Anda di halaman 1dari 51

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGUKURAN POLIGON
TERTUTUP

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu Ukur Tanah dan Pemetaan

Yang dibimbing oleh Bapak Isdiyanto,S.T., M.T.

Disusun Oleh :

Mukti Miftahullah Jalil 60100117034


Nurhikmayanti 60100117014
Muh. Fiqri Febriansa 60100117026
Muh. Luthfi Burhanuddin 60100117045
Rifai 60100117019
Andi Nurauliah Fatimah 60100117006
Andi Mourinne Tenriawaru 60100117024

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

2019

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa penulis panjatkan, karena
berkat rahmat serta bimbingan-Nya penulis berhasil menyelesaikan Laporan
Praktikum Pengukuran Poligon Tertutup ini. Adapun laporan ini diajukan guna
memenuhi tugas akhir semester empat untuk mata kuliah Ilmu Ukur Tanah dan
Pemetaan. Laporan ini berisikan tentang bagaimana prosedur yang dilaksanakan
dalam melakukan pengukuran poligon tertutup serta hasil dari praktikum yang telah
dilaksanakan.
Semoga Laporan Praktikum Pengukuran Poligon Tertutup ini memberikan
informasi yang berguna bagi pembaca serta bermanfaat untuk pengembangan
wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Terima kasih kepada Bapak dosen pembimbing mata kuliah Ilmu Ukur
Tanah dan Pemetaan, Bapak Anto dan Bapak Adit selaku asisten pembimbing,
semua anggota kelompok yang telah berperan dalam penyusunan laporan ini,serta
referensi dan sumber-sumber informasi yang kami peroleh.

Makassar, 2 Juli 2019

Penulis

ii
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
KAMPUS II JL. SULTAN ALAUDDIN No. 36 Telp. 5622375 – 424835 (fax 4244836

LEMBAR PENGESAHAN
Laporan ini disusun sebagai hasil praktikum yang telah dilakukan pada tanggal
………………. Untuk memenuhi salah satu syarat dalam penyelesaian studi pada
jurusan Teknik Arsitektur Fakultas sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri
Alauddin Makassar.
Laporan praktikum pengukuran dan pemetaan ini disusun oleh :
Nama Anggota Kelompok: 1. Mukti Miftahullah Jalil 60100117034
2. Nurhikmayanti 60100117014
3. Muh. Fiqri Febriansa 60100117026
4. Muh. Luthfi Burhanuddin 60100117045
5. Rifai 60100117019
6. Andi Nurauliah Fatimah 60100117006
7. Andi Mourinne Tenriawaru 60100117024
Kelompok: B/2
Kelas: IV/B
Tanggal Praktikum : 15 Juni 2019
NO URAIAN ASISTEN PENDAMPING PARAF

1 PENGUKURAN MUHAMMAD INDRA


POLIGON ARSYAL HK MARYAM
TERTUTUP

2 PENYUSUNAN MUHAMMAD -
LAPORAN ARSYAL HK

Makassar …….. Juli 2019


Mengetahui,

Ketua Jurusan Teknik arsitektur Kepala Laboratorium


Fakultas Sains dan Teknologi Ukur Tanah Jurusan Arsitektur
UIN Alauddin Makassar Fakultas Sains dan Teknologi

ST. AISYAH RAHMAN,S.T.,M.T. BURHANUDDIN,S.T.,M.T.


NIP. NIP.

iii
iv
KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................... iii
KARTU ASISTENSI ............................................................................................. iv
DAFTAR ISI ............................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1
1.1 Latar Belakang ...............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ..........................................................................................2
1.3 Tujuan Praktikum ...........................................................................................2
1.4 Lokasi Praktikum ...........................................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................3
2.1 Pengukuran Poligon Tertutup .........................................................................3
2.2 Total Station ...................................................................................................9
2.3 Pengukuran dengan Menggunakan Total Station Topcon GTS-102N .........12
BAB III PENGOLAHAN DATA ..........................................................................21
3.1 Tabel Hasil Pengukuran Poligon ..................................................................21
3.2 Tabel Olah Data Patok Utama dan Detail ....................................................26
3.3 Tabel Hasil Olah Data Patok Utama dan Detail ...........................................36
BAB IV GAMBAR HASIL PENGUKURAN ......................................................41
4.1 Gambar Koordinat Poligon ..........................................................................41
4.2 Gambar Detail Poligon .................................................................................42
4.3 Siteplan .........................................................................................................43
4.4 Dokumentasi Pengambilan ...........................................................................44
BAB V PENUTUP .................................................................................................45
5.1 Kesimpulan ...................................................................................................45
5.2 Saran .............................................................................................................45

v
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ilmu ukur tanah merupakan bagian dari ilmu geodesi yang mempelajari cara-
cara menggambarkan keadaan fisik sebagian maupun keseluruhan permukaan bumi
untuk menentukan posisi relatif atau absolut titik-titik pada pemukaan tanah,
diatasnya atau dibawahnya, dalam memenuhi kebutuhan seperti pemetaan dan
penentuan posisi relatif suatu daerah.
Pemetaan khusus untuk bidang tertentu biasanya dilakukan di kawasan yang
sempit, sehingga bumi masih dianggap bidang datar dan distorsi yang disebabkan
kelengkungan bumi dapat diabaikan. Pemetaan dilakukan dengan menentukan
titik-titik koordinat dan ketinggian yang tersebar merata dalam kawasan terlebih
dahulu sehingga memudahkan penggunaan selanjutnya.
Di dalam proses pemetaan terdapat pengukuran kerangka dasar horizontal
(pengukuran mendatar untuk mendapatkan jarak, sudut, dan koordinat mendatar
antara titik-titik yang diukur diatas permukaan bumi) dan pengukuran kerangka
dasar vertikal (pengukuran tegak/vertikal untuk mendapatkan jarak, sudut, dan
koordinat tegak antara titik-titik yang diukur serta pengukuran titik-titik detail).
Titik-titik yang telah diperoleh kerangka dasar horizontal dan vertikal inilah
yang akan membentuk sebuah poligon yang dapat dilihat dengan adanya garis-garis
yang menghubungkan titik-titik tersebut. Dengan metode poligon, posisi titik yang
belum diketahui koordinatnya ditentukan dari titik yang sudah diketahui
koordinatnya dengan mengukur semua jarak dan sudut yang ada dalam
poligon.Dalam pembuatan suatu peta diperlukan pengukuran di lapangan,
pengukuran tersebut dapat dilakukan dengan sistem poligon yang dilanjutkan
dengan pengukuran detail situasi.

1
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari poligon?


2. Bagaimana cara kerja dan proses pengukuran poligon?
3. Bagaimana cara menghitung hasil pengukuran poligon?
4. Bagaimana cara mengolah hasil data dari pengukuran poligon?

1.3 Tujuan Praktikum

1. Mahasiswa mampu untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengertian dari


poligon.
2. Mahasiswa mampu untuk mendeskripsikan dan menganalisis cara kerja dan
proses pengukuran poligon.
3. Mahasiswa mampu untuk mendeskripsikan dan menganalisis cara menghitung
hasil pengukuran poligon.
4. Mahasiswa mampu untuk mendeskripsikan dan menganalisis hasil data dari
pengukuran poligon.

1.4 Lokasi Praktikum

2
BAB II
DAFTAR PUSTAKA
2.1 Pengukuran Poligon Tertutup
Poligon merupakan rangkaian titik-titik yang membentuk segi banyak.
Rangkaian titik tersebut dapat digunakan sebagai kerangka peta. Koordinat titik
tersebut dapat dihitung dengan data masukan yang merupakan hasil dari
pengukuran sudut dan jarak. Posisi titik-titik dilapangan dapat ditentun dengan
mengukur jarak dan sudut kearah titik kontrol. Posisi titik-titik kontrol haruslah
mempunyai ketelitian yang tinggi dan distribusinya dapat menjangkau semua titik.

Poligon tertutup merupakan poligon yang titik awal dan titik akhir saling
berimpit atau pada posisi yang sama atau saling bertemu. Pada poligon tertutup ini
secara geometris bentuk rangkaian poligon tertutup bila memiliki dua titik tetap
biasa dinamakan dengan poligon tertutup terikat sempurna.

Poligon Tertutup

Keterangan:

1, 2, 3, ..., n : titik kontrol poligon


D12, D23,..., Dn1 : jarak pengukuran sisi poligon
S1, S2, S3, ..., Sn : sudut

3
Syarat geometris dari poligon tertutup sebagai berikut.

1. Σδ = ( n – 2 ) . 180º ( untuk sudut dalam )


2. Σδ = ( n + 2 ) . 180º ( untuk sudut luar )
3. Σδ + ƒ(δ) = ( n – 2 ) . 180 ( untuk sudut dalam )
4. Σδ + ƒ(δ) = ( n + 2 ) . 180 ( untuk sudut luar )
5. Σ ( D . sin α ) = ΣΔX = 0
6. Σ ( D . cos α ) = ΣΔY = 0
7. Σ ( D . sin α ) + ƒ(x) = 0
8. Σ ( D . cos α ) + ƒ(y) = 0

Keterangan:
Σδ: Jumlah sudut
Σd Sin α : Jumlah ∆x
Σd Cos α : Jumlah ∆y
ΣΔX : Jumlah selisih absis ( X )
ΣΔY: Jumlah selisih ordinat ( Y )
f(δ) : Kesalahan sudut
f(x) : Kesalahan koordinat X
f(y) : Kesalahan koordinat Y
n : Jumlah titik pengukuran
D : Jarak / sisi poligon
α: Azimuth

Langkah awal perhitungan koordinat ( X,Y ) poligon tertutup adalah sebagai


berikut :

a. Menghitung jumlah sudut

ƒδ = Σδ hasil pengukuran - ( n - 2 ).180

Apabila selisih sudut tersebut masuk toleransi, maka perhitungan dapat


dilanjutkan tetapi jika selisih sudut tersebut tidak masuk toleransi maka akan
dilakukan cek lapangan atau pengukuran ulang.

b. Mengitung koreksi pada tiap-tiap sudut ukuran ( kδi )

4
Jika kesalahan penutup sudut bertanda negatif (-) maka koreksinya positif
(+), begitu juga sebaliknya.

c. Menghitung sudut terkoreksi

= +
d. Menghitung azimuth sisi poligon (α)

Misal diketahui azimuth awal (α1-2 )

α2-3 = α1-2 + 180º - δ2 ( untuk sudut dalam )


α2-3 = α1-2 - 180º + δ2 ( untuk sudut luar )

Dengan catatan, apabila azimuth lebih dari 360º, maka :

α2-3 = ( α1-2 + 180º - δ2 ) -


360º

Apabila azimuth kurang dari 0º, maka :

α2-3 = ( α1-2 + 180º - δ2 ) + 360º

e. Menghitung selisih absis dan selisih ordinat ( ΔX dan ΔY )

ΔX1-2 = d1-2 . sin α1-2


ΔY1-2 = d1-2 . cos α1-2

f. Melakukan koreksi pada tiap-tiap kesalahan absis dan ordinat ( kΔXi dan
kΔYi )

kΔXi = ( di / Σd ) . ƒΔX
kΔYi = ( di / Σd ) . ƒΔY

Dalam hal ini ƒΔX = ΣΔX dan ƒΔY = ΣΔY. Jika kesalahan absis dan
ordinat bertanda negatif (-) maka koreksinya positif (+) begitu juga sebaliknya.

5
g. Menghitung selisih absis ( ΔX ) dan ordinat ( ΔY ) terkoreksi

ΔX1-2 = ΔX1-2 + k ΔX1-2

ΔY1-2 = ΔY1-2 + k ΔY1-2

Koordinat ( X,Y )
Misal diketahui koordinat awal ( X1 , Y1 ) maka :
X2 = X1 + ΔX1-2
Y2 = Y1 + ΔY1-2

Jika pada proses perhitungan poligon tertutup koordinat akhir sama


dengan koordinat awal maka perhitungan tersebut dianggap benar, sebaliknya
jika koordinat akhir tidak sama dengan koordinat awal maka perhitungan tersebut
dinyatakan salah karena titik awal dan titik akhir poligon tertutup adalah sama
atau kembali ketitik semula.

2.1.1 RUMUS POLIGON TERTUTUP

a. Untuk mengukur koordinat sementara semua titik polygon

Xn = Xn-1 + d Sin αn-1.n Yn = Yn-1 + d Cos αn-1.n

Keterangan:
Xn, Yn: koordinat titik n
Xn-1, Yn-1: koordinat titik n-1

b. Untuk mengukur koordinat terkoreksi dari semua titik polygon

Xn = Xn-1.n + dn Sin αn-1.n + (dn / Σd) x f(x)

Yn = Yn-1.n + d Cos αn-1.n + (dn / Σd) x f(y)

Keterangan:
n : Nomor titik

6
Xn, Yn: Koordinat terkoreksi titik n
Xn-1.n, Yn-1.n: Koordinat titik ke n-1
dn: Jarak sisi titik n-1 ke n
αn-1.n: Azimuth sisi n-1 ke n

c. Untuk mengukur ketelitian polygon

f d = + ∑
=

Keterangan:
f(d) : Kesalahan jarak
f(x) : Kesalahan linier absis
f(y) : Kesalahan linier ordinat
Σd : Jumlah jarak
K : Ketelitian linier

d. Untuk poligon tertutup yang diukur sudut dalamnya maka :


 Syarat sudut :

 Syarat absis :

 Syarat ordinat :

e. Untuk poligon tertutup yang diukur sudut luarnya maka :

7
 Syarat sudut :

 Syarat absis

 Syarat ordinat

2.1.2.Toleransi Pengukuran

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyelesaian poligon:

8
i. Besar sudut tiap titik hasil setelah koreksi

= +

Di mana:
S’ : Sudut terkoreksi
S : Sudut ukuran

ii. Azimuth semua sisi poligon dihitung berdasarkan azimuth awal dan semua
sudut titik hasil koreksi (S’):

a) Urutan hitungan azimuth sisi poligon searah jarum jam

αn.n+1 = (αn-1.n +180°) – δ ’


αn.n+1 = (αn-1.n + δ’) – 180°
b) Urutan hitungan azimuth sisi poligon berlawanan arah jarum jam

αn.n+1 = (αn-1.n + δ’) – 180°


αn.n+1 = (αn-1.n +180°) – δ’

Di mana:
n : Nomor titik
αn.n+1: Azimuth sisi n ke n+1
αn-1.n: Azimuth sisi n-1 ke n

2.2. Total Station


Total Station adalah alat pengukur sudut yang sudah dilengkapi dengan alat
pengukur jarak yang bekerja dengan sistem elektrolis atau dengan kata lain total
station adalah theodolit yang sudah dilengkapi dengan EDM (electric distance
meter). Sebelumnya alat sudut terpisah dengan alat pengukur jarak, untuk total
station kedua fungsi ini sudah terintegrasi menjadi satu kesatuan.

9
Operasionalisasi total station prinsipnya sama dengan theodolit pada umumnya,
bedanya hanya pada tayangan angka bacaan lingkaran horizontal dan penggerak
halusnya, tidak mempunyai limbus. Karena bacaan lingkaran secara digital, maka
tidak ada bacaan yang diestimasi sebagaimana pada skala garis. Pada theodolit
tipe ini juga dilengkapi tombol pengenolkan, sudut horizontal dapat diukur
kearah kanan maupun kiri, bacaan sudut dapat dilihat pada layer display monitor,
layer ini ada yang dua muka sehingga memudahkan pembacaan, namun adapula
yang hanya satu saja. Bacaan lingkaran vertical bias berupa helling/sudut vertical
adapula sudut zenith, adapula yang dapat diatur sesuai selera operator. Satuan
sudut ada yang system sexagesimal (dalam derajat) adapula yang sentisimal
(grade/gon) sumber tenaga menggunakan baterai, serta dilengkapi tombol
monitoring kondisi baterainya. Adapun tingkat ketelitian bacaan bervariasi.
Peralatan pengukuran jarak elektronik pada awalnya dikembangkan sekitar
tahun 1940, dan tersedia secara komersial pada 1960-an. Total Station pertama
(theodolit elektronik dan EDM) dikembangkan pada akhir 1970-an.
Total Station memiliki kemampuan untuk merekam dan mengumpulkan
data hasil pengukuran jarak dan sudut pada alat perekam, yang nantinya dapat
diproses dengan menggunakan perangkat lunak komputer di akhir survey. Untuk
akurasi yang optimal, maka digunakan prisma, yaitu suatu alat yang dapat
merefleksikan gelombang cahaya yang kembali ke perangkat pengukuran untuk
menentukan pengukuran. Dalam keadaan di mana akurasi tidak begitu
diharuskan secara di maksimum, maka total station dapat digunakan dalam
modus reflectorless dimana alat tersebut dapat memperoleh fitur pengukuran
jarak tanpa menggunakan prisma.
.

10
2.2.1. Aplikasi

Total station banyak digunakan dalam pemetaan lahan, seperti pemetaan


topografi untuk konstruksi jalan dan bangunan. Total station juga digunakan di
situs arkeologi untuk mengukur kedalaman penggalian, dan oleh kepolisian
untuk melakukan investigasi tempat kejadian perkara.
- Pertambangan
Total station banyak digunakan dalam pemetaan kawasan pertambangan.
Teknologi ini dapat digunakan di dalam tambang tertutup untuk mengukur
kedalaman dan jarak tambang dari permukaan dan mulut tambang, juga
kedalaman penggalian pada tambang terbuka.
- Konstruksi
Total station yang digunakan dalam bidang konstruksi umumnya untuk
melakukan pengukuran lokasi pembangunan sebelum dilakukan perataan tanah
dan peletakan pondasi, juga mengukur tingkat kemiringan dan kerataan lantai
yang dikehendaki serta posisi bangunan tertentu terhadap bangunan lainnya.
Selain itu, pemasangan perpipaan dan kabel juga membutuhkan teknologi ini;
terutama perpipaan untuk meningkatkan efisiensi pemompaan fluida.

2.2.2. Komponen Total Station Survey

Komponen yang digunakan dalam Total Station Survey


1) Total Sation & Tripod
2) Electronic Note Book/Penyimpan Data Lapangan
3) Prisma
4) Computer interface
5) Baterai and Radio Komunikasi

2.2.3. Kelebihan Total Station Survey

1) Pengumpulan informasi yang relatif cepat.

11
2) Beberapa survei dapat dilakukan pada satu lokasi set-up.
3) Mudah untuk melakukan pengukuran jarak dan horizontal dengan
perhitungan secara bersamaan koordinat proyek (Northings,
Eastings, dan Elevations).
4) Tata Letak lokasi konstruksi cepat dan efisien.
5) Data desain digital dari program CAD dapat di-masukkan ke kolektor
data.
6) Informasi survei harian juga dapat dengan cepat di unduh ke CAD
yang menghilangkan data time manipulasi diperlukan dengan
menggunakan teknik survei konvensional.

2.2.4. Kekurangan Total Station Survey

Akurasi elevasi vertikal tidak seakurat menggunakan tingkatan survei


konvensional dan teknik batang.Koordinat horizontal dihitung pada sistem
grid persegi panjang. Namun, dunia nyata harus didasarkan pada koordinat
bulat dan persegi panjang harus ditransformasikan ke koordinat geografis
jika proyek skala besar.Contoh: jalan raya, gedung-gedung besar, dan lain-
lain.

2.3. Pengukuran dengan Menggunakan Total Station Topcon GTS-102N

12
2.3.1 Pengukuran Sudut Horizontal dan Vertikal

 Sentering alat di titik A dan target polygon di titik B & C

 Hidupkan alat dengan menekan tombol POWER

 Bidik target B, set 0 bacaan horizontal ( [F1] OSET )

13
 Bidik target C, maka sudut horizontal BAC (α) dan vertikal akan ditampilkan
ke layar.
2.3.2 Pengukuran Jarak

 Sentering alat di titik A dan target di titik B


 Hidupkan alat dengan menekan tombol POWER

 Bidik target B, TEKAN TOMBOL yang ada tanda ( ) diatasnya.

 Untuk mengukur jarak ke target lain, bidik target, tekan [F1] MEAS
 Kembali ke mode pengukuran sudut, tekan tombol ANG

2.3.3 Pengukuran Koordinat

14
 Hidupkan alat dengan menekan tombol POWER
 Masuk ke menu metode pengukuran koordinat dengan menekan tombol ( )

 Tekan tombol [F1] MEAS untuk mengukur koordinat target prisma


 Kembali ke mode pengukuran sudut, tekan tombol ANG

2.3.4Perekaman Data / Data Collect (Pengumpulan Data Poligon dan


Situasi)

Tahap - Tahap Pekerjaan :


1. SENTERING ALAT
2. TEKAN TOMBOL POWER
3. TEKAN TOMBOL MENU
4. TEKAN F1 (DATA COLLECT)

Cara Membuat File Pengukuran

15
o TEKAN F1 INPUT untuk membuat job baru, TEKAN F2 LIST untuk
memilih job yang sudah pernah disimpan. FN = NAMA FILE
o TEKAN F3 [CLR] untuk menghapus tulisan
o TEKAN F1[ ALP ] untuk mengetik huruf
o TEKAN F1 [ NUM ] untuk mengetik angka
o KETIK NAMA FILE ( CONTOH : LATIH1 )
o FN = LATIH1 , TEKAN F4 [ENT]

Cara Memasukkan Huruf atau Angka

o Pindahkan tanda panah (Æ) ke item yang akan diisi menggunakan tombol [¿]
atau [À]
o Tekan tombol F1 [INPUT], Tanda (Æ) berubah menjadi (=)
o Untuk memasukkan huruf , tekan[F1] [ALP]
o Untuk memasukkan angka, tekan [F1] [NUM]

5. TEKAN F1 (OCC PT# INPUT) untuk Pengaturan Titik Berdiri Alat

PT# →
∼ TEKAN F1 INPUT untuk mengetik nomor titik
∼ TEKAN F1[ ALP ] untuk mengetik huruf
∼ TEKAN F1 [ NUM ] untuk mengetik angka
∼ KETIK NOMOR TITIK ( CONTOH : P1 )
∼ PT# = P1, TEKAN F4 [ENT]

ID →
∼ TEKAN F1 INPUT untuk mengetik identitas atau kode titik
∼ TEKAN F1[ ALP ] untuk mengetik huruf
∼ KETIK IDENTITAS TITIK ( CONTOH : PAL )
∼ ID = PAL, TEKAN F4 [ENT]

INS HT→
∼ TEKAN F1 INPUT untuk mengetik nilai tinggi alat
∼ KETIK ANGKANYA ( CONTOH : 1.500 )
∼ INSHT = 1.500 m, TEKAN F4 [ENT]

6. INPUT KOORDINAT TEMPAT BERDIRI ALAT :

16
∼ TEKAN F4 OCNEZ untuk mengetik nilai koordinat N,E,Z ditempat berdiri
alat, bisa menggunakan koordinat lokal atau data titik kontrol GPS.
∼ TEKAN F1 INPUT
∼ KETIK ANGKANYA (CONTOH : 0,0,0 KOORDINAT LOKAL)
∼ N=0, TEKAN F4 [ENT]
∼ E=0, TEKAN F4 [ENT]
∼ Z=0,TEKAN F4 [ENT]
∼ TEKAN F3 [REC]

7. ARAHKAN TEROPONG KE TITIK ACUAN BELAKANG (Titik


BackSight/BS)

8. TEKAN F2 (BACKSIGHT) untuk pengaturan bacaan kebelakang sebagai


acuan∼ TEKAN F3 [YES]

BS# →
∼ TEKAN F1 INPUT untuk mengetikkan nomor titik
∼ TEKAN F1[ ALP ] untuk mengetik huruf
∼ TEKAN F1 [ NUM ] untuk mengetik angka
∼ KETIKKAN NOMOR TITIK ( CONTOH : P0 )
∼ BS# = P0, TEKAN F4 [ENT]

P CODE→
∼ TEKAN F1 INPUT untuk mengetik identitas atau kode titik
∼ TEKAN F1[ ALP ] untuk mengetik huruf
∼ KETIKKAN IDENTITAS TITIK ( CONTOH : PAL )
∼ P CODE = PAL, TEKAN F4 [ENT]

R HT→
∼ TEKAN F1 INPUT untuk mengetik nilai tinggi prisma/target
∼ KETIKKAN ANGKANYA ( CONTOH : 1.400 )
∼ R HT = 1.400 m, TEKAN F4 [ENT]

17
Menggunakan KOORDINAT sebagai ARAH ACUAN

18
9. ARAHKAN TEROPONG KE TITIK DEPAN atau FORESIGHT (FS)

10. TEKAN F3 FS/SS untuk pengaturan bacaan kedepan tempat titik berdiri
alat selanjutnya dan untuk pengambilan titik detail.

PT #→
∼ TEKAN F1 INPUT untuk mengetikkan nomor titik
∼ TEKAN F1[ ALP ] untuk mengetik huruf
∼ TEKAN F1 [ NUM ] untuk mengetik angka
∼ KETIKKAN NOMOR TITIK ( CONTOH : P2 )
∼ PT # = P2, TEKAN F4 [ENT]

P CODE→

∼ TEKAN F1 INPUT untuk mengetik identitas atau kode titik

19
∼ TEKAN F1[ ALP ] untuk mengetik huruf
∼ KETIKKAN IDENTITAS TITIK ( CONTOH : PAL )
∼ P CODE = PAL, TEKAN F4 [ENT]

R HT→
∼ TEKAN F1 INPUT untuk mengetik nilai tinggi prisma/target
∼ KETIKKAN ANGKANYA ( CONTOH : 1.400 )
∼ R HT = 1.400 m, TEKAN F4 [ENT]

20
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Tabel Hasil Pengukuran Poligon
Nomor / Bacaan Sudut Horizontal
Letak Tinggi Jarak Beda Tinggi
Nama ´ "
Pesawat Pesawat º Datar Tinggi Prisma
Titik
0 0 0
P9 43.532 -1.052 1.450
0.00
135 35 27
A 27.118 0.961 2
135.591
82 35 35
B 35.031 1.290 2.300
82.59
118 38 44
C 11.131 0.391 1.450
118.65
P1 1.430
65 37 45
D 19.109 0.426 1.450
65.63
157 34 54
E 13.321 0.28 1.45
157.582
55 45 44
F 26.840 0.861 1.900
55.76
179 10 17
P2 36.782 0.313 1.450
179.17
0 0 0
P1 36.878 0.411 1.450
0.00
185 9 40
A 14.67 0.149 1.7
185.161
81 7 11
B 10.574 0.419 1.450
81.12
26 14 16
C 12.662 0.246 1.600
26.24
P2 1.470
348 21 38
D 16.920 -0.682 1.450
348.36
292 39 52
E 12.974 -1.369 1.6
292.664
224 7 42
F 20.175 -0.836 1.450
224.13
206 50 43
P3 36.221 -0.979 1.450
206.85

21
Nomor / Bacaan Sudut Horizontal
Letak Tinggi Jarak Beda Tinggi
Nama ´ "
Pesawat Pesawat º Datar Tinggi Prisma
Titik
0 0 0
P2 36.170 0.812 1.450
0.00
136 58 48
A 19.724 -0.03 1.45
136.98
256 28 33
B 21.990 -0.259 1.450
256.48
53 54 34
C 31.869 1.175 1.450
53.91
P3 1.470
100 9 2
D 15.746 0.185 1.450
100.15
330 28 49
E 12.759 -0.129 1.45
330.48
302 8 27
F 29.528 -0.234 1.450
302.14
322 7 1
P4 44.216 -0.158 1.450
322.12
0 0 0
P3 44.278 -0.079 1.450
0.00
40 16 45
A 7.24 -0.1 1.45
40.279
107 17 3
B 7.325 0.242 1.450
107.28
118 3 9
C 11.778 0.203 1.450
118.05
P4 1.500
202 37 15
D 30.260 0.279 1.450
202.62
212 24 43
E 28.381 0.429 1.45
212.412
265 34 53
F 17.271 0.208 1.450
265.58
139 55 50
P5 25.453 0.045 1.450
139.93

22
Nomor / Bacaan Sudut Horizontal
Letak Tinggi Jarak Beda Tinggi
Nama ´ "
Pesawat Pesawat º Datar Tinggi Prisma
Titik
0 0 0
P4 25.471 -0.195 1.450
0.00
39 20 17
A 6.461 -0.155 1.45
39.338
23 38 49
B 10.053 -0.143 1.450
23.65
272 2 3
C 39.866 -0.541 1.450
272.03
P5 1.530
113 13 36
D 39.613 -3.036 1.450
113.23
746 36 0
E 16.482 -1.989 1.45
746.6
223 17 51
F 22.313 -1.337 1.450
223.30
146 51 32
P6 35.797 -2.521 1.450
146.86
0 0 0
P5 25.760 2.296 1.450
0.00
13 17 2
A 28.812 0.979 1.45
13.284
69 8 19
B 29.085 0.201 1.450
69.14
129 42 16
C 12.590 -0.709 1.450
129.70
P6 1.410
199 13 1
D 32.215 0.069 1.450
199.22
7 34 19
E 10.972 0.268 1.45
7.572
257 12 48
F 16.931 -0.541 1.450
257.21
280 44 36
P7 35.818 -0.020 1.450
280.74

23
Nomor / Bacaan Sudut Horizontal
Letak Tinggi Jarak Beda Tinggi
Pesawat Pesawat
Nama º ´ " Datar Tinggi Prisma
Titik
0 0 0
P6 35.724 -0.079 1.450
0.00
349 42 52
A 16.318 -0.102 1.45
349.714
325 38 47
B 11.799 0.290 1.450
325.65
267 9 2
C 14.913 -0.769 1.450
267.15
P7 1.435
67 1 31
D 15.825 0.619 1.450
67.03
81 57 6
E 9.094 -0.05 1.45
81.952
139 0 8
F 11.990 0.470 1.450
139.00
229 10 23
P8 20.074 0.076 1.450
229.17
0 0 0
P7 20.309 -0.929 1.450
0.00
0 0 0
A 17.405 -0.352 1.45
0
26 54 15
B 13.896 -0.265 1.450
26.90
37 31 7
C 17.979 -0.085 1.450
37.52
P8 1.360
34 43 51
D 35.067 -0.173 1.450
34.73
91 54 53
E 35.415 0.358 1.45
91.915
105 6 10
F 18.121 0.572 1.450
105.10
196 23 11
P9 52.705 1.037 1.450
196.39

24
Nomor / Bacaan Sudut Horizontal
Letak Tinggi Jarak Beda Tinggi
Nama ´ "
Pesawat Pesawat º Datar Tinggi Prisma
Titik
0 0 0
P8 52.637 -0.996 1.450
0.00
81 83 1
A 23.479 -0.6 1.45
82.384
176 25 3
B 8.403 0.214 1.450
176.42
190 23 12
C 11.873 0.146 1.450
190.39
P9 1.400
185 16 3
D 34.398 0.930 1.450
184.27
224 45 16
E 26.086 0.914 1.45
224.754
279 51 50
F 16.708 0.399 1.450
279.86
278 44 20
P1 43.349 -0.980 1.450
278.74

25
3.2 Tabel Olah Data Patok Utama dan Detail 220.000
Bacaan Sudut Horizontal SUDUT POLIGON JARAK KOREKSI KORDINAT BEDA TINGGI
Letak Tinggi Nomor / TINGGI TITIK
´ " Jarak Datar Beda Tinggi Tinggi Prisma TITIK SUDUT LUAR KOREKSI AZIMUTH PROYEKSI ABSIS ORDINAT ABSIS ORDINAT X Y PERGI PULANG RATA-RATA KOREKSI
Pesawat Pesawat Nama Titik º
° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' m m m m m m m
0 0 0
P9 43.532 -1.052 1.450
0.00
P1 1.430 P1 179.171 179.175 219.175 36.830 -27.923 -33.277 -0.013 -0.035 5.000 5.000 -0.333 0.946 -0.640 -0.188 50.000
179 10 17
P2 36.782 0.313 1.450
179.17
0 0 0
P1 36.878 0.411 1.450
0.00
P2 1.470 P2 206.845 206.849 246.025 36.196 -23.265 -28.551 -0.013 -0.035 -18.278 -23.586 0.999 1.032 -0.017 -0.185 49.172
206 50 43
P3 36.221 -0.979 1.450
206.85
0 0 0
P2 36.170 0.812 1.450
0.00
P3 1.470 P3 322.117 322.121 388.145 44.247 -33.073 -14.708 -0.015 -0.043 -51.366 -38.336 0.178 -0.391 0.285 -0.226 48.971
322 7 1
P4 44.216 -0.158 1.450
322.12
0 0 0
P3 44.278 -0.079 1.450
0.00
P4 1.500 P4 139.931 139.934 348.080 25.462 20.872 39.015 -0.009 -0.024 -30.503 0.654 0.005 -0.792 0.399 -0.130 49.030
139 55 50
P5 25.453 0.045 1.450
139.93
0 0 0
P4 25.471 -0.195 1.450
0.00
P5 1.530 P5 146.859 146.863 314.943 35.779 -5.259 24.913 -0.012 -0.034 -35.775 25.533 2.601 0.129 1.236 -0.183 49.298
146 51 32
P6 35.797 -2.521 1.450
146.86
0 0 0
P5 35.760 2.296 1.450
0.00
P6 1.410 P6 280.743 280.747 415.690 35.771 -25.325 25.274 -0.012 -0.034 -61.112 50.772 -0.020 0.275 -0.148 -0.183 50.352
280 44 36
P7 35.818 -0.020 1.450
280.74
0 0 0
P6 35.724 -0.079 1.450
0.00
P7 1.435 P7 229.173 229.177 464.867 20.192 29.547 20.163 -0.007 -0.019 -31.572 70.916 -0.091 -2.336 1.123 -0.103 50.021
229 10 23
P8 20.074 0.076 1.450
229.17
0 0 0
P7 20.309 -0.929 1.450
0.00
P8 1.360 P8 196.386 196.390 481.257 52.671 19.516 -5.181 -0.018 -0.051 -12.075 65.684 -1.127 0.064 -0.596 -0.269 51.041
196 23 11
P9 52.705 1.037 1.450
196.39
0 0 0
P8 52.637 -0.996 1.450
0.00
P9 1.400 P9 278.739 278.743 580.000 43.441 45.026 -27.330 -0.015 -0.042 32.936 38.313 0.930 0.839 0.045 -0.222 50.176
278 44 20
P1 43.349 -0.980 1.450
278.74

220 0 0
azimuth 220.000 KEMBALI
220.000

26
3.2 Tabel Olah Data Patok Utama dan Detail
3.2.1 Tabel Olah Data Patok 1
Bacaan Sudut Horizontal SUDUT POLIGON JARAK KORDINAT
Letak Tinggi BEDA TINGGI TINGGI TITIK
DETAIL Jarak Datar Beda Tinggi Tinggi Prisma SUDUT LUAR AZIMUTH PROYEKSI ABSIS ORDINAT X Y KET,
Pesawat Pesawat º ´ "
° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' m m m m

P1 1.430 179.175 219.175 5.000 5.000 50.000

135 35 27
A 27.118 0.961 2.000 135.591 175.591 27.118 2.085 -27.038 7.085 -22.038 0.391 50.391
135.591
82 35 35
B 35.031 1.290 2.300 82.593 122.593 35.031 29.514 -18.870 34.514 -13.870 0.420 50.420
82.593
118 38 44
C 11.131 0.391 1.450 118.646 158.646 11.131 4.053 -10.367 9.053 -5.367 0.371 50.371
118.646
65 37 45
D 19.109 0.426 1.450 65.629 105.629 19.109 18.402 -5.148 23.402 -0.148 0.406 50.406
65.629
157 34 54
E 13.321 0.280 1.450 157.582 197.582 13.321 -4.024 -12.699 0.976 -7.699 0.260 50.260
157.582
55 45 44
F 26.840 0.861 1.900 55.762 95.762 26.840 26.704 -2.695 31.704 2.305 0.391 50.391
55.762

27
3.2.2 Tabel Detail Patok 2

Bacaan Sudut Horizontal SUDUT POLIGON JARAK KORDINAT


Letak Tinggi BEDA TINGGI TINGGI TITIK
DETAIL Jarak Datar Beda Tinggi Tinggi Prisma SUDUT LUAR AZIMUTH PROYEKSI ABSIS ORDINAT X Y KET,
Pesawat Pesawat º ´ "
° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' m m m m

P2 1.470 206.849 246.025 -18.278 -23.586 49.172

185 9 40
A 14.670 0.149 1.700 185.161 224.336 14.670 -10.252 -10.493 -28.530 -34.079 -0.081 49.091
185.161
81 7 11
B 10.574 0.419 1.450 81.120 120.295 10.574 9.130 -5.334 -9.148 -28.920 0.439 49.611
81.120
26 14 16
C 12.662 0.246 1.600 26.238 65.413 12.662 11.514 5.268 -6.764 -18.318 0.116 49.288
26.238
348 21 38
D 16.920 -0.682 1.450 348.361 387.536 16.920 7.822 15.003 -10.456 -8.583 -0.662 48.510
348.361
292 39 52
E 12.974 -1.369 1.600 292.664 331.840 12.974 -6.123 11.438 -24.401 -12.148 -1.499 47.673
292.664
224 7 42
F 20.175 -0.836 1.450 224.128 263.304 20.175 -20.037 -2.353 -38.315 -25.939 -0.816 48.356
224.128

28
3.2.3 Tabel Detail Patok 3

Bacaan Sudut Horizontal SUDUT POLIGON JARAK KORDINAT


Letak Tinggi BEDA TINGGI TINGGI TITIK
DETAIL Jarak Datar Beda Tinggi Tinggi Prisma SUDUT LUAR AZIMUTH PROYEKSI ABSIS ORDINAT X Y KET,
Pesawat Pesawat º ´ "
° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' m m m m

P3 1.470 322.121 388.145 -51.366 -38.336 48.971

136 58 48
A 19.724 -0.030 1.450 136.980 203.005 19.724 -7.708 -18.155 -59.074 -56.492 -0.010 48.961
136.980
256 28 33
B 21.990 -0.259 1.450 256.476 322.500 21.990 -13.387 17.446 -64.752 -20.891 -0.239 48.732
256.476
53 54 34
C 31.869 1.175 2.450 53.909 119.934 31.869 27.618 -15.903 -23.748 -54.239 0.195 49.166
53.909
100 9 2
D 15.746 0.185 1.450 100.151 166.175 15.746 3.763 -15.290 -47.603 -53.626 0.205 49.176
100.151
330 28 49
E 12.759 -0.129 1.450 330.480 396.505 12.759 7.590 10.256 -43.776 -28.081 -0.109 48.862
330.480
302 8 27
F 29.528 -0.234 1.450 302.141 368.165 29.528 4.194 29.229 -47.172 -9.108 -0.214 48.757
302.141

29
3.2.4 Tabel Detail Patok 4

Bacaan Sudut Horizontal SUDUT POLIGON JARAK KORDINAT


Letak Tinggi BEDA TINGGI TINGGI TITIK
DETAIL Jarak Datar Beda Tinggi Tinggi Prisma SUDUT LUAR AZIMUTH PROYEKSI ABSIS ORDINAT X Y KET,
Pesawat Pesawat º ´ "
° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' m m m m

P4 1.500 139.934 348.080 -30.503 0.654 49.030

40 16 45
A 7.240 -0.100 1.450 40.279 248.424 7.240 -6.733 -2.662 -37.236 -2.008 -0.050 48.980
40.279
107 17 3
B 7.325 0.242 1.450 107.284 315.429 7.325 -5.141 5.218 -35.644 5.872 0.292 49.322
107.284
118 3 9
C 11.778 0.203 1.450 118.053 326.198 11.778 -6.552 9.787 -37.055 10.441 0.253 49.283
118.053
202 37 15
D 30.260 0.279 1.450 202.621 410.766 30.260 23.439 19.139 -7.065 19.793 0.329 49.359
202.621
212 24 43
E 28.381 0.429 1.450 212.412 420.557 28.381 24.716 13.951 -5.788 14.605 0.479 49.509
212.412
265 34 53
F 17.271 0.208 1.450 265.581 473.727 17.271 15.811 -6.949 -14.692 -6.295 0.258 49.288
265.581

30
3.2.5 Tabel Detail Patok 5

Bacaan Sudut Horizontal SUDUT POLIGON JARAK KORDINAT


Letak Tinggi BEDA TINGGI TINGGI TITIK
DETAIL Jarak Datar Beda Tinggi Tinggi Prisma SUDUT LUAR AZIMUTH PROYEKSI ABSIS ORDINAT X Y KET,
Pesawat Pesawat º ´ "
° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' m m m m

P5 1.530 146.859 314.943 -35.775 25.533 49.298

39 20 17
A 6.461 -0.155 1.450 39.338 207.422 6.461 -2.976 -5.735 -38.750 19.798 -0.075 49.223
39.338
23 38 49
B 10.053 -0.143 1.450 23.647 191.731 10.053 -2.044 -9.843 -37.819 15.690 -0.063 49.235
23.647
272 2 3
C 39.866 -0.541 1.450 272.034 440.118 39.866 39.275 6.842 3.500 32.374 -0.461 48.837
272.034
113 13 36
D 39.613 -3.036 1.450 113.227 281.310 39.613 -38.844 7.769 -74.618 33.302 -2.956 46.342
113.227
746 36 0
E 16.482 -1.989 1.450 746.600 914.684 16.482 -4.178 -15.944 -39.953 9.589 -1.909 47.389
746.600
223 17 51
F 22.313 -1.337 1.450 223.298 391.381 22.313 11.619 19.049 -24.156 44.582 -1.257 48.041
223.298

31
3.2.6 Tabel Detail Patok 6

Bacaan Sudut Horizontal SUDUT POLIGON JARAK KORDINAT


Letak Tinggi BEDA TINGGI TINGGI TITIK
DETAIL Jarak Datar Beda Tinggi Tinggi Prisma SUDUT LUAR AZIMUTH PROYEKSI ABSIS ORDINAT X Y KET,
Pesawat Pesawat º ´ "
° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' m m m m

P6 1.410 280.747 415.690 -61.112 50.772 50.352

13 17 2
A 28.812 0.979 1.450 13.284 148.226 28.812 15.171 -24.494 -45.940 26.278 0.939 51.291
13.284
69 8 19
B 29.085 0.201 1.450 69.139 204.081 29.085 -11.868 -26.554 -72.979 24.218 0.161 50.513
69.139
129 42 16
C 12.590 -0.709 1.450 129.704 264.647 12.590 -12.535 -1.175 -73.647 49.598 -0.749 49.603
129.704
199 13 1
D 32.215 -0.069 1.450 199.217 334.160 32.215 -14.041 28.994 -75.153 79.766 -0.109 50.243
199.217
7 34 19
E 10.972 0.268 1.450 7.572 142.515 10.972 6.677 -8.706 -54.435 42.066 0.228 50.580
7.572
257 12 48
F 16.931 -0.541 1.450 257.213 392.156 16.931 9.011 14.334 -52.101 65.106 -0.581 49.771
257.213

32
3.2.7 Tabel Detail Patok 7

Bacaan Sudut Horizontal SUDUT POLIGON JARAK KORDINAT


Letak Tinggi BEDA TINGGI TINGGI TITIK
DETAIL Jarak Datar Beda Tinggi Tinggi Prisma SUDUT LUAR AZIMUTH PROYEKSI ABSIS ORDINAT X Y KET,
Pesawat Pesawat º ´ "
° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' m m m m

P7 1.435 229.177 464.867 -31.572 70.916 50.021

349 42 52
A 16.318 -0.102 1.450 349.714 585.404 16.318 -11.620 -11.457 -43.192 59.459 -0.117 49.904
349.714
325 38 47
B 11.799 0.290 1.450 325.646 561.336 11.799 -4.293 -10.990 -35.865 59.925 0.275 50.296
325.646
267 9 2
C 14.913 0.769 1.450 267.151 502.840 14.913 9.008 -11.885 -22.564 59.031 0.754 50.775
267.151
67 1 31
D 15.825 0.619 1.450 67.025 302.715 15.825 -13.315 8.553 -44.887 79.469 0.604 50.625
67.025
81 57 6
E 9.094 -0.050 1.450 81.952 317.642 9.094 -6.127 6.720 -37.699 77.636 -0.065 49.956
81.952
139 0 8
F 11.990 0.470 1.450 139.002 374.692 11.990 3.041 11.598 -28.531 82.514 0.455 50.476
139.002

33
3.2.8 Tabel Detail Patok 8

Bacaan Sudut Horizontal SUDUT POLIGON JARAK KORDINAT


Letak Tinggi BEDA TINGGI TINGGI TITIK
DETAIL Jarak Datar Beda Tinggi Tinggi Prisma SUDUT LUAR AZIMUTH PROYEKSI ABSIS ORDINAT X Y KET,
Pesawat Pesawat º ´ "
° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' m m m m

P8 1.360 196.390 481.257 -12.075 65.684 51.041

0 0 0
a 17.405 -0.352 1.450 0.000 284.867 17.405 -16.822 4.466 -28.897 70.150 -0.442 50.599
0.000
26 54 15
b 13.896 -0.265 1.450 26.904 311.771 13.896 -10.364 9.257 -22.438 74.941 -0.355 50.686
26.904
37 31 7
c 17.979 -0.085 1.450 37.519 322.385 17.979 -10.973 14.242 -23.048 79.926 -0.175 50.866
37.519
34 43 51
d 35.067 -0.173 1.450 34.731 319.598 35.067 -22.729 26.704 -34.803 92.388 -0.263 50.778
34.731
91 54 53
e 35.415 0.358 1.450 91.915 376.782 35.415 10.225 33.907 -1.850 99.591 0.268 51.309
91.915
105 6 10
f 18.121 0.572 1.450 105.103 389.970 18.121 9.052 15.698 -3.022 81.383 0.482 51.523
105.103

34
3.2.9 Tabel Detail Patok 9

Bacaan Sudut Horizontal SUDUT POLIGON JARAK KORDINAT


Letak Tinggi BEDA TINGGI TINGGI TITIK
DETAIL Jarak Datar Beda Tinggi Tinggi Prisma SUDUT LUAR AZIMUTH PROYEKSI ABSIS ORDINAT X Y KET,
Pesawat Pesawat º ´ "
° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' ° ' '' m m m m

P9 1.400 278.743 580.000 32.936 38.313 50.176

81 83 1
a 23.476 -0.600 1.450 82.384 383.641 23.476 9.414 21.506 42.350 59.819 -0.650 49.526
82.384
176 25 3
b 8.403 0.214 1.450 176.418 477.675 8.403 7.442 -3.903 40.378 34.410 0.164 50.340
176.418
190 23 12
c 11.873 0.146 1.450 190.387 491.644 11.873 8.873 -7.890 41.808 30.423 0.096 50.272
190.387
184 16 3
d 34.398 0.930 1.450 184.268 485.525 34.398 27.995 -19.987 60.931 18.326 0.880 51.056
184.268
224 45 16
e 26.086 0.914 1.450 224.754 526.012 26.086 6.306 -25.312 39.241 13.000 0.864 51.040
224.754
279 51 50
f 16.708 0.399 1.450 279.864 581.121 16.708 -10.988 -12.586 21.948 25.726 0.349 50.525
279.864

35
3.3 Tabel Hasil Olah Data Patok Utama dan Detail

3.3.1 Tabel Hasil Pengolahan Data Patok 1


Letak Pesawat Detail X Y Z

P1 5.000 5.000 50.000

A 7.085 -13.870 50.391

P1 B 34.514 -13.870 50.420

C 9.053 -5.367 50.371

D 23.402 -0.148 50.406

E 0.976 -7.699 50.260

F 31.704 2.305 50.391

3.3.2 Tabel Hasil Pengolahan Data Patok 2

Letak Pesawat Detail X Y Z

P2 -18.278 -23.586 49.172

A -28.530 -34.079 49.091

P2 B -9.148 -28.920 49.611

C -6.764 -18.318 49.288

D -10.456 -8.583 48.510

E -24.401 -12.148 47.673

F -38.315 -25.939 48.356

36
3.3.3 Tabel Hasil Pengolahan Data Patok 3

Letak Pesawat Detail X Y Z

P3 -51.366 -38.336 48.971

A -59.074 -56.492 48.961

P3 B -64.752 -20.892 48.732

C -23.748 -54.239 49.166

D -47.603 -53.626 49.176

E -43.776 -28.081 48.862

F -47.172 -9.108 48.757

3.3.4 Tabel Hasil Pengolahan Data Patok 4

Letak Pesawat Detail X Y Z

P4 -30.503 0.654 49.030

A -37.236 -2.008 48.980

P4 B -35.644 5.872 49.322

C -37.055 10.441 49.283

D -7.065 19.793 49.359

E -5.788 14.605 49.509

F -14.692 -6.295 49.288

37
3.3.5 Tabel Hasil Pengolahan Data Patok 5

Letak Pesawat Detail X Y Z

P5 -35.775 25.533 49.298

A -38.750 19.798 49.223

P5 B -37.819 15.690 49.235

C 3.500 32.374 48.837

D -74.618 33.302 46.342

E -39.953 9.589 47.389

F -24.156 44.582 48.041

3.3.6 Tabel Hasil Pengolahan Data Patok 6

Letak Pesawat Detail X Y Z

P6 -61.112 50.772 50.352

A -45.940 26.278 51.291

P6 B -72.979 24.218 50.513

C -73.647 49.598 49.603

D -75.153 79.766 50.243

E -54.435 42.066 50.580

F -52.101 65.106 49.771

38
3.3.7 Tabel Hasil Pengolahan Data Patok 7

Letak Pesawat Detail X Y Z

P7 -31.572 70.916 50.021

A -43.192 59.459 49.902

P7 B -35.865 59.925 50.296

C -22.564 59.031 50.775

D -44.887 79.469 50.625

E -37.699 77.636 49.956

F -28.531 82.514 50.476

3.3.8 Tabel Hasil Pengolahan Data Patok 8

Letak Pesawat Detail X Y Z

P8 -12.075 65.684 51.041

A -28.897 70.150 50.599

P8 B -22.438 74.941 50.686

C -23.048 79.926 50.866

D -34.803 92.388 50.778

E -1.850 99.591 51.309

F -3.022 81.383 51.523

39
3.3.9 Tabel Hasil Pengolahan Data Patok 9

Letak Pesawat Detail X Y Z

P9 32.936 38.313 50.176

A 42.350 59.819 49.526

P9 B 40.378 34.410 50.340

C 41.808 30.423 50.272

D 60.931 18.326 51.056

E 39.241 13.000 51.040

F 21.948 25.726 50.525

40
41
42
43
4.4 DOKUMENTASI
PENGUKURAN POLIGON
TERTUTUP

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI


KELOMPOK V ALAUDDDIN MAKASSAR

Keterangan :
Proses briefing mengenai proses
pengoperasian theodolite.

Keterangan :
Proses penembakan theodolite terhadap
prisma.

Keterangan :
Proses pemasangan prisma pada titik.

44
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan

Poligon adalah rangkaian titik-titik yang membentuk segi banyak yang dapat
digunakan sebagai kerangka peta. Koordinat titik tersebut dapat dihitung dengan
memasukan data yang merupakan hasil dari pengukuran sudut dan jarak.
Adapun langkah-langkah pengukuran polygon adalah sebagai berikut :
1. Orientasi lanpangan
2. Menentukan koordinat titik awal menggunakan GPS
3. Mengukur polygon tertutup

Berdasarkan hasil praktikum kelompok V yang berlokasi di Kampus II


Universitas Islam Negeri alauddin makassar, diperoleh data pengukuran
sebagaimana yang terlampir. Untuk data-data dan gambar dapat dilihat pada
lampiran.

Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu Total Station
Topcon GTS-102N, GPS, statif, prisma target dan alat pendukung lainnya yang
berfungsi untuk mengukur besarnya sudut dan jarak, berguna untuk mengetahui
koordinat pada keempat titik yang telah ditentukan sebelumnya

5.2 Saran

Dalam praktikum yang dilakukan kelompok V yang berlokasi di Kampus II


Universitas Islam Negeri Alauddin makassar disarankan untuk:
a. Bekerja dengan baik dan benar serta ketelitian dan keseriusan dari masing-
masing anggota kelompok agar hasil pengukuran dapat sempurna dan
memuasakan demi meningkatkan kualitas dan kemampuan mahasiswa dalam
praktik mengukur tanah.

45
b. Menggunakan peralatan yang telah disediakan sebagai mana mestinya / sesuai
dengan fungsinya untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin
terjadi.
c. Saat melakukan pengukuran di bawah terik matahari sebaiknya menggunakan
payung sehingga dapat menghindarkan pengukur dari kesalah membaca hasil
pengukuran akibat silaunya cahaya matahari.
d. Setiap selesai melakukan pengukuran sebaiknya melakukan konsultasi dengan
dosen pembimbing / instruktur supaya mendapatkan gambaran yang pasti
mengenai pengukuran yang kita lakukan dan meminimalisir kesalahan yang
terjadi.

46