :
S -00.75 S +00.25
Cy -00.5 Cy -00.25
Axis 76 Axis 109
Kedudukan bola Ortoforia Ortoforia
mata

Pergerakan bola
mata

Suprasilia Warna hitam Warna hitam


simetris simetris

Silia Arah : keluar Arah : Keluar


Trichiasis (-) Trichiasis (-)
Palpebra Superior edema(-),hiperemis(-) edema (-), hiperemis(-)

edema(-),hiperemis(-) edema (-), hiperemis (-)


Palpebra Inferior
Konjungtiva tarsus Hiperemis(-), cobble stone Hiperemis(-), cobble stone
Superior dan (-), folikel (-), anemis (-) (-), folikel (-), anemis (-)
Inferior
Konjungtiva Bulbi Hiperemis (-)Kemosis (-) Hiperemis (-) Kemosis (-)
Tampak putih seperti susu Tampak putih seperti susu
Sklera Ikterik (-) Ikterik (-)

Kornea Jernih Jernih


Edema (-) Edema (-)
Ulkus (-) Ulkus (-)
Laserasi (-) Laserasi (-)
Pada limbus terdapat Pada limbus terdapat
penebalan berwarna putih penebalan berwarna putih
(pseudogerontoxon) (pseudogerontoxon)
Transtas dot (-) Transtas dot (-)

COA Sedang, hifema (-), Sedang, hifema (-),


hipopion (-) hipopion (-)
Iris Warna coklat Warna coklat
Pupil Bulat, Reguler, isokor, Bulat, Reguler, isokor,
RCL (+), RCTL (+) RCL(+), RCTL (+)
Lensa Jernih Jernih
Segmen Posterior Tidak dilakukan Tidak dilakukan

IV. DIAGNOSIS
Uvetis posterior
DIAGNOSA BANDING

V. USULAN PEMERIKSAAN PENUNJANG


 Pemeriksaan darah lengkap (leukosit dan trombosit)
 Oftalmoskop
 OCT
 IGm dan IGg toxoplasmosis
VI. PENATALAKSANAAN
 Pyremethamine 20-50 mg oral 4-6 hari
 Trisulfapyrimidine 0,5-1 g oral 4x sehari
 Kalsium leucovorin 3 mg 2x seminggu